Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 1 (2014)"
:
12 Documents
clear
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA PRODI D-III KEBIDANAN DALAM PRAKTEK LABORATORIUM DI STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2014
Evi Susanti;
Dian Sari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.211
Penelitian ini berawal dari fenomena dalam praktek laboratorium. Praktek laboratorium bagi mahasiswa prodi D-III Kebidanan sangat penting agar lulusan D-III Kebidanan nantinya menjadi seorang bidan yang profesional. Keadaan laboratorium yang tidak memuaskan akan berdampak kepada pelaksanaan praktek mahasiswa di lapangan, mahasiswa tidak mengerti dengan tindakan yang akan diberikannya kepada pasien di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa Prodi D-III Kebidanan dalam praktek laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan di STIKes Prima Nusantara Bukittinggi, desain penelitian Cross Sectional, bulan Maret sampai Oktober 2014, jumlah sampel 58 orang dan tehnik sampel proportionale random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan kuesioner, data diolah dan dianalisis dengan komputer. Hasil penelitian didapatkan bahwa labih dari separoh responden memiliki persepsi kehandalan baik (62,1%), daya tanggap baik (69%), empati baik (62,1%), wujud baik (65,5%), dan lebih dari separoh responden puas dalam praktek laboratorium (62,7%). Berdasarkan variabel yang diteliti, semua variabel memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa dalam praktek laboratorium dengan nilai p < 0,05. Diharapkan STIKes Prima Nusantara Bukittinggi terus memperhatikan kebutuhan mahasiswa agar kepuasan mahasiswa dalam praktek laboratorium tetap baik, dan mahasiswa diharapkan untuk meningkatkan kompetensi dengan memotivasi diri sendiri untuk berlatih secara mandiri.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA 1-7 HARI TENTANG KUNJUNGAN NEONATUS DI PUSKESMAS PADAN KANDI KABUPATEN 50 KOTA
Rulfia Desi Maria;
Mutia Fellina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.212
Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang sensitif terhadap ketersediaan, kualitas dan pemanfaatan pelayanan kesehatan terutama terhadap pelayanan perinatal. AKB di Indonesia masih terbilang tinggi dibandingkan dengan negara tetangga dibagian ASEAN seperti Philipina 26/1000 kelahiran hidup, Srilangka 13/1000 kelahiran hidup dan Singapura 2/1000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2011). Penelitian ini bersifat analitik. Dilakukan di Puskesmas Padang Kandi Kabupaten 50 Kota. Dengan jumlah 35 orang dari 35 orang populasi, secara total sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara lansung dengan pemakaian alat bantu kuesioner. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan, didapatkan gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi 1-7 hari tentang kunjungan neonatus rendah yaitu 51,4%, gambaran kunjungan ibu yang mempunyai bayi 1-7 hari yang tidak kunjungan neonatus 77,1%, gambaran Sumber informasi yang didapatkan ibu yang mempunyai bayi 1-7 hari dari tenaga kesehatan 97,1%, dan gambaran sosial ekonomi ibu yang mempunyai bayi dari lingkungan yaitu 60%, Penelitian ini menunjukan sebagian besar ibu yang mempunyai pengetahuan yang kurang dalam mengikuti kunjungan neonatus, karena itu diharapkan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi khususnya lebih ditingkatkan dan lebih dimasyarakatkan, sehingga diharapkan dengan bertambahnya pengetahuan ibu yang mempunyai bayi akan memberikan hasil yang positif terhadap ibu dalam mengikuti kunjungan neonatus di posyandu.
HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN PERAWAT DALAM SHIFT JAGA PAGI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL (RSSN) BUKITINGGI
Betty Betty;
Rinawati Kasrin Rinawati Kasrin
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.213
Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi berasal dari Rumah Sakit Umum Pusat Bukittinggi sejak tahun 1978. Pada tahun 2009 dengan SK NO:1002/MENKES/SK/11/2009 Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi menerapkan pola PPK-BLU. RSSN merupakan rumah sakit tipe rumah sakit khusus kelas B dan merupakan satu satunya rumah sakit khusus stroke yang ada di Sumatera. RSSN memiliki banyak fasilitas pelayanan dimana salah satunya adalah pelayanan rawat inap yang memiliki perawat pelaksana sebanyak 111 orang. Untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit harus memperhatikan iklim kerja keperawatan rumah sakit dimana iklim kerja berhubungan dengan kepuasan kerja dan kualitas kerja perawat pelaksana. Kepuasan perawat juga sangat erat hubungannya dengan shift jaga yang dilaksanakan di ruang rawat inap. Berdasarkan survey awal tahun 2014 di RSSN Bukittinggi pada shift jaga pagi hari perawat jaga terdapat sebanyak 50%, untuk shift jaga siang dan malam hanya 25% dengan beban kerja yang hampir sama. Dimana waktu jaga shift pagi dan siang selama 7 jam. Untuk kerja pada shift pagi tidak ada keluhan dari perawat Shift adalah solusi untuk pekerjaan yang terus menerus dan sudah ada libur yang cukup, tetapi masih ada keluhan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka pihak rumah sakit perlu untuk mengetahui bagaimana hubungan iklim organisasi dengan kepuasan perawat dalam shift jaga di ruang rawat inap Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan iklim organisasi dengan kepuasan perawat dalam shift jaga di ruang rawat inap RSSN Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan Cross Sectional yang bersifat deskriptif korelasi. Respondennya adalah 54 perawat pelaksana di ruang rawat inap yang diperoleh dari perhitungan besar sampel dan termasuk dalam kriteria inklusi penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terstruktur. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Analisis data pada penelitian ini yaitu dengan editing, coding, data entry, dan cleaning yang kemudian akan dilakukan analisa univariat dan bivariat terhadap hasil cleaning data. Tujuan analisa univariat adalah untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik masing masing variabel yang diteliti, yaitu variabel iklim organisasi dan kepuasan.
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA KASIH SAYANG IBU BATUSANGKAR
Rima Berlian Putri;
Fredia Heppy
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.215
Depresi merupakan salah satu bentuk sindrom gangguan keseimbangan mood (suasana perasaan). Prevalensi depresi pada lansia di dunia berkisar 8-15%. Sementara prevalensi depresi pada lansia yang menjalani perawatan di Rumah Sakit dan panti jompo sebesar 30%-45%. Tahun 2013, prevalensi penduduk pada usia ≥ 15 tahun yang mengalami gangguan mental emosional secara nasional adalah 6,0%. Di Sumatera Barat prevalensi gangguan mental emosional yaitu sebesar 4,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang berada di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2014 dengan teknik pengambilan sampel sampling jenuh, dimana semua populasi dijadikan sampel sebanyak 60 orang. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan September 2014. Hasil penelitian didapatkan 36 lansia (60,0%) mengalami depresi dan 24 lansia (75,0%) mengalami kejadian insomnia. Sedangkan hubungan depresi dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2014 yaitu didapatkan nilai p value 0,001 dimana nilai p
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PENDERITA DIABETESMELLITUS DENGAN UPAYA PENCEGAHAN ULKUS DIABETIKUM DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI
Adelse Prima Mulya;
Betty Betty
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.216
Diabetes Mellitus atau penyakit gula merupakan salah satu dari 7 penyakit kronis yang ada didunia. Penelitian ini berawal dari fenomena Jumlah kasus penderita Diabetes Mellitus meningkat dan memiliki jumlah yang begitu tinggi tiap tahun dari 2012-2013 total sebanyak 2.566 dan Penderita Diabetes Mellitus dengan Ulkus Diabetikum Juga mengalami peningkatan di tahun 2011 berjumlah 53 orang, ditahun 2012 sebanyak 73 orang dan pada tahun 2013 sebanyak 84 orang (Rekam Medik RSAM,2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Penderita Diabetes Mellitus dengan Upaya Pencegahan Ulkus Diabetikum di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi 2014. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada 24 Juli sampai 20 Agustus 2014 di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar. Data yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Responden pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang dihitung berdasarkan jumlah kasus pasien Diabetes Mellitus yang datang ke Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi dengan menggunakan teknik pengambilan sample accidental sampling, ditetapkan sampel sebanyak 71 orang dan diuji chi square. Dari hasil penelitian didapatkan dari 71 responden terdapat 36 (50,7%) responden yang memiliki pengetahuan rendah, 39 (54,9%) responden yang memiliki motivasi rendah, 41(57,7%) responden yang kurang baik melakukan pencegahan Ulkus Diabetikum dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan ulkus Diabetikum di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2014 (p = 0,000 , OR = 23,111) dan terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan pencegahan ulkus Diabetikum di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2014 (p = 0,000 , OR = 37,917). Dapat disimpulkan pengetahuan dan motivasi responden rendah dalam upaya pencegahan ulkus diabetikum. Setelah penelitian ini disarankan bagi responden dan keluarga agar memeriksakan kesehatan secara rutin dan meningkatkan motivasi untuk mencegah terjadinya komplikasi dari Diabetes Mellitus yaitu Ulkus Diabetikum.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU LANSIA DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUGUAK PANJANG BUKITTINGGI
Siti Mutia Kosasi;
Cecep Sobirin
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.217
Berdasarkan data kunjungan lansia di wilayah kerja Puskesmas Guguak Panjang cakupan pelayanan lansia 60%. Hal ini menunjukkan bahwa kunjungan lansia ke posyandu lansia diwilayah kerja Puskesmas Guguak Panjang Bukittinggi belum mencapai target 80%. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan tentang posyandu lansia dengan kunjungan posyandu pada lansia di wilayah kerja puskesmas Guguak Panjang Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14-27 Agustus 2013. Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia yang berada diwilayah kerja Puskesmas Guguak Panjang Bukittinggi yang berjumlah 81 orang, dengan sampel sebanyak 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data diolah dengan menggunakan uji statistic chi sqaure. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separoh lansia memiliki pengetahuan baik tentang posyandu lansia (55,6%) dan sebagian lansia kurang aktif melakukan kunjungan ke posyandu lansia (44,4%). Hasil uji statistic chisquare hubungan pengetahuan dengan kunjungan posyandu didapatkan p value < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kunjungan posyandu lansia. Diharapkan kepada pelaksana program promosi kesehatan supaya meningkatkan penyuluhan terhadap masyarakat tentang manfaat posyandu lansia dan memotivasi lansia untuk mengikuti posyandu lansia.
PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) TENTANG TEKNIK MENCUCI TANGAN TERHADAP PENGETAHUAN MENCUCI TANGAN DI SD N 55 BATANG PIARAU LUBUK BASUNG KABUPATEN AGAM TAHUN 2014
Junios Junios;
Rina Rina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.218
Handwashing behavior was not a usual day-to-day by the general public. Hand washing is an important thing to know melai children from an early age in order to materialize a clean and healthy lifestyle. Namunberdasarkan data that has been collected from SDN 55 Batang piarau, still a lack of knowledge of the student / i for washing hands. The purpose of this study was to determine the effect of granting extension Net sehah Behavior (PHBs) About Handwashing Handwashing Against knowledge in SD N 55 Rods Piarau Lubuk Basung Agam 2015.This study design using pre-Eksprimental One group pre-post test desaign. This research was conducted at SDN 55 Batang piarau 03 September to 7 September 2015. The population in this study were 55 students / I with a total sample of 47 students / i. The data in this study was collected using questionnaires and processed by paired t-test.Based on the analysis of the data showed that respondents' knowledge before the intervention is given 100% low knowledge, and after being given the intervention of knowledge increased to 70.2% of respondents berpengrtahuan high, 23.4% of respondents were knowledgeable and 6.3 berpengetahuanrendah respondents about hand washing. Statistically, the provision of information has a significant influence in increasing student knowledge / i (p = 0.000)Recommended to students / I that higher knowledge in order to maintain and improve health with a clean and healthy life behavior, and student / i knowledgeable Low harder to improve his knowledge in order to create a clean and healthy lifestyle. For a school to reactivate UKS.
PENGARUH PEMBERIAN TEH ROSELLA TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR TABIT KOTA PAYAKUMBUH
Elfira Husna;
Fauzi ashra
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.219
Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang jumlahnya akan terus meningkat dimasa yang akan datang. Menurut laporan badan kesehatan dunia atau World Health Organisation (WHO), pada tahun 2000 dianggarkan sebanyak 171 juta jiwa menderita diabetes mellitus tipe 2 dan diperkirakan pada 2030 akan terjadi peningkatan sebanyak 195 juta jiwa lagi yang akan menderita diabetes mellitus tipe 2. Studi populasi diabetes mellitus tipe 2 di berbagai Negara oleh WHO menunjukkan jumlah penderita diabetes mellitus pada tahun 2000 di Indonesia menempati urutan ke 4 terbesar dengan 8,426 juta orang dan diperkirakan akan menjadi sekitar 21,257 juta pada tahun 2030. Penderita diabetes mellitus bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teh rosella terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 sampai dengan 20 agustus tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Eksperiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tabit dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purpossive sampling. Jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 12 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Independent Sampel Test. Hasil uji statistik menyeluruh nilai p=0,006 (p
PENGARUH TERAPI AKTIF MENGGENGGAM BOLA TERHADAP KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE DI RSSN BUKITTINGGI
Andika Sulistiawan Andika Sulistiawan;
Elfira Husna Elfira Husna
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.220
Stroke merupakan gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak dalam beberapa detik atau secara cepat dalam beberapa jam dengan gejala atau tanda-tanda sesuai dengan daerah yang terganggu (Irfan, 2012). Sroke termasuk penyakit motorneuron atas yang mengakibatkan kehilangan kontrol volunter terhadap gerakan motorik, disfungsi motorik yang paling umum adalah kelemahan pada satu sisi karena lesi otak yang berlawanan, kelemahan otot merupakan dampak terbesar pada pasien stroke Pasien stroke dengan kelemahan akan mengalami keterbatasan mobilisasi. Klien yang mengalami keterbatasan dalam mobilisasi akan mengalami keterbatasan beberapa atau semua untuk melakukan rentang gerak dengan mandiri. Kelemahan fisik dan mental akan menghalangi seseorang aktivitas hidup sehari-hari. Secara umum, ketidakmampuan ada dua macam yaitu ketidakmampuan primer dan ketidakmampuan sekunder. Ketidakmampuan primer disebabkan oleh penyakit atau trauma (misal : paralisis gangguan atau cedera pada medula spinalis) sedangkan ketidakmampuan sekunder terjadi akibat dampak dari ketidakmampuan primer. Dari hasil penelitian didapatkan ada pengaruh antara terapi menggenggam bola terhadap kekuatan otot pasien stroke di RSSN Bukittinggi (p = 0,000).
PENGARUH TERAPI MUSIK MOZART TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN FRAKTUR DI RUANG BEDAH RSUD DR.ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2014
Dian Sari;
Yuhendri Putra
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v5i1.221
Fraktur telah menjadi masalah yang paling sering dijumpai di pusat-pusat pelayanan kesehatan diseluruh dunia. Menurut WHO 2010 Penyebab dari fraktur yang paling banyak yaitu karena kecelakaan lalu lintas. Fraktur adalah kondisi dimana terjadi patahan pada tulang yang bisa menimbulkan nyeri, nyeri merupakan masalah yang paling sering dijumpai pada penderita fraktur. Musik mozart adalah musik klasik yang paling banyak digunakan untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terapi musik mozart terhadap intensitas nyeri pada pasien fraktur di ruang bedah RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode preexperimen dengan rancangan one group pretest –posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang mengalami fraktur yang ada di ruang bedah RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Jumlah respondan yang dijadikan sampel sebanyak 10 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data paired sample t- test. Hasil uji statistik menyeluruh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil besarnya nilai p yang diperolah maka disimpulkan terdapat pengruh yang signifikan antara terapi musik mozart terhadap intensitas nyeri pada pasien yang mengalami fraktur. Setelah penelitian ini di harapkan pasien mampu menerapkan terapi musik mozart sehingga dapat mengurangi nyeri.