cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Faktor-Faktor Keterlambatan Yang Berpengaruh Terhadap Waktu Pelaksanaan Proyek Dermaga (Studi Kasus: Pelabuhan Laut Anggrek Di Gorontalo) Raranta, Meliska Eviany; Pratasis, Pingkan A. K.; Dundu, A. K. T.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan yang dapat terjadi dalam suatu pekerjaan pembangunan dimana waktu pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja melewati waktu yang telah ditentukan dan mengakibatkan kerugian waktu dan biaya serta hilangnya peluang untuk mengerjakan proyek yang lain. Oleh karena itu kontraktor, pemilik proyek, dan konsultan perlu untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penyebab dan dampak keterlambatan proyek. Dan dalam pelaksanaan pekerjaan ini terganggu akibat oleh adanya PSBB karena Covid-19 serta faktor-faktor penyebab keterlambatannya lainnya, dari penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab keterlambatan utama pada proyek dermaga di Pelabuhan laut anggrek.Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan SPSS 20 yang bekerja untuk mencari tahu faktor-faktor keterlambatan apa saja yang berpengaru dalam pelaksanaan proyek dermaga di laut amggrek, data yang diolah dalam program SPSS 20 menggunakan metode analisis descriptive dan dengan menggunakan metode frequencies.Dari hasil penelitian yang di lakukan dengan menggunkan program ini didapat lima faktor keterlambatan dengan nilai tertinggi, dan dari lima nilai tersebut, di dapat faktor penyebab utama yang mempengaruhi terjadinya keterlambatan yaitu ada pada Keadaan muka air laut (Gelombang air laut) dengan mean rata-rata 4.00 , dalam pelaksanaan proyek dermaga tentunya hambatan ini sering terjadi, oleh karena itu baik penyelenggara proyek maupun konsultan dan kontraktor, dapat menentukan waktu yang tepat untuk pengerjaan dengan mengecek secara berkala data terbaru yang bisa di dapat dari BMKG. Kata kunci – faktor-faktor keterlambatan, dermaga, IBM Statistik SPSS 20
Pengaruh Kepadatan Lalu Lintas Terhadap Kebisingan di Jalan Piere Tendean Kota Manado Manongko, Davin D; Mangangka, Isri R.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab kebisingan yang terjadi terkhusus pada ruas Jalan Piere Tendean Kota Manado sumbernya sangat beragam, salah satunya yaitu aktivitas lalu lintas di ruas jalan tersebut. Aktivitas pada jalan tersebut ditambah dengan pengendalian kebisingan yang masih kurang memadai membuat hasil kebisingan yang ditimbulkan cukup tinggi. Hal tersebut dapat memengaruhi penduduk sekitar di daerah tersebut. Terbukti bahwa aktivitas lalu lintas pada Jalan Piere Tendean Kota Manado seperti volume, kecepatan, dan terutama kepadatan kendaraan berpengaruh terhadap kebisingan dimana pada saat kepadatan menurun kurang dari 60 smp/km kebisingan justru naik dan pada saat kepadatan naik lebih dari 80 smp/km kebisingan juga turut naik. Aktivitas lalu lintas tersebut menghasilkan rata-rata 70-80 dB. Hasil tersebut diperoleh pada pagi hari, siang hari dan sore hari pada jam-jam sibuk dan menghasilkan kebisingan yang relatif sama walaupun intensitas volume, kecepatan, dan kepadatannya berbeda-beda. Rentang rata-rata kebisingan tersebut telah melebihi baku mutu menurut Kepmen LH No 48. Tahun 1996 dan sudah melewati batas. Kata kunci – Kebisingan, Kepadatan Kendaraan, Lalu Lintas
Analisis Pencemaran Udara Gas CO Akibat Pembuangan Gas Emisi Kendaraan Bermotor Di Depan Bahu Mall Pada Ruas Jalan Wolter Monginsidi Kota Manado Lawalata, Johanes; Riogilang, Hendra; Rondonuwu, Steeva G.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udara adalah faktor penting dalam kehidupan. Perkembangan kota manado yang pesat menyebabkan kemacetan kendaraan, dan pencemaran berupa polusi udara. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah emisi CO yang dihasilkan kendaraan bermotor dan kemampuan daya serap pohon terhadap CO2 pada jalur hijau. Parameter yang digunakan hasil emisi CO pada kendaraan bermotor dan kemampuan daya serap pohon pada jalur hijau. Pengamatan dilakukan di depan bahu mall pada ruas jalan wolter monginsidi manado. Pengukuran terbagi atas 3 sesi yaitu sesi 1 pukul 06.30- 08.30, sesi 2 pukul 11.00-13.00, sesi 3 pukul 16.00-18.00. Hasil pengukuran emisi kendaraan bermotor 0,028 gr/jam, data total jumlah kadar CO di udara 32 ppm, data tersebut sudah melebihi standar baku mutu udara 26,19 ppm. Kata kunci - kota Manado, karbon monoksida (CO), kendaraan bermotor
Studi Karakteristik Kompresibilitas Tanah Pada Daerah Aliran Sungai Tondano (Studi Kasus: Lokasi Pembangunan Jembatan Kuwil) Suoth, Diska Stevany; Legrans, Roski R.I.; Manaroinsong, Lanny D.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan konstruksi yang terletak di atas tanah seringkali mengalami keretakan pada elemen konstruksi. Salah satu penyebab adalah penurunan yang tidak seragam akibat penurunan struktur. Penurunan yang cukup besar dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur. Kerusakan pada struktur ini akan berdampak pada terganggunya fungsi struktur, serta dapat menimbulkan kerugian yang besar ditinjau dari segi sosial ekonomi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui sifat fisik dan kompresibilitas tanah pada lokasi pembangunan jembatan Kuwil. Sampel yang di ambil adalah sampel tanah terganggu pada kedalaman 2 m di titik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah pada titik 1 bersifat non plastis dengan nilai kadar air tanah asli sebesar 9.05%, nilai berat jenis sebesar 2.045, presentasi lolos saringan no 200 sebesar 0.75%, dan kepadatan tanah sebesar 1.4 t/ m3. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanah pada titik 2 bersifat plastis dengan nilai kadar air tanah asli sebesar 52.14%, nilai berat jenis sebesar 2.344, presentasi lolos saringan no 200 sebesar 53.41%, dan indeks kompresibilitas sebesar 0.17.Kata kunci – jembatan Kuwil, kompresibilitas
Analisis Rembesan Pada Dam Tailing Di Desa Tokin Kecamatan Motoling Timur Singal, Sheren S.; Mandagi, Agnes T.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan mineral logam yang berada di Desa Tokin, Karimbow, dan Picuan Lama, Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, adalah pertambangan mineral (emas). Dalam pertambangan mineral (emas) pada proses pengolahan bijih menghasilkan tailing dimana Teknik pengolahannya dengan membangun dam tailing yang biasanya konstruksi dari urugan tanah yang memiliki angka pori yang besar sehingga mempunyai rembesan yang besar. Oleh karena itu kita perlu adanya analisis besar rembesan pada dam tailing. Analisis dimulai dengan mencari nilai k koefisien rembesan dengan uji permeabilitas lapangan yang dilakukan dengan metode Test PIT. Nilai permeabilitasnya menggunakan hukum Darcy. Dari hasil ini di peroleh nilai k tanah dibagian atas Dam sebesar  dan nilai k tanah di bagian bawah Dam sebesar , dan untuk analisis rembesan dengan cara Craig di dapat besar rembesan q =  dan untuk cara Schaffernak di dapat besar rembesan q =  pada kondisi tinggi tailing maksimum.  Kata kunci – dam tailing, hukum Darcy, rembesan
Analisis Faktor-Faktor Keterlambatan Yang Berpengaruh Terhadap Waktu Pelaksanaan Proyek Dermaga (Studi Kasus: Pelabuhan Laut Anggrek Di Gorontalo) Raranta, Meliska Eviany; Pratasis, Pingkan A. K.; Dundu, A. K. T.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan yang dapat terjadi dalam suatu pekerjaan pembangunan dimana waktu pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja melewati waktu yang telah ditentukan dan mengakibatkan kerugian waktu dan biaya serta hilangnya peluang untuk mengerjakan proyek yang lain. Oleh karena itu kontraktor, pemilik proyek, dan konsultan perlu untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penyebab dan dampak keterlambatan proyek dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab keterlambatan utama pada proyek dermaga di pelabuhan Laut Anggrek. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan SPSS 20 yang bekerja untuk mencari tahu faktor-faktor keterlambatan apa saja yang berpengaruh dalam pelaksanaan proyek dermaga di Laut Anggrek, data yang diolah dalam program SPSS 20 menggunakan metode analisis descriptive dan dengan menggunakan metode frequencies. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan program ini didapat lima faktor keterlambatan dengan nilai tertinggi dan dari lima nilai tersebut didapat faktor penyebab utama yang mempengaruhi terjadinya keterlambatan yaitu ada pada keadaan muka air laut (gelombang air laut) dengan nilai rata-rata 4.00, adapun keterlambatan juga terjadi oleh adanya PSBB karena Covid-19 serta faktor-faktor penyebab keterlambatan lainnya, dalam pelaksanaan proyek dermaga tentunya sering ada hambatan yang terjadi, oleh karena itu baik penyelenggara proyek maupun konsultan dan kontraktor, dapat menentukan waktu yang tepat untuk pengerjaan dengan memeriksa secara berkala data terbaru yang bisa didapat dari BMKG. Kata kunci – faktor-faktor keterlambatan, dermaga, IBM Statistik SPSS 20
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Di Tondano Aprilia, Pratiwi; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan sarana yang sangat diperlukan dari waktu ke waktu dimana transportasi dapat membawa seseorang atau suatu barang menuju ke tempat yang dituju. Semakin berkembangnya zaman maka semakin banyak moda transportasi yang bermunculan, salah satu contohnya yaitu di Tondano yang merupakan Ibukota dari Kabupaten Minahasa. Pada awalnya di Tondano hanya memiliki bendi sebagai sarana transportasi untuk bepergian ke suatu tempat, tapi pada saat ini Tondano memiliki banyak jenis atau moda transportasi yang dapat digunakan seperti transportasi online, ojek konvensional,dll. Ini membuktikan bahwa pesatnya perkembangan zaman berpengaruh terhadap munculnya berbagai macam moda transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dalam memilih moda transportasi di Tondano dan menentukan faktor–faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi di Tondano. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner melalui google form dan dibagikan secara langsung, kepada 150 responden menggunakan skala likert dan pengolahan data dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) melalui aplikasi AMOS dan SPSS. Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh karakteristik responden yang menunjukkan bahwa lebih banyak responden didominasi oleh perempuan, responden lebih banyak ada pada kelompok usia 18 – 35 tahun, responden lebih banyak didominasi oleh pelajar/mahasiswa/i, responden lebih banyak yang belum berpenghasilan, responden lebih banyak memiliki motor dan umumnya 65% responden sudah pernah menggunakan moda transportasi yang ada di Tondano. Berdasarkan hasil uji Structural Equation Modeling (SEM) diperoleh faktor – faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan moda transportasi yang ada di Tondano yaitu biaya perjalanan, jarak tempuh dan kemudahan mendapat moda. Dimana nilai CR biaya perjalanan terhadap kondisi kendaraan sebesar 4,654 , nilai CR jarak tempuh terhadap kemudahan mendapat moda sebesar 5,286 dan nilai CR kemudahan mendapat moda terhadap transportasi online sebesar 4,654 , ojek konvensional sebesar 4,654 , kendaraan pribadi sebesar 4,122 dan bendi sebesar 3,846.Kata kunci – Pemilihan Moda, Structural Equation Modeling (SEM), AMOS
Perancangan Instalasi Pengolahan Lindi Dengan Proses Kombinasi Kolam Anaerobik, Fakultatif, dan Maturasi di TPA Sumompo Haumahu, Syahrul Al-Qadar; Riogilang, Herawaty; Mangangka, Isri R.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air lindi merupakan cairan yang timbul melalui tumpukan sampah yang mengandung material terlarut maupun tersuspensi. Pengolahan lindi di TPA Sumompo tidak mengolah lindi yang dihasilkan secara maksimal yang disebabkan dari timbunan sampah yang telah memenuhi instalasi pengolahan lindi hingga pipa yang mengalirkan lindi telah tertimbun sampah. Dampak dari hal tersebut membuat instalasi pengolahan lindi tidak lagi berfungsi secara maksimal. Sistem TPA open dumping memerlukan unit pengolahan lindi terbaru untuk menampung dan mengolah lindi yang dihasilkan TPA Sumompo agar memiliki baku mutu dibawah standar untuk dilepas ke badan air.Debit lindi dihitung menggunakan metode neraca air Thornthwaite-Matter. Unit-unit proses yang digunakan dipilih berdasarkan kualitas lindi yang ada di Indonesia. Instalasi pengolahan yang dipilih untuk pengolahan lindi adalah kolam anaerobik, fakultatif, dan maturasi. Dasar perhitungan dimensi dan efektivitas tiap unit pengolahan lindi menggunakan nilai parameter BOD pada kolam inlet TPA Sumompo. Lokasi pengambilan sampel lindi dilakukan pada inlet dan outlet kolam IPL dengan metode grab sampling untuk diperiksa nilai parameter BOD, COD, dan pH. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 59 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan atau Kegiatan TPA Sampah, dengan hasil pengolahan lindi dari instalasi yang dipilih adalah BOD = 65 mg/L dan COD = 143,5 mg/L berada dibawah standar baku muku untuk dilepas ke badan air, dengan perhitungan dimensi dari kolam anaerobik, fakultatif dan maturasi didapatkan 4 (empat) kolam anaerobik dengan dimensi 5 m  4 m  2 m, 2 (dua) kolam fakultatif dengan dimensi 8 m  8 m  2 m dan 2 (dua) kolam maturasi dengan dimensi 9 m  9 m  2 m. Kata kunci – TPA, Lindi, BOD, COD, Thorwaite-Matter
Pengaruh Curing Oven Terhadap Kuat Tekan Beton Menggunakan Agregat Lokal Dengan Abu Sekam Padi Sebagai Substitusi Parsial Semen Lalo, Evita A.; Pandaleke, Ronny E.; Sumajouw, Dody M. J.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan (curing) beton ialah salah satu tindakan yang dilakukan untuk mencegah agar beton segar tidak kehilangan air terlalu cepat sehingga beton tidak cepat mengalami keretakan. Salah satu cara perawatan beton yaitu dengan curing oven. Dalam penelitian ini, abu sekam padi digunakan untuk menggantikan sebagian semen pada campuran beton. Pembakaran pada sekam padi menjadi abu menghilangkan zat–zat organik yang kemudian menghasilkan sisa pembakaran yang kaya akan silika (SiO2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh perawatan beton dengan cara oven terhadap nilai kuat tekan beton dengan penambahan abu sekam padi. Pengujian kuat tekan beton dengan benda uji berbentuk silinder berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Pengujian dilakukan pada umur 1 hari, 7 hari dan 28 hari, dengan perawatan perendaman, perawatan suhu ruang, serta perawatan dengan suhu 40°C, 50°C, 60°C, dan 70°C. Dari hasil penelitian didapatkan nilai kuat tekan beton dengan substitusi parsial semen menggunakan abu sekam padi, pada umur 1 hari kuat tekan tertinggi berada pada perawatan oven suhu 70°C sebesar 5,12 MPa, umur 7 hari kuat tekan tertinggi berada pada perawatan  suhu ruang sebesar 10,75 MPa, sedangkan umur 28 hari kuat tekan tertinggi berada pada perawatan oven suhu 50°C sebesar 15,87 MPa. Kata kunci – abu sekam padi, curing oven, kuat tekan, perawatan.
Studi Literatur Tentang Analisis Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Soil Nailing Menggunakan Program GEO5 Barrang, Yosri Ega; Mandagi, Agnes T.; Riogilang, Hendra
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Trans Manado – Tomohon terdapat lereng yang cukup tinggi dan kemiringan curam sehingga sering terjadi longsor. Pada tanggal 16 Mei 2021 terjadi longsor di dua titik jalur utama Manado – Tomohon desa Tinoor Kota Provinsi Sulawesi Utara akibat curah hujan cukup tinggi menyebabkan jalan tertutup oleh tanah sehingga arus lalu lintas tersendat untuk beberapa saat. Hasil penelitian dengan kondisi esksisting dan percobaan Muka Air Tanah 1m, 2m, dan 3m diperoleh bahwa lereng berada dalam kondisi yang kritis akibat pengaruh muka air tanah 1m sehingga diberikan perkuatan soil nailing. Variasi nail paling efisien didapatkan pada panjang nail 25 m, jumlah nail 16 buah, diameter nail 16 mm, kemiringan nail 10°, dan jarak vertikal dan jarak horizontal 1 m. Hasil analisis stabilitas lereng setelah diberi perkuatan soil nailing dengan bantuan program GEO5 diperoleh Faktor Keamanan menggunakan Metode Bishop Simplified sebesar SF 1.310 dan Metode Fellenius sebesar SF 1.260. Angka tersebut menunjukan bahwa perkuatan soil nailing mampu menahan kelongsoran.Kata kunci - sstabilitas lereng, muka air tanah, soil nailing, GEO5