cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Tekonologi Proses dan Inovasi Industri (JTPII) merupakan sarana bagi para peneliti, perekayasa dan akademisi dalam menjembatani antara kajian teoritis dan penerapannya untuk pengembangan industri, khususnya bidang teknologi proses dan inovasi hasil produk. JTPII terbit dua kali dalam satu tahun, bulan Juli dan Desember. Redaksi menerima penulisan artikel karya tulis ilmiah hasil penelitian dan pengembangan (Litbang) atau artikel tinjauan.
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
Implementasi Unit Dosing Iod Pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.6238

Abstract

Pemerintah mempunyai kebijakan untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, maka untuk menunjang kebijakan tersebut, industri garam di Indonesia harus meningkatkan kuantitas dan kualitas produk. Keputusan Presiden No. 69 tahun 1994 tentang pengadaan garam beriodium menegaskan bahwa garam yang dapat diperdagangkan bagi keperluan konsumsi manusia, pengawet makanan atau bahan penolong industri pangan adalah garam beriodium yang telah memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI). Menurut SNI  01-3556-2010, kadar minimum iodium yang ada di dalam garam konsumsi adalah 30 mg/kg. Proses iodisasi yang dilakukan di industri garam konsumsi selama ini masih menggunakan cara manual, sehingga tidak bisa dikontrol berapa dosis KIO3 yang harus ditambahkan secara tepat. Sistem iodisasi seperti ini menyebabkan kandungan KIO3dalam garam tidak merata, selain itu juga banyak KIO3 yang tercecer + 10% sehingga terjadi pemborosan. Baristand Industri Surabaya telah mendesain unit dosing iod secara otomatis sebagai solusi dari permasalahan yang timbul pada proses iodisasi garam. Unit dosing iod tersebut telah diuji coba di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Dari hasil implementasi tersebut didapatkan data bahwa garam konsumsi beryodium yang dihasilkan telah mempunyai homogenitas KIO3 yang cukup bagus dan memenuhi syarat SNI 3556 : 2010.
Natural Zeolite as Substitution Filler on the NBR/EPDM Composite: Characteristics of Swelling Resistance and Compression Set noor maryam setyadewi; Ike Setyorini; hesty eka mayasari
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, November 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i2.6555

Abstract

The resistance of rubber materials to solvents and compression resistance need to be studied in order to determine the proper conditions of use and storage. In this research, we will study the effect of natural zeolite as a filler substitution on the swelling characteristics and compression resistance of Nitrile Butadiene Rubber (NBR)/Ethylene Propylene Diene Rubber (EPDM) composites. The zeolite filler was varied based on the amount and treatment (5 phr and 10 phr with and without modification). The NBR/EPDM composites were made using a two-roll mill and vulcanized using a hydraulic press. Furthermore, the composites were tested for resistance to immersion (swelling) according to ISO 1817 using IRM 903, hexane, and toluene. The compression resistance testing is carried out according to ISO 815 with a compression test apparatus. From the research it is known that zeolite can be a suitable filler substitution for NBR/EPDM composites. The 10 phr modified zeolite is the most suitable filler substitution to increase immersion resistance and compression resistance for NBR/EPDM composites
Pengaruh Tes Pattern TV Pada Karakteristik Emisi Radiasi 30 MHz – 1 GHz Televisi LED Agung Yanuar Wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, November 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i2.6671

Abstract

Sebagai salah satu sarana informasi yang banyak dimiliki oleh mayoritas penduduk Indonesia, Televisi telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Perkembangan dari sisi teknologi tampilan, fitur dan komunikasi membuat televisi menjadi semakin tak tergantikan. Perkembangan teknologi pada televisi juga dapat menghasilkan emisi radiasi elektromagnetik yang dapat menimbulkan gangguan pada perangkat elektronik disekitarnya. Penelitian ini secara khusus menganalisa emisi radiasi elektromagnetik pada TV LED dengan menggunakan jenis pattern TV yang berbeda. Penelitian ini menggunakan lima jenis tes pattern TV yaitu, Colour Bar, Indian Head, Phillips Circle, Split Colorscale dan Split Greyscale. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan pattern TV pada nilai emisi radiasi yang dihasilkan oleh TV LED. Metoda pengujian mengacu pada CISPR 32 yaitu emisi radiasi pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz. Penggunaan tes pattern TV Indian Head dan Split Greyscale memiliki nilai rata-rata emisi radiasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan penggunaan  pattern Colour Bar, Phillips Circle dan Split Colorscale. Penggunaan tes pattern TV pada tampilan layar TV berpengaruh terhadap besar nilai emisi radiasi yang dihasilkan oleh TV LED pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz.
PENGARUH PENGGUNAAN KABEL PENTANAHAN PADA EMISI ELEKTROMAGNETIK LAMPU PENERANGAN JALAN LED Agung Yanuar Wirapraja; Ika Prawesty Wulandari
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.6302

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan raya di Indonesia membuat meningkatnya penggunaan lampu penerangan jalan umum LED. Meningkatnya permintaan lampu penerangan jalan umum membuat berkembangnya industri lampu jalan umum di Indonesia. Saat ini terdapat beberapa tipe lampu jalan umum, ada beberapa lampu yang dilengkapi dengan kabel pentanahan. Penggunaan kabel pentanahan berfungsi untuk perlindungan dari tegangan tinggi (petir), kebocoran arus dan perlindungan dari listrik statis. Penelitian ini secara khusus menganalisa perbandingan nilai emisi radiasi elektromagnetik pada lampu penerangan jalan umum LED dengan menggunakan kabel pentanahan dan tampa kabel pentanahan. Penelitian ini menggunakan lampu penerangan jalan umum LED yang diproduksi dan digunakan di Indonesia. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui nilai emisi radiasi yang dihasilkan oleh lampu penerangan jalan umum LED berdasarkan penggunaan kabel pentanahan. Metoda pengujian mengacu pada CISPR 15 yaitu emisi elektromagnetik terminal utama pada frekuensi 9 kHz – 30 MHz dan pengukuran menggunakan CDNE pada frekuensi 30 – 300 MHz. Hasil pengukuran lampu penerangan jalan umum menunjukan bahwa ada satu lampu yang gagal uji pada pengukuran tegangan terminal utama pada frekuensi 9 kHz – 30 MHz. Pengukuran nilai emisi elektromagnetik pada lampu penerangan jalan umum dengan menggunakan kabel pentanahan lebih besar jika dibandingkan dengan tanpa kabel pentanahan. Perbedaan nilai terbesar terdapat pada pengukuran tegangan terminal utama pada frekuensi 9 kHz – 30 MHz yaitu sebesar 20 – 25 dB.
Pengaruh Ketahanan Insulasi Pada Lampu LED Swabalast Terhadap keselamatan Pengguna Sesuai SNI IEC 62560:2015 Mohamad Marhaendra Ali; Gunawan Sukaca; Zaenal Panutup Aji
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, November 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i2.6595

Abstract

Kerusakan lampu LED paling banyak terjadi pada ketahan insulasi yang kurang baik sehingga membahayakan keselamatan pengguna. Sesuai SNI IEC 62560:2015 yang berkaitan dengan uji ketahanan insulasi yaitu pada klausal Ketahanan insulasi setelah perlakuan kelembaban, Ketahanan terhadap kuat listrik setelah perlakuan kelembaban, Ketahanan insulasi dan kuat listrik pada kondisi lembab setelah uji kuat mekanis. Hal yang perlu diperhatikan pada ketahanan insulasi pada lampu LED swabalast adalah kualitas bahan terutama selungkup harus memadai, tidak terlalu tipis dan mampu meredam daya hantar listrik dengan resistansi minimal 4 MΩ, kekuatan perekat / lem pada selungkup ke glasstube atau selungkup ke kaki lampu harus kuat dan tidak mudah bergeser atau terbuka dan bagian bertegangan tidak langsung terlihat sehingga apabila terdapat jejak air atau pergeseran selungkup akibat uji mekanik maka tidak terjadi flashover / tembus tegangan.
STUDI EFISIENSI PROSES PENGERINGAN RENGGINANG PADA ALAT PENGERING YANG MEMILIKI DELAPAN TINGKAT LOYANG deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.5849

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengujian efisiensi oven pengeringan pada rengginang basah yang memiliki delapan tingkat loyang terbuat dari bahan stainless steel, ukuran wadah atau loyang raknya dengan pangjang / lebar sekitar 50cm dan tingginya 5cm. Pada tungku pembakaran dilengkapi pipa kisi – kisi dengan diameter 1,5” dengan jumlah 7 buah. Kapasitas pengeringan rengginang dengan jumlah sekitar 392Pcs, menggunakan bahan bakar LPG. Selama proses pengeringan dilakukan pengaturan pada kompor gas bahan bakar LPG agar temperatur ruang pengering berkisar antara 400C sampai 600C selama 1 jam pertama untuk mencapai suhu stabil. Pemindahan rengginang ke delapan loyang berbeda dilaksanakan setiap 45menit, agar pemanasan rengginang merata dan tidak terjadi gosong. Pelaksanaan pemindahan rengginang berturut-turut dimulai dari tingkat terbawah sampai teratas. Selama proses pengeringan, temperatur udara pengering dicatat setiap memulai pengeringan dan terakhir pengeringan menggunakan indicator pada oven.  Yang perlu dicatat pada proses pengeringan ini adalah temperatur ruang pengering dan udara luar, lama waktu pengeringan, konsumsi bahan bakar LPG yang digunakan, serta kadar air terkandung dalam rengginang, baik sebelum maupun setelah dikeringkan. Perhitungan kadar air cengkeh, menggunakan acuan SNI  01-4307-1996. Lama pengeringan rengginang dengan jumlah 392pcs, selama 3 jam 30 menit, hingga terjadi penurunan kadar air dari 51,41 % menjadi 12,33 %. Data yang diperoleh pada penelitian ini, selanjutnya digunakan sebagai dasar perhitungan efisiensi termal pengeringan rengginang tersebut, yaitu sebesar 30,80 %.Kata kunci : rengginang, kadar air, SNI  01-4307-1996
The Effect of Compatibilizer on the Mechanical Properties and Compression Set of NBR/EPDM Composite hesty eka mayasari; agung yanuar wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.6333

Abstract

The mechanical properties of the materials are important to be studied to get the usage information of the material. The NBR/EPDM (Nitrile Butadiene Rubber/Ethylene Propylene Diene Rubber) composite is widely used as seal, gasket, and hose because of their excellent properties. This research used compatibilizer in the blending process of NBR/EPDM. This research aimed to study the effect of some compatibilizer on the mechanical properties and compression set of the NBR/EPDM composite. The compatibilizers used in this research were methyl-methacrylate-butadiene-styrene (MBS), montmorillonite (MMT), and silica. The hardness, tensile strength, elongation at break, tear strength, and compression set of the composites were studied using hardness tester, tensile strength tester, and compression set tester. The research showed that montmorillonite as compatibilizer gave the best hardness, tensile strength, tear strength, elongation, and compression set. The aging increased the hardness and the compression set of NBR/EPDM. However, the aging decreased the tensile strength, tear strength, and elongation at break of NBR/EPDM. Montmorillonite was a suitable compatibilizer for improving the mechanical properties and compression set of NBR/EPDM composite
Desulfurisasi Batubara secara Batch pada Kolom Tegak dengan Metoda Flotasi Larutan Daun Petai Cina Adi Ilcham
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, November 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i2.6643

Abstract

Salah satu gas hasil pembakaran batubara berbentuk gas SOx. Senyawa ini menjadi berbahaya bila bersama air membentuk hujan asam.  Oleh karena itu kandungan sulfur dalam batubara harus dihilangkan atau dikurangi. Dalam makalah ini didiskusikan hasil penelitian pengurangan sulfur dalam batubara dengan flotasi menggunakan daun petai cina. Untuk itu, batubara terlebih dahulu dihaluskan kemudian diayak hingga diperoleh ukuran yang diinginkan. Selanjutnya batubara halus dicampur bersama larutan daun petai cina yang telah disiapkan.  Campuran kemudian ditempatkan dalam kolom flotasi dan udara dialirkan menggunakan kompresor masuk dari bawah kolom. Setelah percobaan dilakukan diketahui  penurunan kadar sulfur terendah terjadi pada laju alir udara 0,693 liter/menit, yaitu pada perbandingan batubara dan larutan daun petai cina 1:2. 
Emisi Radiasi Stabilizer Gimbal Genggam Pada Frekuensi 30 MHz – 1 GHz Dan 1 – 6 GHz Agung Yanuar Wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.5869

Abstract

Stabilizer gimbal genggam merupakan piranti yang banyak digunakan dibidang photografi, videografi dan avionics. Penggunaan gimbal juga memiliki manfaat antara lain mampu menghasilkan gambar atau video yang lebih baik. Saat ini gimbal dilengkapi oleh beberapa fitur komunikasi nirkabel untuk mempermudah penggunaan dalam proses pengambilan gamabar atau video yang akan dihasilkan. Teknologi nirkabel khususnya bluetooth juga dapat menghasilkan radiasi elektromagnetik yang dapat memberikan gangguan perangkat elektronik lain yang ada disekitarnya. Penelitian ini secara khusus menganalisa emisi radiasi elektromagnetik pada stabilizer gimbal genggam. Penelitian ini menggunakan stabilizer gimbal genggam yang digunakan untuk pengoperasian kamera digital dan smartphone. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui nilai emisi radiasi yang dihasilkan oleh stabilizer gimbal genggam. Metoda pengujian mengacu pada CISPR 32 yaitu emisi radiasi pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz dan 1 – 6 GHz. Hasil pengukuran stabilizer gimbal genggam menunjukan bahwa ada satu gimbal yang gagal uji pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz. Pengukuran nilai emisi radiasi pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz memiliki kecenderungan nilai yang bervariasi jika dibandingkan dengan hasil pengukuran emisi radiasi pada frekuensi 1 – 6 GHz. Kata Kunci: stabilizer gimbal genggam, radiasi elektromagnetik, nirkabel, CISPR 32
Pengaruh Kontruksi Kipas Angin Terhadap Keselamatan Pengguna Sesuai SNI 7609:2011 Mohamad Marhaendra Ali; Lukman Hanafi
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, November 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i2.7424

Abstract

Konstruksi pada kipas terhadap persyaratan keselamatan pengguna sesuai SNI 7609:2011. Pengujian dilakukan sesuai  klausal 20 tentang kestabilan dan bahaya mekanik, klausal 21 tentang kuat mekanik dan klausal 22 tentang kontruksi pada produk kipas angin. Metode pengujian yang digunakan adalah uji pukul, uji tarik dan tekan serta inspeksi kontruksinya terhadap bagian bertegangan dan bagian bergerak yang disesuaikan dengan kelas pirantinya. Topik penulisan ini membahas faktor penyebab kegagalan pengujian dan cara memperbaikinya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa piranti yang baik adalah tidak boleh ada kerusakan atau pecah pada pelindung di bagian bergerak dan bagian bertegangan sehingga tidak mudah tersentuh. Selain itu tidak boleh ada kerusakan pada celah isolasi, dan stabil sehingga terjamin keselamatan pengguna selama penggunaan normal.

Page 9 of 11 | Total Record : 107