cover
Contact Name
Rachmad Rizal Yulianto
Contact Email
rahmatrizalyulianto1990@gmail.com
Phone
+6285791298048
Journal Mail Official
jurnal.alwijdan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari No.2, Dawuhan, Jatirejoyoso, Kec. Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65163
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies
ISSN : 25412051     EISSN : 25413961     DOI : 10.58788
AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies is a scientific journal of Islamic education that contains the results of research by experts in the field of Islamic education from various perspectives, including: Islamic Education Management Islamic Education and Peace Character building Islamic Education Innovation Educational Technology and Islamic Education Curriculum Islamic Education for Elementary, Middle, and Higher Levels Islamic Education Literacy, and Other Islamic Studies
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018" : 8 Documents clear
Pendidikan Agama pada Siswa Muslim dan Non-Muslim di SMAN 1 Tanjunganom Nganjuk Fuad, Ahmad Jauhar
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.794 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i1.124

Abstract

Pendidikan agama menjadi kebutuhan dasar bagi siswa. Sekolah berkewajiban memberikan pendidikan agama pada setiap siswa pada semua satuan pendidikan. Tulisan ini mengangkat (1) urgensi pendidikan agama bagi siswa, (2) landasan dan aspek yang mendungkung pelaksanaan pendidikan agama, dan (3) implementasi pendidikan agama pada siswa muslim dan non-muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan; (1) pendidikan agama sangat penting bagi siswa muslin atau pun non-muslim. Agama menjadi petunjuk bagi para penganutnya, dengan belajar agama kehidupan siswa lebih terarah, (2) keberdaan undang-undang menjadi landasan yuridis bagi pelaksanaan kebijakan pendidikan agama. Aspek yang mendukung pelaksanaan pendidikan agama yakni: guru yang professional; sarana dan prasarana; buku di perpustakaan; kegiatan salat berjamaah dan salat Jumat; dan peringatan hari besar Islam, (3) implementasi pendidikan Agama berjalan dengan baik. Siswa muslim belajar agama pada jam yang sudah terjadwalkan, sedangkan siswa non muslim belajar agama pada hari Jumat, di saat siswa muslim melaksanakan salat Jumat. Dari 11 siswa mereka belajar dalam satu ruangan yang sama, sehingga dalam prakteknya hampir sama dengan pembelajaran kelas rangkap. Dalam pelaksanaan pendidikan agama semua guru agama mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan baik. Kata Kunci: Pendidikan Agama, Siswa Muslim dan Non-Muslim, Undang-undang Sisdiknas.
Hubungan Antara Kebutuhan Berprestasi, Harga Diri, Lokus Kendali, Kebiasaan Belajar, dan Lingkungan Belajar Dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Muhid, Abdul
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.214 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i1.119

Abstract

This study wants to look at the factors of personality characteristics and external factors such as the learning environment which correlates with the academic achievement of the students granted the “Bidik Misi” scholarship of UIN Sunan Ampel Surabaya. Three things want to be known in this study; (1) identify the propensity of need for achievement, self-esteem, locus of control, learning habit and environment, and the propensity of the students granted “Bidik Misi” scholarship; (2) the correlation and contribution between need for achievement, self-esteem, locus of control, learning habit and environment (either individually or jointly) and academic achievement of the students granted “Bidik Misi” scholarship; and (3) which factors are the most efficient of the five factors (need for achievement, self-esteem, locus of control, and learning habit and environment) toward academic achievement of the students granted “Bidik Misi” scholarship. This study found the average propensity of academic achievement of the students granted “The Bidik Misi” scholarship is as high as the average GPA of 3.53; the propensity of achievement needs of the students granted ‘The Bidik Misi scholarship is very high; the propensity of self-esteem of the students granted “Bidik Misi” scholarship is very high; the propensity of locus of control of the students granted “Bidik Misi” scholarship is very high; the propensity of learning habit of the students granted “Bidik Misi” scholarship is very high; and the propensity of perception of the students granted “Bidik Misi” scholarship to the learning environment is very positive. This study also proves that there is a significant correlation between the need for achievement, self-esteem, locus of control, learning habit and environment, and academic achievement of the students granted the “Bidik Misi” scholarship. There is a significant positive correlation between the need for achievement and academic achievement of the students granted “Bidik Misi” scholarship. There is no significant correlation between self-esteem and academic achievement of the students granted “Bidik Misi” scholarship. There is no significant correlation between locus of control and academic achievement of ‘the students granted the “Bidik Misi” scholarship. There is no significant correlation between learning habits and academic achievement of the students granted “Bidik Misi” scholarship. There is no significant correlation between the learning environment and academic achievement of the students granted the “Bidik Misi” scholarship. The most efficient factor of the five factors (need for achievement, self-esteem, locus of control, learning habit, and environment) toward the academic achievement of the students granted the “Bidik Misi” scholarship is the achievement need factor. It was proved that the effective contribution (SE) of the achievement needs variable is significantly higher than the effective contribution (SE) of other variables such as self-esteem, locus of control, learning habit, and environment. Keywords: need for achievement, self-esteem, locus of control, learning habit and environment, academic achievement, and the students granted “Bidik Misi” scholarship.
Pengembangan Bahan Khutbah Berbasis Peace Education Sebagai Upaya Mereduksi Terorisme dan Radikalisme Agama Saifuddin, Saifuddin
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.454 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i1.125

Abstract

Perdamaian menjadi tujuan besar di seluruh dunia seiring dengan munculnya berbagai peristiwa yang menciderai semangat perdamaian. Dalam konteks wacana publik, konsep perdamaian nampaknya masih menjadi agenda serius untuk dijadikan program yang sistematis dan berkelanjutan oleh semua pihak. Khutbah jum’at merupakan media dakwah yang memiliki fungsi pembentukan akhlaq, etika, ataupun karakter para jama’ah. Mimbar khutbah jum’at dapat dijadikan sebagai alternatif solusi untuk mencegah bahkan menghilangkan aksi-aksi terorisme yang muncul sebagai akibat dari gerakan radikalisme agama. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengimplementasikan pengembangan bahan-bahan khutbah berbasis peace education. Untuk keperluan penelitian dengan menjadikan isu-isu peace education sebagai latar pembahasan, maka tema yang dingkat ada 6 yaitu: cara Rasulullah menebarkan kasih sayang pada umatnya, belajar toleransi beragama dari Nabi Muhammad SAW, menghindari rasisme, dosa pertama iblis laknatullah, tauhid sebagai akar sikap terbuka pada kebinekaan, larangan ekstremisme dalam Islam, dan Islam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.  Kata kunci: khutbah, peace education, terorisme, radikalisme agama
Bahasa dan Pendidikan Karakter Dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara (Perspektif Teori Kritis Habermas) Acetylena, Sita
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.57 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i1.121

Abstract

Resistance Ki Hadjar Dewantara in pioneering independence through a political movement or through character-based education is done by making the language as a fulcrum ofpengthe strugglemotion. Language is used as a tool to instill national character and language as a means to achieve independence discourse. Therefore, the purpose of this research is to know and understand Ki Hadjar Dewantara thinking about language and character education in view of Critical Theory Habermas. Habermas critical theory is a critical theory of communicative paradigm. In addition, to know how the language and character education undertaken Ki Hadjar Dewantara affects the movement's struggle for independence in Indonesia so as to become a sovereign state and is able to align with other nations in the world. Language and Character Education by Ki Hadjar Dewantara is very substantial for the existence and civilization of a nation. Speaking of character education the existence of a nation that is sovereign, independent, and self-sufficient should be based on a solid spiritual foundation that is reflected in the values of the character of the nation, especially character "independent physically and mentally", which with the true freedom can be realized. The cultural action carried out by Ki Hadjar Dewantara is not only critical discourse and arguments there but it can be said Ki Hadjar Dewantara's communicative action is called spiritual discourse. Dirkursus is called a spiritualist who for all communicative action, Ki Hadjar Dewantara both in education in the Park students and the people of Indonesia always based on spirituality. Thus, character education Taman Siswa which can be thought of as Ki Hadjar Dewantara is a true cultural action with one way that spiritual discourse. Keywords: Language, Character Education, Ki Hadjar Dewantar, Critical Theory Habermas
TUBIBA (Tubian Baca) Sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa Zulvarina, Prima
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.535 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i1.120

Abstract

ABSTRAK Kita kurang menyadari bahwa rendahnya minat baca membawa efek negatif yang tidak kecil. Banyak contoh akibat kurang cintanya masyarakat terhadap buku. Mereka cenderung terpesona dengan budaya pop yang kerap menjerumuskan pada tindakan seperti vandalisme, tawuran, narkoba, dan tindakan lain yang merusak fisik maupun jiwa. Lebih-lebih media elektronik (televisi dan internet), yang kebanyakan berisi tayangan hiburan, pornografi, iklan komersial, dan hal-hal hedonistis lainnya menjauhkan masyarakat dari budaya membaca. Artikel ini akan membahas tawaran solusi atas permasalahan minat baca tersebut. Solusi dari tawaran permasalahan minat baca adalah dengan metode drill atau bisa disebut dengan metode TUBIBA (Tubian Baca). TUBIBA adalah keberadaan proses yang dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan. Diharapkan, melalui proses drill tersebut, siswa dapat dimodifikasi perilakunya atau dibentuk kebiasaannya. Pada akhirnya, siswa menjadi biasa membaca dan memunyai minat baca yang baik. Desain TUBIBA di dalam kelas adalah dengan drill membaca dilaksanakan pada setiap pertemuan setiap mata pelajaran selama kurang lebih lima belas menit. Selain itu dengan memilih bahan bacaan yang tepat oleh guru merupakan kunci keberhasilan dari metode TUBIBA. Kata Kunci : membaca, minat baca, metode TUBIBA.
Upaya Guru Dalam Mengatasi Degradasi Moral Siswa Rahmatullah
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.024 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i1.122

Abstract

Penelitian tentang upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi degradasi moral siswa ini sangat menarik dan unik, karena pertama penelitian ini dilakukan di lingkungan pendidikan Islam swasta yang sangat menjunjung tinggi akhlakul karimah dan atau karakter siswa. Kedua, latar belakang pendidikan siswa yang berbeda meskipun mayoritas berasal dari lulusan MI al Hidayah. Ketiga, menurut hemat peneliti belum ada penelitian sejenis yang mengangkat tema tentang upaya guru dalam mengatasi degradasi moral siswa tingkat menengah pertama khususnya madrasah tsanawiyyah (MTs). Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor degradasi moral siswa dan upaya guru dalam mengatasi degradasi moral siswa di MTs Al-Hidayah Donowarih Karangploso Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. sedangkan pengujian keabsahan data menggunakan trianggulasi, pengecekan kawan sejawat, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian dan pembahasan penelitian ini sebagai berikut: pertama, beberapa faktor yang menyebabkan degradasi moral siswa adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor degradasi moral yang tumbuh dari diri siswa itu sendiri dan faktor eksternal yaitu faktor degradasi moral yang disebabkan pengaruh dari luar diri siswa. Kedua, Upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi degradasi moral siswa dilakukan dengan upaya preventif, persuasif, represif dan kuratif. Kata Kunci: Upaya Guru, Degradasi Moral Siswa.
Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Upaya Membentuk Karakter Religius Siswa Achadah, Alif
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.038 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i1.118

Abstract

Perubahan atau pengembangan kurikulum merupakan sesuatu yang tidak bisa terelakkan dalam proses pengembangan pendidikan. Dimana pun pendidikan berada kurikulum harus selalu mengalami penyesuaian atau beradaptasi dengan perkembangan masyarakat. Begitu juga dengan kurikulum pendidikan di Indonesia terus berkembang, dari Rentjana Pembeladjaran 1947 hingga kurikulum 2013 .Kurikulum 2013 yang berlaku saat ini lebih menekankan pada pendidikan karakter. Melalui kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi ini diharapkan mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat. Adapun fokus penelitian ini adalah: bagaimana perencanaan pembelajaran pendidikan agama Islam pada implementasi kurikulum 2013, bagaimana pelaksanaan pembelajarannya, serta bagaimana dampak dari implementasi kurikulum 2013 tersebut pada pembelajaran pendidikan agama Islam sebagai upaya pembentukan karakter religius siswa. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan pembelajarannya, bagaimana pelaksanaan pembelajarannya,serta bagaimana dampak dari implementasi kurikulum 2013 tersebut pada pembelajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan religiusitas siswa. Adapun jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian kali ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dalam prakteknya menggunakan metode observasi terlebih dahulu. Ketika peneliti sudah melakukan observasi maka tahab selanjutnya adalah interview, wawancara, dan pengumpulan data yang dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait yang dapat memberikan informasi dan data yang diperlukan. Kata Kunci: Implementasi Kurikulum 2013, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Karakter Religius.
Perencanaan Pendidikan Ala Nabi Rahman, Kholilur
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.29 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i1.123

Abstract

Kesuksesan memimpin suatu organisasi atau masyarakat tidak dapat terjadi begitu saja tanpa memiliki kemampuan memimpin diri sendiri (self leadership). Kesuksesan seseorang tidak akan lengkap tanpa memiliki kompetensi ini. Keberhasilan kepemimpinan Rasulullah di bidang pendidikan tidak terlepas dari kemampuan beliau dalam memimpin diri sendiri. Meskipun Rasulullah Saw dibimbing oleh wahyu dalam setiap gerak dan langkahnya, namun juga melakukan berbagai perencanaan yang matang demi tercapainya tujuan. Perencanaan adalah membuat suatu target yang akan dicapai atau diraih di masa depan. Terdapat beberapa ayat al Qur’an yang secara implisit sebenarnya mengandung anjuran bagi umat Islam untuk memperhatikan perencanaan, misalnya: QS. An Nisa (4): 71, QS. Al Anfal (8): 60, QS. Yusuf (12): 47-49, dan QS. Al Kahfi (18): 94-95. Perencanaan pendidikan yang diaplikasikan oleh Rasulullah Saw tampak dari beberapa peristiwa sejarah seperti: ketika mengidentifikasi masalah ketika ber-khalwat di gua Hira, pemilihan rumah al-Arqam sebagai lembaga pendidikan, perencanaan hijrah ke Habasyah, pemilihan dua Umar; perencanaan hijrah ke Madinah, perumusan kebijakan di Madinah, mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar, perumusan Piagam Madinah, dan persetujuan Perjanjian Hudaibiyah. Kata Kunci: Rasulullah, Perencanaan, Pendidikan

Page 1 of 1 | Total Record : 8