cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PUSAT REHABILITASI PENGGUNA NARKOTIKA DI MANADO, Arsitektur Holistik Juningsih T. A. Karaeng; Fela Warouw; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34559

Abstract

Narkoba dan Psikotropika (NAPZA) merupakan zat adiktif yang marak dipersalahgunakan oleh penggunanya. Penggunakan zat narkotika secara berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan terhadap obat tersebut. Tingginya jumlah pengguna narkotika menjadi salah satu pusat konsentrasi pemerinta Indonesia, karena itu dilakukan rehabilitasi sebagai upaya utama dalam mengurangi tingkat pengguna narkotika. Provinsi Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan tingkat prevelensi yang tergolong tinggi dengan 1,71% dari 1,7 juta penduduk terindikasi norkoba (Kepala BNNP Sulawesi Utara, Drs. Utomo Heru Cahyono, M.Si - Rabu, 31 Juli 2019) dengan fasilitas rehabilitasi yang sangat sedikit, tercatat hanya terdapat 2 fasilitas rawat inap dan 11 fasilitas rawat jalan serta 1 gedung rehab wajib lapor. Hal ini menjadi dorongan dalam merancang Pusat Rehabilitasi Pengguna Narkotika di Manado sebagai wadah rehabilitasi yang memadahi dan sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia. Rancangan desain pusat rehabilitasi mengggunakan metode perancangan dengan pendekatan tipologis dengan tema holistic yang memberikan lingkungan yang menyembuhkan yang secara langsung berhubungan dengan struktur tubuh manusia serta dapat memberikan efek menenangkan dengan suasana lingkungan yang manusiawi serta penampilan bangunan yang mendukung konsep rehabilitasi tanpa mengabaikan kondisi psikologis serta semua aspek diri yaitu fisik, mental, emosional, dan spiritual rehabilitant yang pada dasarnya bertujuan untuk melakukan penyembuhan. melalui lingkungan binaan kemudian dapat mempercepat kebutuhan pecandu dalam proses pemulihan. Teknik pengumpulan data yaitu survey langan, studi literatur, serta Analisa data yang telah didapatkan. Menggunakan Menggunakan metode perancangan Glass Box oleh J. Christoper Jones. Hasil dari objek ini yaitu untuk menggambarkan bangunan teknik yang merupakan fasilitas rehabilitasi yang memberikan dampak baik terhadapap lingkungan, terdapat sebuah keharmonisasian antara bangunan dengan lingkungan keseluruhan, berkelanjutan serta sesuai dengan prinsip holistik sehingga memberikan efek dan rasa nyaman, aman, serta tenang yang dapat menstimulasi rehabilitant agar proses penyembuhan diri dapat berlangsung dengan baik agar dapat kembali menjalankan fungsi sosial di masyarat. Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi, Pengguna Narkotika, Arsitektur Holistik
PUSAT PAGELARAN DAN PELATIHAN SENI DI TOMOHON, Arsitektur Neo Vernakular Julianti A. Worang; Alvin J. Tinangon; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34696

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, seni mulai luntur dan tidak diperhatikan terutama dimasa sekarang ini banyak generasi muda yang lebih mengedepankan teknologi modern. Kurangnya sarana dan prasarana pendukung aktifitas seni seperti wadah, fasilitas, serta ruang didaerah Kota Tomohon menjadi tujuan dan sasaran perancangan objek Pusat Pagelaran dan Pelatihan seni. Terutama, dilihat dari domestik wisatawan setiap tahun semakin mengalami peningkatan. Sehingga, seharusnya seni didaerah Kota Tomohon dapat menjadi daya tarik wisatawan tidak hanya dari masyarakat daerah Kota Tomohon tetapi juga dari luar daerah (internasional). Artinya, objek Pusat Pagelaran dan Pelatihan seni menjadi jawaban dari salah satu permasalahan yang ada di Kota Tomohon, yang mana wadah baru ini banyak memberi nilai positif untuk perkembangan keahlian minat dan bakat, menambah prestasi dan mempertahankan nilai-nilai seni yang sudah ada sejak dahulu. Tidak hanya itu, seni juga dapat mempererat hubungan antar daerah. Wadah baru ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti ruang edukasi, dan alat pendukung ruang audio, visual, audiovisual, maupun pertunjukkan. Objek didukung oleh tema Neo Vernakular sebagai identitas sehingga menimbulkan kesan baru dan menjadi daya tarik pada objek rancangan. Lokasi/tapak berada di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Lokasi strategis dan unik juga merupakan salah satu daerah yang masih melekat dengan seni dan budaya Minahasa,. Dan dalam perancangan ini, metode yang diterapkan merupakan teori Christopher A. Jones.Kata Kunci: Pagelaran seni, Pelatihan seni, Arsitektur Neo Vernakular
PUSAT REHABILITASI SKIZOFRENIA DI MANADO, Arsitektur Perilaku Natalia M. Kaliey; Judy O. Waani; Michael M. Rengkung
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34639

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental serius yang terjadi dalam jangka panjang yang dapat mempengaruhi suasana hati, pola pikir, dan perilaku. Dari data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Republik Indonesia tahun 2018 menyebutkan bahwa kasus skizofrenia meningkat dari 1,7% tahun 2013 menjadi 7% di tahun 2018. Melihat tingginya lonjakan orang dengan skizofrenia (ODS), setiap orang di minta agar terus waspada terhadap gejala-gejala yang timbul. Namun pemahaman masyarakat Indonesia terhadap kesehatan jiwa cenderung kurang, orang dengan gangguan jiwa justru tidak di tangani dengan baik karena memiliki alasan yang beragam, mulai dari merasa sudah sehat, tidak rutin beli obat, sering lupa, dan lainnya. Padahal ketidakteraturan mengonsumsi obat dapat memunculkan kembali gejala-gejala psikosis yang mengakibatkan ODS mengalami gangguan yang lebih parah sehingga berpotensi memperkuat stigma di lingkungan ODS. Salah satu solusi adalah melakukan pengawasan rutin dan memaksimalkan terapi bagi ODS dengan cara menciptakan suatu wadah yang mampu meningkatkan kualitas hidup ODS. Menanggapi hal tersebut, rancangan Pusat Rehabilitasi Skizofrenia di Manado menjadi suatu tempat untuk mewadahi berbagai kegiatan didalamnya dengan memperhatikan faktor keamanan dan faktor lingkungan yang berperan penting dalam proses pemulihan. Dalam rancangan ini tema yang di terapkan yaitu Arsitektur Perilaku karena terjadi hubungan timbal balik antara manusia dengan arsitektur. Sedangkan konsep yang diterapkan dalam arsitektur perilaku yaitu lingkungan yang  terpersepsikan. Dalam perancangan ini, metode yang di terapkan merupakan teori dari A. J Christopher Jones. Proses desain dimulai dari gagasan/analisa data hingga hasil akhir berupa visual, rancangan dibuat dengan tujuan membantu perancang dalam menciptakan hasil rancangan yang berkualitas.Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi, Skizofrenia, Arsitektur Perilaku
MUSEUM SEJARAH MINAHASA DI MANADO, Arsitektur Dekonstruksi Imanuel K. Mokalu; . Suryono; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34576

Abstract

Museum ditatap selaku tempat hiburan serta fasilitas pembelajaran yang terjangkau, namun popularitasnya masih sangat kurang dibanding destinasi yang lain semacam mall ataupun bioskop. Eksistensi kemajuan teknologi serta media sosial mempengaruhi terhadap kegiatan Museum disaat ini. Tugas museum disaat ini pasti tidak alami pengeseran namun metode penyajian dari kontennya yang alami pengembangan, Transformasi tersebut mempengaruhi terhadap definisi serta kedudukan Museum disaat ini. Mulai dari elemen interaktif sampai integrasi teknologi. Tujuan perancangan dalam Museum Minahasa ini yakni buat menghasilkan museum yang dapat membagikan koleksi berbagai aktivitas serta kegiatan kebudayaan, bukan sekedar membagikan koleksi benda mati, tapi nantinya fokus museum ini bakal sebagai pondasi dalam melakukan aktivitas kegiatan kebudayan Minahasa. Dalam perancangan Museum Sejarah Minahasa di Kota Manado ini lebih menekankan perpindahan peranan tipologi museum ke faktor rekreatif serta entertaiment, dengan Arsitektur dekonstruksi selaku pendekatan terhadap perancangan bangunan dengan berupaya memandang arsitektur dari segi estetika wujud serta program bangunan selaku daya tarik wisatawan. Konteks objek Museum Minahasa diharapkan bisa jadi salah satu pusat orientasi kota Manado dan jadi barometer aktivitas budaya wilayah serta aktivitas tamasya yang berdifat edukatif, sekalian pula sanggup memacu pertumbuhan pariwisata serta perekonomian wilayah kota Manado.Kata Kunci : Museum, Minahasa, Dekonstruksi.
PUSAT SENI KRIYA DI KOTA TOMOHON, Arsitektur Eksotis Multikultural Dian C. H. Waleleng; Octavianus H. A. Rogi; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34683

Abstract

Penyediaan sarana dalam bentuk bangunan sebagai wadah tempat berkumpul, beraktifitas, dan melakukan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan seni khususnya seni kriya serta pengembangannya adalah salah satu usaha untuk melestarikan peradaban bangsa. Kegiatan yang berhubungan dengan seni kriya seperti pameran, workshop, perkumpulan komunitas dan aktivitas kriyawan yang menghidupkan kehadiran kriyawan dan karyanya sendiri didukung wadah yang efektif, efisien dan berkualitas masih belum terlihat di Sulawesi Utara. Begitu banyak kriyawan yang memiliki hasil karya dengan kualitas dan nilai seni yang tinggi di Sulawesi Utara, khususnya Suku Minahasa. Namun, menurut data statistik ekonomi kreatif, persentase kontribusi ekspor dari provinsi Sulawesi Utara masih belum terlihat. Daya dukung khususnya lokasi/wadah pemasaran yang kurang strategis dan maksimal yang ada namun tidak terekspose, menyebabkan perkembangan produksi menjadi menurun dan memudarkan semangat mempertahankan identitas suku Minahasa. Dengan menghadirkan rancangan objek Pusat Seni Kriya di Kota Tomohon, akan melengkapi kebutuhan dan membangkitkan semangat baru, kreatifitas, produktifitas, kualitas hidup, pengembangan pengetahuan, serta pengenalan kepada dunia luar (internasional) maupun lokal tentang keberagaman seni kriya yang berkualitas dan bernilai tinggi di Sulawesi Utara yang semakin meningkat bagi komunitas kriyawan / pengrajin di Sulawesi Utara yang pada awalnya belum pernah dimiliki. Didukung dengan tema Arsitektur Eksotis Multikultural yang secara tangible maupun intangible akan memberikan pengalaman interaksi yang baru baik bagi para kriyawan maupun wisatawan lewat objek, lokasi maupun tapak di Kota Tomohon yang eksotis/unik dibarengi dengan terbentuknya penerimaan keragaman seni dan budaya yang dimiliki suku Minahasa .Kata Kunci: Seni Kriya, Arsitektur, Eksotis, Tomohon
GELANGGANG ASTRONOMI DI TOMOHON, Arsitektur High Tech Nikita Dompas; Julianus A. R. Sondakh; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34602

Abstract

Di era modern saat ini, Ilmu pengetahuan dan Teknologi berkembang sangat pesat. Perancangan serta pengembangan dalam bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi ini terus dilakukan, sehingga diperlukan wadah dalam menunjang dan mewujudkan segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan proses perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi tersebut. Salah satu Ilmu pengetahuan yang berkembang dan banyak diteliti saat ini adalah Ilmu Astronomi. Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mengamati serta mempelajari ilmu Astronomi dapat didapatkan dalam sebuah Planetarium dan Observatorium. Gelanggang Astronomi dirancang sebagai sarana rekreasi dan edukasi serta pergelaran Olimpiade tingkat internasional yang diperuntukan untuk segala kalangan masyarakat. Penerapan arsitektur High-Tech selaras dengan perancangan bangunan yaitu kegiatan yang ditampung didalamnya menunjang teknologi tingkat tinggi selain peryaratan bangunan yang menuntut struktur modern sehingga citra bangunan yang ditampilkan akan menonjolkan ekspresi teknologi tingkat tinggi dan modern. Metode perancangan yang digunakan yaitu metode proses desain John Zeisel dengan pendekatan perancangan terhadap 3 poin utama yaitu pendekatan tipologi, pendekatan tema dan pendekatan kajian tapak dan lingkungan, sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, detail, rencana utilitas bangunan, spot interior, spot eksterior, dan perspektif bangunan. Kata Kunci: Gelanggang Astronomi, Arsitektur High-Tech, Planetarium, Observatorium, Sulawesi Utara
PUSAT REHABILITASI PECANDU NARKOBA DI MANADO, Arsitektur Organik. Alyzha M. Priyamos; Frits O. P. Siregar; Ricky M.S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34564

Abstract

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Zat yang terkandung di dalam narkoba ini mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang bisa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau sebagai obat bagi penyakit tertentu. Namun kini narkoba malah disalahgunakan sebagai sarana untuk mabuk-mabukan dengan cara pemakaian di luar dari peruntukan dosis yang semestinya. Melihat permasalahan ini, muncul tujuan untuk mendesain sebuah Pusat Rehabilitasi Pecandu Narkoba dengan penerapan tema Arsitektur Organik di Sulawesi Utara, tepatnya di kota Manado, Kecamatan Mapangat dengan tujuan menghadirkan sarana pelayanan khusus bagi para pecandu agar dapat terlepas dari jerat narkoba dengan suasana lingkungan yang tenang, tentram dan nyaman. Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Arsitektur Organik, Manado
PUSAT SENI PERTUNJUKAN KONTEMPORER DI MANADO, Arsitektur Kontemporer Raima Aprillia; . Suryono; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34729

Abstract

Seni merupakan bagian integral dari sejarah peradaban manusia yang tidak terlepas dari perkembangan peradaban manusia. Di dalamnya termasuk seni pertunjukan yang dapat berupa seni drama/ teater, seni tari dan juga seni musik. Seni pertunjukan semakin berkembang dengan sangat baik di era globalisasi ini. Di Indonesia, fungsi seni pertunjukan sebagai presentasi estetis adalah seni pertunjukan yang disajikan kepada para wisatawan. Kota Manado sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara memiliki seni budaya yang sangat beragam dan mempunyai aktifitas seni yang cukup tinggi. Hal tersebut bisa dilihat dengan banyaknya aktifitas pertunjukan seni yang telah digelar. Timbulnya hasrat dan keinginan manusia untuk menyaksikan pertunjukan yang dipergelarkan oleh orang lain, serta keinginan para seniman untuk disaksikan dan dipergelarkan hasil karya mereka telah dirasakan sebagai kebutuhan naluri msyarakat. Oleh adanya tuntutan tersebut, diperlukan suatu wadah untuk menampung kegiatan seni pertunjukan, sehingga muncul tujuan untuk mendessain sebuah bangunan Pusat Seni Pertunjukan di Manado dengan menerapkan tema Arsitektur Kontemporer yang diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi para seniman dan penikmat seni pertunjukan.Kata kunci: Pusat Seni Pertunjukan, Arsitektur Kontemporer, Manado
REDESAIN PASAR TRADISIONAL 66 BAHU DI KOTA MANADO, Arsitektur Hijau Madonna L. Menanti; Ricky M. S. Lakat; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34644

Abstract

Pasar tradisional 66 Bahu merupakan pasar yang dibangun pada tahun 1966, yang berlokasi di kecamatan Malalayang Kota Manado dimana pada awalnya Pasar ini memiliki nama yaitu “Pasar Kilat” dikarenakan aktivitas yang hanya berlangsung dari jam 06:00-10:00 . Dengan berjalannya waktu, pasar ini berganti nama menjadi “Pasar 66 Bahu”dikarenakan aktivitas yang berdagang sudah tidak singkat yakni menjadi jam 04:00 – 20:00. Pedagang dari Pasar 66 Bahu ini sebagian merupakan penduduk Kelurahan Bahu yang memiliki kios di sekitar pasar. Selain itu, terdapat juga pedagang yang berasal dari Kota Manado dan Luar KotaManado yang biasanya menjual dagangan segar (sayur, buah, daging merah, dan ikan). Dengan berbagai jenis pedagang, pasar ini hanya dapat mewadahi ±1202 . Dengan demikian, Pasar 66 Bahu memiliki permasalahan utama, yaitu luas area yang tidak dapat menampung dan mewadahi aktivitas pasa. Walaupun pemerintah telah merelokasi Pasar 66 Bahu tetapi permasahalan utama ini tidak menjadi solusi dikarenakan hingga kini masih banyak pedagang yang berdagang di lokasi Pasar 66 Bahu. Oleh karena itu,, diperlukannya solusi yang lebih efektif untuk menanggulangi permasalahan Pasar 66 Bahu, yaitu dengan mendesain ulang atau Redesain Pasar 66 Bahu agar lebih dapat mewadahi kegiatan dan menyediakan fasilitas yang layak yang dapat menunjang kegiatan pasar dengan menggunakan tema Arsitektur Hijau sehingga mendukung terhadap solusi terhadap permasalahan sekaligus baik terhadap lingkungan sekitar.Kata Kunci: Redesain. Pasar Tradisional, Arsitektur Hijau
TONDANO WALK, Biofilik Desain Missela E. Paseki; Ingerid L. Moniaga; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34583

Abstract

Keberadaan sebuah tempat perbelanjaan dalam suatu kota selalu menjadi tempat yang paling menarik dan mudah diingat karena termasuk tempat yang sering dikunjungi oleh warga kota tersebut. Tempat ini biasanya terletak di jalan-jalan utama dan pusat-pusat kota sehingga dapat menimbulkan image baru pada sebuah kota. Bahkan tidak jarang kuantitas dan kualitas tempat perbelanjaan dapat memberikan gambaran tingkatan kemakmuran warga kota tersebut. Strategi penataan ruang di wilayah kabupaten Minahasa mewujudkan kebijakan penataan ruang sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) menjadi pusat pelayanan utama di Kabupaten Minahasa yang terintegrasi dengan sistem kota-kota di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Ibukota wilayah Kabupaten Minahasa yaitu Tondano. Tondano memiliki iklim udara yang sejuk dengan pemandangan bentang alam perairan yakni danau Tondano dan petak sawah yang membentang indah membelah wilayah perkotaan Tondano. Pola ruang perkotaan Tondano berbentuk grid atau petak-petak dengan garis-garis jalan yang saling memotong sehingga berbentuk kotak-kotak yang teratur.Hasil dari objek ini adalah pusat perbelanjaan yang memberikan suasana baru bagi masyarakat kota Tondano yang ingin memenuhi kebutuhan berbelanja dan bersantai (refreshing). Sehingga Tondano Walk bisa menjadi suatu magnet atau daya tarik tersendiri bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Utara untuk menikmati fasilitas perbelanjaan modern yang rekreatif dan healthy.Kata Kunci: Kota Tondano, Pusat perbelanjaan, Biofilik Desain

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue