cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA SUMATERA UTARA DI MEDAN. Learning From The Vernacular Siahaan, Morintan E.; Suryono, S
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2582

Abstract

ABSTRAK   Sumatera Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan berbagai latar belakang sosial, budaya, ekonomi da multietnis : Batak, Nias, dan Melayu sebagai penduduk asli wilayah ini ada juga pendatang  kebanyakan berasal dari etnis Jawa dan Tionghoa. Untuk itu dengan beragamnya kekayaan budaya dan adat serta tradisi daerah Sumatera Utara maka dirasakan perlu upaya – upaya penyelamatan dan pelestarian budaya tradisional daerah lewat usaha – usaha pengumpulan, perawatan, pengawetan dan pelestarian dari seluruh bentuk peninggalan – peninggalan kebudayaan daerah, adat – istiadat dari daerah dan benda – benda yang memiliki nilai sejarah yang tinggi sebagai usaha untuk menjaga identitas bangsa. Wadah yang dirasakan sesuai disini adalah Museum, Perancangan museum ini menggunakan konsep Tematik “Learning From The Vernakular”, dengan mengangkat tema Vernakular sebagai diharapkan dapat menghadirkan bentuk Arsitektur berdasarkan fungsi dan tujuan dari objek ini yaitu memberikan informasi pada masyarakat yang funsional, serta representative dengan mangadopsi nilai-nilai kebudayaan.Kata Kunci: Museum Budaya, Vernacular
AKADEMI PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA MANADO. Speed and Dynamic Pondaag, Fially C.; MT, Surjono; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17260

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk di Kota Manado membuat penataan bangunan menjadi berhimpitan sehingga meningkatkan resiko terjadinya bencana kebakaran. Bencana kebakaran yang besar membuat masyarakat awam sulit untuk menanganinya. Disinilah peran penting dari petugas pemadam kebakaran. Namun, keahlian petugas pemadam kebakaran harus digali lebih dalam lagi guna menanggulangi bencana kebakaran dengan berbagai situasi dan kondisi di Kota Manado yang berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan kinerja dan mobilitas petugas pemadam kebakaran, kota Manado membutuhkan sebuah akademi pemadam kebakaran yang profesional dan peralatan yang lengkap. Tema “Speed and Dynamic” yang berarti kecepatan dan kedinamisan diambil dari sifat atau karakteristik dari stasiun pemadam kebakaran yang selalu cepat, siap, dan menyesuaikan dengan kondisi apapun. Penerapannya dapat diterapkan pada sirkulasi bangunan, tata ruang dan interior, letak site, maupun bentuk geometri dan eksterior bangunan. Hadirnya objek Akademi Pemadam Kebakaran di Kota Manado kiranya dapat menghadirkan petugas pemadam kebakaran yang handal dan profesional untuk Kota Manado.Kata Kunci : Akademi, Pemadam Kebakaran, Speed and Dynamic
APARTEMEN DI MANADO Metabolisme dalam Arsitektur Siregar, Dio S. A.; Waani, Judy O.; Rate, Johannes Van
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14787

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan penduduk kota Manado yang semakin meningkat membuat masyarakat kota untuk mencari hunian yang lebih aman dan nyaman. Menurut data BPS dalam Manado Dalam Angka 2015, jumlah penduduk kota Manado tahun 2014 berjumlah 423.257 jiwa. Besarnya jumlah penduduk Kota Manado menyebabkan kepadatan penduduk menjadi cukup tinggi. Dengan luas wilayah 157,26 km², kepadatan penduduk mencapai 2.691 jiwa/km². Angka ini tergolong padat sebagaimana daerah perkotaan lainnya. Karena setiap 1 km2 wilayah di kota Manado dihuni 2.691 jiwa. Untuk menanggulangi kepadatan penduduk dan menyediakan hunian yang lebih nyaman, maka diperlukan sebuah bangunan hunian yang menyediakan kenyamanan dan fasilitas seperti apartemen. Apartemen merupakan hunian yang dibangun sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Aplikasi tematik Arsitektur Metabolisme yaitu proses “pertumbuhan” dan “perubahan” baik secara organik maupun linear (horizontal maupun vertikal). Dengan menggunakan struktur tunggal skala super (megastructure) sebagai upaya pemanfaatan  lahan  yang sempit serta penggabungan dengan ruang “komunal” untuk berbagai fasilitas umum. Prinsip-prinsip Metabolisme yang digunakan dalam rancangan ini adalah core, void, geometric form, geometric  fractal (bentuk bebas/ambigu),  dan modular. Perancangan apartemen dengan menggunakan tema Metabolisme merupakan salah satu pertimbangan dalam upaya memanfaatkan ruang kosong di udara yang berlimpah sehingga sistem konstruksi yang digunakan adalah bangunan berlantai banyak (high rise building). Untuk menekan investasi awal yang sangat besar maka desain apartemen dengan konsep metabolisme yang bertumbuh, dapat menekan biaya pembangunan awal sesuai dengan kebutuhan yang kemudian akan berkembang sesuai dengan pertambahan kebutuhan yang ada. Dengan dibangunnya Apartemen di Manado yang mengaplikasikan tema ”Metabolisme dalam Arsitektur”, yang dimana Metabolisme merupakan suatu proses bertumbuh menjadi lebih banyak, maka apartemen ini dapat mengaplikasikan bangunan dengan konsep bertumbuh yang mengikuti kebutuhan penggunanya. Kata Kunci: Apartemen, Metabolisme, bertumbuh
PUSAT KERAJINAN SENI BAMBU DI KOTA TOMOHON, Kontemporer Tradisional Mahendra P. P. Sulistyo; . Suryono; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.31562

Abstract

Pada dasarnya alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut. Namun seiring perkembangan zaman dan berkembangnya teknologi, arsitektur juga berkembang dalam hal material yang digunakan. Perkembangan tersebut memicu penemuan material baru dan penggunaannya pun terus meningkat. Dari struktur kayu rumah sederhana yang berkembang menjadi struktur beton dan baja pada gedung-gedung bertingkat. Kebutuhan yang meningkat akan satu material dapat berdampak pada kurangnya penggunaan material lain. Hal ini dapat menimbulkan suatu kondisi dimana pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan dapat terjadi karena kebutuhan industri yang tinggi entah itu dalam konstruksi atau kebutuhan sehari-hari. Padahal masih banyak material di alam yang bisa digunakan dan dapat di gabungkan dengan bahan material lain sehingga pemanfaatannya bisa seimbang, salah satunya adalah bambu. Bambu memiliki sifat yang fleksibel dan kuat. Bambu bertumbuh cepat dan bisa digunakan terus menerus, yang tidak harus diproduksi secara berkala. Bambu seharusnya menjadi pertimbangan penting untuk material utama infrastruktur yang tahan lama karena bambu adalah material yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Indonesia memiliki ketersediaan bambu yang melimpah, tapi karena kurangnya pengetahuan tentang bambu sehingga pemanfaatan bambu hanya mandek pada perabot rumah tangga dan hiasan anyaman saja. Hanya sedikit daerah di Indonesia yang memanfaatkan bambu sebagai konstruksi yang memunculkan nilai estetika bambu itu sendiri.Kata Kunci: Pusat Kerajinan, Bambu, Kontemporer Tradisional
TERMINAL KAROMBASAN TIPE-B DI MANADO. Arsitektur Hijau Hendy A. Pajow; Michael M. Rengkung; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29639

Abstract

Terminal adalah fasilitas yang sangat kompleks, banyak kegiatan yang dilakukan di terminal terkadang secara bersamaan dan terkadang secara paralel, yang terkait pada variasi dan volume kedatangan atau waktu yang dibutuhkan untuk memproses kendaraan, penumpang, dan barang. Terminal menjadi salah satu bagian penting bagi kelancaran trasnportasi kendaraan umum jalur darat. Selain merupakan tempat pemberhentian dan pemberangkatan kendaraan umum, terminal ternyata memegang peranan untuk mengatur arah sirkulasi dan hirarki jalan. Terminal juga memerlukan beberapa fasilitas yang diperuntukan bagi para calon penumpang pengguna kendaraan umum dan juga semua orang yang berada diterminal.Kata kunci : Terminal, Sirkulasi, Transportasi
RUMAH RAMAH LANSIA DI MANADO. Arsitektur Perilaku Prity G. Luly; Sonny Tilaar; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31006

Abstract

Rumah Ramah Lansia merupakan Orang Lanjut usia yang terlantar dalam  masalah gejala sosial yang sudah lama hadir ditengah kita. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 19 tahun 2012 tentang pedoman pelayanan sosial lanjut usia mendefinisikan bahwa lanjut usia terlantar adalah orang yang berusia 60 tahun atau lebih, karena faktor-faktor tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya baik secara jasmani, rohani maupun sosialnya. Dengan adanya Rumah Ramah Lansia ini menjadi salah satu alternatif tempat tinggal bagi lansia. Kesibukan anggota keluarga yang semakin tinggi serta adanya perubahan pola hidup keluarga di kota besar dari extended family menjadi nuclear family, memperkuat alasan lansia untuk tinggal di Rumah Ramah Lansia. Ruamah Ramah Lansia dipilih karena dianggap mampu memenuhi berbagai kebutuhan lansia misalnya perawatan kesehatan dari tenaga profesional, serta adanya pelayanan intensif dari pengurus Rumah Ramah Lansia. Melihat Kurangnya fasilitas Rumah Ramah Lansia di Manado yang dapat menampung para lansia untuk berlindung, maka penulis terinspirasi untuk merencanakan pembangunan Rumah Ramah Lansia di Manado, tepatnya di Ring Road 2 kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Dengan menggunakan tema Arsitektur Perilaku, perancangan Rumah Ramah Lansia di Manado di buat dengan melihat karakter dan menekankan pada aspek kenyamanan fisik, aspek psikologi juga ditekankan. Kata kunci : Rumah Ramah Lansia, Arsitektur Perilaku , Kecamatan Mapanget, Sulawesi Utara.
FASHION DESAIN DAN SEKOLAH MODEL DI MANADO. Fashionable Architecture Virginia N. Lobo; Rachmat Prijadi; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30232

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan sandang atau busana merupakan kebutuhan primer yang kini memiliki banyak fungsi sehingga memunculkan tren model berbusana di dunia dan juga membuka banyak peluang kerja di bidang fashion dan modelling. Perkembangan ini tentunya harus didukung dengan SDM yang berkualitas di bidang fashion dan model yaitu sarana pendidikan dan juga pusat Fashion desain dan Modelling di Manado. Manado sebagai ibukota Sulawesi Utara memiliki potensi salah satunya sebagai pusat industri mode karena memiliki berbagai macam fasilitas pusat perbelanjaan baik besar maupun kecil yang menyediakan berbagai macam busana yang dapat menjadi trend fashion terbaru. Dengan tujuan menghadirkan pusat fashion desain dan modelling serta sarana pendidikan dalam bidang mode di kota Manado yang tidak hanya melahirkan para desainer dan model berkualitas dan profesional serta mampu mengembangkan dunia mode, membangun suatu tempat yang dapat memberikan informasi dan sarana atau wadah pusatnya fashion juga pendidikan dalam dunia Mode serta menyediakan tempat untuk para peminat fashion baik model atau desainer Mode berkarya dan memamerkan hasil karya yang lebih edukatif dan atraktif dengan penerapan tema “Fashionable Architecture (arsitektur yang modis)” yang tidak hanya mementingkan nilai fungsional namun juga mengedepankan nilai estetika maka diharapkan Fashion Desain dan Sekolah Model di Manado dapat menjadi suatu objek arsitektural yang dapat mewadahi kebutuhan masyarakat serta dapat meningkatkan citra kota Manado dalam bidang Fashion. Dalam proses perancangan ini menerapkan metode proses desain John Zeisel dalam pendekatan rancangan terhadap; pendekatan tipologi, pendekatan tema dan kajian tapak dan lingkungan. Sehingga dapat menghasilkan suatu desain rancangan meliputi; layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, tampak tapak, potongan bangunan, potongan tapak, detail, utilitas bangunan, struktur bangunan, spot interior, spot eksterior, dan perspektif mata burung dan manusia yang merupakan hasil dalam peracangan Fashion Desain dan Sekolah Model di Manado yang masih dapat dikembangkan lebih jauh untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih baik. Kata Kunci : Estetika, Fashion, Sekolah Desain & Model.
RESOR & PUSAT SELAM DI KECAMATAN MANGANITU SELATAN. Arsitektur Tepi Air Jessy A. Rumouw; Dwight M. Rondonuwu; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30753

Abstract

Sulawesi Utara memiliki 283 pulau bernama yang diantaranya memiliki pesona pantai yang indah dan keindahan alam bawah laut, tak terkecuali dengan pulau-pulau yang ada di Kabupaten Kepepulauan Sangihe. Kabupaten  Kepulauan Sangihe memiliki sejumlah pulau dengan pantai berpasir putih dan alam bawah lautnya yang indah. Salah satu pulau dengan keindahanya, yaitu Pulau Mendaku yang terletak di Kecamatan Manganitu Selatan, Kab. Kep. Sangihe, dimana terdapat pantai dengan pasir putih dan taman bawah laut yang menjadi salah satu spot diving di Sangihe. Dengan potensi keindahannya ini mengundang wisatawan untuk datang namun minimnya fasilitas dan akomodasi yang tersedia membuat wisatawan terkendala dan potensi pulau ini tidak termanfaatkan. Dengan melihat minimnya fasilitas yang tersedia maka diangkatlah perancangan Resor & Pusat Selam di Kecamatan Manganitu Selatan ini. Dengan metode perancangan yang digunakan adalah metode dari Horst Rittel yaitu mekanisme pengembangan varieatas – reduksi varieatas, dimana pada tahap awal akan membuat beberapa alternatif dari gagasan awal yang kemudian pada tahap berikutnya akan direduksi untuk mendapatkan alternatif terbaik. Tema yang diimplementasikan adalah “Arsitektur Tepi Air” berangkat dari lokasi yang berada di pulau yang dikelilingi laut dan memiliki potensi alam bawah laut yang indah. Diharapkan dengan penerapan tema ini dapat menjawab permasalahan yang ada dan mewujudkan resor & pusat selam yang sesuai dengan standar dan memiliki keselaran dengan lingkungannya.Kata Kunci: Resor, Pusat Selam, Arsitektur Tepi Air, Kecamatan Manganitu Selatan
GEDUNG OLAHRAGA BASKET DI KOTA MANADO. Arsitektur Hypersurface Henni D. Walangitan; Pierre H. Gosal; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30163

Abstract

Olahraga basket di Kota Manado sudah tidak asing lagi. Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri memiliki beberapa klub basket yang tersebar dibeberapa kabupaten dan kota. Di Kota Manado sendiri telah banyak kompetisi basket yang telah diselenggarakan. Baik itu yang diselenggarakan oleh pihak klub PERBASI, swasta maupun pihak pemerintah Provinsi. Perlombaan yang dilaksanakan biasanya diikuti mulai dari pertandingan antar sekolah, antar universitas, antar klub daerah, maupun antar klub lainnya. Namun kurangnya fasilitas penunjang olahraga basket membuat banyak olahragawan basket dari Sulawesi Utara tidak bisa mendapat pelatihan dengan maksimal. Perancangan gedung olahraga basket ini merupakan alternatif untuk penyediaan fasilitas dan sarana kepada para olahragawan basket di Sulawesi Utara, baik dari tingkat anak-anak hingga orang dewasa. Dengan tema arsitektur hypersurface yang mengutamakan tipologi bangunan, membuat bangunan ini menjadi objek baru di Kota Manado.Kata Kunci: Olahraga Basket, Arsitektur Hypersurface
RUMAH SAKIT UMUM TIPE C DI BOLAANG MONGONDOW. Green Architecture Angga A. A. Wonggo; Pierre H. Gosal; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31105

Abstract

RSUD Datoe Binangkang di Bolaang Mongondow Merupakan salah satu Institusi pelayanan Kesehatan secara paripurna yang sudah berdiri sejak tahun tahun 2002 oleh Pemerintah Daerah dengan keadaan fisik bangunan yang kurang tertata dengan baik dan kurangnya fasilitas sarana dan prasarana sehingga perlu untuk di desain agar memliki bangunan yang lebih baik dan fasilitas yang lebih memadai dari yang sebelumnya.Redesain Rumah Sakit Datoe Binangkang (RSUD) tipe C ini menggunakan pendekatan tema Green Arsitektur yang merupakan strategi desain untuk menghadirkan Rumah Sakit yang ramah lingkungan dan untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang selaras dengan alam. Hal tersebut di maksudkan untuk memberikan harapan hidup dan mempercepat proses penyembuhan (Natural Healing) serta memberikan rasa nyaman bagi pengguna rumah sakit secara keseluruhan  Kata Kunci : Redesain, RSUD Datoe Binangkang, Green Architecture

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue