cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DI BAGIAN TIKUNGAN SUNGAI TALAWAAN BAJO KABUPATEN MINAHASA UTARA Kapoh, Sharon Beatrix; Halim, Fuad; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Talawaan Bajo terletak di Kabupaten Minahasa Utara yang bermuara di Pantai Talawaan Bajo. Pada saat ini terjadi proses sedimentasi di sungai tersebut yang diakibatkan oleh banyaknya sedimen yang terbawa oleh aliran. Proses sedimentasi ini dapat mengakibatkan terjadinya perubahan ketinggian dasar sungai yang tentunya dapat mengurangi kapasitas tampungan sungai tersebut dan lama kelamaan akan mengakibatkan terjadinya banjir yang dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai. Oleh karena itu untuk menanggulangi masalah tersebut, diperlukan analisis mengenai besarnya angkutan sedimen di daerah ini.Pada penelitian ini dilakukan pengukuran langsung di sungai untuk mendapatkan data morfologi sungai dan sampel sedimen pada dasar sungai. Sampel sedimen kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendapatkan ukuran diameter butiran (, , )  dan berat jenis sedimen. Dalam analisis juga digunakan nilai hasil analisis debit banjir. Data- data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan rumus empiris yaitu Van Rijn dan Einstein.Dari hasil perhitungan angkutan sedimen dasar di bagian tikungan sungai menunjukkan bahwa nilai angkutan sedimen dasar di bagian tikungan luar lebih besar dibandingkan dengan nilai angkutan sedimen dasar di bagian tikungan dalam dan tengah sungai. Kata kunci: Sedimen dasar, Sedimentasi, Tikungan Sungai, Sungai Talawaan Bajo.
PENGARUH ANGKUTAN ONLINE TERHADAP PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PUBLIK DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: TRAYEK MALALAYANG - PUSAT KOTA) Laloma, Adinda; Rompis, Semuel Y. R.; Longdong, Jefferson
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi yang handal, aman dan nyaman merupakan beberapa alasan responden memilih moda transportasi yang akan digunakan dalam mencapai tempat tujuan. Hal inilah yang menjadi akar permasalahan transportasi di Kota Manado khususnya pada Trayek Malalayang-Pusat Kota dimana moda taxi online cenderung lebih diminati, dilihat dari segi kualitas pelayanan, aksesibilitas keterjangkauan dan waktu. Dampaknya penumpang yang menggunakan moda mikrolet beralih ke moda taxi online.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dalam pemilihan moda. Penelitian ini menggunakan metode Stated Preference, kemudian diolah dengan analisa statistik binomial logit.Survei dilaksanakan dengan penyebaran kuesioner kepada 310 responden berisi karakteristik pelaku perjalanan, meliputi kondisi sosio-ekonomi, dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih jarak jalan kaki, selisih waktu tunggu, selisih waktu tempuh dan selisih waktu jalan kaki antara moda mikrolet dan taxi online.Hasil survey dikumpulkan dan kemudian dilakukan analisa regresi linear dan pemodelan dilakukan dengan menggunakan model binomial logit sehingga didapat variabel-variabel yang mempengaruhi pemilihan moda diantaranya jika selisih waktu tempuh kurang dari 20 menit probabilitas pelaku perjalanan memilih angkutan kota lebih besar 50%, selisih jarak jalan kaki kurang dari 24 meter probabilitas pelaku perjalanan memilih angkutan kota lebih besar 50%, selisih biaya perjalanan jika harga taxi online di naikan menjadi Rp.50.000 maka probabilitas pelaku perjalanan memilih angkutan kota adalah 20,82%, selisih waktu tunggu jika kurang dari 1 menit probabilitas pelaku perjalanan memilih angkutan kota adalah lebih besar 50% dan selisih jarak jalan kaki jika kurang dari 3 menit probabilitas memilih angkutan kota adalah lebih besar 50%. Persamaan  utilitas diperoleh : Y= 0.522017 - 3.66226*  + 0.2094233X₂ + 0.020204  + 0.142912 + 0.370036  Hasil dari regresi yang diperoleh, telah memenuhi syarat, sehingga seluruh variabel bebas bersama–sama berpengaruh terhadap variabel terikat. Kata Kunci : Binomial Logit, Pemilihan Moda,  Stated Preference.
ANALISIS SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RANOMERUT KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA Mongisidi, Janice Gayle; Supit, Cindy J.; Mangangka, Isri R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penyediaan air bersih di Desa Ranomerut Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa belum tersedia sehingga masyarakat kesulitan mendapat air bersih. Sistem pengalirannya hanya dibuat menggunakan selang oleh penduduk sekitar, sehingga proses pendistribusian air bersih tidak merata.Sistem penyediaan air bersih di Desa Ranomerut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2027. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun rencana dilakukan menggunakan analisis regresi untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih. hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Ranomerut hingga tahun rencana 2027 adalah 1565 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,3117 liter/detik, dan kebutuhan air jam puncak sebesar 1,574 liter/detik. Dalam perencanaan ini sumber air berasal dari mata air lereng gunung Tokani Idung dengan debit sesaat sebesar ± 1,705 liter/detik, lebih besar dari debit kebutuhan air. Dengan demikian kebutuhan air di Desa Ranomerut dapat terpenuhi. Pipa transmisi dan pipa distribusi dihitung secara manual menggunakan rumus Hazen-Williams, dan didapat ukuran pipa HDPE masing-masing 2 inch. Air bersih didistribusikan ke penduduk secara gravitasi melalui 16 buah Kran Umum.  Kata Kunci: Desa Ranomerut, Sistem Penyediaan, Kebutuhan Air
KAJIAN TARIF ANGKUTAN UMUM PENUMPANG DI PULAU KARAKELANG Gareda, Dona; Pandey, Sisca V.; Palenewen, Steve Ch. N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan Umum adalah salah satu moda transportasi yang menghubungkan kawasan yang satu dengan yang lain. Hal ini menjadikan angkutan umum urat nadi dalam suatu pembangunan daerah. Angkutan umum yang terintegrasi, aman, nyaman dan murah menjadi primadona masyarakat yang menggunakannya. Pemerintah sebagai regulator dituntut untuk bisa menghadirkan jasa angkutan yang aman, nyaman dan murah. Masyarakat di Pulau Karakelang mengenal angkutan umum dengan sebutan angkutan desa. Angkutan desa sangat membantu masyarakat dalam melakukan perjalanan, baik internal maupun eksternal kota yang berada di Pulau Karakelang.Jenis angkutan desa sebagai sarana tranpostasi meliputi kendaraan  Bus, mini Bus (Xenia, Avanza, Gran Max) dan pick up (Mitsubshi L300). Adanya Mitsubshi L300 sebagai angkutan pedesaan atau yang disebut di Talaud mobil Pato-Pato sangat membantu masyarakat dalam melakukan perjalanan ke kota kecamatan, barang bisa dimuat bersama penumpang sehingga dianggap sangat praktis dan biaya tarif juga lebih murah.Penentuan besaran tarif angkutan umum oleh dinas terkait menjadi titik vital agar pengguna angkutan tidak merasa dirugikan dan pemilik angkutan umum tidak merugi. Metode Forum Studi Transportasi Perguruan Tinggi (FSTPT) dan Metode Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) merupakan metode untuk menganalisa besaran Biaya Operasi Kendaraan (BOK) yang meliputi beberapa komponen biaya antara lain biaya bahan bakar, oli dan suku cadang yang harus dikeluarkan oleh pemilik angkutan dan bisa menentukan besaran tarif yang sesuai.Penelitian ini mengkaji tarif angkutan umum penumpang yang beroperasi di Pulau Karakelang dengan metode DLLAJ dan FSTPT. Saat ini tarif yang berlaku untuk angkutan umum penumpang di Pulau Karakelang dipengaruhi oleh jarak tempuhnya. Tarif yang diberlakukan saat ini untuk  Essang-Beo Rp. 39.700; Pulutan-Beo Rp. 21.700;dan trayek Rainis-Beo Rp. 12.500. Analisa tarif dengan metode FSTPT didapat rata-rata untuk trayek Essang-Beo Rp. 25.773; Pulutan-Beo Rp 21.188; dan trayek Rainis-Beo Rp. 6.568. Sedang dari analisa tarif dengan metode DLLAJ didapat rata-rata untuk trayek Essang-Beo Rp. 37.917; Pulutan-Beo Rp. 20.157; dan trayek Rainis-Beo Rp. 7.930. Selisih tarif eksisting dengan Metode FSTPT trayek Essang-Beo Rp. 13.927; trayek Pulutan-Beo Rp. 512; dan trayek Rainis-Beo Rp. 5.932. Sedang selisih tarif eksisting dengan Metode DLLAJ trayek Essang-Beo Rp. 1.783; trayek Pulutan-Beo Rp. 1.534; dan trayek Rainis-Beo Rp. 4.570. Tarif menurut SK Bupati no 37 tahun 2014 sama dengan tarif Metode DLLAJ karena memperhitungkan biaya yang berkaitan langsung dengan kendaraan,Dari hasil penelitian didapat bahwa tarif yang berlaku di Pulau Karakelang sudah sesuai dengan metode DLLAJ dan FSTPT untuk angkutan umum penumpang. Kata Kunci: Pulau Karakelang, tarif, angkutan umum, moda transportasi, trayek
PENGENDALIAN BIAYA BAHAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISA VARIAN (STUDI KASUS: PROYEK STIE INA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA AMAHAI, MASOHI, MALUKU TENGAH) Tuange, Mario Bonifasius; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya setiap proyek tidak lepas dari komponen waktu, biaya dan mutu. Dimana setiap komponen itu memiliki keterikatan satu dengan yang lainnya. Dalam suatu proyek juga pada dasarnya banyak di temukan adanya penyimpangan dalam hal pembiayaan yaitu pembengkakan biaya karena, penyimpangan waktu yaitu waktu pelaksanaan tidak sesuai dengan jadwal. Masalah yang paling pokok dalam suatu proyek adalah biaya bahan. Karena pada dasarya sebagian besar pengeluaran pada suatu proyek adalah untuk bahan. Metode yang digunakan dalam suatu pengendalian adalah metode Analisa Varian. Pengendalian bertujuan untuk dapat mengetahui total biaya perencanaan dan biaya pelaksanaan. Metode ini menyangkut dua macam biaya yaitu biaya standar dan biaya aktual. Metode analisa varians adalah membandingkan penggunaan sumber daya dengan anggaran, misalnya data-data laporan pelaksanaan pekerjaan pada kurun waktu tertentu dianalisis kemudian di bandingkan dengan anggaran dan jadwal yang telah di tentukan. Metode analisa varian juga dapat di gunakan untuk melacak dan mengkaji dimana dan kapan terjadi varian yang paling dominan kemudian menganalisis penyebabnya untuk di adakan koreksi dan juga bisa digunakan untuk memantau kemajuan proyek. Penerapan metode Analisa Varian ini hanya pada pekerjaan struktur gedung pimpinan pada proyek STIE INA Universitas Kristen Petra, Amahai, Masohi, Maluku Tengah dari minggu ke 10 sampe minggu ke 26. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan metode Analisa Varian di peroleh total biaya bahan/material pada perencanaan adalah sebesar Rp 379,790,337.03 dan biaya bahan/material pada pelaksanaan di lapangan adalah sebesar Rp 335,006,618.36 dengan variannya adalah sebesar Rp 44,783,719. Dan ini menunjukan variannya bersifat (+) positif karena biaya standar lebih besar dari biaya aktual. Kata kunci : Biaya Standar, Biaya Aktual, Pengendalian, Analisa Varian
DAMPAK FASILITAS PARKIR DI BADAN JALAN TERHADAP KINERJA JALAN (STUDI KASUS: JALAN SATSUIT TUBUN) Adam, Fadel; Rompis, Semuel Y. R.; Palenewen, Steve Ch. N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan volume lalu lintas akan menyebabkan berubahnya perilaku lalu lintas pada suatu ruas jalan. Jalan Satsuit Tubun merupakan jalan lokal primer di kota Manado yang memiliki volume kendaraan yang cukup tinggi setiap hari. Dimana ruas jalan ini tidak pernah sepi dari kendaraan yang setiap harinya beroperasi. Ruas jalan Satsuit Tubun juga terdapat parkir yang berada pada badan jalan (parking on street) yang mengakibatkan kapasitas jalan berubah sehingga kinerja jalan juga berubah.Tujuan penelitian ini adalah mencari kapasitas ruas jalan akibat penggunaan badan jalan sebagai lahan parkir dengan menggunakan model hubungan matematis antara Volume, Kecepatan dan Kepadatan dan mendapatkan tingkat pelayanan/kinerja jalan akibat lokasi penelitian dengan adanya parking on street.Kapasitas didapatkan dengan menggunakan Model Linear Greenshields, Model Logaritmik Greenberg dan Model Eksponensial Underwood yang mempunyai koefisien regresi terbesar sedangkan derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan dari ruas jalan tersebut dengan menggunakan pedoman MKJI’1997.Kapasitas ruas Jalan Satsuit Tubun akibat adanya parkir dipinggir jalan berdasarkan model linear Greenshields didapatkan hasil sebesar 1989 smp/jam, berbeda dengan tanpa adanya parkir di pinggir jalan didapatkan hasil sebesar 2517 smp/jam. Membuat kapasitas ruas jalan menurun sebesar 21% sehingga mengurangi nilai dari kapasitas jalan. Tingkat pelayanan secara keseluruhan untuk ruas Jalan Satsuit Tubun dengan adanya parkir adalah Level          of Service F yang berarti terjadi kemacetan, kecepatan rendah, arus kedatangan melebihi kapasitas, antrian panjang dan terjadi hambatan-hambatan yang besar. Dibandingkan tanpa adanya parkir kinerja jalan menjadi Level of Service C yang berarti arus stabil, kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan, nilai derajat kejenuhan masih dapat ditolerir < 0,77.Kata Kunci: Parkir di Badan Jalan, Tingkat Pelayanan, Kapasitas
PENGARUH MODULUS KEHALUSAN AGREGAT TERHADAP PENENTUAN KADAR ASPAL PADA CAMPURAN JENIS AC-WC Besouw, Gabrielia Venisia; Manoppo, Mecky R. E.; Palenewen, Steve Ch. N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modulus Kehalusan (Fineness Modulus) butir agregat didefinisikan sebagai jumlah persen kumulatif dari butir-butir agregat yang tertinggal diatas suatu set ayakan dan kemudian dibagi dengan seratus, oleh karena itu Fineness Modulus menggambarkan distribusi besaran atau jumlah presentase butiran baik agregat halus maupun agregat kasar. Semakin besar Modulus Kehalusan maka semakin kecil luas permukaan agregat yang perlu diselimuti aspal, sehingga Modulus Kehalusan menentukkan besarnya aspal yang dibutuhkan dalam suatu campuran yang pada akhirnya akan mempengaruhi kekuatan campuranPada penelitian ini telah dilakukan percobaan dilaboratorium dengan menggunakan Fineness Modulus sebagai salah satu faktor penentu kadar aspal dan juga untuk melihat pengaruh kondisi gradasi menerus dengan Fineness Modulus. Dalam perencanaan ini akan dibuat tiga variasi gradasi untuk melihat pengaruh Modulus Kehalusan dari masing-masing gradasi.Metode pelaksanaan yang digunakan untuk melihat pengaruh Fineness Modulus sebagai penentuan kadar aspal pada campuran jenis AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) yaitu akan diperiksa berdasarkan gradasi yang ada kemudian akan dihitung nilai FM-nya setelah itu akan dibuat campuran dan dievaluasi dengan Kriteria Marshall dari masing-masing gradasi. Setelah itu akan diambil sampel hasil perancangan dari masing-masing gradasi untuk pemeriksaan Marshall guna mendapatkan hasil kadar aspal terbaik yang akan dihubungkan dengan nilai Fineness Modulus.Hasil Uji Marshall dari ke 3 gradasi dengan campuran AC-WC masuk dalam spesifikasi umum bidang jalan dan jembatan, divisi VI Revisi III Perkerasan beraspal, Dep. PU, Edisi 2010. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut, nilai Fineness Modulus 5,01 dengan kadar aspal terbaik 7,2% untuk gradasi batas atas, FM 5,44 dengan kadar aspal terbaik 6,8% untuk gradasi batas tengah dan FM 5,63 dengan kadar aspal terbaik 6,4% untuk gradasi batas bawah. Adapun data-data hubungan FM dengan kriteria Marshall untuk nilai Stability didapatkan grafik yang berfluktuasi sesuai dengan batas-batas kriteria Marshall berdasarkan spesifikasi, untuk Kriteria Marshall: Flow, VMA, VFB dan Ratio Filler diperoleh hasil semakin besar Fineness Moduus maka semakin kecil hasil kriteria Marshall tersebut. Dan untuk kriteria Marshall: Density dan VIM diperoleh hasil semakin besar Fineness Modulus maka semakin besar hasil kriteria Marshall tersebut. Dapat disimpulkan penggunaan Modulus Kehalusan pada penentuan kadar aspal mempunyai pengaruh yakni semakin besar Modulus Kehalusan maka semakin kecil kadar aspal yang diperlukan sehingga Modulus Kehalusan dapat digunakan sebagai penentuan kadar aspal campuran AC-WC. Dan disarankan untuk pelaksanaan pembuatan konstruksi jalan menggunakan nilai Modulus Kehalusan yang besar sehingga kadar aspal yang akan digunakan sedikit akan tetapi tetap masuk dalam spesifikasi yang telah ditentukan. Kata kunci: Aspal, Agregat, Modulus Kehalusan, Marshall, AC-WC
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI KALAWING DI KELURAHAN MALENDENG KOTA MANADO Tulandi, Andre Felix; Hendratta, Liany A.; Sumarauw, Jeffry S. F.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kalawing adalah salah satu sungai di Kota Manado yang sering meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewati. Luapan air dari sungai Kalawing menimbulkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai maupun pengguna jalan raya. Oleh karena itu dalam mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak, dibutuhkan data debit banjir dan tinggi muka air untuk penyesuaian penampang sungai Kalawing.Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Tikala-Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2017. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukan nilai 0,715. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan untuk penampang STA 0+0 masih mampu menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, dan 25 tahun. Selain itu semua penampang Sungai Kalawing yang ditinjau sudah tidak mampu menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci : Sungai Kalawing, Debit Banjir, Elevasi Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RA
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON YANG MENGGUNAKAN AGREGAT LOKAL DENGAN PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI DAN BATU APUNG SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Rajak, Febriany Safitri Abd.; Dapas, Servie O.; Sumajouw, Marthin D. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton sebagai material pada struktur bangunan semakin meningkat. Gas emisi karbondioksida (CO2) dihasilkan saat proses pembuatan semen yang menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Guna meminimalkan penggunaan semen portland dalam konstruksi sederhana dan memaksimalkan penggunaan limbah dari material alam, maka pemakaian semen jenis lain perlu dicoba. Abu sekam padi dan batu apung adalah contoh limbah yang mengandung oksida silika sebagai bahan utama penyusunnya, hal tersebut memberikan sifat pozzolanik sehingga dapat dimanfaatkan sebagi bahan substitusi parsial pada semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi dan batu apung sebagai pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan beton. Metode ACI 211.1-91 digunakan untuk menghitung komposisi campuran beton. Pengujian kuat tekan beton dengan benda uji berbentuk silinder berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Pengujian dilakukan pada umur 14 hari dan 28 hari, dengan variasi sampel benda uji ASP, ASPBA1, ASPBA2,  ASPBA3,ASPBA4, dan ASPBA5.Hasil penelitian beton dengan substitusi parsial semen menunjukan bahwa kuat tekan yang paling optimum terdapat pada beton dengan substitusi parsial abu sekam padi 10%, dengan hasil 19,46 MPa pada umur 14 hari dan 23,44 MPa pada umur 28 hari. Kuat tekan beton mengalami peningkatan dengan presentase sebesar 20,45%. Kata Kunci: Pozzolan, Abu Sekam Padi, Batu Apung, Kuat Tekan
ANALISIS PENGHUBUNG GESER BALOK KOMPOSIT PRACETAK DENGAN PLAT BETON Sumampouw, Franco Michael; Wallah, Steenie E.; Ointu, Bonny M. M.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur beton pracetak banyak digunakan karena dapat dikerjakan dengan cepat, tepat dan efisien namun masih diperlukan komponen beton cast in situ contohnya plat sehingga balok dan plat harus disambungkan dengan penghubung geser agar struktur menjadi struktur komposit. Pada struktur komposit terdapat gaya geser horizontal yang timbul selama pembebanan. Penggunaan elemen komposit harus memiliki tahanan terhadap geser yang cukup pada bidang singgung agar tidak terjadi slip antara balok dan plat beton. Mekanisme transfer tegangan geser antara beton dipengaruhi oleh kekasaran dari permukaan, tahanan tekan dari beton dengan mutu yang lebih rendah, serta jumlah penghubung geser (shear connector). Analisis yang digunakan didasarkan pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung menurut SNI 2847-2013. Balok Komposit beton pracetak dan plat beton dimodelkan dalam balok dengan perletakan jepit-jepit dengan panjang bentang 4 meter dan plat selebar balok dengan penghubung geser (shear connector) berupa takikan dari balok beton dengan variasi bentuk, tinggi dan lebar. Tahapan analisis data menggunakan bantuan perangkat lunak Structure Analysis Program (SAP2000).  Hasil analisis memperlihatkan bahwa penghubung geser (shear connector) memberikan pengaruh terhadap elemen balok, dalam menahan gaya geser yang terjadi antara balok pracetak dan plat beton. Penghubung geser yang ditakikan pada plat dengan bentuk yang berbeda walaupun memiliki luas penghubung geser dan jumlah penghubung geser yang sama akan menghasilkan tegangan yang berbeda. Penghubung geser pada balok komposit pracetak dan plat beton dengan bentuk persegi panjang merupakan penghubung geser yang paling efisien dilihat dari tegangan-tegangan dan lendutan yang dihasilkan.  Kata kunci: balok komposit, penghubung geser (shear connector), beton pracetak

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue