cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Studi terpadu seismik dan deformasi di Gunung Lokon, Sulawesi Utara Nia Haerani; Hendra Gunawan; Kristianti Kristianto; Kushendratno Kushendratno; S.R. Wittiri
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 1, No 3 (2010)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5932.3 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v1i3.18

Abstract

SARIPengukuran deformasi dengan metoda GPS serta penyelidikan kegempaan dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan vulkanik di Gunung Lokon sehubungan dengan munculnya sinar api pada dinding Kawah Tompaluan yang terjadi sejak awal 2009. Hasil pengukuran GPS menunjukkan bahwa deformasi yang terjadi tidak murni berasal dari aktivitas vulkanik, tetapi dipengaruhi juga oleh aktivitas tektonik di sekitarnya. Hasil pengukuran lokasi pusat tekanan menunjukkan kedalaman yang relatif dangkal (< 2 km). Kedalaman ini berasosiasi dengan zona aseismik yang diperoleh dengan metoda seismik.Kegempaan selama Januari-Maret 2010 didominasi oleh gempa hembusan. Dominasi gempa ini merupakan implikasi dari proses pelepasan gas akibat pemanasan batuan di dasar Kawah Tompaluan.Kata kunci: Gunung Lokon, deformasi, GPS, pusat tekanan, proses pelepasan gasABSTRACTSeismic and deformation methods using GPS was carried out to determine volcanic activity of Gunung Lokon due to glare appearance at the bottom of the Tompaluan Crater that has been occurring since early 2009. GPS measurement result showed that the deformation of Gunung Lokon is not only come from its volcanic activity but also influenced by tectonic force around the volcano. Location of pressure source has relatively shallow depth (< 2 km). This depth is associated with aseismic zone that determined by seismic method.Seismic activity during January-March 2010 was dominated by emission earthquake. This kind of earthquake possible as degassing implication due to rock heating at the bottom of Kawah Tompaluan.Keywords: Gunung Lokon, deformation, GPS, pressure source, degassing
Prediksi luas genangan pasang surut (rob) berdasarkan analisis data spasial di Kota Semarang, Indonesia Septriono Hari Nugroho
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4549.219 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v4i1.51

Abstract

ABSTRAKFokus dalam penelitian ini adalah memprediksikan luas genangan pasang surut (rob) yang terjadi di Kota Semarang. Simulasi model digunakan untuk mengetahui kondisi genangan rob di tahun 2015 dan 2030. Analisis spasial merupakan metode yang digunakan untuk membuat model tersebut dengan menggunakan data model elevasi digital (DEM) yang diformulasikan menggunakan skenario peramalan. Skenario yang dijalankan adalah (1) skenario genangan akibat penurunan muka tanah dan perubahan rata-rata muka laut (MSL) serta (2) skenario genangan akibat perubahan MSL saja. Pemodelan dilakukan dengan asumsi bahwa tidak ada perubahan penggunaan lahan dan tidak ada konservasi kawasan pesisir selama periode 5 sampai 20 tahun ke depan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa luas genangan dengan skenario 1 lebih besar dari skenario 2, yaitu 8.527,78 ha > 6.662,63 ha (2015) dan 17.692,45 ha > 13.029,58 ha (2030). Upaya penanggulangan banjir rob adalah menutup pintu masuk air laut pada saat air pasang, dan mengoptimalkan bangunan pelabuhan dan tanggul di sepanjang pantai Semarang sebagai penahan banjir yang cukup efektif.Kata kunci: analisis spasial, genangan rob, model elevasi digital (DEM), perubahan rata-rata muka laut(MSL), penurunan muka tanahABSTRACTThe focus of this study is prediction of tidal inundation (rob) in Semarang city, Indonesia. The simulation model of tidal inundation used to understand the condition of tidal inundation in 2015 and 2030. Spatial Analysis is a method to build the model using digital elevation model (DEM) which formulated by forecast scenarios. Scenario run: (1) Scenario of inundation due to land subsidence and changes in mean sea level (MSL), (2) Scenario of inundation because of mean sea level changes only. The modelling was done by assuming that there is no land use changes and conservation of coastal area over a periode of 5 to 20 years. The model results showed that the area of inundation with scenario 1 is larger than scenario 2 about 8,527.78 ha > 6,662.63 ha (2015) and 17,692.45 ha > 13,029.58 ha (2030) respectively. The effort to control tidal flood is to close the entrance of sea water during high tide, and to optimize building and dykes along the coast of Semarang as an effective flood barrier.Keywords: spatial analysis, tidal inundation, digital elevation model (DEM), changes in mean sea level (MSL),land subsidence
Sistem Aliran Air Tanah Akuifer Kars Fakfak, Papua Barat, Berdasarkan Karakter Kelurusan dan Hidrogeokimia Taat Setiawan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2749.018 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i1.74

Abstract

ABSTRAKDaerah Fakfak dan sekitarnya memiliki sistem hidrogeologi kars yang ditunjukkan oleh berkembangnya sistem rekahan, jaringan rongga, dan mata air kars. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sistem aliran air tanah akuifer kars berdasarkan atas analisis kelurusan morfologi dan hidrogeokimia berupa indeks kejenuhan terhadap CaCO3 (Sic) dan tekanan parsial CO2 (Pco2) yang dikompilasi dengan data hasil observasi lapangan. Analisis kelurusan morfologi menunjukkan bahwa pola aliran air tanah dipengaruhi oleh sistem rekahan berarah relatif barat laut – tenggara (N1540E atau N3340E). Daerah resapan air tanah berada pada zona densitas kelurusan tinggi di sekitar pungggungan Semenanjung Onin pada level elevasi 600 – 1000 m aml. dan di bagian selatan pada level elevasi 60 – 250 m aml. Air mengalir melalui sistem rekahan dan muncul sebagai mata air kars pada zona kontras antara densitas kelurusan morfologi tinggi dan rendah. Karakter aliran air tanah berdasarkan atas analisis hidrogeokimia dibagi menjadi tiga tipe. Tipe pertama berupa mata air pada elevasi > 50 m aml. dengan karakter jenuh terhadap mineral kalsit (SIc > 0) dan Pco2 relatif rendah yang diinterpretasikan berasal dari zona epikars melalui mekanisme difusi atau aliran lambat.Tipe kedua berupa mata air di sekitar pantai dengan karakter bersifat agresif (SIc < 0) dan Pco2 relatif tinggi yang diinterpretasikan sebagai air yang bergerak melalui sistem jaringan rongga atau konduit. Tipe ketiga berupa mata air yang berasal dari internal runoff yang terjadi pada musim hujan.Kata kunci: densitas kelurusan, hidrogeokimia, akuifer kars, FakfakABSTRACTFakfak and the surrounding area have karst hydrogeological system indicated by the development of the fracture system, cavity network, and karst springs. This study was conducted to determine the groundwater flow system based on the lineament analysis and hydrogeochemistry as saturation index of CaCO3 (SIc) and partial pressure of CO2 (Pco2) compiled with field observations data. Lineament analysis showed that the groundwater flow pattern is influenced by the northwest - southeast (N154oE or N334oE) fracture system. The catchment area lies at high lineament density zone around top of Semenanjung Onin at elevation of 600-1000 m asl. and in the southern part at elevation of 60-250 m asl. Water flows through the fracture system and appears as karst springs in the zone of high and low lineament density contrast. Groundwater flow character based on analysis is divided into three types. The first type is the springs lie at elevation of > 50 m asl. with saturated of calcite (Sic > 0) and relatively low of Pco2 interpreted derived from epikarst zone through the diffusion mechanism. The second type is the springs lie around the shoreline with aggressive character (SIc <0) and relatively high of Pco2 interpreted as water moves through the cavity or conduit network system. The third type is the spring formed by internal runoff during rainy season.Keywords: lineament density, hydrogeochemistry, karst aquifer, Fakfak
Gejala awal letusan Gunung Lokon Februari 2011 - Maret 2012 Kristianto Kristianto; Hendra Gunawan; Nia Haerani; Iyan Mulyana; Ahmad Basuki; Sofyan Primulyana; Farid Uskanda Bina
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 3, No 3 (2012)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.899 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v3i3.42

Abstract

ABSTRAKGunung Lokon memiliki karakter erupsi yang diawali oleh letusan freatik yang berlangsung beberapa bulan dan biasanya berakhir dengan letusan magmatik yang berlangsung singkat. Aktivitas tahun 2011 diawali oleh letusan freatik pada 22 Februari 2011 dan berulang pada 26 Juni 2011. Pada Juli 2011 kejadianletusan semakin intensif. Sampai dengan Maret 2012 letusan terjadi setiap bulan. Gejala awal setiap periode letusan diamati secara visual serta instrumental dengan menggunakan metoda kegempaan, geokimia, dan deformasi. Pengamatan kegempaan menunjukkan bahwa setiap kejadian letusan selalu diawali oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal dan gempa hembusan serta membesarnya amplituda tremor. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tekanan fl uida sebelum letusan. Peningkatan tekanan fl uida terjadi akibat proses pelepasan gas yang diikuti proses pembentukan sumbat lava yang menyebabkan kelebihan tekanan dalam konduit, ditandai dengan peningkatan gempa vulkanik dangkal. Erupsi eksplosif terjadi jika tekanan menurun secara tiba-tiba akibat rekahan pada sumbat lava. Hasil pengamatan kegempaan berkorelasi dengan hasil pengukuran deformasi yang menunjukkan adanya pemendekan dan hasil pengukuran nilai fl ux SO2 yang turun menjelang letusan.Kata kunci: letusan, freatik, gempa vulkanik dangkal, gempa hembusanABSTRACTThe characteristics of Lokon eruption is preceded by phreatic eruptions that lasted within several months and usually ends with a short magmatic eruption. The activity in 2011 was preceded by phreatic eruption on 22 February and repeated on 26 June. In July 2011, the eruptions occurred more intensively. As of March 2012 the eruption occured every month. The precursor of each eruption period was observed visually and instrumentally using seismicity, geochemistry and deformation methods. Seismicity observation showed that every eruption event was preceded by the increase in number of shallow volcanic and gasemission earthquakes and enlargement of tremor amplitude. These phenomena indicated that an increase in fluid pressure occurred prior to eruptions. The increase in fl uid pressure occurred due to gas release process followed by lava plug formation that causes over pressure of the magma in the conduit, whichwas characterized by the increase in shallow volcanic earthquakes. Explosive eruption occurs when the pressure decreases suddenly due to lava plug cracking. The results of seismicity observation correlate
Bahaya gas vulkanik Gunung Salak, Jawa Barat N. Euis Sutaningsih; Isa Nurnusanto; Sukarnen Sukarnen; Suryono Suryono
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2573.474 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v1i2.8

Abstract

SARIAktivitas Gunung Salak saat ini mengambil tempat di Kompleks Cikuluwung Putri yang terdiri dari Kawah Ratu, Kawah Hirup, dan Kawah Paeh. Aktivitasnya yang menonjol adalah emisi gas vulkanik dengan komponen utama adalah : H2O, CO2, SO2, H2S, NH3, HCl, H2, N2, dan O2+Ar. Dalam Juli 2007 sejumlah murid sekolah yang sedang berkemah meninggal dunia karena keracunan gas yang secara tiba-tiba meningkat konsentrasinya melampaui ambang batas normal. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa yang menjadi penyebabnya adalah terjadi penurunan kadar air dan kenaikan gas belerang dioksida serta gas karbon dioksida yang tinggi sehingga mencemari udara sekitarnya. Udara yang mengandung racun tersebut kemudian terhirup oleh peserta perkemahan. Karena kawasan ini merupakan area perkemahan, maka pemantauan kimia gas vulkanik mutlak dilakukan secara menerus untuk menghindari jatuhnya korban berikutnya.Kata kunci: Cikuluwung Putri, gas vulkanik, keracunan gas, gas belerang dioksida, gas karbon dioksidaABSTRACTMt. Salak activities are currently located at the Putri Cikuluwung Complex which consists of Ratu Crater, Hirup Crater, and Paeh Crater. The dominant activity is the emission of volcanic gases with the major components consisting of H2O, CO2, SO2, H2S, NH3, HCl, H2, N2, and O2 + Ar. In July 2007 a group ofschool students who were camping died of gas poisoning in a sudden increase its concentration exceeded the normal threshold. Based on the research it is found that the cause is the decline of water levels and the increase in sulfur dioxide gas and carbon dioxide gas is so high that pollute the surrounding air. Aircontaining toxins are then inhaled by the participants of the camp. Cause this area is camp area, so the chemical monitoring of volcanic gases to be conducted continuously to prevent the next casualties.Kata kunci : Cikuluwung Putri, Volcanic gases, gas poisoning, Sulfur dioxide gas, carbon dioxide gas
Pemodelan Hidrologi Longsoran di Lereng Km 1, Jalur Lintas Barat Liwa - Krui, Lampung Barat Prahara Iqbal; Asep Mulyono; Arifan Jaya Syahbana
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.443 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v7i2.95

Abstract

ABSTRAKKejadian longsoran di jalur lintas barat Liwa - Krui sering terjadi yang menyebabkan putusnya jalur perekonomian antar- daerah. Longsoran yang terjadi dominan berjenis longsoran translasi tanah yang diakibatkan oleh infiltrasi airhujan. Pemodelan hidrologi di salah satu lereng jalur lintas barat Liwa - Krui Km 1 telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses terjadinya longsoran dan untuk memilih solusi penanggulangan yang tepat. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi, analisis geoteknik, dan pemodelan hidrologi. Pemodelan hidrologi dilakukan dengan simulasi numerik yang menggunakan data laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa longsoran yang terjadi di lereng jalur lintas barat Liwa - Krui Km 1 adalah longsoran translasi dangkal yang disebabkan oleh penjenuhan tanah akibat infiltrasi air hujan. Penanggulangan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memasang lapisan impermeabel berupa lapisan semen.Kata kunci: jalur lintas barat Liwa - Krui, longsoran, pemodelan hidrologiABSTRACTLandslide phenomena at Liwa - Krui west cross road oftenly occur causing loss of inter-regional economic lines. The landslide type predominantly is soil translational slide, caused by rain water infiltration. Slope hydrological modeling at Liwa - Krui west cross road Km 1 was conducted with purposed to determine the occurrence of landslide and choose the right mitigation solution. The methodology used consists of geological mapping, geotechnical analysis, and hydrological modeling. Hydrological modeling was carried out by numerical simulation using laboratory data. The analysis show that the landslide on the Liwa - Krui west cross road slopes is translational shallow landslide, triggered by the soil saturation due to rainfall infiltration. The mitigation method that can be applied to overcome this problem is to place an impermeable layer such as cement on the slope face.Keywords: Liwa - Krui West Cross road, landslide, hydrological modeling
Perencanaan sumur filtrasi bantaran sungai dengan uji pemompaan Wahyu Gendam Prakoso; Roh Santoso BW; Meiske Widyarti
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.237 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v5i1.65

Abstract

ABSTRAKFiltrasi bantaran sungai digunakan untuk memperbaiki kualitas air sungai sebagai sumber air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geologi dan hidrogeologi tapak filtrasi tebing sungai, mengukur penurunan muka air tanah sumur akibat pemompaan pada bantaran sungai, memperkirakan jari-jari pengaruh sumur sebagai parameter utama dalam perencanaan sumur produksi dengan filtrasi tebing sungai. Lokasi uji pemompaan yang terletak di bantaran sungai Cihideung sesuai untuk pembangunan sumur filtrasi tebing sungai dengan memiliki nilai konduktivitas hidraulik berkisar 2,5 – 4,32 m/hari. Jari-jari pengaruh sumur sekitar 45 m. Metode Thiem dan aplikasi Akuifer Test Versi 4.2 memberikan hasil yang baik dalam menduga nilai konduktivitas hidraulik pada lokasi penelitian. Nilai jari-jari pengaruh sumur paling tepat diperoleh dengan menggunakan metode ketakseimbangan dan MLU 2.5.Kata kunci: filtrasi bantaran sungai, uji pemompaan, konduktivitas hidraulik, jari-jari pengaruh sumurABSTRACTRiverbank filtration is used to improve river water quality as drinking water source. This study aims to analyze geological, and hydrogeological characteristic of riverbank filtration site, measuring drawdown characteristic of pumping well on the riverbank, determine well radius of influence as the key parameter on the design of production well with riverbank filtration. Pumping site located at the riverbank of Cihideung river is suitable as riverbank filtration site with hidraulic condutivity 2.5 – 4.32 m/day. Well radius of influence is around 45 m. Thiem method and Akuifer test 4.2 are giving satisfied result on estimating value of hidraulic conductivity. Best value of well radius of influence given by MLU 2.5 and non equilibrium method.Keywords: riverbank filtration, pumping test, hydraulic conductivity, radius of influence
Kondisi air tanah untuk irigasi di Kabupaten Sumbawa Barat Bethy C. Matahelumual
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.375 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v3i1.33

Abstract

SARISebagian besar penduduk Kabupaten Sumbawa Barat tinggal di kawasan pedesaan. Pertanian merupakan sumber utama pendapatan mereka. Sumber air tanah di Kabupaten Sumbawa Barat cukup melimpah, sehingga selain digunakan sebagai sumber air bersih, dapat juga dimanfaatkan untuk irigasi. Pengambilan percontoh air dilakukan di 8 kecamatan yaitu Kecamatan Sekongkang, Jereweh, Maluk, Taliwang, Brang Ene, Brang Rea, Seteluk, dan Poto Tano. Pendekatan berdasarkan diagram Wilcox dan perbandingan Serapan Natrium (Sodium Adsorption Ratio-SAR) digunakan untuk mengetahui kelayakan air tanah bagi keperluan irigasi. Kualitas air di Kabupaten Sumbawa Barat umumnya tidak memenuhi persyaratan kualitas air minum tetapi dapat digunakan untuk keperluan irigasi.Kata kunci: air tanah, irigasi, diagram Wilcox, Sumbawa BaratABSTRACTResidents of West Sumbawa Regency are mostly live in rural area. Agriculture represents the main source of their earnings. In West Sumbawa Regency groundwater is quite abundant and it is used either as the source of drinking water and can also be used for irrigation. Shallow groundwater samples were taken in 8 Sub Districts namely Sekongkang, Jereweh, Maluk, Taliwang, Brang Ene, Brang Rea, Seteluk and Poto Tano. An approach based on Wilcox diagram and Sodium Adsorption Ratio (SAR) are used to find out ground water elegibility for irrigation.Water quality in West Sumbawa Regency generally does not meet the quality requirements of drinking water but can be used for irrigation.Keywords: groundwater, irrigation, Wilcox diagram, West Sumbawa
Penentuan Percepatan Tanah Puncak di Pulau Simeulue dengan Metode Deterministik Lina Handayani; Nugroho D. Hananto; Titi Anggono; Syuhada Syuhada; Karit L. Gaol; Sonny Aribowo
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 3 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.241 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i3.193

Abstract

ABSTRAKPulau Simeulue terletak di busur muka subduksi Sumatra bagian utara yang merupakan pulau dengan tingkat bahayakegempaan sangat tinggi. Catatan sejarah kegempaan menunjukkan bahwa pulau ini merupakan daerah dengan bahayagempa bumi dan tsunami. Bahaya gempa bumi telah disadari oleh penduduk Pulau Simeulue. Walaupun seluruhpenduduk telah mengetahui adanya potensi bahaya gempa bumi, diperlukan peta daerah bahaya gempa bumi yanglebih terperinci. Peta bahaya gempa bumi ini diperlukan sebagai panduan dalam pengembangan infrastruktur di pulauini. Analisis bahaya gempa bumi dengan metode deterministik dilakukan untuk menyusun peta mikrozonasi bahayagempa bumi Simeulue. Metode ini dipilih berdasarkan kajian dan analisis tektonik dan kegempaan di Simeulue sertadata geologi dan geofisika lainnya. Hasil analisis yang berupa nilai percepatan tanah puncak menunjukkan tingkatbahaya kegempaaan secara keseluruhan di Pulau Simeulue yang sangat tinggi, dengan nilai percepatan 0,7 hingga1,3g. Daerah dengan kemungkinan bahaya tertinggi terletak di daerah pesisir barat laut dan terendah terletak di bagiantenggara Pulau Simeulue.Kata kunci: deterministik, gempa bumi, Pulau Simeulue, percepatan tanah puncakABSTRACTSimeulue Island, located at the forearc region of Sumatra subduction zone, is an island with high seismic hazard.History records show the past disasters caused by great earthquakes and tsunamis. People of Simeulue has alreadyknown the threat of the possible earthquakes and tsunamis. However, better knowledge of detailed microzonation isneeded as a guide for future development of the island. Deterministic seismic hazard analysis was selected for hazardmicrozonation of the island. The analysis was based on the geological and geophysical data. The result of the analysisindicated a high value of peak ground acceleration (PGA) for the whole area of the island. The highest accelerationoccurred along the southwest coast and the lowest occurred at the southeast end part of the Simeulue Island.Keywords: deterministic seismic hazard analysis, earthquake, Simeulue Island, peak ground acceleration
Kontrol Morfotektonik Terhadap Gerakan Tanah di Daerah Malalak, Sumatra Barat Donny R. Wahyudi; Sumaryono Sumaryono; Emi Sukiyah; Dicky Muslim; Arif R. Darana
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1916.137 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i3.86

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan (1) untuk mengidentifikasi tingkat aktivitas tektonik DAS (Daerah Aliran Sungai) Manggur Gadang berdasarkan analisis morfometri yang berupa rasio perbandingan lebar dasar lembah dengan tinggi lembah (Vfw), indeks gradien sungai (SL), asimetri sungai (AF), sinusitas muka gunung (Smf) dan kerapatan sungai (dd).(2) untuk mengetahui hubungan kekar dengan segmen sungai, dan (3) untuk mengetahui hubungan longsor yang disebabkan oleh peristiwa gempa bumi dengan aktivitas tektonik. Aspek-aspek geomorfik seperti dimensi dan bentuk DAS dianalisis menggunakan morfometri untuk mengidentifikasi keaktifan tektonik wilayah penelitian. Azimuth segmen sungai dan struktur geologi berupa data kekar dan kelurusan azimuth mahkota longsor yang terjadi di lokasi penelitian dikumpulkan sebagai sampel yang selanjutnya dilakukan uji statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel tersebut.Hasil uji statistik yang dilakukan pada variabel diatas menunjukkan adanya hubungan antara segmen sungai dengan kekar dan azimuth mahkota longsor yang terjadi. Analisis morfometri juga menunjukkan adanya aktivitas tektonik dengan tingkat yang paling tinggi berada pada DAS Manggur Kecil, sedang pada DAS Manggur Gadang, dan rendah pada DAS Naras. Berdasarkan hasil penelitian diatas diketahui bahwa wilayah penelitian memiliki tingkat aktivitas tektonik aktif.Kata kunci: aktivitas tektonik, longsor, morfometriABSTRACTThis study aims(1)toidentify the level of tectonic activity based on morphometry analysis; ratio of valley floor width to valley height ( Vfw ), stream gradient index ( SL ), asymmetry factors ( AF ), sinuosity of mountain front ( Smf ), drainage density ( Dd). (2) to know the relation between rock joint with river segments, and (3)to determine the relation of landslides caused by earthquakes with tectonic activity. Geomorphic aspects such as the dimensions and shape of the watershed were analyzed by using morphometry to identify the tectonic activity level of the studied area. The river segment azimuths and geological structures such as joint and azimuth of crown landslide lineament that occurred at the studied site were collected as a sample of whichthen statistical tests were performedto determine the relation between these variables.The results of the statistical test that were performed on the variables above show that there is a relation between the river segment with joint and landslide crown azimuth that occurred. Morphometric analysis also shows the presence of tectonic activity with the highest levels on the watershed of ManggurKecil, medium on the watershed of Manggur Gadang, and low on the watershed of Naras. Based on the results of study above it is known that the studied area has an active tectonic activity level.Keywords : tectonic activity, landslide,morphometry

Page 6 of 22 | Total Record : 218