cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Dalam Pembelajaran Qur’an Hadits Di MTs PESRI Kendari Muliani Muliani; Hartin Hartin
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.472 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis dan mengungkapkan persepsi peserta didik kelas VIII di MTs PESRI Kota Kendari terhadap pembelajaran Qur’an-Hadis dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT. 2) Mendeskripsikan dan menganalisis hasil belajar Qur’an-Hadis peserta didik kelas VIII di MTs Ummussabri Kendari yang mendapatkan  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dan Model pembelajaran konvensional. 3) Menganalisis dan merumuskan aktivitas peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain postes control grup desain. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII MTs PESRI Kendari tahun pelajaran 2013/2014 dan sampel kelas VIII2 dan VIII4. Teknik Pengumpulan data dengan cara tes dan non tes sedangkan analisis data menggunakan analisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi  peserta didik kelas VIII di MTs Ummumssabri  Kota Kendari terhadap pembelajaran Qur’an-Hadis dengan model Kooperatif Tipe NHT adalah positif; 2) Hasil belajar Qur’an-Hadis peserta didik kelas VIII di  MTs Ummussabri Kota Kendari yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik daripada hasil belajar Qur’an-Hadis peserta didik  pada kelas kontrol yang memperoleh  metode pembelajaran konvensional;3) Aktivitas peserta didik selama pembelajaran Qur’an-Hadis yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berkategori baik. Kata Kunci:   Model Kooperatif, NHT, Hasil Belajar, Qur'an-Hadis
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PERSPEKTIF FALSAFAH POANGKA-ANGKATAKA Mahrudin Mahrudin
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.849 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i2.78

Abstract

Penelitian ini mengkaji pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif falsafah poangka angkataka. Poangka-angkataka yang dimaksud adalah sikap saling menghargai, saling mengutamakan, dan saling memberi penghargaan terhadap orang lain. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan civic education ditemukan bahwa falsafah ini mengandung pengertian tersendiri, yaitu bahwa setiap anggota masyarakat yang sudah memberikan darma baktinya kepada masyarakat dan bangsa, wajib diberikan penghargaan yang setimpal, yang dapat mengangkat derajat dan martabatnya dimata masyarakat. Dharma bakti itu berupa memenangkan suatu perang, menyerahkan dengan ikhlas harta bendanya bagi kepentingan umum, memiliki suatu ilmu atau keterampilan yang berguna bagi kepentingan umum dan lain-lain. Kepada mereka itu diberikan balas jasa, penghargaan atau kehormatan tertentu seperti diberikan sebidang tanah untuk dimiliki turun-temurun, atau diberikan suatu pangkat tertentu. Hal itu dimaksudkan agar setiap anggota masyarakat mempunyai kesediaan berkorban dan berjihad untuk kepentingan umum dan hal ini sesuai dengan Pendidikan Kewarganegaraan yang bertujuan melahirkan warga negara yang memiliki jiwa dan semangat patriotisme dan nasionalisme yang tinggi.Kata Kunci : Pendidikan Kewarganegaraan, Falsafah, Poangka-angkataka
KAJIAN FONOLOGIS KATA DAKHIL DALAM KAMUS ILMIAH BAHASA INDONESIA Fahmi Gunawan
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3875.222 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.141

Abstract

Penelitian ini mengkaji kata Dakhil ‘kata serapan’ dalam kamusilmiah populer bahasa Indonesia. Data dianalisis dengan metodesimak terhadap semua lema. Dengan menggunakan teori perubahanbunyi Crowly ditemukan bahwa kata-kata serapan itu mengalamiperubahan bunyi, yaitu (1) pelemahan bunyi yang terdiri dari aferesis,reduksi konsonan lengkap, apokope, sinkope, kompresi, penguatanbunyi, dan (2) penambahan bunyi yang terdiri dari epentesis danparagog. Hal ini terjadi karena faktor-faktor makrolinguistik.Kata Kunci : Fenomenologis, dakhil, bahasa indonesia
Pilihan Kode dalam Ranah Sosial pada Masyarakat Keturunan Arab Empang Laode Abdul Wahab
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.12 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i1.46

Abstract

Pilihan kode dalam masyarakat keturunan Arab di Empang merupakan fenomena yang menarik sebab fenomena ini bertemali bukan hanya dengan aspek kebahasaan semata, melainkan juga dengan aspek sosial budaya. Penelitian telah dilakukan dan difokuskan pada penggunaan kode komunikatif pada ranah sosial. Untuk mengungkap akar permasalahan digunakan pendekatan sosiolinguistik. Objek penelitian adalah tuturan pada masyarakat keturunan Arab di Empang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang disertai dengan alat bantu perekaman dan pengkartuan data lingual. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui teknik padan referensial dan translasional. Sementara, penentuan maknanya dengan metode kontekstual. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pilihan kode dalam masyarakat tutur di Empang terpola berdasarkan ranah pemakaian bahasa dalam interaksi sosial utamanya pada ranah keluarga, keagamaan dan transaksional. Pola pilihan kode dalam masyarakat tutur ini ditentukan oleh hubungan antara latar, hubungan peran antar-peserta tutur, dan pokok pembicaraan.Kata Kunci: Pilihan Kode, Ranah Sosial, Masyarakat Keturunan Arab
HUBUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DENGAN SAINS Abdul Kadir
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2056.95 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i2.109

Abstract

Pendidikan Agama Islam yang diajarkan di sekolah-sekolahmerupakan cara untuk menanamkan dasar-dasar keimanan danketaqwaan kepada pesena didik. Hal Uri senada dengan tujuanpendidikan Agama Islam yang terdapat dalam Kurikulum pendidikanagama islam baik untuk tingkat SD, SLTP maupun SMU. Denganmenguasai ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan pesertadidik untuk dapat melakukan berbagai untuk memenuhi hajat hidupmanusia seperci obat-obatan, makanan, pakaian, kendaraan, dan lainlain.Kata Kunci: pendidikan agama islam, sains
Manajemen Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Indonesia untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Melalui Pendekatan Ekonomi Hijau Jumarddin La Fua
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.379 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i1.14

Abstract

Pengunaan sumber daya alam mempunyai  peran penting yang secara kualitatif dan kuantitatif harus dilestarikan untuk menjagakehidupan manusia. Ketersediaan sumber daya alam dalam menyokong pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan manusia telah menimbulkan dampak negatif dengan mengorbankan sumber daya alam, sehingga ketersediaan sumberdaya hutan semakin berkurang dan mengalami  pengrusakan. Konsep green economy merupakan konsep pembangunan yang memperkecil resiko lingkungan dan pengikisan aset ekologi. Pendekatan kebijakan ekonomi hijau melalui konsep pembagunan berkelanjutan diharapkan mampu memadukan aspek pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi sehingga mampu menjawab saling ketergantungan antara ekonomi dan ekosistem dalam mengantisipasi tekanan-tekanan terhadap kualitas lingkungan yang mengancam swasembada pangan, distribusi pendapatan serta pertumbuhan ekonomi. Secara tertulis Indonesia telah menganut konsep pembangunan berkelanjutan sebagaimana termuat dalam amandemen UUD 1945 yang menempatkan komitmen perlindungan ekologi (green constitution) yaitu penyelenggaraan kehidupan bernegara dan berbangsa yang bersendikan pada upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup sehingga dapat mewujudkan terciptanya masyarakat adil, makmur dan merata. Konstitusi hijau melakukan konstitusionalisasi norma hukum lingkungan ke dalam konstitusi dengan menaikkan derajat norma perlindungan lingkungan hidup ke tingkat konstitusi, sehingga prinsip pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan menjadi penting dan memiliki pijakan yang kuat dalam peraturan perundang-undangan yang menekankan pentingnya kedaulatan lingkungan.Keyword : green economy, sumber daya alam, pembangunan berkelanjutan.
Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Multikultural di Institut Agama Islam Negeri Kendari Mahrudin Mahrudin
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.872 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i2.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun konsep falsafah tiga etnisbesar masyarakat Sulawesi Tenggara dalam pembelajaran civiceducation. Meneropong pendidikan multikultural dalam ruang mikrobaik pergaulan, sikap maupun perilaku belajar mahasiswa IAINKendari yang berasal dari tiga etnis besar tersebut. Falsafah lokaldalam pembelajaran ini diyakini dapat menanamkan nilai-nilaimultikultural kewarganegaraan di Indonesia. Dengan menggunakanmetode deskriptif kualitatif dan pendekatan etnografi, hasil penelitianmenujukkan bahwa ketiga falsafah tersebut dapat memberikankontribusi yang sangat berarti dalam kehidupan multikultural dimasyarakat, terutama di kalangan generasi muda masyarakat SulawesiTenggara. Hal ini karena falsafah ini mengajarkan pentingnya nilainilaimoral dalam bermasyarakat, Falsafah Buton yaitu pomae-maeka,popia-piara, pomaa-maasiaka, dan poangka-angkataka. FalsafahMuna yaitu Dapoangka-angkatau, dapopia-piara, dapomasi-masigho,dapoadha-adhati dan Falsafah Tolaki yaitu Medulu mbenao, Medulumbonaa, Medulu mboehe. Penerapan ketiga falsafah ini dalamkehidupan bermasyarakat dapat mempengaruhi perilaku generasimuda untuk tidak melakukan tindak kekerasan, merampas hak oranglain, penggunaan obat-obat terlarang, dan terorisme. Implementasi laindari hal tersebut dalah tetap terjaganya kehidupan multikultural diSulawesi Tenggara, hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya PropinsiSulawesi Tenggara oleh UNDP sebagai propinsi yang aman dannyaman dari konflik walupun propinsi ini bertetangga dengan daerahyang berkonflik seperti Poso dan Ambon. Oleh karena itu, dapatdikatakan bahwa falsafah ini dapat memberikan kontribusi bagipengembangan pendidikan multikultural di Indonesia.Kata Kunci: Falsafah, Buton, Muna, Tolaki, Pendidikan,multicultural, Kewarganegaraan
PENGINTEGRASIAN NILAI PERDAMAIAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Abdul Azis
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.081 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i1.62

Abstract

Dalam dunia pendidikan tidak sedikit kita dapatkan terjadinya kekerasandalam proses belajar mengajar tidak terkecuali baik di madrasah terlebih lagidi sekolah-sekolah. Dalam tulisan singkat ini akan diulas secara singkattentang pengintegrasian nilai perdamaian dalam pembelajaran bahasa Arab,dalam pembelajarannya perlu adanya pemaduan pendidikan perdamaiandalam pembelajaran bahasa Arab. Mengenai hal itu ada tiga prinsip untukmencapai keterpaduan dalam pembelajaran bahasa; Pertama, keefektifankomunikasi secara luas. Para pembelajar bahasa membutuhkan keterampilanberbahasa yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka untuk keperluanbelajar dan berkomunikasi. Kedua, situasi pembelajaran bahasa Arab. KetigaPemilihan konteks, prinsip perpaduan yang paling mendasar ialah bahwapembelajaran bahasa Arab akan optimal jika diusahakan dalam konteks yangbermakna. Pemilihan konteks secara berhati-hati dan sistematis sangatpenting dalam mengembangkan program pembelajaran bahasa Arab yangefektif di sekolah dan madrasah. Seterusnya tugas atau kegiatan pembelajaranperlu menggunakan sekurang-kurangnya tiga macam konteks yang berbeda,yaitu konteks ekspresif, kognitif, dan sosial. Dalam proses pembelajaran,pendidikan nilai perdamaian hendaknya tidak diberikan dalam bentukindoktrinasi meliputi inkulkasi (inculcation), pemodelan (modeling), fasilitasi(facilitation), dan pengembangan keterampilan (skill building).sedangkandalam untuk Mengembangkan keterampilan dalam mengatasi Konflik adabeberapa pendekatan yang dapat dipergunakan antara lain pendekatanpreventif, pendekatan keterampilan, dan pendekatan akademik.Kata kunci : Nilai Perdamaian, Pembelajaran Bahasa Arab
KONFLIK PERADABAN DAN KERUKUNAN ANTAR AGAMA Jabal Nur
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.839 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i2.125

Abstract

Pertentangan antara peradaban, merupakan faktor dominan, yang menjadi landasan terjadinya konflik politik global pada masa –masa mendatang konflik ini akan menjadi fase pamungkas dari evolusi konflik dalam dunia modern, Konfllik juga semakin meningkat ketika agama menjadi sumber langsung kekerasan. Ada tiga mekanisme yang berperan dalam kaitanya dengan hubungan antar agama dan kekerasan dalam fungsi masyarakat yaitu: Pembacaan agama mengenai hubungan sosial, Agama sebagai faktor budaya identitas, Agama sebagai legitimasi etis, atau delegitimasi dari hubungan sosial tertentu.Terjadinya konflik sosial yang berlindung di bawah payung agama atau mengatas namakan kepentingan agama bukan merupakan justifikasi dari doktrin agama. Karena, banyak orang yang mempertuhankan agama, pada hal agama hanyalah sarana untuk menyembah Allah. Kerukunan antar umat beragama, pengamalan dan pengembanganya harus dijalankan oleh umat beragama itu sendiri dengan mengedepankan pendekatan kultural dan juga teologis yang terarah. Kata Kunci : Toleransi, peradaban, agama
Ijtihad sebagai Prinsip Gerakan Islam Tomo Paranrangi
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.59 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i2.30

Abstract

Dalam Islam ijtihad  adalah suatu keniscayaan, mengingat al-Qur’an, hadis adalah ajaran dasar yang memerlukan penjelasan, rincian, tata cara pelaksanaan dan sebagainya, agar dapat diimplementasikan secara  benar  sebagai aplikasi yang  lebih kongkrit  pada  semua dimensi kehidupan  manusia tanpa  kecuali, kapanpun dan dimanapun. Penjelasan terhadap al-Qur’an  dan hadis, harus dilakukan oleh  orang yang paham teks dan  konteks (roh/semangat) ajaran Islam  yaitu  para  ulama. Penjelasan para ulama itu,  seterusnya  disebut ijtihad.Kata kunci:  Ijtihad, islam, gerakan, hadis, qurani

Page 8 of 29 | Total Record : 287


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue