cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
PENDIDIKAN BERBASIS : MULTIKULTUR : IKHTIAR MEMPERKOKOH ARAS INTEGRASI Muhammad Alifuddin
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3585.958 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.136

Abstract

Multikulturalisme menunjuk pada suatu kenyataan, bahwa tidakseorangpun yang dapat hidup dalam sebuah budaya saja. Dengandemikian, tuntutan terhadap hubungan antar manusia, etnik, budayadan agama yang dibangun atas dasar kasih, saling percaya dan rasasaling memahami antara satu dan yang lainnya menjadi niscaya.Mengingat prinsip keragamaan atau prinsip etnisitas pada masingmasingkelompok, akan mudah menimbulkan percikan-percikankonflik lantaran adanya beberapa perbedaan yang prinsipil darimasing-masing kelompok yang hidup di tengah masyarakat, makamultikulturalisme sejatinya dikemas dalam ranah pendidikan.Pengejawantahan nilai-nilai multikultur melalui jalur pendidikanbaik formal maupun informal dipandang efektif mengingat nilaitersebut terkait erat dengan problem sikap dan mental, maka takayal lagi pendidikan terlebih khusus pendidikan agama akanmenjadi sangat strategis dalam upaya memperkuat aras integrasi ditengah ancaman maraknya gerakan radikalisme. Pembumianwawasan multikultur lewat jalur pendidikan merupakan ikhtiar suciuntuk melatih dan membangun iman dan logika siswa agar mampubersikap demokratis, humanis dan pluralis dalam merespon segalakeadaan dan situasi yang terjadi lingkungan dimana merekaberinteraksi.Kata Kunci : Pendiddikan, multikultur, integritas
Transformasi Islam dalam Sistem Sosial Budaya Orang Buton: Tinjaun Historis Muhammad Alifuddin
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.481 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i1.41

Abstract

Salah satu fakta terpenting yang menjadi ciri dan corak masyarakat Buton hingga hari ini adalah nilai-nilai Islam. Islam sebagai realitas yang tak terelakkan dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Buton, selama beberapa abad telah mengubah berbagai dimensi hidup mereka, dan menyebabkan terjadinya suatu transformasi di tengah masyarakat yang kemudian mempengaruhi pandangan dan perilaku masyarakat di wilayah ini. Secara historis, transformasi nilai-nilai Islam dalam tubuh budaya masyarakat Buton terkait erat dengan penetapan Islam sebagai agama resmi kerajaan pada awal abad ke-16. Pada umumnya perubahan penting memang telah terjadi dalam kehidupan orang Buton setelah mereka menerima Islam sebagai agama resmi. Tidaklah berlebihan untuk dinyatakan, bahwa gabungan antara kepercayaan yang terbentuk dari sistem keimanan Islam dan kehidupan yang dipengaruhi oleh ritus dan institusi Islam telah mewujudkan batasan budaya yang tersendiri, yang dalam perspektif sosiologis dan antropologis dapat dinyatakan sebagai ”Islam Buton”Kata Kunci : Sosial budaya orang Buton, transformasi Islam
REVITALISASI LEMBAGA PERADILAN AGAMA DI INDONESIA Nurfaidah Nurfaidah
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2922.844 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i1.104

Abstract

Lembaga Peradilan Agama di Indonesia telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Namun keberadaannya mengalami pasang surut sampai lahir Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama menggantikan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989.Adapun latar belakang perubahan ini dapar dilihat dari unsur filosofis, yuridis dan sosiologis. Hal itu dilakukan sebagai upaya revitalisasi lembaga Peradilan Agama sebagai wujud emenuhan kebutuhan hukum masyarakat Muslim eli Indonesia.Kata Kunci: revitalisasi, lembaga peradilan agama.
LANGUAGE CHANGE AS A MATTER OF FACT Abdul Halim
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.812 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i2.152

Abstract

All physical aspects of the universe and all aspects of human life aresubject to change, and languages are no exception. Indeed, “one ofthe eternal truths about living languages is that they all change”(Winkler, 2007, p. 197). Individual changes can be quite abrupt andobvious, as when new words make an appearance and becomepopular. Normally, however, language change is gradual, almostimperceptible. In fact, its speakers are usually unaware of thechanges as they are occurring, as with the slow alteration inpronunciation when one generation speaks slightly different fromanother. In light of this, in the majority of cases, language change isthe consequence of changes in the socio-political structure of aparticular population.Key Words: language, change, socio-political structure
Minimalisasi Kesalahan Aplikasi Teori Peluang dan Teori Ketidakpastian Heisenberg melalui Do’a dalam Dunia Pendidikan Burhan Burhan
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.993 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i2.57

Abstract

Meramal masa depan, sama dengan memberi prediksi kejadian di masa depan. Kepastian bahwa ramalan tersebut sesuai, tidak pernah dengan secara pasti dan tepat dapat ditentukan setiap saat. Semua ramalan hanya ada kemungkinan. Menurut teori peluang dan teori ketakpastian Heissenberg, satu hal yang pasti bahwa kita hanya dapat memberi prediksi 50 % benar sekaligus 50 % salah atas setiap ramalan kita. Minimalisasi kesalahan hanyalah melalui do’a. Do’a akan mengantarkan kita pada pilihan yang benar, dan membantu menghindarkan kita dari kesalahan pilihan di masa depan. Sukses kita kini merupakan konsekuensi pasti dan logis atas pilihan yang kita ambil di masa lalu. Pilihan kita kini yang akan menentukan sukses kita di masa yang akan datang.Kata Kunci : Teori peluang statistik, teori ketapastian Heissenberg, do’a
PENDIDIKAN KARAKTER Nurdin Karim
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.195 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i1.120

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam konteks kehidupan berbangsadan bernegara di Indonesia dan sangat membahayakan dalammembangun bangsa yang kuat, berdasarkan buku Desain IndukPembangunan Karakter bangsa (2010) dapat di identifikasi sebagaiberikut; (1), Disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasilasebagai filosofi dan ideologi bangsa; (2), Keterbatasan perangkatkebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai esensi pancasila; (3),Bergesernya nilai-nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;(4), Memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa; (5),Ancaman disintegrasi bangsa; (6), Melemahnya kemandirian bangsa.Kondisi tersebut menumbuhkan kesadaran betapa mendesaknya agendauntuk melakukan terobosan guna membentuk dan membina karakterkepada generasi bangsa. Urgensi pendidikan karakter dikembangkankarena, salah satu bidang pembangunan nasional yang sangat pentingdan menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, danbernegara adalah pembangunan karakter bangsa.Ada beberapa alasan mendasar yang melatari pentingnyapembangunan karakter bangsa, baik secara filosofis, ideologis, normatif,historis maupun sosiokultural. Secara filosofis, pembangunan karakterbangsa merupakan sebuah kebutuhan asasi dalam proses berbangsakarena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati diri yang kuatyang akan eksis. Secara ideologis, pembangunan karakter merupakanupaya mengejawantahkan ideologi Pancasila dalam kehidupanberbangsa dan bernegara. Secara normatif, pembangunan karakterbangsa merupakan wujud nyata langkah mencapai tujuan negara, yaitumelindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahIndonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupanbangsa; ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Secara historis, pembangunankarakter bangsa merupakan sebuah dinamika inti proses kebangsaanyang terjadi tanpa henti dalam kurun sejarah, baik pada zamanpenjajahan maupun pada zaman kemerdekaan. Secara sosiokultural,pembangunan karakter bangsa merupakan suatu keharusan dari suatubangsa yang multikultural.Kata kunci: pendidikan, karakter, dan bangsa
Keterlibatan Perempuan di Berbagai Aspek dalam Perspektif Islam Mashur Malaka
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.795 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i2.25

Abstract

Islam sangat memperhatikan kaum perempuan. Posisi perempuan begitu penting (dipentingkan) sehingga sering terdengar suatu ungkapan bahwa tegaknya suatu negara (kelompok) sangat tergantung dengan perilaku perempuan dalam kelompok tersebut. Mungkin ada yang menganggap ini berlebihan, meski tidak bisa dipungkiri bahwa peran perempuan sangat berdekatan dengan kesuksesan dan juga kegagalan. Dalam ajaran Islam, laki-laki dan perempuan tidak dibedakan peranannya dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Keduanya memiliki kesempatan yang sama dalam berusaha berbuat yang terbaik bagi diri, keluarga dan masyarakatnya. Jelasnya, Alqur'an tidak membedakan perlakuan terhadap laki-laki dan perempuan. Dalam kondisi tertentu perempuan harus diperlakukan secara khusus, hal ini terkait dengan perbedaan laki-laki dan perempuan secara kodrati. Namun perlakuan yang berbeda ini tidak dijadikan sebagai pembedaan baik oleh laki-laki maupun perempuan itu sendiri.Kata Kunci: Perempuan, islam, keluarga, quran.
Metamorfosa Radikalisme pada Lembaga Pendidikan di Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Wahab
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.019 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.492

Abstract

Research on the metamorphosis of radicalism in educational institutions in Southeast Sulawesi has been conducted and focused on the segregation potential to be a radical individuals and groups to preach, especially in educational institutions in the Southeast Sulawesi. Data obtained through questionnaires, structured interviews, observation, document tracking and focus group discussion.The results showed that the metamorphosis of radicalism on the knot of educational institutions in Southeast Sulawesi spreading through the penetration movement in educational institutions such as on college campuses and in schools, especially in public campuses with the goal of lecturers and students and public schools targeted teachers and students. The spread on campus through student propaganda agency involving senior students and in the school and through extra-curricular involving senior students with methods of brainwashing. Lecturer plays an important role in the growth of radicalism as teachers and leaders of radical organizations with a method of indoctrination while teachers act through the hidden curriculum. The policy of the state budget subsidies to student organizations affiliated to the radical organization helped sustain the growth of radicalism on campus.The study recommends that efforts to break the chain of radicalism in educational institutions in Southeast Sulawesi can be done by educators either individually or as an educator together with government
METODE “PEMBACAAN” AL-QUR'AN (Telaah Atas Pemikiran Mohammed Arkoun) Muhammad Ikhsan AR.
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.155 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i2.73

Abstract

Kajian Islam mengalami perkembangan yang pesat. Banyak universitas Barat yang telah membuka departemen khusus mengkaji Islam (Islamic Studies). Fenomena ini seiring dengan maraknya intelektual muslim yang memiliki kemampuan andal. Mohammed Arkoun, seorang scholar muslim yang memiliki tradisi yang cukup luas, yaitu: Berber, mewakili sinkretisme Islam dan budaya setempat Timur Tengah, kemudian Arab, mewakili tradisi Islam secara umum, dan Barat (Perancis). Melalui dekonstruksi wacana Islam, Arkoun dapat memikirkan kembali Islam secara jernih. Membongkar bangunan wacana ilmu pengetahuan mapan untuk mencari hal-hal yang tidak dipikirkan (1'impense) dan tak mungkin dipikirkan (1'impensable). Pembentukan wacana pengetahuan Islam dimulai dari Allah disampaikan kepada Nabi Muhammad hingga sekarang mengalami pelapisan-pelapisan. Allah menyampaikan pengetahuan kepada Nabi Muhammad, pengetahuan Muhammad ditransmisikan kepada para sahabat, dan dari para sahabat kepada tabi'in, kemudian dari tabi'in kepada tabi'in hingga sampai kepada kita semua. Dalam proses transmisi wacana pengetahuan ini tidak mustahil terjadi distorsi, penambahan dan pembekuan ajaran. Akhirnya, kita sudah tidak dapat lagi membedakan apakah itu unsur Islam, budaya, atau politik. Baik budaya, politik, agama, dan bahkan ideologi bercampur baur menjadi satu semacam lapisan arkeologis Islam. Melalui teori dekonstruksi teks ini diharapkan akan terkuak dan terbongkar kerangka Islam. kerangka Islam inilah yang dapat melihat dan membedakan mana yang Islam dan mana yang bukan unsur Islam. Selain itu, dengan dekonstruksi teks kita juga dapat memasukkan hal-hal yang belum dipikirkan dan hal-hal yang tidak mungkin atau dilarang dipikirkan ke dalam IslamKata Kunci: dekonstruksi, Al-Qur‟an, Mohammed Arkoun.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA BERBAGAI JENJANG PENDIDIKAN Abduh Muhammad
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.927 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i2.131

Abstract

Meningkatkan prestasi belajar pada siswa menjadi satu-satunya target sebagai input bagi dunia pendidikan kita saat ini. Pendidikan berbasis karakter diharapkan memberi solusi atas berbagai ketimpangan proses pendidikan di Indonesia saat ini. Alternatif model pembelajaran yang dikembangkan agar solusi atas ketercapaian prestasi belajar bagi siswa seoptimal mungkin dapat melalui model pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah memberi model alternatif peningkatan prestasi belajar siswa. Gagasan ini perlu diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan baik pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Solusi mencetak kemampuan dan kemandirian anak bangsa di masa mendatang dapat melalui pembelajaran berbasis masalah. Kata kunci : pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kontekstual

Page 9 of 29 | Total Record : 287


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue