Articles
287 Documents
Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah/Madrasah
Jabal Nur
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.738 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v20i1.36
Tulisan ini membahas tentang Manajemen dan kepemimpinan dalam kontekspendidikan. Manajemen mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. faktor keberhasilan yang tak kalah pentingnya dari manjemen yaitu faktor kepemimpinan atau keterampilan memimpin termasuk manajemen dan kepemimpinan dalam pendidikan. Dalam konteks pendidikan konsep manajemen sekolah yang baik adalah mengenali stokeholder sekaligus melibatkannya, mempunyai Visi dan Misi, analisis yang realistis, mempunyai tujuan strategis ( Skala prioritas ), mempunyai perencanaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, mempunyai jadwal kegiatan. Sedangkan konsep kepemimpinan sekolah yang baik adalah pemimpin yang visioner, pemimpin yang mempunyai keberanian, pemimpin yang realistis, pemimpin yang dapat diterima oleh semua pihak. Kata kunci: Manajemen. Kepemimpinan.
Budaya Organisasi pada Lembaga Pendidikan Islam
Jumadan Jumadan
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.466 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v23i1.581
Abstrak Setiap lembaga pendidikan memiliki riwayat perjalanannya masing-masing. Sebagaimana makhluk hidup mengalami fase-fase tertentu, seperti fase pendirian, kebangkitan, dan pengembangan. Bahkan ada pula lembaga pendidikan yang akhirnya bubar. Budaya organisasi menjadi salah satu faktor penyumbang sangat besar bagi kemajuan ataupun kemunduran lembaga pendidikan. Dimensi budaya bersifat abstrak sekaligus faktual, mulai dari keyakinan, nilai-nilai yang dianut, asumsi-asumsi dasar, hingga pada artefak-artefak. Organisasi yang survive dalam persaingan dapat dipastikan memiliki budaya organisasi yang kuat, sebaliknya organisasi yang stagnan atau mengalami kemunduran selalu berkorelasi dengan budaya organisasi yang lemah. Hal ini tidak hanya terjadi pada organisasi profit tetapi juga organisasi non profit termasuk lembaga pendidikan. Karenanya, membangun budaya organisasi yang kuat menjadi agenda penting bagi lembaga pendidikan.Kata Kunci: Budaya Organisasi, Pendidikan
MEMBEDAH ESAI PEMIKIRAN M. AMIN ABDULLAH
Husain Insawan
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2980.093 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v15i1.99
Aimn Abdullah adalah sosok pemikir yang produktif dalam gelanggang cendekiawan muslim Indonesia. M. Amin Abdullah tidak hanya mampu mensintesiskan banyak argumen yang bertentangan, Tetapi juga mampu melahirkan sebuah konsep cerdas dan akomodatif sehingga dapat menjadi solusi atas semua permasalahan yang ada. Pernikiran M. Amin abdullah banyak berkurat pada masalah Filsafat, Kalarn, dan tasawuf karena memang background keilmuannya lebih banyak berkenaa dengan sejumlah mozaik pemikiran Islam tersebut. Pemikiran M. Amin Abdullah menjadi menarik karena metodologi keilmuannya dalam menganalisis dan menyimpulkan suatu konsep schingga konsep tersebut menjadi mudah dimengerti. Untuk mengenal kiprah pcmikirannya dalam blantika kehedupan ilmiah, maku tulisan ini mencoba untuk menyajikan esai-esai singkat M.Amin Abdullah.Kata kunci : normativitas, historisitas, akidah, filsafat, teks, dan studi agama
PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM “Orang Tua, Guru dan pemimpin / Tokoh Masyarakat
Wa Muna
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (36.895 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v17i2.147
Pendidik yang dalam hal ini orang tua, guru danpemimpin turut menentukan pertumbuhan dan perkembanganseorang anak. Oleh sebab itu, merk terus bekerjasama dalammemberikan pengarahan dan bimbingan kepada anak didiknya.Orang tua sedapat mungkin mengusahakan kebijaksanaan yangditempuhnya dalam memberikan pengarahan dan bimbingankepada anak-anak di rumah hebdakanya berhubungan erat denganapa yang diterima oleh anak disekolah.Guru harus dapat memberikan pengaruhnya (positif)kepada anak didiknya sehingga terjadi interaksi antara anakdengan pendidik nya (gurunya). Dan seorang pemimpinmerupakan pendidik bagi orang yang dipimpinnya, oleh karena itupemimpin harus menjadi pendidik yang baik bagi anak didiknyadan menjadi panutan bagi orang yang dipimpinnya. Dapatdikatakan bahwa tugas dari seorang pendidik adalah mendidik,mengajar, motivator, fasilitator dan relasi bagi anak didiknya.Kata Kunci : pendidikan islam, pendidik.
Mahdiisme Syi’ah : Akar Sejarah dan Implikasinya dalam Perkembangan Sosial Politik
Muh. Ikhsan AR.
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (264.4 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v19i2.52
Keanekaragaman aspirasi politik dan doktrin yang dibawa oleh berbagai sekte (kalam) dalam Islam—tak terkecuali Syi’ah—berdampak negatif sebagai akibat terjadinya akulturasi budaya dan keyakinan, sesudah meluasnya daerah kekuasaan Islam. Rupanya al-Qur’an dan Sunnah Rasul tidak lagi dijadikan sebagai rujukan oleh sekian banyak aliran yang muncul waktu itu guna mencari titik temu. Akan tetapi sebaliknya, justru keduanya mereka jadikan sebagai dasar untuk menguatkan doktrin atau paham mereka masing-masing. Sikap demikian ini mendorong mereka kepada tindakan-tindakan yang ekstrem dan permusuhan dengan sesama Muslim, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh golongan Syi'ah dalam mewujudkan dan menyebarkan ide serta pengaruh mereka masing-masing.Syi’ah sebagai sebuah aliran yang berkembang dalam sejarah pemikiran Islam memiliki keunikan—yang khas tipikal—tersendiri dengan kemajuan yang cukup signifikan. Walaupun jumlahnya tidak banyak, namun eksistensi kaum Syi’ah terus terjaga dan terus berkembang. Melalui doktirn keagamaan mahdiisme yang memiliki ciri khas tersendiri, menjadikan Syi’ah berbeda dengan tradisi lainnya.Untuk mendudukkan Syi’ah dalam koridor yang ada maka perlu dikemukakan doktrin keagamaan dan sosial yang ada dalam tradisi tersebut. Dari konteks keagamaan kemudian diturunkan ke dalam konteks sosial. Berbagai kegiatan sosial selalu mengacu kepada doktrinitas yang ada seperti dalam bidang ekonomi dan politik.Kata Kunci: syi’ah, imamiyah, mahdiisme.
PENDEKATAN RASIONAL DALAM MEMAHAMI QURAN
Muhammad Alifuddin
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (90.844 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v16i1.115
Tafsir bi al-ra’yi adalah penafsiran Qur’an yang dilakukandengan mengedepankan penempatan logika berpikir yang metodissebagai titik pijak dalam menelaah pesan-pesan Quran. Dalamperkembangannya, metode ra’yi dewasa ini secara operasionaldijalankan dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial modern misalnya;sejarah, linguistik modern (hermeneutik), fenomenologi, antropologimaupun sosiologi . Tidak sedikit ulama yang mengecam pendekatanra’yi, namun demikian ada juga yang mengapresiasi pendekatan ini(ra’yu) dengan sejumlah syarat tertentu, misalnya Muhammad Husainal-Zahabi seorang pakar sejarah tafsir. Terlepas dari pro kontrapenerimaan tafsir corak ra’yi, dalam konteks era kemajuan ilmupengetahuan dan multikulturalisme dewasa ini, tafsir denganpendekatan ra’yi tampaknya lebih mampu mengakomodir gaya dangejolak zaman ketimbang model-model tafsir yang bersifat normativtekstualis.
Kecerdasan Sosial Anak Usia Dini Desa Labuandiri Buton
Zeniarti Zeniarti;
Hastuti Hastuti;
Wa Elfi Wa Elfi
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.631 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v21i1.20
Desa Labuandiri masih terisolir, belum ada akses PLN dan belum ada jalan aspal, jauh dari poros jalan, dan gangguan jaringan HP. Daerah ini masih memelihara sifat-sifat kearifan lokal seperti: gotong royong, musyawarah mufakat, saling mengunjungi, saling menolong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif. Teknik Pengambilan data lapangan secara terintegrasi melalui observasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Sikap empati anak usia dini Desa Labuandiri termasuk dalam kategori sedang, 2) Kemampuan anak usia dini Desa Labuandiri dalam hal menyampaikan ungkapan dan perasaan termasuk dalam kategori sedang, 3) Kemampuan mengendalikan amarah anak usia dini Desa Labuandiri dalam mengendalikan amarah termasuk rendah, 4) Kemandirian anak usia dini Desa Labuandiri termasuk dalam kategori tinggi.Kata Kunci: Kecerdasan sosial, anak usia dini, Desa Labuandiri, kearifan lokal.
Meretas Jalan ke Rana Sufi
Tomo Paranrangi
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (473.622 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v21i2.376
Esensi ajaran sufi yang sesungguhnya adalah kepatuhan (taat).Kepatuhan itu dapat diraih mujahadah (perjuangan batin) melawanhawa nafsu sebagai sumber segala kejahatan dan muraqabah (merasadalam pengawasan Allah) agar tidak ada ruang untuk untuk berbuatdosa. Dari kepatuhan itu, kemudian seseorang meretas jalan ke ranasufi, melalui suluk (perjalanan spiritual) dengan berbagai riyadah(latihan) yang dimulai dari tobat dan berujung pada ridha. Ajaranajaransufi itu nampak pada amalan-amalan mereka yang sangat indahdalam menjalankan syariat yang seimbang dengan penghayatanspiritual sehingga ia sampai pada tingkat ihsan sebagai rana sufidengan segala pencapaian spritualnya.Kata kunci: Taat, Miujahadah, Muroqabah
EPISTEMOLOGI HERMENEUTIKA GADAMER (Kaitan dan Implikasinya Bagi Ilmu Pendidikan Secara Umum dan Khusus)
Rasmi Gazali
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (543.11 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v18i1.68
Hans George Gadamer dalam teori filsafatnya lebih cenderung pada arahbahasa sebagai barometer penelitiannya, pentingnya bahasa dalamhermeneutik Gadamer sekaligus memberi ciri pada hermeneutikanya yangkerap diartikan dengan aspek-aspek linguistikalitas. Bahasa bukan sajamenjadi medium dalam percakapan, tetapi juga medium yang memediasimasa lalu dan masa kini dan menyediakan argumen yang kuat menantangobyektifitas ideal yang dikembangkan geisteswissenchaften. Bahasamengandung banyak unsur di antaranya kesadaran, aplikasi, rektualisasi, ataubisa dirangkum dalam karya Gadamer yang mengungkap teori-teori pokokdalam filsafat hermeneutiknya di antaranya adalah teori kesadaranketerpengaruhan oleh sejarah, teori pra pemahaman, teori penggabungan atauasimilasi horison dan teori penerapan atau aplikasi.Kata Kunci : epistemology, herneneutika Gadamer, fussion of horizons
Budaya Organisasi dan Pengambilan Keputusan
Anco Anco
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (90.121 KB)
|
DOI: 10.31332/str.v23i1.576
Abstrak Budaya organisasi merupakan gabungan kompleks dari nilai-nilai yang dianut, asumsi-asumsi dasar, dan jejak-jejak keorganisasian. Berbagai bidang organisasi tidak luput dari jangkauan budaya, salah satunya dalam praktik pengambilan keputusan. Pemimpin bersama seluruh elemen organisasi sejatinya melakukan pengambilan keputusan secara bersama dalam rembug organisasi. Langkah-langkah utama dalam pengambilan keputusan mencakup: Identifikasi masalah, Identifikasi kriteria keputusan, Alokasi bobot untuk kriteria, Pengembangan alternatif, Analisis alternatif, Pemilihan alternatif, Pelaksanaan alternatif, Penilaian efektifitas keputusan. Koridor utama dalam proses pengambilan keputusan adalah budaya organisasi. Dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh yang tinggi dalam pengambilan keputusan organisasi. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Pengambilan Keputusan