cover
Contact Name
Debby Ratno Kustanto
Contact Email
koestanto88@gmail.com
Phone
+6281374563222
Journal Mail Official
jurnal.stikespn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Khusuma Bhakti No 99 Kelurahan Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20857098     EISSN : 26571366     DOI : -
Jurnal Kesehatan STIKes Prima Nusantara merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka dibidang ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan pada umumnya.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12 (2021): Supplementary 2" : 12 Documents clear
FACTORS OF VIOLENCE AGAINST WOMEN DURING COVID-19 PANDEMIC: LITERATURE REVIEW Resty Mauliana; Hamzah Hasyim; Riana Agny Betry; Pierre Ramandha Konar; Ria Vitriani; Riche Octariza; Rizka Gia Novita; Saleh Saleh
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.570

Abstract

Violence Against Women (VWA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat secara global. Karena kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak signifikan terhadap korban, keluarga, dan masyarakat. Violence Against Women meningkat dan menjadi perhatian khusus selama COVID-19 karena pandemi mempengaruhi hampir setiap negara secara global dan menyebabkan dampak yang signifikan, seperti dampak negatif pada aspek kesehatan, ekonomi dan sosial. Penelitian menggunakan Literature Review dengan database: Wiley Online Library, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil pencarian yang memenuhi kriteria kemudian dilakukan analisis artikel. Studi apprasial menggunakan Joana Briggs Institute (JBI). Hasil didapatkan dari 26 artikel relevan judul dan abstrak, didapatkan 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 5 artikel kemudian menghasilkan lima tema yaitu pendidikan, ekonomi rendah, kecemasan, usia, dan pernikahan yang tidak diinginkan. Upaya pemerintah pusat dan daerah harus bekerja untuk meningkatkan kesetaraan gender, dalam mengatasi faktor risiko di berbagai tingkat, menggunakan pendekatan berbasis masyarakat dan institusi untuk mencegah terjadinya Violence Against Women.
FACTORS ASSOCIATED WITH DEARRHEAL DISEASE IN CHILDREN UNDER FIVE YEARS: LITERATURE REVIEW Fadillah Sari; Hamzah Hasyim; Erika Pebrianti; Eva Setiawati; Febria Mandeka; Galuh Ismayanti; Gian Septhayudi; Gusrinety Gusrinety
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.590

Abstract

Pendahuluan: Masyarakat di negara berkembang dan terbelakang menghadapi masalah terkait dengan masalah lingkungan dan iklim serta kualitas hidup yang buruk, sehingga menyebabkan peningkatan kejadian penyakit diare. Diare adalah tinja dengan konsistensi encer yang terjadi tiga kali atau lebih tinja atau dibandingkan dalam waktu 24 jam. Penyakit ini merupakan penyebab kematian tersering pada anak, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah (Low and Middle-Income Countries). Diperkirakan 4,4 juta anak di bawah usia lima tahun akan meninggal karena penyakit ini setiap tahun dan 60% dari kematian ini akan terjadi di sub-Sahara Afrika sebelum tahun 2030. Metode: Penelitian ini menggunakan Literature Review dengan database di Wiley Online Library, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil pencarian yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis untuk artikel. Hasil: Dari hasil 32 artikel teks lengkap yang relevan diperoleh hasil 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Keenam artikel tersebut kemudian menghasilkan tujuh tema, yaitu usia anak, tingkat ekonomi, pembuangan sampah yang tidak tepat, pendidikan dan pengetahuan pengasuh anak, sumber air, tidak minum ASI eksklusif, dan tidak tersedianya jamban.Meningkatnya kejadian penyakit diare pada anak balita yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian, menunjukkan perlunya pencegahan yang efektif dengan langkah-langkah untuk mengurangi peningkatan prevalensi penyakit diare. Upaya pemerintah pusat dan daerah harus memiliki strategi seperti kampanye kesehatan yang berfokus secara universal pada diare anak serta menggunakan pendekatan berbasis masyarakat agar masyarakat tidak bebas buang air besar sembarangan. Kata kunci: diare, anak, balita
THE IMPACT OF HELMINTH DISEASE: A LITERATURE REVIEW Nurhadi Muslim; Hamzah Hasyim; Nurrobikha Nurrobikha; Nurhasanah Nurhasanah; Nining Indah Sari; Ocik Lestari; Nurmaya Sari; Nurhaida Sigalingging
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.600

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), over 1.5 billion individuals, or roughly 24% of the global population, are infected with intestinal worms, which primarily affect school-aged children. India is home to a third of the world's 2.5 billion people without access to proper sanitation, as well as two-thirds of the 11 billion people who practice open defecation and a quarter of the 15 million people who die each year from diarrhoeal diseases. This work does a literature review to investigate the effects of helminthiasis. The articles obtained were extracted and conclusions were drawn from a literature study of intestinal worms using the PubMed database; the number of articles extracted became a conclusion of up to 30 articles, and the strategy for searching for articles in the database used the keywords "disease," "worms," and "worm disease." The impact of gastrointestinal helminth infections on the developing microbiota of juvenile hosts is poorly understood. Four different procedures were employed to determine worm infestation. Anthelmintic resistance (AR) in intestinal helminths of dogs and cats has only been observed on a few occasions, in contrast to parasites of livestock and horses. Soil-transmitted helminths afflict billions of people worldwide, primarily in low- and middle-income countries with inadequate sanitation and high levels of air and water pollution.
Faktor Risiko Penyakit Diabetes Mellitus: Literature Review Supriadi Supriadi; Hamzah Hasyim; Sri Yunida; Susanti Susanti; Sarilisnawati Sarilisnawati; Sri Putri Handayani; Songo Wigerar; Siti Rachmawati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.620

Abstract

Penyakit diabetes mellitus merupakan salah satu penyebab kematian di seluruh dunia. Komplikasi yang paling banyak disebabkan oleh penyakit ini, yaitu kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Banyak faktor resiko penyebab diabetes mellitus dan berhubungan dengan pola hidup sesorang. Tinjauan pustaka pada artikel ini menggunakan literatur review terhadap penyakit diabetes mellitus, dengan jumlah artikel yang diekstraksi sebanyak 30 artikel dengan sumber database yang digunakan adalah Pubmed. Strategi pencarian artikel ini menggunakan kata kunci "Chronic" "Disease" "Diabetes Mellitus". Dari hasil review terhadap 30 artikel didapatkan bahwa faktor risiko penyebab penyakit diabetes mellitus yaitu aktifitas fisik, kebiasaan olahraga, umur, jenis kelamin, dan genetik.
ENVIRONMENT AND ANIMAL SOURCES OF LEPROSY TRANSMISSION: LITERATURE REVIEW Susilawati Susilawati; Hamzah Hasyim; Sutari Sutari; Syafrianto Syafrianto; Syofyanengsih Syofyanengsih; Titin Kusuma; Eliza Syafni
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.621

Abstract

Efforts in the prevention and treatment of leprosy have improved, but until now leprosy is still difficult to be eliminated so that it is still a problem in the world of health. The incidence of new leprosy patients has not decreased, although the prevalence of leprosy continues to decline through the WHO program, namely multi-drug therapy (MTD). Several new cases have been found without involving any contact history. It is suspected that there is a contribution from sources other than humans, namely non-humans such as animals and the environment. This article discusses the sources of transmission of M. leprae from animals and the environment. Research using literature review is limited to the last 10 years by reviewing 8 relevant journals about sources of transmission and modes of transmission from the environment and non-humans in Mycobacterium leprae. This article has been filtered from 35 articles sourced from the Pubmed, NCBI, Plos One and Science Direct databases, then there are 23 articles that are not relevant, so 12 articles were reviewed. Based on the results of a review article that the source of leprosy transmission came from animals, it was found in Rhodnius prolixus, Dasypus novemcinctus and red squirrels, while chimpanzees and monkeys were not the source of M. leprae transmission. In the environment where M. leprae is commonly found in the soil. 
GAMBARAN PNEUMONIA SEBAGAI PENYEBAB MORBIDITAS DAN MORTALITAS PADA ANAK BAWAH LIMA TAHUN : LITERATURE REVIEW Neshy Sulung; Hamzah Hasyim; Monica Tiara Samboina; Luci Juniarti; Maisaroh Maisaroh; Mardliyataini HS; Muhammad Ridho Sadewa; Musmarlinda Musmarlinda
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.622

Abstract

Latar belakang: Pneumonia pada balita merupakan salah satu masalah kesehatan yang belum teratasi di Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018) pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru (alveoli). Pneumonia dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit dan jamur. Dalam data Profil Kesehatan Republik Indonesia tahun 2017, angka kejadian pneumonia di Indonesia sebesar 20,54 per 1000 balita. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2019, diketahui ada lebih dari 400 ribu kasus pneumonia di Indonesia. Sebuah studi oleh Johns Hopkins University bersama Save the Children menunjukkan bahwa jika pencegahan pneumonia tidak segera dilakukan, akan ada sekitar 11 juta kematian anak di seluruh dunia pada tahun 2030. Ini bukan angka yang kecil mengingat pneumonia sendiri merupakan pembunuh kedua anak di bawah umur. lima di Indonesia.Tujuan: Tinjauan literatur tentang pneumoniaMetode: Tinjauan literatur, menggunakan database, Scholar dan Pubmed dengan meninjau 30 artikel terkait pneumonia.Hasil dari 30 jurnal yang relevan judul dan abstrak di dapat bahwa angka kejadia pneumonia pada balita yang tinggi menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas pada anak usia bawah lima tahun.
CHALLENGES IN THE PREVENTION AND CONTROL OF RABIES DISEASE Henny Henny; Hamzah Hasyim; Ibrahim Syahputra Syahputra; Imat Rahmatilah; Jafar Arifin Arifin; Kurnia Aini; Linda Zuliana; Lisa Pitrianti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.623

Abstract

Background: The death rate due to Rabies in Indonesia is still quite high at 100-156 deaths per year, with a Case Fatality Rate of almost 100 percent. This illustrates that rabies is still a threat to public health. Statistically 98% of rabies is transmitted through dog bites, and 2% of the disease is transmitted by cats and monkeys.Purpose: make a literature review on rabiesMethod: using the literature review method by looking for articles related to the rabies theme on Pubmed, so that 30 articles were obtained according to the theme and extractedResult: Recognizing the disease's intricacy and manner of transmission might help to inform prevention and control approaches. The development and implementation of effective rabies elimination programs should involve veterinarians, public health professionals, physicians, ecologists, and vaccine manufacturers. Synchronization of operations through a multidisciplinary approach increases the likelihood of overcoming technical and infrastructural impediments to regional forces that drive disease management under the One Health concept.Keyword: Rabies; Disease: Rabies Disease: Literature Review
FACTOR MORBIDITY OF NEGLECTED TROPICAL DISEASES Elda Suswita; Hamzah Hasyim; Depi Nopania Utami; Dewi Milandiah; Dinda Andini Putri; Dwi Novrianti Putri; Elda Yanti; Elita Sari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.624

Abstract

Neglected Tropical Diseases (NTDs) causes a decrease in patient activity and productivity and has an impact on the family and surrounding community. In the last few decades, NTDs have begun to receive attention from various countries because even though the fatality number is weak, the morbidity rate is very high. The aim of this research was to establish a literature review on Neglected Tropical Disease. The method used is literature review; uses the Pub med database as the basis for post search, the use of reviewed articles is journals or articles published in the last 10 years with a total of 30 articles. Partnerships linking key donor agencies, charities, NGOs, regulatory authorities, the pharmaceutical industry, and other essential needs managers are vital in fighting NTDs and it is possible to access the healing process for everyone in the world.The potential impacts are universal drawbacks published with the decadent changes in the air, namely in part: dispensation, most notably on vector-borne diseases.The results of data extraction it can be concluded thatNTDs is a neglected disease even though this disease can last a long time and interfere with personal, family and community activities and productivity.
THE MAIN CAUSE OF HIV/AIDS INFECTION DISEASE Aannisah Fauzaania; Hamzah Hasyim; Atik Wulandari; Deasy Sumarni; Aidil Fitrianto; Bayu Anggriani; ani meliyani; Ahmad Taher
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.625

Abstract

 Background: The emergence of Human Immunodeficiency Virus (HIV) has delivered large fitness demanding situations to youngsters and young people round the sector manifesting as biological, psychological, and social problems. This then have become a worldwide project which isn't always simplest depending on the fitness quarter, however additionally the complete authorities quarter in widespread due to the effect of HIV sickness which has the capacity to assault all groups.Purpose: behavior a literature overview on HIV/AIDS. This literature overview will describe the primary reasons of HIV primarily based totally on a few dependable references.Method: the use of a literature overview with the database used is Pubmed, a literature seek method with the keywords "HIV", "AIDs", and "HIV/AIDs".Result: Our meta-evaluation discovered that the pooled occurrence estimate of AUD amongst PLWHA changed into determined to be 29.80% (95% CI; 24.10–35.76). Conclusion: Results discovered that the primary motive of HIV contamination among men changed into the injection of narcotics, and withinside the girls it changed into sexual sex with an inflamed individual. 
DETERMINAN FAKTOR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG PENYEBAB KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL BERESIKO Ocik Lestari; Zulkarnain Zulkarnain; Najmah Najmah; Nurlaili Nurlaili; Indah Yuliana
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.629

Abstract

Latar Belakang: KEK pada ibu hamil adalah keadaan gizi kurang yang terjadi karena tubuh kekurangan salah satu atau beberapa zat gizi yang dibutuhkan saat kehamilan. Penyebab tubuh kekurangan zat gizi bisa dikarenakan oleh jumlah zat gizi yang dikonsumsi kurang, mutu zat gizi yang rendah, gagalnya penyerapan zat gizi dalam tubuh, dan kenaikan volume darah selama kehamilan yang akan meningkatkan suplay kebutuhan Fe atau zat Besi pada tubuh ibu hamilTujuan: Penelitian ini bertujuan secara umum untuk mengetahui hubungan determinan faktor langsung dan faktor tidak langsung dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil berisiko.Metode: Desain penelitian adalah kuantitatf dengan pendekatan Crossectional atau potong lintang. Waktu dan tempat penelitian adalah Kabupaten Kepahiang dimulai dari bulan Oktober sampai dengan November 2021. Populasi sebanyak 141 orang ibu hamil dan sampel penelitian diambil dengan Teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis multivariat dengan uji Regresi binary logistic.Hasil: Diketahui hubungan faktor langsung; asupan nutrisi dan paritas (p value 0.005 dan 0.000), Diketahui hubungan faktor tidak langsung ; tingkat pendidikan dan pekerjaan, (p value 0.000 dan 0.022), Determinasi yang paling dominan adalah faktor pendidikan dari kelompok factor tidak langsung, dimana ibu hamil berpendidikan rendah berpeluang 8.4 kali, Model faktor risiko yang paling memiliki interaksi yang paling erat/kuat terhadap kejadian KEK adalah faktor pendidikan, dimana kejadian KEK pada kelompok ibu hamil yang berpendidikan rendahSimpulan: dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap kekurangan energi kronik pada ibu hamil beresiko adalah faktor pengetahuan ibu.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2025 (on progress) Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Volume 15 Nomor 3 Tahun 2024 Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 (2022): Supplementary 1 Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 (2021): Supplementary 2 Vol 12 (2021): Supplementary 1 Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020 Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN Vol 10 No 3 (2019): JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Vol 10 (2019): Special Issue HKN Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 1 (2017) Vol 7 No 2 (2016) Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015) Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) Vol 2 No 2 (2010) More Issue