cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 210 Documents
Fenomena familiar stranger di transportasi umum ditinjau dari trait kepribadian Big Five Inta Miftakhul Jannah; Bagus Takwin
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.001

Abstract

The role of environmental attitude towards ecological behavior of early adulthood in Jakarta greater area (Jabodetabek) Ade Iva Murty; Andita Putri Ramadhania; Alfin Adichandra; Dienia Airlia
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.007

Abstract

Ecological behavior is the most important factor to slow down climate change. This research aims to investigate the role of Environmental Attitude towards Ecological Behavior. This research utilized the mixed-method approach and consisted of 191 respondents and 2 pro-environmental groups. Quantitative data was collected through an online survey and qualitative data was collected through interviews. A simple regression model test showed that Environmental Attitude positively and significantly affects ecological behavior. After controlling for demographic factors such as gender, residency, source of income, and education level. It was found that these variables do not have significant effects on ecological behavior. Meanwhile, case studies reflect themes such as values of environment, technological use, the role of young volunteers, and past experiences. So, it can be concluded that the early adults in Jabodetabek implements ecological behavior as an effect of Environmental Attitude, and as a lifestyle. Most of respondents tend to use social media as a way of expressing their opinions and ideas regarding environmental problems. Therefore, if the government or other organizations have some programs for increasing the awareness of early adult in Jabodetabek to implement ecological behavior practice, they should focus on developing social media campaigns that will improve early adult environmental attitudes.
Travelling during pandemic?: Mengkaji peran risk perception terhadap fear of travel pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia Desi Rendrasari; Lusy Asa Akhrani
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.002

Abstract

COVID-19 membuat masyarakat cemas untuk keluar rumah ataupun melakukan bepergian karena virus COVID-19 yang bersifat menular. Individu dalam memutuskan untuk melakukan kegiatan bepergian memiliki pertimbangan akan risiko-risiko yang terjadi. Terkait situasi yang terjadi bahwa ketika pandemi COVID-19 seseorang dapat merasa takut untuk melakukan perjalanan bepergian karena persepsi risiko yang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran risk perception terhadap fear of travel pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia secara simultan dan parsial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data multiple regression. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan sejumlah 610 responden dengan kriteria Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun dan pernah atau sedang memiliki keinginan untuk bepergian. Skala yang digunakan untuk mengukur variabel risk perception adalah skala Persepsi Risiko dan untuk mengukur variabel fear of travel adalah skala PATS (Pandemic Anxiety Travel Scale). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan risk perception secara simultan berperan terhadap fear of travel pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa dimensi risiko waktu, risiko sosial psikologi dan risiko kesehatan berperan terhadap fear of travel pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia, sedangkan dimensi risiko keuangan tidak berperan terhadap fear of travel pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia.
Peran panggilan pada komitmen karier guru Elsha Lonika; Missiliana Riasnugrahani
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.008

Abstract

Guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam pendidikan, namun hal ini tidak diikuti dengan penghasilan dan jenjang karier yang baik. Meskipun demikian masih ada guru di Indonesia menghabiskan waktu berkariernya sampai masa pensiun. Panggilan pada pekerjaan yang dirasakan guru diduga memiliki hubungan dengan komitmen karier guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dimensi panggilan yaitu dimensi search for calling (mencari panggilan) dan presence of calling (menemukan panggilan) terhadap komitmen karier. Alat ukur yang digunakan adalah Calling and Vocation Questionnaire (CVQ) dan The Career Commitment Scale yang memiliki nilai validitas dan reliabilitas yang tinggi. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 82 guru dengan minimal masa kerja satu tahun, yang bersedia menjadi partisipan. Hasil analisis data dengan teknik regresi berganda ditemukan bahwa dimensi menemukan panggilan (presence of calling) berpengaruh signifikan terhadap komitmen karier. Hal ini berarti hanya guru yang telah memaknai pekerjaannya sebagai panggilan yang akan memiliki komitmen karier yang tinggi.
Kesesakan dan kesejahteraan psikologis pada remaja di pondok pesantren Achmad Muhammad Danyalin; Farah Farida Tantiani
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.003

Abstract

Kesejahteraan psikologis pada remaja menjadi hal penting dalam proses perkembangan akibat adanya pengaruh pola interaksi keluarga, teman, serta lingkungannya. Pada remaja yang tinggal di pondok pesantren, tingkat kepadatan lingkungan (densitas) yang tinggi dapat menimbulkan kesesakan yang berpotensi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesakan terhadap kesejahteraan psikologis remaja di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan populasi remaja berusia 15-17 tahun yang tinggal di Pondok Pesantren X. Partisipan penelitian berjumlah 135 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari dua skala, yaitu: skala kesejahteraan psikologis (α = 0,547 hingga 0,810) dan skala kesesakan (α = 0,830). Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesakan tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis remaja di Pondok Pesantren X. Faktor yang terindikasi mempengaruhi hasil penelitian ini adalah usia dan tingkat ekonomi partisipan.
Bagaimana Perilaku Konsumsi Pro Lingkungan pada Lintas Generasi? (Studi Kualitatif pada Generasi X, Y dan Z) Handrix Chris Haryanto; Iyus Wiadi; Iin Mayasari
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.10.009

Abstract

Gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku konsumsi pro lingkungan menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam menghadapi permasalahan lingkungan yang mengancam keberlangsungan hidup manusia saat ini. Perilaku konsumsi pro lingkungan yang dilakukan setiap lintas generasi memiliki bentuk dan motif yang berbeda. Tujuan dalam penelitian ini adalah menggambarkan perilaku konsumsi pro lingkungan lintas generasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif fenomenologi dengan melibatkan 26 responden yang masuk dalam usia produktif generasi X, Y dan Z dengan rentang usia 18-55 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui pelaksanaan focus group discussion untuk membangun gambaran perilaku konsumsi pro lingkungan, faktor pendukung serta pendukung yang mempengaruhinya. Teknik analisis data yang digunakan mendasarkan pada tahapan yang dijelaskan oleh Creswell (2014) yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi pro lingkungan pada responden lintas generasi mengarahkan pada lingkup rumah/keluarga dan tempat kerja. Bentuk perilaku pro lingkungan yang sering dilakukan oleh para responden baik pada lingkup rumah/keluarga dan tempat kerja memiliki persamaan dan perbedaan antar lintas generasi. Faktor pendukung maupun penghambat yang dianggap berpengaruh terhadap perilaku konsumsi pro lingkungan antar generasi juga mengarahkan pada persamaan dan perbedaan. Pada lingkup rumah tangga/keluarga faktor internal dan eksternal memiliki peran penting bagi perilaku konsumsi pro lingkungan generasi X, Y dan Z. Hasil yang berbeda menunjukkan pada perilaku konsumsi pro lingkungan pada lingkup tempat kerja dimana hanya faktor eksternal dianggap sebagai faktor utama. Secara lebih detail, hasil penelitian akan dipaparkan pada bagian hasil penelitian dan pembahasan dalam artikel.
Pengaruh Persepsi Environmental Transformational Leadership (ETL) terhadap Organizational Citizenship Behavior for Environment (OCB-E) bagi Karyawan Industri Manufaktur di Sulawesi Selatan Indri Alviolita Halim; Muhammad Tamar; Hillman Wirawan
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.10.010

Abstract

Beberapa industri manufaktur dianggap masih berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan mengabaikan aspek sosial, serta lingkungan. Hal ini membutuhkan peranan karyawan dalam bentuk perilaku pro-lingkungan secara sukarela (OCB-E). Salah satu anteseden OCB-E pada industri manufaktur adalah Environmental Transformational Leadership (ETL). Penelitian ini bertujuan mengetahui terdapat atau tidak terdapatnya pengaruh persepsi ETL terhadap OCB-E bagi karyawan industri manufaktur di Sulawesi Selatan. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian non-experimental dengan pengujian korelasi antara variabel. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan skala ETL (Robertson, 2017) dan OCB-E (Boiral & Paillé, 2012). Hasil uji hipotesis (regresi linear sederhana) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ETL terhadap OCB-E bagi karyawan industri manufaktur di Sulawesi Selatan dengan R2 = 0,29 dan p< 0,001. Dengan demikian, pemimpin dengan ciri ETL memiliki peranan penting bagi perilaku pro-lingkungan secara sukarela (OCB-E).
Analisis Strategi Koping melalui Peran Lokus Kontrol Internal, Persepsi Dukungan Sosial, Kesadaran Diri, dan Faktor Demografi: Studi pada Dokter Muda (Ko-As) di Banjarmasin Dwi Nur Rachmah; Ahmad Rezi Sibghotullah; Sinta Rahayu Abidin; Nur Azizah; Lintang Fajarisya Setiawan; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.10.012

Abstract

Dalam menjalani masa sebagai asisten Dokter, mahasiswa profesi dokter perlu mengelola strategi koping mereka dengan baik. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi strategi koping dokter muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara faktor demografi (jenis kelamin dan usia),lokus kontrol internal, kesadaran diri, persepsi dukungan sosial, secara simultan terhadap strategi koping pada dokter muda Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 dokter muda yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala strategi koping, skala lokus kontrol internal, skala kesadaran diri dan skala persepsi dukungan sosial. Sedangkan data demografis didapatkan dari isian identitas yang terdiri dari data jenis kelamin dan usia subjek. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel prediktor secara bersama-sama berperan terhadap strategi koping sebesar 54,2%.
Peran Relasi Teman Sebaya terhadap Hubungan Keterbukaan Diri dan Kesepian pada Remaja Maria Angelisa Siregar; Setiasih Setiasih
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.10.013

Abstract

Pembatasan pertemuan karena COVID 19 membuat tingkat kesepian meningkat khususnya pada remaja. Remaja memiliki kebutuhan untuk menjalin hubungan pertemanan dengan sebayanya namun sementara tidak terpenuhi karena pembatasan pertemuan. Hal ini turut memengaruhi perasaan kesepian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keterbukaan diri dan perasaan kesepian dengan mediator relasi remaja dengan teman sebayanya. Partisipan penelitian ini berjumlah 201 remaja yang terdiri dari 156 perempuan dan 45 laki-laki, berusia 14-19 tahun. Metode pengambilan sampel mengggunakan kuesioner yang disebar secara online. Kuesioner penelitian menggunakan skala Revised Self-Disclosure Scale (RSDS), Peer relationshipscale, dan UCLA 3. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek mediasi secara parsial dari relasi teman sebaya pada hubungan antara self-disclosure dengan perasaan kesepian. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku self-disclosure dan peer-relationship merupakan salah satu faktor penting perkembangan remaja terutama mereka yang mengalami kesepian selama masa karantina pandemi COVID 19.
Understanding the Barriers Againts Eco-Friendly Behavior Winda Putri Diah Restya
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.10.011

Abstract

Over the past two decades, increased media coverage – coupled with economic incentives has substantially raised citizens’ awareness and concern about environmental sustainability, but has typically failed to induce persistent behavioral changes. The ineffectiveness may due to the fact that all this time the discussions and efforts to tackle environmental problems, research conducted, and policies made by the government are always based on non – psychological perspective, such as legal studies, economic, and policy maker perspective. Effort from psychological perspective is relatively not easy to find whereas acting sustainably itself is actually a form of behavior. Hence, this study attempt to understand the gap between awareness of environmental sustainability and individual’s actual behavior from a psychological perspective. The primary objective is to identify the barriers for individuals in implementing eco-friendly behavior. The data was obtained by using descriptive research method through semi-structured interview, non-participant observation combined with social experiment. As many as 32 respondents participated and chosen through incidental sampling technique. The research started by showing seven images that reflected environmental issues in order to do the mapping on participants’ stage of knowledge. the results showed that there is clear evidence on “awareness -behavior” gap while barriers to act environmentally such as: laziness, underestimate their behavior toward the environment, feeling powerless to do some changes, absence of reward and punishment.