cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 311 Documents
Pemanfaatan Logika Fuzzy Untuk Sistem Prediksi Banjir Gani, Ernawatil; Kolibu, Hesky S.; Tamuntuan, Gerald H.
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.12965

Abstract

Iklim merupakan salah satu isu penting dunia saat ini, terjadi karena adanya proses hukum alam yang sesuai dengan keseimbangan dari tiap kondisi daerah. Dampak negatif yang sering dirasakan berkaitan dengan iklim adalah timbulnya bencana alam, seperti banjir. Penelitian untuk prediksi banjir digunakan empat variabel masukan yaitu luas penampang, tingkat kemiringan lereng DAS, intensitas curah hujan dan koefisien limpasan aliran sungai. Model logika yang digunakan untuk pengolahan masukan adalah model mamdani. Hasil menunjukkan bahwa banjir terjadi pada level III dengan kombinasi dengan kombinasi luas penampang sempit (0-40 m2), kemiringan lereng landai (0-8%), curah hujan lebat (12,6-50 mm/jam) dan koefisien limpasan tinggi (11-25). Ancaman banjir terjadi pada level II dengan kombinasi luas penampang melebar (41-60 m2), kemiringan lereng landai (0-8 %), curah hujan lebat (12,6-50 mm/jam) dan koefisien limpasan sedang (0,26-10).The climate is one important issues of the world today, because of the process of natural law in accordance with the balance of any conditions in the area. The negative impacts are often felt the climate was associated with the incidence of natural disasters, such as floods. The research for flood forecast used four input variable that is profile area,  slope level of drainage basin, rainfall intensity  and river flow runoff coefficient. The logical model that has been used for data processing is mamdani’s model. The results showed that flood occur at level III with the combinations of narrow profile area (0-40 m2), edge slope (0-8%), heavy rainfall (12,6-50 mm/jam) and high runoff coefficient (11-25). Flood threat occur at level II with the combinations of narrow profile area (41-60 m2), edge slope (0-8%), heavy rainfall (12,6-50 mm/jam) and medium runoff coefficient (0,26-10).
Aktivitas Antihiperglikemik dari Ekstrak Etanol dan Heksana Tumbuhan Suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus L.) yang Hiperglikemik Togubu, Sariyana; Momuat, Lidya I.; Paendong, Jessy E.; Salma, Navila
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.2999

Abstract

Telah dilakukan penelitian kadar glukosa darah tikus wistar yang hiperglikemia pada pemberian ekstrak etanol dan heksana tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida [L]. Kunth). Penelitian ini menggunakan metode uji toleransi glukosa, terhadap 16 ekor tikus jantan wistar yang hiperglikemia akibat diinduksi sukrosa. Selanjutnya, tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (K-) diberi CMC 0,5%, kelompok kontrol positif (K+) diberi Glibenklamid dosis 0,45 mg/kgBB, kelompok ekstrak etanol tumbuhan suruhan (EETS) dosis 40 mg/kgBB, dan kelompok ekstrak heksana tumbuhan suruhan (EHTS) dosis 40 mg/kgBB. Setiap kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Kadar glukosa darah tikus diukur dengan alat Drglukometer pada menit ke-30, 60, dan 120 setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada menit ke-120, kadar glukosa darah tikus pada kelompok EETS dan EHTS masing-masing turun sebesar 54,57% dan 51,25%, dan tidak berbeda nyata dengan K(+). Kadar glukosa darah kelompok K(+) dan EETS pada menit ke-120 mencapai kadar yang sama dengan keadaan basal (normal). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol dan heksana tumbuhan suruhan dengan dosis 40 mg/KgBB memiliki efek hipoglikemik pada tikus jantan wistar yang hiperglikemia.A study on blood glucose level in hyperglycemic wistar rats treated with ethanol and hexane extracts of suruhan (Peperomia pellucida [L]. Kunth) had been done. This study used glucose tolerance test method applied on 16 male wistar rats which were hyperglycemic by sucrose induction. The rats were divided into four treatment groups, each of which contained four rats, which were negative control (K-) group treated with CMC 0.5%, positive control (K+) group treated with glibenclamide 0.45 mg/kg body weight, group treated with ethanol extract of P. pellucida (EETS) 40 mg/kg body weight, and group treated with hexane extract of P. pellucida (EHTS) 40 mg/kg body weight. Glucose level in rat blood was measured using Drglucometer at minute 30, 60, and 120 after treatment. The results showed that at minute 120 the blood glucose level of EETS and EHTS was decreased by 54.57% and 51.25%, respectively, which were not significantly different from K(+). At minute 120, blood glucose of K(+) and EETS reached the same level with that of basal (normal) state. It was concluded that ethanol and hexane extract of P. pellucida 40 mg/kg body weight had hypoglycemic effect on hyperglycemic wistar rats.
Pemetaan Aair Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Dipol-dipol Di Universitas Sam Ratulangi Husain, Mirna; _, As’ari; Tongkukut, Seni H.J.
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16175

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mendeteksi keberadaan air tanah di area Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik  resistivitas tahanan jenis konfigurasi Dipol-dipol.  Akuisisi data menggunakan Multichannel and Multielectrode resistivity an IP meter 48 simultaneous channel merek MAE X 612-EM. Pengukuran dilakukan pada 11 lintasan dengan panjang masing-masing lintasan 480 meter. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv dengan hasil berupa gambar tampang lintang resistivitas model bawah permukaan 2D yang digunakan untuk menentukan posisi akuifer air tanah.Hasil menunujukkan bahwa adanya lapisan batuan dengan nilai resistivitas rendah yaitu    280 Ωm. Nilai resistivitas yang merupakan lapisan pembawa air adalah   25,93 Ωm. Posisi akuifer diperoleh pada lintasan 1, 3, 5, 7, 8 dan 9.of Sam Ratulangi area.The research used the dipole-dipole configuration resistivity geoelectic method. Data acquisitions is using Multichannel and Multielectrode resistivity an IP meter 48 simultaneous channel of MAE X 612-EM types. The measurement is done on 11 lines with length of each line is 480 meters. Data processing has been done by using Res2Dinv software and resulted of 2D resistivity subsurface model which  used to determine the groundwater aquifer position.The results show that the existence of rock layer with low resistivity is    280 Ωm. The resistivity of rock layer of the water aquifer is    25,93 Ωm. Position of aquifer are obtained in the 1,3,5,7,8, and 9 lines.
Pengaruh Transesterifikasi Minyak Kepala Ikan Tuna (Thunnus Albacares) Menggunakan Pereaksi Metanol dan Etanol Jacobus, Meyffi Merrylin; Pontoh, Julius; Wuntu, Audy Denny
Jurnal MIPA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.10.1.2021.31201

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh metode transesterifikasi minyak kepala ikan tuna (Thunnus albacares) menggunakan pereaksi metanol dan etanol.  Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh pereaksi metanol dan etanol pada proses transesterifikasi. Metodologi penelitian yang digunakan pada transesterifikasi minyak ikan tuna yaitu dengan menggunakan dua reaktan sumber alkil yaitu metanol dan etanol. Alkil ester asam lemaknya dianalisa dengan kromatografi gas. Transesterifikasi menggunakan pereaksi metanol dilakukan dengan katalis asam BF3 dan pereaksi etanol dilakukan dengan katalis basa NaOH dan KOH. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan asam lemak utama dalam minyak ikan pada kepala tuna adalah DHA, palmitat dan linoleat. Transesterifikasi minyak ikan dengan metode asam ( BF3 dan metanol ) dan basa ( NaOH dan etanol ) menghasilkan komposisi beberapa asam lemak yang berbeda. Asam lemak DHA memiliki nilai tertinggi pada pereaksi etanol dengan katalis KOH yaitu 33.55%. Asam lemak palmitat 23,09% lebih tinggi pada pereaksi etanol dengan katalis NaOH. Asam lemak linolelaidat lebih tingi pada transesterifikasi menggunakan pereaksi metanol dengan katalis BF3 yaitu 20,98%Research on the effect of the transesterification method of tuna fish head oil (Thunnus albacares) using methanol and ethanol reagent has been carried out. The purpose of this study was to determine the effect of methanol and ethanol reagents on the transesterification process. The research methodology used in the transesterification of tuna fish oil (Thunnus albacares) is by using two alkyl source reactants, namely methanol and ethanol where the fatty acid alkyl esters were analyzed by gas chromatography. Transesterification using methanol reagent was carried out with BF3 acid catalyst and ethanol reagent was carried out with alkaline NaOH and KOH catalysts. The results showed that the main fatty acid content in fish oil in tuna's head was DHA, palmitate and linoleic. Transesterification of fish oil using acid (BF3 and methanol) and alkaline (NaOH and ethanol) methods resulted in the slightly different of fatty acid composition. DHA fatty acid has the highest content in ethanol reagent with KOH catalyst, namely (33.55%). Palmitic fatty acid (23.09%) was higher in the ethanol reagent with NaOH catalyst. And linolelaidic fatty acid was higher in transesterification using methanol reagent with BF3 catalyst, namely (20.98%).
Identifikasi Zooplankton di Perairan Pulau Bunaken Manado Ruga, Lisa; Langoy, Marnix; Papu, Adelfia; Kolondam, Beivy
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5856

Abstract

Perairan Pulau Bunaken merupakan objek wisata yang terdapat di Manado Sulawesi Utara dan merupakan daerah perlindungan laut. Perairannya dijaga agar tetap menunjang diversitas organisme di sekitar pantai dan menghasilkan nilai tambah dari segi estetika dan ketersediaan ikan-ikan yang menjadi sumber pencarian bagi masyarakat nelayan di pesisir. Salah satu indikator keberadaan ikan dan kesuburan perairan adalah adanya zooplankton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi zooplankton yang ada di perairan Pulau Bunaken, Manado. Pengambilan sampel zooplankton dalam penelitian ini dilakukan di empat stasiun. Stasiun penelitian ini dipilih berdasarkan tempat pemanfaatannya, yaitu di daerah tubir, daerah liang, daerah dermaga perkampungan dan daerah observasi. Pengambilan sampel plankton di lakukan menggunakan plankton net dan sampel kemudian di identifikasi di Laboratorium Biokonservasi Biologi FMIPA UNSRAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zooplankton yang ditemukan di Pulau Bunaken Manado secara umum termasuk dalam 14 kelas dan 28 genus dengan jumlah 7.676 individu. Stasiun yang mempunyai jumlah kelas terbanyak adalah stasiun III dan IV yaitu sebanyak 11 kelas.The waters of Bunaken Island is a tourism area located in Manado, North Sulawesi, and is a protected marine area. It is conserved to support the diversity of organisms around the coast and result in added value in terms of aesthetics and availability of fish that became the source of income for fishermen in coastal communities. One of the indicators for the presence of fish and water fertility is zooplankton. The purpose of this study was to identify zooplankton in the waters of Bunaken Island, Manado. Zooplankton sampling was performed at four stations. The stations were selected based on the utilization, those are in the edge region, the canal, the village dock, and observation area. Plankton sampling was done by using a plankton net and samples collected were identified in the laboratory of Bioconservation, Departement of Biology Faculty of Sciences UNSRAT. The results showed that zooplankton found in Bunaken Island, Manado was generally included in 14 classes and 28 genus with the number of sample of 7,676 individuals. Stations that have the highest number of 11 classes were III and IV.
Perbandingan Konfigurasi Wenner Alfa, Wenner-Schlumberger, Dipol-dipol Dan Pol-dipol Dalam Metode Geolistrik Tahanan Jenis Untuk Mendeteksi Keberadaan Air Tanah Puluiyo, Juwana; -, As’ari; Tongkukut, Seni H.J
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.19181

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mencari konfigurasi yang paling tepat dalam eksplorasi sumber daya air (air tanah) dengan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner Alfa, Wenner-Schlumberger, Dipol-dipol dan Pol-dipol menggunakan Resistivity meter (multichannel and multielectrode resistivity and IP meter simultaneous channel merek MAE X612-EM). Pengukuran dilakukuan pada 4 lintasan dengan panjang bentangan 96 meter dan pengolahan data menggunggunakan perangkat lunak (softwere) RES2DINV.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konfigurasi Dipol-dipol adalah konfigurasi yang paling efektif dan efisien dalam mendeteksi keberadaan air tanah dengan karakteristik : waktu eksekusi 24 menit, jumlah data 609 buah, kedalaman 16 meter dan jumlah data pereksekusi 5 titik.Research has been done to find the most appropriate configuration in the exploration of water resources (groundwater) with the geoelectrical Resistivity method of configuration Wenner Alfa, Wenner-Schlumberger, Dipole-dipole and Pole-dipole by using Resistivitymeter (multichannel and multielectric resistivity and IP meter simultaneous channel brand MAE X612-EM). Measurements were performed on 4 line with a stretch length of 96 meters and data processing used software RES2DINV.The results of this study indicate that Dipole-dipole configuration is the most effective and efficient configuration in detecting the presence of groundwater with the characteristics : 24 minutes execution time, 609 pieces of data, 16 meters depth and 5 points of execution data.
Kapasitas Ovarium Ayam Petelur Aktif Salang, Frisandra
Jurnal MIPA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.1.2015.6913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas ovarium ayam petelur dengan menggunakan kontrol ayam petelur (Layer). Penelitian ini menggunakan15 ekor ayam petelur afkir yang berumur ± 1,5 tahun dan 2 ekor ayam aktif dilakukan sampling secara random dan dilakukan pembedahan pada bagian rongga perut (Abdominal.) Pengamatan dilihat dari keberdaan ovarium yang ditinjau dari berat dan jumlah ovarium, folikel, dan oosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan ovarium ayam afkir dengan ayam aktif tdak berbeda jauh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ayam afkir (culling) menunjukkan keberadaan ovarium yaitu berat ovarium, folikel, dan oosit tidak jauh berbeda dengan ayam aktif (Layer)  dalam masa produksi.The aim of this research was to obtain knowledge about the ovary capacity at layer using layer as the control. This research used 15 ± 1,5 years old culled layers. Random sampling and abdominal surgery were  done on 2 active layers.The observation was done on the exsistence of ovary based on its weight and amount, follicle and oocyte. The result show’s that the existence ovary of culled and active layers didn’t have too many differences. It is conclude that ovary of culled layer, such as weight, follicle, oocyte, were simllar to the ovary of active layer in production period.
Investigasi Intrusi Batuan Andesit Dan Reservoar Air Tanah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Di Daerah Lansot Kema Minahasa Utara Pani, Sutaryono; Tamuntuan, Gerald Hendrik; As'ari, As'ari
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.2.2019.24400

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menginvestigasi batuan andesit dan akuifer air tanah di Daerah Lansot Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipol-dipol. Penelitian ini menggunakan panjang bentangan 480 m dan spasi antar elektroda 10 m dengan 48 elektroda. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan software Res2dinv untuk mendapatkan gambaran struktur bawah permukaan secara 2D. Berdasarkan model 2D, batuan andesit dengan nilai resistivitas >281 Ωm terdapat pada meter ke 122 sampai dengan 205 dengan kedalaman 50 sampai dengan 71.6 meter dan mempunyai ketebalan batuan 21.6 m. Kemudian pada meter ke 280 sampai dengan 440 dengan kedalaman 20 sampai dengan 71.6 m dengan ketebalan batuan 51.6 m. Akuifer air terdapat pada tiga bagian, bagian pertama terdapat pada meter ke 30 sampai dengan 176 dengan kedalaman 5 sampai dengan 15 m. Bagian kedua terdapat pada meter ke 172 sampai dengan 225 dengan kedalaman 3 sampai dengan 33 m. Bagian ketiga terdapat pada meter ke 250 sampai dengan 270 dengan kedalaman 2 sampai dengan 85 m. Ketiga bagian akuifer air tanah tersebut mempunyai nilai resistivitas <10 ΩmThe research has been carried out to investigate andesite rocks and groundwater aquifers in the Lansot District of Kema, North Minahasa Regency using the dipole-dipole configuration geoelectric method. This study uses a 480 m length of stretch and spacing between electrodes is 10 m with 48 electrodes. The data obtained is then processed using Res2dinv software to get a picture of the subsurface structure in 2D. Based on 2D models, the  andesite rocks with resistivity values> 281 Ωm are exist at 122 m to 205 m  with depths of 50 to 71.6 m and  rock thickness  21.6 m. Then another andesite rocks exist at 280 m to 440 m with a depth of 20 m to 71.6 m and rock thickness of 51.6 m. Water aquifers are existed in three segments, the first is in 30 m to 176 m with a depth of 5 m to 15 m. In the second segment, groundwater aquifers are found of 172 m to 225 m with depths of 3 m to 33 m. In the third segments,  groundwater aquifers are found of 250 m to 270 m with a depth of 2 m to 85 m. Those three water aquifer segments has a resistivity value <10 Ωm
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik dari Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Dungir, Stevi G.; Katja, Dewa G.; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.1.1.2012.424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis. Sampel yang digunakan adalah kulit buah manggis segar dan kering, diekstraksi dengan pelarut air panas dan metanol selama 24 jam. Metode penelitian ini dilakukan dengan menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkal radikal bebas DPPH. Kandungan total senyawa fenolik tertinggi pada ekstrak metanol sampel kering (MK), diikuti ekstrak metanol sampel basah (MB), ekstrak air sampel kering (AK), dan ekstrak air sampel basah (AB). Aktivitas antioksidan sebagai penangkal radikal bebas DPPH yang besar diketahui dengan nilai IC50 yang kecil, yaitu aktivitas antioksidan tertinggi pada MK sebesar 44,49 mg/L, diikuti MB, AK, AB berturut-turut 54,95; 346,73; 346,74 mg/L.
Analisis Kandungan Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Tanaman Lire (Hemigraphis repanda (L) Hall F.) Rompas, Dina E. B.; Runtuwene, Max R. J.; Koleangan, Harry S. J.
Jurnal MIPA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.1.2016.11410

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak tanaman lire yang diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol. Analisis total kandungan fitokimia yaitu uji fenolik dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan uji flavonoid menggunakan metode AlCl3. Uji antioksidan menggunakan metode DPPH. Berdasarkan hasil pengujian kandungan fenolik dan flavonoid ekstrak etanol tanaman lire, menunjukkan bahwa kandungan fenolik lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan flavonoid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 sebesar 108,673 mg/L pada ekstrak etanol tanaman lire.Research have been done to analyze the phytochemical compound and antioxidant activity from lire plant extract which was extracted based on maceration method using the ethanol solvent. The phythochemical compound analysing to determining phenolik using Folin-Ciocalteu method and AlCl3 method for flavonoid test. Antioxidant activity using the DPPH method. Based on the result, the phenolic and flavonoid compound from extract ethanol of lire plants, was showed that phenolic compound more higher than flavonoid compound. The result of this test was showed the value of IC50 is 108.673 mg/L from the lire plant extract.