cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Edukasia Islamika
ISSN : 2548723X     EISSN : 25485822     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edukasia Islamika (JEI) ISSN Print: 2548-723X; Online: 2548-5822 (Berdasarkan SK No. 0005.25485822/JI.3.1/SK.ISSN/2016.12 - 13 Desember 2016) adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan. Jurnal ini berisi kajian tentang isu-isu aktual dan kontemporer yang berkaitan dengan wacana ilmu pendidikan Islam baik di tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi. Jurnal Edukasia Islamika (JEI) merupakan kelanjutan dan pengganti nama dari Jurnal Forum Tarbiyah STAIN Pekalongan.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Pola Pendidikan Karakter di Kalangan Keluarga Nelayan Abdul Khobir
Edukasia Islamika Volume 4, Number 1 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i1.2254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di kalangan keluarga nelayan dusun Jambean desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, untuk mendeskripsikan pola pendidikan karakter di Kalangan Keluarga Nelayan Dusun Jambean desa Pecakaran kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pola Pendidikan karakter di Kalangan Keluarga Nelayan dusun Jambean desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan? Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan; metode wawancara, metode observasi, dan metode dokumentasi. Sementara teknik analisis datanya menggunakan analisis data kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Implementasi pendidikan karakter di kalangan keluarga nelayan dusun Jambean bisa dilihat dari beberapa aspek antara lain: dari aspek pengertian pendidikan karakter, tujuan pendidikan karakter, materi pendidikan karakter dan metode pendidikan karakter. Kedua, pola pendidikan karakter yang diberikan oleh orang tua di kalangan keluarga nelayan dusun Jambean antara lain: mendidik dengan kesabaran, mendidik dengan kasih sayang, mendidik dengan penelantar, mendidik dengan pola otoriter dan mendidik dengan pola demokrasi, dan Ketiga, faktor–faktor yang mempengaruhi pola pendidikan karakter di kalangan keluarga nelayan dusun Jambean desa Pecakaran Kecamatan Wonoerto Kabupaten Pekalongan meliputi dua faktor, yaitu pertama, faktor pendukung meliputi: faktor pembiasaan dan teladan, faktor lingkungan sekitar, faktor pembiasaan, serta faktor kesadaran dan kedua, faktor penghambat meliputi; faktor lingkungan, faktor kurangnya perhatian orang tua, faktor pendidikan dan agama orang tua.
Strategi Guru PAI dalam Pembelajaran Hadits di SMAN 1 Teladan Yogyakarta Sri Anugrah Indriani
Edukasia Islamika Volume 4, Number 1 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i1.2255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problem solving dalam meningkatkan pemahaman belajar hadits bagi peserta didik di SMAN 1 Teladan Yogyakarta. Penelitian ini penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktek pembelajaran hadits di SMAN 1 Teladan Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan observasi untuk mendapatkan data yang valid dari narasumber. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran hadits di SMAN 1 Teladan Yogyakarta dimulai dengan pembacaan hadits bagi kelas X, kemudian menghafalkan hadits bagi peserta didik kelas XI dan teruntuk kelas XII diberikan tugas berupa penyampaian kultum sebelum memulai pembelajaran PAI. Selain itu, ada faktor yang mempengaruhi pemahaman peserta didik dalam hal ini adalah dari pihak guru dan juga dari peserta didik selaku teman sebaya. Dan juga, tentu ada problem solving atau strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam mengatasi permasalahan yang ada terkait dengan pemberian tugas ini, yaitu dengan melalui pembuatan list materi dan kegiatan untuk mentkahrij hadits.
Pembelajaran PAI bagi Anak Autis Berwawasan Teknologi Pendidikan Guntur Cahyono
Edukasia Islamika Volume 4, Number 1 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i1.2260

Abstract

Penelitian ini ingin menunjukkan proses pembelajaran bagi anak autis materi Pendidikan Agama Islam (PAI). PAI adalah mata pelajaran wajib disetiap jenjang pendidikan termasuk anak berkebuthan khusus dan didalamnya adalah anak autis. Autis adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau berkomunikasi yang normal dengan orang lain. Untuk memudahkan pembelajaran bagi anak autis dibutuhkan perangkat teknologi berbasis visual supaya bisa diulag-ulang oleh guru maupun murid. Perangkat teknologi berbasis visual memberikan gambaran nyata terhadap yang dilihat sehingga berfungsi sebagai demostrasi.
Mengatasi Keragaman Gaya Belajar Pada Pendidikan Tinggi dan Vokasi Melalui Pengembangan E-learning Adaptive Hypermedia System Berbasis Moodle Toni Setiawan
Edukasia Islamika Volume 4, Number 1 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i1.2261

Abstract

Keragaman gaya belajar muncul ketika input pada pendidikan tinggi dan khususnya pendidikan vokasi berasal dari berbagai sumber, antara lain SMA (Sekolah Menengah Atas) atau MA (Madrasah Aliyah) dan dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) atau MAK (Madrasah Aliyah Kejuruan), sehingga mahasiswa mempunyai gaya belajar yang beragam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (Reseach and Development). Prosedur pengembangan yang peneliti lakukan meliputi: 1) melakukan analisis kebutuhan produk yang akan dikembangkan berdasarkan potensi dan masalah seputar media adpaptive hypermedia berbasis moodle, 2) melakukan studi literatur dan pengumpulan informasi melalui observasi, 3) membuat desain atau rancangan produk awal, 4) validasi ahli oleh ahli, 5) revisi desain produk, 6) melakukan rancang bangun media, 7) melakukan uji coba fungsional 8) revisi produk tahap pertama, 9) uji coba pengguna atau ujicoba pemakaian media, 10) revisi produk tahap kedua, dan 11) implementasi produk akhir. Target luaran dari penelitian ini ialah sebuah e-learning adaptive hypermedia berbasis moodle yang layak digunakan pada pendidikan vokasi khususnya pada jenjang perguruan tinggi. Hasil dari penelitian ini berupa e-learning adaptive hypermedia yang dapat diakses melalui link http://www.evodu.net/. Media tersebut berbasis moodle dan dapat diakses dengan jaringan internet. E-learning adaptive hypermedia dirancang khsusus untuk mahasiswa pada pendidikan tinggi dan vokasi dengan gaya belajar yang beragam karena latar belakang yang berbeda
Moral Education of Children Streets In PPAP Seroja Surakarta Badrus Zaman
Edukasia Islamika Volume 4, Number 1 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i1.2263

Abstract

The research objectives to be achieved are: To find out the concept of moral education given by the PPAP Seroja institution to street children in Surakarta, what factors influence the difficulty of applying moral education in PPAP Seroja Surakarta, and the level of moral development of street children after being provided with moral education at the PPAP Seroja Surakarta institution. This type of research is a descriptive qualitative study conducted at PPAP Seroja Surakarta in 2019, data collected through the method of observation, documentation, and interviews. The analysis was conducted using interactive analysis with three components namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The conclusions of the study are as follows: Moral education in street children at PPAP Seroja Surakarta, which involves fostering good moral attitudes and behavior or good character and is expected to help in the moral development of street children in forming character, good character of citizenship, who has good morals. Factors that influence the difficulty of implementing moral education in PPAP Seroja Surakarta are street children who do not have the awareness to attend moral education, lack of competency, less supportive infrastructure, and family environment that tends to be passive and far from moral values. The level of moral development of street children after being provided with moral education at PPAP Seroja Surakarta is at the conventional level, namely at level III (orientation to the group of "sweet children" or "good children") and level IV (law and order orientation).
Manajemen Pembelajaran Mapel Rumpun PAI Berbasis Scientific Approach di MIN Se-EksKarasidenan Pekalongan Zaenal Mustakim
Edukasia Islamika Volume 4, Number 1 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i1.2266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, mengetahui salah satu fungsi manajemen yaitu implementasi pembelajaran mapel rumpun PAI berbasis scientific approach di MIN se-Eks Karasidenan Pekalongan; kedua,mengetahui kendala atau hambatan yang dialami guru dalam melaksanakan pendekatan ilmiah pada proses pembelajaran mapel rumun PAI di MIN se-Eks Karasidenan Pekalongan; dan ketiga, mengetahui respon peserta didik setelah proses pembelajaran mapel rumpun PAI di MIN se-Eks Karasidenan Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan field research yang berusaha menelusuri salah satu fungsi manajemen yaitu implementasi pembelajaran mapel rumpun PAI berbasis scientific approach di MIN se-ekskarasidenan Pekalongan, dalam hal ini melingkupi MIN yang ada di kabupaten/kota di wilayah eks-karasidenan Pekalongan, yaitu Tegal, Pemalang, Pekalongan dan Batang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan berbagai macam tehnik sebagai berikut : teknik wawancara, teknik observasi, teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) implementasi pembelajaran mapel rumpun PAI berbasis scientific approach di MIN se-eksKarasidenan Pekalongan secara umum telah berjalan dengan baik, penuh motivasi, kreatif dan inovatif serta sistematis sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran menggunakan rumusan 5 M; (2) Kendala yang dialami oleh para guru mapel rumpun PAI di MIN se-ekskarasidenan Pekalongan dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis scientific approach bersumber paling tidak pada tiga hal: pertama, terdapat pada aspek pribadi peserta didik sendiri, kedua, terdapat pada aspek kompetensi guru, ketiga, terdapat pada aspek ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran; (3) respon yang ditunjukkan peserta didik setelah proses pembelajaran mapel rumpun PAI dengan pendekatan saintifik ini adalah peserta didik menjadi lebih aktif dan komunikatif, proses pembelajaran menjadi lebih dialogis dan peserta didik menjadi lebih kritis, memiliki semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Waqf-Based Pesantren’s Strategy In Developing of Human Capital and Entrepreneurship Education Alfarid Fedro; Syamsuri Syamsuri; Syamsuddin Arif; Vina Fithriana Wibisono
Edukasia Islamika Volume 4, Number 2 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i2.2293

Abstract

This study aims to study the management of waqf-based Pesantren’s strategy namelyPondok Modern Darussalam DarussalamGontor (PMDG) in developing human capital and entrepreneurship education for educational independence, as for this research related to the management of waqf. This research using qualitative descriptive methods and data obtained through triangulation techniques. As a result, waqf-based pesantren strategies in developing educational independence through community-based education (Kiai, teachers, santri, and society) make the harmony of pesantrenlife with all its totality a medium of learning and education combined with a culture of values ​​and philosophy, leadership and strengthening of modern systems management to product people who embedded 3 intelligences; iman (in faith), ilmu (in knowledge), and amal (in deed) those are supported by the management and development of waqf as an instrument for developing human capital and entrepreneurial education. The implication of this research is to make the management of waqf in waqf-based educational institutions as an instrument to develop and improve the accountability of waqf management to stakeholders.
Kurikulum Pendidikan Masa Penjajahan Jepang Di Sambas Aslan Aslan
Edukasia Islamika Volume 4, Number 2 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i2.2295

Abstract

Since Indonesia was colonized by the Dutch and Japanese, the development of Islamic educational institutions has shifted. During the Dutch period educational discrimination occurred, while in Japan the discrimination was abolished. However, everything colonialism that occurred in Indonesia caused deep wounds. This study aims to (1) describe the Japanese policy system towards Indonesia; and (2) describe the Japanese policy system for the Sambas people. The study was conducted with a literature study and to answer the focus of the study the analysis of the literature both books, national and international journals and other literature were considered supportive to answer the problem. The results of the study revealed; (1) Japan's policy system in Indonesia carries the vision of Nipponization taught in all fields, including in terms of education. Japan's aim is to be the leader of Greater Asia by influencing Indonesian society with an education system implemented by Japan. (2) the policy system in Sambas, Japan is more open to the Sambas people, because the key weakness of Sambas is religion. Japan is more open to opening Islamic organizations to get support as leaders of Greater Asia. In order for the mission of Japan to succeed, the educational institution eliminates discrimination by no longer looking at differences, which is the mission to instill the contents of Nipponization.
Estimasi G-Study dalam Pengembangan Instrumen Penilaian Tahsinul Qur’an Irfa Ma’alina Li’illiyyina Li’illiyyina
Edukasia Islamika Volume 4, Number 2 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i2.2296

Abstract

This paper focuses on performance tests (performance tests) in the assessment of the Tahsin al-Qur'an certification exam using one rater in each assistance group. The assessment process that involves a rater on a performance test (performance test) has a great chance of giving birth to inconsistencies in giving rater assessments to different individuals with the same ability. This paper tries to solve this problem by developing instruments for two or more rater. This compilation process uses a quantitative analysis with generalizability theory approach and uses the help of the EduG version 6.1 program. This study shows that the examination of the tahsinul quran assessment instrument is said to be valid with aiken index value> 0.67 on each indicator. The reliability test on this instrument shows the reliability coefficient value> 0.80 for both limited and large sample trials. Based on these things, the assessment instrument of tahsinul quran can be said to be valid and reliable to measure the tahsin al-quran, and can minimize the subjectivity of the rater in making an assessment.
Pragmatisme Instrumental Dalam Sketsa Pendidikan Islam Di Indonesia Hendro Widodo
Edukasia Islamika Volume 4, Number 2 2019, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v4i2.2297

Abstract

This article aims to provide a theoretical and practical picture of sketches of Islamic education in Indonesia in an instrumental pragmatism paradigm. The style of Islamic education in Indonesia is implemented in a Pragmatic-Instrumental pattern, which is seen in the practical application of the learning process in formal educational institutions, both from the educational objectives to be achieved, the concept of the teacher and the method of learning. Pragmatism-style education has placed humans as the measure of everything. Education is not only intended to gain knowledge but also to gain expertise. This gives an equal portion of what will be achieved in the affairs of the world and the hereafter. The concept of the balance of the hereafter is relevant to national education goals that the purpose of national education is the development of the potential of students to become human beings who believe in and fear God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and become democratic citizens. and responsible. Therefore, education becomes an instrument to develop all aspects of human potential.