cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 308 Documents
PEMANFAATAN MEDIA TELEVISI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN KORUPSI DI SEKOLAH DASAR Nasihu Jalil Nasihu Jalil
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3307.452 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.135

Abstract

bagaimana melaksanakan korupsi dalam kehidupan sehari-hari,melainkan menyiapkan anak didik yang siap pakai dalammemberantas korupsi di Indonesia pada masa-masa yang akan datang.Metode dan teknik penelitian adalah metode penelitian kuantitatifyang diperkaya dengan riset kepustakaan, yaitu dengan mencari teoridan literatur-literatur yang menyangkut dengan permasalahan yangdibahas dan mencari referensi dalam melakukan analisa data terhadapkondisi permasalahan serta data-data yang didapatkan. Hasilpenelitian memperlihatkan bahwa 1) korelasi antara penggunaanmedia televisi dengan peningkatan pemahaman korupsi siswa SDNegeri 1 Wakaokili termasuk dalam kategori cukup kuat, yaitusebesar 0,433; 2) terdapat pengaruh signifikan penggunaan mediatelevisi dalam meningkatkan pemahaman korupsi siswa SD Negeri 1Wakaokili, yaitu sebesar 19,7 %.Kata kunci : Pembelajaran Korupsi, media televisi, pemahaman.
Menelusuri Jejak Kesatuan Nubuwwah (Telaah Historis atas Surat al-Mu’min ayat 78) Muh. Ikhsan AR.
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.935 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i1.40

Abstract

Salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh umat Islam adalah percayakepada para nabi yang telah diutus oleh Allah kepada umat manusia. Sebab,merekalah yang menyampaikan risalah ketuhanan dari Allah. Merekaberperan sebagai Hermes, yang menyampaikan dan menafsirkan pesan-pesanTuhan yang absolut dan mutlak kepada manusia sebagai makhluk relatifdengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. Dengandemikian, posisi seorang nabi sangat menentukan dalam agama, khususnyaagama Islam.Artikel ini mencoba mengkaji jejak kenabian yang terdapat dalam al-Qur’an,terutama dalam surah al-Mu’min ayat 78. Ayat yang memuat materi tentangnabi dan misinya berikut hubungan maknanya yang mengacu pada persoalanfungsi diutusnya seorang nabi dan rasul. Selain itu, dilihat bagaimanapenafsiran yang telah dilakukan oleh para mufasir terdahulu berkaitan denganayat-ayat tersebut.Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam membahas persoalanini. Pertama, nabi merupakan sosok sentral dalam agama yang menjadi figurperantara antara pikiran Tuhan dengan pikiran manusia. Kedua, ada berbagaipenafsiran tentang terma nabi sehingga memunculkan adanya perbedaanpendapat tentang apa dan siapa yang disebut nabi itu. Sebagai contohbeberapa pendapat menganggap bahwa Sang Budha adalah sebagai nabi,sementara yang lain menganggap tidak. Ketiga, dalam tubuh umat Islamsendiri pun ada aliran yang memaknai terma nabi secara berbeda. Sebagaimisal Gerakan Ahmadiyah Qadhiyan yang menganggap masih ada nabisetelah Muhammad, yakni Mirza Ghulam Ahmad. Dengan beberapapertimbangan tersebut, maka artikel ini akan mengkaji terma nabi/rasul yangterdapat dalam al-Qur’an.Kata kunci: nabi, rasul, jejak kenabian.
Pengembangan Perangkat Penilaian Praktikum Fisika Dasar Bagi Mahasiswa MIPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Zainuddin Zainuddin
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.721 KB) | DOI: 10.31332/str.v23i1.585

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perangkat penilaian praktikum fisika dasar yang komprehensip, valid dan realiabel pada mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (research and development) dengan desain pengembangan instrumen yang digunakan adalah disain model 4-P yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran/ penggunaan perangkat. Peserta ujicoba adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA IAIN Kendari angkatan 2016 yang keseluruhannya berjumlah 44 orang, dengan teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat penilaian praktikum fisika dasar yang komprehensip pada mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA IAIN Kendari yang dikembangkan berdasarkan hasil ujicoba dinyatakan memenuhi aspek validitas, dan reliabilitas yang baik.Kata kunci: Perangkat penilaian, Prinsip komprehensip
KESAHIHAN SANAD DAN MATAN HADITS: KAJIAN ILMU-ILMU SOSIAL Nasri Akib
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3236.251 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i1.103

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kaidah kesahihan sanad dan matan hadits ditinjau dan ilmu-ilmu sosial. Yaitu ilmu sejarah, antropologi, kebahasaan, sosiologis, dan sains. Setelah diteliti ditemukan bahwa pendekatan ilmu-ilmu sosial ini akan sangat bermanfaat dalam melihat baik atau tidaknya sanad dan matan hadit tersebut.
TAFSIR KONTEKSTUAL AL-QUR’AN (Telaah atas Metodologi Tafsir Fazlur Rahman) Muh. Ikhsan AR.
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.414 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i2.151

Abstract

Dewasa ini kajian Islam mengalami perkembangan yang pesat.Di pelbagai universitas di Barat, banyak yang telah membuka semacamdepartemen yang secara khusus mengkaji Islam (Islamic Studies).Fenomena ini salah satunya adalah disebabkan maraknya intelektualmuslim yang memiliki kemampuan handal. Di antara mereka adalahFazlur Rahman.Fazlur Rahman adalah seorang pembaru pemikiran Islam parexcellent yang lahir dari tradisi keagamaan (mazhab Hanafi) yangcukup kuat. Lahir pada tanggal 21 September 1919, Fazlur Rahmankecil terbiasa dengan pendidikan dan kajian-kajian keislaman yangdilakukan oleh ayahnya sendiri, Maulana Syahâb al-Dîn, dan juga dariMadrasah Deoband. Dalam usia sepuluh tahun, ia sudah hafal Al-Qur’an di luar kepala. Ketika berusia empat belas tahun, bocah yangsuatu saat menjadi tokoh ini sudah mulai belajar filsafat, bahasa Arab,teologi, hadis, dan tafsir. Berikutnya, dia berhasil menguasai bahasaPersia, Urdu, Inggris, Perancis, dan Jerman, selain juga mempunyaipengetahuan yang workable tentang bahasa-bahasa Eropa Kuno, sepertiLatin dan Yunani.Keluasan inilah yang menyebabkan pandangan keislamanRahman kaya akan nuansa teori. Sebagai seorang intelektual Islam,Rahman memiliki keperdulian yang tinggi dan berkhidmat untukmenghidupkan khazanah keilmuan Islam dengan cara “menafsir”kembali Islam lewat pengkajian Al-Qur’an secara kontekstual. Iamengemukakan alasan-alasan mengapa perlu memikirkan kembaliIslam, di antarnya adalah Islam pada masa kini yang sudah diwarnaioleh ketertutupan ijtihad. Akibatnya, Islam tidak mengalamiperkembangan yang cukup menggembirakan.Upaya kontekstualisasi nilai-nilai universal Islam yangterkandung di dalam Al-Qur’an, tampaknya, tidak akan pernah berhentisepanjang sejarah kehidupan manusia. Sejarah telah mencatat berbagaiupaya tengah dilakukan para pemikir untuk memberikan solusiterhadap berbagai problem kemanusiaan tersebut: kemiskinan,peperangan, penindasan, dan bahkan dekadensi moral.Dalam konteks inilah, Fazlur Rahman kemudian hadir dengantawaran metodologis bagaimana Al-Qur’an sebaiknya dipahamisehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya selalu aktual danrelevan dengan isu-isu dan problem yang dihadapi.Kata Kunci : Studi Al-Qur’an, Tafsir Kontekstual, Fazlur Rahman
Peningkatan Kemampuan Memahami Bacaan Bahasa Arab Melalui Teknik Pembelajaran SQ4-R (Penelitian Tindakan pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Tarbiyah STAIN Kendari) Batmang Batmang
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.691 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i2.56

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa pada semester ke enam Departemen Arab Bahasa Pendidikan Akademik 2012-2013 dalam memahami teks-teks Arab dengan penerapan teknik pembelajaran SQ4-R. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dan pendekatan kualitatif. Metode untuk mengumpulkan data yang: observasi, wawancara, portofolio, membaca tes pemahaman, dan catatan lapangan. Data dianalisis secara kualitatif dengan mengurangi, menyajikan dan dengan menarik kesimpulan. Temuan penelitian: Penerapan dari SQ4-R mengalami modifikasi dengan penambahan tahap pembelajaran, yaitu tahap untuk menemukan kosakata dan makna dalam kamus yang terjadi pasca tahap survei. Melalui penelitian tindakan ini, SQ4-R telah diubah menjadi SVQ4-R. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pada kemampuan siswa di mana kemampuan awal mereka hanya mencapai pemahaman literal dengan kelas rata-rata 51 pada sebelum tindakan, 70,5 pada siklus 1, 79,68 pada siklus ke-2, dan 89,22 pada siklus ke-3. Nilai rata-rata pada pemahaman interpretatif, sebelum tindakan, tidak muncul, pada siklus 1, 68, pada tanggal 2 siklus 69,4, dan pada siklus ke-3, 75. Nilai rata-rata pada pemahaman kritis dan aplikasi, sebelum tindakan tidak muncul pada siklus 1, 67,3, pada siklus ke-2, 73,4, dan pada siklus ke-3, 81,09.Kata kunci: abilty dalam memahami teks bacaan, teknik pembelajaran SQ4-R dan penelitian tindakan.
KEMAUAN POLITIK UNTUK KEMAJUAN PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN POLITIK UNTUK KEMAJUAN BANGSA Abdul Kadir
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.471 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i1.119

Abstract

Kemajuan bangsa dalam naungan NKRI didasarkan padapenegakan konsep empat pilar bangsa ini. Keempat pilar bangsatersebut menuntut adanya kemauan politik untuk kemajuanpendidikan dan perlu pula adanya pendidikan politik untukmencerdasakan bangsa. Mencerdaskan bangsa melalui pendidikanpolitik harapannya akan mengarahkan kemajuan bangsa. Artikel inidisusun untuk dapat mengurai salah satu gagasan untuk kemajuanbangsa dari dua sisi, yaitu pendidikan dan politik. Berdasarkan hasilyang berhasil penulis telusuri maka : 1) Kemauan politik untukmemajukan pendidikan belum konsisten dengan aksipolitik.Kepentingan politik (partai politik) lebih dominan darikeberpihakannya kepada kepentingan kemajuan bangsa melalui usahapendidikan yang maju dan berkualitas. Keberlanjutan kekuasaan(power sustainbalility) dan berbagai kekuasaan (power sharing) lebihmenjadi target praktisi politik di Indonesia. Semestinya, sistem politikdi Indonesia mengedepankan kepentingan rakyat dan bangsa agarmaju dan merdeka, menjadi tuan rumah sendiri dibawa panji-panjiUUD 1945 dan nilai inti Pancasila dengan menjujung tinggi usahapendidikan yang modern dan berkualitas; 2) Pendidikan dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa sudah semestinya menjadi “sin quanon” dan prioritas nomor satu dalam ranking seleksi proses danproduk kebijakan politik pemerintah dan Negara Indonesia. Karena,bukti sejarah dunia dan amanat pendiri bangsa sudah cukup jelas dankuat untuk ditauladani dan diwujudkan dalam pembangunan bangsa dimasa depan; 3) Kemauan politik untuk memajukan pendidikan danpendidikan politik untuk kemujuan bangsa harus diawali denganpenempatan orang (pejabat) yang tepat orang dan tepat tempat, baikdijajaran eksekutif maupun dewan legislative. Ingat kata nabi “suatupekerjaan yang dikerjakan oleh bukan ahlinya, maka tunggulah masakehancuranya”. Implikasinya, ahlik politik dan ahli pendidikanadadalah syarat mutlak untuk menduduki jabatan politik dan terutamajabatan pendidikan (Mendiknas, Eselon I dan II). Kemudian, takalahpentingnya, dukungan APBN dan APBD minimal 20% yang dikelolahdalam satu atap untuk biaya pendidikan nasional; 4) Dalam kontekspasar bebas dan kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi,maka konsep dan model “knowledge networking industry” atauindustrialisasi pendidikan mesti dikedepankan dalam perancangansistem pendidikan nasional dengan tetap berasaskan pancasila danUUD 1945 sebagai karakter dan identitas bangsa Indonesia yang maju diantara bangsa-bangsa beradab dan berbudaya di dunia modernsekarang dan masa depan.Kata Kunci : Kemauan Politik, Pendidikan Politik, KemajuanPendidikan, Keemajuan Bangsa
Pemerolehan Bahasa Arab Anak Usia 2-7 Tahun (Studi Kasus Beberapa Anak di Konawe Selatan) Laode Abdul Wahab
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.304 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i2.24

Abstract

Penelitian pemerolehan bahasa Arab anak menarik dan unik. Penelitian ini telah dilakukan dengan menyidik beberapa anak usia 2-7 tahun di Konawe Selatan. Data dihimpun melalui teknik rekam, simak, dan catat. Pengamatan juga dilakukan untuk penelisikan kehidupan nara sumber. Penelitian ini menemukan bahwa kalimat-kalimat bahasa Arab yang dituturkan oleh para nara sumber masih belum sempurna atau masih terdapat kesalahan-kesalahan pelafalan. Umumnya kesalahan nara sumber berupa penambahan, penggantian, dan penghilangan fonem. Dalam beberapa kasus tidak hanya terjadi penghilangan unsur fonem, tetapi juga unsur partikel dan kata. Apabila diamati secara sepintas kesalahan lebih disebabkan masih sulitnya nara sumber menyampaikan pikiran dan perasaannya secara lugas akibat pengetahuan mereka yang belum memadai tentang bahasa Arab. Kesalahan juga lebih diakibatkan oleh belum memadainya fungsi-fungsi artikulasi produksi bahasa mereka. Penelitian ini menemukan pola yang hampir sama terkait dengan pemerolehan bahasa Arab di kalangan anak pada umumnya. Penelitian merekomendasikan agar penelitian terkait sosiolinguistik dan antropolinguistik bahasa Arab pada usia dini perlu terus dilakukan khususnya kapada anak-anak di Konawe Selatan.Kata Kunci : pemerolehan bahasa, anak, bahasa arab, Konawe Selatan.
Fenomena Kekerasan Seksual Terhadap Anak La Ode Anhusadar; Rusni Rusni
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.697 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.491

Abstract

Sexual violence is an important and complicated issue of violence against women all over the map because there is a dimension which is very typical for women. Relasikuasa inequality issues between the perpetrator and the victim are the roots of sexual violence against women. In such a case of sexual violence against women, inequality of power relations in question is between men and women. Inequality is exacerbated when one party (the perpetrators) have more control over the victim. This control can be resources, including knowledge, economy and public acceptance (social status / social modalities). It also includes controls that appear on the form of patron-client relationship or feudalism, such as the parent-child, employer-worker, teacher-student, community leaders-residents and armed groups / forces-the civilian population. Violence against children is everything that made the child tortured, both physically, psychologically mental maupu. Violence against children is an act of abuse or maltreatment of children in the form of physical abuse, emotional, sexual, neglect of care and exploitation for the benefit of commercial real or even not to harm the health, survival, dignity and development, violence derived from the responsible, trustworthy and powerful in the protection of the child. Keywords: Sexual Violence and Children
AGAMA DAN KONFLIK DALAM MASYARAKAT DI INDONESIA Abbas Abbas
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.46 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i2.72

Abstract

Agama adalah ajaran keyakinan utuh dari seluruh kesempurnaan manusia, setiap manusia memiliki keyakinannya masing-masing. Untuk mendapatkan keyakinan yang sempurna tersebut maka manusia biasanya memiliki berbagai perbedaan-perbedaan. Karena perbedaan dalam proses pendekatan dan pandangan terhadap tuhan itulah yang menentukan kualitas iman dalam beragama seseorang. Yang menjadi sumber komplik di tengah-tengah masyarakat adalah proses untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan biasa terlihat dalam perilaku keseharian mereka. Di Indonesia pandangan terhadap agama juga berbeda-beda sehingga perbedaan tersebut mendapatkan gesekan yang berujung pada komplik. Meskipun demikian, dominasi kelompok awan/pemula dalam beragama yang berujung pada formalisme agam masih menguasai agama-agama sehingga masih ada komplik, pada komplik ini sangat minim jika difahami pada kelompok yang substansialisme Kata kunci : Agama, Konflik

Page 6 of 31 | Total Record : 308


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 2, November (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pend Vol. 31 No. 1, Mei (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekata Vol. 30 No. 2, November (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pend Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol. 30 No. 1, Mei (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekata Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue