cover
Contact Name
Benny Rahmawan Noviadji, S.Sn., M.Sn
Contact Email
-
Phone
(031) 7346375
Journal Mail Official
p3m@ikado.ac.id
Editorial Address
Jl. Pattimura No. 3 Surabaya 60189
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Artika
ISSN : 23558121     EISSN : 25497251     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Artika adalah jurnal ilmiah yang berisi tulisan seputar seni dan desain yang berasal dari hasil penelitian empiris atau artikel konseptual.
Articles 102 Documents
Eksplorasi Ilustrasi Visual Sultan Alauddin Raja Gowa ke XIV Dalam Bentuk Komik Digital Menggunakan Bantuan Artificial Intelligence Zul Fiqhri; Afdal Anas; Riki Umar Tono
Artika Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v9i2.1424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi dan efektivitas penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) generatif dalam menciptakan ilustrasi visual yang akurat dan menarik untuk komik digital, dengan fokus pada figur sejarah Sultan Alauddin (I Mangngarangi Daeng Manrabbia), Raja Gowa ke-14 (1593–1639). Sultan Alauddin merupakan tokoh kunci dalam sejarah Islamisasi di Sulawesi Selatan. Media komik digital dipilih karena relevansinya dalam menarik minat generasi muda terhadap sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana teknologi AI (seperti image generation model) diuji coba untuk memvisualisasikan narasi historis dan deskripsi karakter dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan model visualisasi karakter sejarah yang optimal menggunakan AI, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan AI pada produksi media edukasi sejarah berbasis komik digital.
Implementasi Filosofi Warna Budaya Jawa dan Kalimantan Pada Interior (Studi Kasus Interior Dengan Thema the Soul of Java dan the Voyage of Borneo) Dwi Susilastuti
Artika Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v9i2.1425

Abstract

Kurikulum pendidikan desain di Indonesia masih dominan menggunakan sistematika warna Barat, sehingga pemahaman warna lokal relatif terbatas. Perlu dikaji warna khas suku dalam upaya memberi ciri budaya pada ruang interior. Penelitian ini bertujuan menggali cara pandang dan nilai-nilai yang membangun konsep warna budaya Jawa dan Kalimantan. Mengkaji sejauh mana pengetahuan warna nusantara dikenal dan diimplementasikan pada rancangan desainer interior. Metode  deskriptif analitis, dengan pendekatan etnografi, melalui analisa 9 rancangan interior yang mengusung thema budaya the soul of Java dan the Voyage of Borneo dalam membentuk karakter lokal. Kajian menggunakan teori warna Brewsters dan konsep warna Jawa dan Kalimantan. Hasil penelitian, Jawa dan Kalimantan memiliki warna primer yang sama. Warna paralel dengan filosofi hidup, melambangkan kesadaran memposisikan diri sebagai bagian dari makrokosmos dan metakosmos. Teori warna Brewster digunakan secara paralel untuk membaca harmoni, kontras, dan keseimbangan dalam penerapan warna budaya, dengan menambah artefak mampu memperkuat karakter ruang. Tidak semua warna primer budaya dapat diimplementasikan dalam satu ruang karena pertimbangan psikologis, fungsi, dan cita rasa pengguna. Thema The Soul of Java, memilih dominasi hijau dengan aksen kuning emas, mengacu pada arsitektur Keraton Yogyakarta. Thema The Voyage of Borneo menggunakan dominasi hitam-putih dengan aksen merah, kuning, dan hijau, diperkuat material kayu, sesuai karakter geografis dan iklim tropis.  Warna budaya memiliki potensi dikembangkan sebagai citra identitas nusantara.
Animasi sebagai Wacana: Reproduksi Realitas Sosial Budaya dalam Film Si Juki: Harta Pulau Monyet dalam Arus Industri Global Agnes Karina Pritha Atmani; Tegar Andito
Artika Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v9i2.1426

Abstract

Film animasi Si Juki: Harta Pulau Monyet dianalisis dalam makalah ini sebagai teks budaya yang mereproduksi dan menegosiasikan realitas sosial-budaya Indonesia dalam konteks industri animasi global. Pendekatan Analytical Critical Discourse Analysis (ACDA) dari Norman Fairclough, pada penelitian ini mengeksplorasi tiga dimensi utama, analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial-kultural, untuk memahami animasi sebagai wacana ideologis yang terlibat dalam pembentukan identitas, nilai, dan relasi kuasa. Nilai gotong royong, keberagaman, dan solidaritas ditampilkan melalui visualisasi lokal seperti hutan tropis, logat daerah, serta simbol-simbol budaya tradisional, menjadikan lokalitas bukan sekadar latar, melainkan kekuatan naratif dan ideologis. Analisis dilengkapi dengan teori media capital dari Michael Curtin yang memposisikan Jakarta sebagai pusat produksi kultural di Asia Tenggara, serta perspektif poskolonial dari Shohat dan Stam yang melihat animasi ini sebagai bagian dari sinema Dunia Ketiga yang menghadirkan resistensi terhadap dominasi estetika dan narasi Barat. Film Si Juki juga dilihat sebagai bagian dari praktik diplomasi budaya melalui distribusi digital dan keterlibatannya dalam arena festival internasional, memperlihatkan bagaimana animasi lokal dapat menjadi medium soft power. Dengan memadukan nilai lokal dan strategi global, film ini menunjukkan potensi animasi sebagai arena kontestasi simbolik, ekonomi, dan ideologis dalam arus globalisasi budaya kontemporer.
Perancangan Permainan Eksplorasi dan Manipulatif Sebagai Sarana Stimulasi Kognitif dan Motorik Anak Jesslyn Felicia Go; Wyna Herdiana
Artika Vol. 10 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v10i1.1442

Abstract

Perkembangan kognitif dan motorik anak usia dini merupakan masa-masa yang sangat penting. Pada usia inilah, kemampuan anak dalam berpikir logis dan memecahkan masalah akan berkembang dengan pesat. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menyediakan media stimulasi yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Untuk mengasah dan melatih perkembangannya, seorang anak membutuhkan aktivitas bermain. Dengan bermain anak-anak akan mendapatkan stimulasi yang tepat terhadap tahap perkembangannya. Namun, pada saat ini banyak permainan anak yang beredar di pasaran yang belum memperhatikan fungsi stimulasi terstruktur dan dibutuhkan oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang permainan eksplorasi dan manipulatif sebagai sarana stimulasi kognitif dan motorik anak. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan studi produk eksisting dengan pendekatan design thinking sebagai proses perancangan yang mencakup tahap empati, perumusan masalah, ideasi, dan pengembangan konsep. Hasil penelitian menghasilkan perancangan permainan melalui  model 3 Dimensi dengan menampilkan bentuk visual dan mekanisme mainan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan konsep dalam mengembangkan permainan anak yang edukaktif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Analisis Isi Kualitatif Terhadap Desain Karakter Jinx dan Vi Dalam Arcane Melalui Kerangka Manga Matrix Fajar Persada Supandi
Artika Vol. 10 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v10i1.1481

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana desain Jinx dan Vi dalam Arcane membentuk identitas karakter, tegangan emosional, dan kontras naratif. Sebagian besar studi tentang Arcane membahas pembangunan dunia cerita (worldbuilding), ekspansi transmedia, konflik sosial, atau perkembangan tragis Jinx. Namun, penelitian yang secara khusus menelaah pengorganisasian bentuk visual pada tataran desain karakter masih relatif terbatas. Untuk menjawab celah tersebut, artikel ini menggunakan directed qualitative content analysis dan membaca bingkai adegan terpilih melalui Manga Matrix, yang membagi konstruksi karakter ke dalam bentuk (form), kostum (costume), dan kepribadian (personality). Temuan menunjukkan bahwa Jinx dibangun melalui bentuk tajam, postur tidak stabil, dan logika kostum yang improvisasional, sedangkan Vi dirancang melalui kepadatan bentuk, kostum utilitarian, dan kekuatan fisik yang langsung. Kontras antara kedua saudari ini merupakan mekanisme naratif yang bekerja sebagai wacana visual.
Api Biru Kawah Ijen Sebagai Inspirasi Motif Pada Perancangan Desain Ready to Wear Bergaya Edgy Anastasya Putri Hardani; Wuri Handayani; Annisa Fitra
Artika Vol. 10 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v10i1.1486

Abstract

Api biru merupakan salah satu fenomena alam langka yang hanya terdapat di dua tempat di dunia, salah satunya berada di Kawah Ijen Indonesia. Pancaran api biru dari aktivitas sulfur vulkanik hanya dapat dilihat pada dini hari saat musim kemarau, sehingga menghadirkan pesona visual yang eksotis dan dramatis. Fenomena ini telah menjadi inspirasi para seniman dalam membuat lukisan, motif batik, busana unisex, dan lain-lain. Secara empiris belum ada yang membuat desain ready to wear bergaya edgy dengan motif api biru Kawah Ijen. Oleh sebab itu, tujuan perancangan ini adalah untuk menghadirkan kebaharuan ready to wear bergaya edgy dengan inspirasi motif api bitu Kawah Ijen. Hal itu melahirkan gagasan untuk menciptakan koleksi desain busana ready to wear bergaya edgy dengan motif api biru Kawah Ijen yang mencerminkan karakter berani, tegas, ekspresif, serta menggambarkan api biru Kawah Ijen pada saat dini hari. Proses penciptaan karya ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan estetika bentuk yang meliputi kesatuan, keselarasan, keseimbangan, proporsi, irama, dan aksentuasi. Melalui metode tersebut, dihasilkan enam koleksi desain busana ready to wear bergaya edgy dengan nuansa hitam, biru, dan merah serta tambahan motif api biru Kawah Ijen yang mencerminkan fenomena alam tersebut. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan penelitian selanjutnya di bidang ini.
Perancangan Busy House Untuk Menstimulasi Motorik Halus Anak Usia 4–6 Tahun Joycelyn Jevianti Kusardi; Florentina Tiffany; Wyna Herdiana
Artika Vol. 10 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v10i1.1514

Abstract

Penelitian ini fokus pada perancangan mainan edukatif yang bertujuan untuk membantu menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 3–6 tahun. Masa usia dini adalah tahap awal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak karena pada periode ini kemampuan motorik, kognitif, dan sensorik berkembang dengan cepat. Namun, masih ditemukan anak yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus akibat kurangnya stimulasi melalui media bermain yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode design thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, dan prototype. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi produk eksisting, dan in depth interview dengan pelaku industri mainan edukatif dan ahli psikologi perkembangan anak. Hasil dari tahapan perancangan digunakan sebagai dasar dalam menentukan kriteria desain mainan yang aman, ergonomis, dan sesuai dengan kebutuhan stimulasi motorik halus anak. Perancangan mainan edukatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif media bermain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendukung proses perkembangan motorik halus anak usia dini secara efektif.
Dinamika Estetika Foto Tunggal RKF di Facebook Dalam Budaya Visual Digital Fragmentaris Supriyanta; I Made Gede Arimbawa; Anak Agung Agung Gde Bagus Udayana; I Made Bayu Pramana
Artika Vol. 10 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v10i1.1518

Abstract

Pembahasan tentang Dinamika estetika foto tunggal Rumah Kayu Fotografi (RKF) di Facebook dalam budaya visual digital yang fragmentaris pada periode 2022-2023. Persoalan utama penelitian terletak pada kemampuan satu bingkai mempertahankan daya hadir ketika foto beredar di antara praktik scrolling, komentar, respons komunitas, dan arsip digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan strategi studi kasus. Korpus diseleksi dari 9.286 unggahan visual menjadi 277 kandidat foto tunggal, 121 foto terseleksi bulanan, 24 foto utama, dan 48 foto cadangan. Analisis dilakukan melalui Model Analisis Dinamika Estetika Satu Bingkai (MADESB) yang mengintegrasikan struktur fotografis Szarkowski, studium dan potensi punctum Barthes, dramaturgi Goffman, serta performativitas Butler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto tunggal RKF bekerja melalui kepadatan simultan antara objek, detail, bingkai, waktu, sudut pandang, narasi, afeksi, dan identitas performatif. Kekuatan foto tidak hanya terletak pada keindahan formal, tetapi pada kemampuannya menginterupsi perhatian, membuka ruang tafsir, dan membentuk ekologi visual komunitas digital.
Representasi Maskulinitas Urban Dystopian Dalam Film Pengepungan di Bukit Duri Dito Oktavian; Benny Muhdaliha
Artika Vol. 10 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v10i1.1520

Abstract

Film sebagai media komunikasi visual berfungsi tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang representasi yang mereproduksi nilai, ideologi, dan konstruksi sosial melalui elemen sinematik seperti gestur, ekspresi wajah, kostum, tata cahaya, komposisi visual, dan pengembangan karakter. Salah satu isu penting dalam kajian budaya visual adalah representasi maskulinitas, yang dipahami bukan sebagai identitas biologis semata, melainkan sebagai konstruksi sosial yang dibentuk melalui relasi kuasa, pengalaman sosial, serta dinamika budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi maskulinitas urban dystopian pada karakter Edwin dan Jefri dalam film Pengepungan di Bukit Duri karya Joko Anwar, yang menghadirkan narasi kekerasan, trauma, konflik identitas, dan disintegrasi sosial yang merefleksikan kompleksitas kehidupan masyarakat urban dystopian. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi terhadap adegan yang merepresentasikan kedua karakter, dianalisis menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengidentifikasi makna tanda visual, serta pendekatan Manga Matrix untuk mengkaji konstruksi visual karakter dari aspek bentuk, kostum, dan kepribadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas direpresentasikan secara multidimensional melalui karakter yang realistis, brutal, dan sarat konflik psikologis; Edwin merepresentasikan maskulinitas reflektif yang berupaya mempertahankan nilai moral di tengah situasi represif, sedangkan Jefri merepresentasikan maskulinitas dominatif yang dibentuk oleh kekerasan, trauma, dan perebutan kuasa. Representasi tersebut memperlihatkan bahwa maskulinitas urban dystopian merupakan hasil negosiasi antara tekanan lingkungan, relasi kekuasaan, dan krisis identitas yang dialami individu dalam ruang sosial yang penuh ketidakstabilan.
Eksplorasi Teknik Rajutan Dalam Karya "Embracing Life" Sebagai Metafora Tentang Perempuan Che Che
Artika Vol. 10 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v10i1.1522

Abstract

Tulisan ini membahas teknik merajut dalam karya 'Embracing Life' sebagai eksplorasi seni tekstil yang dimaknai secara simbolik dan metaforis untuk merepresentasikan pengalaman tubuh perempuan. Penelitian ini menggunakan metode artistic research, di mana proses penciptaan karya seni menjadi bagian utama dari proses penelitian dan produksi pengetahuan. Melalui metode ini, seniman berperan sekaligus sebagai peneliti, dan karya seni dipahami sebagai hasil refleksi atas pengalaman, proses, serta konteks sosial yang melingkupinya. Karya ini memandang seni sebagai bentuk simbolik yang tidak menyampaikan makna secara langsung, melainkan melalui bentuk visual yang mampu mengungkap pengalaman dan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Rajutan benang merah diterjemahkan sebagai simbol sel darah dan proses hidup tubuh perempuan, yang diwujudkan melalui pola berulang, simpul, dan keterhubungan bentuk organik. Pendekatan metafora visual digunakan untuk memahami rajutan bukan sebagai objek tekstil fungsional, melainkan sebagai perumpamaan pengalaman tubuh yang kompleks. Analisis elemen visual yang meliputi bentuk, warna, dan tekstur menunjukkan bahwa unsur-unsur tersebut saling berkaitan dalam membangun makna karya. Bentuk organik menghadirkan kesan keluwesan, warna merah memperkuat keterkaitan dengan tubuh dan perasaan, sementara tekstur kasar dan tidak merata menegaskan kehadiran kerja, proses, dan waktu. Dalam karya ini, seni merajut dipahami tidak hanya sebagai teknik, tetapi sebagai media ekspresi yang merefleksikan pengalaman, identitas, dan konstruksi sosial perempuan.

Page 10 of 11 | Total Record : 102