cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
MERINTIS JALAN MENUJU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN EKSISTENSINYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH H. Moh. Yahya Obaid
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.333 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i2.130

Abstract

Manusia adalah mahluk pembelajar, yang memiliki potensi untuk mendidik sekaligus membutuhkan pendidikan. Pendidikan laksana jalan yang harus dilalui, sekaligus sebagai interaksi yang komunikatif dan bernilai Ibadah, sehingga perbuatan mendidik dalam pandangan Islam dimaknai sebagai upaya memanusiakan manusia yaitu terbentuknya pribadi yang kaffah, pribadi yang seimbang IMTAQ dan ipteknya ,dzikir, karir dan fikir, ritual dan actual serta ketokohan dan kepemimpinananya serta pribadi yang memiliki kesadaran dan kesalehan individu sekaligus kesalehan social, sebagai rintisan jalan menuju keridhan Allah guna tercapai kebahagiaan yang seimbang antara dunia dan aheratnya.
Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Usia Dini Heny Wulandary
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.224 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i1.35

Abstract

Dewasa   ini   banyak   bencana   yang   menimpa   bangsa   Indonesia   yangdiakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri. Seperti yang sering ditayangkan oleh  televisi  atau  di  media  elektronik    lainnya  berbagai  bencana  seperti banjir, wabah penyakit seperti diare, gizi buruk, kolera dan penyakit menular lainnya Masalah-masalah di atas sebenarnya dapat dicegah sedini mungkin salah satunya dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat sangat strategis ditanamkan pada usia dini mengingat masa ini merupakan pondasi untuk pembentukan perilaku dan lebih mungkin menjamin tercapainya masyarakat yang sehat dengan perilaku hidup bersih sehat yang baik ketika mereka dewasa kelak Kata kunci: Pendidikan Kesehatan
The Effect Of Write-Pair-Share Technique Towards Students’ Writing Ability At SMAN 1 Unaaha haslan haslan
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.111 KB) | DOI: 10.31332/str.v23i1.580

Abstract

Abstract            The objective of this study was to find out if there is any significant effect on students’ writing ability using write-pair-share technique. The methodology of this study was quantitative. The design of this study was pre-experiment with one group pre-test and post test design. Sample of this study was students’ grade X-A of SMAN 1 UNAAHA. The result of the study show that there is significant effect on students’ writing ability using write-pair-share. It seemed by number of students who achieved the target score from good to average – excellent to very good or 14 above score level for vocabulary and 18 above score level for language use (grammar), which for vocabulary aspect from none increased to 25 students (83.33%), and for language use (grammar) aspect from none increased to 20 students (66.67%) who achieved target score. Conclusion of this study is using write-pair-share technique is effectively in learning process. Key Words: Write-Pair-Share Technique, Writing Ability
KONSEP PENDIDlKAN IBNU TAYMIYAH Tujuan Pendidikan dan Metode Pembelajaran Hasan Basri
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2603.25 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i1.98

Abstract

Ibnu Taymiyah meletakkan ilmu sebagai hal yang tidak bebas nilai. Ilmu harus bernilai tauhid sekaligus bernilai kemanusiaan atau yang disehut dengan tabiat insaniyah. Oleh karena itu, inti dari konsep pendidiknn adalah berupaya mengembalikan umat Islam kepada Alquran dan sunnah. Metode pembelajaran menurut ibnu Taymiyah dapar dibagi dua, yakni metode menunut ilmu (metode belajar) dan metode mengajarkan ilmu (metode mega jar). Kedua metode ini hendaknya dilandasi oleh rasa ikhlas. Oleh karena itu, bagi pelajar hendaknya dalarn menutut ilmu dilandasi oleh semangat mencari rida Allah. Sementarn para guru, di samping dilandasi oleh niat yang ikhlas, hendakya juga dilandasi tanggung jawab mewarisi tugas kenabian dalam mendidik urnat.Kara Kunci: pendidikan, Ibnu Taymiyah.
MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH ILMU FALAK MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN EKSPERIMEN BEBAS Burhan Burhan
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.432 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i2.146

Abstract

Telah dilakukan riset penerapan pembelajaran eksperimen bebasdalam upaya meningkatkan minat dan pemahaman mahasiswa padamata kuliah ilmu falak. Riset ini menggunakan konsep trial and error(coba-coba) dalam mata kuliah ilmu falak dengan sampel 11 orangmahasiswa pada Program Studi Muamalah Jurusan Syariah STAINSultan Qaimuddin Kendari pada semester ganjil tahun akademik2010/2011. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa : 1) Penerapanpembelajaran eksperimen bebas dapat meningkatkan minat danpemahaman mahasiswa pada mata kuliah ilmu falak terutama padapokok bahasan tata kordinat subpokok bahasan peredaran matahari,pokok bahasan kedudukan matahari pada awal waktu, dan pokokbahasan penentuan arah kiblat dengan menggunakan bayang-bayangmatahari, 2) Pembelajaran dengan penerapan pembelajaraneksperimen bebas dapat lebih mengaktifkan siswa untuk menyusunpengetahuan ilmu falak secara mandiri, 3) Dosen dapat menerapkanpembelajaran eksperimen bebas secara baik sebagai alternatifpembelajaran ilmu falak dengan catatan dilakukan latihan sertapengulangan, dan 4) Mahasiswa dapat melakukan penerapanpembelajaran eksperimen bebas dengan baik sangat dipengaruhi olehkreativitas dosen dalam membimbing mahasiswa sebagai fasilitatordalam proses pembelajaran.Kata Kunci : pembelajaran eksperimen bebas, minat dan pemahaman,ilmu falak.
Egalitarian Laki-Laki dan Perempuan dalam Keluarga Islam; antara Idealitas dan Realitas Asliah Zainal
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.229 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i2.51

Abstract

Islam sebagai agama pamungkas dan penyempurna meletakan asas keadilandan mu’asyarah bil ma’ruf dalam hubungan suami istri, hubungan untuksaling melindungi satu terhadap lainnya. Hubungan ideal tersebut dalamrealitasnya tidak seideal apa yang digariskan wahyu. Kekuasaan laki-laki atasperempuan dijadikan alasan masyarakat patriarkhi untuk memarginalkanperan perempuan dan memetakan gerakan mereka hanya dalam sektordomestik. Tulisan ini hendak menggarisbawahi kedudukan laki-laki danperempuan (baca; suami dan istri) dalam Islam sesungguhnya egaliter dalamkeluarga, khususnya dalam pendidikan anak. Penafisiran atas ayat-ayat AlQur’an dan Hadist Nabi lebih cenderung misoginis dan underestimateterhadap perempuan. Kegagalan dan kemandekan perjuangan untukmengedepankan kesetaraan laki-laki dan perempuan berasal dari sumbersumberpenafsiran yang bersifat patriarkal. Sumber-sumber dasar Islam yangutama yakni Al-Qur’an dan sunnah, kepustakaan hadits dan fiqh hanyaditafsirkan oleh laki-laki muslim yang tidak bersedia mendefisikan statusontologis, teologis, sosiologis, dan eskatologis perempuan muslim, dan olehkarenanya bias gender. Pembagian peran produksi dan reproduksi antara lakilakidan perempuan sesungguhnya demi sebuah keseimbangan, Saatperempuan memenuhi fungsi reproduksi hamil, melahirkan, menyusui makalaki-laki harus mencari nafkah memenuhi fungsi produksinya. Pembagianperan ini bukan sesuatu yang mutlak dengan mengharuskan perempuanberada dalam ranah reproduksinya atau bahkan laki-laki tidak menyentuhaspek reproduksi perempuan.Kata Kunci : Egalitarian, Gender, Patriarkhi, Peran laki-laki danperempuan, Pendidikan anak
ETIKA PERSAINGAN DALAM BISNIS ISLAMI Wahyudin Maguni
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1998.194 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i2.114

Abstract

AbstrakErika bisnis rnerupakan penerapan nilai-nilai dalam kebijakan,kelembagaan dan prilaku yang dapat meningkatkan keuntunganjangka panjang dan good will yang diperoleh dari citra positip daribisnis yang dijalankan . Dalam konteks bisnis perusahaan, peoerapanerika bisnis menghadapi kendala-kendala yang berupa proses, people,dan teknologi. Menghadapi realitas tersebut, ada beberapa pilihanalternatif yang dapat digunakan. Inilah sebabnya rulisan ini dibuat.Kala Kunci: Erika, Persaingan Bisnis Islarni
Pendidikan Kaum Wanita Dalam Hadis (Telaah Hadis Riwayat ‘Aisyah) Sulaemang Sulaemang
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.531 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i1.19

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pendidikan kaum wanita dalam hadis yang bertujuan untuk mengetahui bahwa pada masa Rasul dan masa sahabat, keberadaan wanita sebagai pengembang ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang periwayatan hadis dan hukum Islam sangat dipentingkan. Rasulullah hidup didampingi para istri setia beliau. Keberadaan istri Rasulullah inilah yang dikemudian hari, menjadi pilar pendamping pengembang kajian Islam, terutama pada masalah-masalah yang tidak memungkinkan Rasullullah saw., untuk menjelaskannya. Dalam al-Qur’an dan Hadis tidak terdapat larangan menntut ilmu untuk kaum wanita. Bahkan sebaliknya, Islam mewajibkan wanita menuntut ilmu pengetahuan seperti halnya kepada laki-laki. Agama Islam memberikan hak yang sama bagi laki-laki dan wanita untuk menuntut ilmu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan untuk kaum wanita telah ditemukan seperti dalam hadis Nabi Muhammad saw., telah mengizinkan kaum wanita untuk keluar memenuhi keperluannya, tetapi hendaklah memakai hijab. Kepedulian Rasulullah saw., terhadap pendidikan wanita tidak hanya karena wanita  adalah bagian dari masyarakat, tetapi juga dikarenakan ia mempunyai pengaruh yang penting dalam lika-liku kehidupan masyarakt. Implikasi penelitian ini adalah bahwa wanita boleh keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya asalkan memakai hijab, dan diwajibkan menuntut ilmu pengetahuan sebagaimana halnya laki-laki baik perintah menurut hadis Nabi saw., maupun firman Allah swt. dalam hal untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.Kata Kunci : pendidikan, gender, wanita, quran, hadis.
Peningkatan Kepuasan Kerja (Job Satisfaction) Pegawai Melalui Optimalisasi Pemberian Penghargaan (Reward) Syamsuddin Syamsuddin
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.747 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i2.375

Abstract

Artikel ini disusun dengan tujuan untuk mengkaji upaya peningkatankepuasan kerja pegawai melalui optimalisasi pemberian reward.Kepuasan kerja secara umum menyangkut persepsi seseorangmengenai pekerjaannya. Persepsi pegawai terhadap pekerjaan inilahyang seharusnya menjadi perhatian bagi para pemimpin suatu lembagakarena hal tersebut dapat berimplikasi terhadap berbagai variabelpenting lainnya terutama terkait dengan kemangkiran, kinerja OCB,perpindahan, dan produktivitas pegawai. Oleh karena itu, diperlukanupaya yang optimal agar mampu meningkatkan kepuasan kerjapegawai. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan optimalisasipemberian reward bagi pegawai. Reward dalam artian bukanlah yangdipahami secara umum yang hanya sebatas pengakuan baik secaraformal maupun tidak berupa pengakuan terhadap sesuatu yang telahdicapai oleh pegawai, baik yang sesuai harapan maupun yangmelebihi harapan atau target pencapaian kinerja pegawai. Melainkanreward yang sesuai dengan konsep para ahli manajemen, yaitu berupapemberian upah, promosi, bonus, serta jaminan sosial lainnya yangsesuai dengan harapan pegawai berdasarkan pencapaian yang telahdiraih. Di dalam artikel ini ditemukan berbagai hal yang bisadilakukan sebagai upaya mengoptimalkan pemberian reward dalammeningkatkan kepuasan kerja pegawai.Kata Kunci: Penghargaan (reward), kepuasan kerja (job satisfaction).
SISTEM PEMBINAAN PONDOK PESANTREN Abdul Kadir
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.454 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i1.67

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan islam tertua asli di Indonesiayang telah menapakkan kaki di bumi Indonesia sejak beberapa abadsilam. Sisi historis menunjukkan bahwa pesantren tidak hanyaindentik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung unsurkeaslian Indonesia. Wajah pesantren ini telah tumbuh dan berakar kuatdalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.Keberadaan pesantren di Indonesia dengan segala aspekperjuangannya memiliki nilai strategis dalam ikut serta mencerdaskankehidupan bangsa. Hal ini dapat dibuktikan dalam sejarah bangsaIndonesia dimana darinya bermunculan para ilmuwan, politikus dancendekiawan muslim yang memasuki berbagai kancah percaturan disegala bidang sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki, baikdalam taraf lokal, regional maupun nasional bahkan sampai ke tarafinternasional. Tidak hanya itu, pesantren juga memainkan peranpenting dalam melakoni babak sejarah perjuangan bangsa Indonesiadalam mengusir penjajah. Sederet uraian tersebut, menekankanpentingnya menemukan kembali sitem tata nilai yang ada dalamtradisi pendidikan klasik di pesantren untuk mendialogkannya denganparadigma pendidikan modern agar tercapai akurasi metodologisdalam sistem pendidikan nasional yang lebih relevan dengan budayalokal dan kaya akan nilai religiusitas.Kata Kunci : pondok pesantren

Page 7 of 29 | Total Record : 287


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue