cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2014)" : 8 Documents clear
Efek Gastroprotektif Bawang Prei (Allium fistulosum) terhadap Gastropati pada Lambung Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Indometasin Masbuchin, Ainun Nizar; Nurdiana, Nurdiana; Suryana, Bagus Putu
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.759 KB)

Abstract

OAINS adalah obat yang digunakan secara luas sebagai antipiretik, antiinflamasi, dan analgesik. Namun demikian, OAINS dapat menyebabkan gastropati dan bahkan tukak lambung jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Quercetin, kaempferol, dan luteolin telah diketahui memiliki efek gastroprotektif. Zat tersebut  terkandung di dalam bawang prei  (Allium fistulosum). Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui efek gastroprotektif bawang prei. Tikus dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K1), kontrol positif (K2), dan kelompok perlakuan (K3, K4, K5). K1 dan K2 diberi normal salin, sedangkan  K3, K4, dan K5 diberi ekstrak bawang prei dengan dosis 6 mg/kgBB, 12 mg/kgBB, dan 24 mg/kgBB. Tiga puluh menit kemudian K2, K3, K4, dan K5 diberi indometasin 30 mg/kgBB. Tikus kemudian dianestesi menggunakan eter dan dibedah. Gastropati dinilai berdasarkan skor makroskopik dan skor mikroskopik. Hasil uji one way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada semua kelompok (p < 0,05).  Skor makroskopik menunjukkan bahwa K5 memiliki perbedaan yang bermakna dengan K2, K3, dan K4, namun tidak ada perbedaan yang signifikan antara K2, K3, dan K4. Skor mikroskopik menunjukkan bahwa K2 memiliki perbedaan yang bermakna dengan K3, K4, dan K5. Pada uji korelasi Pearson didapatkan nilai p = 0,000 (R = -0,917 untuk skor makroskopik, R = -0,862 untuk skor mikroskopik). Dapat disimpulkan bahwa bawang prei dapat menurunkan skor makroskopik dan mikroskopik gastropati pada tikus yang diinduksi indometasin. Kata kunci: Bawang prei (Allium fistulosum), Gastroprotektif, Kaempferol, Luteolin, OAINS, Quercetin.
Pengaruh Perawatan dengan Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Bakar Derajat 2 Dangkal pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar Widianingtyas, Dhiar; Wihastuti, Titin Andri; Setijowati, Nanik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.755 KB)

Abstract

Insiden luka bakar derajat 2 dangkal sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Daun pegagan dapat digunakan sebagai alternatif dalam perawatan luka bakar karena mengandung asiatikosiada, asam asetat, dan madecassisode  atau triterpenoida. Senyawa ini memicu produksi kolagen tipe I yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk menguji ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat 2 dangkal pada tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar. Desain penelitian ini adalah true experimental dengan post test control group design. Penelitian ini menggunakan  tikus betina sebanyak 24 ekor yang dipilih dengan simple random sampling dan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok normal saline 0,9 % sebagai kontrol dan kelompok ekstrak daun pegagan 10 %, 25 % dan 40 %. Luka bakar dibuat dengan cara menempelkan potongan kayu berbentuk silinder berdiameter 2 cm yang dilapisi kassa selama 30 detik. Potongan kayu direndam dulu selama 10 detik pada air mendidih. Pengambilan data dilakukan satu kali sehari selama 14 hari. Data yang diperoleh diolah dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan 10 % mempunyai pengaruh yang sama dengan normal saline 0,09 % terhadap penyembuhan luka bakar derajat 2 dangkal (p = 0,151 atau p > 0,05). Hal ini didukung oleh uji post hoc Mann-Withney yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pegagan dan normal saline 0,9 % memberikan pengaruh yang sama dalam penyembuhan luka bakar derajat 2 dangkal. Kata kunci: Daun pegagan, Luka bakar derajat 2 dangkal, Penyembuhan luka.
Perubahan Kecepatan Pertumbuhan Larva Lalat Chrysomya sp. pada Bangkai Tikus yang Mengandung Berbagai Kadar Morfin Primahatmaja, Bayu; Sardjono, Teguh W; Lestari, Ngesti
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.307 KB)

Abstract

Penentuan waktu minimum sejak kematian dapat dilakukan dengan mengidentifikasi umur larva lalat pada jenazah. Pertumbuhan larva lalat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk iklim, geografi, dan obat-obatan yang terkandung di tubuh jenazah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek berbagai dosis morfin terhadap pertumbuhan larva Chrysomya sp. Sampel penelitian adalah 4 ekor tikus (Rattus norvegicus) yang masing-masing diinjeksi dengan 5 mg, 10 mg, dan 20 mg morfin secara intraperitoneal serta 1 tikus sebagai kontrol. Dua jam kemudian keempat tikus dimatikan dengan cara membiusnya terlebih dulu dengan kloroform. Dinding perut tikus dibuka pada posisi terlentang dan organ dalamnya dibuka kemudian dimasukkan ke dalam kandang pertama yang berisi 120 ekor lalat Chrysomya sp. agar lalat meletakkan telurnya pada bangkai tikus tersebut. Setelah 12 jam bangkai tikus dikeluarkan dari kandang pertama dan dimasukkan ke dalam empat kandang lain yang terpisah. Lima larva diambil dari masing-masing perlakuan dan diukur panjang, keliling, dan berat tubuhnya setiap 12 jam, yaitu pagi (p) dan sore (s)  hingga menjadi pupa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa panjang maksimum larva lalat pada bangkai tikus yang mengandung morfin 5 mg, 10 mg, 20 mg dan kontrol masing-masing dicapai pada H6p, H4s, H4s, dan H5p. Keliling maksimal dicapai pada H5p, H4s, H5p dan H5p, berat maksimal dicapai pada H5s, H4s, H4s dan H4s. Sementara larva lalat menjadi pupa pada H6s, H6p, H5p dan H6p. Pengaruh paling nyata didapat pada dosis 20 mg (ANOVA, p < 0,05), yang mempercepat proses larva menjadi pupa. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan larva lalat Chrysomya sp. menjadi lebih cepat pada morfin dosis tinggi, sebaliknya akan timbul perlambatan pada morfin dosis rendah.Kata kunci : Larva Chrysomya sp., Morfin, PMI (post mortem inteval).
Profil Kejadian Bakteriuria Asimtomatik serta Faktor-Faktor yang Terkait dengan Kejadian Bakteriuria Asimtomatik pada Ibu Hamil di Puskesmas Janti Kota Malang Zahroh, Fatimatuz; Roebijoso, Jack; Samsu, Nur
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.991 KB)

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang paling umum dijumpai selama kehamilan. Bakteriuria asimtomatik didefinisikan sebagai bakteriuria yang terdiri dari ≥ 105 colony forming unit per milliliter (cfu/mL) dengan satu jenis bakteri pada urin pancaran tengah serta tidak terdapat tanda dan gejala infeksi simptomatik. Sebanyak 25 % dari bakteriuria asimtomatik yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi simptomatik akut selama kehamilan. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui profil ibu hamil yang menderita bakteriuria asimtomatik serta faktor-faktor sosial ekonomi yang terkait dengannya. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Janti, Malang. Subjek adalah 43 orang ibu hamil dengan 13 orang  menderita bakteriuria asimtomatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi bakteriuria asimtomatik pada ibu hamil adalah 30,2 %. Proporsi bakteriuria asimtomatik relatif tinggi pada ibu hamil berusia 20-29 tahun (69,2 %), nullipara (76,9 %), trimester II (61,5 %),  ibu hamil dengan pendapatan rendah sebesar (61,5 %), serta aktivitas seksual tinggi sebesar (61,5 %). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya  hubungan yang bermakna antara nullipara (rasio prevalensi = 3,833, Cl 95 % = 1,223-12,017; p = 0,008) dan aktivitas seksual tinggi (rasio prevalensi = 3,314, Cl 95 % 1,324-8,295; p = 0,008) dengan terjadinya bakteriuria asimtomatik pada ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian, petugas kesehatan disarankan untuk melakukan penyaringan mengenai paritas dan aktivitas seksual ibu hamil saat kunjungan pertama pemeriksaan antenatal care (ANC). Kata kunci : Aktivitas seksual, Bakteriuria asimtomatik, Ibu hamil, Nullipara.
Efek Ekstrak Alga Coklat (Sargassum sp.) sebagai Supresor Protein Bcl-2 in vitro pada Sel HeLa Putri, Neshya Ruriana; Lyrawati, Diana; Indra, M. Rasjad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.995 KB)

Abstract

Prevalensi kanker rahim di Indonesia masih tinggi. Protein Bcl-2 salah satu protein yang menghambat apoptosis melalui jalur mitokondria. Pada kanker serviks terjadi mutasi p53 sehingga Bcl-2 mengalami ekspresi berlebihan.Terapi kanker serviks menggunakan bahan kimia dapat menimbulkan banyak efek samping. Senyawa anti kanker dari bahan alam yang  sedikit menimbulkan efek samping diharapkan mampu mempengaruhi ekspresi protein Bcl-2. Pada semua jenis Sargassum sp. mengandung fukosantin dengan kadar tinggi. Fukosantin dapat menurunkan ekspresi protein Bcl-2 pada sel kanker. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan bahwa pemberian ekstrak alga coklat (Sargassum sp.) dapat menghambat ekspresi Bcl-2 pada kanker serviks (sel HeLa). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan true experimental. Sampel yang digunakan adalah sel HeLa yang terbagi atas 1 kontrol dan 3 perlakuan. Kelompok I adalah kontrol sel HeLa. Kelompok II-IV diberi perlakuan ekstrak alga coklat dengan kadar yang berbeda-beda (31,25 µg/ml, 62,5 µg/ml, dan 125 µg/ml). Semua kelompok diinkubasi selama 24 jam. Parameter yang diukur adalah ekspresi Bcl-2 pada sel HeLa yang dideteksi secara imunohistokimia. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa ekstrak alga coklat menurunkan eskspresi Bcl-2 sel HeLa secara signifikan (ANOVA, p = 0,000; R² = 0,947). Penurunan ekspresi Bcl-2 mulai terlihat sejak pemberian ekstrak Sargassum dengan kadar 31,25 µg/ml. Pemberian ekstrak alga coklat kadar 31,25 µg/ml, 62,5 µg/ml, dan 125 µg/ml menurunkan ekspresi Bcl-2 sebesar 21 %, 44 %, dan 68 %. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak alga coklat (Sargassum sp.) mampu menurunkan ekspresi Bcl-2 sel HeLa dengan kadar efektif terendah 31,25 µg/ml. Kata kunci: Bcl-2, Ekstrak alga coklat (Sargassum sp), Sel HeLa.
Optimasi Formula Sediaan Krim Ekstrak Stroberi (Fragaria x ananassa) sebagai Krim Anti Penuaan Safitri, Nabila Ayu; Puspita, Oktavia Eka; Yurina, Valentina
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.773 KB)

Abstract

Penuaan adalah suatu proses biologis kompleks sebagai hasil dari penuaan intrinsik (dari dalam tubuh seperti genetik) dan penuaan ekstrinsik (dari lingkungan). Faktor yang paling berpengaruh pada penuaan adalah radikal bebas karena dapat menyebabkan stres oksidatif yang berperan penting dalam proses penuaan. Penggunaan antioksidan dari buah-buahan salah satunya stroberi, menjadi suatu faktor penting untuk melawan penuaan akibat radikal bebas. Antosianin di dalam stroberi memiliki efek antioksidan paling tinggi untuk melawan radikal bebas. Antioksidan tersebut digunakan dalam produk kosmetik untuk memaksimalkan perawatan terhadap penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula sediaan krim ekstrak stroberi dengan membandingkan penggunaan jenis emulgator nonionik dan anionik. Ekstrak stroberi didapatkan dengan mengektraksi stroberi menggunakan pelarut metanol, aquades, dan asam format. Ekstrak diformulasikan ke dalam krim yang dibagi menjadi dua formula yaitu formula A yang menggunakan emulgator nonionik (tween 80 dan span 80) dan formula B yang menggunakan emulgator anionik (sodium oleate dan trietanolamin). Penentuan stabilitas dan formula yang optimum didapatkan dari evaluasi sediaan krim yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas fisik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji stabilitas suhu. Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan emulgator baik nonionik dan anionik dapat menghasilkan sediaan krim yang baik, tetapi formula B lebih menunjukkan konsistensi sediaan krim yang lebih baik dibandingkan formula A. Kesimpulan dari penelitian ini adalah emulgator jenis anionik lebih sesuai untuk formula sediaan krim ekstrak stroberi (Fragaria x ananassa). Kata kunci: Ekstrak stroberi, Jenis emulgator, Stabilitas sediaan krim.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Gagal Jantung pada Pasien Infark Miokard Akut di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang Baransyah, Livia; Rohman, M. Saifur; Suharsono, Tony
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.834 KB)

Abstract

Gagal jantung adalah komplikasi yang umumnya terjadi pada pasien infark miokard akut, dengan insidensinya diperkirakan mencapai 10-40 %. Berbagai faktor berpengaruh terhadap kejadian gagal jantung pada pasien infark miokard akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian gagal jantung pada pasien infark miokard akut. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang, yang diambil secara consecutive selama 2 bulan di ruang intermediate ward rumah sakit dr. Saiful Anwar Malang. Gagal jantung diklasifikasikan menggunakan kriteria Killip (kelas 1-4). Pasien kriteria ekslusi adalah pasien dengan riwayat gagal jantung. Dalam peneliian ini terdapat 19 orang (29,23 %) dengan gagal jantung (Killip > 1). Berdasarkan hasil uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95 %, didapatkan dislipidemia berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian gagal jantung pada pasien infark miokard akut dengan (p = 0,026). Dari 65 orang pasien IMA, kejadian gagal jantung (Killip > 1) terjadi pada 19 orang (29,23 %). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian gagal jantung pada pasien infark miokard akut adalah dislipidemia. Kata kunci: Dislipidemia, Gagal jantung, Infark miokard akut.
Efek Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc.) terhadap Penurunan Tanda Inflamasi Eritema pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Galur Wistar dengan Luka Bakar Derajat II Susila, Andriawan Hendra; Sumarno, Sumarno; SLI, Dina Dewi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.6 KB)

Abstract

WHO memperkirakan lebih dari 7,1 juta cedera luka bakar pada tahun 2004 dan menyumbangkan angka kejadian 110/100.000/tahun. Penyebab tersering adalah api (55,1 %) dan terbanyak adalah luka bakar derajat II (76,9%). Ekstrak jahe telah diidentifikasi memiliki berbagai efek farmakologis, salah satunya adalah antiinflamasi, sehingga penggunaan ekstrak jahe pada luka bakar diharapkan dapat menurunkan proses inflamasi pada luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk menguji ekstrak jahe terhadap penurunan tanda inflamasi eritema. Desain penelitian ini adalah eksperimental murni, dengan sampel terdiri dari 18 ekor tikus Wistar. Sampel dipilih dengan simple random sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dengan menggunakan silver sulfadiazine (n = 9), dan kelompok perlakuan dengan ekstrak jahe (n = 9). Pengamatan dilakukan setiap 24 jam sekali selama 3 hari, dan data yang diperoleh dianalisis dengan T-test. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah penurunan tanda inflamasi eritema. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah ekstrak jahe dapat menurunkan tanda inflamasi eritema pada hari ke-2 (p = 0,001) dan ke-3 (p = 0,006). Namun, ekstrak jahe tidak efektif menurunkan tanda inflamasi eritema dibandingkan dengan penggunaan silver sulfadiazin, dibuktikan dengan hasil nilai signifikansi uji t tidak berpasangan yaitu p = 0,005 pada hari ke-1, kemudian pada hari ke-2 dengan nilai p = 0,271, dan pada hari ke-3 yaitu p = 0,885. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe terbukti mampu menurunkan tanda inflamasi eritema pada tikus putih galur Wistar dengan luka bakar derajat II, namun, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan menggunakan silver sulfadiazine. Kata kunci: Ekstrak jahe, Eritema, Luka bakar derajat II.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue