cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Pencemaran Merkuri Pada Perairan Sekitar Tambang Emas Rakyat Di Desa Tanoyan Selatan Elsa Muchtar; Cindy J. Supit; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tersedianya keberadaan sumber daya mineral berupa emas di Desa Tanoyan Selatan menyebabkan masyarakat Desa Tanoyan Selatan sebagian besar berprofesi sebagai penambang. Aktivitas pertambangan emas rakyat ini menggunakan logam berat merkuri untuk proses pengelolaan yang dimana merkuri ini dapat mengakibatkan timbul berbagai masalah seperti gangguan kesehatan pada manusia, pencemaran dan kerusakan pada lingkungan serta keracunan bagi makhluk hidup lainnya. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena peneliti melakukan analisis mendalam terhadap pencemaran merkuri sekitar tambang emas rakyat di Desa Tanoyan Selatan dan peneliti melakukan wawancara mendalam kepada pemerintah, pemilik tambang dan masyarakat di Desa Tanoyan Selatan. Untuk mengetahui kadar merkuri pada perairan di sekitar tambang emas rakyat Desa Tanoyan Selatan peneliti melakukan pengambilan sampel dan pengujian sampel sungai, kolam limbah pertambangan emas rakyat dan sumur di laboratorium Water Laboratory Nusantara (WLN) Manado dengan baku mutu untuk sungai mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI dan baku mutu untuk kolam limbah mengacu pada Keputusan Mentri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004. Hasil Analisis kadar merkuri yang diperoleh yaitu untuk titik 1 0,0001 mg/L, titik 2 <0,00005 mg/L, titik 3 <0.00005 mg/L, titik 4 0,00006 mg/L dan titik 5 <0,00005 mg/L. Kadar merkuri pada tiap titik pengambilan sampel tersebut masih memenuhi baku mutu. Namun, untuk menghindari terjadinya peningkatan kadar merkuri, kerusakan lingkungan, ganguan terhadap kesehatan bagi manusia dan keracunan bagi makhluk hidup lainnya maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan seperti Fitoremediasi dengan tanaman, bioaugmentasi dengan bakteri dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) industri kecil. Kata kunci: Merkuri (Hg), pertambangan emas rakyat, Desa Tanoyan Selatan, fitoremediasi, bioaugmentasi dengan bakteri, IPAL
Analisis Temperatur Reservoir Panas Bumi Dengan Menggunakan Metode Silika Geotermometer Di PIT Araren Desa Pinenek Kabupaten Minahasa Utara Jeremy Rompis; Hendra Riogilang; Oktovian B. A. Sompie
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan panas bumi dilakukan dalam upaya mencari sumber daya panas bumi, membuktikan keberadaan sumber daya tersebut serta menghasilkan dan memanfaatkan fluida yang dimilikinya. Panas bumi adalah sumber daya alam berupa air panas atau uap yang terbentuk di reservoir bumi melalui pemanasan air bawah permukaan oleh batuan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui temperature reservoir di Desa Pinenek Kabupaten Minahasa Utara. Daerah yang memiliki potensi panas bumi ditandai dengan ditemukannya beberapa manifestasi panas bumi berupa mata air panas. Dengan menggunakan metode silika geotermometer di wilayah Desa Pinenek Kabupaten Minahasa Utara diketahui temperatur reservoir agar bias digunakan menjadi energi listrik. Memiliki nilai temperature 143.29 °C sehingga bisa digunakan menjadi pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan teknlogi binary cycle. Kata kunci: reservoir panas bumi, silika geotermoeter, binary cycle
Dampak Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Terhadap Kualitas Air Sungai Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Gracia G. Tumbelaka; Isri R. Manganka; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indikator lingkungan hidup akibat dampak pertambangan emas tanpa izin dapat dilihat pada penurunan kualitas air. Oleh karena itu, penelitian yang mendalam tentang dampak pertambangan emas tanpa izin terhadap kualitas air sungai sangat penting untuk memahami tingkat pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pertambangan emas tanpa izin terhadap kualitas air sungai Nuangan. Cara penelitian adalah observasi lapangan di sekitar lokasi sungai Nuangan dan pengambilan sampel kualitas air sungai berdasarkan parameter fisika dan kimia. Analisis kualitas air sungai Nuangan parameter fisika yaitu Suhu,TDS (Total Dissolve solid), TSS (Total Suspended Solid),Kekeruhan dan Parameter Kimia yaitu pH (derajat keasaman), BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxgen Demand), DO (Dissolved Oxygen) Hg (Merkuri) di air sungai di laboratorium. Analisis data membandingkan sesuai dengan baku mutu peraturan pemerintah no. 82 tahun 2001, serta Analisis kusioner menggunakan perhitungan dengan SPSS (statistical package for the social sciences. Hasil penelitian terhadap parameter fisika dan kimia yang telah diuji yang telah melewati ambang batas berdasarkan peraturan pemerintah No. 82 tahun 2001 antara lain parameter Kekeruhan, TSS (Total Suspended Solid), BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxgen Demand). Kata kunci: dampak, PETI, kualitas air, Sungai Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Infeksius Menggunakan Autoclave Di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Meyfreedni N. Wowiling; Roski R. I. Legrans; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou merupakan rumah sakit yang mengolah limbah dalam lingkungan rumah sakit. Teknologi pengolahan limbah infeksius yang digunakan RSUP Kandou adalah autoclave. Pengoperasian alat tersebut merupakan yang pertama di Indonesia pada tahun 2017 dan dilakukan di RSUP Kandou. Berdasarkan data Kemenkes tahun 2019 jumlah rumah sakit di Indonesia sebanyak 2.877, sampai November 2020, hanya terdapat 117 rumah sakit yang memiliki izin pengolahan limbah B3 dan hanya 6 rumah sakit yang menggunakan autoclave. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi proses pengelolaan limbah infeksius mulai dari pemilahan/pewadahan, pengangkutan, TPS B3, pengolahan menggunakan autoclave dan mengetahui kondisi limbah setelah dilakukan pengolahan. Analisis data yaitu perbandingan dan evaluasi yang ditetapkan Permen LHK No. 56 Tahun 2015 dan Permenkes No. 7 Tahun 2019. Selanjutnya diperoleh hasil bahwa pengelolaan limbah di RSUP Kandou berjalan dengan baik, tapi belum ada jalur khusus pengangkutan limbah, dan petugas autoclave masih belum menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Terdapat limbah yang belum tercacah dengan baik, akibatnya harus dilakukan pengolahan ulang. Rata-rata limbah yang dihasilkan setiap hari belum seluruhnya diolah menggunakan autoclave. Hasil pengujian bacillus stearothermophilus sejumlah 105 - 107/ampul limbah. Hasil pengolahan menggunakan autoclave adalah negatif dan proses sterilisasi limbah berjalan dengan baik.Selain itu limbah hasil pengolahan autoclave belum dilakukan daur ulang pihak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Kata kunci: autoclave, limbah infeksius, pengelolaan, bacillus stearothermophilus, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou
Penanganan Emisi CO2 Dari Berbagai Jenis Kendaraan Bermotor Di Desa Tumpaan Andreas Ch. Kaparang; Isri R. Mangangka; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emisi CO2 adalah pelepasan gas karbon dioksida ke atmosfer sebagai hasil dari berbagai aktivitas manusia dan alami yang menjadi salah satu penyebab utama dari pencemaran udara dan pemanasan global. Kendaraan bermotor menjadi kontributor utama dalam menghasilkan emisi CO2 karena adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor tiap tahunnya. Desa Tumpaan terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, dimana terjadi pertumbuhan aktivitas kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi CO2 karena topografi Desa Tumpaan yang dilintasi Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Manado dengan Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan Kabupaten Bolaang Mongondow sehingga jumlah kendaraan yang melintasi ruas jalan area penelitian didapat sebanyak 1206 unit kendaraan dan menghasilkan sebesar 25,29 kg emisi CO2 setiap jamnya. Hal ini membuat emisi CO2 pada ruas jalan di Desa Tumpaan sebanding dengan dengan ruas jalan di kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya dan Manado. Upaya untuk menangani emisi CO2 di Desa Tumpaan adalah dengan mengimplementasikan Ruang Terbuka Hijau tumbuhan bakau dengan memanfaatkan topografi Desa Tumpaan yang berada di area pesisir pantai, juga mulai beralih pada kendaraan bebas emisi (Zero-emissions Vehicles) yang sudah dipraktekkan sebagian kecil pengendara yang melintasi ruas Jalan Trans Sulawesi di Desa Tumpaan. Kata kunci: penanganan emisi CO2, emisi CO2, kendaraan bermotor, Desa Tumpaan
Studi Penerapan 8 Atribut Green City Di Kota Manado Aldhia S. D. Putri; Hendra Riogilang; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) merupakan program Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PUPR yang bekerja saman dengan Pemerintah Kabupaten atau Kota. Terdapat 8 Atribut Kota Hijau yang harus diterapkan agar suatu kota bisa disebut Kota Hijau yaitu green planning and design, green open space, green waste, green water, green building, green energy, green transportation, dan green community. Kota Manado belum sepenuhnya menerapkan 8 Atribut Kota Hijau dilihat dari hasil penelitian menggunakan metode Kualitatif-Deskriptif dan Metode Matriks Cross-Tabs dengan variable 8 Atribut Kota Hijau dan dilakukan pengamatan kondisi eksisting terlebih dahulu. Untuk itu perlu adanya perhatian khusus dan kerja sama dari Pemerintah maupun masyarakat Kota Manado agar bisa mewujudkan Kota Manado menjadi Kota Hijau dan berkelanjutan. Kata kunci: implementasi konsep kota hijau, Green City, Kota Manado
Studi Stabilitas Dinding Penahan Tanah Tipe Kantilever Pada Oprit Jembatan (Studi Kasus: Jembatan Boulevard II) Jeshika D. Mandiangan; Roski R. I. Legrans; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinding penahan tanah tipe kantilever yang digunakan pada oprit jembatan Boulevard II perlu dipastikan kestabilannya terhadap guling, geser, daya dukung tanah, kestabilan global dan deformasi lateral yang terjadi. Tulisan ini menitikberatkan pada analisis kestabilan dinding penahan tanah tipe kantilever menggunakan metode analitik dan metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS 2D. Hasil analisis diperoleh nilai faktor keamanan terhadap kestabilan terhadap guling yakni 3,36, terhadap geser yakni 5,22 dan terhadap daya dukung sebesar 10,78. Analisis kestabilan global dilakukan terhadap dinding penahan tanah dengan dan tanpa perkuatan geogrid pada tanah timbunan. Pada analisis metode LEM (Simpilfied Bishop) diperoleh nilai factor keamanan masing-masing 1,470 untuk dinding tanpa perkuatan dan 1,954 untuk dinding dengan perkuatan. Analisis kestabilan dengan metode elemen hingga (PLAXIS 2D) menghasilkan factor keamanan sebesar 1,467 untuk dinding tanpa perkuatan dan 1,764 untuk dinding dengan perkuatan. Analisis deformasi lateral dilakukan dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS 2D, menghasilkan deformasi lateral sebesar 0,46 m untuk dinding tanpa perkuatan, dan 1.0 m untuk dinding dengan perkuatan. Deformasi untuk dinding tanpa perkuatan melebihi deformasi lateral maksimum sebagaimana diatur dalam SNI 8460:2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik. Deformasi lateral pada dinding dengan perkuatan memenuhi defomasi maksimum untuk dinding dengan perkuatan menurut AASHTO 2017. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa dinding penahan tanah tipe kantilever dengan perkuatan geogrid pada oprit jembatan memenuhi persyaratan kestabilan terhadap guling, geser, daya dukung, global dan deformasi lateral. Kata kunci: stabilitas, dinding penahan tanah tipe kantilever, oprit Jembatan Boulevard II
Analisis Sisa Masa Pakai TPA Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara Zevanya G. J. Rumagit; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Airmadidi adalah yang berlokasi di Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa. TPA Airmadidi merupakan TPA yang memiliki luas 7.2 ha dan sudah menggunakan sistem controlled landfill. Meskipun fasilitas yang ada di TPA Airmadidi sudah mumpuni namun terdapat sebagian fasilitas yang rusak dan tidak dikelola dengan baik yang dapat menyebabkan overcapacity sehingga dapat berdampak pada masa pelayanan yang ada di TPA. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Fokus utama penelitian ini ialah menghitung sisa masa pakai TPA dengan menghitung luas lahan yang tersisa, jumlah timbulan sampah, jumlah penduduk, kepadatan sampah serta pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan timbulan sampah di masa mendatang sebagai dasar untuk menentukan pengolahan sampah yang optimal di TPA Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Hasil analisis menunjukan bahwa TPA Airmadidi memiliki sisa daya tampung sebesar 866.340 m^3dan untuk prediksi umur pakai tanpa reduksi adalah 5 tahun 3 bulan 17 hari sedangkan apabila diterapkan upaya reduksi sebesar 57.57% maka sisa masa pakai yang didapat adalah 13 tahun 0 bulan, dan 28 hari. Kata kunci: TPA Airmadidi, masa pakai, controlled landfill, sampah
Analisis Kapasitas Air Lindi Dan Rancangan Instalasi Pengolahan Lindi Pada TPA Kulo William Mawuntu; Hendra Riogilang; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Lindi merupakan lelehan hasil degradasi sampah yang berasal dari limpasan air hujan yang dapat menimbulkan pencemaran apabila tidak dilakukan pengelolaan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Toksisitas air lindi berasal dari kandungan senyawa kimia organik maupun anorganik serta sejumlah bakteri patogen yang terkandung di dalamnya. Penanganan air lindi di TPA Kulo belum memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku maka, harus dilakukan perencanaan desain instalasi pengolahan air lindi yang sesuai di TPA Kulo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah air lindi yang dihasilkan dari TPA Kulo dan merekomendasikan desain pengolahan air lindi yang dapat mengolah dan menampung lindi secara maksimal di TPA Kulo. Metode pengumpulan dan analisis data pada penelitian ini diperoleh dengan cara meninjau langsung ke lokasi penelitian dan pengambilan sampel air lindi pada hasil pengolahan lindi dan mengumpulkan data dari instansi terkait dalam hal ini adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Kulo. Hasil pengujian laboratorium pada kualitas air lindi TPA Kulo Tondano untuk kolam inlet parameter pH sebesar 8,20, parameter BOD 3260 mg/L, dan parameter COD 6140 mg/L. untuk kolam outlet parameter pH sebesar 8,10 menunjukan bahwa sudah memenuhi standar menurut PERMEN LHK-RI No.59 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah. Sedangkan untuk parameter BOD didapat nilai 1600 mg/L, dan parameter COD 2900 mg/L dapat dikatakan jauh melebihi baku mutu yang ditetapkan. Berdasarkan hasil perhitungan debit lindi menggunakan neraca air Thornwaite Matter didapatkan perkolasi tertinggi sebesar 133,08 mm pada bulan Januari dan diketahui luas area Landfill 33.000 m2 maka diperoleh debit lindi sebesar 141 m3/hari. Perencanaan pengolahan air lindi menggunakan standar PerMen PU No.3 Tahun 2013. Kata kunci: air lindi, TPA Kulo, instalasi pengolahan
Revitalisasi Mangrove Pesisir Desa Sapa Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan Marcellino J. Wakari; Hendra Riogilang; Oktovian B. A. Sompie
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Hutan Mangrove pesisir Desa Sapa masih tergolong baik, adanya abrasi yang terjadi di Amurang, Minahasa Selatan pada tanggal 15 Juni 2022 menjadikan kekhawatiran bagi penduduk yang tinggal atau yang melintasi area pesisir Desa Sapa, abrasi yang di sebabkan ombak yang tinggi yang menyebabkan terjadinya banyak kerusakan didaerah pesisir pantai dimana daerah daratan harus adanya kehidupan mangrove. Banyaknya kebutuhan kayu bakar dan kurangnya kelestarian mangrove bisa menyebabkan bertambahnya resiko adanya abrasi didaratan sekitar pesisir Desa Sapa Kecamatan Tenga. Identifikasi kerusakan mangrove serta adanya perancangan penanaman mangrove adalah jawaban untuk masalah revitalisasi mangrove pada pesisir Desa Sapa. Kata kunci: mangrove, kerusakan mangrove, Soonerita Alba, Rhizopora Stylosa