cover
Contact Name
Mia Dwianna
Contact Email
mia.dwiana@untirta.ac.id
Phone
+6287832743759
Journal Mail Official
jurnalrisetkomunikasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Palka Km 3 Sindangsari, Pabuaran, Kab. Serang Provinsi Banten.
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JRK (Jurnal Riset Komunikasi)
ISSN : -     EISSN : 26864754     DOI : DOI: http://dx.doi.org/10.62870/jrk
Jurnal Riset Komunikasi aims to encourage research in communication studies. Focus and scopes within the journal include but not limited to: 1. Media anda Text Analysis 2. Cross-cultural Communication 3. Enviromental Communication 4. Health Communication 5. Organizational Communication 6. Political Communication 7. Gender Studies
Articles 172 Documents
Commodification of Disability in Digital CSR Campaigns: Semiotic and Reseption Analysis VCD Students Nurul Fadhillah S; Sri Riski Wulandari
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.39661

Abstract

This study aims to analyze the commodification of disability in digital Corporate Social Responsibility (CSR) campaigns and map the reception patterns among Visual Communication Design (VCD) students. Adopting a descriptive qualitative approach, the study employs a multistage analysis integrating Roland Barthes’ semiotics on five CSR campaign videos; Pertamina, Tokopedia, Indodax, BRI Insurance, and Alfamidi, alongside Stuart Hall’s reception theory through reflective discussions with 24 VCD students at Universitas Negeri Makassar. The findings reveal that CSR videos systematically naturalize disability as an emotional commodity, portraying subjects as "empowered" yet confined within frameworks of inspiration and productivity. Meanwhile, VCD students predominantly occupy negotiated and oppositional positions, identifying practices of "inspiration porn" and affective commodification behind ostensibly humanistic narratives. The originality of this research lies in its integration of semiotics and the political economy of media to uncover how audiences with high visual literacy deconstruct hegemonic messages within digital communication structures. Practically, the results suggest the necessity of integrating the ethics of representation into design curricula to cultivate reflective practitioners who avoid exploiting marginal groups. However, this study is limited by its specific participant scope within a single study program; thus, the findings reflect the reception trends of a specific group rather than broad population generalizations.
Komunikasi Lingkungan dalam Pemberitaan Media Online tentang Krisis Air Bersih di Indonesia Tri Wahyuti
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.38408

Abstract

Krisis air bersih merupakan salah satu persoalan lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia, terutama akibat perubahan iklim dan degradasi sumber daya alam. Isu ini kerap diberitakan media, namun cara media membingkai (framing) isu krisis air bersih dapat memengaruhi cara publik memahami masalah maupun solusi yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana komunikasi lingkungan terkait krisis air bersih dikonstruksikan dalam pemberitaan media nasional dan media lokal. Studi ini menggunakan metode analisis framing model Entman dengan fokus pada identifikasi problem definition, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Data penelitian diambil dari pemberitaan CNN Indonesia sebagai representasi media nasional dan Radar Banten sebagai representasi media lokal, yang menyoroti isu krisis air bersih pada periode 2023–2025. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan perbedaan cara media nasional dan lokal membingkai krisis air, misalnya apakah lebih menekankan aspek bencana, kesulitan warga, atau solusi pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi lingkungan dengan memberikan gambaran bagaimana media berperan dalam membangun wacana publik mengenai isu krisis air bersih di Indonesia.
Komunikasi Dakwah dalam Moderasi Beragama di Pondok Pesantren Muhammad Husna Hisaba
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.36989

Abstract

Komunikasi dakwah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama di pesantren guna mencegah penetrasi paham ekstremisme yang bertentangan dengan prinsip rahmatan lil’alamin. Namun, masih terdapat keterbatasan kajian yang menggambarkan bagaimana pesan dakwah moderatif dikonstruksi dan disampaikan secara sistematis dalam lingkungan pendidikan Islam tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik komunikasi dakwah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bobos Cirebon melalui model komunikasi David K. Berlo (SMCR), mencakup sumber pesan (da’i), isi pesan, media, dan penerimaan mad’u. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme-interpretif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah dilakukan melalui pendekatan da’wah bil-lisan, bil-qalam, dan bil-hal, dengan pesan yang menekankan nilai tawassut (jalan tengah), tawazun (keseimbangan), dan tasamuh (toleransi). Media dakwah mencakup pendidikan formal, halaqah bahtsul masail, serta platform digital. Secara praktis, penelitian ini memperkuat strategi dakwah persuasif di pesantren, sedangkan secara teoretis memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi komunikasi dakwah moderatif berbasis model komunikasi.
Gender, Seksualitas dan Kelas dalam Representasi Pekerja Domestik dalam Film Inem Pelayan Seksi (1976) Nara Garini Ayuningrum; Fransisca Benedicta Avira Citra Paramita; Hajidah Fildzahun Kusnadi Nadhilah Kusnadi
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.39386

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi pekerja domestik perempuan dalam film Inem Pelayan Seksi (1976) melalui analisis konstruksi gender, seksualitas, dan kelas pada kode visual dan naratifnya. Studi ini bertujuan membongkar bagaimana tubuh perempuan kelas bawah diposisikan sebagai situs erotisasi, evaluasi sosial, dan negosiasi ideologis. Menggunakan semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, mitos) yang dipadukan dengan teori male gaze Laura Mulvey (1975) serta konsep voyeuristic dan narcissistic scopophilia, penelitian ini menganalisis adegan kunci terkait kerja domestik dan ekspos tubuh. Temuan mengungkap tiga pola dominan: (1) erotisasi tubuh pekerja domestik melalui teknik sinematik yang menaturalisasi kesenangan laki-laki; (2) konstruksi agensi yang ambivalen, di mana resistensi Inem tampak asertif namun tetap terkekang struktur patriarki dan kelas; serta (3) mitologisasi moralitas perempuan kelas bawah yang menempatkan mereka sebagai jangkar etis tanpa kekuatan struktural. Hasil ini menunjukkan bagaimana film menjalin-menjemari seksualitas, hirarki kelas, dan kerja domestik ke dalam ekonomi visual yang memperkuat ketimpangan sosio-ekonomi. Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada analisis film feminis dengan mengungkap cara sinema populer membentuk pemahaman ideologis feminitas kelas bawah. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya representasi pekerja domestik yang lebih adil dalam media Indonesia.
Mapping Scholarship on Generation Z in Participatory Communication for Sustainable Development (2015–2025): A Bibliometric Analysis Aminah Swarnawati; Robby Milana
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.38323

Abstract

This study maps scholarly literature on Generation Z in participatory communication for sustainable development published between 2015 and 2025. Using bibliometric analysis, the article examines publication growth, geographical distribution, authorship networks, citation patterns, and keyword co occurrence to identify how this field of research has developed over time. The analysis shows a significant increase in publications after 2020, with Indonesia emerging as a major contributor in terms of output, while citation influence remains concentrated in the Global North. Co authorship patterns indicate limited cross regional collaboration, suggesting persistent structural asymmetries in knowledge production. Keyword mapping reveals three dominant thematic orientations, namely community participation, digital engagement, and sustainability related challenges. Rather than assessing participatory practices or youth engagement empirically, this study focuses on how Generation Z and participatory communication are constructed within academic scholarship. By providing a systematic overview of research trends and structural patterns, the article contributes to a clearer understanding of the organization and limitations of current knowledge in this field.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Literasi Politik Dan Keputusan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Banten Oleh Pemilih Pemula Generasi Z Luna Safitri Salsabil; Dwi Retno Hapsari; Pudji Muljono; Amiruddin Saleh
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.40325

Abstract

Generasi Z di Provinsi Banten memegang peran strategis sebagai kelompok demografi dominan, namun dihadapkan pada tantangan kesadaran elektoral, kerentanan terhadap politik transaksional, dan stagnasi partisipasi di tengah bayang-bayang politik dinasti . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu, agen sosialisasi politik, patronase, dan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap literasi politik serta keputusan pemilihan kepala daerah. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Survei dilakukan terhadap 400 responden pemilih pemula berusia 17–24 tahun yang tersebar secara proporsional di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini memiliki relevansi tinggi dengan nilai R-Square 0.755 untuk Literasi Politik dan 0.652 untuk Keputusan Pemilihan. Adanya dualisme perilaku pemilih Terpaan TIK berpengaruh paling dominan dalam meningkatkan Literasi Politik, namun Keputusan Pemilihan Politik secara langsung justru paling kuat dipengaruhi oleh Patronase . Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pemilih muda Banten melek informasi digital, keputusan akhir mereka di bilik suara masih sangat pragmatis dan dipengaruhi oleh hubungan patronase.
Hirarki Komunikasi, Relasi Kuasa dan Inkoherensi Peran Ruang Publik pada Forum Pembangunan “Musrenbangdes” Neka - Fitriyah; Apriliawati Pratiwi
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.38724

Abstract

This study aims to reveal problems of communication hierarchy, and power relations in the implementation of Musrenbangdes which have an impact on the disruption of development program policymaking and loss of public space functions in the forum. A qualitative approach with a case study method, applied in this study, interviews with key informants, and observation are the data collection techniques. The results of the study show that the hierarchy of communication, and power relations have an impact on the rigidity and stagnation of communication, so that dialogue and discourse that are prerequisites for the realization of public space are difficult to realize. Communication patterns and communication practices based on communication hierarchies, and power relations reinforce differences in status, roles, and access among Musrenbangdes participants that weaken the functions of the public sphere, vulnerable to interference by various government interests and is no longer a space where people can freely express.
Implementasi Rekayasa Sosial untuk Meningkatkan Kepedulian Siswa terhadap Pemilahan dan Pengolahan Sampah Plastik di Sekolah Andin Nesia; Ari Pandu Witantra; Lisy Tantowi
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.41308

Abstract

Sampah plastik masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan utama di Indonesia, termasuk di Kota Cilegon. Penggunaan plastik sekali pakai yang tinggi, terutama sebagai kemasan makanan dan minuman, menyebabkan meningkatnya volume sampah plastik di lingkungan sekolah. Perilaku siswa yang belum terbiasa memilah sampah organik dan anorganik memperburuk kondisi, sehingga pengelolaan akhir sering dilakukan dengan cara dibakar yang menimbulkan polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk merancang program rekayasa sosial berbasis circular economy yang melibatkan siswa sebagai agen perubahan dalam pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan partisipatif, siswa diarahkan untuk berperan aktif dalam kegiatan pemilahan, pengumpulan, serta pengolahan kembali sampah plastik menjadi produk bernilai guna seperti ecobrick dan paving block berbahan dasar plastik daur ulang. Inovasi ini tidak hanya mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga mendukung prinsip circular economy, yaitu menjaga nilai sumber daya agar tetap berputar dalam sistem produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa sosial melalui pendidikan lingkungan dan praktik langsung mampu meningkatkan kesadaran ekologis, tanggung jawab sosial, serta kreativitas siswa dalam menciptakan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan sampah.
Digital Transformation dalam Komunikasi Pelayanan Publik (Studi Kasus Implementasi Chatbot AI di Pemerintah Daerah) Rangga Galura Gumelar; Mia Dwianna Widyaningtyas
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.36080

Abstract

Transformasi digital kini menjadi salah satu agenda penting bagi pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki kualitas layanan publik. Di tengah meningkatnya ekspektasi warga, pemerintah dituntut untuk tidak hanya efisien, tetapi juga mampu berkomunikasi secara terbuka dan responsif. Salah satu inovasi yang mulai diperkenalkan adalah penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai kanal komunikasi pelayanan publik. Penelitian ini menelaah bagaimana chatbot diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, yakni PPIDbot di Kota Serang, Savira di Kota Semarang, LaMPriMa SuryA di Surabaya, serta ARJUNA di Provinsi Jawa Barat. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan rancangan studi kasus ganda, penelitian ini mengandalkan uji coba langsung, analisis percakapan, serta telaah dokumen pendukung. Kerangka **Difusi Inovasi Rogers** digunakan untuk menilai sejauh mana chatbot ini diterima masyarakat, dengan menyoroti faktor keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, keterujian, dan keterlihatan manfaatnya. Hasil penelitian memperlihatkan adanya variasi yang cukup lebar. ARJUNA dan Savira menunjukkan manfaat praktis yang mudah dirasakan, sedangkan PPIDbot dan LaMPriMa masih terbatas pada fungsi informatif dengan jangkauan adopsi yang rendah. Keberhasilan adopsi banyak ditopang oleh platform WhatsApp yang sudah familiar, sementara hambatan muncul dari keterbatasan pemrosesan bahasa alami, masalah teknis, dan rendahnya literasi digital sebagian pengguna. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru pada kajian e-government Indonesia. Fokus pada chatbot pemerintah daerah, terutama melalui uji coba empiris lintas provinsi, masih jarang dilakukan. Dengan memadukan kerangka difusi inovasi, studi ini menegaskan perlunya pengembangan chatbot berbasis AI yang lebih adaptif, integratif, dan berorientasi pada pengalaman warga.  
The Spiral of Anxiety in the 2024 Presidential Election Discourse on X Nurul Islam; Alexander Beny Pramudyanto; Muliadi Muliadi; Nuryadin Nuryadin
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.38928

Abstract

This study explores the emergence of a spiral of anxiety among social media users on X (formerly Twitter) during the Indonesian 2024 presidential election discourse. Drawing upon the spiral of silence theory, this research investigates how users respond emotionally when their political opinions diverge from the perceived majority, particularly under conditions of high polarization. Using a quantitative sentiment analysis approach, the study analyses 1,060 tweets collected through six election-related hashtags between November 13, 2023, and February 14, 2024. The data were classified using the Naïve Bayes Classifier (NBC) method and validated on Google Collab. The findings reveal that while polarized users often express strong sentiments, a significant proportion of users exhibit neutral tones, interpreted as a strategic silence or emotional withdrawal due to fear of backlash. This silence does not stem from indifference, but from socio-political anxiety, indicating a transformation from a spiral of silence to a spiral of anxiety. As a result, the quality of discourse declines, shifting from fact-based debate to emotionally charged opinion exchanges. This phenomenon contributes to unproductive political engagement and increased social fragmentation. The study offers theoretical and empirical insights into how digital platforms shape political communication in highly polarized societies.