Articles
882 Documents
PUSAT PEMBELAJARAN DAN REKERASI MANADO. Eco-Friendly Building
Cheren K. Wattimena;
Frits O.P. Siregar;
Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30880
In this revolutionary era where all human are in line with technological advances, where this as directly proportional to the interest in channeling people’s talents, of course, it requires a learning platform that can accommodate people’s hobbies as well as increasing human resources to be able to compete in this era. Several considerations were made in order to achieve the expectations of young people for this facility, especially the residents in Manado. Indequate demand and the lack of supply and in fact never existed in Manado, where these facilities support educational purposes in both academic and non-academic fields, as well as being a business opportunity for young businessmen, creating jobs and improving the quality of teaching and learning between teachers and students to achieve many goals in educational purposes as well as being a facilities that can bring joy to the people inside.With the theme of creating an eco-friendly building where this kind of architecture can bring so much impact in the neighborhood and also can help nature as it state in the process of bringing up such theme.Kata kunci :Pusat Pembelajaran, Pusat Rekreasi , Eco-Friendly Building.
PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA MANADO, Privasi dalam Arsitektur
Monica P. P. Roring;
Judy O. Waani;
Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i2.31564
Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah masyarakat yang cukup sering terdengar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Efek dan dampak kekerasan seksual mencakup trauma fisik dan psikologis. Pemerintah serta pihak-pihak terkait telah melakukan upaya mereka untuk menangani masalah ini, sehingga dirancanglah bangunan untuk mewadahinya yakni pusat rehabilitasi korban kekerasan seksual. Objek ini merupakan wadah sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan bagi para korban. Perancangan objek ini menggunakan pendekatan privasi dalam arsitektur yang dapat mendukung bangunan mencapai tujuan utamanya, yaitu sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan. Lokasi perancangan terletak di Jl. Meruasey Malalayang Dua, Malalayang, kota Manado, Sulawesi Utara. Tujuan perancangan ini yaitu untuk menghadirkan bangunan yang mampu mewadahi para korban permasalahan sosial di kota Manado dan untuk memberikan privasi yang dibutuhkan. Metode perancangan menggunakan proses perancangan generasi II (desain argumentatif) yang dikemukakan oleh Horst Rittel. Hasil rancangan ini pada akhirnya menghadirkan objek untuk mencegah dan mengatasi dampak kekerasan seksual yang sering terjadi dan untuk meningkatkan kepedulian kita akan betapa pentingnya memperhatikan masalah ini dan betapa fatalnya dampak yang terjadi serta pentingnya kesehatan mental korban.Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual, Privasi
PASAR MODERN LIRUNG Di KABUPATEN TALAUD. Arsitektur Kontemporer
Andika E. Bawontea;
Vicky H. Makarau;
Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31012
Perkembangan pembangunan kabupaten Talaud semakin meningkat tiap tahunnya. Khususnya sektor industri perdagangan dan jasa, pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kabupaten Talaud sangat besar maka hadirlah konsep perencanaan “Pasar Moderen Lirung di Kabupaten Talaud, yang mengacu dari kebutuhan akan barang dan jasa sebagai penunjang kebutuhan masyarakat sehari-hari. Berangkat dari tujuan perancangan objek ini maka tema yang digunakan adalah Arsitektur Kontemporer yang diharapkan dapat menciptakan sesuatu objek yang baru dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas di pasar modern. Dengan hadirnya perancangan pasar modern di talaud ini, dapat menunjang keperluan masyarakat akan barang dan jasa, serta menambah pendapatan daerah. Pasar modern ini mampu menampung masyarakat kabupaten talaud dalam mencari kebutuhan sehari-hari, karna pasar ini dirancang sesuai dengan standard kebutuhan di dalam pasar modern.Kata Kunci : Arsitektur, Kontemporer, Pasar  modern Lirung di Kabupaten Talaud
GEDUNG OLAHRAGA MULTIFUNGSI DI MINAHASA UTARA. Struktur Sebagai Ekspresi Dalam Arsitektur
Joshua R. Makarau;
Johannes Van Rate;
Surijadi Supardjo
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30863
Pembangunan olahraga merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari pembinaan dan pembangunan bangsa dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Insani, terutama diarahkan pada peningkatan kesehatan jasmani dan rohani, serta dituju untuk membentuk watak dan kepribadian yang memiliki displin dan sportivitas yang tinggi. Di samping itu, pembangunan olahraga juga dijadikan sebagai alat untuk memperlihatkan eksistensi bangsa melalui pembinaan prestasi. Di Propinsi Sulawesi Utara khususnya Kabupaten Minahasa Utara, minat olahraga semakin meningkat, baik atlit maupun penonton. seiring dengan itu, keterbatasan ketersediaan sarana dan prasarana olah raga di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan tuntutan masyarakat semakin meningkat. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana olahraga sebagai wadah dan pengembangan bakat olahraga yang baik menjadi salah satu jawaban untuk peningkatan prestasi. Struktur Sebagai Ekspresi Dalam Arsitektur merupakan tema perancangan yang memiliki keterkaitan dengan objek perancangan. konsep struktur bangunan yang kuat dan dapat menampilkan keindahan dari bentukan struktur tersebut. Dengan hadirnya Gedung Olahraga Multifungsi lebih kepada pemenuhan fasilitas dan diharapkan dapat menjadi wadah yang dapat mendukung dan menunjang program Pemerintah dalam upaya mempromosikan daerah Sulawesi Utara ini khususnya Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci: Gedung Olahraga Multifungsi,Struktur Sebagai Ekspresi Dalam Arsitektur, Minahasa Utara
TERMINAL TIPE B DI TUMPAAN, KABUPATEN MINAHASA SELATAN. Transformasi Gerak ke Bentuk
Inri I. Tilaar;
Sonny Tilaar;
Windy Mononimbar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30712
Terminal merupakan bagian sistem transportasi yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Terminal bus menjadi salah satu bagian penting bagi kelancaran penggunaan transportasi umum darat. Selain merupakan tempat pemberhentian dan pemberangkantan kendaraan bus, terminal bus juga memegang peran untuk mengatru arah sirkulasi dan hirarki jalan. Pada terminal tipe b terletak dalam jaringan trayek antar kota dalam provinsi, untuk melayani pergerakan regional ke arah barat dan timur, utara dan selatan serta pergerakan antar kota dalam provinsi.Metode perancangan yang digunakan mengacu pada proses desain generasi II John, yang melihat proses perencangan sebagai sebuah tahapan spiralistik yang berulang-ulang menuju kepada satu penajaman.Maka diperlukan terminal tipe b untuk melayani transpotarsi angkutan kota dalam provinsi yang aman dan nyaman untuk para penumpang dan juga menghasilkan suatu karya arsitektur atau bangunan yang modern.Kata Kunci: Terminal Tipe B, Transformasi Gerak ke Bentuk
PUSAT PELATIHAN DAN EKSIBISI TATA BUSANA DI MANADO. Arsitektur Metafora
Christanty Srirejeki;
Cynthia E. V. Wuisang;
Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31152
Perkembangan fashion yang pesat pada masa kini memberikan dampak pada bidang tata busana, dimana pelaku dan peminat tata busana semakin banyak bermunculan. Di Indonesia sendiri khususnya Kota Manado merupakan salah satu kota yang dengan cepat bisa mengikuti perkembangan fashion, namun industri fashionnya belum cukup terlihat. Oleh karena itu, diperlukan suatu wadah pendidikan yang bisa mengembangkan bakat dan minat dalam membuat busana serta mendesain model sampai cara memadukan karya mereka sendiri. Dimana tersedia fasilitas lengkap untuk menciptakan karya, memberikan informasi rancangan dan mempromosikan rancangan, memperagakan berbagai mode, serta mengembangkan diri seperti pembentukan mental dan kepercayaan diri, etika dan sikap professional. Dengan adanya Pusat Pelatihan dan Eksibisi Tata Busana ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin mempelajari ilmu dan perancangan fashion dari awal dan lebih dalam lagi, yang tidak hanya melahirkan desainer dan model yang berkualitas dan professional dan juga membantu meningkatkan perkembangan mode dan perekonomian di Indonesia, khususnya di Manado. Dan juga bisa memfasilitasi setiap acara berupa pameran tata busana, maupun pesta pernikahan. Tema perancangan yang digunakan untuk bangunan ini yaitu Arsitektur Metafora. Konsep yang diterapkan adalah Metafora Tangible, yang mengambil bentuk dari kepompong ulat sutera.Kata Kunci: Fashion, Pusat Pelatihan dan Eksibisi Tata Busana, Arsitektur Metafora
PERPUSTAKAAN UMUM DI TONDANO. High Tech Arsitektur
Jonathan V. Pendong;
Aristotulus E. Tungka;
Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30881
Perpustakaan merupakan sarana pendidikan nonformal dan informal, artinya perpustakaan merupakan tempat belajar diluar bangku sekolah maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah. Dimana perpustakaan sebagai sumber informasi yang menyimpan karya manusia, karya cetak seperti buku, majalah, dan sejenisnya serta karya rekaman seperti kaset, piringan hitam, dan sejenisnya. Perpustakaan juga menjadi sumber informasi yang menjadi acuan dalam mencari literatur.Dalam menarik minat pengunjung perpustakaan memerlukan sebuah desain ruang-ruang yang bisa menarik minta baca pengunjung perpustakaan karena tatanan fisik merupakan salah satu dasar dalam memenuhi kebutuhan dasar beraktivitas, mempengaruhi penampilan, perasaan, dan kepribadian setiap orang / pengunjung, dan dalam perancangan “Perpustakaan Umum di Tondano†ini penulis menggunakan penerapan tema “High Tech Arsitekturâ€.            Kata kunci : Perpustakan Umum, Tondano, Informasi, High Tech Arsitektur
MIX USE BUILDING HOTEL, RENTAL OFFICE, MALL, DAN CONVENTION DI MANADO. Arsitektur Futuristik
Juneidy J. Runtuwene;
Pingkan P. Egam;
Sonny Tilaar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i2.32072
Kota Manado merupakan salah satu ibu kota Provinsi di indonesia yang berada di provinsi Sulawesi Utara dan merupakan pusat berbagai kegiatan ekonomi, yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduknya. Peluang bisnis di kota Manado dari segi pariwisata, properti, perdagangan dan jasa meningkat pesat. sehingga diperlukannya wadah yang dapat menampung berbagai kebutuhan kegiatan tersebut. Mixed-use building menjadi pendekatan perencanaan dan rancangan yang menyatukan berbagai aktivitas dan fungsi dalam sebuah wadah bangunan tuggal. Mix Use Building di Manado adalah tempat untuk mewadai seluruh kegiatan para pedagang, para wisatawan, para eksekutif muda, serta masyarakat umum dengan tema futuristik arsitektural dalam gubahan bentuk dan ruang arsitektur. Yang mana bentuk mix use building ini didapat dari gabungan ruang yang menggunakan prinsip-prinsip futuristik sehingga membentuk suatu gubahan massa yang mampu beradaptasi dan memperediksi pergerakan zaman. Metode yang diterapkan dalam rancangan adalah metode desain John Zeisel yang melihat proses perancangan sebagai sebuah tahapan spiralstik yang berulang-ulang menuju satu penajaman. Tema Futuristik lebih diprioritaskan penerapannya pada bentuk bangunan serta facade bangunan, yang dirancang sesimple mungkin sehingga bentuk bangunan dapat melewati zaman yang akan datang, dan dapat memfasilitasi semua kebutuhan komersial bisnis yang diperlukan.Kata Kunci : Mix-Use Building, Mall, Hotel, Rental Office, Convention, Manado, Arsitektur Futuristik
RESORT TEPI PANTAI DI INTATA TALAUD. Arsitektur Vernakular
Chrisandy Y. Ria;
Octavianus H. A. Rogi;
Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31058
Indonesia terkenal dengan memiliki alam dan budaya yang sangat indah serta menarik banyak minat wisatawan. Pada zaman sekarang ini pariwisata merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pemerintahan, pengembangan pariwisata di Indonesia telah difokuskan ke pariwasata ekowisata oleh pemerintah setempat khususnya di Sulawesi Utara. Hal tersebut dikarenakan ekowisata telah menjadi salah satu pariwisata yang sangat populer dan di anggap oleh dunia pada tahun 2015 kemarin. Ekowisata hadir karena adanya pengembangan dan perhatian lebih dari masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Pariwisata di Indonesia khususnya di Sulawesi utara banyak membantu ekonomi pemerintah, disamping itu banyak pengusaha juga menginvestasikan dana mereka untuk pembangunan objek resort sebagai pusat pariwisata. Pada umumnya pembangunan resort di Sulawesi utara hanya melalui pendekatan terhadap pemanfaatan keindahannya saja namun kurang mempertimbangkan cara menjaganya. Namun,konsep – konsep yang ditawarkan resort di Sulawesi utara banyak menarik wisatawan asing untuk datang.Kata kunci : Resort Tepi Pantai Intata , Arsitektur Vernakular
KANTOR SEWA DI MANADO. Arsitektur Parametrik
Brilian L. Kaunang;
Herry Kapugu;
Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30865
Iklim bisnis yang baik di kota Manado mendorong munculnya kantor sebagai suatu wadah yang bisa menampung kegiatan berbisnis. Disisi lain, belum tersedia wadah yang representative yang bisa menampung kegiatan berbisnis ini. Akibatnya, kegiatan berbisnis sekarang ini dilakukan di tempat yang tidak dirancang khusus sesuai dengan fungsinya sebagai wadah untuk kegiatan berbisnis.Mencermati tendensi yang berkembang sekarang ini, bangunan kantor umumnya dibangun dengan sistem sewa. Hal ini dilakukan untuk merespon dinamika penyewa bangunan. Kemudian setelah meninjau tipologi, bangunan Kantor Sewa umunya dibangunan secara vertikal, agar supaya efisien dan efektif dalam pemanfaatan lahan.Dalam kegiatan perancangan Kantor Sewa, terdapat variable dan parameter yang mesti dipertimbangkan. Maka dari itu, penulis mengangkat tema “Arsitektur Parametrik†sebagai pendekatan perancangan. Arsitektur Parametrik adalah pendekatan yang didasarkan pada proses berpikir algoritmik dan bersifat topologis (saling terhubung) antara variable dan parameter. Penulis menggunakan tema ini karena dinilai lebih integratif.Metode yang penulis gunakan dalam perancangan ini adalah metode perancangan menurut Tim Ginty yang terbagi menjadi 5 langkah. Langkah pertama (permulaan), Langkah kedua (persiapan), Langkah Ketiga (pengajuan usulan), Langkah Keempat (evaluasi) dan Langkah kelima (Tindakan).Hasil perancangan Kantor Sewa ini mengambil bentuk komposit yaitu kotak (sebagai respon tipologi) dan bulat (sebagai respon tapak) yang divariasikan menggunakan teknik parametrik dengan cara mengubah parameter desain melalui penggunaan piranti lunak. Desain bangunan yang apik dengan mengkombinasikan kebutuhan objek, lokasi dan tema.Kata Kunci: Kantor, Sewa, Arsitektur, Parametrik