cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Penjadwalan Proyek Dengan Metode Precedence Diagram Method (PDM) Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Pembangunan Jembatan Sosongian Minahasa Selatan Calvin Luntungan; Tisano Tj. Arsjad; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kegiatan proyek konstruksi merupakan hal yang sangat penting karena perencanaan kegiatan atau penjadwalan merupakan dasar untuk proyek dapat berjalan dengan lancar dan proyek yang dilaksanakan dapat selesai dengan waktu yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dengan metode dan konsep yang tepat mempengaruhi penjadwalan proyek yang akan dibuat. Analisis ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh dari observasi dan dituangkan dalam bentuk tabel skematik dari perusahaan berupa Barchart dan Kurva S proyek, kemudian dituangkan dalam laporan mingguan. Pengumpulan data didapatkan dari wawancara langsung dengan pihak manajemen proyek, agar diperoleh informasi yang jelas dalam penelitian. Metode penjadwalan menggunakan precedence diagram method (PDM) dengan konsep cadangan waktu dengan tahapan pengelompokan data proyek, pembuatan precedence diagram method (PDM), dan perhitungan cadangan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan nilai cadangan waktu sebesar 39 hari CW memiliki nilai positif (+), sehingga proyek memiliki safety factor dalam aspek jadwal, artinya jika jadwal tidak berjalan sesuai rencana, maka ada toleransi 39 hari yang dapat dialokasikan untuk pengendalian jadwal proyek. Kata kunci: penjadwalan, Precedence Diagram Method (PDM), Cadangan Waktu (CW)
Pemanfaatan Arang Eceng Gondok Untuk Meningkatkan Kualitas Air Sungai Di Area Pertambangan Analya S. Sondang; Steeva G. Rondonuwu; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Ratatotok menjadi salah satu sumber air bersih bagi masyarakat yang tinggal di area tersebut. Akibat pertambangan rakyat maka air sungai yang semula jernih mengalami kekeruhan, sejak 35 tahun yang lalu mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan.. Hal ini mengindikasikan bahwa Sungai Ratatotok mengalami penurunan kualitas air. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kualitas air Sungai Ratatotok dengan melakukan penambahan arang eceng gondok untuk mereduksi kontaminan yang ada. Pengambilan air sungai sebagai sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan pengambilan sampel pada 2 titik. Penambahan arang eceng gondok dilakukan variasi 5% dan 15% pada sampel air sungai. Selanjutnya di dapatkan hasil pemeriksaan dengan penurunan kadar merkuri dan nilai BOD. Lebih jelas lagi dengan penambahan arang eceng gondok 5% mampu menurunkan kadar merkuri sampai 31 % pada titik 1 dan 92 % titik 2 dan dengan penambahan arang eceng gondok 15% mampu menurunkan kadar merkuri sampai 44% pada titik 1 dan 94,7% pada titik 2. Dan pada parameter BOD dengan penambahan arang eceng gondok sebanyak 5% mampu menurunkan kadar BOD sampai 25% pada titik 1 dan 29% pada titik 2, dengan penambahan arang eceng gondok 15% mampu menurunkan kadar BOD sampai 61 % pada titik 1 dan 67% pada titik 2. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan arang eceng gondok sebanyak 5% dan 15% mampu menurunkan kadar Merkuri dan BOD. Kata kunci: air sungai, arang eceng gondok, pertambangan rakyat
Studi Eksperimental Uji Kuat Tekan Beton Dengan Memakai Serbuk Cangkang Telur Ayam Sebagai Substitusi Parsial Agregat Halus Marcelino P. Wuwung; Reky S. Windah; Mielke R. I. A. Mondoringin
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, cangkang telur ayam dimanfaatkan untuk mengganti sebagian agregat halus pada campuran beton. Penggunaan beton sebagai konstruksi bangunan tentunya tidak terlepas dari ketersediaan material beton seperti kerikil, pasir dan semen. Yang dimana ketersediaan material alam tersebut untuk konstruksi sangatlah terbatas. Di lain pihak permintaan akan material tersebut terus meningkat, sehingga perlu dicoba untuk menggunakan material alternatif seperti memanfaatkan limbah yang sudah terbuang sebagai material konstruksi yang ramah lingkungan diantaranya limbah industri, konstruksi, pertanian maupun rumah tangga yang dibiarkan begitu saja. Salah satu limbah yang bisa digunakan dalam pembuatanbeton ini ialah cangkang telur ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk cangkang telur terhadap kuat tekan beton. Pengujian kuat tekan beton dengan benda uji berbentuk silinder berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Dalam peneltian ada variasi serbuk cangkang telur ayam yang digunakan sebesar 0%; 1%; 7%; dan 15%. Hasil Penelitian beton dengan substitusi parsial agregat halus dengan menggunakan serbuk cangkang telur bahwa kuat tekan terbesar terdapat pada presentase SCT 15%, yaitu sebesar 28.41 MPa. Kata kunci: beton, kuat tekan, cangkang telur ayam
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Simpang Jalan Perkotaan (Studi Kasus: Jl. Wolter Monginsidi - Jl. Sea Manado) William R. Jr. Timboeleng; Lucia I. R. Lefrandt; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satu masalah besar yang selalu memperburuk kondisi lalu lintas adalah Hambatan Samping. Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas dari aktifitas samping segmen jalan, seperti pejalan kaki, kendaraan umum/kendaraan lain berhenti, kendaraan masuk dan keluar sisi jalan, dan kendaraan lambat. Hambatan samping sangat mempengaruhi tingkat pelayanan disuatu ruas jalan. Dari hasil analisis Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 (PKJI 2014) didapatkan hasil hambatan samping H = 753 bobot kejadian dan termasuk kelas yang tinggi. Untuk kemampuan ruas jalan malalayang - jl sea dapat membebaskan jumlah volume lalu lintas C = 1861 smp/jam. Ruas jalan tersebut mengalami masalah pada derajat kejenuhannya DJ = 0,97 dari arah utara dengan tingkat pelayanan D yang melebihi batas idealnya DJ, dan DJ = 0,46 dari selatan dengan tingkat pelayanan C yang berarti dalam kondisi normal. Dari hasil Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kecepatan menggunakan Analisis Regresi Linier didapat Koefisien determinansi sebesar R square = 0, 8957, hal ini menunjukkan bahwa perubahan variable kendaraan keluar masuk lokasi penelitian, kendaraan berhenti, pejalan kaki, penyebrang jalan, kendaraan lambat, secara bersama-sama mempengaruhi kecepatan kendaraan. Kata kunci: hambatan samping, PKJI 2014, kapasitas, derajat kejenuhan, analisis regresi linier
Uji Laik Fungsi Jalan Untuk Ruas Jalan Nasional Dengan Fungsi Arteri Primer Jalan Lingkar Kota Manado (MORR) II Nomor Ruas 051 Segmen Interchange – Bengkol Renee B. Tambajong; Theo K. Sendow; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Lingkar Kota Manado (MORR) II merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Sebagai jalan baru, pentingnya untuk dilakukan analisis uji kelaikan fungsi jalan secara teknis pada jalan Lingkar Kota Manado (MORR) II khususnya untuk segmen Interchange – Bengkol sepanjang 5,246 km dengan monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan dan kondisi fisik jalan dibandingkan terhadap standar teknisnya sehingga dapat diketahui kelaikannya secara teknis. Persyaratan teknis fungsi jalan yang diambil dilapangan, antara lain teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta teknis perlengkapan jalan yang berkaitan langsung maupun tidak berkaitan langsung dengan pengguna jalan. Kata kunci: uji laik fungsi, jalan lingkar Kota Manado II, geometrik
Perataan Sumber Daya (Cash Flow) Proyek Konstruksi Menggunakan Aplikasi Microsoft Project Pada Pembangunan Gedung Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado Prince A. Sepang; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari proyek konstruksi ialah untuk mencapai target penyelesaian proyek yang sesuai dengan waktu, anggaran dan mutu yang telah ditentukan. Realita di lapangan menunjukan bahwa pelaksanaan sebuah proyek tidak bisa dipastikan dapat terlaksana berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Salah satu bagian yang merupakan pokok dalam hal ini adalah manajemen suber daya. Sumber daya yang digunakan dalam suatu proyek dan memiliki pengaruh yang besar adalah biaya, sehingga diperlukan manajemen terhadap biaya dalam rangka meminimalisir terjadinya over budget. Salah satu teknik pengolahan sumber daya dalam suatu proyek adalah dengan metode peretaan sumber daya. Pemerataan sumber daya mampu menghindari kemungkinan buruk yang berkemungkinan untuk terjadi pada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan fluktuasi yang tajam pada cash flow proyek. Perencanaan cash flow yang baiktentunya akan berujung pada capaian keuntungan optimal bagi kontraktor. Prinsip penyesuaian sumber daya yang tepat adalah dengan tidak menggangu pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Penundaan pekerjaan yang berada pada jalur kritis ini akan mengakibtkan bertambahnya waktu pelaksaan proyek sehungga proyek tidak dapat terselesaikan tepat waktu. Microsoft Project memiliki keterkaitan dengan siklus hidup proyek. Microsoft Project berperan dalam fase perencanaan, fase pikiran, fase penjadwalan, fase perorganisasian, serta fase pengontrolan. Dengan Microsoft Project maka kontraktor dapat melakukan perataan biaya pada proyek sehingga dapat memprediksi dan mengontrol cash flow proyek. Kata kunci: perataan sumber daya, cash flow proyek, Microsoft Project
Studi Perencanaan Perkuatan Lereng Metode Grouted Tieback Terhadap Kestabilan Lereng Pada Jl. Manado-Tomohon Km 15 Agnes T. Mandagi; Roski R. I. Legrans; Anggun B. A. Bujung
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi geologis dan geografis yang beragam yang ada di Indonesia membuat daerah bukit dan lereng banyak digunakan sebagai pemungkiman bahkan sebagai jalan raya. Ruas jalan Manado-Tomohon merupakan jalan raya yang terdapat bidang-bidang yang memungkinkan untuk terjadinya longsor. Lereng di lokasi penelitian sering terjadi longsor yang menyebabkan kerugian dalam hal ini kerugian perekonomian karena menghambat jalannya transportasi. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis terhadap kestabilan lereng untuk mengetahui nilai faktor keamanan lereng dan perlu diberikan perkuatan untuk menstabilkan lereng tersebut dengan salah satu alternatif yaitu dengan memasukan atau menanam sebuah perkuatan tanah untuk menambah daya dukung tanah, sehingga faktor keamanan dapat meningkat. Dalam analisis ini dilakukan perencanaan perkuatan lereng dengan metode grouted tieback. Hasil penelitian menunjukan bahwa lereng tanpa perkuatan pada ruas jalan Manado-Tomohon km-15 dengan nilai faktor keamanan perhitungan manual metode Bishop (FK = 0,985), menggunakan software GeoStudio (Slope/W) 2012 (FK = 0,984). Nilai faktor keamanan dengan adanya pengaruh elevasi muka air tanah (5 m) perhitungan manual metode Bishop (FK = 0,826), menggunakan software GeoStudio (Slope/W) 2012 (FK = 0,825). Hasil analisis perkuatan lereng setelah diberikan perkuatan grouted tieback dengan bantuan software GeoStudio (Slope/W) 2012 diperoleh faktor keamanan FK = 1,867. Angka tersebut menunjukan bahwa perkuatan grouted tieback mampu menahan kelongsoran. Kata kunci: kestabilan lereng, Grouted Tieback, muka air tanah, Slope/W
Peran Konsultan Pengawas Pada Tahap Pelaksanaan Pembangunan Christian Center Tahap II Wilson R. Darenoh; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsultan pengawas merupakan jasa layanan profesional yang diberi tugas oleh pemilik proyek untuk mengawasi seluruh proses konstruksi dengan cermat secara objektif pada tahap pelaksanaan sampai selesainya konstruksi. Konsultan Pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan dalam mewujudkan suksesnya proyek pembangunan Gedung Christian Center Tahap II. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran Konsultan Pengawas pada tahap pelaksanaan proyek pembangunan Christian Center Tahap II. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literatur, pengumpulan data primer melalui wawancara dan survei lapangan, pengumpulan data sekunder, analisa data, kesimpulan dan saran. Konsultan Pengawas PT. Wowongtehu Indah pada tahap pelaksanaan pembangunan Christian Center Tahap II menjalankan hampir semua peran dengan baik terutama koordinasi dalam pengawasan dilapangan, tetapi untuk penerapan pengawasan K3 belum dijalankan secara optimal. Kata kunci: konsultan pengawas, peran, pelaksanaan, Christian Center Tahap II
Evaluasi Kapasitas Tampung Penampang Sungai Kekewuran Di Titik Jembatan Perumahan Kharisma Koka Terhadap Debit Banjir Rencana Rayza D. P. Tubagus; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kekewuran adalah salah satu sungai di Kabupaten Minahasa yang melintasi kawasan perumahan Kharisma Koka. Sebagai kawasan perumahan yang dilintasi sungai salah satu persyaratannya ialah kondisi keadaan bebas dari banjir akibat meluapnya air sungai. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas tampung penampang sungai Kekewuran. Penelitian ini dilakukan di ruas sungai Kekewuran dengan Luas DAS 22 ha / 0,22 km2. Untuk data curah hujan harian maksimum didapat dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dengan memperhatikan pos hujan yang berpengaruh terhadap DAS. Dengan metode poligon-Thiessen didapati pos hujan yang berpengaruh terhadap DAS Kekewuran ialah pos hujan Tikala-Sawangan. Selanjutnya, analisis frekuensi hujan diawali dengan penentuan tipe distribusi hujan. Pada tugas akhir ini tipe distribusi yang digunakan ialah tipe distribusi Log-Pearson III dan kemudian dilanjutkan dengan perhitungan besar hujan rencana dengan berbagai kala ulang. Debit rencana adalah debit yang dipakai sebagai dasar untuk menganalisis kapasitas tampung penampang sungai. Pada perhitungan debit rencana menggunakan metode rasional karena memiliki DAS yang relatif kecil. Selanjutnya debit rencana untuk berbagai kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Kekewuran yang ditinjau masih bisa menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Kekewuran, Metode Rasional, HEC-RAS
Analisis Kadar Partikulat Matter (PM10) Dari Kendaraan Bermotor Pada Ruas Jalan Pierre Tendean Di Depan Mega Mall Maulana M. Dorus; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui besaran konsentrasi partikulat (PM10) di ruas jalan Pierre Tendean depan Mega Mall Manado, dilakukan penelitian untuk mengukur konsentrasi partikulat (PM10) menurut standar Baku Mutu dan ISPU. Sumber polutan yang menjadi objek penelitian adalah kendaraan bermotor yang terdiri atas kendaraan ringan (KR), kendaraan berat (KB) dan sepeda motor (SM). Pengukuran kosentrasi partikulat (PM10) menggunakan alat EPAM Haz Dust 5000. Banyaknya kendaraan yang melintas di ruas jalan Pierre Tendean depan Mega Mall Manadi dihitung menggunakan multi counter. Tahap analisis meliputi perhitungan besaran partikulat (PM10) selama periode pengukuran berdasarkan standar Baku Mutu dan ISPU dan analisis korelasi jenis kendaraan bermotor dengan kosentrasi partikulat (PM10). Hasil estimasi kosentrasi partikulat (PM10) dalam kurun waktu 24 jam menunjukkan bahwa kosentrasi Partikulat (PM10) selama 1 minggu adalah 21,76 mg/m3, Analisis menurut standar ISPU menghasilkan rata-rata kosentrasi partikulat (PM10) dalam 1 minggu adalah 22.86. Analisis konsentarsi partikulat (PM10) menurut standar Baku Mutu menunjukan bahwa nilai kosentrasi partikulat selama 1 minggu belum melebihi ambang batas batas baku mutu (150 ug/m3) dengan nilai kosentrasi sebesar 21,76 μg/m3. Hal tersebut menunjukan bahwa kosentrasi partikulat (PM10) masih memenuhi baku mutu. Hasil analisis kosentrasi partikulat (PM10) dengan metode ISPU menunjukan bahwa nilai kosentrasi rata-rata ISPU selama 1 minggu berada dalam rentang kelas 0-50, dengan kosentrasi sebesar 22,86. Menurut standar ISPU angka tersebut masuk dalam kategori baik, yakni kualitas udara masih terjaga dan tidak ada efek negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan manusia ataupun makhluk hidup. Hasil analisis korelasi menjelaskan adanya konstribusi kendaraan bermotor dalam peningkatan konsentrasi (PM10). Hubungan linear positif terjadi antara kendaraan ringan (KR) terhadap konsentrasi (PM10) dengan koefisien korelasi sebesar 0.849. Hubungan linear negatif yang lemah terjadi antara kendaraan berat (KB) terhadap konsentrasi (PM10) dengan koefisien korelasinya sebesar -0.399. Hubungan linear positif terjadi antara sepeda motor (SM) dan terhadap konsentrasi (PM10) dengan koefisien korelasi sebesar 0.626. Dari ketiga jenis kendaraan yang menjadi objek penelitian, kendaraan ringan meripakan sumber polutan PM10 terbesar pada ruas Jalan Pierre Tendean depan Mega Mall Manado. Kata kunci: PM10, kendaraan bermotor, ISPU, Baku Mutu, Jalan Pierre Tendean