cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PASAR 45 PEDESTRIAN MALL. Arsitektur Kolonial Belanda Bella, Kyoto M.; Siregar, Frits O. P.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19305

Abstract

Pasar 45 merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Manado yang telah ada sejak tahun 1830. Pasar tersebut menjadi pusat kegiatan komersial yang dilakukan tidak hanya oleh masyarakat seputar Kota Manado, tapi juga dari seluruh distrik di Minahasa, Gorontalo, dan daerah-daerah lain di sekitarnya. Transaksi dagang antara masyarakat lokal dan para pedagang dari Eropa (seperti Spanyol, Portugis, dan Belanda) pernah terjadi pada distrik ini. Sedangkan masyarakat keturunan Cina dan Arab adalah para pedagang yang menetap dan bertransaksi langsung dengan masyarakat lokal dalam hal menyediakan kebutuhan sandang dan pangan. Pasar 45 merupakan titik awal pertumbuhan ekonomi saat itu.             Penerapan pedestrian mall akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi kawasan perdagangan Pasar 45 di Kota Manado dengan pertimbangan Kota Manado sebagai kota ekowisata yang merupakan bagian dari misi Kota Manado dan misi membangun kota yang memiliki “daya saing” dengan berorientasi pada peningkatan daya tarik investasi. Kawasan Pasar 45 di Kota Manado akan menjadi lebih baik dengan penerapan pedestrian mall sehingga para wisatawan lokal maupun mancanegara akan merasa nyaman berbelanja di kawasan.            Pemilihan tema disesuaikan dengan objek rancangan. Tema yang diangkat pada rancangan berupa tema Kolonial Belanda. Latar belakang pemilihan tema rancangan dikarenakan agar bangunan dapat mengankat kembali kesan kota tua yang berada di Kota Manado, yang dahulu merupakan kota dengan jajahan Kolonial Belanda.Kata Kunci : Pasar 45, Pedestrian Mall, Kolonial Belanda
ALGOTECTURE (ALGORITHMIC ARCHITECTURE) Pieter, Daniel W. B.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i1.364

Abstract

ABSTRAK Pada dasarnya Arsitektur merupakan gabungan dari seni dan teknik, tapi saat ini dengan perkembangan digital, peranan komputer dalam proses desain menjadi sangat penting. Arsitektur Algoritmik mengambil peranan penting dalam hal ini, dengan kerumitannya dan pola desainnya yang benar-benar mempesona. Karya tulis ini bertujuan untuk mempelajari tentang Algoritma yang dapat memberikan solusi pada permasalahan desain dalam Arsitektur seperti perletakan ruang, pola struktur, bahkan nilai estetika. Masalah dari penggunaan Algoritmik dalam desain adalah kepastiannya antara angka dan konsep, untuk beberapa desainer terasa terlalu mengatur. Banyak desainer tidak tertarik pada komposisi Matematis Desain, melainkan hanya pada Komposisi itu sendiri. Pembahasan ini menyajikan mengenai Pengertian Algoritma, Algoritma dalam Arsitektur, serta beberapa Studi Kasus yang diharapkan dapat memmbantu para desainer untuk keluar dari permasalahan Matematis Desain. Dari keseluruhan penulisan diperoleh hasil bahwa, Arsitektur Algoritmik merupakan suatu penerapan Algoritma ke dalam Arsitektur, yang bisa memperluas batas pemikiran manusia dalam menciptakan bentukan geometri non-linear, membantu memecahkan masalah perletakan ruang, bahkan masalah struktur, dengan solusi-solusi alternatif yang berkelanjutan. Kata kunci: Arsitektur, Algoritmik
GELANGGAN OLAHRAGA LOHORAUNG DI TAGULANDANG. Folding Architecture Gregory, Mantouw A.; Supardjo, Surijadi; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16692

Abstract

Tubuh manusia memiliki sistem yang kompleks, sehingga dapat bergerak untuk melakukan segala aktivitas. Setiap sistem tubuh manusia memliki fungsi masing – masing yang saling berketerkaitan dan apabila manusia kehilangan salah satu dari sistem tersebut maka manusia tersebut tidak dapat melakukan aktivitasdengan baik dibandingkan denan sebelumnya. Manusia memerlukan tubuh yang sehat dalam beraktivitas, sehingga diperlukan pola hidup sehat seperti salah satunya melakukan olahraga. Olahraga merupakan kegiatan yang menjadi kebutuhan dari manusia. Saat ini kesadaran akan olahraga menjadi penting di kalangan masyarakat, tidak hanya sekedar kegiatan untuk menyehatkan tubuh tetapi juga sebagai sarana penyaluran bakat sesorang.Gelanggang olahraga umumnya merupakan bangunan yang memiliki sistem struktur bentang lebar dikarenakan hal tersebut merupakan sebuah tuntutan kebutuhan ruang.Olahraga dapat dilakukan dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Melalui hal ini dihadirkan tempat olahraga indoor yangdapat dinikmati lewat Folding In Architecture.Folding In Architecture suatu proses menghasilkan bentukan dalam desain arsitektur yang pada intinya bereksperimen untuk menghasilkan suatu bentuk konfigurasi melalui suatu proses. Penerapannya ke dalam perancangan arsitektur menggunakan metode “borrowing” yakni meminjam karakter kertas dan mentransformasikannya kedalam sebuah bentuk melalui proses lipat, potong, tekan.Kata Kunci : Folding In Architecture, Manusia, Olahraga, Indoor.
HOTEL DAN CONVENTION CENTER DI MANADO. Arsitektur Kontemporer Chiesa M. K. Kembuan; . Suryono; Hanny Poli
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25590

Abstract

Hotel dan Convention Center merupakan fasilitas pendukung untuk tempat tinggal selama beberapa hari yaitu guna untuk mengantisipasi kedatangan wisatawan lokal dan wisatawan asing dengan berbagai tujuan. kegiatan dan kepentingan yang berbeda seperti berwisata, berbisnis, menghadiri konferensi. Kehadiran Hotel dan Convention Center di  Manado diharapkan dapat memberikan fasilitas akomodasi yang baik dan lengkap bagi para tamu dengan berbagai tujuan yang berbeda-beda. Kota Manado merupakan tempat  yang penting bagi pengunjung yang merupakan atraksi pariwisata sebagai suatu kreasi bernilai dalam bentuk serangkaian aktivitas sesuai dengan minat kunjungan wisatawan, yang meliputi wisata budaya, wisata alam, wisata buatan di Kota Manado. Tema “Arsitektur Kontemporer” yaitu sebuah konsep desain yang selalu berkembang atau selalu mengikuti perkembangan jaman dimana kekontemporeran tersebut merupakan perpaduan arsitektur modern dengan iklim tropis dan suatu aspek tradisional lingkungan setempat.Kata Kunci : Hotel, Convention Center, Kota Manado, Arsitektur Kontemporer 
REDESIGN PERPUSTAKAAN DAERAH MANADO ‘TERAPAN PSIKOLOGI DALAM ARSITEKTUR MODERN KONTEMPORER’ Rachman, Robby P.; Matutie, Faizah; Supardjo, Surjadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6021

Abstract

Membaca membuka jalan ke arah kemajuan suatu peradaban berpikir yang semakin tinggi karena buku sebagai jendela ilmu pengetahuan. Bila buku sebagai jendela ilmu pengetahuan, maka perpustakaan adalah gudangnya. Ada korelasi antara buku dan perpustakaan serta kaitan antar keduanya, baik secara etimologis, historis, maupun fungsional. Buku dan perpustakaan bagaikan suatu kaitan yang tak terpisahkan yang sejatinya menghasilkan suatu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh siapapun sehingga perpustakaan merupakan sebuah lembaga yang dikembangkan berdasarkan sebuah ilmu yang mandiri dan mengemban fungsi utama sebagai pusat penyimpanan dan penyajian informasi, terutama informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dimana terkait dengan kondisi Perpustakaan Daerah Manado yang sejauh ini masih dirasa kurang optimal. Hal ini ditinjau dari beberapa aspek yang mempengaruhi. Sehingga ada suatu tuntutan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, dan dalam hal arsitektural salah satu cara yang dapat dilakukan untuk turut berperan serta mengatasi permasalahan diatas adalah dengan melakukan ‘redesign’ pada perpustakaan tersebut. Dimana dengan adanya redesign kemudian dengan tema ‘Terapan Psikologi dalam Arsitektur Modern Kontemporer’, bertujuan untuk merubah image atau persepsi masyarakat bahwa perpustakaan tidak hanya sebagai sarana pembelajaran publik yang terkesan kaku dan formal, tetapi perpustakaan sebagai rumah belajar yang modern bagi masyarakat. Kata kunci : Redesign, Perpustakaan, Psikologi, Modern Kontemporer
MALL K5 di MANADO. Hybrid Architecture Pakaya, Gina A.; Rogi, Octavianus H. A.; Anasiru, Mohammad M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20831

Abstract

Kota Manado adalah Ibukota dari Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan kota kedua terbesar di pulau Sulawesi. Sebagai pusat kegiatan masyarakat se-provinsi, Kota Manado berkembang secara cepat, didominasi oleh bidang Perdagangan dan Jasa sebagai penyumbang terbesar pada pertumbuhan perekonomian kota. Untuk itu, pemenuhan sarana dan prasarana terkait bidang perdagangan dan jasa patut diberi perhatian lebih, termasuk pengadaan pewadahannya. Oleh karena itu, dibutuhkan pembangunan untuk tempat-tempat yang memfasilitasi kegiatan perdagangan. Mall Kaki Lima (Mall K5), sebagai salah satu objek yang berkecimpung di bidang perdagangan menawarkan solusi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi barang dan jasa yang bisa dijangkau seluruh kalangan. Kehadiran aspek kaki lima pada ruang lingkup mall tidak hanya menjadikan bangunan sebagai tempat perbelanjaan terlengkap, juga untuk sarana rekreatif dan hiburan untuk kelas menengah ke bawah. Proses perancangan diambil dari keterkaitan antara objek Mall Kaki Lima dengan ciri khas tema itu sendiri, yaitu “Hybrid Architecture” dimana tema ini merupakan hasil gabungan dari 2 unsur yang bersifat berbeda, seperti halnya penggabungan unsur kaki lima pada bangunan mall. Penerapan tema ini diharapkan mampu menjadi sebuah pusat perbelanjaan dengan ciri khas lain di Kota Manado, dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat juga memberikn dampak pada pertumbuhan Kota Manado.  Kata kunci: Mall, Kaki Lima, Perdagangan, Manado, Hybrid
REDESAIN KAWASAN WISATA KINILOW DI TOMOHON - Arsitekur Simbiosis Karwur, Indah; Waani, Judy O
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i1.913

Abstract

ABSTRAK Kota Tomohon adalah kota yang tumbuh dan berkembang pada jalur sirkulasi utama antara Kota Manado dengan kota lainnya di Kabupaten Minahasa. Situasi ini menjadikan posisi Kota Tomohon sangat strategis dan penting dalam kedudukan perekonomian wilayah sekaligus dalam menciptakan kelancaran akses sirkulasi dalam wilayah. Tidak dapat dipungkiri dengan kondisi dan karakteristik wilayah dan kondisi klimatologis yang dimiliki oleh Kota Tomohon, banyak bermunculan tempat peristirahatan seperti villa, resort, cottage dll, yang tujuannya mengundang wisatawan untuk menikmati suasana alam Kota Tomohon yang sejuk. Panorama gunung dan hamparan lahan pertanian menjadi modal berharga yang ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung di daerah ini. Salah satu objek wisata yang terdapat di Tomohon adalah kolam renang Kinilow. Berdasarkan masalah yang terdapat pada Kawasan Wisata Kinilow, maka perlunya dilakukan Redesain Kawasan Wisata. Penataan ulang di lokasi objek rancangan merupakan usaha meningkatkan minat wisatawan untuk datang berwisata. Redesain Kawasan Wisata Kinilow Di Tomohon menggunakan tema “Arsitektur Simbiosis” karena objek perancangan berkaitan dengan kenyamanan seseorang baik dengan ruangan (tempat ia beraktifitas) maupun kenyamanan yang diberikan objek terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Kata kunci : Tomohon, Wisata, Arsitektur Simbiosis.
MUSEUM BUDAYA TORAJA DI TANA TORAJA. SEMIOTIKA DALAM ARSITEKTUR Patoding, Friska S.; Waani, Judy O.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17086

Abstract

Di era globalisasi yang menuntut daya saing tinggi, dampak langsung globalisasi yang mencairkan batas-batas geopolitik suatu negara telah nyata membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan politik, ekonomi dan sosial budaya (John Naisbitt, 1944). Prediksi itu secara gradual juga melanda Indonesia yang ditandai oleh internalisasi paham kesejagatan seperti universalisme, humanisme, ideologi politik, sistem ekonomi dan ekologi, sebagai akibat logis dari interaksi antar budaya. Untuk mengantisipasi dampak dari kesejagatan tersebut, perlu adanya upaya perlindungan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya Indonesia baik dalam skala nasional maupun regional antara lain salah satunya melalui institusi kultural seperti museum.    Museum budaya merupakan salah satu wadah kebudayaan yang kehadirannya perlu diperhitungkan, karena cukup memberikan andil yang besar antara lain menyimpan dan melestarikan benda-benda seni dan budaya yang ditemukan terkandung makna yang dalam yang sanggup mengungkapkan peradaban manusia dari masa ke masa, merupakan wadah yang dapat memberikan inspirasi dalam perkembangan dunia pendidikan, merupakan wadah kebanggaan dan prestise bangsa yang juga merupakan promosi dalam perkembangan dunia pariwisata, dan merupakan wadah rekreatif, dimana dari penataan koleksi yang baik dapat membangkitkan emosi dari pengunjung.                                 Tana Toraja yang merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi kepariwisataan yang cukup besar dan telah dikenal psampai keluar negeri dengan titik berat pada objek-objek : rekreasi, ekonomi, sejarah, seni dan budaya. Karena kebudayaan Tana Toraja yang masih sangat kental maka diharapkan kehadiran Museum Budaya di Tana Toraja ini bisa mewadahi peninggalan-peninggalan kebudayaan dan tradisi dari daerah ini serta hasil kreatifitas dan produktifitas para seniman dan pengrajin untuk mendapat perhatian serta perawatan sebagai upaya pelestarian kebudayaan nasional. Perancangan Museum Budaya Toraja di Tana Toraja ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Semiotika dalam Arsitektur”. Konsep utama perancangan ini adalah penerapan nilai dan filosofi simbol-simbol serta tanda (semiotika) dari rumah adat Toraja yaitu bentukan atap Tongkonan, ukiran-ukiran dan dari budaya Toraja ke dalam bentuk fisik bangunan yaitu museum budaya Toraja.Kata kunci           : Semiotika, Museum Budaya, Tana Toraja
HUNIAN VERTIKAL DI KECAMATAN WENANG, MANADO. New Organic Architecture Fajar I. Donovan; Alvin J. Tinangon; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30148

Abstract

Hunian merupakan salah satu kebutuhan manusiawi yang harus terpernuhi. Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 28 H ayat 1: Negara menjamin pemenuhan kebutuhan warga Negara atas tempat tinggal yang layak dan terjangkau dalam upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya, berjati diri, mandiri dan produktif. Namun, tidak bisa kita dipungkiri upaya yang dilakukan belum sebanding dengan kenyataan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat khususnya seperti di daerah pusat perkotaan seperti Manado.Maka dari itu, sebagai upaya dalam memenuhi pemenuhan kebutuhan tempat tinggal di pusat kota, Pemerintah Kota Manado mengarahkan pengembangan perumahan penduduk di pusat kota secara vertikal, pengembangan Hunian Vertikal ini bisa berupa rusunawa, apartemen dan kondominium.  Arahan ini juga di cocokan dengan rencana dari Master Plan arahan Tata Kota Manado, yang memiliki beberapa titik tapak di sekitar DAS Tondano yang diperuntukan untuk pengembangan pembangunan hunian vertikal.Dengan menerapkan tema perancangan New Organic Architecture pada objek rancangan Hunian Vertikal di Kecamatan Wenang, Manado ini hadir sebagai salah satu jawaban untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal di daerah perkotaan yang memperhatikan pengguna objek dan juga misi Kota Manado yang arahan pengembangannya sebagai Waterfront City. Kata kunci :Hunian Vertikal, Pemerintah Kota Manado , New Organic Architecture.
PERSEPSI PEJALAN KAKI TERHADAP KEAMANAN DAN KENYAMANAN JALUR TROTOAR DI PUSAT KOTA AMURANG Frans, Aurina J.; Tondobala, Linda; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14084

Abstract

Pedestrian dalam penelitian kali ini akan fokus pada trotoar di jalan Arteri Pusat Kota Amurang. Trotoar yang ada terlihat di buat tanpa memperhitungkan faktor keamanan dan kenyamanan, sehingga pejalan kaki seringkali tidak memanfaatkan fasilitas ini, berdasarkan amatan awal didapati pejalan kaki lebih memanfaatkan bagian bahu jalan untuk berjalan, terlihat juga ada yang terjatuh diatas trotoar, dan juga banyak pejalan kaki berdesak-desakan di atas trotoar sehingga kesannya sempit atau kurang lebar, sehingga ketika trotoar ini difungsikan rasa aman dan nyaman dalam pemanfaatannya tidak dirasakan oleh pejalan kaki. Penelitian ini termasuk dalam penelitian evaluative dengan metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kombinasi dari metode kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data dan identifikasi dilakukan melalui observasi, foto/dokumentasi lapangan dan penyebaran kuisioner. Data kuantitatif di analisis dengan menggunakan scoring, pembobotan dan prosentase, yang dijelaskan secara deskriptif. Evaluasi terhadap trotoar yang ada ternyata tidak sesuai dengan standart yang disyaratkan dan selaras juga dengan persepsi masyarakat terhadap kondisi trotoar tersebut ialah kurang aman dan tidak nyaman. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini : (1) trotoar pada jalan arteri kurang aman dan tidak nyaman, (2) persepsi masyarakat terhadap trotoar di jalan arteri pada segmen bagian kiri dan bagian kanan ini memperlihatkan bahwa kondisi trotoar kurang aman dan tidak nyaman. Hasil evaluasi sejalan dengan persepsi masyarakat.   Kata Kunci : Trotoar, persepsi masyarakat, aman dan nyaman. 

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue