cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 518 Documents
Aktivitas antijamur isolat bakteri endofit tanaman kunyit (Curcuma longa L.) terhadap penghambatan pertumbuhan Candida albicans Raditia Tri Prasetyo; Ambar Rialita; Mahyarudin Mahyarudin
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.7957

Abstract

Candidiasis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur, terutama spesies Candida albicans. Sebagian besar kasus candidiasis saat ini menunjukkan resistensi terhadap obat antijamur yang ada, sehingga diperlukan pencarian senyawa metabolit baru sebagai alternatif antijamur. Bakteri endofit, mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tumbuhan tanpa menyebabkan kerusakan, diketahui memiliki potensi untuk menghasilkan senyawa kimia yang berfungsi sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi aktivitas antijamur dari mikroorganisme endofit yang diisolasi dari tanaman kunyit (Curcuma longa L.) terhadap C. albicans. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Aktivitas antijamur terhadap C. albicans diuji menggunakan metode difusi cakram. Dari 17 isolat endofit yang diuji, 8 isolat menunjukkan aktivitas penghambatan dengan zona hambat berkisar antara 7,16 hingga 10,6 mm. Isolat yang paling potensial, yakni isolat M2, diidentifikasi memiliki kesamaan genus dengan Pseudomonas. Analisis senyawa metabolit sekunder pada isolat M2 mengungkapkan keberadaan saponin, terpenoid, dan flavonoid sebagai senyawa antijamur. Dengan demikian, isolat endofit dari tanaman kunyit terbukti memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan C. albicans, sehingga tanaman kunyit dapat menjadi pilihan alternatif pengobatan secara tradisional dan menjadi salah satu sumber potensial dalam perkembangan di bidang farmasi.
Penerapan pendekatan science, environment, technology, and society untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa kelas viii Andini Pertiwi; Muhammad Dzulfikar Assagaf; Riski Dewanto; Sarina Sarina
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.7958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana peningkatan literasi sains siswa kelas VIII UPT SPF SMP Negeri 54 Makassar setelah penerapan pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS). Selain itu, penelitian ini juga menganalisis perbedaan signifikan pada nilai rata-rata literasi sains siswa sebelum dan sesudah penerapan pendekatan SETS. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan kerangka One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian terdiri atas tiga kelas dengan total 91 siswa, dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, menghasilkan kelas VIII C dengan 24 siswa. Instrumen penelitian mencakup penilaian yang dirancang khusus untuk mengukur literasi sains. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan literasi sains siswa kelas VIII yang diajar menggunakan pendekatan SETS mencapai 0,31, yang dikategorikan sebagai peningkatan sedang. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan secara statistik pada nilai rata-rata literasi sains siswa sebelum dan sesudah penerapan pendekatan SETS.
Ethnobotanic study in sapi sonok madura herbal as a science learning resource for junior high school students Ainunnuril Amelia; Mochammad Yasir; Rahmad Fajar Sidik
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.8098

Abstract

The lack of contextual learning in the field of science is one of the constraints in teaching and learning science. Contextual learning can be achieved by integrating local wisdom from the students' surroundings into science lesson plans. This approach serves as a bridge for introducing and preserving local wisdom by making it familiar to students. Through science learning based on contextual approaches, students can easily find real-life examples of scientific concepts that they study and observe in their daily lives. This research aims to describe the study of ethnobotany, or the types of natural materials found in one of Madura's local wisdom traditions, specifically the Madura Sonok cow herbal medicine. The findings of this study show a correlation between indigenous knowledge and scientific knowledge. The local community's knowledge of utilizing specific natural materials for livestock consumption, believed to have specific properties and benefits, is connected to scientific concepts in the study of natural materials or their classification. There are many types of scientific concepts that can be integrated with ethnobotany in the context of Madura Sonok cow herbal medicine, such as topics related to temperature and heat, elements, compounds, and mixtures, as well as the classification of living organisms. The method used in this study is a descriptive qualitative approach with data collection techniques based on field data (interviews with key informants) and supported by relevant articles. The data analysis employed in this study is inductive analysis. This research was conducted in the area known for the local wisdom of Sonok cows, specifically in West Waru, Pamekasan. The conclusion of this study is that the process of making Madura Sonok cow herbal medicine demonstrates connections with three distinct scientific disciplines: chemistry, physics, and biology.
Identifikasi etnosains sapi sonok madura sebagai sumber pembelajaran ipa di smp Elisa Indah Mayang Sari; Mochammad Yasir; Rahmad Fajar Sidik
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.8099

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi unsur etnosains yang terdapat pada tradisi Sapi Sonok Madura yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPA di tingkat SMP. Penelitian dilakukan pada bulan September 2024 di Dusun Tobalang 2, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil kajian etnosains dapat dilihat pada perbedaan Sapi Sonok dengan sapi pada umumnya, perawatan, dan karakteristik agar dapat mengikuti kontes; dan 2) hasil kajian etnosains terhubung dan berkaitan erat dengan materi konsep IPA SMP. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa Sapi Sonok Madura dapat digunakan sebagai salah satu sumber pembelajaran yang relevan dalam mata pelajaran IPA di tingkat SMP.
Model pembelajaran hybrid menggunakan aplikasi virtual class guna meningkatkan literasi digital mahasiswa Firsty Oktaria Grahani; Surya Priambudi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.8174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan model pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kompetensi literasi digital mahasiswa. Urgensi penelitian model pembelajaran hybrid menggunakan aplikasi virtual class memungkinkan dalam peningkatan interaksi dan kolaborasi antara dosen dengan mahasiswa serta mahasiswa dengan mahasiswa. Metode penelitian menggunakan Research & Development dengan pendekatan ADDIE yang bertujuan mengembangkan model pembelajaran hybrid dengan menggunakan aplikasi virtual class untuk meningkatkan kompetensi literasi digital mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Indonesia Semester Gasal tahun ajaran 2024/2025 di Universitas Wijaya Putra dengan jumlah sampel 223 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran hybrid menggunakan aplikasi virtual class cukup efektif dalam meningkatkan kompetensi literasi digital mahasiswa Universitas Wijaya Putra. Meskipun mahasiswa telah mahir memanfaatkan media digital untuk mencari informasi, namun kemampuan mereka dalam mengevaluasi kualitas informasi, seperti menelusuri sumber, membandingkan data, dan menyusun informasi secara kritis. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran sangat penting untuk keberhasilan pembelajaran hybrid. Dosen dapat menggunakan teknik diskusi kelompok kecil, kuis interaktif, dan proyek kolaboratif yang melibatkan mahasiswa secara pembelajran hybrid sehingga akan membantu menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan interaktif.
Merancang asesmen fisika menggunakan Evidence-Centered Design (ECD) dan Three-Dimensional Learning Protocol (3D-LAP) Judyanto Sirait
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.8228

Abstract

Ada tiga komponen utama dalam sistem pendidikan yang saling berkaitan yaitu kurikulum, pengajaran, dan asesmen. Untuk mengukur ketercapaian hasil belajar siswa yang berkaitan dengan kompetensi terletak pada bagian asesmen. Untuk itu guru harus memiliki kemampuan yang baik untuk mendesain asesmen yang sesuai dengan capaian dan tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang asesmen fisika untuk tingkat SMA pada topik gaya berdasarkan kerangka berpikir evidence-centered design (ECD) dan three-dimensional learning assessment protocol (3D-LAP). Langkah-langkah penyusunan asesmen gaya dengan pendekatan ECD yaitu menulis capaian pembelajaran yang berisi kompetensi siswa, menulis daftar pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki siswa untuk mencapai kompetensi, menuliskan bukti yang menunjukkan siswa mencapai kompetensi, dan menuliskan karakteristik pertanyaan yang akan dibuat. Kompetensi yang akan dicapai siswa pada asesmen gaya ini berdasarkan 3D-LAP meliputi menggunakan representasi, memberikan penjelasan dan argumen disertai bukti, dan mengevaluasi informasi. Asesmen gaya yang disusun telah divalidasi oleh ahli untuk memastikan kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran. Hasil validasi merekomendasikan asesmen gaya ini dapat digunakan dalam pembelajaran fisika. Asesmen ini diharapkan menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan guru fisika untuk mengukur kompetensi siswa tentang gaya.
Pengembangan modul elektronik berbasis problem solving berbantuan phet pada materi gerak lurus di sekolah menengah atas Meftahudin Meftahudin; Haratua Tiur Maria Silitonga; Muhammad Musa Syarif Hidayatullah
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.8288

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul elektonik berbasis problem solving berbantuan PhET untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik pada materi kinematika gerak lurus. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian berupa angket kebutuhan peserta didik, lembar validasi ahli, dan tes keterampilan pemecahan masalah. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul elektronik yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan tinggi dengan kategori sangat valid. Implementasi modul elektronik pada 30 peserta didik kelas XI SMA Negeri 10 Pontianak menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan kategori sedang. Dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan, mengindikasikan bahwa perlakuan yang diberikan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Data hasil angket respon peserta didik terhadap modul elektronik menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan rata-rata respon keseluruhan mencapai 83,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa modul elektronik berbasis problem solving berbantuan PhET efektif digunakan sebagai media pembelajaran fisika untuk membantu peserta didik memahami konsep secara mendalam dan menyelesaikan masalah secara sistematis.
Klasifikasi kualitas buah jeruk menggunakan computer vision dengan arsitektur YOLO V8 Irwan Adhi Prasetya; Fadli Sukandiarsyah; Novi Aryani Fitri; Safri Adam
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.8346

Abstract

Pengembangan sistem klasifikasi mutu jeruk berbasis kecerdasan buatan yang memanfaatkan fitur tekstur, warna, dan bentuk untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi penyortiran jeruk siam Pontianak dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Jeruk siam dikenal sebagai komoditas bernilai tinggi dengan permintaan nasional dan internasional yang besar, tetapi penyortiran manual masih menjadi tantangan bagi petani. Dataset penelitian terdiri dari 500 gambar jeruk dalam tiga kategori mutu antara lain matang, belum matang, dan busuk, yang diambil menggunakan kamera Sony Alpha a5100 beresolusi tinggi dan dianotasi melalui LabelImg. Model YOLOv8 digunakan untuk deteksi dan klasifikasi, mencapai akurasi pada data uji rata-rata sebesar 96,89 % untuk kategori matang, belum matang, dan busuk, dengan nilai mAP@0.5 sebesar 0,993, precision 0.98, recall 0.97, dan F1-score 0.99. Visualisasi hasil deteksi menunjukkan kemampuan model dalam mengidentifikasi area penting pada jeruk berdasarkan tekstur, warna, dan bentuk, serta memberikan hasil klasifikasi yang optimal. Implementasi sistem ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi penyortiran jeruk, mengurangi beban kerja, dan memperluas daya saing produk di pasar.
Artificial intelligence and academic integrity in higher education: Evidence from student use of AI tools Dedi Irwan; Ardila Venesa; Fatimah Azzahra Rabiah; Febiola Esfandiani Geraldine; Akwilia Setya Mirandea
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v14i2.8716

Abstract

The rapid integration of artificial intelligence (AI) into higher education has transformed how students approach academic learning and task completion, raising both pedagogical opportunities and ethical concerns. This study investigates patterns of AI use, perceived benefits, and integrity-related challenges among pre-service English teachers in a higher education context. Using a descriptive quantitative design, data were collected from 338 pre-service teachers through a structured online questionnaire and analysed using descriptive statistics. The findings reveal an exceptionally high level of AI adoption, with 98.2% of respondents reporting regular use of AI tools to support their academic activities, indicating that AI has become embedded in students’ everyday learning routines. However, AI use was found to be predominantly efficiency-oriented, with 44.1% of students using AI primarily for task completion and 40.8% for time efficiency, while only 15.1% reported using AI to explicitly enhance academic quality. Despite this instrumental orientation, students demonstrated substantial ethical awareness, as 72.8% acknowledged that AI has the potential to undermine academic integrity, particularly in relation to honesty and originality. At the same time, AI was perceived to offer meaningful learning-related benefits. A majority of respondents (68.6%) reported improvements in the quality of their academic outputs when using AI, describing their work as more structured, accurate, and polished. Furthermore, 77.5% of students indicated increased confidence in completing academic tasks with AI support, suggesting that AI may function as a form of cognitive and affective scaffolding. Overall, the study highlights the dual role of AI in higher education as both a productivity-enhancing learning support tool and a source of ethical tension. These findings underscore the need for clear institutional guidelines, ethical literacy, and pedagogical strategies that promote responsible, reflective, and learning-oriented use of AI in teacher education.
Implementation of video tutorial-assisted worksheets to improve the learning outcomes of junior high school students on environmentally friendly technology Rini Yunita Rahman; Laifa Rahmawati; Salma Samputri
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v15i1.8958

Abstract

Effective learning requires innovative instructional media. This study aimed to determine (1) the improvement in learning outcomes following the implementation of video tutorial-assisted worksheets among students of SMP Nasional Makassar, and (2) whether there was a significant difference in learning outcomes before and after the implementation of video tutorial-assisted worksheets. This study employed a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The population comprised all ninth-grade students of SMP Nasional Makassar, totaling 179 students, from which a sample of 32 students was selected through purposive sampling. Learning outcomes were measured using a multiple-choice test that had been developed and validated prior to implementation. Data were analyzed descriptively and inferentially. The results showed that (1) learning outcomes improved, as indicated by an N-Gain of 0.51 (moderate category), and (2) there was a statistically significant difference between pretest and posttest scores after the implementation of video tutorial-assisted worksheets, as indicated by a significance value of less than 0.05. These findings demonstrate that worksheets combined with video tutorial media have a positive impact on the science learning process and help improve students’ understanding and learning outcomes.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains (In Press) Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains More Issue