cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisa Hubungan Kinerja Simpang Bersinyal Dengan Konsumsi Bahan Bakar (Studi Kasus: Simpang Jl. A. A. Maramis – Jl. Ringroad II) Sinambela, Theodora Paulina; Kumaat, Meike; Pandey, Sisca V.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan Jalan A.A Maramis - Jalan Ringroad II yang berlokasi di wilayah kecamatan Mapanget kota Manado adalah persimpangan sebidang dengan 4 (empat) lengan/pendekat. Persimpangan ini dilengkapi dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) untuk meminimalisir terjadinya konflik lalu lintas serta optimalisasi kinerja persimpangan. Pembangunan wilayah permukiman penduduk (wilayah kecamatan Mapanget) yang sangat cepat serta posisi strategis wilayah sekitar persimpangan untuk menjadi area bisnis mengakibatkan pertumbuhan volume arus lalu lintas yang signifikan, sementara ukuran dan dimensi geometrik persimpangan tidak mengalami perubahan. Peningkatan volume arus lalu lintas pada persimpangan akan mengakibatkan tundaan yang semakin besar. Tundaan yang semakin besar mengindikasikan kinerja persimpangan semakin menurun. Penelitian dilakukan untuk menganalisa kinerja persimpangan bersinyal melalui parameter derajat kejenuhan dan tundaan serta hubungannya dengan konsumsi bahan bakar minyak. Derajat kejenuhan adalah merupakan rasio arus lalu lintas terhadap kapasitas dan tundaan adalah waktu tempuh tambahan yang diperlukan untuk melewati suatu persimpangan dibandingkan dengan tanpa persimpangan. Tambahan waktu tempuh kendaraan akibat tundaan akan membutuhkan tambahan bahan bakar minyak sebagai sumber energi.  Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) digunakan untuk menentukan kinerja persimpangan melalui parameter derajat kejenuhan dan tundaan, serta penentuan konsumsi bahan bakar minyak dengan penekatan formula LAPI-ITB tahun 1996 yang telah dikonversi pada satuan mobil penumpang oleh Isnaeni 2003. Kinerja persimpangan Jalan A.A Maramis - Jalan Ringroad II hasil penelitian menunjukkan Derajat Kejenuhan 0.837 dan tundaan rata-rata persimpangan sebesar 29.345 det/smp, dengan kinerja persimpangan berada pada kategori D (kurang) serta tambahan konsumsi bahan bakar minyak rata-rata persimpangan sebesar 32.979 liter/persimpangan-jam.Kata kunci – bahan bakar minyak, persimpangan, tundaan
Tinjauan Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Metode Biofilter Di Kelurahan Malendeng Kecamatan Paal 2 Kota Manado Turangan, Kerkly A.; Mangangka, Isri R.; Legrans, Roski R.I.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Biofilter di kelurahan Malendeng yang telah beroperasi selama 7 tahun merupakan instalasi yang menggunakan pemanfaatan media bantuan atau penyangga bagi mikroorganisme untuk melekat dan berkembang biak, yang berfungsi sebagai media pengurai zar pencemar pada air limbah. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode sampling parameter, wawancara, dan pengamatan langsung pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Penelitian ini juga menganalisis kinerja instalasi pengolahan air limbah (IPAL) lewat pengujian parameter TDS, TSS, COD, BOD, dan T.Coliform menggunakan standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.Secara keseluruhan, kinerja IPAL dapat dikatakan terhambat, dikarenakan ditemukannya penumpukan lumpur tinja pada 6 dari 8 bak pengolahan yang ada. Berdasarkan pengujian laboratorium dan penghitungan STORET, TDS dan TSS dinyatakan memenuhi standar baku mutu, sedangkan COD, BOD, dan T.Coliform tidak memenuhi standar baku mutu yang telah ditentukan. Oleh karna itu, diberikan rekomendasi teknis berupa memaksimalkan fungsi dari mikroorganisme dengan penambahan bak biofilter, dalam hal penguraian zat pencemar. Perubahan arah IPAL yang bertujuan untuk memaksimalkan fungsi gravitasi pada pengaliran air limbah.Kata kunci – IPAL Biofilter, kelurahan Malendeng
Analisis Kestabilan Lereng Dengan Metode Bishop Menggunakan Software Slide 6.0 (Studi Kasus: Area TPA, IPLT Sawangan Airmadidi) Dani, Hana; Ticoh, Jack H.; Legrans, Roski R.I.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokasi penelitian area TPA, Sawangan Airmadidi, Minahasa Utara akan dibangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja. Topografi di lokasi penelitian terdiri dari lembah dan lereng dengan  perbedaan elevasi bervariasi dari landai hingga curam, sehingga akan menghasilkan komponen gaya gravitasi yang cenderung menggerakan massa tanah menuju ke permukaan yang lebih rendah, selain itu bisa juga diakibatkan pengaruh eksternal gempa dan muka air tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor keamanan (FK) dari lereng eksisting (kondisi kering), akibat pengaruh tinggi muka air tanah (MAT), dan pengaruh gempa di lokasi penelitian dengan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) = 0.442g, yang akan dihitung secara manual da menggunakan Software Rocscience Slide 6.0 dengan metode Bishop Simplified. Pada penelitian ini, profil lereng dibuat 2 (dua) potongan penampang untuk mencari lereng kritis. Faktor Keamanan (FK) ijin berdasarkan SNI 8460-2017 untuk kondisi tanpa pengaruh gempa (statis) adalah FK ≥ 1,25  dan untuk kondisi ada pengaruh gempa (dinamis) adalah FK ≥ 1,1. Hasil analisis kestabilan lereng eksisting (kondisi kering) potongan 1-1 dengan menggunakan software Rocscience Slide 6.0 diperoleh nilai faktor keamanan lereng yaitu FK = 1,56 dan dengan hitungan manual yaitu FK = 1,68. Lereng eksisting (kondisi kering) potongan 2-2 dengan menggunakan software Rocscience Slide 6.0 yaitu FK = 3,84 dan secara manual yaitu 3,86. Dengan demikian lereng eksisting pada kedua potongan tersebut aman. Hasil analisis lereng Potongan 1-1 dengan pengaruh fluktuasi MAT untuk kondisi tanpa pengaruh gempa (statis) diperoleh hasil, lereng tidak aman pada kedalaman muka air tanah (MAT) 3,00 meter dengan nilai Faktor Keamanan (FK)=1,19 dan untuk kondisi pengaruh gempa (dinamis) diperoleh hasil, lereng tidak aman pada kedalaman muka air tanah (MAT) 6,00 meter dengan nilai Faktor Keamanan (FK)=1,06.  Kata kunci – lereng, faktor keamanan, metode Bishop, Rocscience Slide
Analisis Penerapan Manajemen Waktu Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Office and Distribution Center, Airmadidi, Minahasa Utara) Lagonda, Agnese Therese; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen waktu termasuk kedalam proses yang diperlukan untuk memastikan waktu penyelesaian proyek. Sistem manajemen waktu berpusat pada berjalan atau tidaknya perencanaan dan penjadwalan proyek. Dimana dalam perencanaan dan penjadwalan tersebut telah disediakan pedoman yang spesifik untuk menyelesaikan aktivitas proyek dengan lebih cepat dan efisien. Kemajuan teknologi dewasa ini berkembang dengan pesatnya seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Hal ini turut berpengaruh terhadap perkembangan manajemen rekayasa konstruksi dimana banyak program aplikasi komputer yang ditawarkan untuk membantu para manajemen rekayasa konstruksi dalam mengolah data perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi. Program aplikasi komputer dewasa ini sangat mempermudah para manajemen rekayasa konstruksi dalam memasukkan data proyek, mengelola aktivitas proyek, laporan proyek maupun pengontrolan aktivitas kegiatan proyek diantaranya menyangkut sumber daya pada proyek tersebut. Untuk merencanakan jadwal suatu proyek dengan program Microsoft Project 2016 yang pertama harus dilakukan adalah memasukkan data-data seperti jenis kegiatan, waktu, sumber daya dan lain-lain. Dalam tahap pengendalian proyek menggunakan Microsoft Project dapat dilakukan dengan menambahkan waktu lembur pada suatu kegiatan. Dari penerapan jadwal pada proyek pembangunanan Office and Distribution Center dengan menggunakan Microsoft Project 2016 didapat 208 hari kerja. Pada tahap pengendalian ada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis sehingga dilakukan sistem kerja lembur (Crash Program) dengan tambahan 4 jam kerja lembur. Sehingga pekerjaan pondasi pile cap menjadi 23 hari kerja dari waktu normal yaitu 50 hari kerja. Kata kunci – manajemen waktu, Microsoft Project 2016
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal Kiniar Di Kota Tondano Lumunon, Elvano I.; Riogilang, Herawaty; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik berbasis masyarakat adalah salah satu cara pemerintah untuk penanganan pembuangan air limbah rumah tangga.. Pada operasional IPAL terdapat permasalahan seperti hasil effluent yang berbau busuk dan memiliki warna keruh. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efisiensi IPAL yang sudah beroperasi selama lima tahun dengan melakukan perbandingan dengan IPAL lain yang sudah beroperasi lima tahun dengan sistem AF dan ABR. Analisis data mencakup analisa kualitas effluent terhadap baku mutu, observasi kondisi eksisting IPAL Komunal, perbandingan sistem kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah, efisiensi penurunan kadar parameter Total Nitrit, Total Fhospat dan TSS dan penentuan indeks pencemaran pada air. Pada KSM Kiniar memiliki debit limbah sebesar 9.52 m3/hari, effluent yang dihasilkan dengan parameter Total Nitrit <0.002 mg/L, Total Fosfat 12mg/L dan TSS 10mg/L dengan efisiensi removal masing- masing 0% mg/L,1,6% mg/L dan 85% mg/L. pada KSM Manguni memiliki debit rata – rata air limbah sebesar 6.9 m3/hari, effluent yang dihasilkan dengan parameter Total Nitrit 0,0072 mg/L, Total Fosfat 6.62 mg/L, dan TSS 58 mg/L dengan efisiensi removal masing – masing 16% mg/L, 14% mg/L dan 16% mg/L. Pada KSM Gerbang Manguni memiliki debit rata – rata air limbah sebesar 9.92 m3/hari, effluent yang dihasilkan dengan parameter Total Nitrit 0,033 mg/L, Total Fosfat 6.30mg/L dan TSS 113,33 mg/L dengan efisiensi removal masing – masing 89% mg/L, 53% mg/L dan 98% mg/L. Pada masing – masing IPAL memiliki indeks pencemaran tergolong cemar ringan. Penyebab IPAL Komunal tidak optimal adalah masih ada hanyutan sampah padat pada bak Inlet, nilai effluent pada ketiga IPAL masih ada melebihi batas baku mutu dan kurangnya pemeliharaan oleh pengguna maupun pengelola IPAL Komunal. Kata kunci – evaluasi IPAL, limbah domestik, anaerobic filter, anaerobic baffled reactor 
Analisis Karakteristik Gelombang Pantai Maruni Kota Manokwari Provinsi Papua Barat Saad, Nurul Khofifah; Jansen, Tommy; Jasin, M. I.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Maruni merupakan salah satu tempat wisata di Kota Manokwari yang terletak ditepi jalan raya Manokwari-Bintuni. Erosi pantai yang terjadi mengakibatkan beberapa bagian aspal jalan raya terkikis. Sehubungan dengan masalah diatas, maka perlu adanya analisis karateristik gelombang agar dapat digunakan dalam pengembangan pengmanan di daerah pantai tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan pendektaan teori transformasi gelombang yang terjadi di daerah Pantai Maruni Manokwari. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMKG Manokwari untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Dari hasil akhir perhitungan didapat gelombang dominan pada arah Timur dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Desember 2018 dengan tinggi gelombang 1,013 m dan periode 3,626 detik. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 1,0026 sampai 1,6419 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0,9789 sampai 1,3875. Tinggi gelombang yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0,9941 m sampai 2,5234 m pada kedalaman 0,5 m sampai 10 m. Kata kunci - pantai Maruni, hindcasting, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah
Kajian Karakter Dan Pengalaman Personil Konsultan Manajemen Terhadap Kualitas Pekerjaan Proyek Di Kota Manado Rompas, Leidy Magrid
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsultan manajemen konstruksi yang dijadikan sebagai obyek penelitian adalah PNPM Mandiri Perkotaan. PNPM Mandiri Perkotaan terdiri dari 2 bentuk bentuk yaitu: bantuan kepada masyarakat miskin dalam bentuk pinjaman dana yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang diusulkan oleh masyarakat. Bantuan teknis berupa pendampingan kepada masyarakat dalam rangka membantu pembentukan organisasi di tingkat komunitas, guna meningkatkan kesejahteraraan melalui peningkatan ekonomi, prasarana lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) mulai ditetapkan pada tahun 1999 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 33/KPTS/1999 tentang Susunan Organisasi dan Tata Hubungan Kerja Proyek Manajemen Unit P2KP yang dijalankan oleh Ditjen Perumahan dan Pemukiman. Proram ini kemudian berganti nama menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri – Perkotaan. Di kota Manado, program ini sudah berjalan semenjak tahun 2000 dengan alokasi anggaran Rp 6,7 Milyar per tahun dengan target 26 Kelurahan per tahunnya. Analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi linear berganda, analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam penelitian ini, variabel bebas adalah variabel Pengalaman (X1), Karakter (X2) dan variabel terikatnya adalah Kualitas Pekerjaan (Y). Penelitian dilaksanakan terhadap konsultan yang melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri – Perkotaan di kota Manado dengan sampel seluruh kecamatan yang mendapatkan program sebanyak 11 kecamatan. Untuk kualitas pekerjaan yang diteliti adalah bangunan yang dilaksanakan tahun anggaran 2015 sehingga sudah dapat dinilai kualitasnya. Sedangkan SDM adalah seluruh konsultan manajemen konstruksi yang bekerja di tingkat kecamatan yang berlatar belakang teknik sipil. Metode pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang relevan, akurat dan reliabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket atau kuisioner serta hasil penilaian kualitas pekerjaan masing-masing kecamatan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan: i) pengalaman konsultan manajemen konstruksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pekerjaan yang dibangun; ii) karakter konsultan manajemen konstruksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pekerjaan yang dibangun; iii) pengalaman dan karakter konsultan manajemen konstruksi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pekerjaan yang dibangun. Kata kunci – pengaruh pengalaman, pengaruh karakter, SDM, kualitas pekerjaan
Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Di Kecamatan Mapanget Kota Manado Lawa, Jonatan I. J.; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh setiap daerah di Indonesia, di kota Manado sendiri, permasalahan persampahan adalah masalah yang memerlukan perhatian, produksi sampah yang dihasilkan di tiap – tiap daerah di kota manado hampir seluruhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo tanpa melewati pengolahan terlebih dahulu. Tempat Pengolahan Sementara berbasis reduce, reuse, recycle (TPS 3R) adalah salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA setiap harinya, TPS 3R adalah tempat pengolahan yang berbasis reduce, reuse dan recycle, sehingga bukan saja mengurangi jumlah sampah yang dibawa ke TPA tetapi juga memberikan keuntungan lainnya. Kecamatan Mapanget adalah salah satu Kecamatan yang memiliki luas wilayah yang besar di kota Manado, melalui metode observasi dan wawancara diketahui bahwa kecamatan Mapanget menghasilkan sampah sebanyak 48.400 liter/hari. Dengan adanya TPS 3R di kecamatan Mapanget, seluruh sampah yang dihasilkan dalam sehari tidak sepenuhnya akan dibuang ke TPA dengan menggunakan pengolahan 3R, sesuai dengan buku Petunjuk Teknis TPS 3R tahun 2017, sebuah TPS 3R dapat mengolah hingga 6 m3 sampah per harinya. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan dan refrensi bagi instasi terkait dalam menghadapi dan mengelola masalah persampahan. Kata kunci – TPS 3R, pengolahan, sampah, TPA
Analisis Fondasi Tiang Bor Dengan PLAXIS 3D (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas Teknik Unsrat Jurusan Sipil) Prilia, Ribka; Manoppo, Fabian J.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan fondasi dalam pembangunan merupakan hal yang sangat diperlukan guna menopang beban struktur yang diatasnya. Fondasi dalam jenis tiang bor menjadi pilihan pada Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas Teknik Unsrat Jurusan Sipil.  Adapun dalam hal menganalisis fondasi yang ada baik dari segi daya dukung maupun sampai pada penurunan dan defleksi, digunakan beberapa metode statis dan juga program (software) yang dapat digunakan, salah satunya PLAXIS 3D yang merupakan program metode elemen hingga bertujuan khusus untuk menganlisis masalah-masalah di bidang geoteknik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapat untuk pemodelan kelompok tiang 3-pile dan 4-pile dengan menggunakan metode statis dan pemograman yaitu, untuk metode statis Qu = 13304,4 kN dan 15294,5 kN lalu Hg = 130,721 kN dan 162,274 kN (analitis), dan y0 = 0,002769 m dan 0,003437 m (analitis), kemudian Sg = 0,10266 (metode Vesic 3-pile dan 4-pile) dan Sg = 0,03021 m dan 0,03473 m (metode Meyerhof). Dan pada pemograman dengan PLAXIS 3D didapat Qu = 11496,7 kN dan 15089,9 kN, lalu Hg = 135 kN dan 165 kN, kemudian y0 = 0,000508 m dan 0,000460 m, dan Sg = 0,025 m bagi masing-masing kelompok tiang. Kata kunci – PLAXIS 3D, tiang bor, SPT, daya dukung
Analisis Kuat Geser Tanah Lempung Dengan Tambahan Fertilizer Rembet, Reinaldo; Rondonuwu, Steeva G.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangkaian pengujian triaksial dilakukan di laboratorium, terhadap tanah lempung pulutan dengan menambahkan fertilizer. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kuat geser tanah sebelum, dan setelah penambahan fertilizer. Parameter yang di analisis adalah: kohesi tanah (c), sudut geser dalam (ϕ), tegangan normal (σ), dan nilai kekuatan geser tanah (τ) itu sendiri. Juga dilakukan pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Variasi bahan tambahan fertilizer adalah: Pupuk Urea 2%, 5%, 7%, 10%, dan Pupuk NPK 2%, 5%, 7%, 10%. Dari hasil pengujian untuk tanah lempung asli didapat c= 0.99 t/m2, ϕ= 4.49ᵒ, σ= 4.02 t/m2, serta didapatkan nilai kuat geser tanah lempung tanpa bahan campuran, τ= 1.65 t/m2.  Pada penambahan 10 % urea, didapat nilai c= 0.97 t/m2, ϕ= 8.98ᵒ, σ= 6.73 t/m2, sedangkan nilai kuat geser τ= 1.57 t/m2. Selanjutnya untuk penambahan 10% pupuk NPK diperoleh nilai parameter c= 1.07 t/m2, ϕ= 11.56ᵒ, σ= 6.64 t/m2, dan nilai kuat geser tanah; τ= 1.85 t/m2. Dari hasil diatas menunjukkan bahwa kuat geser tanah dengan tambahan fertilizer melalui pengujian triaksial metode Unconsolidated Undrained (UU), terjadi peningkatan pada 10% Pupuk urea dan 10 % pupuk NPK bila dibandingkan dengan tanah tanpa tambahan fertilizer. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kuat geser lempung lunak dapat diperbaiki/ dinaikan dengan penambahan fertilizer, dalam hal ini pupuk urea dan pupuk NPK. Kata kunci – lempung lunak, fertilizer, uji triaksial, kuat geser.