cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR DI SUNGAI POIGAR PROVINSI SULAWESI UTARA Toha, Judhistira R. S.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Poigar merupakan salah satu sungai dengan DAS yang luas di Provinsi Sulawesi Utara. Sungai Poigar yang tepatnya berada di antara Kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan sudah sering meluap dan membanjiri kawasan hilir DAS yang sebagian besar merupakan lahan pertanian dan pemukiman masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir  dan tinggi muka air yang dapat terjadi. Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari 3 pos hujan dan 1 pos klimatologi, yaitu pos hujan Moayat Poyowa, Nonapan Wineru, Nuangan Lanut, dan pos klimatologi Tompaso Baru. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2017. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Service dan SCS Curve Number (CN). Aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan program komputer HEC-HMS. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow, dan ratio to peak. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan uji koefisien determinasi dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi yang > 0,6 dianggap sudah bisa memenuhi untuk tingkat kemiripan. Hasil kalibrasi didapat 0,974 (memenuhi). Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dan kemudian dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang melintang dari sta 0+50 sampai 0+200 tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Hanya penampang pada sta 0+0 yang bisa menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana.Kata Kunci: Sungai Poigar, Debit Banjir, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS
TINJAUAN SISTEM DRAINASE DI KELURAHAN KARAME KECAMATAN SINGKIL Runtuwarow, Tigri Cicilia; Binilang, Alex; Halim, Fuad; Wuisan, Eveline M.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Karame Kecamatan Singkil merupakan salah satu lokasi rawan banjir dan genangan di kota Manado Sulawesi Utara, sehingga perlu adanya penanganan terhadap masalah-masalah pada sistem drainase yang ada.Melalui penelitian ini dilakukan observasi lapangan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir dan genangan serta penanganannya, kemudian dilakukan analisis hidrologi untuk mendapatkan debit rencana (Qrcn) serta analisis hidrolika untuk mendapatkan debit kapasitas, jika hasil analisis Qrcn≥Qkaps untuk suatu ruas saluran maka diterapkan alternatif penanganan yakni perubahan jalur sistem drainase, serta penyesuaian dimensi saluran untuk ruas saluran tersebut.Berdasarkan hasil analisis dari 167 ruas saluran dan 50 gorong-gorong, terdapat 101 ruas saluran dan 32 gorong-gorong yang dipertahankan dan 66 ruas saluran 18 gorong-gorong harus disesuaikan untuk memenuhi kondisi syarat Qrcn≤Qkaps, penanganan ini berimplikasi pada perubahan arah pengaliran, pengadaan inceptor drain, penutupan 2 outlet lama, penambahan 1outlet baru dan 1outlet rekomendasi. Untuk mempertahankan kondisi rencana tersebut perlu adanya pemeliharaan sistem drainase secara berkelanjutan.Kata kunci : Masalah Genangan, Qkapasitas, Qrencana, Sistem Drainase
POLA DISTRIBUSI HUJAN JAM-JAMAN DAERAH MANADO, MINAHASA UTARA DAN MINAHASA Sumarauw, Jeffry S. F.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Design rainfall is an input for analyzing the ungagged cathment design flood. Daily rainfall should be transformed into hourly rainfall. Transforming the daily rainfall to hourly rainfall by using the Storm Pattern of each own area. Until now there is no research about Storm Pattern of Manado, North Minahasa and Minahasa area therefor in design flood analysis still using the Storm Pattern from another area. The aim of this research is to get the Storm Pattern of the Manado, North Minahasa and the Minahasa area. The hourly rainfall data from 2003 to 2014 was taken from the Automatic Rain gage station at Sam Ratulangi airport Station, Maen station, Rumengkor station and Paleloan station. Data was analyzed by using Statistics Methods. The rainfall data that used is the rainfall that has depth more than 50 mm in one rainfall series. Data is analyzed to get the frequency of each rainfall duration and then determine the rainfall duration that can represent the storm pattern of the research area. The result shows that the duration of  storm pattern of this area is seven to ten hours which 50.83% in first hour, 25.17% in second hour, 8.64% in third hour, 4.93% in fourth hour, 2.93% in fifth hour, 1.35% in sixth hour, 2.43% in seventh hour and 3.72% in eight  to tenth hour.Keywords: rainfall, pattern
PERBANDINGAN KRITERIA MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PANAS (AC-WC) YANG MENGGUNAKAN ASBUTON MODIFIKASI (RETONA BLEND) DENGAN ASPAL PENETRASI 60/70 (Studi Kasus: Penggunaan Material Agregat Dari Kema Sulawesi Utara) Giroth, Mega Indah; Sendow, Theo K.; Palenewen, Steve Ch.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal Batu Buton (disingkat Asbuton) telah diolah secara pabrikasi dan salah satu produk dikenal dengan Retona Blend oleh PT Olah Bumi Mandiri sebagai produsen. Setelah melalui proses penelitian di Litbang Jalan kemudian oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia telah menganjurkan melalui Spesifikasi Teknik Jalan Tahun 2010 Revisi 3 untuk memanfaatkan produk hasil olahan Asbuton tersebut sebagai salah satu alternatif pengganti aspal panas penetrasi 60/70 atau 80/100 yang sudah sering digunakan sebelumnya. Jenis campuran yang menggunakan hasil olahan Asbuton dikenal dengan Campuran Beraspal Panas Modifikasi (Spesifikasi Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3) disyaratkan nilai abrasi agregat kasarnya ≤ 30%. Di Sulawesi Utara salah satu lokasi sumber agregat yang memenuhi syarat tersebut adalah dari Kema di Kabupaten Minahasa Utara; dan selanjutnya, karena metode Marshall masih digunakan sampai saat ini untuk mengukur kinerja campuran, maka akan dilakukan penelitian terhadap Campuran Beraspal Panas dengan penggunaan agregat dari lokasi sumber Kema yang sebelumnya secara umum hanya menggunakan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan kriteria Marshall campuran beraspal panas dengan agregat dari lokasi sumber yang sama (Kema) dan diatur dilaboratorium sehingga memiliki parameter komposisi campuran yang sama sebagai bahan pengisi, tetapi menggunakan bahan pengikat yang berbeda yakni yang satu menggunakan Retona Blend dan lainnya menggunakan aspal penetrasi 60/70.Proses penelitian dimulai dengan pemeriksaan material, kemudian dibuat rancangan campuran berdasarkan komposisi agregat sesuai dengan persyaratan gradasi LASTON (Asphalt Concrete - Wearing Course) disingkat AC-WC dan dicari kadar aspal perkiraan dibuat benda uji Marshall. Dari perkiraan kadar aspal ditetapkan dahulu menggunakan Retona Blend sebagai bahan pengikat dan dibuat benda uji Marshall dengan 5 varisai kadar aspal. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian Marshall sehingga diperoleh kriteria Marshall campuran tersebut. Selanjutnya dibuat rancangan komposisi campuran menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan proses yang sama.Hasil penelitian menunjukkan pada campuran yang menggunakan aspal buton modifikasi jenis Retona Blend didapat kadar aspal terbaik 6.45% diperoleh nilai Stabilitas 1669 Kg, Flow 3,43 mm, Ratio Filler-Bitumen Effective = 1,25, VIM = 4,715 %, VMA = 15.13%, VFB = 68.84% dan Density 2,387 grn/cm3 Kemudian untuk campuran yang menggunakan aspal penetrasi 60/70 diperoleh kadar aspal terbaik sebesar 6.40% dan  nilai Stabilitas = 1624 kg, Flow =3,50 mm, Ratio Filler/Bitumen Effektive = 1,30, VIM = 4,726%, VMA = 15.26%, VFB = 69.02% dan Density = 2,386 gr/cm3. Semua besaran nilai kriteria Marshall yang didapat, memenuhi batas-batas Spesifikasi Teknik Bina Marga.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa Campuran Beton Aspal Modifikasi atau yang menggunakan Retona Blend sebagai bahan pengikat menunjukkan kinerja yang lebih baik ditinjau dari stabilitas dibandingkan dengan Campuran Beton Aspal yang menggunakan aspal penetrasi 60/70. Dengan demikian disarankan jika menghendaki mutu lapis perkerasan campuran aspal panas dengan kinerja yang relatif lebih baik untuk jenis campuran AC-WC, disarankan untuk menggunakan Retona Blend sebagai bahan pengikat. Kata Kunci : AC-WC Modifikasi, Retona Blend, Aspal Penetrasi 60/70, Kriteria Marshal
OPTIMASI TINGGI PEMOTONGAN LUBANG HEKSAGONAL PADA CASTELLATED BEAM Toreh, Sharon Ruth; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja banyak digunakan untuk bangunan bertingkat tinggi maupun bangunan yang berbentang lebar. Namun karena harga material baja relatif mahal maka diperlukan upaya untuk dapat memperoleh desain konstruksi baja yang lebih ekonomis dan dapat meminimalisir penggunaan bahan baja tersebut. Adanya teknologi las listrik pada konstruksi baja, memungkinkan untuk pembuatan castellated beam (balok kastela) yang tujuannya meminimalisir penggunaan bahan baja. Castellated beam memiliki karakteristik yang cukup menguntungkan karena dengan lebar profil yang lebih tinggi (dg), menghasilkan momen inersia dan section modulus yang lebih besar sehingga lebih kuat dan kaku bila dibandingkan dengan profil asalnya. Selain itu, mampu memikul momen lebih besar dengan tegangan izin yang lebih kecil. Pada penelitian ini akan dikaji profil castellated beam dengan tumpuan jepit-jepit dengan variasi tinggi pemotongan dengan lebar pemotongan tetap dengan bentang sebesar 8 meter dan beban terpusat berada di tengah bentang sebesar 10 kN. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa terjadi kenaikan nilai tegangan, nilai momen dan nilai geser di sekitar lubang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tinggi pemotongan castellated beam memperbesar kemungkinan terjadinya kegagalan profil pada daerah sekitar lubang khususnya yang terletak dekat perletakan sehingga disarankan untuk menggunakan pengaku disekitar lubang. Kata kunci: balok kastela, momen inersia, section modulus, profil baja, lubang
PEMERIKSAAN KEKUATAN TANAH DENGAN PERKUATAN ANYAMAN KAWAT (STUDI KASUS : KAWASAN TINOOR) Tumewu, Davly Rivaldo; Riogilang, Hendra; Sarajar, Alva N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu keteknikan, dalam hal ini geoteknik harus dapat memberi jawaban atas kebutuhan daya dukung tanah yang diinginkan sesuai dengan keperluan konstruksi. Oleh karena itu,  berbagai macam metode mulai dikembangkan termasuk metode pemberian perkuatan tanah (soil reinforcement) yaitu dengan menggunakan material geosintetik. Dalam penelitian ini digunakan anyaman kawat dan serat jute sebagai perkuatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tanah yang diberi perkuatan anyaman kawat dan serat jute, berapa besar faktor keamanan dan melihat perbedaan faktor keamanan sebelum dan sesudah diberi perkuatan anyaman kawat dan serat jute sampai 5 lapis perkuatan dengan menggunakan program plaxis v.8.2 2D. Dari hasil peneliian, Faktor keamanan meningkat sesuai dengan pemberian jumlah lapis perkuatan yang diberikan terhadap tanah asli berturut- turut hingga 5 lapis perkuatan : 18.70 %, 36.51 %, 52.42 %, 92.75 %, 139.44 %. Kata kunci : Kekuatan tanah, anyaman kawat, plaxis v.8.2, faktor keamanan
PENGARUH HUBUNGAN BEBAN LALU LINTAS & CBR SUBGRADE TERHADAP DESAIN TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN BARU PADA DAERAH IKLIM I & DAERAH IKLIM II Wowor, Flandieh S. E.; Waani, Joice E.; Sendow, Theo K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghitung desain tebal perkerasan lentur, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah faktor kondisi lingkungan, dalam hal ini menyangkut iklim dan curah hujan. Pada beberapa tahun terakhir kita sering mendengar bahkan membahas tentang perubahan iklim atau yang dikenal dengan climate change. Menurut penelitian dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang dimuat dalam situsnya, salah satu dampak dari climate change adalah perubahan pola curah hujan dalam skala global. Hal ini menyebabkan terjadinya peralihan, dimana daerah yang awalnya memiliki tingkat curah hujan rendah akan mengalami perubahan tingkat curah hujan menjadi tinggi.Perhitungan desain tebal perkerasan lentur jalan baru dengan metode AASHTO 1972 mempertimbangkan faktor regional dalam hal ini iklim & curah hujan. Dimana untuk daerah iklim I dengan tingkat curah hujan < 900 mm/thn digunakan FR = 1 sedangkan daerah iklim II dengan tingkat curah hujan > 900 mm/thn digunakan FR = 1.5. Untuk perhitungan dengan metode AASHTO 1986 diperkenalkan konsep koefisien drainase untuk mengakomodasi kualitas sistem drainase yang dimiliki perkerasan jalan.Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data-data yang akan digunakan seperti CBR tanah dasar, beban lalu lintas, ZR, S0, ∆Psi, koefisien drainase, material lapis perkerasan, Mr , dll. Dimana data yang digunakan bersifat asumsi untuk menggambarkan beberapa kondisi dilapangan yang mungkin terjadi pada waktu yang akan datang. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa tebal total perkerasan menggunakan metode AASHTO 1972 untuk daerah iklim I, dengan variasi CBR tanah dasar dan variasi beban lalu lintas adalah berkisar 32 ~ 73.5 cm sedangkan untuk daerah iklim II, dengan variasi CBR tanah dasar dan variasi beban lalu lintas adalah berkisar 32.5 ~ 78 cm. Kemudian menggunakan metode AASHTO 1986, dengan variasi CBR tanah dasar dan variasi beban lalu lintas didapatkan tebal perkerasan total,untuk tipe Granular Roadbase – Structrual Surface adalah berkisar 33.5  ~ 60 cm sedangkan untuk tipe Cement Treated Base – Structrual Surface, adalah berkisar 28 ~ 55 cm.. Dari hasil analisa data maka didapatkan perbandingan tebal total perkerasan dengan variasi nilai CBR tanah dasar dan beban lalu lintas. Serta didapatkan model matematis yang dapat digunakan untuk memperkirakan tebal total dengan nilai CBR tanah dasar yang lain. Kata Kunci: curah hujan, CBR tanah dasar, tebal lapis perkerasan, AASHTO
KAJIAN UJI LABORATORIUM NILAI MODULUS ELASTISITAS BATA MERAH DALAM SUMBANGAN KEKAKUAN PADA STRUKTUR SEDERHANA Sehonanda, Olivia; Ointu, Bonny M. M.; Tamboto, Winny J.; Pandaleke, Ronny R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari segi struktur, rumah sederhana terdiri dari kolom praktis, balok, dan dinding bata. Namun fungsi dinding bata sebagai komponen non-struktural, mengakibatkan pengaruh kekuatan dan kekakuan dinding bata sering tidak diperhitungkan dalam perencanaan suatu bangunan. Pada kenyataannya dinding bata tersusun oleh material batu bata dan mortar yang memiliki nilai kekuatan dan kekakuan tertentu meskipun kualitas batu bata bervariasi tergantung kualitas bahan yang tersedia di suatu daerah, dan ketrampilan pengerjaannya. Hal ini dapat dilihat pada kenyataan dalam berbagai kasus gedung dengan pengaruh gempa, ternyata dinding bata ikut memikul beban lateral. Keretakan yang terjadi pada dinding bata menunjukkan terjadi transfer beban dari portal ke dinding bata.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besar nilai modulus elastisitas bata merah dari beberapa produsen dan pengaruhnya terhadap kekakuan struktur yang dimodelkan dalam perhitungan menggunakan program SAP 2000.Dari hasil penelitian didapat nilai modulus elastisitas untuk Liwas 7906,174 MPa, Taas 1 6037,412 MPa, dan untuk Taas 2 nilainya 5325,806 MPa. Dan kemudian diaplikasikan pada program SAP 2000 untuk melihat besar perpindahan antara struktur dengan dinding dan tanpa dinding.Kata kunci : bata merah, Modulus Elastisitas, perpindahan, SAP 2000
STUDI PEMERIKSAAN CEPAT PENERAPAN SNI DALAM RANGKA PENINGKATAN MANAJEMEN PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DI MANADO Mangare, Jantje B.; Sibi, Mochtar; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam rangka memajukan bidang teknik sipil di kota Manado maka dengan mampunya melakukan pendeteksian awal terhadap hasil akhir dari perencanaan struktur gedung di daerah ini maka diharapkan “tindakan pencegahan awal” untuk meminimalisir permasalahan-permasalahan yang dapat terjadi di kemudian hari. Hal-hal yang menyangkut kondisi geografis kota Manado yang rawan gempa, hasil akhir perencanaan struktur kebanyakan berbeda dengan hasil akhir pembangunannya, juga masih memungkinkannya kebelumjelasan SNI, masih minimnya sosialisasi SNI, dan masih sering terjadi kesalahan penerapan SNI, serta apakah dibutuhkan fungsi pengawasan untuk perencanaan struktur bangunan gedung berskala kecil, merupakan landasan untuk mendapatkan suatu solusi yang tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan-permasalahan ini, atau setidaknya meminimkan timbulnya permsalahan-permasalahan ini.Sistem rangka struktur adalah bagian dari bangunan yang merupakan struktur utama pendukung berat bangunan dan beban luar yang diaplikasikan. Rangka struktur ini terdiri dari kolom dan balok yang merupakan rangkaian yang dijadikan satu kesatuan yang kuat. Di dalam perencanaan rangka struktur ini maka SNI yang sering digunakan yakni, SNI 1726-2012, SNI 1727-2013, dan SNI 2847-2013.Untuk pelaksanaan penelitian ini maka hal-hal yang telah dipelajari, diselidiki dan didalami dari keseluruhan SNI yang akan dipakai terkait penelitian ini. Selanjutnya sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh peneliti, akan disusun suatu daftar untuk pemeriksaan cepat perencanaan struktur bangunan gedung, sesuai dengan sudut pandang dan engineering judgments dari peneliti. Hal-hal yang dimaksud yakni mengenai prarencana awal suatu struktur, penerapan pembebanan yang sesuai dengan fungsi bangunan yang akan dibangun, hasil-hasil respons dari suatu rangka struktur yang menjadi batasan tingkat keamanan struktur, serta hasil desain akhir. Keseluruhan hal-hal ini selanjutnya akan dicari korelasi dan korespondensinya sesuai dengan isi dari keseluruhan SNI yang akan ditinjau. Kata Kunci: Perencanaan, Struktur, Manajemen, Konstruksi, Gedung, SNI
ANALSIS EFISIENSI BIAYA BAHAN BANGUNAN ANTAR SUPPLIER DENGAN METODE DEMAND-SUPPLY Potalangi, Jessen; Sompie, Bonny F.; Sibi, Mochtar
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi seringkali didapati temuan dimana fakta biaya lebih besar dari rencana biaya. Pelaksana proyek harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, apakah pekerjaan bisa mencapai target atau malah mengalami penyimpangan. Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni dengan menghitung efisiensi biaya pelaksanaan proyek tersebut. Efisiensi biaya merupakan salah satu unsur utama dalam menentukan penghematan pelaksanaan suatu proyek. Material konstruksi meliputi seluruh bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bagian pekerjaan dalam satu kesatuan pekerjaan pada suatu proses konstruksi. Bahan/material bangunan biasanya disediakan oleh usaha-usaha penyedia bahan bangunan, baik usaha perorangan maupun badan usaha. Metode demand-supply digunakan pada setiap transaksi yang pasti terdapat suatu demand (kebutuhan), supply (ketersediaan), harga dan kuantitas  akan suatu barang/jasa yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. demand dan supply akan saling bertemu dan akan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas. Metode Demand-Supply dilakukan terhadap kebutuhan bahan/material pasir, kerikil, semen dan besi (ϕ8, ϕ10, ϕ16) di proyek tiga lantai Ruko Kawan Baru Bethesda di jalan bethesda No.20 Manado. sedangkan harga satuan dan stok bahan diambil data terhadap masing-masing supplier material di kota Manado & sekitarnya. Untuk menunjukan penggunaan metode ini perencanaan biaya efektif pada proses pendistribusian bahan diaplikasikan pada perbandingan harga supplier material. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan maka didapat beberapa kesimpulan, yaitu dari hasil 3 perbandingan data harga dari tiap-tiap bahan sehingga supplier yang bisa dapat mengefisiensikan harga bahan dengan pengaplikasian metode ini adalah sebagai berikut : Pasir oleh Material Stadion sebesar Rp. 61.686.850, Kerikil oleh PT. Cahya Gelora sebesar Rp. 62.722.800, Semen PT. Duta Logam Jaya sebesar Rp. 219.952.150, Besi oleh PT. Awijaya Kombos Indah sebesar  Rp. 1.714.500 untuk  besi ϕ8 mm, Rp. 111.191.250 untuk besi ϕ10 mm, & Rp. 91.292.500 untuk besi ϕ16 mm. Kata Kunci : Efisiensi, Supplier, Material, Demand, Supply.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue