cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
RUSUNAWA DI TERNATE. TROPICAL GARDEN DALAM GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTURAL Soselisa, Megaelvi; Warouw, Fela; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15362

Abstract

Semakin menipis lahan suatu hunian pada pusat Kota yang mengakibatkan harga lahan untuk hunian tapak (landed house) mahal. Ditambah pertumbuhan warga kota yang meniingkat menjadi suatu masalah dalam menyediakan kebutuhan hunian bagi warga Kota . Kehadiran Rusunawa di Kota Ternate memiliki konsep utama perancangan yang mengacu pada kebutuhan akan tempat tinggal yang nyaman ditengah Kota dengan sarana dan prasarana lingkungan yang terencana dengan baik. Bahkan bisa menjadi  keharusan bagi warga kota yang ingin memiliki hunian berdekatan dengan tempat kerja, fasilitas umum, fasilitas pendidikan dan pusat – pusat kegiatan lainnya. Selain tipisnya lahan hunian, lahan untuk ruang terbuka hijau semakin sedikit. Cara menanam dapat dilakukan secara vertikal pada tanaman tropis yang lebih dikenal dengan tropical garden. Taman tropis akan dilakukan secara vertikal ini dapat menciptakan ruang hijau pada Rusunawa, dapat menambah estetika dan mampu meredam panas dari luar kedalam bangunan. Dengan memanfaatkan pendekatan tersebut, akan menghasilkan rancangan Rusunawa yang seimbang antara kebutuhan hunian perkotaan dan ruang terbuka hijau. Kata Kunci : Rusunawa, Tropical Garden Dalam Gubahan Bentuk dan Ruang Arsitektural
MANADO GAME CENTER Ryo K. Prijadi; Judy O. Waani; Alvin J. Tinangon
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25047

Abstract

Pada zaman modern ini game merpakan hobi yang dapat menghasilkan uang, pemain game yang engikuti esport dapat di sebut atlit game center adalah tempat untuk menaungi seala kebutuhan mereka,di kota besar seprti manado banyak lomba lomba esport yang di selengarakan dikarenakan tidak mempunyai tempatlomba tersebut di adakan di tempat yang tidak semestinya banyak yang mengeluhkan hal hal tersebut seperti ribut yang dapat menghilangan konsentrasi dan juga komentator dapat membuat kesalahan karena pemain dapat mengatakan perkataan komentator akan tetapi game center merupakan banunan yang boros energy dikarenakan itu harus memikirkan tema yang cocok seperti tema biomimikri dimana tema itu membuat rancangan mengikuti organisme perilaku dan lingkuan yang membuat dampak negative terhadap lingkungan dari bangunan game center dapat berkurang bukan Cuma mengurangi dampak negative konsep dari biomimikri tidak terlalu mengubah design dari bangunan yang di rancang ini yaitu game center yang sering berkaitan dengan modern dan futuristic sehingga bwalaupun bentuk modern bangunan ini tetap tdk terlalu berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya  Kata kunci: Manado, Game Center, Biomimikri,
BALIKPAPAN CONVENTION CENTER (IMPLEMENTASI STRATEGI “SINSIGN” DALAM ARSITEKTUR) Dondokambey, Olivia O.; Mononimbar, Windy; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5575

Abstract

seperti konser / show, seminar serta pertemuan bertaraf nasional maupun internasional, namun Kota Balikpapan tidak mempunyai wadah khusus yang dapat menunjang aktivitas kovensi tersebut. Maka Balikpapan Convention Center yang berfungsi sebagai tempat pertemuan dan wadah seluruh kegiatan konvensi dihadirkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Pada Laporan Perancangan Tugas Akhir ini, proses perancangan yang dipakai adalah proses desain generasi II yang terdiri dari tahap pengembangan wawasan komprehensif dan tahap siklus image-present-test. Substansi pembahasan meliputi kajian terhadap objek perancangan, kajian terhadap lokasi yang ada di Balikpapan, dan kajian terhadap implementasi strategi “Sinsign” dalam Arsitektur. Implementasi prinsip-prinsip Sinsign dapat dijadikan sebagai patokan untuk mengolah gubahan massa bangunan, façade, sistem struktur serta konsep ruang dalam. Berdasarkan hasil perancangan, dapat dilihat bahwa bangunan Balikpapan Convention Center pada bangunan Meeting Avenue terlihat seperti Rig minyak, bagian Crown Tower pada dianalogikan sebagai Sky View, bagian Moon Pool dianalogikan sebagai Sky Bridge, Subs-Structure dari Rig diterapkan sebagai struktur bangunan dan ornament façade, serta Rig Supplier Ship diambil sebagai dasar bentukan Conference Avenue dalam perancangan. Kata kunci : Konvensi, Sinsign, Convention Center, Balikpapan
RE-DESAIN PELABUAHAN ASDP KOTA MANADO. Arsitektur Nusantara Andre R. Runtuwene; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29640

Abstract

Pelabuhan ASDP Kota Manado adalah salah satu fasilitas yang berfungsi sebagai penerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang, tetapi melihat Pelabuhan ASDP Kota Manado sekarang masih banyak kekurangan-kekurangan yang berdampak untuk lingkungan, sehingga penulis membuat rancangan untuk me Re-Desain Pelabuhan ASDP Kota Manado dengan Tema Arsitektur Nusantara. Dalam perancangan Re-Desain Pelabuhan ASDP Kota Manado, metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data, yaitu studi yang dilakukan secara deskriptif, dengan beberapa langkah yaitu wawancara, studi literatur, observasi, studi komparasi, analisa, sintesa, dan desain final.             Hasil dari Perancangan Re-Desain Pelabuhan ASDP Kota Manado berupa rancangan desain Pelabuhan ASDP yang memperbaiki masalah hasil pengamatan penulis, masalah-masalah tersebut berupa masalah sirkulasi, parkiran dan bentuk bangunan. Penulis berharap dengan adanya rancangan ini Pelabuhan ASDP Kota Manado dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya dalam hal operasional dan aktifitas di pelabuhan, serta dapat lebih memperkenalkan identitas Kota Manado. Kata Kunci       : Pelabuhan, Re-Desain, Arsitektur Nusantara, Terminal, Sirkulasi
AQUATIC ARENA DI MANADO. Arsitektur Metafora Shintia F. A. Rungkat; Pingkan P. Egam; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30164

Abstract

Aquatic arena di Manado merupakan wadah untuk melakukan aktifitas atau event olahraga air, namun terdapat kekurangan dalam perkembangan proses pembibitan dan pelatihan bagi atlet renang di Manado untuk generasi yang akan datang. Salah satu faktor kekurangan pada olahraga ini disebabkan oleh fasilitas olahraga renang yang belum memadai sesuai standar kompetisi. Fasilitas aquatic arena di Manado merupakan wadah bagi peminat olahraga air (renang) untuk menjawab kebutuhan. Perancangan objek ini menggunakan arsitektur metafora yang mengidentifikasikan hubungan antara benda dimana hubungan tersebut lebih bersifat abstrak daripada nyata. Lokasi tapak perancangan aquatic arena berada di jalan ring road kecamatan Mapanget kota Manado. Tujuan dari perancangan adalah untuk meningkatkan fasilitas yang dapat mendukung bangunan dan mencari prinsip arsitektur metafora yang dapat diterapkan pada bentuk bangunan. Metode perancangan menggunakan proses desain generasi II oleh Jhon Seizel. Hasil perancangan yang dicapai bangunan mampu mewadahi aktvitas yang berhubungan dengan kegiatan olahraga berenang di Manado serta fasilitas aquatic arena sesuai dengan standar kompetisi dan bentuk bangunan dengan konsep penerapan arsitektur metafora dapat menggambarkan aktivitas yang ada di dalam bangunan.Kata Kunci: Olahraga, Aquatic Arena, Arsitektur Metafora
SHOPPING MALL DI MANADO “UNDERGROUND ARCHITECTURE” Sibula, Devid; Siregar, Frits O. P.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14096

Abstract

Sebagai kota yang sedang berkembang pesat serta ditunjang oleh keberadaannya sebagai pusat perdagangan di Indonesia Timur, serta pintu masuk ke kawasan ekonomi global, khususnya di Asia Pasific, maka Kota Manado adalah pasar potensial yang sangat menjanjikan bagi investor pusat perbelanjaan. Ini terlihat dari daya beli masyarakat yang sangat kritis terhadap suatu produk terbaru. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen sangat diharapkan untuk pembangunan pusat perbelanjaan yang merata untuk setiap wilayah pengembangan wilayah Kota Manado. Pembangunan bangunan komersial seperti Shopping Mall adalah salah satu cara untuk memenuhi tingkat kebutuhan masyarakat dalam belanja. Pendekatan Underground Architecture akan membuat berbeda dengan pusat perbelanjaan pada umumnya di Manado. Keberadaan konsep Underground Architecture akan membuat bangunan Shopping Mall di Manado ini terlihat lebih ramah lingkungan dan unik serta sebagai salah satu jalan keluar untuk penyediaan KDH ketika semua lahan telah dipakai untuk diinvestasikan. Kata kunci : Shopping Mall, Manado, Underground Architecture.
KONSEP PERANCANGAN BANDAR UDARA DENGAN TEMA ECOFRIENDLY di BOLAANG MONGONDOW Paputungan, Sigit Prabowo; Sangkertadi, Prof.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i3.3518

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan wilayah yang berada di provinsi Sulawesi Utara, kebutuhan akan suatu wadah untuk menunjang  kegiatan transportasi sangat dibutuhkan masyarakat setempat, Perencanaan Bandar Udara di Bolaang Mongondow ini menjadi salah satu pemecahan dalam hal kebutuhan untuk kegiatan transportasi tersebut yang dirancang memiliki nilai arsitektur yang tinggi, juga Bandar udara ini menjadi salah satu perencanaan di Kabupaten Bolaang Mongondow dimana program perencanaan ini dimaksud untuk menunjang kegiatan masyarakat. Perencanaan Bandar Udara di Bolaang Mongondow terbagi pada  beberapa bagian dimana fasilitasnya meliputi Landasan pacu, apron, terminal penumpang, area parkir,  hangar, menara, dan lain-lain. Bandar udara di Bolaang Mongondow ini menerapkan pendekatan tematik “Ecofriendly”. Karena melalui pendekatan tersebut selain kesadaran akan kelestarian lingkungan tapi juga berpengaruh terhadap objek rancangan dimana dengan menggunakan pendekatan tema Ecofriendly maka dapat menghemat biaya karena tema tersebut memaksimalkan pemanfaatan/ pemakaian terhadap sumber daya alam yang tersedia. Kata kunci:Bandarudara, transportasi, ecofriendly.
GRAHA WISATA SENI DAN BUDAYA TUMATENDEN DI MINAHASA UTARA - Konsep Linguistik dalam Rancangan Arsitektur Rawung, Astrid Iske R. R.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.575

Abstract

GRAHA WISATA SENI DAN BUDAYA “TUMATENDEN” DI MINAHASA UTARA (KONSEP LINGUISTIK DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR) Astrid Iske Rosita Rawung[1] Ir. Sonny Tilaar, M.Si[2]   ABSTRAK Seni dan budaya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, karena seni dan budaya merupakan salah satu identitas yang membedakan antara suku satu dengan suku yang lainnya. Pembinaan dan pengembangan seni dan budaya merupakan suatu upaya yang sangat penting dalam mengangkat citra suatu bangsa. Kita akui seni dan budaya itu sendiri merupakan salah satu citra bangsa. Bertolak dari itu maka pengadaan fasilitas-fasilitas untuk mengakomodasi unsur-unsur seni dan budaya, baik manusia sebagai subjek ataupun alam, benda sebagai objek merupakan suatu yang perlu diupayakan dan dikembangkan. Tak dapat untuk kita pungkiri, bahwa semua bangsa yang ada di belahan dunia ini, baik bangsa yang maju maupun bangsa yang masih berkembang, semuanya berlomba untuk menghadirkan wadah seni dan budaya, baik itu untuk tujuan promosi, wisata, ekonomi, prestise ataupun rasa tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai seni dan budaya jangan sampai hilang dari peradaban manusia. Graha Wisata Seni dan Budaya merupakan salah satu wadah kebudayaan yang kehadirannya perlu diperhitungkan, karena cukup memberikan andil yang besar antara lain : Sebagai wadah yang dapat melestarikan nilai-nilai seni dan budaya yang terkandung  makna di dalamnya, sebagai wadah kebanggaan dan prestise bangsa yang juga merupakan promosi dalam perkembangan dunia pariwisata serta dunia pendidikan, dan juga merupakan wadah anjang sana pertumbuhan minat dan bakat di bidang seni budaya setiap daerah. Kata Kunci : Linguistik, Seni dan Budaya Minahasa [1] Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Teknik Arsitektur UNSRAT
PUSAT SENI DAN KERAJINAN SULAWESI UTARA DI MANADO. Arsitektur Neo Vernakular Sjeren A. Saroinsong; Dwight M. Rondonuwu; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30165

Abstract

Keberadaan seni  dan kerajinan dalam kehidupan manusia merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan. Seni dan kerajinan  selalu tumbuh dan berkembang sejalan dengan kehidupan manusianya, serta memiliki arti penting dalam setiap aspek kehidupan manusia. Seni dan kerajinan terlahir sebagai ekspresi diri dari dalam jiwa manusia yang dinamis dan menyatu. Seni dan kerajinan sendiri dapat diekspresikan dengan berbagai macam cara dan media. Dengan menggunakan tema Arsitektur Neo Vernakular, perancangan Pusat Seni dan Kerajinan Sulawesi Utara dibuat dengan mengaplikasikan budaya yang ada salah satunya dengan menerapkan salah satu alat musik tradisional Minahasa yaitu musik bambu dalam pola atap bangunan yang direncanakan dengan gaya masa kini atau modern. Tujuan dari perancangan Pusat Seni dan Kerajinan Sulawesi Utara  adalah untuk menghadirkan  suatu wadah yang dapat menampung dan menunjang berbagai aktivitas seni dan kerajinan Sulawesi Utara di Kota Manado yang terpusat serta bersifat edukatif, dan rekreatif bagi para seniman, pengrajin, pelajar, masyarakat , dan tak menutup kemungkinan bagi para wisatawan-wisatawan asing yang datang. Metode perancangan ini menggunakan metode proses desain John Zeisel dengan pendekatan perancangan terhadap 3 point utama yaitu, pendekatan terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan terhadap kajian tapak dan lingkungan. Sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, detail, utilitas bangunan , spot interior, spot eksterior dan gambar perspektif.Kata Kunci: Pusat Seni dan Kerajinan, Arsitektur Neo Vernakular, Sulawesi Utara 
TERITORIALITAS PADA PERMUKIMAN SUKU BAJO DI DESA TUMBAK (STUDI KASUS PERMUKIMAN DIATAS AIR) Poedjowibowo, Djajeng; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14086

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan pemanfaatan pantainya yang beragam. Untuk dapat memanfaatkan wilayah pesisir dengan lebih bijaksana maka perlu digali pemahaman tentang laut dan pesisir dari suku laut yaitu masyarakat Suku Bajo. Dalam penelitian ini dipilih permukiman diatas air dari suku Bajo di desa Tumbak dengan tujuan menemukenali  arti dan elemen teritorialitasnya. Dipakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatan rasionalistik karena sesuai dengan kondisi dan tujuan penelitian, yakni lebih cenderung terkait masalah sosial. Landasan teoritis dalam penelitian ini berasal dari teori-teori teritorialitas dan semiotika sebagai penanda dan petanda. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi sebagai dasar utama penelitian dan wawancara tak berstruktur dari para narasumber dilengkapi dengan catatan, dan gambar/ foto. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa: 1) Ada teritorialitas keluarga yang bersifat ganda seperti diaruma, dapurang,  bahkan batas (halaman) rumah bersifat primer, sekunder dan publik tergantung dari kegiatan yang sedang berlangsung. Ada teritorialitas tingkat lingkungan/desa yang bersifat ganda seperti dermaga pelabuhan, ladang rumput laut dan rakit tempat mencari ikan.  2) Ditemukan elemen teritorialitas primer keluarga: selasar/dinding samping, tatambe, benteng, area tambatan perahu, karamba, lintasan perahu, tirai, diding, balawa, dodika, lemari, alat memasak, meja dan kursi makan.  Elemen teritorialitas sekunder keluarga; jalan, selasar/dinding samping serta tatambe, sofa, meja, kursi, TV, hiasan dinding bernuansa islami, dodika, lemari, alat memasak, meja dan kursi makan, dek bangunan. Elemen teritorialitas publik keluarga: jalan, selasar/dinding samping serta tatambe, benteng, area tambatan perahu, karamba dan lintasan perahu. Elemen teritorialitas primer desa meliputi: piranti menanam rumput laut seperti jangkar, pelampung, tali dan rumput laut, tempat menangkap ikan ditengah laut berupa rakit yang terdiri atas pelampung, rumah jaga, pelampung, tali dan jangkar serta pajeko dan perlengkapan menangkap ikan. Elemen teritorialitas sekunder desa: dermaga dan perahu tertambat, bangunan gedung serbaguna,  tempat pemakaman. Elemen teritorialitas publik desa: batas desa, dermaga dan perahu tertambat, masjid, piranti menanam rumput laut seperti jangkar, pelampung, tali. Pemaknaan teritorialitas pada Suku Bajo di Desa Tumbak yang bermukim diatas air sangat dipengaruhi oleh budaya hidup suku laut, yakni perlunya ruang untuk lalulintas dan tempat tambat perahu serta karamba sebagai tempat budidaya ikan juga pandangan kepemilikan bersama terhadap wilayah perairan.   Kata kunci: teritorialitas, permukiman, suku Bajo suku laut.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue