cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan
ISSN : 24423009     EISSN : 25983172     DOI : -
Core Subject : Education,
Inovatif: Jurnal ilmiah terbit setahun dua kali di bidang Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Islam. Inovatif diterbitkan oleh Pusat P This journal should cover a wide range of disciplines, containing studies of religious education and culture based on multiculturalism, local wisdom, transformation in Islamic societies, Islam and social, political, political and economic change.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
Penerapan Pembelajaran Aqidah Akhlaq melalui Pendekatan Talaqqi di MA Ma’arif NU Kepung Kediri Shodiq, Ja'far
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.742 KB)

Abstract

The development of learning methods that so rapidly in the past few years became a quite a relief phenomenon. But it is unfortunate that it is not directly proportional to the quality of learning outcomes. Many found alumni Madrasah Aliyah even college does not understand the science of religion well. Meanwhile, if we refer to the study of Islam in the time of the Prophet in fact the reality is reversed. At that time the method of learning is still very traditional and simple, that is by using Talaqqi method but the result is very good, proven at that time has been born human-human reliable, firm, courageous, and intelligent. The purpose of this research is (1) to know the application of talaqqi method in learning aqidah akhlaq in MA Ma'arif Kepung, (2) to know the obstacle and support of talaqqi method in MA Ma'arif NU Kepung. The author uses two data collection techniques at once, namelyAkket, Observation and interview. Data analysis technique used in this research is qualitative descriptive technique with percentage by using formula: P = x 100%. The conclusion of this research is (1) the application of talaqqi method in Learning Aqidah Akhlaq in MA Ma'arif NU Kepung is good, because the obtained percentage 84,19% .I
Konsep Perang dalam Islam Menurut Al Habasyi Studi Kritis Terhadap Tafsir Liberal Ayat- Ayat Perang Asyhari, Asyhari
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 1 No. 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.461 KB)

Abstract

Ayat-ayat qital (perang) di dalam al Qur’an memakai berbagai macam redaksi. Keadaan yang demikian menjadikan para ekstrimis dalam Islam; baik kanan maupun kiri sama-sama merasa mendapat legitimasi dari ayat-ayat al Qur’an yang mereka pahami secara partikular. Akibatnya melahirkan dua pemahaman tentang konsep perang yang kontradiksi dan sama-sama diklaim sebagai konsep Islam. Tulisan ini ingin membuktikan kekeliruan kelompok ekstrim kiri (liberal) yang memahami konsep perang dalam Islam dengan bahwa Islam perang dalam Islam hanya jika diserang (difensif) bukan ofensif. Al Habasyi membuktikan bahwa perang ofensif memang ada dalam Islam. Hal ini berdasarkan penjelasan al Qur’an, hadits, ijma’ serta fakta sejarah. Meskipun demikian perang dalam Islam tidak dapat dilakukan serampangan, perang dalam Islam hanya dapat dilakukan jika telah memenuhi ketentuan-ketentuan tertentu, yang pada masa sekarang ini jelas belum terpenuhi. Sehingga dengan dalih apapun segala aksi terorisme yang banyak dilakukan oleh kalangan radikalis tidak dapat dibenarkan. Sumber yang dipakai dalam tulisan ini adalah semua buku karya Abd Allah al-Habasyi sebagai sumber primer, dan buku-buku yang berkaitan dengan kritik tafsir secara umum sebagai sumber skunder. Data-data yang diperoleh, dibaca dengan menggunakan content analisys. Pertama-tama dilakukan penelusuran dan pengumpulan penafsiran al Habasyi terhadap ayat-ayat qital yang tersebar dalam sebagian besar karyanya (sumber primer). Setelah itu dianalisa dengan membandingkannya dengan data dari sumber skunder seperti kitab-kitab tafsir, ilmu al Qur’an serja sejarah Islam.
Pengaruh Motifasi Kerja, Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan BPR di Kabupaten Tulungagung dalam Perspektif Islam Andayani, Dwi
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.801 KB)

Abstract

Along with the development of word trade, the devolepment banks are increasingly rapidly. This is because the development of the banking world can not be separated from the development of trade. In Indonesia alone development of very large banks. Of the entire market share of Indonesia became Asean region with 70 percent market share potential. Indonesia Indonesia is currently appearing as kekuatan 16 of the world’s largest, with a GNP of U.S.$ 3800, Continues to grow and provide positive expeztations. With a potensial market of 180 milion people , indonesia can perch be the fourth largest economic power if it followed the stability of economic growth. But to achieve that deram must clean up the banking sector to face the competitive world of banking continues to work hard to improve professionalism. Should not be overlooked that in the end many common banking companies owned foreign banks. According to constitution of Basic Banking NO.7 of 1992 and reaffirmed by the release of constitution. No.10 of 1998 is based on the type of banking functions consist of; commercial banks and rural bank (BPR). BPR plays an important role as guardians of the nation’s economy. Entering the ASEAN Economic Community (AEC) in 2015, financial institutions that focus on small business is like a house keeper for the national economy. Entering the open market Asean, BPR has a formidable task, keeping them in groups of foreign bank entry does not size Indonesian markert. To be able to compete on the open market, it is appropriate BPR managers continue to work hard to improve professionalism. From these results of this research, writer concluded that: (1) employee motivation of BPR in Tulungagung generaly entered in both categories is 66.3% with a frequency of 53 people, (2) leadership style of BPR ingeneral Tulungagung entry in either category that is 90% with a frequency of 72 people, (3) organizational culture Tulungagung of BPR in general enterd the category of either 98% with a frequency of 79. (4) There is a positive and significant effect between work motivation, leadership styles, and organizational culture on employee performance of BPR in Tulungagung. In F counted of 8.423 with a probability value of 0.000, the calculated F (8.423)> F table (2.72), and sig is smaller than the probability value of 0.05, or a value of 0.000<0.05. Then ha is accepted, meaning together X1, X2 an X3 significant effect on Y
Pandangan Azyumardi Azra terhadap Modernisasi Pesantren Kirana, Zuyyina Candra
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.836 KB)

Abstract

Lembaga pendidikan Islam/Pesantren memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuan maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam. Derasnya arus globalisasi telah mengancam eksistensi pesantren sehingga muncul gagasan modernisasi dilingkungan pesantren demi menjawab tantangan kebutuhan transformasi sosial. Akan tetapi banyak kalangan mengkhawatirkan tentang gagasan modernisasi pesantren yang berorientasi kekinian dapat mempengaruhi identitas dan fungsi pokok pesantren. Upaya re-formulasi kelembagaan, kurikulum, dan metodologi pesantren dalam pandangan Azyumardi Azra akan bermanfaat dalam sistem pengembangan, pembangunan dan peningkatan khazanah ilmiah dalam dimensi pendidikan Islam.
Penerapan Pembelajaran Aqidah Akhlaq melalui Pendekatan Talaqqi di MA Ma’arif NU Kepung Kediri Ghoni, Abdul
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.459 KB)

Abstract

This paper wanted to find and find the similarities between civic religion which became the theme of the discussion of Bellah with the concept of Pancasila which became the ideology, the philosophy of life of the Indonesian nation. The author uses the method of content analysis with deductive approach By using the glasses Robert N. Bellah in this study, is expected to find the intersection between the two great concepts. Civil religion that emphasizes public piety and Pancasila with plurality and plurality, will be a beautiful blend in the life of nation and state.
Kritik Pemahaman Hadist Nabi Tentang Keutamaan Surat Al-Waqi'ah Surahmat, Surahmat
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 1 No. 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.921 KB)

Abstract

Hadith Studies urgent put forward, especially the problem of understanding. In this study, the authors focused on the understanding of hadith criticism about the virtues of a letter al-Waqi'ah. Fairly comprehensive study has been written by Muhammad Makhdlori, Read Surah Al-Waqi'ah Then you will be rich. It is set out on the phenomena found in the community, some of which assume that the letter of al-Waqiah practice can cause a person to become rich. Is it true that this argument? The method I use is the hadith criticism in the sense mengkomparasikan hadith al-Waqi'ah letter with a variety of texts, both the Qur'an, hadith setema, and logic. After takhrij, this hadith al-Isnad da'if quality, nevertheless after study of matannya, then substance acceptable Hadith (maqbul) with understanding who read the letter al-Waqi'ah surely he would not hit indigent (poverty heart ) as Prophet Muhammad: wealth (intrinsic) is not in the abundance of things which have, however, lies in the wealth of a person's soul or heart (qona'ah; willingly accept any gift, sometimes a lot, sometimes a little, because only God alone more determine the extent of the needs of every servant).
Dialektika Fundasional Perkembangan Pesantren (Perspektif Pendidikan Islam) Yaqin, Ainul
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.457 KB)

Abstract

Pesantren[1] merupakan pelembagaan pendidikan yang bercorak Islam tertua, dari sini pesantren sebenarnya merupakan rintisan awal dari perkembangan selanjutnya untuk model pendidikan pesantren saat ini, bahkan pesantren dalam model pengertianya yang paling konvensional telah hadir bersama penyebaran Islam oleh pendahulu-pendahulu (da’i) awal yang melakukan Islamisasi di nusantara (baca: Jawa). Pesantren dengan gaya pendidikan yang adaptatif terhadap lokalitas ini, kemudian menjadi eksis dan berkembang seiring dengan perkembangan Islam, yang di masa-masa awal memiliki hubungan kekerabatan yang kuat antara satu pesantren dengan pesantren lainya, baik melalui jalur kekerabatan keluarga, maupun hubungan personal guru dan murit antar pemilik pesantren[2], sedangkan disisi lain sebagian pemangku pesantren kebanyakan merupan kearbat keratin (atau kerturunan bangsawan Jawa), yang bias jadi mewariti tradisi dimasa lalunya untuk menyepi dan mendirikan padepokan (pesantren) dan disana mengapdikan diri pada pendidikan sebagai brahmana resi (kyai/ulama). Dari sinilah dialektika modernisasi pendididkan yang dibawa oleh penjajah, bertemu dan menentukan wajah baru perkembangan, pengayaan dan konsistensi pesantren, dalam memaknai kuntinuitas yang bagaimana dan perubahan apa saja yang terpenting bagi pesantren. Makalah ini menjelaskan bagaimana dialektika ini terjadi dalam bingkai sejarah pertumbuhanya,lantas ditinjauan melalui kacamata Filsafat pendidikan Islam untuk menemukan bentuk tipologi filsalat pendidikannya sebagai pembacaan fundasional. [1] Pesantren pada awalnya merupakan lembaga pendidikan yang hanya meperkenalkan agam dan mencetak ulama bandingkan dengan , Dr. H Muhaimin, Arah baru pengembangan pendidikan Islam, Nuansa: 2003, bandung. 14 [2] Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiyai, LP3ES: 1982, Jakarta. 88
Konsep Bimbingan Agama Islam terhadap Wanita Tuna Susila di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kediri Hidayat, Dafid Fajar
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.146 KB)

Abstract

This research was conducted to deeply examine the concept of Islamic religious guidance that has been done by UPT Rehabilitation of Social Tuna Susila Kediri against prostitute women, with the concept of guidance of Islamic religion is done carefully to equip clients to have knowledge about Islam and be able to apply it. So that eventually the client can return to the right path in accordance with the teachings of Islam and the guidance of Rasulullah SAW
Humanisasi dalam Tujuan Pendidikan Islam Munawar, Munawar
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 1 No. 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.06 KB)

Abstract

Islam adalah ajaran agama yang diturunkan oleh Allah swt, kepada hamba-Nya melalui para Nabi dan Rasul. Islam memuat ajaran yang komprehensif yang tidak sebatas pada aspek ritual saja, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan.Setiap proses yang dilakukan dalam pendidikan harus dilakukan secara sadar dan memiliki tujuan. Tanpa diawali dengan arah tujuan yang jelas, tentunya hasil dari pendidikan tidak akan menemui keberhasilan yang memuaskan. Tujuan pendidikan secara umum adalah mewujudkan perubahan positif (positive change) yang diharapkan ada pada peserta didik setelah menjalani proses pendidikan, baik perubahan pada tingkah laku individu ataupada kehidupan pribadinya dan pada kehidupan masyarakat maupun terhadap alam sekitarnya di mana subjek didik menjalani kehidupan sehari-hari.Tujuan pendidikan dalam Islam, antara lain untuk membimbing dan mengarahkan manusia agar mampu mengemban amanah dari Allah, yaitu menjalankan tugas-tugas hidupnya di muka bumi, baik sebagai ‘abdullah(hamba Allah yang senantiasatunduk dan patuh kepada aturan dan kehendak-Nya serta hanya mengabdi kepada-Nya) maupun sebagai khalifah Allah di muka bumi, yang menyangkut pelaksanaan tugas kekhalifahan terhadap diri sendiri, dalam keluarga, dalam masyarakat dan terhadap alam.
Peranan Pemberdayaan Zakat dalam Meningkatkan Pendidikan di Desa Kuwik Kecamatan Kunjang Muchasan, Ali
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Ali Muchasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.028 KB)

Abstract

Kuwik village sub-district communities Kunjang is a very viscous environment with Islamic values, because there is a majority religion is Islam. With this condition, of course, and a duty for Muslims to carry out Shari'a Muslims who form the pillars of Islam, one of which is the payment of zakat, especially zakat Mal lately often forgotten by Muslims. The role of the empowerment of zakat in improving education in the village Kuwik District of Kunjang have a very important role where the empowerment of zakat education in the village Kuwik increasingly be enhanced and in a success, the role of the empowerment of zakat in improving education in the village Kuwik subdistrict Kunjang be successful as far as to help smooth a good education of teachers and facilities. Hope the author hopefully empowering zakat can be improved further its role, and hopefully the improvement of the zakat is increasing. May God bless, Ameen!

Page 2 of 11 | Total Record : 101