cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
STUDI SISTEM PENCAHAYAAN DAN PENGHAWAAN ALAMI PADA TIPOLOGI UNDERGROUND BUILDING Salim, Emil; Van Rate, Johanes
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i1.366

Abstract

ABSTRAK Karya tulis ini berisikan kajian studi sistem pencahayaan alami dan penghawaan alami pada bangunan yang bertipologi underground building atau bangunan bawah tanah. Dalam hal ini underground building bukan merupakan bangunan yang tertutup sepenuhnya dari ruang luar melainkan bangunan yang kuat dan tahan air, yang dilindungi, dan ditutupi dengan tanah dan berbagai tanaman sehingga erat hubungannya dengan green architecture. Underground building sering dikaitkan dengan 2 (dua) masalah penting,  yaitu bagaimana mendapatkan pencahayaan yang alami dan bagaimana mendapatkan penghawaan yang alami mengingat posisi bangunan yang tertutup dengan tanah. Maka dari itu, kajian studi sistem pencahayaan alami dan penghawaan alami ini merekomendasikan berbagai cara dalam memberikan pencahayaan dan penghawaan alami yang ideal pada bangunan yang tertutup oleh tanah, juga menegaskan pentingnya perancangan bangunan sekarang ini yang seharusnya hemat energi dan ramah lingkungan. Kata kunci: Pencahayaan, Penghawaan, Alami, Undergroun, Building
PUSAT PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEMUDA GMIM (ARSITEKTUR METABOLISME) Kapugu, Rima D. M.; Poluan, Roosje J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6023

Abstract

Adanya issue krisis kepemimpinan di Indonesia merupakan masalah yang berpengaruh bagi kelangsungan kehidupan bernegara. Perlu adanya kesadaran dan rasa tanggung jawab bersama untuk mengatasi dan menyelesaikan krisis kepemimpinan ini, baik dari pihak Pemerintah hingga masyarakat Indonesia. Gereja merupakan bagian dari negara Indonesia, khususnya GMIM yang berkembang di Sulawesi Utara, memiliki rasa tanggung jawab akan kelangsungan kehidupan bernegara, dalam hal ini bagaimana membentuk dan menyiapkan kader-kader pemimpin yang berkarakter. Hal ini sesuai dengan  Garis Besar Program Umum GMIM. Adanya program Latihan Kepemimpinan  Pemuda GMIM merupakan  program  kegiatan tahunan yang dilakukan oleh Komisi Pemuda GMIM, akan tetapi GMIM belum memiliki wadah / tempat khusus untuk pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga dalam pelaksanaannya kurang optimal. Oleh karena itu adanya Pusat Pelatihan Kepemimpinan Pemuda GMIM diharapkan dapat mengoptimalisasikan kegiatan Latihan Kepemimpinan Pemuda GMIM dengan menitikberatkan pada kenyamanan pengguna, penataan massa dan fasilitas – fasilitas pendukung lainnya dengan menerapkan konsep Arsitektur Metabolisme pada rancangan bangunan. Kata kunci : Pusat Pelatihan Kepemimpinan, Pemuda GMIM, Arsitektur Metabolisme.  
POLITEKNIK NUSA UTARA di MANGANITU KAB. SANGIHE - Arsitektur kontekstual dengan pendekatan site dan budaya Limpong, Yosman; Van Rate, Johanes
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i1.916

Abstract

ABSTRAK Politeknik Nusa utara merupakan perguruan tinggi didaerah bagian Nusa Utara yang secara khusus terfokus kepada pendidikan kebaharian. Dari segi prospek Politeknik Negeri Nusa utara berfungsi untuk meningkatkan kualitas manusia khususnya masyarakat kawasan Nusa utara, yaitu meliputi daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro, yang secara strategis berada pada kawasan Sulu-Sulawesi  yang memiliki prospek ekonomi kebaharian di masa yang akan datang. Hadirnya perguruan tinggi di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadikan terobosan bagi pemerintah dalam peningkatan sumber daya manusia. Pada saat ini fasilitas Polnustar belum memadai, sebagai proses yang berkesinambungan pengembangan sumberdaya manusia yang bermutu, maka kita perlu mempertimbangkan, dan perlu dikaji kembali akan fasilitas sebagai penunjang untuk kegiatan proses belajar mengajar tersebut.  Karena sudah mutlaknya untuk menghasilkan suatu pencapaian yang optimal harus diwadahi dengan sarana prasarana yang baik pula. Arsitektur kontekstual adalah sebuah metode perancangan yang mengkaitkan dan menyelaraskan bangunan baru dengan karakteristik lingkungan sekitar. Dengan Konteks lingkungan daerah perancangan yang memiliki nilai histori dan budaya kebaharian dan pendidikan maka dapat diharapkan lebih meningkatkan kualitas dan respon publik terhadap objek perancangan. Kata kunci : Polnustar, Kontekstual  
PUSAT KONVENSI DAN EKSHIBISI DI MANADO. Arsitektur Kontemporer Hiskia C. I. Mandang; . Sangkertadi; . Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30149

Abstract

Kegiatan ekshibisi dan konferensi merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk meningkatkan taraf perekonomian dan kemajuan suatu daerah. Gedung konvensi dan Ekshibisi merupakan salah satu hal yang wajib ada untuk mewadahi kegiatan ekshibisi dan konferensi agar dapat terfasilitasi dengan baik. Sebagi Ibu Kota Sulawesi Utara, Manado menjadi daerah strategis untuk dijadikan sebagai pusat konferensi dan ekshibisi. Memiliki akses yang dekat dengan bandara, Menjadikan Manado sebagai pusat area bisnis dan pusat komersial. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewadahi aktifitas konvensi dan ekshibisi dengan fasilitas yang memadai.  Pada proses perancangan desain untuk bangunan konvensi dan ekshibisi ini menghasilkan karakteristik tema yaitu, Arsitektur Kontemporer. Dengan penerapan tema Arsitektur Kontemporer di harapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kekinian, yang nantinya pengguna tetap merasakan perkembangan, dimana penerapan prinsip-prinsip Arsitektur Kontemporer seperti penggunaan material yang lebih baru ataupun permainan warna yang saat ini sangat berpengaruh dalam aspek keindahan, serta penggunaan suatu struktur bagi bangunan, juga bangunan yang memperlihatkan keindahan alam yang belum banyak diperhatikan oleh masyarakat, yang seharusnya dapat berpengaruh baik bagi lingkungan.                                                                                       Kata kunci: Pusat Konvensi dan Ekshibisi, Manado, Arsitektur kontemporer
KANTOR SEWA DI MANADO. Arsitektur Bangunan Hijau Jonathan B. Angkouw; Jefrey I. Kindangen; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29490

Abstract

Perekonomian kota Manado dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami peningkatan yang signifikan yang terdorong dari pemenuhan dan permintaan masyarakat kota. Hal ini mendorong semakin banyak individu atau sekelompok orang mengembangkan suatu peluang usaha yang menciptakan lapangan kerja dan hasil produk dari usaha tersebut. Usaha ini memiliki suatu badan atau bidang terorganisir disebut Perusahaan yang memerlukan tempat untuk menjalankan proses bisnis dan kegiatan mereka, yaitu perkantoran.  Tujuan dari perancangan ini adalah merancang suatu ruang atau wadah yang mampu memenuhi kegiatan dan aktivitas Perusahaan atau Pengguna kantor sewa. Selain itu butuh diterapkan suatu konsep tematik yang mampu menganalisis bagian-bagian perancangan dari kantor sewa guna membuat objek rancang perkantoran semakin efektif dan efisien. Dari tujuan itu diperlukan juga proses perancangan yang tepat agar supaya dalam meneliti dan menyimpulkan konsep perancangan mampu menghadirkan penerapan konsep yang tematis dan pemecahan masalah arsitektural dengan benar. Dengan menerapkan metode Glass box oleh Christopher Alexander dalam bukunya The Phenomenon of Life yang menjelaskan bahwa metode ini menggunakan pemikiran yang rasional secara objektif dan tersistematis dalam menelaah suatu hal. Metode ini menolak pemahaman yang tidak logis dan tidak rasional. Perancangan kantor sewa di kota Manado ini menerapkan konsep tematik arsitektur bangunan hijau dimana dalam hasil perancangannya menjabarkan beberapa hal seperti kebutuhan ruangan kantor yang ada disesuaikan dengan ketetapan dan regulasi sehingga semua kebutuhan secara primer maupun penunjang disediakan dalam kantor. Ada juga dalam implementasi desain, ruang kantor dibuat seefisien mungkin dalam penggunaan ruang, sirkulasi, utilitas dalam hal penghawaan dan pencahayaan. Dengan implementasi Arsitektur Bangunan hijau dalam perancangan, mampu mewujudkan sebuah desain kantor sewa yang baik, efisien, efektif, ramah lingkungan, dan menjawab setiap kebutuhan alami pengguna Kantor sewa. Kata kunci: Manado, Kantor, Arsitektur Bangunan Hijau.
GEDUNG PERTUNJUKAN DI MANADO Arsitektur Etnomatematika Jerry C. Poli; Jefrey I. Kindangen; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30171

Abstract

Latar belakang dengan perkembangan zaman yang semakin hari semakin modern, banyak orang melupakan akan segala hal termasuk culture, budaya, ciri khas suatu daerah ataupun efiseiensi dalam pemeliharaan tarian, budaya, pakaian adat. Begitu pula yang ada di Sulawesi utara tidak luput dari pengaruh moderenisme sehingga melupakan culture budaya. juga pementasan seni yang tidak efisien membuat pementasan tidak berkualitas oleh karena itu solusi yang baik adalah membuat sebuah wadah atau objek untuk pertunjukan.Kebutuhan tempat pementasan seni juga untuk membudidayakan adat di daerah melalui opera Theatre.Latar  Belakang Judul ini adalah ketidakadanya bangunan yang berfungsi sebagai pementasan, theatre dan pertunjukan sehingga dalam aspek parawisata sangat di butuhkan bangunan yang berfungsi sebagai tempat pementasan. Dalam aspek bisnis juga untuk acara-acara dengan mempromosikan suatu produk juga membuhtuhkan bangunan yang berfungsi Pertunjukan. Dalam sudut pandang Tema, dengan tema Ethnomathematics (gabungan antara budaya dan matematika) menawarkan bangunan yang bercirikhas adat tradisional daerah Sukawesi Utara. Dalam sudut pandang pemerintahan juga mampu membangkitkan nilai adat yang kuat untuk melestarikan seni dan adat daerah, . Serta memajukan tingkat perekonomian kota sehingga tingkat. Kata Kunci: Gedung Pertunjukan, Arsitektur Etnomatematika
PUSAT AUTISME DI MANADO. Arsitektur Perilaku (Ruang Personal) Christie S. A. Rorah; Cynthia E. V. Wuisang; Ricky M. S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30160

Abstract

Anak adalah pemberian Tuhan. Anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus citacita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Anak adalah orang yang mempunyai pikiran, perasaan, sikap dan minat dengan segala keterbatasan serta merupakan mahluk yang membutuhkan pemeliharaan, kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya. Semua anak terlahir dengan keadaan normal, tetapi ada beberapa anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus salah satunya adalah anak autis. Menelusuri tingkat autisme di seluruh dunia memiliki banyak tantangan. Ini karena banyak negara tidak mendapatkan atau melaporkan tingkat autisme mereka. Juga tidak ada kriteria spesifik dan seragam untuk menilai autisme. Bahkan jika ada, ada banyak negara yang tidak memiliki sumber daya untuk melakukan penilaian. perancangan menggunakan pendekatan arsitektur perilaku yaitu ruang personal. Bangunan ini diharapkan dapat menjadi bangunan yang tepat untuk sekolah, pusat terapi dan bangunan autis lainnya. Diharapkan Pusat Autisme ini dapat memaksimalkan segala bentuk kebutuhan dan fasilitas penyembuhan yang berguna untuk anak autis. Karena anak autis juga adalah manusia yang membutuhkan hak untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan.Kata kunci: Anak, Autis, Ruang Personal, Perancangan, Manado
MEDAN OCEANARIUM PARK. Arsitektur Metafora Rebecca A. G. Hutabarat; Fela Warouw; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24637

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memliki kekayaan laut yang melimpah. Kekayaan laut inilah yang menjadi andalan pemerintah dalam menunjang pembangunan bangsa dan devisa negara melalui sector pariwisata. Pengembangan wisata bahari merupakan salah satu pemanfaatan kekayaan laut dan keindahan bawah laut  yang  sangat diminati oleh para wisatawan. Oceanarium adalah salah satu objek wisata bahari laut yang memungkinkan kita melihat keindahan bawah laut tanpa harus menyelam. Oceanarium ini bertujuan sebagai salah satu wahana rekreasi serta edukasi mengenai kekayaan alam laut Indonesia kepada para wisatawan. Selain itu diharapkan meningkatkan sektor pariwisata, pendidikan maupun ekonomi. Pantai Cermin terletak di Kabupaten Serdang Bedagai,  Sumatera Utara. Dalam peraturan pemerintah Serdang Bedagai, Kawasan Pantai Cermin Theme Park merupakan kawasan pengembangan pariwisata. Lokasi objek perancangan Oceanarium berada di Kawasan Pantai Cermin Theme Park. Serta Tema yang dipilih dalam objek perancangan adalah Arsitektur Metafora.Kata kunci : Oceanarium, Pantai Cermin, Metafora
KANTOR GUBERNUR BOLAANG MONGONDOW RAYA (Arsitektur Nusantara) Sutrisno, Anjar F.; MT, Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5310

Abstract

ABSTRAK Seiring pertumbuhan penduduk dan ekonomi, masyarakat Bolaang Mongondow ingin Bolaang Mongondow dimekarkan menjadi Provinsi Bolaang Mongondow Raya, untuk mewujudkan cita-cita tersebut didahului dengan pemekaran Bolaang Mongondow menjadi 4 Kabupaten dan satu kota yang baru:  Tahun 2007 dimekarkan menjadi Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Pada tahun 2008 dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Demi terwujudnya Keinginan masyarakat, Pemerintah telah berupaya dengan mengusulkan dokumen pemekaran ke Komisi II DPR RI dan tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat untuk dijadikanya Bolaang Mongondow menjadi satu Provinsi yang baru. Asumsi inilah yang mendorong penulis untuk merancang Kantor Gubernur Bolaang Mongondow Raya yang dihadirkan dengan tema Arsitektur Nusantara yang berlokasi di kecamatan Kotamobagu Timur. Kata Kunci: Kantor Gubernur, Bolaang Mongondow Raya dan Arsitektur Nusantara.
PUSAT KEBUDAYAAN SANGIHE. Eco Architecture Laming, Magdalena Y.; Rogi, Octavianus H. A.; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19210

Abstract

Mengingat pembangunan hakekatnya adalah pembangunan manusia untuk kepentingan manusia. Sebab itu di samping pembangunan ekonomi, kita pun terus membangun segi lain dari kehidupan  yaitu : Politik, Sosial, Budaya, Pendidikan, Mental, dan sebagainya. Untuk itu pembangunan Pusat Kebudayaan juga diperlukan untuk mengembangkan dan memajukan budaya yang ada. Karna dapat dipastikan jika fokus pembangunan hanya pada salah satu atau ada segi lain yang ditinggalkan dalam arti pembangunan yang tidak merata maka akan menimbulkan ketimpangan sosial pada manusianya atau penurunan kwalitas sumber daya manusia di wilayah tempat pembangunan itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan itu sendiri adalah faktor dari dalam dan dari luar namun kedua hal ini pun yang menjadikan pembangunan itu semakin berkembang.Kebudayaan yang ada di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi utara, Indonesia juga mengalami berbagai pengaruh dari luar maupun dari dalam. Namun hal ini lebih banyak membawa pengaruh buruk terhadap kebudayaan yang ada, yaitu ketertarikan akan budaya asing lebih besar dari pada budaya yang ada di Sangihe itu sendiri, rasa cinta dan kebanggaan terhadap daerah mulai hilang di mata masyarakat Sangihe, selain itu belum adanya wadah yang menanpung setiap benda-benda bersejarah atau cagar budaya yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. untuk mengatasi masalah ini dan mencapai tujuan diatas adalah dengan menciptakan suatu wadah yang tetap dan berfungsi secara optimal yang dapat memelihara kebudayaan daerah dari waktu ke waktu.Kata Kunci : Sangihe, Pusat Kebudayaan, Eco-Architecture

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue