cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Resisten Merkuri di Pesisir Laut Buyat Assa, Stevano M.; Kepel, Billy; Bodhi, Widdhi
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.25505

Abstract

Abstract: Mercury (Hg) is a type of metal that is commonly found in nature and scattered in the rocks, ore mines, soil, water, and air as inorganic and organic compounds. Mercury is dangerous to our health because it can be methylized into methyl mercury (MeHg), which is toxic to human body. The detoxification of mercury can be done by using microorganisms that are resistant to mercury. One of the microorganisms that arre resistant to mercury is bacteria. This study was aimed to identify the types of bacteria in soil sediments at Buyat bay that were resistant to mercury. This was a descriptive exploratory study with a cross-sectional design. The results showed that bacterial colonies could still grow in culture medias of 5, 10, and 20 ppm of phenyl mercury. Identification of the bacteria resulted in Streptococcus sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp, Echerchia Sp, and Klebsiella sp. In conclusion, at Buyat bay, there were five species bacteria that were resistant to 5, 10 and 20 ppm concentrations of mer-cury, namely, Streptococcus sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp, Echerchia Sp, and Klebsiella sp.Keywords: bacteria, mercury resistance, soil sediments Abstrak: Merkuri (Hg) ialah salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik. Merkuri merupakan senyawa yang berbahaya karena dapat bermetilisasi menjadi metil merkuri (MeHg) yang bersifat toksik bagi tubuh manusia. Upaya detoksifikasi merkuri dapat dilakukan antara lain menggunakan mikroorganisme yang resisten terhadap merkuri. Salah satu mikroorganisme yang tahan terhadap merkuri ialah bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri resistensi merkuri yang terdapat pada sedimen tanah di perairan pantai Buyat. Jenis penelitian ialah deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menda-patkan bahwa masing-masing konsentrasi fenil merkuri hingga 20 ppm menunjukkan adanya pertumbuhan koloni bakteri, yaitu Streptococcus sp, Pseudomonas sp, bacillus sp, Escherichia Sp, dan Klebsiella sp. Simpulan penelitian ini ialah di pesisir laut Buyat terdapat lima jenis spesies bakteria yang resisten terhadap merkuri, yaitu Streptococcus sp, Pseudomonas sp, bacillus sp, Escherichia sp, dan Klebsiella spKata kunci: bakteri, resistensi merkuri, sedimen tanah
ANALISA HASIL PENGUKURAN TEKANAN DARAH ANTARA POSISI DUDUK DAN POSISI BERDIRI PADA MAHASISWA SEMESTER VII (TUJUH) TA. 2014/2015 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Amiruddin, Muh A.; Danes, Vennetia R.; Lintong, Fransiska
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.6635

Abstract

Abstract: Blood pressure is the force of blood pumped by the heart against the arterial walls. Blood pressure is the driving force for blood to travel around the body to deliver fresh blood with oxygen and nutrients to the organs of the body. Blood pressure varies for many different reasons, one of conditions is changes in position. The purpose of this research is to know results of blood pressure measurements between sitting position and standing position on Medical students of Sam Ratulangi University. The experiment was conducted at Medical Faculty Collage of Sam Ratulangi University in November-December 2014. The method in this research was cross sectional analytic. The samples taken was 76 Students by simple random sampling. Data were analyzed using SPSS 20 and Wilcoxon Signed Ranks Test. The result of the data shows that there are significant differences between sitting position and standing position. The result of the data shows as follows systolic blood pressure of sitting position vs standing position (115,861±9,3039 vs 110,324±9,1302 mmHg) and diastolic blood pressure of sitting position vs standing position (76,918±7,5981 vs 75,233±7,3319 mmHg). Wilcoxon Signed Ranks Test results show that there is a significant difference between sitting position and standing position with p = 0.000 < α = 0,05. In conclusion, it is found that there is a difference of result between sitting position and standing position.Keywords: blood pressure, sitting position, standing position Abstrak: Tekanan darah adalah tekanan dari darah yang dipompa oleh jantung terhadap dinding arteri. Tekanan darah merupakan kekuatan pendorong bagi darah agar dapat beredar ke seluruh tubuh untuk memberikan darah segar yang mengandung oksigen dan nutrisi ke organ-organ tubuh. Tekanan darah bervariasi pada berbagai keadaan, salah satunya adalah perubahan posisi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil pengukuran tekanan darah antara posisi dduk dan posisi berdiri pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat. Penelitian dilaksanakan di Kampus Fakultas Kedokteran Unsrat pada bulan November- Desember 2014. Metode pada penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel ditentukan secara simple random sampling yang berjumlah 76 orang. Data dianalisa menggunakan SPSS 20 dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil pengukuran tekanan darah antara posisi duduk dan posisi berdiri. Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: Tekanan darah sistolik antara posisi duduk vs posisi berdiri (115,861±9,3039 vs 110,324±9,1302 mmHg) dan tekanan darah diastolik antara posisi duduk vs posisi berdiri (76,918±7,5981 vs 75,233±7,3319 mmHg). Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara posisi duduk dan posisi berdiri dengan nilai p = 0.000 < α = 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa terdapat perbedaan hasil pengukuran tekanan darah antara posisi duduk dan posisi berdiri.Kata kunci: tekanan darah, posisi duduk, posisi berdiri
Gambaran histopatologik mukosa laring tikus wistar yang dipapar asap rokok, obat nyamuk bakar, dan kendaraan bermotor Poluan, Holy; Kairupan, Carla; Durry, Meilany
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.12222

Abstract

Abstract: Air polution is a condition where the air is contaminated with chemicals, particles/matters and other biological substances such as cigarette smoke, mosquito coil smoke, and exhaust gas. Cigarette smoke, mosquito coil smoke and exhaust gas contain substances that can cause inflammation, hyperresponsivity, obstruction, and metaplasia of the respiratory tract. This study aimed to compare the exposure effect of cigarette smoke, mosquito coil smoke, and exhaust gas on the histopathological features of Wistar rat larynx. This was an experimental laboratory study. Subjects were 20 rats divided into 4 groups; Group I, the negative control group, and 3 treatment groups (Group II, III, and IV). Group II was exposed by cigarette smoke, group III was exposed by mosquito coil smoke, and group IV was exposed by exhaust gas. Subjects were put in a modified exposure cage in according with the treatment groups and were exposed for 2 hours per day for 30 days. The results showed that inflammatory cells were found the most in group 4, meanwhile in group II were the least. Metaplasia occured the most in group II, menwhile group III and IV had similar results. In general, group IV showed the worst pathological reaction, followed by group III and group II. Conclusion: Histopathological feature of larynx of wistar rat exposed by exhaust gas showed the worst histopathological changes, followed by mosquito coil smoke exposure group and cigarette smoke group. Keywords: cigarette smoke, mosquito coil smoke, exhaust gas, larynx histopathological feature, inflammatory cells, metaplasia Abstrak: Polusi udara adalah suatu kondisi dimana udara tercemari oleh bahan kimia, zat/partikel dan bahan biologis lainnya.Asap rokok, asap obat nyamuk dan asap kendaraan bermotor merupakan contoh polusi udara. Asap rokok, asap obat nyamuk dan asap kendaraan bermotor mengandung zat yang dapat menyebabkan peradangan, hiperresponsivitas, obstruksi dan metaplasia saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untukmembandingkan pengaruh paparan asap rokok, asap obat nyamuk dan asap kendaraan bermotor terhadap gambaran histopatologik laring tikus wistar. Jenis penelitian ini ialah eksperimental laboratorik. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus yang dibagi dalam 4 kelompok: 1 kelompok kontrol negatif (kelompok I) dan 3 kelompok perlakuan (kelompok II, III, IV). Kelompok II dipaparkan asap rokok, kelompok III dipaparkan asap obat nyamuk bakar dan kelompok IV dipaparkan asap kendaraan bermotor. Subjek penelitian kelompok perlakuan diletakkan di kandang perlakuan yang telah dimodifikasi menurut kelompok perlakuan dan diberi paparan asap selama 2 jam per hari selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sel radang paling banyak terdapat pada kelompok IV, dan paling sedikit pada kelompok II. Metaplasia yang terjadi paling banyak terdapat pada kelompok II sedangkan kedua kelompok III dan IV memiliki jumlah yang hampir sama. Secara umum kelompok IV menunjukkan reaksi patologik laring yang paling jelek, diikuti oleh kelompok III dan kelompok II. Simpulan: Gambaran histopatologik laring tikus wistar yang dipapar asap kendaraan bermotor menunjukkan perubahan histopatologik yang paling jelek, diikuti yang dipapar dengan asap obat nyamuk bakar dan asap rokok.Kata kunci: asap rokok, asap kendaraan bermotor, asap obat nyamuk, gambaran histopatologik laring, sel radang, metaplasia
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN PRAKTIK GIZI SEIMBANG MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Maharibe, Christan C.
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3711

Abstract

Abstract: Nutrition knowledge affects one’s attitudes and behavior in the selection of food and will further affect the nutritional state of the individual concerned. This study aims to know the association between balanced nutrient knowledge and balanced nutrient practice amongst the 2013 Medical Students of General Medicine Study Program, University of Sam Ratulangi Manado.This study was an analytical cross sectional design, conduct in September – December 2013 with 252 respondents. The data was collected primary data and secondary data, namely by distributing questionnaires to the respondents. Primary data including formation about knowledge and practice of the student obtained from the questionnaires. Secondary data about the general state of Medical Faculty of Sam Ratulangi University, Manado. The results showed that the level of knowledge of student about balanced nutrient, good knowledge of the 199 people (79%) and lack of knowledge of 53 people (21%). As for balanced nutrient practice of the students, good categories of 154 people (61.1%) and not good categories of 98 people (38.9%). Conclusion: Using the Chi Square test, the result showed that there was no significant relationship between balanced nutrient knowledge and balanced nutrient practice amongst the 2013 medical students of General Medicine study program, university of Sam Ratulangi, Manado (X2 = 0.026 and ρ = 0.871). Keywords: balanced nutrient knowledge, balanced nutrient practice Abstrak: Pengetahuan gizi seseorang berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam memilih makanan dan selanjutnya akan berpengaruh pada keadaan gizi individu yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi seimbang dengan praktik gizi seimbang mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Desain penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 252 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan data sekunder yaitu dengan cara membagikan kuesioner kepada responden. Data primer meliputi informasi tentang pengetahuan dan praktik mahasiswa diperoleh melalui kuesioner. Data sekunder meliputi keadaan umum Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeetahuan gizi seimbang mahasiswa sebagian besar baik yaitu sebanyak 199 orang (79%).dan pengetahuan gizi kurang 53 orang (21%). Adapun praktik gizi seimbang, kategori baik sebanyak 154 orang (61,1%) dan kategori tidak baik 98 orang (38,9%). Kesimpulan: Hasil penelitian menggunakan Chi Square dengan nilai uji ρ = 0,871 > 0,05 dengan nilai X2 = 0,026 menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi seimbang dengan praktik gizi seimbang mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Kata Kunci : Pengetahuan gizi seimbang, praktik gizi seimbang
Pengaruh pemberian getah bonggol pisang (Musa paradisiaca var. sapientum L. Kuntze. AAB) terhadap penyembuhan luka sayat pada kulit tikus Wistar (Rattus norvegicus) Wakkary, Jacqueline J.; Durry, Meilany; Kairupan, Carla
e-Biomedik Vol 5, No 1 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v5i1.15018

Abstract

Abstract: Wound healing can be assisted by modern and traditional medicine. Banana stem sap is often used as a herbal remedy for wounds. The sap of banana stem contains saponins, flavonoids, anthraquinone, quinone, lectin, and tannins that are expected to promote wound healing. This study was aimed to determine the effect of banana stem sap on incised wound of the skin of Wistar rats. This was an experimental laboratory study. A total of 21 Wistar rats (Rattus norvegicus) were used in this study; one was used to obtain a normal skin sample, and the others were divided into control groups (A1 and B1) and treated groups (A2 and B2), five rats in each group. A 1-cm-skin incision was made on the back of each rat in all groups. The wounds of group A1 and B1 were untreated. In group A2 and B2, the wounds were applied with 0,5 ml of banana stem sap (Musa paradisiaca var. sapientum L. Kuntze. AAB) twice a day. Macroscopic and microscopic examinations of the wounds were performed on day-5 (group A1 and A2) and day-14 (group B1 and B2). The results showed that, either macroscopically (wound area and crusting) or microscopically (crust, reepithelization, angiogenesis, proliferation of fibrous tissue and inflammatory cells), group A2 and B2 exhibited better wound healing compared with group A1 and B1. Conclusion: Better wound healing process in Wistar rats treated with banana stem sap on their insiced wounds compared to those that were untreated indicates that banana stem sap play distinct roles in promoting wound healing.Keywords: wound healing, banana stem sap Abstrak: Penyembuhan luka dapat dibantu dengan pengobatan modern ataupun teradisional. Masyarakat awam sering menggunakan pengobatan tradisional salah satunya getah bonggol pisang untuk mengobati luka. Getah bonggol pisang mengandung saponin, flavonoid, antrakuinon, kuinon, laktin, dan tanin yang diduga dapat membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian getah bonggol pisang terhadap penyembuhan luka sayat pada kulit tikus wistar. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik dengan subjek 21 ekor tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang dibagi dalam: satu ekor tanpa perlakuan (sampel kulit normal) dan empat kelompok perlakuan (lima ekor tiap kelompok). Kelompok A1 dan B1 dibuat luka sayat ± 1 cm pada daerah punggung tetapi tidak diolesi getah bonggol pisang (Musa paradisiaca var. sapientum L. Kuntze. AAB). Kelompok A2 dan B2 dibuat luka sayat kemudian diolesi getah bonggol pisang 0,5 ml dua kali sehari. Penilaian dan pengambilan sampel jaringan kulit luka dilakukan pada hari ke-5 (kelompok A1 dan A2) dan hari ke-14 (kelompok B1 dan B2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran penyembuhan luka, baik secara makroskopik (area permukaan luka dan kerak luka) maupun mikroskopik (krusta, reepitelisasi, angiogenesis, proliferasi jaringan ikat dan sel-sel radang) pada kelompok A2 dan B2 lebih baik dibandingkan dengan kelompok A1 dan B1. Simpulan: Ditemukan tanda-tanda penyembuhan luka yang lebih baik pada kelompok tikus Wistar yang diberikan getah bonggol pisang pada luka sayatnya dibandingkan dengan yang tidak diberikan, yang mengindikasikan bahwa getah bonggol pisang berperan khusus dalam membantu proses penyembuhan luka.Kata kunci: penyembuhan luka, getah bonggol pisang
KADAR HEMOGLOBIN PADA ORANG DEWASA YANG TINGGAL DI DATARAN TINGGI DENGAN KETINGGIAN YANG BERBEDA Waani, Andreas; Engka, J. N.; Supit, S.
e-Biomedik Vol 2, No 2 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i2.5001

Abstract

Abstract: Background: High altitude has an impact on the levels of hemoglobin in an individual. Altitude will cause hypoxia due to the partial pressure of oxygen decreases and body will respond to the process of acclimatization. With the process of acclimatization will occur an increase in levels of haemoglobin to adapt to low oxygen State. This research aims to know the levels of haemoglobin in adults who live in high altitude with different heights. Methods: The subject of the research blood was taken as much as 3cc and processed in a lab using ABX Pentra XL 80 to get an overview of hemoglobin levels. The technique used was Random sampling. This research is a descriptive study. Levels of Hemoglobin is processed using SPSS  17 program. Test of normality indicates significance levels of hemoglobin value of 0.113. Comparison of the Hemoglobin Levels in tested using mann-whitney test. Result: Results of significance levels of hemoglobin is 0,005, means there are differences in the hemoglobin levels significantly in groups 1 and 2. The average haemoglobin levels for Group 1 is 15.53 g/dl and the average haemoglobin levels in the Group 2 was 14.84 g/dl. Conclusion: There are differences in the levels of hemoglobin on high altitude in the population with different heights. Keywords: Haemolgobin, High Altitude     Abstrak: Latar Belakang: Dataran tinggi memiliki pengaruh terhadap kadar hemoglobin pada suatu individu. Berada di Ketinggian akan menyebabkan hipoksia oleh karena tekanan parsial oksigen yang berkurang dan tubuh akan merespon dengan proses aklimatisasi. Dengan adanya proses aklimatisasi maka akan terjadi peningkatan pada kadar hemoglobin untuk beradaptasi dengan keadaan rendah oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada orang dewasa yang tinggal di dataran tinggi dengan ketinggian yang berbeda. Metode: Subjek penelitian diambil darahnya sebanyak 3cc dan diproses di laboratorium dengan menggunakan alat ABX Pentra XL 80 untuk mendapatkan gambaran kadar hemoglobin. Teknik yang digunakan adalah Random sampling. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan studi potong lintang. Kadar Hemoglobin di proses menggunakan program SPSS 17. Uji normalitas menunjukan nilai signifikansi Kadar hemoglobin sebesar 0.113. Perbandingan Kadar Hemoglobin di uji menggunakan metode mann-whitney test. Hasil: Hasil signifikansi kadar hemoglobin adalah 0.005, berarti terdapat perbedaan kadar hemoglobin secara signifikan pada kelompok 1 dan 2. Rata-rata kadar hemoglobin untuk kelompok 1 adalah 15.53 g/dl dan Rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok 2 adalah 14.84 g/dl. Simpulan: Terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada pada penduduk dataran tinggi dengan ketinggian yang berbeda. Kata Kunci: Hemoglobin, Dataran Tinggi.
Prevalensi hiperkolesterolemia pada remaja obes di Kabupaten Minahasa Jempormase, Felomina; Bodhi, Widdhi; Kepel, Billy J.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10818

Abstract

Abstract: Hypercholesterolemia is a risk factor for coronary heart diseases. Obesity is also a risk factor of hypercholesterolemia. This study aimed to determine the prevalence of hypercholesterolemia in obese adolescents in Tondano. This was a descriptive study with a cross sectional approach. Population was students of SMK Tondano from grade one to grade three aged 13 to 18 years. Samples were obtained by using simple random sampling. Weight, height, and cholesterol level were measured. There were 54 samples of obese students: 43 females (80%) and 11 males (20%). Of the 54 samples, 6 samples had elevated levels of cholesterol: 5 females (84%) and 1 male (16%). Conclusion: Obese females were more likely to have elevated levels of cholesterol compared to obese males.Keywords: adolescents, obesity, cholesterolAbstrak: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Obesitas merupakan salah satu faktor resiko penyebab hiperkolesterolemia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi hiperkolesterolemia pada remaja obes di Kota Tondano. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Populasi ialah siswa SMK Negeri Kota Tondano dari kelas satu sampai kelas tiga yang berumur 13 sampai 18 tahun. Sampel diperoleh dengan teknik simple random sampling. Dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan dan pemeriksaan kadar kolesterol. Didapatkan 54 sampel siswa obes terdiri dari 43 siswi (80%) dan 11 siswa (20%). Dari 54 sampel yang diteliti, 6 sampel yang mengalami peningkatan kadar kolesterol yaitu 5 orang siswi (84%) dan 1 orang siswa (16%). Simpulan: Remaja perempuan yang obes lebih banyak mengalami peningkatan kadar kolesterol dibandingkan dengan remaja laki-laki yang obes.Kata kunci: remaja, obesitas, kolesterol
LUARAN PARTUS LAMA DI BLU RSU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Hinelo, Fardila; Suparman, Eddy; Tendean, Hermmie M.M.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.1171

Abstract

Abstract: Confinement time is a cause of maternal and infant, mortality are the main followed by bleeding, infection, and eclampsia. In Indonesia, many found 60% of delivery especially in rural areas stil do not help by trained shaman. Cervical dilatation in the right line of the active phase of labor vigilant. The purpose of this study was to know the description of long deliveries maternal and infant outcomes at BLU  RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado the period January 1, 2010-December 31, 2011. This a retrospective descriptive study using secondary data at BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado the period January 1, 2010-December 31, 2011. Conclusion: During the years 2010-2011 in BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado recorded 73 cases of long confinement highest output in 2011, the age group 20-24 (30,2%), level high school education (46,5%), parity 1 (67,5%), superficial life infants (74,4%), ashphyxia infant outcomes (25,6%), type of birth sectio cesarea (65,1%), living outside the mother (76,7%), superficial mother died (23,3%), and for perinatal mortality included KND (1,31%) and LM (1,47%). Proportion of long confinement in the BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado on 7265 birth year 2010-2011 there were obtained 73 cases of long confinement to the proportion of 1,1%  still low compared to the results of  several similar studies in other hospitals. Key words: Long parturition, Maternal outcomes, Infant outcomes.       Abstrak: Partus lama merupakan penyebab kematian ibu dan bayi yang utama disusul oleh perdarahan, infeksi, dan eklampsi. Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18 jam pada primigravida dan multigravida. Dilatasi serviks di kanan garis waspada persalinan fase aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran partus lama serta luaran ibu dan bayi di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Januari 2010-31 Desember 2011. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder pasien di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2010-31 Desember 2011. Simpulan: Selama tahun 2010-2011 di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tercatat 73 kasus luaran partus lama terbanyak pada tahun 2011, kelompok umur 20-24 (30,2%), tingkat pendidikan SMA (46,5%), Paritas 1 (67,5%), luaran bayi hidup (74,4%), luaran bayi asfiksia (25,6%), jenis persalinan SC (65,1%), luaran ibu hidup (76,7%), luaran ibu mati (23,3%), dan untuk kematian perinatal meliputi KND (1,31%) serta LM (1,47%). Proporsi partus lama di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2010-2011 diperoleh 7.265 persalinan terdapat 73 kasus partus lama dengan proporsi 1,1% masih rendah dibandingkan hasil beberapa penelitian sejenis di rumah sakit lainnya. Kata kunci: Partus lama, Luaran ibu, luaran bayi.
UJI EFEK ANTIBAKTERI JAMUR ENDIFIT PADA DAUN MANGROVE Sonneratia alba TERHADAP BAKTERI UJI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli ., Dwilestari; Awaloei, Henoch; Posangi, Jimmy; Bara, Robert
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.7414

Abstract

Abstract: Endophytic fungi is a species of fungi which life on plant tissue system. Endophytic fungi can be isolated from the roots, stems and leave of the plant. Endophytic fungi can produce a substance potencial to be antibacteria. This research aimed to test the presence of antibacterial effect on an isolated leaf of mangrove plant Sonneratia alba towards Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The method that is used for the antibacterial activity test, done by putting mycelia of endophytic fungi in combination media that has been smeared with Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Obtained from research that has been made, it conducted two species of endophytic fungi that isolated from mangrove plant leaf Sonneratia alba. Both endophytic fungi has effect as antibacteria against Staphylococcus aureus and Escherichia coli, but the second type of endophytic fungi has more effective and stronger antibacterial effect compare to endophytic fungi type I and positive control.Keywords: antibacterial, endophytic fungi, mangrove Sonneratia albaAbstrak: Jamur endofit adalah jamur yang terdapat dalam sistem jaringan tumbuhan. Jamur endofit dapat diisolasi dari akar, batang dan daun tumbuhan. Jamur endofit dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya efek antibakteri jamur endofit daun Sonneratia alba terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode yang digunakan untuk uji antibakteri dilakukan dengan cara menempelkan miselia jamur endofit pada media agar kombinasi yang telah dioleskan bakteri uji. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh dua jenis jamur endofit yang diisolasi dari daun tumbuhan mangrove Sonneratia alba. Kedua jamur endofit memiliki efek sebagai antibakteri terhadap kedua bakteri uji akan tetapi jamur endofit tipe II memiliki efek antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan jamur endofit tipe I dan kontrol positif.Kata kunci: antibakteri, jamur endofit, daun Sonneratia alba
Isolasi bakteri resisten merkuri pada urin pasien dengan tumpatan amalgam di Puskesmas Tuminting Bahter, Julia V.F.; Kepel, Billy J.; ., Fatimawali
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14265

Abstract

Abstract: Metal is very important for human life, albeit, some of them have toxic effects. Mercury is a heavy metal with a high toxicity level. In the field of dentistry, mercury is used as an ingredient of amalgam. The use of amalgam apparently triggers resistant bacteria due to continuous release of mercury since the usage of condensing amalgam in the tooth. This study was aimed to determine whether there were mercury-resistant bacteria in the urine of patients who had amalgam-filling tooth at Puskesmas Tuminting (primary health care) and to identify the types of mercury-resistant bacteria. This was a descriptive exploratory study using urine samples of patients in dental clinic with amalgam fillings minimal for 6 months. The results obtained 30 isolates of mercury-resistant bacteria with 6 genera of bacteria resistant to mercury, as follows: Klebsiella sp, Bacillus sp, Staphylococcus sp, Hafnia sp, Enterobacter sp, and Eubacteria sp. Conclusion: There were mercury-resistant bacteria in the urine of patients with amalgam-filling teeth in the Dental Clinic of Puskesmas Tuminting.Keywords: amalgam, mercury-resistant bacteria  Abstrak: Logam sangat penting bagi kehidupan manusia. Walaupun demikian beberapa jenis logam memiliki efek toksik, salah satunya ialah merkuri. Merkuri tergolong logam berat dengan tingkat toksisitas yang tinggi. Dalam bidang kedokteran gigi, merkuri digunakan sebagai salah satu bahan campuran amalgam. Penggunaan amalgam ternyata memicu bakteri resisten merkuri dikarenakan pelepasan Hg secara terus menerus sejak dilakukan kondensasi amalgam di dalam mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat bakteri resisten merkuri dalam urin pasien yang menggunakan amalgam di Puskesmas Tuminting dan untuk mengidentifikasi jenis bakteri resisten merkuri yang ditemukan. Jenis penelitian ialah deskriptif eksploratif. Sampel penelitian ialah urin pasien di Poli Gigi dengan tumpatan amalgam minimal 6 bulan. Hasil penelitian menapatkan dari 30 isolat bakteri resisten merkuri terdapat 6 genus bakteri yang resisten terhadap merkuri, yaitu: Klebsiella sp, Bacillus sp, Staphylococcus sp, Hafnia sp, Enterobacter sp, dan Eubacteria sp. Simpulan: Terdapat bakteri resisten merkuri dalam urin pasien dengan tumpatan amalgam merkuri di Poli Gigi Puskesmas Tuminting.Kata kunci: amalgam, bakteri resisten merkuri