cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Pendekatan Ethnografi dalam KKN Berbasis Riset (Ikhtiar Mahasiswa Memberi Kontribusi Berarti bagi Daerah) Muhammad Alifuddin
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.827 KB) | DOI: 10.31332/str.v23i1.582

Abstract

Abstrak            Tulisan ini adalah deskripsi singkat tentang pendekatan ethonografi yang bertujuan memberikan penjelasan sekaligus panduan bagi mahasiswa tentang bagaimana mendesain penelitian dan  laporan ethnografi. Dengan bekal metodologi diharapkan mahasiswa KKN IAIN Kendari kini dan pada masa akan datang dapat memberi lukisan analitik tentang nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada lokasi KKN kepada masyarakat luas, sehingga pada gilirannya informasi kebudayaan dimaksud memiliki nilai berarti bagi pengembangan potensi masyarakat terkait pada masa  mendatang. Pada prinsipnya laporan ethnografi adalah catatan atau studi lapangan yang dilakukan secara partisipatif oleh seorang peneliti tentang  apa yang mereka saksikan, rasakan dan alami di lapangan. Adapun sistematika laporan ethnografi ekuivalen dengan laporan penelitian pada umumnya.Kata Kunci: Ethnografi, KKN
KONSEP DASAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH/MADRASAH (Pengertian dan karakteristik MBS/MBM) Lamondo Lamondo
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2064.845 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i1.100

Abstract

Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan agar penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah merupakan bukti kesungguhan pemerintah dalam menyikapi tuntutan peningkatan mutu pendidikan. Dalam rangka menjawab tantangan tersebut, manajemen berbasis sekolah/madrasah (MBS/MBM) merupakan hal mutlak yang harus dilaksanakan, sebab secara teoritis MBS/MBM tidak lagi menjadikan pemerintah sebagai pusat penguasa pendidikan, tetapi terjadi disentralisasi dan otonomi pendidikan di sekolah/madrasah.Kata kunci : manajemen berbasis sekolah
PENDIDIKAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIKULTURAL Hadi Machmud
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.005 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i2.148

Abstract

Pendidikan nilai karakter merupakan pendidikan yangmenekankan pembangunan manusia seutuhnya. Manusia bukan sekedarhidup sebagai apa adanya,tetapi manusia berkewajiban dalam mewujudkankemanusiaannya yaitu, manusia hidup bersama dengan manusia lain. Untukmenjadi manusia yang seutuhnya diperlukan suatu proses yang disebutsebagai pendidikan dalam arti luas, yaitu proses pembudayaan. Pada masamendatang proses pendidikan di sekolah tidak lagi semata pemintaranintelektual (kognisi), tetapi patut diarahkan juga kepada pembentukankarakter (afeksi) yang menetaskan manusia berbudi pekerti yangmencerminkan pibadi dengan integritas moral yang tinggi guna melahirkanpemikir untuk menahkodai biduk bangsa ini.Pendidikan nilai karakter yang berbasis pada pendidikanmultikultural memiliki kekuatan dalam mengisi kompetensi anak dalamsoft skill dan hard skill yang keseluruhannya dikemas dalam pengelolaanrasa, logika sacara utuh. Perkembangan program pendidikan multikulturalberkembang dengan pesat dan dilaksanakan dari jenjang pendidikan anakusia dini termasuk di dalamnya program pedidikan guru (AmericanAssosiation for Colleges of Teacher Education). Pendidikan multikulturalpada dasarnya untuk mencari dan menggali persamaan nilai yang terdapatdi dalam berbagai jenis budaya serta pengembangan sikap toleransi kepadaindividu. Dengan membuat sistem pengelolaan yang tidak membedakanlatar belakang siswa, maka akan membantu terciptanya keharmonisandalam keragaman budaya.Melalui upaya staf dan pengelola, sekolah harus menjadilingkunga kebudayaan dan tempat terjadinya pertukaran budaya antar sukubangsa, sehingga masing-masing suku bangsa dapat saling memperkayahasanah budaya yang dimilikinya melalui pengenalan antara budaya.Dengan demikian persoalan penting dalam pendidikan multikultural perludibangun atas dasar keragaman suku bangsa, ras, dan etnik yang berbedabedadalam suatu kesatuan. Perbedaan ini dengan sendirinya akanmenimbulkan keragaman bawaan bagi peserta didik dalam kehidupanberbangsa dan bernegara.Kata Kunci : Pendidikan Nilai, Pendidikan Karakter Berbasis Multikultur
Menidurkan Sejarah, Membangunkan Ingatan: Menjejak Instrumen Islam pada Ekonomi moderen Akmal Akmal
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.592 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i2.53

Abstract

Pada sejarah yang terlanjur dikuasai, susah mengungkapkan sisi yangditutupi, kecuali menjadi sepenggal ungkapan yang sepintas menghibur.Saat sejarah terlanjur dibekap, itulah mengapa hegemoni mengelabui nalardan menciptakan relasi episteme yang menohok kita dan tiada pilihankecuali menerima realitas yang disajikan. Imajinasi kita ditidurkan, ingatankita disamarkan dan kita memiliki hanya sedikit masa depan karena masalalu bukanlah hal yang pantas dibanggakan. Demikianlah Eropa moderentelah menguasai dan membekap wacana ekonomi hari ini pada kubanganyang bernama ekonomi moderen. Mereka telah menguasai sejarah,membekap realitas masa lalu peradaban muslim tentang ekonomi. Yangtersaji hanya sejarah mereka, yang cemerlang, hanya masa lalu mereka.Tanpa sedikit rasa “kebersalahan intelektual”, mereka menyajikan narasiilmiah ekonomi seakan, semuanya bersumber dari sejarah dan tradisi orangorangEropa. Pada realitas yang lain pengaburan sejarah _ menidurkansejarah_ model demikian telah memantik ingatan sejarah yang jejaknyamasih dapat dilacak secara baik oleh orang-orang muslim melalui warisanintelektual peradaban klasik Islam yang terbentang dari abad 6 M hinggaabad 13 M. Warisan tersebut bukanlah mitos sebuah bangsa dan tradisi,seperti pada bangsa Maya dan Inca, tetapi dia adalah sekumpulan warisantradisi yang berpijak pada ranah ilmu pengetahuan, baik yang disandarkanpada realitas fisik maupun basis ontologi metafisik yang kuat.Menghadirkan warisan tersebut, menyaikan fakta lain; bahwa dalamekonomi moderen jejak-jejak Islam adalah instrumen penting dalamkerangka ekonomi moderen. Inilah fakta yang sesungguhnya dan realitasdemikian harus diterima secara nurani dan intelektual oleh semua pihak,terutama bagi Eropa yang menguasai kapital wacana saat ini.Kata kunci: sejarah, peran, ekonomi Islam, ekonomi moderen
SEKULARISME DALAM PERKEMBANGAN ISLAM Tomo Paranrangi
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.241 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i1.116

Abstract

Perkembangan Islam sejak di wahyukanya sampai saat sekarangini, telah memunculkan berbagai istilah termasuk sekularisme. Istilahini sebelumnya tidak di kenal dalam Islam, karena Islam tidakmengenal polarisasi dalam kehidupan. Islam adalah ajaran agama yangmulti dimensi dengan ijtihad sebagai prinsip gerakannya.Kata Kunci: Islam, Sekuler, Ijtihad.
PemanfaatanTeknologi Informasi dalam Pendidikan Karakter Ambar Sri Lestari
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.579 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i2.21

Abstract

Media pendidikan mempunyai peran yang sangat penting di dalam kegiatan pengajaran pendidikan karakter. Kehadiran media di dalam dunia pendidikan, khususnya dalam rangka efektifitas dan efisiensi pengajaran sangat di perlukan. Pesan atau informasi yang dikomunikasikan yang perlu dikuasai oleh siswa, meliputi kemampuan kognitif bersifat intelektual, kemampuan psikomotorik yang bersifat jasmaniah atau keterampilan fisik. Kemampuan itu dikomunikasikan melalui berbagai saluran, yaitu saluran penglihatan (visual), saluran pendengaran (audio), saluran penglihatan dan pendengaran (audio visual), saluran perasaan (sense), dan saluran yang berwujud penampilan (performance).Kata Kunci: Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Teknologi Informasi
Mewujudkan Keadilan Distributif (Distributive Justice) Sebagai Upaya dalam Mengatasi Kemangkiran (Abseenteism) Pegawai Badarwan Badarwan; Syamsuddin Syamsuddin
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.226 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.488

Abstract

This article was prepared with the aim to assess the steps that can be taken to realize distributive justice as countermeasures for employee absenteeism. Distributive justice in general diandang as perceptions about the fairness perceived by a person based on the ratio of the individual results obtained for his contribution as compared to the ratio of the result of the contributions of others. Employee perceptions is strongly associated with the comparison an employee of the results obtained for the work that has been accomplished with the results obtained other employees who generally had a load and performance are considered equivalent. If the result is obtained after dikomparasikan with others differ primarily considered inferior it will bring the perception of unfair behavior towards leadership. The results of employee perceptions is what can menimbulkann correlations and relationships with other employees work behavior is very important in maintaining the effectiveness and efisiens agencies. One aspect that could be affected is absenteeism. In the sense that if an employee discount perssepsi good against distributive justice better then kemangkirannya level will be low and vice versa pleasan.Key Words: Distributive Justice, Absenteeism
Asbabun Nuzul dan Urgensinya dalam Memahami Makna Qur’an Muhammad Alifuddin
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.958 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i1.69

Abstract

asbab al-nuzul, adalah suatu peristiwa yang menjelaskan latar belakanghistoris yang menyebabkan diturunkannya ayat-ayat Qur‟an. Fazlur Rahmanmenjelaskan bahwa secara garis besar latar sejarah turunnya ayat-ayat al-Qur‟an dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu: latar historis yangbersifat makro; yaitu seluruh kondisi sosial dan budaya yang melingkupihistoristas bangsa dan Jazirah Arabiyah pada waktu itu adalah merupakanlatar historis yang bersifat makro. Sedangkan latar sejarah yang bersifatmikro; yaitu konsep lisan/dan tertulis yang diperoleh oleh sahabat dari Nabi.Terkait dengan hal yang disebutkan terakhir, maka untuk mengetahui sebabnuzul satu ayat tidak dapat dilepaskan dari pendekatan ilmu hadis, yaitumelalui sumber riwayat yang sahih yang diriwayatkan secara berantai, mulaidari sahabat, tabi’in,tabi’ tabi’in hingga kepada periwayat hadis yangmenulisnya dalam suatu kitab atau buku hadis. Yang mensyaratkan adanyaketersambungan sanad, pewarta yang adil dan dhabith, tidak terdapat dzas(atau kerancuan) serta tidak mengandung ’illat ( cacat). Pengetahuanterhadap sebab turunnya suatu ayat dipandang urgen, sebab akan memberikanhorizon dan wawasan yang lebih konprehensip terhadap makna dari suatuayat, atau dengan kata lain, asumsi atau kesan yang seolah-olah rigid atausempit dari informasi suatu ayat dapat dihilangkan atau diminimalisasi.Kata Kunci : asbab al-nuzul, qur‟an, kerancuan
Dokumen Mutu dan Penyelenggaraan Lembaga Pendidikan Ardin Ardin; Badarwan Badarwan
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.395 KB) | DOI: 10.31332/str.v23i1.577

Abstract

Abstrak            Pengelolaan lembaga pendidikan mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Lembaga pendidikan yang ingin kompetitif berupaya merumuskan langkah-langkah strategis dalam penataan lembaganya, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Dokumen mutu merupakan bentuk perangkat lunak yang mesti disediakan oleh lembaga sebagai wujud terkelolanya lembaga secara baik dan terorganisir. Tujuannya adalah membangun keyakinan publik, membangun kepercayaan pengguna pendidikan, dan peningkatan layanan lembaga pendidikan. Dokumen mutu yang baik dalam penyelenggaran lembaga pendidikan sejatinya mencakup manual mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan record kegiatan yang telah dilakukan.Kata Kunci: Dokumen Mutu, Lembaga Pendidikan, ISO
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM GLOBALISASI PENDIDIKAN Abdul Kadir
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.409 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i2.80

Abstract

Dampak globalisasi semakin terasa dengan begitu banyaknya saluran informasi yang dapat diterima dalam berbagai bentuk media cetak maupun non cetak, broadcast maupun non broadcast elektronik maupun non elektronik seperti surat kabar, majalah, radio, TV, telepon, fax, komputer, internet, satelit komunikasi dan sebagainya. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang terus berkembang cenderung akan mempengaruhi segenap kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya, serta pendidikan dan pelatihan akan semakin banyak diwarnai oleh TIK. Aplikasi TIK telah memungkinkan terciptanya lingkungan belajar global yang berhubungan dengan jaringan yang menempatkan siswa ditengah-tengah proses pembelajaran, dikelilingi oleh berbagai sumber belajar dan layanan belajar elektronik. Untuk itu, sistem pendidikan konvensional seharusnya menunjukkan sikap yang bersahabat dengan alternatif cara belajar yang baru, yang sarat dengan teknologi. Kondisi saat ini sangat dibutuhkan manusia yang berkarakter teknologi, memiliki pengetahuan tentang alat, sumber daya, dan proses, dimana pengetahuan tersebut dijadikan muatan hati nurani, dihayati dan dipraktekkan dalam kehidupan, sehingga dapat meningkatkan kinerja untuk peningkatkan kesejahteraan.Kata Kunci: Globalisasi, Pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue