cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
PERBEDAAN KEBAHAGIAN PADA KELUARGA PRASEJAHTERA DAN SEJAHTERA DI DESA MOPUYA UTARA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Kusuma, I Wayan A.; Pali, Cicilia; David, Lydia
e-Biomedik Vol 3, No 2 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i2.8773

Abstract

Abstract: Basically, everyone wants to be happy, however, happiness depends on many factors. A prosperous family can fulfil the needs of its members; the needs of food, clothing, housing, social, and religious. Meanwhile, the preprosperous family cannot fulfil its members’ minimal basic needs. This study aimed to determine the difference of happiness between prosperous and preprosperous families in North Mopuya village, Dumoga Utara, Bolaang Mongondouw. This was an observational analytical study using a cross-sectional design. Samples were 118 villagers consisted of 59 people of prosperous family group and 59 people of preprosperous group. The results showed a p value of 0.00 (<0.05). Conclusion: There was a difference in happiness between prosperous and preprosperous families in the North Mopuya village.Keywords: happiness, family, prosperous, preprosperousAbstrak: Pada dasarnya semua orang ingin bahagia namun kebahagiaan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Keluarga sejahtera ialah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan anggota baik kebutuhan sandang, pangan, perumahan, sosial, dan agama. Keluarga prasejahtera yaitu keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebahagiaan antara keluarga prasejahtera dan sejahtera di Desa Mopuya Utara Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondouw. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sejumlah 118 orang di desa Mopuya Utara terdiri dari 59 orang dalam kelompok keluarga sejahtera dan 59 orang dalam kelompok keluarga prasejahtera. Hasil uji statistik memperlihatkan p = 0,00 (p<0,05). Simpulan: Terdapat perbedaan kebahagiaan antara keluarga sejahtera dan prasejahtera di desa Mopuya Utara.Kata kunci: kebahagiaan, keluarga, sejahtera, prasejahtera
Survei kecacingan pada anak dengan riwayat alergi di sekolah dasar yang terdapat di Kecamatan Sario Kota Manado Sartika, Sitha; Wahongan, Greta J.P.; Tuda, Josef S.B.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14652

Abstract

Abstract: Helminthic infection is an important public health problem in several parts of the world. It was noted that during 2012 in Manado there were 104 cases of helminthic infection. There is similarity between the immunological pathways from helminthic infection and allergy which is characterized by increases Th2. But in chronic helminthic infection, excessive immune response can be suppressed and therefore contribute to reduced susceptible to allergies. This study aims to see the survey of helminthic infection in students with allergy history in Sario District, Manado. This study is a cross sectional descriptive study. ISAAC questionnaire was distributed to 138 students and after being analyzed, 37 of them are allergy positive, and 16 of them are willing to participate in this study. Feces and blood were obtained as sample. From 16 feces samples, it was found that there is no helminthic infection in any of them. From 16 blood samples, it was obtained that there are 2 (12,5%) samples with eosinophilia. Conclusion: based on study that was done, helmintic infection survey found all negative result in students with allergy history in Sario District, ManadoKeywords: allergy, helminthic infection, elementary school students Abstrak: Infeksi kecacingan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di beberapa bagian dunia. Di Manado pada tahun 2012 tercatat ada 104 kasus kecacingan. Ada kemiripan jalur imunologi antar kecacingan dan alergi yang ditandai dengan peningkatan Th2. Namun, pada infeksi cacing kronis, respon imun yang berlebihan tersebut dapat ditekan hingga berpengaruh pada berkurangnya kerentanan terhadap alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui survei kecacingan pada anak dengan riwayat alergi di SD yang terletak di Kecamatan Sario Kota Manado. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sebanyak 138 kuesioner ISAAC dibagikan dan 37 diantaranya menunjukan hasil positif alergi. Dari 37 anak dengan alergi, 16 bersedia menjadi sampel penelitian. Dilakukan pengambilan sampel berupa feses dan darah untuk diperiksa kecacingan dan eosinofilia. Dari 16 feses yang diperiksa semua menunjukan hasil negatif kecacingan. Dari 16 sampel darah yang diperiksa ditemukan 2 (12,5%) diantaranya mengalami eosinofilia. Simpulan: berdasarkan penelitian yang dilakukan, survei kecacingan pada anak dengan riwayat alergi di Kecamatan Sario, Kota Manado menunjukan hasil tidak ditemukan adanya infeksi kecacigan. Kata kunci: alergi, kecacingan, anak sekolah dasar
GAMBARAN LAMA TIDUR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Marpaung, Panangian P.; Supit, Siantan; Nancy, Joice
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4596

Abstract

Abstract: Inadequate sleep leads to concentrating distraction, fatigue, mood and productivity disorder, etc. Therefore, these matters could contribute influence in teenagers, especially to their academic performance. Adequate sleeping length is needed by the body to maximize the student’s ability in effort of achieving a good academic performance. This descriptive study using cross sectional design. The samples were the students of SMA Binsus Manado. Samples consist of 116 students including male and female ranging in age from 15 to 18 years old. This study using a sleeping length questionnaire for figure out the distribution of the respondent’s sleeping length and  to evaluate the student’s academic performance by using their mid-term exam results. The results of this study are presented in respondent distribution table. The highest number of 49,1% occupies a high academic performance with adequate sleep. The rest distributes as 22,4% in medium academic performance with adequate sleep, 6,0% in low academic performance with adequate sleep. 14,7% in high academic performance but with inadequate sleep, 6,9% in medium academic performance with inadequate sleep, and 0,9% with low academic performance and inadequate sleep. Generally, the students with adequate sleep result in high academic performance. Key words: description, sleeping length, studying performance, student.     Abstrak: Kurang tidur cenderung menyebabkan gangguan konsentrasi, kelelahan, gangguan mood, produktivitas, dan lain-lain sehingga dapat mempengaruhi remaja terutama terhadap prestasi belajar. Lama tidur yang cukup dibutuhkan tubuh untuk memaksimalkan kemampuan siswa dalam  usaha mencapai prestasi belajar yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel merupakan siswa SMA Binsus Manado. Sampel berjumlah 116 orang laki–laki maupun perempuan dengan rentang usia 15–18 tahun. Untuk mengetahui distribusi lama tidur responden, digunakan kuesioner lama tidur sedangkan untuk menilai prestasi belajar digunakan nilai ujian mid semester. Hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel distribusi responden dengan jumlah terbanyak sebesar 49,1% responden dengan prestasi tinggi dan cukup tidur Sisanya terdistribusi di 22,4% responden berprestasi sedang dan cukup tidur, 6,0% responden berprestasi rendah namun cukup tidur. Ada juga 14,7% responden berprestasi tinggi namun tidak cukup tidur, 6,9% responden berprestasi sedang namun tidak cukup tidur, serta 0,9% responden berprestasi rendah dan kurang tidur. Pada umumnya, siswa yang cukup tidur memiliki prestasi belajar yang tinggi. Kata Kunci: gambaran, lama tidur, prestasi belajar, siswa.
Uji Daya Hambat Ekstrak Tinta Cumi-cumi (Loligo sp) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Mangindaan, Rocky J.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.23877

Abstract

Abstract: Dental caries is still a health problem in Indonesia. There are several factors that play some important roles in the occurence of caries, as follows: microorganism, host, food, and time. Streptococcus mutans is one of the microorganisms that cause caries. Squid ink contains melanin which has an active compound to inhibit microbial activity. This study was aimed to determine the inhibitory effect of squid ink extract (Loligo sp) on the growth of Streptococcus mutans. This was a laboratory experimental study, with a post test only control group design. The results showed that the mean diameter of the inhibitory zones of the squid ink extract (Loligo sp) was 10.50 mm which was categorized as strong inhibition (Davis and Stout criteria). In conclusion, the squid ink extract (Loligo sp) had a strong inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans bacteria.Keywords: squid ink extract (Loligo sp), Streptococcus mutans, zone of inhibitionAbstrak: Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Faktor-faktor penyebab karies gigi yaitu mikroba, pejamu, makanan, dan waktu. Salah satu mikroba penyebab karies ialah bakteri Streptococcus mutans. Tinta cumi-cumi mengandung melanin yang memiliki senyawa aktif untuk menghambat aktivitas mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik, dengan post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan diameter rerata zona hambat dari ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) sebesar 10,50 mm dan digolongkan dalam kategori kuat (kriteria Davis dan Stout). Simpulan penelitian ini ialah ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.Kata kunci: ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo Sp), Streptococcus mutans, zona hambat
UJI EFEK EKSTRAK UMBI BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Cahya, Bimbi Putri; Mambo, Christi; Wowor, Mona P.
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.6615

Abstract

Abstract: Garlic (A. sativumL.) is one of many herbal medicine that have been used worldwide to prevent and treat a lot of disease, for example to treat diabetes mellitus. This research aimed to evaluate the effect of garlic bulbs extract administration on elevated blood glucose levels on Wistar rats (R. norvegicus) induced by alloxan. The subjects inthis research were male Wistar rats with total of 18 samples divided into six groups as follows negative control group and five hyperglycemic groups induced by 130 mg/kgBW of alloxan. Garlic bulbs extract was administered with dose of 3 mg/200 gBW of rat, 6 mg/200 gBW of rats, and 12 mg/200 gBW on each groups of hyperglycemic rats, insulin analogue was administered on positive control groups of hyperglycemic rats, and only alloxan was given to the last group. Blood glucose levels was measured on day zero, day one and day two every six hours on 0, 6, 12, 18, and 24. Data from the measurement showed that 6 mg/200 gBW and 12 mg/200 gBW of garlic bulbs extract can reduce elevated blood glucose levels on Wistar rats. Garlic bulbs extract has shown effect on reducing elevated blood glucose levels on Wistar rats induced by alloxan.Keywords: Allium sativum L., Garlic Bulbs, Blood Glucose Levels, AlloxanAbstrak: Bawang putih (A. Sativum L.) diyakini masyarakat sebagai salah satu tanaman obat yang mampu mencegah dan mengobati berbagai penyakit, salah satunya diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pemberian ekstrak umbi bawang putih dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus Wistar (R. norvegicus) yang diinduksi aloksan. Subjek penelitian berupa tikus Wistar jantan berjumlah 18 ekor yang dibagi dalam 6 kelompok, terdiri atas satu kelompok kontrol negatif dan lima kelompok tikus Wistar yang diberi aloksan dengan dosis 130 mg/kgBB yang menyebabkan tikus Wistar dalam keadaan hiperglikemik. Tikus hiperglikemik diberi ekstrak umbi bawang putih dengan dosis 3 mg/200 gBB tikus, 6 mg/200 gBB tikus, dan 12 mg/200 gBB tikus, kelompok kontrol positif diberi analog insulin, dan satu kelompok hanya diberi aloksan. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar glukosa darah pada semua kelompok tikus Wistar pada hari ke nol, pertama, dan kedua pada jam ke-0, 6, 12, 18, dan 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak umbi bawang putih dengan dosis 6 mg/200 gBB tikus dan 12 mg/200 gBB tikus mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus Wistar.Kata kunci: Allium sativum L., Umbi Bawang Putih, Kadar Glukosa Darah, Aloksan
Uji efek air perasan albedo semangka kuning (Citrilus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai) terhadap kadar glukosa darah pada tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan Nur, Savitri Muhammad; Awaloei, Henoch; Wuisan, Jane
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.12149

Abstract

Abstract: Indonesian has various natural resources, second as largest after Brazil. One of the traditional medicine that has been used is watermelon. The part of watermelon that is known to be used as medicine is its white layer between the peel and the fruit, albedo. This study aimed to determine the effect of yellow watermelon albedo juice on blood glucose levels in wistar rats induced by alloxan. Subjects consisted of 18 male Wistar rats divided into 6 groups as follows: a negative control group, 3 groups of hyperglycemic rats induced with alloxan 120 mg/kg body weight; and 2 groups given only yellow watermelon albedo juice. Hyperglycemic rats were given yellow watermelon albedo with dose of 9 g/kg body weight and 4,5 g/kg body weight; positive control group was given novomix; and two other groups were given only yellow watermelon albedo juice. Blood glucose levels of each rat were evaluated on day 1, day 2, and day 3 before the treatment after 6 hours, 12 hours, 18 hours, 24 hours. The results showed that administration of yellow watermelon albedo juice 9 g/kg body weight of Wistar rats reduced the blood glucose level until 126.67 mg/dl, meanwhile the dose 4.5 g/kg body weight reduced the blood glucose level until 173.67 mg/dl. Conclusion: Administration of yellow watermelon albedo juice of 9 g/kg body weight and 4.5 g/kg body weight could reduce blood glucose levels of hyperglycemic Wistar rats induced by alloxan. Keywords: yellow watermelon albedo, hyperglycemia, blood glucose level Abstrak: Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya kedua didunia setelah Brazil. Salah satu obat tradisional yang digunakan ialah buah semangka. Bagian dari semangka yang digunakan ialah lapisan yang berwarna putih yakni antara kulit dan daging buah semangka disebut albedo. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian air perasan albedo semangka kuning terhadap kadar glukosa darah pada tikus wistar yang diinduksi aloksan. Subjek penelitian yaitu 18 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu: kelompok kontrol negatif; 3 kelompok tikus Wistar hiperglikemik yang diinduksi aloksan dengan dosis 120 mg/kg BB; dan 2 kelompok tikus Wistar yang hanya diberikan albedo semangka kuning. Kelompok tikus yang hiperglikemik diberi albedo semangka kuning dengan dosis 9 g/kg BB dan 4,5 g/kg BB; kelompok kontrol positif diberikan novomix; dan 2 kelompok hanya diberikan albedo semangka kuning. Pemeriksaan kadar glukosa darah dari semua kelompok tikus Wistar dilakukan pada hari ke-1, hari ke-2, dan hari ke-3 pada jam ke 0, 6, 12, 18, dan 24. Hasil penelitian memperlihatkan pemberian air perasan albedo semangka kuning dosis 9 g/kg BB dapat menurunkan kadar glukosa darah sebanyak 126,67 mg/dl sedangkan dosis 4,5 g/kg BB sebanyak 173,67 mg/dl. Simpulan: Air perasan albedo semangka kuning dengan dosis 9 g/kg BB dan 4,5 g/kg BB dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus Wistar hiperglikemik yang diinduksi aloksan.Kata kunci: albedo semangka kuning, hipeglikemi, kadar glukosa darah
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN TEKANAN DARAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI ., Yulyius
eBiomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.1.2014.3696

Abstract

Abstract: Blood pressure is the pressure generated by the blood against the blood vessel. Increase in blood pressure or hypertension is also called a silent killer because it is onlysome of the symptoms. The increase number of patients with hypertension associated with factors are unhealthy diet, physical inactivity, and overweight. The incidence of hypertension in obesity will continue to increase with increasing body mass index and waist  hip ratio. This study aimed to determine a relationship between the nutritional status with blood pressure in students of medical education batch 2013 the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi. The design of this study is using the analytic cross sectional. The study sample is part of the population who meets inclusion and exclusion criteria with total 100 people. Data collected through anthropometric measurementand blood pressure measurement, and data was analyzed using Spearman's rho test. Normal nutritional status ( BMI / U ) results was79%, overweight and obesity was 16% and only 5 % of respondents who have malnutrition, waist hip ratio that not risk is equal to 85%, and risk is 15%, whereas 36% of normotension and prehipetension is 64%.Conclusion: The results of this study concluded that there is a significant relationship between nutritional status ( BMI / U ) on blood pressure with a p-value is 0.000 (p < ? = 0.05), and there is no relationship between nutritional status ( WHR ) on blood pressure systolic with a p-value is 0.0,509 ( p > ? = 0.05). Key words: Thenutritional status, blood pressure  Abstrak: Tekanan darah merupakan tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap pembuluh darah.Peningkatan tekanan atau hipertensi merupakan pembunuh diam-diam karena hanya menimbulkan beberapa gejala.Meningkatnya jumlahpenderita hipertensiberhubungan denganperilaku diet yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan kelebihan berat badan. Angka kejadian hipertensi pada obesitasakan terus meningkat seiring dengan peningkatan indeks massa tubuh dan waist hip ratio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan tekanan darah padamahasiswa program studi pendidikan dokter angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Rancangan penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini merupakan bagian dari populasi yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi berjumlah 100 orang. Data yang dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan pengukuran tekanan darah, kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji Spearman?s rho. Status gizi (IMT/U) yang normal sebesar 79%, gizi lebih dan obesitas sebesar 15% dan hanya 5% responden gizi kurang, Waist hip ratio yang tidak berisiko yaitu sebesar 85%, dan yang berisiko sebesar 15%, sedangkan normotensi sebesar 36%  dan prehipertensi sebesar 64%. Kesimpulan:Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi (IMT/U) terhadap tekanan darah dengan nilai p yaitu 0,000 (p<?=0,05), dan tidak terdapat hubungan antara status gizi (WHR) terhadap tekanan darah sistolik dengan nilai p yaitu 0,0,509 (p>?=0,05). Kata Kunci: Status Gizi, Tekanan Darah
Gambaran makroskopik dan mikroskopik pankreas pada hewan coba postmortem Goni, Livya R.; Wongkar, Djon; Ticoalu, Shane H.R.
e-Biomedik Vol 5, No 1 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v5i1.14850

Abstract

Abstract: Medicolegal examination is beneficial in police investigation inter alia to determine the time of death and causes as well as mechanisms of death. Postmortem macroscopic and microscopic changes could be alternatives to estimate the time of death. This study was aimed to obtain the microscopic and macroscopic postmortem changes in pancreas based on the variation of time up to 48 hours. This was a descriptive observational study using two domestic pigs as animal model. Pancreas samples were obtained at time intervals as follows: 0 hour, 1 hour, 2 hours, 3 hours, 4 hours, 5 hours, 6 hours, 8 hours, 10 hours, 12 hours, 14 hours, 16 hours, 18 hours, 20 hours, 22 hours, 24 hours, 26 hours, 28 hours, 30 hours, 33 hours, 36 hours, 39 hours, 42 hours, and 48 hours postmortem. The macroscopic examination showed changes in its consistency at 8 hours postmortem, followed by changes in color, consistency, and length during 39 hours postmortem. Microscopic changes of pancreas occurred at 2 hours postmortem as congestion of the acini. At 5 hours postmortem, the acinar cells were difficult to be identified; most of their nuclei were distributed out of the cells. At 8 hours postmortem the structures of acini could not be identified and the cells had undergone karyolysis. At 10 hours postmortem the structures of all acini could not be identified. Conclusion: Postmortem macroscopic changes of pancreas began at 8 hours postmortem meanwhile microscopic changes began at 2 hours postmortem as acinar congestion. At 8 hours postmortem most acini’s structures could not be identified and their cells’ nuclei underwent karyolysis.Keywords: macroscopic and microscopic changes, postmortem, pancreas Abstrak: Pemeriksaan medikolegal sangat bermanfaat bagi bidang pnyidikan untuk menentukan lama kematian, penyebab kematian, serta mekanisme kematian suatu individu. Perubahan makroskopik dan mikroskopik postmortem dari organ tubuh dapat dijadikan sebagai alternatif untuk memperkiraan waktu kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran makroskopik dan mikroskopik organ pankreas postmortem berdasarkan variasi waktu sampai 48 jam. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan menggunakan dua ekor babi domestik sebagai hewan coba. Sampel pankreas diambil pada interval waktu 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam, 8 jam, 10 jam, 12 jam, 14 jam, 16 jam, 18 jam, 20 jam, 22 jam, 24 jam, 26 jam, 27 jam, 30 jam, 33 jam, 36 jam, 39 jam, 42 jam, 45 jam, dan 48 jam postmortem. Hasil penelitian menunjukkan perubahan makroskopik pankreas pada hewan coba dimulai pada 8 jam postmortem berupa perubahan konsistensi, diikuti perubahan warna, konsistensi, dan panjang pankreas pada 39 jam postmortem. Perubahan mikroskopik pankreas dimulai pada 2 jam postmortem berupa kongesti asini pankreas. Pada 5 jam postmortem sel-sel asini telah sulit diidentifikasi; sebagian besar inti sel sudah tersebar di luar sel. Pada 8 jam postmortem struktur sebagian besar asini sudah tidak jelas dengan sel-sel yang mengalami kariolisis. Pada 10 jam postmortem struktur seluruh asini pankreas tidak dapat diidentifikasi. Simpulan: Perubahan makroskopik pankreas dimulai pada 8 jam postmortem. Perubahan mikroskopik dimulai pada 2 jam postmortem berupa kongesti asini; dan sejak 8 jam postmortem struktur asini sudah tidak jelas dengan sel-sel yang mengalami kariolisis. Kata kunci: perubahan makroskopik dan mikroskopik, postmortem, pankreas
PENGARUH SENAM BUGAR LANSIA TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA Sondakh, Ronald; Pangemanan, Damajanty; Marunduh, Sylvia
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4631

Abstract

Abstract : Triglycerides are one of fat body. Elevated levels of triglycerides occur because of obesity, alcohol consumption, sugar, and lack of activity, induced accumulation of triglycerides in the blood. Elderly is individuals with a restriction of physical activity due to physical conditions or disallowance of the family. This restriction leads to reduced physical activity that very useful for lowering triglycerides level. This causes an increase triglyceride levels. This study aims to look at the influence of elderly aerobics exercise on triglyceride levels. This research was an experimental design of the field with pre-post one group test. Samples were 30 elderly that lived in BPLU Senja Cerah, Paniki Bawah. Samples fasting for 8 hours to blood sampling. Tests performed are elderly aerobics exercise performed for 30 minutes in a 3x a week for 3 weeks. The results analyze with paired sample t-test to determine  the differenc e in the results  triglyceride levels before and after exercise. The  obtained  results  showed  a highly significant difference between  triglycerides levels before and after exercise with ? = 0,004 (<0,05) as shown by thitung (3.153) > Ttabel (2.045) Elderly aerobics exercise showed a significant effect in reducing trigiyceride levels in the blood. Keyword: elderly aerobics exercise, triglycerides, elderly.   Abstrak: Trigliserida merupakan salah satu lemak didalam tubuh. Peningkatan kadar trigliserida terjadi karena kegemukan, konsumsi alkohol, gula, serta kurangnya aktivitas sehingga menyebabkan penumpukan trigliserida dalam darah. Lansia merupakan individu yang mengalami pembatasan aktivitas fisik dikarenakan kondisi fisik atau larangan dari keluarga. Pembatasan ini menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik yang berguna untuk menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh senam bugar lansia terhadap kadar trigliserida. Penelitian ini bersifat ekperimental lapangan dengan rancangan pre-post one group test. Sampel berjumlah 30 orang yang merupakan Lansia yang berada di BPLU Senja Cerah, Paniki Bawah. Sampel berpuasa selama 10 jam sebelum dilakukan pengambilan darah. Tes yang dilakukan adalah senam bugar lansia yang dilakukan selama 30 menit dalam 3x seminggu selama 3 minggu. Hasil yang didapatkan diolah dengan uji t berpasangan untuk melihat perbedaan hasil kadar trigliserida sebelum melakukan senam dan setelah melakukan senam.  Hasil yang didapatkan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara  kadar trigliserida lansia sebelum senam dan sesudah senam dengan ? = 0,004 (<0,05%) hal ini ditunjukkan dengan thitung (3,153) > ttabel (2,045). Senam bugar lansia memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Kata Kunci: aktivitas fisik, senam bugar, trigliserida, lansia.
GAMBARAN SPERMIOGRAM PENDERITA INFERTIL DENGAN VARIKOKEL Tendean, Piere; Tendean, Lydia; Wantouw, Benny
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.10348

Abstract

Abstract: Spermiogram is an examination for determination of male fertility. Evaluation of a spermiogram consists of macroscopical and microscopical examination of sperm cells, which are concentration, motility and morphology of sperm cells. This study aimed to obtain the spermiogram of infertile patients with varicocele. This was an observational study with a cross-sectional design by using sperm samples of 30 infertile patients with varicocele. Evaluation of spermatozoa quaity was determined by using WHO standard 2010. The results showed that the sperm concentrations were <15 million/ml, sperm motility <40% /field, and sperm morphology <30%/field. Conclusion: In this study the spermiogram of infertile patients with varicocele was abnormal with oligozoospermi, asthenozoospermi, and teratozoospermi.Keywords: varicocele, spermiogramAbstrak: Spermiogram merupakan salah satu pemeriksaan untuk menentukan fertilitas seorang pria. Evaluasi spermiogram meliputi makroskopik dan mikroskopik sel spermatozoa yaitu konsentrasi, motilitas, dan morfologi sel spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran spermiogram penderita infertil dengan varikokel. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain potong lintang dengan menggunakan sampel sperma dari 30 penderita infertil dengan varikokel. Evaluasi kualitas spermatozoa berdasarkan standard WHO 2010. Hasil penelitian ini didapatkan yaitu konsentrasi sperma <15 juta/ml, motilitas sperma <40%/lp, dan morfologi sperma < 30%/lp. Simpulan: Pada penelitian ini gambaran spermiogram penderita infertil dengan varikokel ialah abnormal dengan oligozoospermi, asthenozoospermi, dan teratozoospermi. Kata kunci: varikokel, spermiogram