cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
GAMBARAN KADAR KOLESTEROL LOW DENSITY LIPOPROTEIN DARAH PADA MAHASISWA ANGKATAN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI DENGAN INDEKS MASSA TUBUH ≥ 23 kg/m2 Ardanan, Yuyun
e-Biomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i2.5484

Abstract

Abstract: Description of  blood low density lipoprotein cholesterol level at young age (18-20 years old) can be useful to assess the risk of disease. The purpose of this study was to find out the description of blood LDL cholesterol levels at student year 2011 Faculty of Medicine Sam Ratulangi University with BMI ≥ 23 kg/m2. This is a descriptive study and followed by 26 respondents. The respondents was selected using purposive sampling method. The results showed 7,7 % respondents have high blood LDL cholestrerol level, 19,2  % respondents have borderline high level, 50 % have near optimal level and 23,1 % have normal/optimal level. From the result can be concluded the description of blood low density lipoprotein cholesterol level at students year 2011 Faculty of  Medicine Sam Ratulangi University mostly (76,9 %) have more than normal/optimal blood LDL cholesterol level. Keywords: LDL cholesterol level, student year 2011, BMI ≥ 23 kg/m2.     Abstrak: Penilaian gambaran kadar kolesterol low density lipoprotein darah pada usia dewasa muda (18-20 tahun) dapat bermanfaat untuk menilai tingkat resiko terjadinya gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol LDL darah pada mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dengan IMT ≥ 23 kg/m2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan diikuti oleh 26 respoden. Pemilihan responden menggunakan cara purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan persentase sebesar 7,7 % reponden memiliki kadar kolesterol LDL tinggi, 19,2 % responden memiliki kadar kolesterol LDL pada batas tinggi, 50 % memiliki kadar kolesterol LDL yang mendekati optimal, dan 23,1 % responden memiliki kadar kolesterol LDL normal/optimal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa gambaran kadar kolesterol LDL darah mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi sebagian besar (76,9 %) memiliki kadar kolesterol LDL yang meningkat di atas normal. Kata Kunci: Kadar kolesterol LDL, mahasiswa angkatan 2011, IMT ≥ 23 kg/m2.
Gambaran histopatologik lambung tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diberi perasan umbi bengkuang (Pachyrhizus erosus (L) Urban) setelah induksi aspirin Mentang, Debora R.; Loho, Lily L.; Lintong, Poppy M.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10869

Abstract

Abstract: Acute gastritis is an acute inflammation of the gastric mucosal and submucosal. This disease is caused by a variety of factors, one of which is the use of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) such as aspirin. Aspirin is one of the salicylate group that is irritating to the stomach. Yam stimulate the growth of epithelial cells also repair the surface of cells in the gastric mucosal. This research aims to describe histopathologic Wistar rats were given gastric juice yam tubers after induction aspirin. This is an experimental laboratory study conducted in September 2014 until January 2015 with a sample of 20 Wistar rats were divided into 4 groups. A group given no treatment. Group B was given aspirin 150 mg for 10 days. Group C was given aspirin 150 mg for 10 then given yam tuber juice for 3 days. Group D was given aspirin 150 mg for 10 days and then given pellets for 3 days. Results showed that microscopic pictures of stomach of wistar rats in group C were presented with PMN inflammatory cells fewer than rats in group B and D. Conclusion: Aspirin showed signs of acute gastritis and giving yam tuber juice of showed inflammation-inflammatory less than without giving juice of yam tubers.Keywords: bengkoang, aspirin, acute gastritisAbstrak : Gastritis akut adalah inflamasi akut pada mukosa dan submukosa lambung. Penyakit ini biasanya disebabkan karena banyak faktor salah satunya yaitu penggunaan obat non steroid anti inflamasi (NSAID) seperti aspirin. Aspirin merupakan salah satu dari golongan salisilat yang bersifat iritatif terhadap lambung. Bengkuang merangsang pertumbuhan sel-sel epitel juga perbaikan permukaan sel pada mukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologik lambung tikus wistar yang diberi perasan umbi bengkuang setelah induksi aspirin. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik yang dilakukan pada bulan September 2014 sampai Januari 2015 dengan sampel 20 ekor tikus wistar yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok A tidak diberikan perlakuan. Kelompok B diberikan aspirin 150 mg selama 10 hari. Kelompok C diberikan aspirin 150 mg selama 10 kemudian diberikan perasan umbi bengkuang selama 3 hari. Kelompok D diberikan aspirin 150 mg selama 10 hari kemudian diberikan pelet selama 3 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran mikroskopik lambung tikus wistar pada kelompok C terdapat sel-sel radang PMN yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok B dan D. Simpulan: Pemberian aspirin menunjukkan tanda-tanda gastritis akut dan pemberian perasan umbi bengkuang menunjukkan radang-radang lebih sedikit dibandingkan tanpa pemberian perasan umbi bengkuang.Kata kunci: bengkuang, aspirin , gastritis akut
PENGARUH LATIHAN AEROBIK TERHADAP FORCED EXPIRATORY VOLUME IN ONE SECOND (FEV1) PADA MAHASISWA PRIA DENGAN KELEBIHAN BERAT BADAN (OVERWEIGHT) Raton, Richart
e-Biomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i2.5474

Abstract

Abstract: overweight is an accumulation of abnormal fat that can affect to human health. The prevalence of overweight and obesity on adult people in Indonesia is 21.7%. Respiratory problem is one of any other problems that occurred on overweight person. Aerobic exercise is one of the solution to help overweight person, it also helps overweight person to its respiratory problem. Study about the effect of aerobic exercise to overweight person is still rare. The objective of this study is to overlook the effect of aerobic exercise on FEV1 of overweight male student. 32 overweight male students chosen with purposive sampling methods was given exercise program of three times a week with 20 minutes exercise for every treatment and keep the heart rate on 70%-80% from maximum heart rate. Subject was measured with spyrometer to see the effect of this treatment on FEV1. 28 subjects finish this program. FEV1 before the treatment was 3.6268 and 3.7375 after treatment. Conclusion: FEV1 increase about 0,11 litres, but it’s not statistically significant (p>0,05) Keywords: overweight, exercise, aerobic, FEV1.   Abstrak: berat badan lebih (overweight) merupakan akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan.. Di Indonesia prevalensi penduduk dewasa yang mengalami berat badan lebih (overweight) dan obesitas sebesar 21.7%. masalah pernapasan merupakan salah satu masalah yang dialami individu dengan kelebihan berat badan. Salah satu cara untuk mengurangi masalah berat badan lebih adalah dengan melakukan latihan aerobik yang dapat mengurangi gangguan pernapasan. Penelitian tentang latihan aerobik dengan sepeda statis masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan aerobik terhadap FEV1 pada mahasiswa pria dengan kelebihan berat badan (overweight), subyek penelitian terdiri dari 32 orang mahasiswa pria dengan berat badan lebih (overweight) yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. FEV1 subyek diukur dengan spirometer sebelum diberikan perlakuan. Subyek kemudian mendapatkan perlakuan berupa latihan aerobik dengan sepeda statis selama 3 minggu, frekwensi 3 kali seminggu dengan latihan inti selama 20 menit sambil mempertahankan HRmax pada 70-80%. Pengukuran FEV1 dilakukan kembali setelah perlakuan. Sebanyak 28 subyek menyelesaikan program. Nilai FEV1 sebelum perlakuan adalah 3,6268L dan nilai FEV1 setelah perlakuan adalah 3,7375L. Simpulan: Terdapat peningkatan nilai rerata FEV1 sebesar 0,11 liter, namun setelah dianalisa dengan program statistik hasil ini tidak memiliki nilai yang bermakna (p>0,05). Kata Kunci: kelebihan berat badan (overweight), latihan, aerobik, FEV1.
HUBUNGAN KEBAHAGIAAN DAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DI KELURAHAN ARTEMBAGA II KOTA BITUNG Wenas, Gloria E.; Opod, Henry; Pali, Cicilia
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.7821

Abstract

Abstract: Happiness is the fulfillment of the necessities of life through a variety of ways. Happiness, virtue, success, and blessing are always sought by human. One of the factors that influence happiness is economic status. This study aimed to obtain the relationship of happiness and social economic status in people of Aertembaga II, Bitung. This was a qualitative study with samples of 90 people by using simple random sampling. Data were obtained by using questionnaire measured by modified Likert scale. Data were statistically analyzed by using the Chi Square correlation and SPSS 17 for Windows program. The result showed r = 0.269 which meant that there was a correlation between happiness and social economic status with a low level of correlation (significance level 0.05). Conclusion: Happpiness was related to social economic status among people in Aertembaga II, Bitung. Keywords: happiness, social economic statusAbstrak: Kebahagiaan dapat dicapai dengan terpenuhinya kebutuhan hidup melalui beraneka ragam cara yang ditempuh oleh masing-masing individu. Kebahagiaan sama halnya dengan kebaikan, kesuksesan dan keberkahan senantiasa dicari manusia. Salah satu faktor yang memengaruhi kebahagiaan ialah status ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kebahagiaan dengan status sosial ekonomi pada warga Kelurahan Aertembaga II Kota Bitung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif korelasional dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling (sampling acak). Data diambil menggunakan kuesioner dan diukur dengan modifikasi skala Likert. Metode analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Chi Square dengan bantuan program SPSS 17 for windows.Hasil penelitian memperlihatkan r= 0,269 yang menunjukkan terdapat hubungan antara kebahagiaan dan status sosial ekonomi dengan tingkat hubungan yang rendah pada taraf signifikansi 0,05. Kebahagiaan pada warga kelurahan Aertembaga II dalam kategori bahagia sebesar 61,1%, dengan status sosial ekonomi 60,0% pada kategori tinggi. Simpulan: Terdapat hubungan antara kebahagiaan dengan status sosial ekonomi dengan tingkat hubungan yang rendah.Kata kunci: kebahagiaan, status sosial ekonomi
Perbedaan efek pemberian tunggal vitamin E dengan pemberian kombinasi vitamin e dan zink terhadap kualitas spermatozoa tikus wistar (Rattus Norvegicus) yang diberi paparan asap rokok Silalahi, Iis A.H.; Turalaki, Grace L.A.; Rumbajan, Janette M.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14624

Abstract

Abstract: Smoking can increase free radicals in sperm, which can damage sperm. Vitamin E as non-enzymatic antioxidant and zinc as enzymatic antioxidant that is effective in dealing with free radicals. The aim of this research was to look at the differences between the effects of vitamin E and zinc on spermatozoa quality of male wistar rats (Rattus norvegicus) after exposure to cigarette smoke. The research used a completely randomized experimental design. Samples were 9 male wistar rats (Rattus norvegicus) which were randomly divided into 3 groups. Each group was given exposure to cigarette smoke from 2 bars of cigarette/day, which treatment group (P1) also was given vitamin E 1,44 mg/day and treatment group (P2) also was given combination of vitamin E 1,44 mg/day and zinc 10 mg/day. The treatment was given for 50 days. The results of this research showed a significant difference in the motility and morphology of spermatozoa between the treatment group (P1) which received exposure the cigarette smoke and vitamin E and treatment group (P2) which received exposure to cigarette smoke and combination of vitamin E and zinc (p<0,05) compared with the group which received exposure only cigarette smoke without vitamin E or zinc. The motility of spermatozoa treatment group (P2) which received exposure the cigarette smoke and combination vitamin E and zinc was found significant difference with the treatment group (P1) which received exposure the cigarette smoke and vitamin E (p <0,05). Conclusion: The conclusion from this research showed that there is difference between spermatozoa quality especially motility and morphology of group treated with vitamin E and combination of vitamin E and zinc after exposure to cigarette smoke, with combination of vitamin E and zinc had an higher average on spermatozoa quality especially motility.Keywords: vitamin E, zinc, cigarette smoke, quality of spermatozoa Abstrak: Merokok dapat menyebabkan peningkatan radikal bebas yang dapat merusak sperma. Vitamin E sebagai antioksidan non enzimatis dan zink sebagai antioksidan enzimatis merupakan antioksidan yang efektif dalam mengatasi radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan efek antara pemberian vitamin E dan kombinasi vitamin E dengan zink terhadap kualitas spermatozoa tikus wistar (Rattus norvegicus) jantan setelah diberi paparan asap rokok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak legkap. Sampel yang digunakan adalah 9 tikus wistar (Rattus norvegicus) jantan yang dibagi secara acak menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok tikus diberi paparan asap rokok 2 batang / hari dimana kelompok perlakuan (P1) juga diberi vitamin E 1,44 mg/hari, dan kelompok perlakuan (P2) diberi kombinasi vitamin E 1,44 mg/hari dan zink 10 mg/hari. Perlakuan diberikan selama 50 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada motilitas dan morfologi spermatozoa kelompok perlakuan (P1) dengan perlakuan paparan asap rokok dan vitamin E dan kelompok perlakuan (P2) dengan perlakuan paparan asap rokok dan kombinasi vitamin E dengan zink dibandingkan dengan kelompok control (P0) yang hanya mendapat paparan asap rokok (p<0,05). Motilitas spermatozoa kelompok perlakuan (P2) didapati hasil yang berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok perlakuan (P1) (p<0,05). Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa terjadi perbedaan signifikan kualitas spermatozoa yaitu pada motilitas dan morfologi antara pemberian tunggal vitamin E dan kombinasi vitamin E dengan zink setelah pemaparan asap rokok, dengan kombinasi vitamin E dan zink memiliki rata-rata kualitas spermatozoa lebih tinggi khususnya motilitas.Kata kunci: vitamin E, zink, asap rokok, kualitas spermatozoa
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TEKANAN DARAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 KOTA BITUNG Andalangi, Jenifer; Warouw, Sarah M.; Umboh, Adrian
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4566

Abstract

Abstract: According to Riskesdas in 2010, the prevalences of nutritional status based on BMI at age group 13-15 in North Sulawesi were 0.7% very skinny; 5.3% thin; 90, 5% normal; and 3.4% obese. In Indonesia, the incidences of hypertension in adolescents varies from 3.11% to 4.6%. BMI has a strong relationship with blood pressure; BMI >95th percentile was strongly associated with increased blood pressure >90th percentile. This study aimed to determine the relationship of the nutritional status and blood pressure. The study was conducted in SMPN 1 Bitung. This was an analytic obsevational study with a cross-sectional design. Samples were 105 students aged 11-14 years, obtained by using simple random sampling. The nutritional status was defined as independent variables and the blood pressure as the dependent variable. Data were analyzed by using a chi-square test. The results showed that the nutritional status of students were underweight 10.5%, normal 71.4%, overweight 13.3%, and obese 4.8%. The normal blood pressure were found in 89.5%; high normal blood pressure 8.6%; and hypertension 1.9%. The chi-square test results showed a significant relationship between the nutritional status and the blood pressure (P = 0.001). Conclusion: There was a significant relationship between the nutritional status and the  blood pressure  among the junior high school students in Bitung. Keywords: blood pressure; nutritional status.     Abstrak: Berdasarkan laporan Riskesdas tahun 2010, prevalensi status gizi berdasarkan IMT pada kelompok usia 13-15 tahun di Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan angka 0,7% sangat kurus, 5,3% kurus, 90,5% normal, dan 3,4% gemuk. Di Indonesia, angka kejadian hipertensi pada remaja bervariasi dari 3,11% sampai 4,6%. IMT mempunyai hubungan yang kuat dengan tekanan darah, yaitu IMT >persentil 95 berhubungan kuat dengan peningkatan tekanan darah >persentil 90. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan tekanan darah. Penelitian dilakukan di SMP N 1 Bitung. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik observasional dengan desain potong lintang, dengan jumlah sampel 105 siswa berusia 11-14 tahun, yang diambil dengan simple random sampling. Status gizi ditetapkan sebagai variabel independen dan tekanan darah sebagai variabel dependen. Uji statistik yang digunakan ialah chi-square. Untuk status gizi di dapat underweight 10,5%, normal 71,4%, overweight 13,3%, dan obes 4,8%. Untuk tekanan  darah didapatkan tekanan darah normal 89,5%, normal tinggi 8,6%, dan hipertensi 1,9%. Hasil uji chi-square menyatakan adanya hubungan bermakna antara status gizi dan tekanan darah (P = 0,001). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara status gizi dan tekanan darah. Kata kunci: status gizi, tekanan darah.
Hubungan Gaya Belajar dengan Nilai Hasil Ujian Modul Sistem Gastro-intestinal, Hepatobilier Dan Pankreas Pada Mahasiswa Angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Abay, Novita A.; Wungouw, Herlina I. S.; Berhimpon, Siemona
e-Biomedik Vol 6, No 2 (2018): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v6i2.22107

Abstract

Abstract: In an educational institution, achievement or performance of study is an important indicator to measure the success of teaching-learning process. Learning factors that can influence students’ grades are internal and external factors. This study was aimed to obtain the relationship between learning style and students’ grades in the gastrointestinal system, hepatobiliary, and pancreas module. This was an analytical study with a cross sectional design. Respondents were 90 students of batch 2016. Data were obtained by filling the learning style questionnaire and students’ grades were obtained from the Academic Department. Data were analyzed by using the chi-square test. The chi-square test on dominant learning style showed a P value of 0.989 meaning there was no significant relationship between dominant learning style and the grades, meanwhile on combined learning style the P value was 0.410 which also meant that there was no relationship between learning style and the grades. Conclusion: There was no relationship between learning style and students’ grades in the gastrointestinal system, hepatobiliary, and pancreas module among students of Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University.Keywords: learning style, students’ grades Abstrak: Dalam suatu lembaga pendidikan, prestasi belajar merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar. Faktor belajar yang dapat memenga-ruhi hasil belajar mahasiswa ialah faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan gaya belajar dengan nilai hasil ujian modul sistem gastrointestinal, hepatobilier dan pankreas. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang mahasiswa angkatan 2016. Data didapatkan melalui pengisian kuesioner gaya belajar dan data nilai didapatkan dari bagian akademik. Uji analisis pada penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian dengan uji chi-square pada gaya belajar dominan didapatkan nilai P=0,989 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara gaya belajar dominan dengan hasil ujian, sedangkan untuk gaya belajar gabungan didapatkan nilai P=0,410 artinya tidak terdapat hubungan gaya belajar dengan hasil ujian. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara gaya belajar dengan nilai hasil modul gastrointestinal, hepatobilier, dan pankreas pada mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.Kata kunci: gaya belajar, hasil belajar
GAMBARAN BAKTERI RESISTENSI HgCl2 DAN FENIL MERKURI YANG DIAMBIL DARI FESES, URIN, DAN KARANG GIGI PADA INDIVIDU YANG TINGGAL DI DAERAH PESISIR PANTAI DI DESA KEMA II Rondonuwu, Glenaldy; Kepel, Billy J.; Bodhi, Widhi
eBiomedik Vol 2, No 3 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.3.2014.6007

Abstract

Abstract: Mercury as one of the dangerous contaminants, are neurotoxins and enter into aquatic ecosystems through atmospheric deposition or derived from industrial waste externalization. Methods: This research using descriptive and exploratory method. After getting the sample (feces, urine, tartar), the study followed by laboratory tests. Result: It was found that bacterias resistant to HgCl2: streptococcus sp, E. coli, and clostridium sp, while the bacterias that resistant to phenyl mercury: bacillus sp and sp aeroccus. Keywords: Bacteria Resistance, HgCl2, Phenyl Mercury, Feces, Urine, Tartar, Coastal Marine. Abstrak: Merkuri sebagai salah satu zat pencemar yang berbahaya, bersifat neurotoksin dan masuk ke dalam ekosistem akuatik melalui deposisi atmosferik, maupun berasal dari eksternalisasi limbah industry. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dan bersifat eksploratif. Kemudian setelah mendapatkan sampel (feses, urin, karang gigi), penelitian dilanjutkan dengan pemeriksaan lab. Hasil: Didapatkan bakteri yang resisten terhadap HgCl2 : streptococcus sp, E.Coli, dan clostridium sp. Sedangkan bakteri yang resisten terhadap fenil merkuri: bacillus sp dan aeroccus sp. Kata kunci: Bakteri Resistensi, HgCL2, Fenil Merkuri, Feses, Urin, Karang Gigi, Daerah Pesisir Pantai.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT HOMOSEKSUAL PADA KOMUNITAS GAYX DI MANADO Pontoh, Maria M.; Opod, Hendri; Pali, Cicilia
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.11260

Abstract

Abstract: Nowadays, we can easily find people around us who are attracted to their own gender (homosexual). Some experts believe that the main cause is multifactorial; one of them is parenting style. This study aimed to obtain the relationship between parenting style and homosexual level. This was an observational analytical retrospective study with a cross sectional design. Samples were 76 members of the gays of X community in Manado obtained by using total sampling method. The instruments used were parenting style questionnaire and homosexual level questionnaire. Data were analyzed by using Spearman correlation test. The Spearman correlation test showed a p value = 0.039 (<? = 0.05) which indicated that there was a relationship between parenting styles and the level of homosexual with a correlation of 0.237 that belonged to the low category. It means that parenting styles affect the level of the homosexual. The better the parenting style, the less the homosexual behavior. Conclusion: There was a positive relationship between parenting style and the homosexuality level of gays of X community in Manado.Keywords: parenting style, homosexual levelAbstrak: Dewasa ini, sering dijumpai orang yang menyukai sesama jenis (homoseksual). Para ahli berpendapat bahwa penyebabnya multifaktorial; salah satu diantaranya ialah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat homoseksual seseorang. Jenis penelitian ini retrospektif observasional dengan rancangan potong lintang yang bersifat analitik. Sampel ialah anggota komunitas gay X dikota Manado yang berjumlah 76 orang, diperoleh dengan metode total sampling. Instrumen penelitian ialah kuesioner pola asuh dan kuesioner tingkat homoseksual. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji korelasi Spearman mendapatkan nilai p = 0,039 (<? = 0,05) dengan nilai korelasi 0,237 yang termasuk dalam kategori rendah. penelitian mendapatkan adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat homoseksual pada gay dalam komunitas X di kota Manado. Semakin baik pola asuh yang diterapkan, semakin berkurang perilaku penyimpangan seksual seseorang. Simpulan: Terdapat hubungan positif antara pola asuh orang tua dengan tingkat homoseksual pada gay dalam komunitas X di Manado.Kata kunci: pola Asuh, tingkat homoseksual
KADAR KALIUM SERUM PADA LATIHAN FISIK INTENSITAS SEDANG MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Raj, Dewa Agung Brihaspati; Assa, Youla A.; Tiho, Murniati
eBiomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.1.2014.3621

Abstract

Abstract: Excessive body heat while doing physical exercise will be excreted by sweating. Potassium is one of the electrolyte compounds incorporated and washed away together with sweat. In turn, the excessive lost of potassium in sweat can decrease the concentration of extracellular potassium level. Physical exercise can also lead to an increase in serum potassium concentration. The present study was aimed to determine the differences of potassium level before and after physical exercise at moderate intensity at students year 2010 Faculty of Medicine Sam Ratulangi University. Thirty students (27 men and 3 women) were involved in the present pre-experimental study designed with pretest-posttest. Samples were colected using purposive sampling method and analyzed further using wilcoxon test. Data was collected by determine the serum potassium levels before and after moderate intensity physical exercise. Exercise is done in the form of fast walking on a treadmill to maintain heart rate target 64-76 % of maximum heart rate (200 - age) for 30 minutes. The result showed that the average of serum potassium levels before moderate intensity exercise was 4,253±0,3683 mEq/L, and the average of serum potassium levels after moderate intensity exercise was 4,363±0,3908 mEq/L. Wilcoxon test significance values ​​in this study were p=0.110  (p>0,05). It can be concluded that there was no difference of potassium level before and after physical exercise at moderate intensity at students year 2010 Faculty of Medicine Sam Ratulangi University. Keywords: Potassium, Exercise, Moderate intensity.   Abstrak: Kelebihan panas tubuh saat melakukan latihan fisik akan dikeluarkan melalui keringat. Kalium merupakan salah satu elektolit yang terkandung dan dapat keluar bersama keringat. Kehilangan kalium yang berlebihan melalui keringat saat melakukan latihan fisik dapat menyebabkan penurunan konsentrasi kalium di dalam serum. Latihan fisik juga dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar kalium serum sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas sedang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2010 Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan pretest-posttest design, dengan jumlah responden 30 mahasiswa (27 laki-laki dan 3 perempuan). Sampel dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Data dikumpulkan dengan menentukan kadar kalium serum sebelum dan sesudah melakukan latihan fisik intensitas sedang. Latihan fisik yang dilakukan berupa berjalan cepat di atas treadmill dengan mempertahankan target heart rate 64-76% dari heart rate maksimal (200-umur) selama 30 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata kadar kalium serum sebelum melakukan latihan fisik intensitas sedang ialah 4,253±0,3683 mEq/L, dan rata-rata kadar kalium serum sesudah melakukan latihan fisik intensitas sedang ialah 4,363±0,3908 mEq/L. Nilai signifikansi uji Wilcoxon pada penelitian ini ialah p=0,110 (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar kalium serum sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas sedang pada mahasiswa angkatan 2010 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci: Kalium, Latihan fisik, Intensitas sedang.