cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 311 Documents
Identifikasi Sesar di Wilayah Gorontalo dengan Analisis Mekanisme Bola Fokus ., Nurfitriani; Pasau, Guntur; Raharjo, Slamet Suyitno
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3905

Abstract

Gorontalo menjadi salah satu daerah rawan bencana gempa bumi dan ecara tektonik berada di wilayah pertemuan 2 lempeng besar, yakni lempeng Pasifik dan Eurasia serta lempeng-lempeng mikro. Peta Geologi Gorontalo menunjukkan adanya struktur sesar yang memotong wilayah kota Gorontalo. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keberadaan struktur sesar di wilayah Gorontalo dengan menggunakan metode mekanisme bola fokus kejadian gempa bumi di wilayah daratan Gorontalo periode 1963-2013 dengan sumber data dari katalog gempa bumi USGS, Global Centroid Momen Tensor, dan BMKG. Analisis bola fokus menunjukkan adanya 3 daerah dugaan sesar aktif, dengan tipe sesar cenderung oblique, dengan panjang 24,54 km sampai 27,54 km dan lebar rupture 8,51 km sampai 9,22 km. Hasil analisis ini juga mendeteksi adanya satu daerah dugaan sesar aktif yang tidak teridentifikasi pada peta geologi.Gorontalo is one of the earthquake prone areas and is tectonically located at the junction of two major plates and some microplates. Geological map indicated the presence of fault structures across Gorontalo. This study was aimed to identify the presence of fault structures in the Gorontalo area using focal mechanism of earthquakes in the mainland region of Gorontalo at the period of 1963-2013 with data sourced from the USGS earthquake catalog, the Global Centroid Moment Tensor, and BMKG. The analysis showed that there were 3 suspected active fault area having oblique-type fault with length of 24,54 to 27,54 km and rupture width of 8,51 to 9,22 km. The analysis also detected the presence of a suspected active fault area which was not identified on the geological map.
Variasi Motif Batik Minahasa Berbasis Julia Set Kodri, Riskika Fauziah; Titaley, Jullia
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17815

Abstract

Batik adalah corak atau gambar (pada kain) yang pengolahannya diproses dengan cara tertentu biasanya dengan menerakan malam yaitu sejenis lilin pada kain. Batik Minahasa merupakan batik yang menggunakan motif tradisional atau ragam hias dari tanah adat Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia. Batik menjadi warisan budaya Indonesia salah satunya karena motif pada batik yang mengandung filosofi kehidupan masyarakat setempat. Variasi motif pola batik minahasa belum terlalu berkembang walaupun telah ada variasi dari penggabungan motif-motif asli batik Minahasa. Matematika memperkenalkan bentuk fraktal yang memiliki sifat keserupaan diri dan banyak dijumpai pada objek di dunia nyata. Julia Set adalah salah satu jenis fraktal yaitu yang berkaitan dengan bilangan kompleks dan dibangkitkan dari fungsi teriterasi . Tujuan penelitian ini adalah membuat variasi batik minahasa berbasis Julia set. Hasil penelitian menunjukkan dengan memilih sebuah bilangan kompleks  tertentu dengan range  dan memberikan bentuk-bentuk Julia set yang menarik. Menggunakan aplikasi basis fraktal, variasi batik minahasa berbasis Julia set dibuat dari ragam hias tradisional Minahasa dan motif Julia set yang dipilih dengan mengatur properti motif yang ada seperti layer layout, banyak iterasi, lebar, panjang, sudut, peningkatan sudut dan lain-lain.Batik is a motif or ornaments (on cloth) which processed in a certain way usually using malam which is some kind of wax to the cloth. Batik Minahasa is batik with traditional motif or ornament from indigenous land of Minahasa, North Sulawesi, Indonesia. One of the reasons batik become the cultural heritage of Indonesia is because of the motif which contained local people’s life philosophies. Motif variation of batik Minahasa has not much developed even though there are variations made by combining the traditional motifs. Mathematics introduces fractal which has self-similarity characteristic in its shapes and Julia Set is one of fractals object that corresponds to complex numbers and is generated from the iterated function . The purpose of this research is to make variations of batik Minahasa based on Julia set. The results show that by selecting a complex number  within a range of  and  give interesting shapes of Julia sets. Using fractal-based applications, variation of batik Minahasa is made from traditional ornament and Julia Set motif which selected and arranging the properties such as layout layers, multiple iterations, width, length, angles, angle increases and more.
Eksplorasi Metode Geolistrik Resistivitas: Studi Kasus Zona Sesar Utama Manado dan Akuifer Air Tanah Di Kabupaten Minahasa Utara As'ari, As'ari; Tongkukut, Seni Herlina Juita; Suoth, Verna Albert; Panjaitan, Sarmaria; Akasi, Iftita Anugraini; Pulu, Meidy Rosalie
Jurnal MIPA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v11i1.36103

Abstract

The Manado Fault is a fault located in North Sulawesi which is through the North Minahasa Regency. The fault area is a weak zone that is formed when a crack occurs on the earth's surface, a gap with a certain depth and width is formed, because the natural process of the gap is filled by the surrounding soil material. This weak zone has the potential to become a reservoir for rainwater, which can become a groundwater aquifer. The formation of fractures depends on the geology of an area, fracture characteristics such as the width and depth of the fracture affect the potential for groundwater stored as aquifers. This study aims to identify the influence of geology on the physical parameters of the fault that determine the potential presence of groundwater aquifers in North Minahasa Regency. The faults identified as fractures in Watutumou II Village, Kalawat District and Rap Rap Village, Airmadidi District, North Minahasa Regency are associated with fluids and form groundwater aquifers. The potential for groundwater storage is related to geological conditions following the trend of depth to fracture width with a gradient of -0.0588.
Potensi Metabolik Komunitas Bakteri Endofit dan Rhizosfer Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Berdasarkan Analisis Community-Level Physiological Profiles (CLPP) Tangapo, Agustina
Jurnal MIPA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.1.2020.27159

Abstract

Aktivitas metabolik dari komunitas bakteri endofit dan rizosfir diukur untuk membandingkan tingkat community-level physiological profiling (CLPP) menggunakan Biolog Ecoplates. Hasil penelitian kami menunjukkan kepadatan bakteri meningkat dengan urutan: endofit<rhizosfer. Keragaman mikroba dinilai oleh kekayaan spesies, jumlah spesies dan indeks kesamaan. Aktivitas total mikroba tertinggi diamati pada mikroba rhizosfer. CLPP menunjukkan bahwa bakteri bisa memanfaatkan semua kelompok sumber karbon sebagai berikut karbohidrat, asam amino, asam karboksilat, polimer, amina/amida, dan senyawa fenolik. Karbohidrat yang paling dimanfaatkan.  Total metabolic activity of endophytic and rhizosphere of bacterial community of sweet potato was measured to compare the community-level physiological profiles (CLPP) using by Biolog Ecoplates. Result of our study revealed that bacterial density increased in the following order: endophytes < rhizosphere. The microbial diversity assessed by species richness, the total number of species present and species evenness. The highest total microbial activity was observed for the rhizosphere. The CLPP revealed that the bacteria could differentially utilize all the groups of carbon sources as follows carbohydrate, amino acid, carboxilyc acid, polymer, amine/amide, and phenolic compound. Carbohydrate was most utilized.
Identifikasi Potensi Cekungan Air Tanah Di Universitas Sam Ratulangi Menggunakan Eksplorasi Geolistrik Tahanan Jenis -, As'ari; Tongkukut, Seni H.J.
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17275

Abstract

Peningkatan pembangunan gedung-gedung di Kampus Universitas Sam Ratulangi akan berdampak pada proses peresapan air ke dalam tanah, dan akan mempengaruhi siklus hidrologi di bawah permukan tanah. Kebutuhan air tanah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Telah dilakukan pemetaaan untuk memperoleh potensi cekungan lapisan pembawa air tanah dengan arah Utara – Selatan di Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. Pengukuran menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengukuran dilakukan pada 5 lintasan, 48 elektroda dan spasi elektroda 10 m, menggunakan resistivitymeter MAE X612 EM. Data pengukuran diolah menggunakan software RES2DINV, hasil pengolahan berupa tampang lintang 2 dimensi. Akuifer air tanah dengan resistivitas ≤ 10 Ωm, potensi akumulasi akuifer air tanah besar ditemukan di : lintasan 1 pada elektroda ke 24 – 35 (meter ke 240 – 350)dengan kedalaman ≥ 20 m, lintasan 2 pada elektroda 23 – 30 (meter ke 230 – 300) dengan kedalaman 5 – 25 m.Peningkatan pembangunan gedung-gedung di Kampus Universitas Sam Ratulangi akan berdampak pada proses peresapan air ke dalam tanah, dan akan mempengaruhi siklus hidrologi di bawah permukan tanah. Kebutuhan air tanah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Telah dilakukan pemetaaan untuk memperoleh potensi cekungan lapisan pembawa air tanah dengan arah Utara – Selatan di Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. Pengukuran menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengukuran dilakukan pada 5 lintasan, 48 elektroda dan spasi elektroda 10 m, menggunakan resistivitymeter MAE X612 EM. Data pengukuran diolah menggunakan software RES2DINV, hasil pengolahan berupa tampang lintang 2 dimensi. Akuifer air tanah dengan resistivitas ≤ 10 Ωm, potensi akumulasi akuifer air tanah besar ditemukan di : lintasan 1 pada elektroda ke 24 – 35 (meter ke 240 – 350)dengan kedalaman ≥ 20 m, lintasan 2 pada elektroda 23 – 30 (meter ke 230 – 300) dengan kedalaman 5 – 25 m. 
Uji Daya Hambat Ekstrak Metanol Beberapa Jenis Porifera Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Saroinsong, Megawati S.; Kandou, Febby E. F.; Papu, Adelfia; Singkoh, Marina F. O.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat dari ekstrak metanol beberapa jenis porifera terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode Kirby-Bauer, yaitu dilakukan dengan mengukur zona hambat di sekeliling cakram kertas. Ekstrak Haliclona sp dapat menghambat pertumbuhan S. aureus pada konsentrasi ekstrak 30%, 60% dan 90% dengan hasil pengukuran diameter zona hambat 13.50 mm, 20.67 mm dan 27.33 mm; serta menghambat pertumbuhan E. coli dengan diameter zona hambat 10.08 mm, 12.83 mm dan 14.17 mm. Daya hambat ekstrak Agelas sp terhadap S. aureus menunjukkan diameter zona hambat 8.33 mm dan hanya menunjukkan pada konsentrasi ekstrak 90%, sementara daya hambat ekstrak Agelas sp pada konsentrasi 30%, 60% dan 90% terhadap E. coli menunjukkan diameter zona hambat sebesar 7.67 mm, 10.17 mm dan 14.17 mm. Daya hambat Spheciospongia sp terhadap S. aureus dan E. coli hanya terlihat pada konsentrasi ekstrak sebesar 90% dengan diameter zona hambat adalah 8.42 mm dan 8.75 mm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ekstrak Haliclona sp memiliki potensi aktivitas antibakteri yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat antibiotik.This research aimed to test the inhibition capabilities of methanol extract from several kinds of Porifera on Escherichia coli and Staphylococcus aureus growth. The antibacterial activity test using the Kirby-Bauer method, which delivered by measuring the inhibition zone around paper disc. The extract of Haliclona sp can inhibit the S. aureus growth at 30%, 60% and 90% of extracts concentration with the measurement of inhibition zone diameters are 13.50 mm, 20.67 mm and 27.33 mm; also inhibit the E. coli growth with inhibition zone diameters are 10.08 mm, 12.83 mm and 14.17 mm. The inhibition capability of Agelas sp extract on S. aureus shows that the inhibition zone diameters is 8.83 mm and only appear at 90% of extracts concentration, meanwhile the inhibition capability of Agelas sp extract at concentration 30%, 60% and 90% on E. coli shows diameters of inhibition zone are 7.67 mm, 10.17 mm and 14.17 mm. The inhibition capability of Spheciospongia sp on S. aureus and E. coli only occurred at 90% of extracts concentration with inhibition zone diameters 8.42 mm and 8.75 mm. Based on the results, it can be assumed that extracts of Haliclona sp has a potential antibacterial activity that can be used as a basic ingredients for antibiotic medicine.
Panjang Dan Volume Akar Tanaman Padi Lokal Sulawesi Utara Saat Kekeringan Yang Diinduksi Dengan Polietilen Glikol 8000 Mangansige, Crestie T.; Ai, Nio Song; Siahaan, Parluhutan
Jurnal MIPA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.2.2018.20618

Abstract

Kekeringan berdampak buruk terhadap produktivitas dan produksi pangan di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ada tidaknya perbedaan respons morfologis berdasarkan panjang dan volume akar pada tanaman padi lokal Sulawesi Utara (varietas Superwin, Ombong, Temo, dan Burungan) yang mengalami kekeringan dengan induksi PEG 8000. Tanaman padi dengan empat daun yang telah berkembang penuh pada fase vegetatif diberi perlakuan kekeringan yang diinduksi dengan PEG 8000 (potensial air/PA medium 0; -0,25; -0,5 MPa) selama 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor varietas, faktor konsentrasi PEG 8000, faktor waktu perlakuan, interaksi antara faktor varietas dan konsentrasi PEG, interaksi antar faktor varietas dan waktu perlakuan, interaksi antara faktor konsentrasi dan waktu perlakuan, interaksi antara faktor varietas, konsentrasi PEG dan waktu perlakuan tidak menyebabkan perbedaan panjang dan volume akar. Dalam penelitian ini  panjang dan volume akar tidak dapat dijadikan sebagai indikator cekaman kekeringan pada keempat varietas padi lokal Sulawesi Utara.Drought decreases the productivity and production of food in the world. This study aimed to evaluate the differences of morphological responses based on root length and volume in North Sulawesi local rice (cv. Superwin, Ombong, Temo, dan Burungan) under PEG-8000-induced drought. The 4-fully-expanded-leaf plants at the vegetative phase were treated by growing the plants in the PEG 8000 solution with water potential/PA 0; -0.25; -0.5 MPa or 6 hours. The results showed that factors of variety, PEG 8000 concentration, treatment period, interaction between variety and PEG 8000 concentration, interaction between variety and treatment period, interaction between PEG 8000 concentration and treatment period, interaction among variety, PEG 8000 concentration and treatment period did not result in any differences in root length and volume. Root length and volume were not able to be used as drought indicators of in these four North Sulawesi local rice
Inventarisasi Jenis Pohon Pada Cagar Alam Gunung Ambang, Sulawesi Utara Embo, Akbar Arafah; Koneri, Roni; ., Saroyo; Papu, Adelfia
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.8528

Abstract

Pohon sebagai penyusun utama kawasan hutan berperan penting dalam pengaturan tata air, cadangan plasma nutfah, penyangga kehidupan, sumber daya pembangunan dan sumber devisa Negara. Peranan pohon-pohon dalam komunitas hutan semakin sulit dipertahankan mengingat tekanan masyarakat terhadap kelompok tumbuhan dari waktu ke waktu terus meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis pohon yang berada di kawasan Cagar Alam Gunung Ambang, Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode garis berpetak yang merupakan modifiksi dari metode petak atau plot ganda dan metode jalur. Tipe habitat yang dijadikan titik pengambilan sampel adalah hutan primer dan hutan sekunder. Hasil pengamatan diperoleh sebanyak 38 jenis pohon penyusun hutan di Gunung Ambang yang termasuk dalam 22 suku. Pada hutan primer disusun oleh 37 jenis dan 22 suku, sedangkan pada hutan sekunder terdiri dari 28 jenis yang termasuk dalam 18 suku. Jenis pohon yang mendominasi setiap lokasi penelitian yaitu suku Magnoliaceae dan Arecaceae.Tree as the main constituent of forests play an important role in water regulation, germplasm reserves, life support, development resources and the country's foreign exchange resources. The role of trees in the forest communities are difficult to be sustained because the people pressure increase on the trees day by day. This study aims to assess the types of trees that are in the nature reserve area of ​​Gunung Ambang, North Sulawesi. The method used is the line transect plots that is modified  from the plot method or a double plot and track method. The type of habitat that is used as the starting sampling point is the  primary forests and secondary forests. Result of observations showed that Gunung Ambang is composed by 38 species of plant in 22 family. In the primary forest composed by 37 species and 22 Family, whereas in secondary forest consists of 28 species in 18 family. Types of trees that dominate each research location are Family Magnoliaceae and  Family Arecaceae.
Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dan Sediaan Masker Gel ¬Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Tunas, Theresia H.; Edy, Hosea Jaya; Siampa, Jainer Pasca
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.25778

Abstract

Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) bermanfaat untuk menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri karena adanya kandungan senyawa flavonoid , alkaloid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun Kelor dan sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun Kelor terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, ekstrak etanol daun kelor dan sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun Kelor dibuat dengan konsentrasi 1, 3, 5, 7, dan 9%. Ekstrak daun Kelor diperoleh dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pada pengujian antibakteri menggunakan metode sumuran. Diameter zona hambat paling besar yang ditimbulkan oleh ekstrak etanol daun Kelor yaitu pada konsentrasi 7% dengan diameter zona hambat sebesar 5,75 mm, sedangkan pada sediaan masker gel peel-off tidak menunjukkan adanya daya hambat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Kelor memiliki aktivitas antibakteri yang termasuk dalam kategori sedang.Moringa oleifera Lam. (Moringa oleifera) leaves are useful for inhibiting bacterial growth activity due to the presence of flavonoid, alkaloid, and phenol compounds. This study aims to test the antibacterial activity of the Moringa leaf ethanol extract and the gel peel-off mask preparation of Moringa leaf ethanol extract against Staphylococcus aureus bacteria. This study uses laboratory experimental methods, Moringa leaf ethanol extract and gel mask peel-off preparation for Moringa leaf ethanol extract made with concentrations of 1, 3, 5, 7, and 9%. Moringa leaf extract was obtained by maceration using 96% ethanol solvent. In antibacterial testing using the well method. The biggest inhibition zone diameter caused by ethanol extract of Moringa leaves is at a concentration of 7% with a inhibition zone diameter of 5.75 mm, whereas the peel-off gel mask preparation did not show any inhibitory power. It can be concluded that the ethanol extract of Moringa leaves has antibacterial activity which is included in the medium category.
Optimasi Pendistribusian Raskin dengan Menggunakan Goal Programming Raden, Leliana; Langi, Yohanes A. R.; Manurung, Tohap
Jurnal MIPA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.1.2013.738

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah raskin yang didistribusi untuk tiap bulan agar seluruh RTS yang ada mendapatkan jumlah raskin yang sama. Data yang dibutuhkan dalam mengoptimalkan pendistribusian raskin adalah banyaknya raskin yang didistribusi pada tahun 2004–2011, waktu pendistribusian raskin di empat daerah dan jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima raskin. Hasilnya menunjukan jumlah raskin yang didistribusikan setiap bulan untuk empat daerah pada periode 2004–2011 yaitu untuk daerah Manado pada tahun 2004 yaitu 7.1 kg, daerah Gorontalo pada tahun 2005 yaitu 12 kg, pada tahun daerah Tahuna pada tahun 2006 yaitu 12 kg, dan daerah Bolaang Mongondow pada tahun 2007 yaitu 10 kg.The purpose of this research was to determine how many Raskin were distributed for each month that all target households that is getting the same amount of rice for. The data needed to optimize the distribution of Raskin is the number that is distributed in the year 2004–2011,Raskin time distribution in the four regions and the number of Target Households, receiver Raskin. The results show that distributed Raskin amount each month for the four regions in the period 2004–2011 is to Manado area in 2004 is 7.1kg, Gorontalo area in 2005 is 12 kg, in Tahuna area in 2006,which is 12kg, and the Bolaang Mongondow in 2007 which is 10 kg.