cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
INTERMODA BANDAR UDARA KASIGUNCU DI POSO SULAWESI TENGAH. Hypersurface Architecture Mamuaja, Shintya G.; Erdiono, Deddy; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21302

Abstract

Bandara Kasiguncu untuk 20 tahun ke depan dapat melayani 6 rute penerbangan seperti Makassar, Gorontalo, Manado, Samarinda, Kendari dan Balikpapan, dengan total pengguna Terminal Bandara yaitu, 912,17 orang/hari. Adapun Stasiun Kereta Api yang direncanakan akan dibuat di Kab. Poso yang berlokasi di desa Ratolene, untuk jumlah pengunjung Stasiun Ratolene pada 20 tahun ke depan yaitu 2.308,75 orang/hari dengan skala pelayanan adalah kota Manado, Gorontalo, Palu, Poso, Kendari, Mamuju dan Makassar. Pengintegritasian moda transportasi udara dan darat dilakukan pada Bandara Kasiguncu dan Stasiun Kereta Api Ratolene, untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dalam melakukan perpindahan moda transportasi dari udara ke darat dan dari darat ke udara, hal ini disebut dengan Intermoda. Dalam perancangan Intermoda Bandar Udara Kasiguncu ini menerapkan tema Hypersurface Architecture karena penulis meyakini bahwa ke depannya Bandara Kasiguncu dapat menjadi Bandara Internasional. Oleh sebab itu, teori Hypersurface Architecture sangat mendukung perancangan tersebut karena dengan bentukan geometri yang dinamis. Teori Hypersurface Architecture merupakan sebuah teori yang mengutamakan tipologi bangunan sebagai dasar bentuknya, sifat lengkung juga tidak dapat dipisahkan dari penggunaan teori tersebut dan didukung dengan bantuan digital dapat mempermudah perancangan nantinya. Kata kunci : Intermoda, Bandar Udara, Kereta Api, Hypersurface Arcitecture.
CONCERT HALL DI MANADO. Architectural and Acoustic Design Turangan, Gabriela R.; Makainas, Idradjaja; Sela, Rieneke L. E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17469

Abstract

Desain Arsitektur Akustik adalah teknologi untuk mendesain ruangan, struktur dan konstruksi dari sebuah ruangan yang tertutup. Dengan desain arsitektural yang baik, suara-suara yang diinginkan dapat dinikmati dengan sempurna dan suara-suara yang mengganggu pendengaran dapat dihindarkan contohnya pada bangunan pementasan atau Concert Hall. Di Kota Manado saat ini, peminat seni sudah sangat berkembang pesat khususnya dalam seni musik. Oleh sebab itu guna meningkatkan kualitas terhadap seni musik di Manado, maka perlu adanya wadah yang dapat menfasilitasi hal tersebut. Karena sampai saat ini, kota Manado belum mempunyai standar gedung dengan akustik yang memadai. Sehingga nantinya, wadah itu diharapkan bisa memberikan pengaruh yang baik terhadap perkembangan seni musik yang ada di kota di Manado melalui infrastruktur yang mendukung dan modern. Jadi kesimpulannya, penerapan arsitektural akustik pada Concert Hall di Manado mampu menyajikan bangunan yang modern serta mampu memberikan kenyamanan dan keamanan akustika bangunan.  Kata Kunci : Concert Hall,Architectural, dan Acoustic
HOTEL RESORT DI DANAU TONDANO RECREATIONAL WATERFRONT Tumembouw, Eunike D. K.; Prijadi, Rachmat; Mononimbar, Windy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14842

Abstract

Hotel Resort adalah sebuah wadah arsitektural dalam bentuk hunian penginapan yang dibangun untuk memfasilitasi para wisatawan mancanaegara atau wisatawan lokal yang datang berkunjung ke sebuah daerah atau objek wisata untuk menikmati fasilitas-fasilitas atau tempat-tempat wisata yang ada. Keberadaan wadah ini sudah cukup banyak tetapi masih sedikit yang menyediakan hunian Hotel Resort dengan kualitas dan pelayanan  terbaik. Selain itu tingkat kunjungan wisatawan asing maupun lokal terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang membuka peluang untuk dihadirkannya sebuah hunian Hotel Resort dengan fasilitas-fasilitas dan pelayanan yang terbaik. Recreational Waterfront merupakan tema yang diambil dalam perancangan Hotel Resort, mengingat Danau Tondano memiliki potensi alam serta perairan yang sangat bagus. Penerapan pola-pola mengikuti gaya dorong kearah danau yang diharapkan agar mempunyai view yang bagus sehingga dapat menepis citra buruk Danau Tondano yang saat ini sudah tidak terawat lagi. Melalui perancangan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal wujud perhatian terhadap potensi pariwisata di Danau Tondano, sehingga kehadiran Hotel Resort di Danau Tondano ini tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan akan fasilitas rekreasi serta akomodasi saja, tapi banyak dampak positifnya untuk danau, lingkungan sekitar, serta masyarakat yang tinggal dan hidup disekitarnya. Kata Kunci : Hotel Resort, Danau Tondano, Waterfront
AQUATIC SPORT & LEISURE CENTER DI TALAWAAN, MINAHASA UTARA “WATERSCAPE ARCHITECTURE” Junus, Mohamad H; Erdiono, Deddy; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15653

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan peningkatan kesehatan yang rekreatif sebagai bagian dari pendidikan menuju sportivitas, disiplin dan prestasi. Melalui prestasi olahraga dapat dilihat citra bangsa yang positif. Olahraga juga sangat penting bagi perkembangan fisik maupun mental masyarakat. Memadukan kegiatan olahraga, rekreasi dan komersial merupakan suatu yang positif untuk mendukung perkembangan kehidupan olahraga yang modern. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang terus berkembang, banyak kegiatan olahraga yang disempurnakan dan diperlombakan sebagai kegiatan pemersatu masyarakat baik lokal maupun internasional, salah satunya olahraga air, Oleh karena itu perlu dihadirkannya gedung Aquatic Sport and Leisure Center, Yang bisa memadukan kegiatan olahraga air, rekreasi dan komersial.Dalam perencanaan sebuah gedung Aquatic Sport and Leisure Center, harus benar benar direncanakan secara matang, dan disesuaikan dengan tuntutan olahraga masyarakat modern sekarang ini. Pendekatan dalam perancangan arsitektur, sebuah konsep bangunan gedung Aquatic Sport and Leisure Center merujuk pada pertimbangan kondisi lingkungan dan fungsi bangunan dengan maksud memberikan wadah yang layak untuk menampung kegiatan penggunanya. Kota Manado yang berada di pinggiran pantai sekaligus terletak di kawasan hilir dari 4 sungai besar yang membelah 6 wilayah kota Manado, sangat memungkinkan untuk diterapkannya tema Waterscape Architecture.Manado sebagai sebuah Ibukota Propinsi Sulawesi Utara dengan prestasi olahraga yang cukup baik dan menjadi tolak ukur serta acuan kemajuan perkembangan olahraga khususnya olahraga air di belahan timur Indonesia. Untuk itu demi meningkatkan amino masyarakat akan olahraga air, maka Tuntutan untuk penyediaan fasilitas olahraga air yang representatif dan modern sangatlah diperlukan. Penyediaan sebuah sarana olahraga berupa Gedung Aquatic Sport and Leisure Center sangatlah tepat menjawab tuntutan tersebut.  Kata Kunci : Aquatic Sport & leisure, Waterscape Architecture.
SPORT CENTER DI KOTA TOMOHON. High Tech Architecture Fernando Z. Runtuwene; Jefrey I. Kindangen; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25554

Abstract

Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Di Indonesia olahraga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dapat dilihat dari pencapaian di tahun 2018 yakni Indonesia menduduki posisi keempat dalam Asian Games ke-18 sekaligus menjadi tuan rumah dalam gelaran akbar tersebut. Kota Tomohon dewasa ini menjadi salah satu kota di Sulawesi Utara yang berkembang cukup pesat di sektor olahraga, dengan berbagai event tahunan yang aktif diselenggarakan oleh permerintah kota Tomohon yakni Walikota Cup dan Liga Pelajar. Respon aktif masyarakat menjadi alasan utama event-event olahraga Kota Tomohon dapat terlaksana. Namun karena fasilitas olahraga yang masih kurang dan faktor kenyamanan yang belum terpenuhi berujung pada minat masyarakat terhadap olahraga mulai menurun.Sport Center ini menjadi jawaban yang tepat dimana objek arsitektural ini dapat mewadai berbagai jenis olahraga. Dilakukan pendalaman tentang bangunan Sport Center dan standarisasi perancangannya serta tinjauan mengenai kota Tomohon. Mengusung Tema High Tech Architecture diharapkan objek arsitektural ini bisa menambah ketertarikan masyarakat Kota Tomohon terhadap olahraga. Selain itu diharapkan dengan hadirnya Sport Center ini akan muncul pemahaman baru tentang suatu bangunan dengan penerapan tema High Tech Architecture. Kata Kunci : Olahraga, Kota Tomohon, Sport Center, High Tech Architecture
RUMAH SAKIT BERSALIN NUSA INA DI AMBON ‘MAKNA METAFORIK PROSES KEHAMILAN’ Narahayaan, Alfin R.; Kindangen, Jefrey; Rengkung, Michael
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.5957

Abstract

Perancangan Rumah Sakit Bersalin di Ambon ini diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan medis dan fasilitas yang profesional bertaraf  internasional, agar dapat mewadahi aktifitas ibu dan anak dalam proses persalinan serta pemeriksaan kesehatan. Bangunan dengan fungsi pokok yaitu pelayanan kesehatan ini, didesain dengan konsep “makna metaforik proses Kehamilan” yang merupakan konsep yang di ambil dalam bidang kesehatan, dan ini di informasikan kedalam desain dengan mengekspresikan masa bangunan, memperhatikan sirkulasi. Diharapkan selain deasin proyek ini mampu memberikan wadah yang tepat untuk Ibu dan anak, bangunan inipun mempu memberikan fasilitas yang lengkap untuk mengatasi dan mengurangi angka kematian Ibu dan anak yang sangat besar di Indonesia khususnya Kota Ambon. Kata kunci : Rumah Sakit, Bersalin, Nusa Ina
YOUTH CENTER DI TONDANO. Arsitektur Feminisme Manopo, Regina D.; Sondakh, Julianus A. R.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20822

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus, namun fenomena kenakalah-kenakalan remaja di Tondano kerap kali menjadi masalah. Dimana sering kali ditemui kasus-kasus kenakalan remaja yang dapat dikategorikan sebagai kasus krimunal. Hal tersebut terjadi karena kurangnya wadah untuk para remaja menyalurkan bakat dan minatnya untuk kegiatan yang positif yang bermanfaat serta membangun karakter remaja. Tondano merupakan ibu kota Minahasa yang memiliki warisan budaya yang beragam, namun pada saat ini kurang di ajarkan kepada generasi mudah untuk melestarikan budaya tersebut seperti tarian tradisional dan musik tradisional Minahasa. Untuk itu dengan adanya Youth Center di Tondano ini dapat menjadi wadah untuk menampung kegiatan seni dan olahraga yang dapat menjadi tempat yang menunjang bagi para remaja di Tondano membentuk bersosialisasi, berbagi pendapat dan mengembangkan jiwa sosial mereka. Dengan penerapan Arsitektur Feminisme pada Youth Center di Tondano ini diharapkan bisa menjadi daya tarik untuk remaja dan wisatawan. Gaya dari arsitektur feminisme sendiri sangat berbeda dengan gaya arsitektur di Tondano dimana arsitektur feminisme ini menghasilkan gaya arsitektural yang modern dan lebih kekinian yang akan lebih menarik perhatian anak muda. Kata kunci : Youth Center di Tondano, Remaja, Arsitektur Feminisme, Seni Budaya Minahasa
GEDUNG OLAHRAGA DI MANADO - Eksplorasi Fungsi Struktur dalam Arsitektur Salu, Dedy S.; Pouluan, Roosje J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.587

Abstract

GEDUNG OLAHRAGA DI MANADO (EKSPLORASI FUNGSI STRUKTUR DALAM ARSITEKTUR) Dedy Sapril Salu[1] R. J. Poluan[2]   ABSTRAK Olahraga merupakan suatu kegiatan yang sangat penting bagi perkembangan fisik maupun mental masyarakat. Memadukan kegiatan olahraga, rekreasi dan edukasi merupakan sesuatu yang positif untuk mendukung perkembangan kehidupan olahraga yang modern. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang terus berkembang, banyak kegiatan olahraga yang disempurnakan dan diperlombakan sebagai kegiatan pemersatu masyarakat baik lokal maupun internasional. Salah satu upaya dalam menunjang peningkatan kebutuhan olahraga adalah menghadirkan suatu sarana dan prasarana olahraga. Sarana olahraga yang telah ada di Kota Manado saat ini tidak representatif dan belum memenuhi standard sehingga diperlukan suatu sarana dan prasarana olahraga baru yaitu Gedung Olahraga yang disediakan dalam suatu lokasi dan terdiri dari beberapa massa utama yang meliputi fasilitas Voli indoor, Tennis Indoor, Basket Indoor, dan Futsal Indoor. Selain itu terdapat pula fasilitas pendukung berupa Kantor Pengelola dan fasilitas komersial berupa ruang fitness, food courd dan cafe dan retail untuk penjualan peralatan dan aksesoris untuk olahraga. Untuk mewujudkan objek gedung olahraga yang dimaksud, maka digunakan pendekatan tema Eksplorasi Fungsi Struktur dalam Arsitektur. Dimana struktur dalam hal ini tidak hanya digunakan sebagai penopang beban namun juga dapat berfungsi sebagai pembentuk massa, sebagai estetika, optimalisasi fungsi ruang dan dapat memaksimalkan pencahayaan alami. Dengan demikian diharapkan Gedung Olahraga ini akan dapat menjawab kebutuhan olahraga yang representatif dan memenuhi standarisasi sehingga dapat memberikan pelayanan baik secara rekreasi, edukasi maupun kompetisi. Kata kunci: Olahraga, Gedung Olahraga Indoor, Eksplorasi Fungsi Struktur. [1]Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2]Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT
MODEL PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KAWASAN PUSAT KOTA TUMPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN. Suriandjo, Hendrik S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16829

Abstract

Tumpaan adalah bagian dari Kota Amurang yang merupakan sub urban dari kota baru yang cukup maju dan pesat perkembangannya sejak dimekarkan dari Minahasa Induk pada tahun 2005  dan dimekarkan lagi menjadi Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan melalui uu no. Tahun 2007. Pertumbuhan fisik yang sangat cepat dari beberapa kawasan di lingkungan kota yang berkembang kurang tertib, tidak selaras dan serasi dengan lingkungannya, sehingga kawasan tersebut menjadi tidak produktif. Dengan pola yang berkembang seperti itu memerlukan pengaturan lebih khusus terutama dari segi panduan dan arahan tata bangunan dan lingkungannya terutama juga pada daerah pesisirnya, sehingga dapat terciptanya kualitas lingkungan yang baik dan juga dapat memberikan arahan terhadap pemanfaatan lahan sesuai dengan Tata Ruang yang berlaku.Mengingat kecenderungan pertumbuhan fisik secara cepat terjadi di daerah perkotaan/urban, maka prioritas penangan/penataan yang dikhususkan pada daerah yang padat dengan menggariskan pada : Pusat Kawasan yang Padat , Pusat Perdagangan, Pusat Permukiman campuran dan Pusat Kawasan yang koindisi Geografisnya perlu perhatian (daerah perbukitan, pesisir pantai (coastal area) dan daerah jalur ring road/tol)Di satu sisi, atas pertimbangan makin tingginya harga tanah di perkotaan, optimalisasi pemanfaatan lahan untuk pembangunan perumahan dan permukiman menjadi hal yang tak terelakkan. Di sisi lain, potensi masyarakat yang kurang mampu untuk memmiliki rumah pribadi cenderung makin menurun. Di perkotaan banyak masyarakat bermukim di kawasan yang padat, meskipun berkondisi kumuh, kurang sehat (menurut data terakhir proporsi pemanfaatan pemukiman di pesisir dan perkotaan sudah berbandin sama pada posisi 50%. Hal ini terjadi karena pola pembangunan yang cenderung berkembang di area pesisir dan juga agar tetap dengan lokasi tempat bekerja (yang umumnya di pusat kota) tak jarang mereka tinggal di rumah sewa dengan kondisi permukiman seperti tersebut di atas.Kajian ini dibuat untuk meningkatkan pemanfaatan ruang kota yang terkendali, suatu produk tata ruang kota harus dilengkapi dengan Panduan Penataan Bangunan dan Lingkungannya dengan mengakomodasi kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, budaya, memiliki citra fisik maupun non fisik yang kuat, keindahan visual serta terencana dan terancang secara terpadu. Hal tersebut sebagai bagian dari pemenuhan terhadap Persyaratan Tata Bangunan seperti tersirat dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (pasal 9).                                     Kata Kunci : Pertumbuhan Fisik, Pemanfaatan Ruang, Panduan Penataan Bangunan dan Lingkungan
PUSAT REHABILITASI PENDERITA STROKE DI MANADO. Pendekatan Tema Arsitektur Tropis Ponga, Gisella T.; Syafriny, Reny; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21265

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang tergolong berbahaya karena dapat menyerang seseorang dengan usia produktif maupun usia lanjut yang berakibat pada kematian dan kecacatan baik secara fisik maupun mental. Sulawesi Utara merupakan tempat yang kasus strokenya tertinggi, melihat pola gaya hidup orang Manado yang pola makannya kurang baik yang sering mengonsumsi daging sehingga dapat menyebabkan stroke. Orang yang telah menderita stroke pastinya membutuhkan rehabilitasi untuk memulihkan kembali bentuk atau fungsi yang normal setelah pasca stroke. Pusat rehabilitasi penderita stroke sebagai tempat pasien melakukan rehabilitasi untuk mendapatkan terapi secara intensif baik terapi fisik maupun terapi psikologi sehingga mampu menekan angka kematian di Sulawesi Utara. Tema yang diangkat dalam perancangan bangunan Pusat Rehabilitasi Penderita Stroke di Manado yaitu Arsitektur Tropis. Konsep perancangan dengan tema Arsitektur Tropis ini memberikan kenyamanan dan pemulihan yang cepat bagi pasien dalam menjalani rehabilitasi. Tema arsitektur tropis ini diimplementasi pada bangunan baik mengenai sirkulasi ruang, bukaan pada bangunan untuk mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami, serta penataan taman ruang dalam (interior) maupun luar bangunan (eskterior) yang dimanfaatkan untuk ruang hidroterapi outdoor dan gymnasium outdoor.Kata kunci : Arsitektur Tropis, kota Manado, Pusat Rehabilitasi Penderita Stroke, Stroke

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue