cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
SEJARAH PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM Pairin Pairin
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.489 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i2.79

Abstract

Pendidikan tinggi Islam di Indonesia telah berlangsung sejak dibukanya Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta pads bulan Juli 1945 menjelang Indonesia merdeka. Sejak saat itu dinamika dan perkembangan Pendidikan Tinggi Islam dimulai. Setelah terbentuknya STI berubah menjadi UII (Universitas Islam Indonesia). Perkembangan berikutnya fakultas agama UII dinegerikan menjadi PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri), kemudian fase berikutnya muncullah IAIN dan STAIN, selain itu muncul pula pendidikan tinggi Islam swasta, baik berbentuk universitas, institut, maupun sekolah tinggi. Paradigma bare perguruan tinggi itu pada dasarnya bertumpu kepada tiga tungku utama, yakni Pertama, kemandirian lebih besar (greater autonomy) dalam pengelolaan atau otonomi. Kedua, akuntabilitas atau tanggung urai (greater accountability), bukan hanya dalam hal pemanfaatan sumber-sumber keuangan secara lebih bertanggungjawab, tetapi juga dalam pengembangan keilmuan, kandungan pendidikan dan program-program yang diselenggarakan. Ketiga, jaminan lebih besar terhadap kualitas (greater quality assurance) melalui evaluasi internal (internal evaluation) yang dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan; dan evaluasi eksternal (external evaluation) oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN).Kata Kunci : Sejarah pendidikan, akuntabilitas PTAI
ASTRONOMI : FENOMENA DAN LOCAL GENIUS SERTA PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA Burhan Burhan
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5156.217 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.142

Abstract

Fenomena astronomi memberikan perkembangan falakiyah diIndonesia cukup berarti, meskipun perkembangan itu masih sangatterbatas atas hal-hal yang tidak dapat dianggap sepele. Sebut saja bagipegiat falak sangat dibutuhkan kemampuan dasar analisa kritismatematika, aritmatika dan geometri, serta kemampuan adaptasiperkembangan teknologi informasi. Bagi kalangan pengguna produkfalak cukup menggunakan aplikasi software-software yang telahdibuat oleh pendahulu-pendahulu ilmuwan falak, meskipun demikianmasih tetap diperlukan untuk belajar falak secara teratur, agar dapatdihasilkan produk falak yang sesuai secara syari’ah dan diterima olehseluruh lapisan masyarakat.Kata Kunci: astronomi, ilmu falak, mekanika benda langit, teorisegala sesuatu, alam semesta mengembang
Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Laporan Penelitian Dosen STAIN Ponorogo Tahun Anggaran 2011 Yuentie Sova Puspidalia
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.768 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i1.47

Abstract

Bahasa Indonesia merupakan bahasa bangsa Indonesia yang mampu mempersatukan rakyat Indonesia dengan berbagai corak budayanya. Meskipun demikian, dalam perkembangannya, para pemakai bahasa  Indonesia tampak tidak acuh terhadap bahasanya sendiri. Hal itu terbukti tidak sedikit pemakai bahasa Indonesia (termasuk mahasiswa dan dosen) yang melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis. Mereka sepertinya kurang atau bahkan tidak menghiraukan bagaimana seharusnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena itu, untuk membantu mengurangi kesalahan-kesalahan tersebut perlu dilakukan analisis. Artikel ini, diangkat dari penelitian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kesalahan berbahasa Indonesia dan jenis kesalahannya dalam laporan hasil penelitian dosen STAIN Ponorogo tahun anggaran 2011. Penelitian deskriptif ini untuk membuat gambaran secara jelas mengenai suatu hal/fenomena sekaligus menerangkan hubungan, menentukan prediksi serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan. Data utama diambil dari 36 buah laporan hasil penelitian dosen STAIN Ponorogo tahun  Anggaran 2011. Data-data tersebut dikumpulkan dan dicatat kesalahan-kesalahan yang  ada dalam sebuah tabel untuk selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan jenis kesalahannya. Data dianalisis dengan mengidentifikasi kesalahan-kesalahan berbahasa. Kesalahan-kesalahan berbahasa tersebut diklasifikasikan dalam kelompok-kelompok tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Laporan Penelitian Dosen STAIN Ponorogo terdapat kesalahan berbahasa yang meliputi kesalahan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Kesalahan terbesar terletak pada kesalahan fonologi pada daerah kesalahan penggunaan tanda baca hingga mencapai 1134 kali. Kemudian, kesalahan sintaksis mencapai 415 kali. Selanjutnya, kesalahan terkecil terjadi pada tataran semantik, yakni hanya 41 kali.Kata Kunci:  Analisis, kesalahan berbahasa, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik
STRATEGI MEMBANGUN PERUMAHAN (Kajian Lingkungan) Marniati Kadir
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1619.173 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i2.110

Abstract

Benambahnya jumlah penduduk dari rabun ke tahun mengakibatkanpembangunan perumahan yang terus menerus. Hal iru dilakukanuntuk memenuhi kebutuhan manusia yang berupa perumahan karenakualitas lingkungan ridak baik. Hal iru disebabkan karena perencanaandan pembangunan perumahan ridak berdasarkan konsep perumahanyang berwawasan lingkungan. Oleh karena iru, membangunperumahan diburuhkan strategi. Strategi tersebut adalah Melakukanproses desain dan studi AiVIDAL, melakukan pemilihan lokasi danpembebasan tanah, melakukan perencanaan fasilitas umurn danfasilitas rekreasi. Strategi ini sebaiknya digunakan oleh pemerintahkota dan pengusaha perumahan dalam membangun perumahan.Kata Kunci: perumahan, berwawasan linglrungan.
Belajar Fikih dan Kompilasi Hukum Islam : Larangan Kawin melalui Pertalian Sesusuan Kartini Kartini
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.743 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i1.15

Abstract

Larangan perkawinan karena pertalian sesusuan yang termuat dalam KHI ternyata tidak berbeda dengan hal yang sama menurut ketentuan fikih Islam. Tentu saja hal itu disebabkan karena yang menjadi rujukan utama dalam penyusunan KHI berasal dari kitab-kitab fikih yang ditulis oleh para ulama dari berbagai mazhab. Susuan yang sesungguhnya adalah susuan yang sempurna, yaitu anak yang menyusui langsung menyedot air tetek dan anak tersebut tidak berhenti menyusu kecuali atas kemauannya sendiri tanpa ada paksaan. Larangan perkawinan sebagai akibat susuan berlaku antara wanita dengan laki-laki, sebagaimana larangan perkawinan yang diakibatkan oleh hubungan kekerabatan. Kriteria susuan yang mengharamkan perkawinan adalah susuan yang berlangsung sebanyak lima kali ke atas dengan kadar yang mengenyangkan.Kata Kunci : Kawin susuan, fikih, kompilasi, hukum islam.
Jejak Kegemilangan Intelektualisme Islam dalam Pentas Sejarah Dunia: Kontribusi Ilmiah Kaum Mawali Persia pada Periode Klasik Muh. Ikhsan
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.665 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i2.371

Abstract

Sejarah dan peradaban Islam senantiasa melibatkan etnis dalam setiaptahapan kemunculan, perkembangan, kemajuan hinggakemundurannya. Artinya sepanjang sejarahnya, dari masa klasiksampai masa modern, peradaban Islam tidak terlepas dari peran etnisdi dalamnya, baik etnis Arab maupun non Arab. Etnis dalam maknasemantiknya dapat mengacu kepada suku, kabilah, klan ataukomunitas sosial yang diikat oleh kesamaan-kesamaan priomordial;kesamaan keturunan atau genealogi (berasal dari darah yang sama)dan kesamaan geografis (wilayah). Secara operasional, etnis jugabermakna suatu entitas kebangsaan, perwujudan dari kesamaanprimordial di atas. Selain etnis Arab, pada kenyataannya etnis nonArab juga ikut berperan secara signifikan dalam proses peradabanIslam tersebut. Bahkan menurut Ibn Khaldun, meskipun pada awalkemunculan dan perkembangannya peradaban Islam itu berada diJazirah Arab, namun bangsa yang lebih banyak perperan dalam prosesperkembangan dan kemajuan peradaban tersebut adalah etnis nonArab. Etnis non Arab inidalam sejarah dan peradaban Islam dikenaldengan al-mawali, khususnya etnis non Arab yang menganut agamaIslam. Di antara al-mawali yang berperan dalam proses peradabantersebut adalah etnis Mawali (Persia), Turki, Afrika dan lainnya. Padamasa Daulah Abbasiyah, peran al-Mawali sangat signifikan. Bahkanberkat kontribusi dan peran signifikan etnis al-mawali, masa daulahini dalam sejarah dan peradaban Islam sering disebut sebagai masapuncak kegemilangan peradaban Islam dan masa keemasan (thegolden age). Masa khalifah al-Ma’mun merupakan masa puncakperadaban Islam, khususnya dalam ilmu pengetahuan dankebudayaan, sehingga memberikan pengaruh konstruktif terhadapkemajuan ilmu pengetahuan awal abad pertengahan dalam dunia Islamdan dalam dunia Barat modern secara umum.Kata kunci: peradaban Islam, intelektualisme Islam, Mawali Persia.
PENILAIN BERBASIS KELAS Ety Nur Inah
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.495 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i1.63

Abstract

Evaluasi merupakan suatu proses terus menerus sehingga dalam proseskegiatannya dimungkinkan untuk merevisi apabila dirasakan adanya suatumasalah. Dalam mengevaluasi terlebih dahulu diadakan penilaian, olehkarena penilaian merupakan salah satu bagian daripada kegiatan evaluasihasil kegiatan belajar mengajar. Penilaian adalah kegiatan menilai yangterjadi dalam kegiatan pembelajaran. salah satu bentuk penilaian yang telahdilakukan oleh guru dan dosen adalah bentuk Penilaian Berbasis Kelas(PBK).Penilaian dalam KBK dan KTSP menganut prinsip penilaian berkelanjutandan konprehensif guna mendukung upaya memandirikan siswa untuk belajar,bekerja sama dan menilai diri sendiri. Karena itu, penilaian dilaksanakandalam rangka Penilaian Berbasis Kelas (PBK). Dikatakan PBK karenakegiatan penilaiana dilaksanakan secara terpadu dalam kegiatanpembelajaran.Dalam praktiknya, PBK sangat beragam, jenis dan model mana yang dipakaitergantung pada jenis kompetensinya dan indikator hasil belajar yang ingindicapai, tipe materi pembelajaran, dan tujuan penilaian itu sendiri.Adapun Aspek yang dinilai dalam Penilaian Berbasi Kelas (PBK) adalahkumpula-kumpulan kerja peserta didik (Portofolio), hasil karya ( Product),penugasan (Project), kinerja (Performance), tindakan (Action), dan testertulis (Subjectif, Objektif dan Proyektif).Kata Kunci : evaluasi, berbasis kelas, PBK
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Abbas Abbas
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.202 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i2.126

Abstract

Ilmu pengetahuan senantiasa menjadi perdebatan pada masa kontemporer karena berbagai persepsi pandangan yang melatar belakanginya. Orang yang tidak beragama menganggap bahwa Ilmu pengetahuan itu terkait dengan kebebasan mengatur apa saja dengan metode yang dibuat, tetapi para agamawan menganggap bahwa ilmu pengetahuan itu sarat dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya sehingga setiap metode dan ilmu yang berkembang senantiasa memakai rambu nilai-nilai keagamaan bahkan di katakana oleh para pembaharu bahwa tidak ada dikotomi antara ilmu pengetahuan agama dan umum, hal demikian hanya menjadikan ilmu itu menjadi sekuler. Oleh karena itulah pentingnya mengetahui paradigma ilmu pengetahuan dan logika kesempurnaan demi terjaganya keseimbangan dan pencerahan diatas muka bumi ditangan para pencerah
Konsep Spasial Peningkatan Profesionalitas Guru dan Dosen Abdul Kadir
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.289 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i1.31

Abstract

AbstrakProfesionalisme guru dan dosen sering dikaitkan dengan empat faktor yangcukup penting, yaitu kompetensi, sertifikasi, tunjangan profesi dan remunerasi. Keempat faktor tersebut diprediksi mempengaruhi kualitas pendidikan. Sertifikasi erat kaitannya dengan proses belajar, sehingga tidak bisa diasumsikan mencerminkan kompetensi yang unggul sepanjang hayat. Pasca sertifikasi seyogyanya merupakan tonggak awal bagi guru dan dosen untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme secara kontinu. Secara preskriptif, dukungan kompetensi manajemen, strategi pemberdayaan, supervisi pengembangan, dan penelitian tindakan kelas merupakan spasial empat teoretis alternatif untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru dan dosen. Keempat spasial teoretis tersebut berlandaskan pada filosofi humanistik, bahwa pada dasarnya guru dan dosen dapat meningkatkan profesionalismenya secara mandiri. Spasial-spasial teoretis tersebut berperan sebagai fasilitas dan pijakan bagi guru dan dosen untuk meningkatkan komitmen dan kesadaran berbasis refleksi diri dalam rangka meningkatkan profesionalismenya. Kata Kunci : kompetensi guru dan dosen, dimensi
Karakteristik Tafsir al-Bahru al Muhith (telaah Metodologi Penafsiran Abu Hayyan al-Andalusy) Muhammad Hasdin Has
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.923 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i2.74

Abstract

Tafsir al Bahrul al Muhit adalah sebuah tafsir yang melambungkan nama Abu Hayyan al Andalusiy dalam literature khazanah ilmu tafsir. Menjadi unik melihat latarbelakang keilmuan penulisnya yang terkenal menguasai berbagai ilmu khususnya dalam Bahasa Arab, fikih, Qiraat al-Qur’an dan sejarah karena karakteristik penafsir dalam menafsirkan al Qur'an tidak terlepas dari kondisi permasalahan yang mereka hadapi. Dalam makalah ini penulis memaparkan sejarah hidup dan metodologi yang dikembangkan atau dijadikan sebagai rel oleh Abu Hayyan al Andalusiy dalam menulis tafsirnya al Bahrul al Muhit. Hasilnya terlihat bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan multidisipliner dengan didominasi oleh pendekatan kebahasaan. Abu Hayyan menggunakan ayat al Quran sebagai sumber data utama begitupula hadis nabi SAW. Tapi ia juga banyak menggunakan kaedah kebahasaan dalam menafsirkan, sehingga tafsir ini selain digolongkan sebagai tafsir bi al Ra'yi juga digolongkan dalam tafsir bi al Ma'sur.Kata kunci: Tafsir, al bahru al Muhith, Abu Hayyan al Andalusiy

Page 11 of 29 | Total Record : 287


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue