cover
Contact Name
Sujinah
Contact Email
linguafranca@um-surabaya.ac.id
Phone
+6281330714146
Journal Mail Official
sujinah@pps.um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Sutorejo No. 59 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
ISSN : 23025778     EISSN : 25803255     DOI : http://dx.doi.org/10.30651/lf.v6i1
Jurnal LINGUA FRANCA merupakan media informasi dan penyebarluasan artikel hasil penelitian maupun konseptual dengan bidang garapan yang berhubungan dengan bahasa, sastra, dan pengajarannya. Arjuna Subject : Seni dan Humaniora - Bahasa dan Linguistik
Articles 297 Documents
KAJIAN SASTRA BANDINGAN NOVEL SALAH ASUHAN DENGAN NOVEL LAYLA MAJNUN: Pendekatan Psikologi Sastra Sita, Firdauzi Nur; Jamal, Hana Septiana; Hartati, Dian
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v5i2.8663

Abstract

Sastra lahir dari masyarakat, kemudian besar, dan berkembang di masyarakat. Sastra bukan hanya dinikmati dari keindahannya saja, bentuknya, isinya, pentasnya, alunan-alunan yang mengirinya. Melainkan sastra dapat meninjau seberapa jauh manusia berekspresi, melihat dan merasakan kesamaan dan perbedaan sudut pandang, dan makna sastra itu sendiri tiada berbatas zaman, serta melibatkan segala macam ilmu. Sastra Bandingan merupakan cabang ilmu sastra yang mengkaji karya sastra dalam beragam bentuk, fungsi, dan makna. Artikel ini mencoba meninjau dari aspek Psikologi Sastra akan dua karya sastra yang dibandingkan yakni novel yang berjudul "Salah Asuhan" karya Abdul Moeis dengan novel yang berjudul "Layla Majnun" karya Syaikh Nizami. Teori psikologi yang digunakan ialah teori Sigmund Freud (1923), ada tiga unsur kepribadian dalam teori psikoanalisis yaitu Id, Ego, dan Superego. Id merupakan sistem kepribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Saat dilahirkan, id berisi semua aspek psikologi yang diturunkan seperti insting, impuls, dan drives. Dari id ini kemudian muncul ego dan superego. Ego beroperasi mengikuti prinsip realita. Sedangkan, superego berkaitan dengan kekuatan moral dan etika dari kepribadian yang beroperasi, memakai prinsip idealistik, sebagai lawan dari id dan ego. Tinjauan ini dimaksudkan guna meneliti kejiwaan atau psikologis tokoh utama dari kedua novel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah dua novel di di atas. Sampel di sini adalah ujaran narasi ataupun ujaran dari tokoh kedua novel tersebut. Hasil penelitian ini berupa ujaran narasi atau ujaran tokoh utama yang berkenaan dengan id, ego, dan superego pada kedua novel tersebut yang kemudian dideskripsikan dengan interpretasi. Kata Kunci: kajian bandingan, psikologi sastra, salah asuhan, layla majnun
ANALISIS PENDEKATAN SEMIOTIKA DALAM PUISI-PUISI JOKO PINURBO DENGAN TEMA “KEMATIAN” rachma, wida nurul
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v5i2.8873

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adaalah untuk menganalis kebermaknaan yang terkandung pada teks-teks puisi karya Joko Pinurbo dalam batasan untuk mendeskripsikan analisis semiotik dan mendeskripsikan hasil analisis semiotik pada puisi-puisi karya Joko Pinurno. Puisi-puisi yang digunakan hanya lima puisi dengan judul, yaitu Pulang Malam, Ranjang Putih, Aku Tidur Di Remang Tubuhmu, Calon Jenazah, dan Prosesi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menjelaskan hasil analisis dari unsur pembangun puisi, hasil analisis semiotika pada puisi-puisi yang dipilih, dan hasil analisis semiotika yang dijadikan sebagai rekomendasi ide dan konsep pembelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil analisis, dalam puisi-puisi Joko Pinurbo memiliki tiga tema kematian, yaitu tema kematian bukan sebenarnya (keromantisan), tema kematian (kehilangan semangat), dan tema kematian sebenarnya; dua jenis kalimat, yaitu kalimat tunggal, dan kalimat majemuk; dua majas yang digunakan, yaitu majas metafora, dan majas personifikasi tipografi yang berbeda, dan tujuh macam isotopi, yaitu isotopi pronomina, isotopi perbuatan, isotopi alam, isotopi waktu, isotopi penghubung, isotopi manusia, dan isotopi tempat. Analisis semiotik ini bisa digunakan atau direkomendasikan sebagai ide, dan konsep pembelajaran yang disesuaikan pada tingkatan pendidikan Sekolah Menengah Atas kelas X sesuai dengan materi pada buku Bahasa Indonesia mengenai Puisi
MANTRA CENNINGRARA DAN MANTRA PABBURA PADA SUKU BUGIS DI DESA SUMBERJAYA KABUPATEN BANYUASIN (SUATU KAJIAN SEMANTIK) Mardianti, Besse
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v7i2.9056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan jenis-jenis, fungsi, dan makna dalam mantra cenningrara dan mantra pabbura pada suku Bugis di Desa Sumberjaya Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan kata-kata dan kalimat menggunakan bahasa Bugis berbentuk mantra cenningrara dan mantra pabbura. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan sebanyak 5 orang yang memiliki pengetahuan terhadap mantra cenningrara dan mantra pabbura. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, teknik rekaman, teknik pencatatan, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra cenningrara sebagai doa yang digunakan pada hubungan cinta dan kasih serta kecantikan sedangkan mantra pabbura sebagai bahan pengobatan alternatif untuk menyembuhkan penyakit. Selain itu dalam penelitian ini dapat dihubungan dengan pendidikan untuk mencapai pembelajaran pada suatu mata pelajaran bahasa Indonesia dan menambah pengetahuan kepada peserta didik dan juga pendidik mengenai sastra lisan masyarakat yaitu puisi rakyat seperti mantra.
ASAL USUL UPACARA YADNYA KASADA SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT TENGGER PROBOLINGGO Rahmawati, Shofi Alfinda Ayu; Andalas, Eggy
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v7i1.9702

Abstract

Sastra lisan merupakan sebuah cerita yang hidup dan berkembang di Masyarakat. Tentu saja hal ini dapat dijadikan sebagai simbol dari tempat tersebut. Asal-usul Upacara Yadnya Kasada adalah salah satu bentuk sastra lisan yang berupa legenda. Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menjadi salah satu dari tiga bagian Suku Tengger yang berada dalam asal-usul Upacara Yadnya Kasada. Penelitian ini bertujuan untuk membahas (1) mengenai asal-usul Upacara Yadnya Kasada pada Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dan (2) bagaimana Upacara Yadnya Kasada berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan teori Antropologi Sastra yang dikemukakan oleh Clyde kluckhohn. Terdiri atas tujuh unsur yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, religi, dan kesenian. Metode penelitian yang menggunakan adalah metode deskriptif kualitatif, data yang didapat diuraikan kemudian mendeskripsikan keadaan objek yang diteliti dan menjadikannya pusat perhatian. Proses pengumpulan data penelitian ini meliputi (1) penentuan informan, (2) wawancara online, (3) pencatatan isi wawancara online, dan (4) perekapan hasil wawancara online yang telah dilakukan. Proses wawancara dilakukan secara terstruktur, dimana semua pertanyaan yang diberikan telah disusun sebelum melakukan wawancara terhadap informan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asal-usul Upacara Yadnya Kasada memiliki peran dalam tujuh unsur dalam masyarakat. Yaitu, bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, religi, dan kesenian. Kata Kunci: asal-usul, kasada
RETORIKA ALQURAN SEBAGAI PEMBELAJARAN BAHASA Chaer, Hasanuddin; Rasyad, Abdul; Sirulhaq, Ahmad
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retorika adalah seni berbahasa atau ilmu meyakinkan orang lain dengan menggunakan kata-kata secara efektif dalam berbicara atau menulis. Artikel ini membahas ayat-ayat al-Qur’an yang menggunakan gaya bahasa retoris. Retorika ayat-ayat ini mempengaruhi pikiran dan hati para pendengar dan pembaca al-Qur’an. Tujuan artikel ini adalah membahas aspek-aspek retorika ayat Al-Qur’an dan menganalisis kualitas makna yang dimilikinya. Artikel ini menggunakan metode kajian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan analisis induktif yang berfokus pada makna ayat yang memberikan tambahan makna retorika yang tak dapat ditiru. Hasil penelitian menjelaskan bahwa retorika al-Qur’an memiliki peran yang sangat vital dalam mengkaji dan mencermati makna ayat dalam al-Qur’an. Hal ini dimaksudkan untuk menyingkap kualitas makna kognitif retorika al-Qur’an yang merupakan sumber wacana kebahasaan. Melalui pemahaman retorika al-Qur’an, pembaca tidak hanya menggunakan sebagai seni memahami makna ayat al-Qur’an atau meyakinkan orang lain tetapi lebih dari itu sebagai ilmu logika bahasa, filsafat, hukum dan juga agama serta argumentasi ilmiah dalam berkomunikasi. 
BENTUK DAN FUNGSI KATA TUGAS DALAM TEKS SEJARAH KARYA SISWA KELAS XII SMA N 1 CAWAS Rahmawati, Aiyah; Wahyudi, Agus Budi
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v6i2.10494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk. (1) menemukan bentuk kata tugas pada teks sejarah karya siswa kelas XII SMA N 1 Cawas. (2) mengetahui fungsi kata tugas pada teks sejarah karya siswa kelas XII SMA N 1 Cawas. Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teks sejarah karya siswa kelas XII SMA N 1 Cawas. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Cawas. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kalimat yang mengandung kata tugas dalam teks sejarah karya siswa SMA Negeri 1 Cawas. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari teks sejarah karya siswa siswa kelas XII SMA N 1 Cawas. Terdapat tiga teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni teknik simak, teknik catat dan teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif kualitatif dan menggunakan metode agih dengan teknik baca markah, langkah-langkah analisis data dalam penilitain ini yaitu: (1) mengidentifikasi hasil teks sejarah karya siswa yang mengandung unsur kata tugas. (2) menganalisis kata tugas berdasarkan bentuknya: Konjungsi, preposisi, interjeksi, artikel, partikel. (3) mengelompokan kata tugas berdasarkan fungsinya. (4) mengetahui manfaat penggunaan kata tugas yang ada dalam teks sejarah karya siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada gabungan data yang didapat di lapangan yang berwujud kata, frasa, klausa, kalimat dan wacana. Desain penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu peneliti mengumpulkan data penelitian, lalu peneliti menjabarkan data peneliti sesuai fakta yang ada. Penelitian kualitatif adalah data yang digunakan tanpa ada perhitungan yaitu berupa kata-kata. Validasi data yang digunakan yaitu menggunakan trianggulasi teori. Hasil penelitian ini yaitu data berupa teks sejarah karya siswa yang mengandung penggunaan kata tugas. Teks sejarah karya siswa ini seluruhnya berjumlah 18 judul, hanya diambil dari perwakilan kelas XII. Karya yang dibuat siswa berupa teks sejarah sesuai kreasi dan kreatifitas siswa. Pada teks sejarah karya siswa kelas XII terdapat bentuk kata tugas meliputi konjungsi, preposisi, artikulasi, interjeksi, dan partikel penegas. Penggunaan kata tugas berfungsi untuk penghubung dan pelengkap yang dapat menyesuaikan atau mengikuti ke dalam kalimat sehingga makna yang dihasiokan akan jelas jika dihubungkan dengan kata lain.
PEMANFAATAN ASPEK-ASPEK KEBAHASAAN DALAM SEPULUH PIDATO KH.ZAINUDDIN MZ fahmi, farizan
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v6i1.10575

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek -aspek kebahasaan yang digunakan oleh KH. KH. Zaenuddin MZ dalam sepuluh pidatonya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah sepuluh pidato KH.Zaenuddin MZ. Data berupa kutipan kata, kalimat, paragraph. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, yaitu menyadap penggunaan bahasa, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat yaitu pencatatan data yang telah diperoleh dalam kartu data kemudian diklasifikasi. Penyajian hasil penelitian ini menggunakan metode informal. Yang dimaksud dengan metode informal yaitu metode penyajian hasil analisis data yang berupa perumusan dengan kata-kata biasa termasuk penggunaan terminologi yang bersifat teknis. Hasil penelitian ini adalah hasil pemaparan di atas dapat sumpulkan bahwa aspek -aspek kebahasaan yang digunakan oleh KH Zainuddin MZ dalam menyampaikan pidatonya adalah campur kode, kalimat interogatif, deklaratif, imperatif, eufemisme dan repetisi (gaya bahasa). Terkait dengan campur kode banyak ditemukan kode-kode dari bahasa lain memasuki tataran kalimat bahasa Indonesia seperti unsur bahasa Arab, Inggris dan bahasa Jawa. Dari segi kalimat, kalimat yang banyak digunakan adalah kalimat imperatif, deklaratif dan kalimat interogatif. Sedangkan mengenai penggunaan repetisi, tedapat beberapa wujud yaitu berupa anafora, anadiplosis, efistrofa, dan efizauksis.
FUNGSI NYANYIAN RAKYAT DALAM TRADISI MA’AROLO LANI MALA’APA DI NEGERI PELAUW MALUKU TENGAH Latuconsina, Susi Hardila
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v7i1.10715

Abstract

Tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw, kecamatan Pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah memiliki salah satu tahapan/prosesi yang mengandung nilai kesastraan daerah yang perlu dijaga, dirawat dan dilestarikan demi kerberlangsungannya di masa mendatang. Salah satu tahapan dalam perkawinan adat tersebut yaitu nyanyian rakyat yang oleh masyarakat setempat dinamakan ma'arolo lani mala’apa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi nyanyian rakyat pada tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan teori fungsi Alan Dundes dan William R. Bascom untuk mengkaji fungsi nyanyian rakyat dalam tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw dengan sumber data berupa lani (kapata) yang biasanya didendangkan dalam acara perkawinan adat. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa nyanyian rakyat dalam tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw, Maluku Tengah ditemukan beberapa fungsi yaitu; pendidikan, hiburan, sanksi sosial, kritik sosial, peningkat rasa solidaritas, pengubah pekerjaan yang membosankan menjadi pekerjaan yang menyenangkan dan pengesah pranata-pranata dan lembaga adat. Kata Kunci: fungsi nyanyian rakyat, lani, tradisi, perkawinan adat, Pelauw
ANALISIS TANDA PADA ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT BUGIS-BONE KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE Khoiri, Annisauf; Iswatingsih, Daroe; Sudjalil, Sudjalil
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v6i2.11698

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adaalah untuk mendeskripsikan tanda yang digunakan dalam adat pernikahan masyarakat Bugis-Bone dan mendeskripsikan makna tanda pada tahapan pernikahan masyarakat Bugis-Bone. Tahapan pernikahan yang digunakan mappesek-pesek, madduta, mapettu ada, walasuji, mappassili, mappacci, mappasikarawa, mapparola. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce tanda berdasarkan objeknya yaitu ikon, indeks dan simbol. Data penelitian berupa sebuah peristiwa pernikahan, pernyataan narasumber berbentuk kata, frasa, klausa, dan kalimat. Sumber data penelitian berasal dari hasil wawancara bersama tokoh masyarakat, indo botting dan ditunjang dengan buku, skripsi, youtube, jurnal dan sumber lain yang relevan dengan rumusan masalah. Berdasarkan hasil analisis, dalam tahapan pernikahan memiliki tiga tanda, yaitu ikon; ikon topologis, ikon diagramatik, ikon metafora dan empat macam makna, yaitu makna religi, makna etika; etika normatif, menggambarkan nilai-nilai moral, etika deskriptif, makna estetika; keindahan individual, keindahan hasil pemikiran kreatif, keindahan seni secara gabungan, estetika mempunyai sifat irit (ekonomi) dan makna filosofi; perilaku bersama, sikap terbuka, sikap bijaksana, dan sikap kritis. Analisis semiotika ini bisa dipergunakan sebagai ide, menambah khazanah keilmuan tentang tanda berdasarkan objeknya, dan memberikan informasi berupa nilai-nilai budya pernikahan Bugis-Bone.Kata Kunci: makna, pernikahan dan semiotika
UPAYA MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK DENGAN MEDIA BAHAN ALAM SEKITAR PADA ANAK PAUD DI PRAYA LOMBOK TENGAH Fazalani, Runi
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v6i1.11810

Abstract

Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui bahan alam yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kognitif anak PAUD di Praya Lombok Tengah. Penelitian ini di laksanakan di anak PAUD di Praya Lombok Tengah. Jumlah populasi  22 anak yang terdiri dari 13 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Sumber data pada penelitian terdiri atas sumber data primer dan sumber data skunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah enelitian Tindakan Kelas. Teknik dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi. Prosedur Penelitian ini adalah Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Act) dan Observasi (Observe), Refleksi (Reflect). Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan reduksi data yaitu merangkum, memfokuskan data pada hal-hal yang penting dan menghapus data-data yang tidak terpola dari data hasil observasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Media bahan alam dapat digunakan untuk mengembangkan kognitif anak, yaitu mengenalkan konsep bentuk, ukuran, warna, dan bilangan.(2)  Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan kognitif melalui penggunaan media bahan alam sekitar pada anak PAUD di Praya Lombok Tengah mencapai rerata56 % pada siklus 1 pertemuan ke –satu, kemudain pada pertemuan ke-dua meningkat menjadi 63%. Pada siklus 2 telah terlihat Nampak jelas peningkatan kongnitif anak dengan menggunakan media alam sekitar yaitu pada siklus 2 pertemuan ke- satu  meningkat menjadi 80%, kemudian pertemuan ke-dua menjadi 87%. Oleh karena itu, guru dapat memanfaatkan alam sekitar yang ada di lingkungan sekitar lembaga pendidikan anak usia dini sebagai salah satu lternative untuk mengatasi keterbatasan media di lembaga masing-masing.