cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
ANALISIS ELEMEN HINGGA NONLINIER BALOK GESER BETON MEMADAT MANDIRI dan BETON MUTU TINGGI Effendi, Mahmud Kori; Rahmayanti, Novi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.518

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana gempa bumi. Banyak rumah atau gedung di Indonesia dibangun dengan menggunakan material beton bertulang. Kerusakan geser pada elemen beton bertulang tersebut sangat berbahaya, hal ini dikarenakan kerusakan ini terjadi secara tiba-tiba dan biasanya terjadi secara eksplosif. Analisis nonlinier elemen hingga tiga dimensi balok beton memadat mandiri dan beton mutu tinggi dengan pemadatan mekanis dilakukan dengan software MSC Marc/Mentat. Baja dimodelkan dengan tertanam di beton. Kriteria kegagalan Linier Mohr-Coulomb digunakan untuk beton dan Von Mises untuk baja tulangan. Hasil kurva hubungan beban-lendutan untuk kedua balok beton memadat mandiri dan beton mutu tinggi pemadatan mekanis hampir sama dengan hasil kurva eksperimen di daerah elastic, namun setelah melewati fase elastik, kurva analisis berbeda sedikit dengan kurva eksperimen. Hasil analisis teoritis kekuatan beton hampir sama dengan hasil analisis elemen hingga balok beton tanpa tulangan. Hasil analisis kontak juga memperlihatkan terjadi kontak dan perlepasan pada bidang kontak baja tumpuan beban dan tumpuan balok dengan beton. Kata kunci: beton memadat mandiri, mutu tinggi, elemen hingga, MSC Marc/Mentat  Abstract Indonesia is a country that is prone to earthquakes. Many houses or buildings in Indonesia are built using reinforced concrete material. Shear damage to reinforced concrete elements is very dangerous, because this damage occurs suddenly and usually occurs explosively. The nonlinear three-dimensional finite element analysis of self-compacting concrete beam and high strength concrete beam by mechanical compaction were carried out using the MSC Marc/Mentat software. Steel is modeled by being embedded in concrete. The Mohr-Coulomb Linear failure criterion is used for concrete and Von Mises for reinforcing steel. The results of the load- deflection curves for both self-compacting and mechanical compaction high-strength concrete beams are almost the same as those of the experimental curves in the elastic area, after elasticity, the analysis curve differs slightly from the experimental curve. The results of the theoretical analysis of the strength of the concrete are almost the same as the results of the analysis of the finite element concrete beams without reinforcement. The results of the contact analysis also showed that there was contact and detachment in the contact area of the load bearing steel and the beam support with the concrete. Keywords: self-compacting concrete, high strength, finite element, MSC Marc/Mentat
PENGARUH SUBSTITUSI CANGKANG TIRAM SEBAGAI PENGGANTI SEBAHAGIAN SEMEN DAN PASIR HALUS TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON Bunyamin, Bunyamin; Hendrifa, Nesri; Ridha, Muhammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.486

Abstract

Abstrak Pembangunan di bidang struktur saat ini mengalami kemajuan yang demikian pesat. Oleh karena itu perlunya alternatif untuk mengatasi keterbatasan material penyusun yang diambil dari alam yaitu salah satunya menggunakan limbah cangkang tiram sebagai bahan pengganti sebagian semen dan agregat halus. Hal ini cukup beralasan karena bahan penyusun semen portland adalah 60% sampai 70% terdiri atas kapur atau CaO, dan 17% sampai 25% terdiri dari SiO2 (SNI-15-2049-2004), penggunaan cangkang tiram yang mengandung unsur CaO sebesar 53,03% dan SiO2 sebesar 0,82% sebagai bahan perekat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui œPengaruh perbandingan komposisi campuran abu dan serbuk cangkang tiram terhadap kuat tarik belah beton dengan substitusi semen dan pasir halus sebesar 0%, 5%, 10% dan 15% untuk umur beton 28 hari dengan faktor air semen 0,40, 0,50 dan 0,60, dengan jumlah benda uji 60 buah. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan berdasarkan pada ACI (American Concrete Institute), ASTM (American Society for Testing & Materials) dan SNI (Standar Nasional Indonesia). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tarik belah beton tertinggi pada FAS 0,50 dengan pencampuran cangkang tiram 5% yaitu sebesar 4,02 MPa. Sedangkan beton normal, kuat tarik beton tertinggi diperoleh pada FAS 0,40 yaitu sebesar 3,72 MPa. Kata kunci: cangkang tiram, abu, FAS, kuat tarik belah beton.  Abstract The construction has increased very rapidly. So that it requires an alternative to find a substitute for other materials that can be used in forming a concrete, one of which is using oyster shell waste as a partial substitute for cement and fine aggregate. In general, the compotition of Portland Cement are 60% to 70% consisting of lime or CaO, and 17% to 25% consisting of SiO2 (SNI-15-2049-2004), the use of oyster shells containing CaO elements is 53.03% and SiO2 of 0.82% as an adhesive. The research objective was to determine the effect of oyster shell as a substitute of cement and fine sand due to the tensile strength of concrete. The substitution of cement and fine sand was 0%, 5%, 10% and 15% for 28 days of concrete with a water cement ratio of 0,40, 0,50 and 0,60 The sylindrical concrete used in this research was 60 specimens. The research was carried out in the laboratory based on ACI (American Concrete Institute), ASTM (American Society for Testing & Materials) and SNI (Indonesian National Standard). Based on the results, it was found that the highest tensile strength of concrete was obtained at water cemen ratio of 0,50 by mixing 5% oyster shells, namely 4.02 MPa. While for normal concrete, the highest tensile strength of concrete is obtained at water cement ratio of 0,40 which is 3.72 MPa. Keywords: oyster shell, ash, water cement ratio, tensile strength of concrete.
KESIAPAN ADOPSI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA KONSULTAN PERENCANA DI KOTA PALEMBANG Fitriani, Heni; Br Bangun, Wina Prasetio
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.568

Abstract

Abstrak Salah satu industri yang memfokuskan pada pengembangan infrastruktur adalah industri Architecture Engineering and Construction (AEC). Penggunaan berbagai teknologi dan aplikasi Building Information Modeling (BIM) pada sektor konstruksi semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan pelaku AEC khususnya konsultan perencana dalam proses adopsi BIM. Penelitian ini menggunakan survei kuesioner dengan mengumpulkan data dari 96 responden pada perusahaan konsultan di Palembang. Dari hasil analisa didapat bahwa hampir semua responden telah mengetahui istilah BIM dan tingkat kesiapan dalam mengadopsi BIM dengan nilai rata-rata sebesar 3,187 yang berarti bahwa kesiapan konsultan perencana di Kota Palembang dinyatakan cukup siap dalam mengadopsi BIM. Adapun 3 hambatan utama dalam mengadopsi BIM menurut penelitian ini yaitu tingginya biaya investasi awal; terlalu nyaman dengan budaya kerja lama; dan kurangnya pengetahuan mendalam terkait BIM, oleh karena itu penggunaan BIM pada industri konstruksi harus ditingkatkan dengan penguatan regulasi oleh pemerintah. Peranan kesadaran perusahaan dan individu di dalamnya serta ketegasan pemerintah  akan menentukan tingkat perkembangan BIM. Kata kunci: Adopsi, digitalisasi, Building Information Modeling, AEC  Abstract One of the industries focusing on infrastructure development is Architecture Engineering and Construction (AEC) industry. The use of technology and Building Information Modeling (BIM) in construction sector has been widely increased. This research aimed to identify the readiness level of design consultants on BIM adoption. This research used a questionnaire survey to collect data from 96 respondents of consultant firms in Palembang. Based on the analysis, it was found that almost all respondents were already familiar with BIM term and the level of readiness in adopting BIM had a mean average value of 3.187, indicating that the respondents were quite ready in adopting BIM. The three main barriers in adopting werethe high investment cost; being too comfortable with the conventional work culture; and lack of knowledge about BIM. Therefore, the use of BIM in the construction industry must be increased by strengthening regulations conducted by the government. The role of corporate, individual awareness and government involvement will determine the level of BIM development. Keywords: Adoption, digitalization, Building Information Modeling, AEC 
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (Studi Kasus Di Simpang 3 Kudang, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya) Sidiq, Muhammad Iqbal; Nurmayadi, Dicky; Sholahudin, Farhan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.501

Abstract

Persimpangan merupakan bagian jalan terpenting yang menghubungkan jaringan jalan. Persimpangan sering terjadi kemacetan di beberapa daerah seperti adanya tundaan dan antrian yang sangat tinggi hingga sering terjadi kemacetan. Salah satu simpang yang sering terjadi macet yaitu di Simpang 3 Kudang yang berada dikecamatan singaparna. Simpang ini sering terjadi tundaan dan antrian yang panjang akibat adanya hambatan samping yang tinggi serta kurangnya lebar jalan pada jalan utama. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kinerja pada persimpangan 3 Kudang untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kinerja simpang. Metode yang digunakan yaitu Metode MKJI 1997. Berdasarkan hasil penelitian selama 1 minggu pada tanggal 05-11 Oktober 2020 didapatkan volume arus lalu lintas jam puncak tertinggi di hari selasa dengan volume 3108 smp/jam, dengan kecepatan kendaraan < 35 km/jam dan kepadatan lalu lintas tinggi. Kinerja simpang yang telah dihitung berdasarkan hasil analisis nilai tundaan yaitu Tundaan di Jln. Raya Timur Singaparna (Jln.Mayor) di arah barat sebesar 12,77 det/smp dengan Tingkat Pelayanan C dan Tundaan di arah timur sebesar 10.59 det/smp dengan Tingkat Pelayanan B. Lalu untuk Tundaan di Jln.K.H.Z. Mustofa (Jln.Minor) di arah selatan sebesar 9.90 det/smp dengan Tingkat Pelayanan B. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa karakteristik lalu lintas di simpang 3 kudang sangat tinggi, tingkat pelayanan di simpang sampai pada tingkat C. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu rekomendasi yang tepat pada kinerja simpang 3 kudang perlu dilakukan pelebaran jalan sebagai prioritas utama serta penambahan rambu lalu lintas dan marka jalan.
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN PERILAKU TRANSPORTASI DIGITAL DI KOTA JOMBANG Nugroho, Meriana Wahyu; Yulianto, Totok
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.565

Abstract

Abstrak Saat ini, kegiatan TIK (Informasi, Komunikasi dan Teknologi) menggantikan beberapa kegiatan fisik sehari-hari menjadi kegiatan non-fisik di era digital. Penggunaan TIK juga dapat menentukan perilaku perjalanan baik jumlah perjalanan dan rantai perjalanan para pelancong yang juga akan mempengaruhi volume lalu lintas, terutama di jalan-jalan kota. Pengguna transportasi mencoba untuk meningkatkan efisiensi perjalanannya melalui berbagai cara, tetapi sekarang orang cenderung memiliki aktivitas yang lebih bervariasi, sehingga perilaku perjalanan telah berubah, serta pola perjalanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi rumah tangga pada perilaku perjalanan dengan pengaruh penggunaan TIK. Pengguna transportasi yang menggunakan TIK lebih sering mungkin memiliki pilihan berbeda pada moda transportasi dari seseorang yang tidak melakukan kegiatan online. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan aktivitas buku harian. Lokasi survei difokuskan di Kota Jombang Indonesia, dan batas kota terdekat, sampel yang digunakan adalah 200 sampel rumah tangga. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan Regresi Logistik dengan metode Purposive Sampling dengan membangun sejumlah model berdasarkan catatan data perjalanan harian aktivitas fisik individu, data yang diperoleh diharapkan mampu menggambarkan pola perjalanan dan penggunaan pilihan moda pada skala rumah tangga. Kata kunci: aktivitas buku harian, pola perjalanan, sosial ekonomi, perilaku transportasi, kota Jombang.   Abstract Undertaking healthy activities and trips is manifested from a set of daily activities and travels. The consequences of undertaking healthy activities and trips also includes reducing the time of some unhealthy activities. At present, ICT (Information, Communication and Technologies) activities are replacing some daily physical activities into non-physical daily activities in the digital age. The penetration of ICT might also determine the trip arrangement either number of trips and trip chains of the travelers that will also influence the traffic volume, especially on urban streets. Travelers try to improve their travel efficiency through a variety of ways, but now people have more varied activities, so that their travel behavior has changed, as well as their travel patterns. The purpose of this study is to analyze the characteristics of household socio-economic on different trip arrangement with the influence of ICT penetration. The ones who use ICT more often might have different choice on transport modes from someone who undertakes no online activities. Data collection is done using an activity diary. The survey location was focused on Jombang City of Indonesia, and the nearest city boundary, the sample used was 200 household samples in this study. The analysis technique in this study uses Logistic Regression with the Purposive Sampling method by constructing a number of models based on individual daily physical activity travel data records, the data obtained are expected to be able to describe travel patterns and mode choice use on a household scale based. Keywords: activity diary, travel patterns, socio-economic, trip arrangement, Jombang city
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA Mashuri, Mashuri; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Satria, Erik
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.527

Abstract

Abstrak Sebagai kampus baru, pembangunan infrastruktur Institut Teknologi Sumatera (ITERA) disegala sektor terus dilakukan demi upaya menunjang proses pembelajaran, namun berdampak pada perubahan alih fungsi lahan sehingga daya resap air semakin berkurang dan limpasan air permukaan semakin meningkat, sehingga perlu dilakukan perencanaan drainase yang terintegrasi dengan pembangunan. Perencanaan drainase meliputi analisis curah hujan, pengukuran lapangan dan perhitungan dimensi saluran serta simulasi pada software HECRAS. Metode rata-rata aljabar digunakan untuk analisis curah hujan wilayah dengan distribusi log pearson III. Dimensi saluran berupa persegi dengan lebar 0,56 m dan tinggi 0,73 m. Adapun debit saluran 0,53 m3/det dengan metode rasional, sedangkan total biaya perencanaan drainase sepanjang 1282,1 m ini sebesar Rp. 1.107.523.000 (Satu Milyar Seratus Tujuh Juta Lima Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Rupiah). Dengan terbangunnya drainase diharapkan mampu mengalirkan limpasan air permukaan yang terjadi. Kata Kunci: ITERA, Drainase, Debit, HEC-RAS  Abstract As a new campus, the infrastructure development of the Sumatera Institute of Technology (ITERA) in all sectors continues to support the learning process, however it has an impact on changes in land use so that water absorption capacity is decreasing and surface runoff is increasing, so it is necessary to carry out drainage planning that is integrated wit development. Drainage planning includes analysis of rainfall, field measurements and calculation of channel dimensions as well as simulations on the HECRAS. The aljabar method is used for the analysis of regional rainfall with a pearson III log distribution. The dimensions of the channel are square with widht of 0,56 m and height of 0,73 m. the channel discharge is 0,53 m3/s using the rational method. While total cost of drainage planning along the 1282,1 m is Rp 1.107.523.000, (one billion one hundred seven milion five hundred twenty three thousand rupiah). With the construction of the drainage is expected to be able to drain the surface runoff that occurs. Keywords: ITERA, Drainage, Discharge, HEC-RAS
PENINGKATAN PEMANFATAAN DANAU RAWA PENING Wulandari, Dyah Ari; sriyana, sriyana; Salamun, Salamun; Kurniani, Dwi; Tristanto, Albert Nico; Rinaldi, Zelly
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.477

Abstract

Abstrak Danau Rawa Pening mempunyai peranan sebagai reservoir alami yang dimanfaatkan untuk PLTA, sumber air baku, irigasi, perikanan, dan pariwisata serta pemeliharaan Sungai Tuntang. Salah satu permasalahan di Danau Rawa Pening adalah sedimentasi yang berdampak pada menurunnya kapasitas tampungan, oleh karena kondisi Danau Rawa Pening saat ini maka diperlukan upaya penanganan untuk meningkatkan pemanfaatan Danau Rawa Pening guna mendukung kegiatan irigasi pertanian, perikanan, pariwisata, supply air baku dan pembangkit listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan pemanfaatan Danau Rawa Pening yang merupakan waduk alami, tidak mempunyai intake dan pelimpah seperti waduk - waduk pada umumnya. Pengaturan outflow dari danau ada di Bendung Gerak Jelok yang berjarak ± 5 km dari outlet danau. Oleh karena itu peningkatan pemanfaatan danau akan dilakukan dengan membuat intake dan pelimpah sehingga pengeluaran dapat diatur sesuai kebutuhan yang diperlukan Tahapan analisis yang dilakukan adalah analisis kebutuhan air, analisis ketersediaan air, analisis laju sedimentasi, analisis kebutuhan tampungan dan analisis kinerja. Berdasarkan hasil analisis peningkatan pemanfaatan Danau Rawa Pening dapat dilakukan dengan membuat intake pada elevasi + 460,5 m dan pelimpah pada elevasi puncak + 462,72 m. Pada kondisi ini dapat disediakan tampungan efektif sebesar 31,9 juta m3, tampungan mati sebesar 1,264 juta m3 dan tampungan utk perikanan dan pariwisata sebesar 10,311 juta m3, dengan kinerja pelayanan 89%.Kata kunci: Sedimentasi, peningkatan pemanfataan danau, Danau Rawa Pening Abstract Lake Rawa Pening has a function as a natural reservoir that is used for hydropower plants, raw water, irrigation, fisheries, tourism and maintenance of the Tuntang River. The problems in Lake Rawa Pening is sedimentation which has an impact on decreasing storage capacity. Because of the current condition of Lake Rawa Pening, efforts are needed to improve the use of Lake Rawa Pening to support irrigation, fisheries, tourism, raw water supply and power generation. The purpose of this study was to analyze the increase in the utilization of Lake Rawa Pening. Lake Rawa Pening is a natural reservoir, does not have intake and spillway like ather reservoirs in general. The outflow arrangement from the lake is at Jelok Weir which is ± 5 km from the lake outlet. Therefore, increasing the use of lakes will be carried out by building intake and spillway so that release can be adjusted according to the demand. The stages of the analysis carried out are water demand analysis, water availability analysis, sedimentation rate analysis, storage needs analysis and performance analysis. Based on the results of the analysis of increasing utilization of Lake Rawa Pening, it can be done by building intake at an elevation +460.5 masl and spillway at elevation of +462.72 masl. In this condition, an effective storage capacity of 31.9 million m3, a dead storage capacity of 1,264 million m3 and a storage for fisheries and tourism of 10.311 million m3 can be provided, with performance of 89%.Keywords: Sedimentation, Increased use of the lake, Lake Rawa Pening
OPTIMASI BIAYA OPERASIONAL MRT JAKARTA FASE I MENGGUNAKAN METODE VOGEL APPROXIMATION DENGAN SOFTWARE POM-QM FOR WINDOWS Setiawati, Kartika; Tenriajeng, Andi Tenrisuki
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.512

Abstract

Abstrak Operasional MRT Jakarta pada saat pertama kali diopersikan berjalan dengan lancar dan diharapkan kondisi ini akan terus optimal sampai jangka panjang dan memiliki biaya operasional yang efisien. PT MRT Jakarta sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi, merupakan perusahaan distribusi penumpang. Biaya operasional yang efiesien dipengaruhi biaya tetap, biaya variable dan biaya perjalanan. Agar operasional MRT Jakarta dapat berjalan secara optimal diperlukannya minimalisasi biaya operasional untuk menunjang biaya lainnya seperti biaya pemeliharaan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui biaya operasional MRT Jakarta Fase I, biaya perjalanan, dan jumlah penumpang untuk proses hitung matriks biaya operasional dan mengoptimalisasikan hasil hitungan matriks biaya dengan menggunakan software POM QM for windows sehingga didapatkan hasil yang minimum. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan diperoleh hasil    optimum biaya operasional sebesar Rp.1.267.110.000.000, biaya tersebut diperoleh dari perhitungan matriks perjalanan. Variabel yang digunakan adalah jumlah penumpang MRT Jakarta Fase I pada tahun 2019-2020, biaya perjalanan dan kapasitas angkut MRT eksisting. Tyonardo mengasumsikan variabel jumlah penumpang yang diperoleh berdasarkan peran area stasiun MRT dan biaya yang memepengaruhi operasional dengan pemodelan finansial. ptimasi biaya POM QM diharapkan dapat menjadi faktor utama dalam menentukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari PT MRT Jakarta dengan pemberlakuan tariff perjalanan yang sudah berlangsung serta penggunaan software mempermudah dalam mengambil suatu keputusan mengenai biaya operasional dan dapat digunakan untuk monitoring biaya perbulan dan pertahunnya. Kata Kunci: Biaya Operasional, MRT Jakarta Fase I, Optimasi, POM QM  Abstract The operation of MRT Jakarta when it was first operated was running smoothly and it is hoped that this condition will continue to be optimal in the long term and have efficient operating costs. PT MRT Jakarta as a transportation service provider company, is a passenger distribution company. Efficient operational costs fixed costs, variable costs and travel expenses. In order for MRT Jakarta operations to run optimally, it requires minimizing operational costs to support other costs such as maintenance costs. The research objective is to monitor the operational costs of MRT Jakarta Phase I, travel costs, and the number of passengers for the calculation of the operational cost matrix and to optimize the calculation of the cost matrix using POM QM software for windows so as to get minimum results. Based on the results of the analysis and discussion, the optimum operational result is Rp. 1,267,110,000,000, the cost is obtained from the travel matrix calculation. The variables used are the number of MRT Jakarta Phase I passengers in 2019-2020, travel costs and the existing MRT transport capacity. Tyonardo assumes a variable number of passengers based on the area of the MRT station and costs that affect operations with financial modeling. The POM QM cost is expected to be a major factor in ensuring that no profit is obtained from PT MRT Jakarta by enacting existing travel rates and using software in making decisions about operational costs and can be used to monitor monthly and yearly costs. Keyword:  Operational Costs, MRT Jakarta Phase I, Optimization, POM QM 
EVALUASI SISTEM PROTEKSI BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG BADAN PENANGGULANGAN BENCANA ACEH Aramiko, Winardi; Afifuddin, Mochammad; Munir, Abdul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.484

Abstract

Abstrak Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) merupakan Kantor Pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan menyeluruh dalam tahapan prabencana, saat tanggap darurat, dan pasca bencana. Salah satu hal yang penting dalam penanggulangan kebakaran adalah Emergency Response. Emergency Response dapat diartikan sebagai kecepatan penanganan kebakarannya, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangannya agar manusia, bangunan gedung dan lingkungannya terhindar dari bahaya kebakaran yang lebih luas. Metode yang digunakan mix method menggabungkan antara kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder berupa peta kota Banda Aceh, Layout Gedung Kantor BPBA, Literatur-literatur, Permen PU, Jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini dan data primer yang terdiri dari pengamatan terhadap kondisi Kantor BPBA, wawancara, kuesioner.  Responden yang digunakan adalah semua pegawai yang bekerja di Kantor BPBA berjumlah 115 orang dikurangi pilot study 30 orang. Dari analisis data penelitian terhadap 26 (dua puluh enam) variable dapat dijelaskan bahwa ada 7 (tujuh) variable yang mendapat skor kecil atau kurang baik dan dapat diartikan bahwa pada bagian variabel tersebut butuh perhatian untuk dilakukan perubahan. Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan analisi SWOT adalah membentuk tim siaga tanggap darurat kebakaran yang dibekali dengan pendidikan dan pelatihan secara terencana terpadu dan menyeluruh; menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana kebakaran berdasarkan peraturan perundang-undangan; melakukan simulasi kebakaran gedung secara rutin dan kontinyu; serta memperkuat sistem proteksi aktif lainnya diantaranya adalah membuat hidran air, alarm kebakaran dan smoke detector. Kata Kunci: Bencana, Emergency Response, Sistem Proteksi, Penanggulangan Kebakaran  Abstract The Aceh Disaster Management Agency office is a government office that provides services to the community in implementing disaster management activities in a planned, integrated and comprehensive manner in the pre-disaster, emergency response and post-disaster stages. One of the important things in fire prevention is "Emergency Response". Emergency Response can be interpreted as the speed of handling a fire, as an effort to prevent and overcome it so that people, buildings and their environment are protected from a wider fire hazard. The methodology used is the mix method combining qualitative and quantitative data with data collection, namely using secondary data in the form of a Banda Aceh City Map, BPBA Office Building Layout, literature, Permen PU, journals related to this research and primary data consisting of observations of conditions BPBA office, interview, questionnaire. The respondents used are all employees who work in the BPBA office, amounting to 115 people minus the pilot study of 30 people. From the analysis of research data on 26 (twentysix) variables, it can be explained that there are 7 (seven) variables that score small or poorly and it can be interpreted that those variables need attention to make changes. A strategy that can be carried out based on a SWOT analysis is to form a fire emergency response team that is equipped with education and training in an integrated and comprehensive plan; prepare Standard Operating Procedures (SOP) for fire disaster management based on statutory regulations; conduct building fire simulations routinely and continuously; as well as strengthening other active protection systems, including making water hydrants, fire alarms and smoke detectors. Keywords: Disaster, Emergency Response, Protection System, Fire Prevention
EVALUASI PERANCANGAN ANGGARAN BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE BIM Zahro, Puteri Khodijatuz; Ratnaningsih, Anik; Hasanuddin, Akhmad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.529

Abstract

Abstrak Universitas Jember yang sedang dalam masa pembangunan yang menyebabkan dibutuhkannya teknologi pendukung untuk proses yang dilakukan agar didapatkan hasil yang efisien sehingga dibutuhkan kinerja manajemen proyek yang memfasilitasi proses desain dan konstruksi yang lebih terintegrasi yaitu Building Information Modeling (BIM). Sebelumnya dikenal beberapa program bantu seperti AutoCAD, SAP, SketchUp 3D, Ms. Project dan program bantu lainnya yang penggunaannya hanya sebatas dalam satu jangkauan. Penggunaan BIM yang mengintegrasi gambar proyek, volume pekerjaan dan estimasi harga dapat mempermudah proses pengerjaan menjadi lebih singkat dan cepat. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan evaluasi antara penggunaan metode BIM dan metode konvensional pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Program bantu BIM yang dipakai adalah Autodesk Revit yang merupakan salah satu perangkat lunak yang membawa semua arsitektur, teknik, dan disiplin konstruksi ke dalam lingkungan pemodelan terpadu. Hasil dari Penelitian ini yaitu menghasilkan selisih biaya total untuk struktur dan arsitektur yaitu Rp242.638.340,10. Biaya yang berasal dari pemodelan Autodesk Revit lebih besar 5,33 % daripada metode konvensional proyek. Dan selisih pada penjadwalan dalam pelaksanaan pada pemodelan Autodesk Revit yaitu 15 hari lebih lama daripada metode konvensional. Kata Kunci: BIM, Autodesk Revit, Rencana Anggaran Biaya, Penjadwalan Proyek Abstract Universitas Jember, during this construction period, requires supporting technology for the process to obtain efficient results so it takes a project management performance that facilitates a more integrated design and construction process, namely Building Information Modeling (BIM). Previously known several auxiliary programs such as AutoCAD, SAP, SketchUp 3D, Ms. Projects and other assistance programs restricted to a single scope. The use of BIM that integrates project designs, workload and price estimates can make the process shorter and faster. Therefore, in this study a comparison was made between the use of the BIM method and the conventional method in the Lecture Building Project for the Faculty of Nursing, Universitas Jember. The BIM assistant program used is Autodesk Revit which is a software that brings all architecture, engineering, and construction disciplines into a unified modeling environment. The results of this study showed a total cost difference in structure and architecture of IDR 242,638,340.10. On the other hand, the Autodesk Revit modeling cost was greater than the conventional method with a percentage of 5.33%. Furthermore, the difference in the Autodesk Revit modeling implementation schedule is 15 days longer than the conventional method. Keywords: BIM, Autodesk Revit, Budget-Estimate Plan, Project Scheduling

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol 4, No 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol 4, No 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol 3, No 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol 2, No 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue