cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
ASRAMA HAJI EMBARKASI SULUT DI MANADO. Arsitektur Islam Kresno B. Murti; Rahmad Prijadi; Surijadi Supardjo
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30772

Abstract

Asrama Haji Embarkasi Sulut di Manado merupakan satu kawasan kegiatan keagamaan dimana di tempat ini adalah tempat embarkasi dan debarkasi bagi para calon haji sebelum diberangkatkan ke tanah suci, selain itu kawasan Asrama Haji ini terbuka untuk masyarakat umum baik untuk kegiatan pelatihan maupun kegiatan wisata religi, dimana di dalamnya terdapat kegiatan pendidikan berbasis agama Islam. Sedangkan konsep perancangan bentuk bangunan pada Asrama Haji Embarkasi Sulut di Manado dibuat bentuk dasar persegi empat yang mengadopsi dari bentuk kahbah, yang kemudian mengalami transformasi sesederhana mungkin sesuai dengan kebutuhan ruang dan bentukan site. Dengan mengambil tema Arsitektur Islam maka Asrama Haji Embarkasi Sulut di Manado ini akan mampu untuk tampil berbeda dengan Asrama Haji lainnya, dimana bangunan ini akan mengacu pada simbol-sombol keislaman dengan estetika interior dan struktur akan lebih memperjelas fungsi dari bangunan tersebut, begitu pula dengan karya-karya arsitektural yang juga merupakan kumpulan dari elemen-elemen pembentuk yang memiliki suatu makna, arti yang dapat menjadikan Asrama Haji Embarkasi Sulut di Manado sebagai tempat yang mewadahi aktivitas pertemuan, berkomunikasi, dan bertukar pikiran, saling memberikan informasi dan pengetahuan tentang keislaman, serta saling menunjang dengan fungsi lainnya untuk menjadikan satu kawasan Asrama Haji Embarkasi di Manado ini sebagai wadah untuk menunjang perkembangan Kota Manado sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Utara: menjadi icon baru yang religius dan rekreatif serta representatif berkarakter khusus dengan bentuk bangunan yang memprioritaskan simbol-simbol keislaman dan nilai-nilai spiritual. Bangunan tersebut diharapkan sunggap memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa Indonesia dan lebih khusus Sulawesi Utara, baik di masa kini maupun masa yang akan datang.Kata Kunci: Asrama Haji, Embarkasi, Arsitektur Islam.
PUSAT REHABILITASI PENGGUNA NAPZA DI KOTA MANADO. Healing Environment Rivaldo M. Possumah; Sonny Tilaar; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31153

Abstract

Pusat Rehabilitasi Pengguna NAPZA merupakan layanan Kesehatan. Yang memberikan pelayanan rehabilitasi bagi pecandu Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Penanganan dalam rehabilitasi meliputi Rehabilitasi Medis, Rehabilitasi Sosial, Bimbingan Lanjut / After Care, serta penanganan rehabilitasi lainnya. Healing Environment sebagai tema perancangan merupakan sebuah konsep seting lingkungan yang mendukung penyembuhan pasien dan membawa mereka kedalam kondisi kesehatan yang baik dengan mengeliminasi faktor environmental stressors. Tema Healing Environment pada objek rancangan menerapkan kombinasi element-element desain seperti bentuk bangunan yang dinamis namun tegas, fasad bangunan, permainan warna dam aroma, serta pemilihan material-material alami yang dapat menciptakan sebuah lingkungan atau suasana ruang yang santai dan rileks sehingga dapat mendukung proses penyembuhan.Pusat Rehabilitasi Pengguna NAPZA di Kota Manado dengan tema Healing Environment, diharapkan dapat menciptakan lingkungan khusus bagi orang-orang yang memiliki ketergantungan obat-obatan terlarang.Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi, NAPZA, Healing Environment, Arsitektur
GALERI SENI TRADISIONAL DI MANADO. Implementasi Arsitektur Mimesis Magdalena P. Lumintang; Ricky M. S. Lakat; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30999

Abstract

Seni merupakan salah satu aset yang dimiliki Negara Indonesia, termasuk seni di Sulawesi Utara. Saat ini, wadah untuk menampung karya seni di Sulawesi Utara masih kurang, sehingga banyak karya seni yang belum tereksplor. Banyak kegiatan seni atau pameran-pameran karya seni masih dilaksanakan di gedung seperti mall. Karena itu, perlu dirancang sebuah gedung dengan tujuan untuk memfasilitasi semua karya seni yang terdapat di Sulawesi Utara. Gedung yang dimaksud adalah Galeri Seni Tradisional yang akan dirancang di Kota Manado yang adalah pusat kota Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah Glass Box untuk mempermudah proses perancangan agar tersistematis dan terstruktur. Perancangan ini menerapkan tema Arsitektur Mimesis dengan mengambil makna dari Bhinneka Tunggal Ikha sebagai ide konsep pada bentuk bangunan. Ruang-ruang dalam bangunan dan ruang luar didesain berdasarkan fungsi dengan mengoptimalkan penggunaan lahan serta mengikuti keadaan tanah sehingga objek yang dirancang memiliki nilai seni dan dapat dinikmati oleh seniman bahkan penikmat seni.Kata Kunci: Galeri Seni Tradisional, Glass Box, Arsitektur Mimesis, Bhinneka Tunggal Ikha
RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA DI KOTA MANADO. Arsitektur Perilaku Gerald C. Manan; Papia, J. C. Franklin; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.32077

Abstract

Rumah sakit khusus jiwa atau yang lebih sering kita sebut rumah sakit jiwa (RSJ) merupakan tempat untuk merawat pasien dengan gangguan mental atau gangguan kejiwaan, baik dari skala ringan sampai pada serius yang membutuhkan perawatan khusus. Di Manado sendiri, rumah sakit jiwa sudah ada dan sudah beroperasi dengna cukup baik. Akan tetapi fasilitas dan penanganan akan pasien masih kurang atau jauh dari standar yang ada. Ini terjadi dikarenakan perancangan akan rumah sakit jiwa sering tidak berpusat pada pasien yang ada. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perancangna rumah sakit jiwa ini akan menggunakan arsitektur perilaku. Arsitektur perilaku sendiri memiliki cara perancangan yang memusatkan pada perilaku pengguna terhadap object atau rancangan bangunan yang akan dibangun. Dengan penggunana arsitektur perilaku diharapkan dapat memberikan jawaban atas masalah yang sering terjadi pada rumah sakit jiwa pada umumnya. Metode perancangan yang dipakai juga merupakan metode perancangan dari Horst Rittle, yang menggabungkan proses desain generasi I dan generasi II. Hasil perancangan nanti diharapkan dapat berfungsi sesuai dengan harapan dan sesuai dengan standar penanganan akan pasien yang memiliki gangguan kesehatan jiwa.Kata kunci : Rumah Sakit Jiwa, gangguan mental, Arsitektur perilaku
MIX USE RUSUNAWA DAN PASAR KARYA MANADO. Seni Ekspresi Struktur Rebellia N. D. Tumewu; . Suryono; Ricky M. S. Lkat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30146

Abstract

Sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin hari semakin modern, banyak orang menginginkan efisiensi akan segala hal termasuk efisiensi akan jarak antar tempat kerja, tempat tinggal dan tempat rekreasi, ataupun efiseiensi dalam penggunaan lahan yang semakin sedikit. Dengan tuntutan perkembangan perekonomian dengan pertambahan penduduk yang mengakibatkan lahan yang semakin hari semakin sempit,perwujudan bangunan Mix Use yang menggabungkan 3 fungsi bangunan atau lebih merupakan salah satu solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan ini.Pasar merupakan salah satu pusat perekonomian bagi suatu kota. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah Pasar Tradisional kurang mampu mewadahi aktivitas perekonomian masyarakat dalam hal kuantitas maupun kualitas. Dalam Hal ini, perlu diciptakannya pasar yang dapat memberikan kenyamanan bagi pembeli sekaligus penjual pasar. Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pemukiman padat di perkotaan. Rumah susun disediakan untuk memberikan akses tempat tinggal yang bersih, dan tertata, dan dengan harga relatif terjangkau, sehingga dapat disewa oleh penduduk dengan penghasilan rendah. Manado merupakan kota yang layak dalam pengembangan ekonomi kreatif. Banyaknya orang menganggur karena tidak memiliki wadah pekerjaan, serta penduduk usia tua yang dianggap kurang produktif sehingga menghabiskan kegiatan mereka dengan menganggur di rumah, hal ini dapat diatasi dengan pengembangan ekonomi kreatif. Oleh sebab itu, perlu diwujukan Industri Kreatif untuk mewadahi aktivitas ini. Perancangan objek bangunan mix use, pasar dikombinasikan dengan Rusunawa untuk memperpendek jarak penjual ataupun pembeli dengan pasar, sehingga tidak perlu biaya transportasi dan memakan waktu banyak untuk berjualan, atau membeli di pasar, juga objek ini menyediakan wadah bagi rencana relokasi pasar, dan penjual yang seringkali tidak mendapat tempat untuk berjualan di pasar. Konsep utama dari Objek ini adalah “Seni Ekspresi Struktur” untuk menggambarkan bangunan teknik yang merupakan suatu bentuk seni atau kerajinan, sehingga dapat memberikan pemikiran bahawa struktur bukanlah hanya suatu hal yang berbentuk kaku dan monoton melainkan struktur memiliki suatu nilai estetika dan seni, yang disesuaikan dengan objek bangunan yang merupakan suatu bentuk karya seni. Kata Kunci: Mix Use, Pasar, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Industri Kreatif, Seni Ekspresi Struktur
PUSAT INDUSTRI KREATIF KOTA MANADO. Arsitektur Nusantara Christina L. Bakara; . Suryono; Ingerid L. Moniaga
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31098

Abstract

Pusat Industri Kreatif Kota Manado adalah salah satu fasilitas yang berfungsi sebagai ruang bersama dan tempat berkembang para pelaku-pelaku usaha di bidang industri kreatif. Dengan melihat potensi subsektor industri kreatif di kota Manado yang setiap tahun menunjukkan perkembangan dalam ekonomi kreatif di Sulawesi Utara dan Indonesia, namun belum adanya wadah untuk memaksimalkan potensi tersebut sehingga penulis membuat rancangan Pusat Industri Kreatif Kota Manado dengan Tema Arsitektur Nusantara. Dalam perancangan Pusat Industri Kreatif Kota Manado, metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data, yaitu studi yang dilakukan secara deskriptif, dengan beberapa langkah yaitu studi literatur, observasi, studi komparasi, analisa, sintesa, dan desain final.Hasil dari Perancangan Pusat Industri Kreatif Kota Manado berupa rancangan desain Arsitektur Nusantara yang bersumber pada kearifan lokal,kekayaan budaya, kondisi lingkungan & ciri khas daerah Sulawesi Utara untuk menghadirkan ruang dan fasilitas bagi pelaku industri kreatif di Manado untuk mengembangkan usahanya.Kata Kunci         : Pusat, Industri Kreatif, Pelaku Usaha, Arsitektur Nusantara
GALERI BATIK DI MANADO. Arsitektur Metafora Feibriani K. Sumadi; Fela Warouw; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30869

Abstract

Batik merupakan warisan budaya nusantara yang seharusnya untuk di lestarikan. Setiap daerah di Indonesia memiliki beragam batik yang menjadi ciri khas tersendiri, mulai dari setiap motif batik, cara membuat, pun mengandung corak dan makna yang berbeda-beda di tiap daerahnya. Begitupun Sulawesi Utara yang memiliki kain khas tradisionalnya yang dikenal yaitu batik Bentenan, batik Pinawetengan dan batik Bercerita. Fakta yang ada sekarang ketiganya memiliki galeri masing-masing tetapi tidak berada dalam kesatuan bangunan. Maka diperlukan galeri batik yang dapat mewadahi ketiga batik yang ada, didalamnya terdapat fasilitas yang menunjang bagi para pengunjung untuk mengenal lebih batik khas Sulawesi Utara lewat kegiatan didalamnya, mulai dari ruang pameran, ruang kerajinan, ruang proses membatik, ruang worshop dan ruang-ruang yang menunjang dengan tujuan untuk melestarikan batik agar dapat dinikmati hingga anak cucu. Pemilihan lokasi strategis yang berada di pusat kota, yaitu Kota Manado. Dengan menggunakan tema Arsitektur Metafora pada Galeri Batik di Manado, dapat memberi kesan tersendiri pada bangunan untuk mengarahkan pengguna maupun pengamat mendapatkan ketertarikan lewat visual dan non visual.Kata Kunci: Galeri Batik, Manado, Arsitektur Metafora 
MUSEUM BAHARI DI KOTA MANADO. Penerapan Intangible Metaphors Dalam Arsitektur Timothy T. Tumonggor; Jefrey I. Kindangen; Dwight M. Rondonuwu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30771

Abstract

Kota Manado merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Utara dengan garis pantai sepanjang 18,7 kilometer yang masuk dalam kategori waterfront city dan berpotensi dalam bidang pariwisata. Museum merupakan salah satu tujuan objek wisata. Museum bahari merupakan tempat melestarikan dan memperkenalkan kebaharian Sulawesi Utara melalui pameran yang menampilkan koleksi tentang kebaharian/kelautan, seperti benda-benda bersejarah, maupun keanekaragaman hayati laut. Namun, dewasa ini museum menjadi tempat yang kurang diminati pengunjung karena teknik penyajian yang kurang menarik dan terkesan membosankan. Sehingga masyarakat kurang merasakan manfaat museum sebagai sarana konservasi, informasi, edukasi maupun rekreasi. Dengan memanfaatkan letak stategis Kota Manado serta untuk mengangkat citra museum yang sedang sekarat, dicanangkanlah perancangan Museum Bahari di Kota Manado. Perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan objek Museum Bahari di Kota Manado yang menarik dengan penerapan Intangible Metaphors dalam arsitektur.  Metode yang digunakan dalam perancangan adalah metode glass box menurut J.C. Jones (Design Methods:1972). Metode ini dilakukan secara sistematis dimana konsep perancangan tidak datang secara spontan, tetapi melalui beberapan tahapan yang dilakukan dengan pertimbangan tertentu. Tema yang diterapkan dalam perancangan adalah Intangible Metaphors dalam arsitektur yang merupakan bagian dari arsitektur metafora. Sifat dan karakteristik air menjadi elemen dasar dalam perancangan yang diimplementasikan pada aspek-aspek rancangan berupa konfigurasi massa, selubung, ruang luar dan ruang dalam.  Dengan penerapan tema ini diharapkan mampu menghadirkan objek Museum Bahari di Kota Manado yang menarik dikunjungi bagi masyarakat lokal maupun mancanegara.Kata kunci: Museum Bahari, Arsitektur Metafora, Intangible Metaphors, Kota Manado
SEKOLAH ASRAMA ISLAM DI MANADO. Arsitektur Islam Wisnu F. Ardiansyah; Rachmat Prijadi; Surijadi Supardjo
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30167

Abstract

Boarding school adalah sistem sekolah dengan asrama, dimana peserta didik dan juga para guru tertentu tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya, dimana di dalamnya terdapat kegiatan pendidikan berbasis agama Islam. Sedangkan konsep perancangan bentuk bangunan pada Sekolah Asrama di Manado diambil dari bentuk setengah lingkaran yang diadopsi dari simbol islam yaitu Bulan sabit dan bintang yang berfokus pada bentuk bulan yang kemudian mengalami transformasi karena kebutuhan ruang dan bentukan site. Dengan mengambil tema Arsitektur Islam maka Sekolah Asrama Islam di Manado ini akan mampu untuk tampil berbeda dengan Sekolah Asrama lainnya, dimana bangunan ini akan mengacu pada symbol-sombol keislaman dengan estetika interior dan struktur akan lebih memperjelas fungsi dari bangunan tersebut, begitu pula dengan karya-karya arsitektural yang juga merupakan kumpulan dari elemen-elemen pembentuk yang memiliki suatu makna, arti yang dapat menjadikan Sekolah Asrama Islam di Manado sebagai tempat yang mewadahi aktivitas pertemuan, berkomunikasi, dan bertukar pikiran, saling memberikan informasi dan pengetahuan tentang keislaman, serta saling menunjang dengan fungsi lainnya untuk menjadikan satu kawasan Sekolah Asrama Islam di Manado ini sebagai wadah untuk menunjang perkembangan Kota Manado sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Utara menjadi icon baru yang religious serta representatif berkarakter khusus dengan bentuk bangunan yang memprioritaskan simbol-simbol keislaman dan nilai-nilai spiritual. Bangunan tersebut diharapkan sanggup memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa Indonesia dan lebih khusus Kota Manado, baik di masa kini maupun masa yang akan datang.Kata Kunci: Boarding School, Sekolah Asrama Islam, Arsitektur Islam.
GALERI SENI DI TOMOHON. Respect for Site Ezra W. Talibonso; Alvin J. Tinangon; Ingerid L. Moniaga
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30150

Abstract

Kota Tomohon Sulawesi Utara, Tomohon yang dikenal dengan julukan kota bunga di sisi lain Tomohon dikenal akan destinasi wisata alam yang indah dan menarik maupun akan seni dan kebudayaan lokal yang masih di lesatarikan hingga saat ini,  yang sangat di minati wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Seni menjadi salah satu daya tarik di saat ini, Tomohon sendiri memiliki beberapa kegiatan- kegiatan seni tahunan dan memiliki seniman – seniman lokal  namun belum memiliki tempat untuk mewadahi akan kegiatan seni dan ruang  kumupul  atau ruang pameran bagi seniman,  sehingga di perlukan galeri seni , yang tidak hanya sebagai tempat pameran namun dapat berfungsi untuk aktivitas maupun edukukasi tentang seni.  Dengan melihat kondisi alam yang masih alami dengan hadirnya Galeri seni di Tomohon yang bertemakan respect for site ,  akan menjadi wadah bagi seniman untuk berkarya maupun tempat pemeran karya seni. Dengan tema respect for site. Galeri ini  tidak hanya terbatas di dalam ruangan saja namun akan ada di luar ruangan respect for site yang maksud disini yaitu bagaimana merespon keadaan alam dan menyatukan antara ruang dalam dengan alam tanpa merusak kondisi sekitar. Kata kunci: Tomohon, Galeri Seni, Respect For Site.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue