HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep.
HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2022): Histogram"
:
30 Documents
clear
KESESUAIAN SOAL UAS BUATAN GURU MATEMATIKA KELAS IX DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Syahrul Amri;
Maimunah Maimunah;
Roza Yenita
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2074
Evaluasi merupakan kegiatan terpenting dalam proses pembelajaran, ketika membuat alat evaluasi harus sesuai dengan kisi yang dibuat, baik dari segi kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi (IPK) sampai dengan tujuan yang ingin diraih. Tujuan dari penelitian ini ialah dalam rangka untuk melihat apakah instrumen pengevaluasian yang dilaksanakan oleh pendidik telah selaras dengan apa yang ingin dicapai pada pembelajaran itu sendiri. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini yakni di SMP Negeri 5 Bantan Kabupaten Bengkalis dengan subjek penelitian adalah guru matematika kelas IX. Berdasarkan analisis yang telah dilaksanakan didapatkan hasil 25 pertanyaan yang diajukan oleh guru, 7 pertanyaan yang tidak selaras dengan hal yang ingin dicapai pada proses pembelajaran serta 14 tujuan pembelajaran dimana tidak terdapat pada pertanyaan yang diajukan oleh guru. Jadi dapat disimpulkan bahwa soal tersebut sudah baik
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI TAHAPAN POLYA DAN NEWMAN
Siti Ramziah;
Sugeng Sutiarso
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2397
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah yang ditinjau dari tahapan Polya dan Newman serta mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika . Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Banjar Margo yang berjumlah 60 siswa yang terdiri dari 18 siswa berkemampuan rendah, 30 siswa berkemampuan sedang, dan 12 siswa berkemampuan tinggi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes dan wawancara yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa belum mencapai 50%. Jika ditinjau dari tahapan Polya kemampuan pemecahan masalah adalah sebesar 30,5% sedangkan jika ditinjau dari tahapan Newman adalah sebesar 47,6%. Adapun yang menyebabkan sulitnya siswa dalam menyelesaikan masalah adalah kurangnya pembiasaan mengerjakan soal yang menuntut kemampuan pemecahan masalah dengan tahapan yang lengkap dan kurangnya minat siswa terhadap matematika karena materi di buku teks cenderung sulit dipahami sehingga mengakibatkan kurangnya literasi membaca siswa. Kata Kunci: Newman, Pemecahan Masalah, Polya
APAKAH BERPIKIR MATEMATIS MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK?
Hasanul Bisri;
Yayan Eryk Setiawan;
Surya Sari Faradiba
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2429
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan berpikir matematis terhadap prestasi belajar. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, dimana sampel dalam penelitian ini terdiri dari 80 peserta didik kelas 10 dan kelas 11 Madrasah Aliyah di Kabupaten Pasuruan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa hasil angket tentang kebiasaan berpikir matematis dan hasil belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari angket tentang kebiasaan berpikir matematis dan nilai UTS. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi dan regresi berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif kebiasaan berpikir matematis terhadap prestasi belajar peserta didik sebesar 64,4 %. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengungkapkan faktor lain yang berpengaruh lebih besar terhadap hasil belajar.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik SMP Ditinjau dari Self Regulated Learning Pada Masa Pademi COVID-19
Inggar Aulia Fauziah;
Benny Hendriana
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2376
Tujuan dari pembelajaran matematika salah satunya meningkatkan kemampuan penalaran matematis karena kemampuan tersebut memiliki peranan penting bagi standar proses lainnya. Self regulated learning menjadi salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis peserta ditinjau dari self regulated learning pada masa Pandemi Covid-19. Metode pada penelitian ini dengan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 83 Jakarta yang berjumlah 28 orang, diberikan angket self regulated learning dan tes kemampuan penalaran matematis. Purposive sampling digunakan untuk menentukan subjek penelitian dengan analisis modal Rasch. Tiga subjek dipilih berdasarkan tingkat SLR. Memilih subjek sesuai dengan hasil tes kemampuan penalaran untuk lanjut melakukan wawancara. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwasannya peserta didik yang mempunyai self regulated learning tinggi dapat mencapai 4 indikator kemampuan penalaran matematis, terdapat 1 indikator yang tidak tercapai yaitu Generalisasi. Peserta didik yang mempunyai self regulated learning sedang dapat mencapai 3 indikator kemampaun penalaran matematis, terdapat 2 indikator yang tidak terpenuhi, yaitu Analisis dan Generalisasi. Peserta didik yang memiliki self regulated learning rendah tidak dapat menyelesaikan soal tes yang dikerjakan oleh S1 maupun S2. Kemampuan penalaran matematis ini tidak sama antar peserta didik SMP berdasarkan tingkat self regulated learning.
HUBUNGAN ANTARA KESADARAN METAKOGNISI DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP
Salamah Nurjohar;
Meyta Dwi Kurniasih
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2375
Penelitian ini dilatarbelakangi atas kondisi kesulitan siswa dalam mempelajari pelajaran matematika tanpa mempunyai kesadaran metakognisi dan kemampuan komunikasi matematis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kesadaran metakognisi dan kemampuan komunikasi matematis siswa SMPNegeri 74 Jakarta. Metode pada penelitian ini dengan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan angket kuisioner dan pemberian soal kemudian dijadikan skor kuantitatif serta pengambilan sampel dengan simple random sampling berjumlah 35 siswa. Pengujian terhadap instrument penelitian menggunakan uji validitas, uji realibilitas, uji normalitas, uji linearitas diakhiri dengan uji korelasi agar mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian ialah terdapat hubungan yang linear antara kesadaran metakognisi dan kemampuan matematis siswa dengan nilai 0,477 >0,05 serta terdapat juga hubungan yang berkorelasi dan positif sebesar 0,756 artinya hubungan antar variabel positif dan memiliki hubungan kuat terlihat pada rentang angka antara 0,60-0,799.
ANALISIS KESALAHAN SISWA BERDASARKAN TAHAPAN NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIMPUNAN
Anisa Hilmia Risdayati;
Kartini Kartini
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2188
Salah satu materi yang dipelajari dan harus dikuasai oleh siswa adalah materi himpunan. Materi himpunan merupakan materi yang mempunyai kategori kesulitan cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa sesuai dengan tahapan Newman dalam menyelesaikan soal himpunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang terdiri dari 14 siswa kelas VII SMP Juara Pekanbaru tahun ajaran 2021/2022 sebagai subjek penelitian. Untuk jenis teknik pengumpulan datanya berbentuk teknik tes dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari analisis kesalahan yang siswa lakukan pada saat melakukan penyelesaian soal himpunan berdasarkan tahapan Newman menunjukkan bahwa kesalahan membaca soal terjadi sebanyak 6,94%, kesalahan memahami soal terjadi sebanyak 18,9%, kesalahan transformasi soal terjadi sebanyak 25%, kesalahan keterampilan proses terjadi sebanyak 36,4%, dan kesalahan penulisan jawaban akhir terjadi sebanyak 15,3%.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI GENDER
ro'ayatul hidayah;
Sri Hastuti Noer
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2395
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari gender. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah kelas VII MTS Roudlotut Tholibin Metro. Sampel diambil dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran. Kemudian 6 siswa diambil sebagai sampel karena dari hasil PTS sudah memenuhi kriteria sesuai indicator kemampuan pemecahan masalah matematika.indikator kemampuan pemecahan masalah matematika yang diambil yaitu memahami masalah, melaksanakan rencana, merencanakan penyelesaian dan memeriksa proses dan hasil. Instrument yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dalam bentuk tes uraian yang terdiri dari 2 soal mengenai materi segi empat. Dalam penelitian yang dilakukan pada tanggal 13 April 2022 diperoleh jawaban siswa dari soal yang diberikan kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa pada tingkat memeriksa proses dan hasil siswa perempuan lebih mampu mencapai tingkat memeriksa proses dan hasil sudah terbukti dengan ketelitian yang ada pada jawaban siswa. Siswa laki-laki kurang teliti saat memasukkan nilai yang diketahui pada soal. sehingga siswa perempuan lebih mampu yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis.
KEGAGALAN METAKOGNITIF MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN ILL- STRUCTURED PROBLEM PADA MATERI FUNGSI KUADRAT
Alifiani Alifiani
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2443
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegagalan mahasiswa dalam menyelesaikan ill-structured problem. Langkah penyelesaian ill-structured problem yang digunakan meliputi: representasi masalah, proses solusi, serta monitoring dan evaluasi. Kegagalan dalam menyelesaikan ill-structured problem ini ditandai dengan kurang tepatnya jawaban yang ditemukan, atau bahkan tidak ditemukannya jawaban yang sesuai. Kegagalan mahasiswa dalam menyelesaikan ill-structured problem ini selanjutnya dikaji dengan menggunakan kerangka kegagalan metakognitif. Adapun kerangka kegagalan metakognitif terdiri dari 3 jenis, yaitu metacognitive blindness, metacognitive mirage, dan metacognitive vandalism. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegagalan metakognitif mahasiswa saat mengerjakan ill-structured problem, khususnya pada materi fungsi kuadrat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 3 orang mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang yang mengalami kegagalan saat menyelesaikan ill-structured problem. Ketiga subjek penelitian tersebut, selanjutnya disebut sebagai S1, S2, dan S3. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa S1 mengalami kegagalan metakognitif tipe vandalism, S2 mengalami kegagalan metakognitif tipe mirage, dan S3 mengalami kegagalan metakognitif tipe blindness. Jadi dapat disimpulkan bahwa kegagalan subjek dalam proses penyelesaian ill-structured problem berkaitan dengan ketiga jenis kegagalan metakognitif.
BATU SANDUNGAN CALON GURU MATEMATIKA DALAM VISUALISASI KONSEP LIMIT FUNGSI
Randy Saputra Mahmud;
Takdirmin Takdirmin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2484
Limit fungsi merupakan salah satu konsep dalam matematika yang memerlukan perhatian khusus. Terdapat banyak konsep matematika yang memerlukan pemahaman konsep limit dengan baik. Konsep limit fungsi merupakan materi yang akan diajarkan oleh calon guru matematika kepada siswa di kelas 11, sehingga perlu bagi calon guru matematika untuk menguasai konsep tersebut. Namun, ditemukan masih terdapat calon guru matematika yang belum menguasai konsep tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan soal limit fungsi dan penyebabnya. Penelitian dilakukan di salah satu universitas di Provinsi Sulawesi Selatan dengan 3 subjek yang berada di semester 4 jenjang S1 prodi pendidikan matematika. Analisis yang dilakukan diadaptasi dari langkah-langkah analisis kesalahan oleh Medova (2019). Hasil yang ditemukan adalah kesalahan yang cenderung dilakukan oleh mahasiswa adalah kesalahan dalam membuat sketsa grafik fungsi dan kesalahan dalam memvisualisasikan limit fungsi. Kesalahan dalam membuat sketsa grafik fungsi tersebut dapat ditemukan saat mahasiswa tidak mampu mensketsa grafik fungsi yang terdapat suatu titik tidak terdefinisi dalam domainnya. Adapun kesalahan dalam memvisualisasikan limit fungsi terlihat saat mahasiswa tidak mampu menunjukkan ketiadaan limit di suatu titik. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan karena subjek yang terpilih belum memahami dengan baik konsep fungsi dan konsep limit fungsi.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN LECTORA INSPIRE PADA PEMAHAMAN MATEMATIS
Inda Nur Pratiwi;
Nani Ratnaningsih;
Sri Tirto Madawistama
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2470
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif dengan menggunakan lectora inspirepaapemahaman matematis dan mendeskriipsikan kualitas efektifitasnya pada pemahaman matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode research & development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu Analyze, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasi, angket, wawancara dan tes pemahaman matematis. Media yang dikembangakn telah dinyatakan layak oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba kelompok kecil diberikan kepada 8 peserta didik kelas IX-B sedangkan uji coba kelompok besar diberikan kepada 30 peserta didik kelas IX-A Hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh kategori “sangat baik”. Kemudian berdasarkan hasil pengujian effect size (ES) diperoleh nilai 1,50 dengan kategori “strong effect”. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif dengan menggunakan lectora inspire valid dan dapat digunakan oleh peserta didik pada pemahaman matematis sebagai sumber belajar.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif dengan menggunakan lectora inspirepaapemahaman matematis dan mendeskriipsikan kualitas efektifitasnya pada pemahaman matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode research & development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu Analyze, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasi, angket, wawancara dan tes pemahaman matematis. Media yang dikembangakn telah dinyatakan layak oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba kelompok kecil diberikan kepada 8 peserta didik kelas IX-B sedangkan uji coba kelompok besar diberikan kepada 30 peserta didik kelas IX-A Hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh kategori “sangat baik”. Kemudian berdasarkan hasil pengujian effect size (ES) diperoleh nilai 1,50 dengan kategori “strong effect”. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif dengan menggunakan lectora inspire valid dan dapat digunakan oleh peserta didik pada pemahaman matematis sebagai sumber belajar.KataKunci: Bahan Ajar Interaktif, Lectora Inspire, Pemahaman Matematis