cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Evaluasi Sistem Pengelolaan Persampahan Di Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara Dewinta S. K. Suhendra; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Airmadidi memiliki luas wilayah 84.5 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 31.180 jiwa pada tahun 2022. Dengan kondisi wilayah yang cukup besar, tentu dalm proses pengelolaan sampah akan menjadi terkendala. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya sampah yang menumpuk di sumber maupun di TPS yang ada di Kecamatan Airmadidi. Agar permasalahn ini tidak berlangsung lama, maka dari itu perlu dilakukan evaluasi dari sistem pengelolaan sampah yang ada di kecamatan Airmadidi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Airmadidi dimulai dari pewadahan, pemilahan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan serta bentuk serta masyarakat dalam meminimalisir timbulan sampah di wilayah ini. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif dan kuantitatif deskriptif dengan tujuan dapat mendeskripsikan fenomena yang terjadi. Selain itu, perlu juga untuk i) menganalisa sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kecamatan Airmadidi menyangkut proses pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahannya; ii) mengevaluasi sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kecamatan Airmadidi menyangkut proses pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahannya; iii) membandingkan kondisi eksisting sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kecamatan Airmadidi menyangkut proses pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penyebab masalah sampah yang belum rampung di Kecamatan Airmadidi adalah keterbatasan jumlah armada dan kurang berperannya masyrakat didalam mengatasi problem sampah disekitarnya. Pada aspek operasional perlu penambahan armada, dan pada aspek pembiayaan untuk meningkatkan retribusi dapat dilakukan dengan meningkatkan pelayanan. Kata kunci: sampah, Kecamatan Airmadidi, evaluasi, sistem pengelolaan, armada
Studi Kapasitas Fondasi Tiang Bor (Bored Pile) Pada Abutment 2 Jembatan Boulevard II Felina M. Lianto; Roski R. I. Legrans; Jack H. Ticoh
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Boulevard II Manado adalah jembatan tipe beam bridge dengan bentang 75 meter. Jembatan tipe ini menggunakan abutment yang berfungsi untuk mendukung atau memikul beban bangunan di atasnya. Jenis fondasi yang digunakan pada abutment Jembatan Boulevard II adalah kelompok fondasi tiang bor. Untuk memastikan kapasitas fondasi, dilakukan analisis daya dukung aksial dan lateral akibat beban struktur atas serta deformasi aksial dan lateral. Analisis dilakukan menggunakan metode analitik (Meyerhof, Resse-Wright, Broms, Vesic, Poulos-Mates-Davis) dan metode numerik (PLAXIS 3D). Data yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder berupa data N-SPT. Parameter kuat geser dan kekakuan tanah diperoleh berdasarkan korelasi dari nilai N-SPT. Analisis menggunakan metode analitik menghasilkan daya dukung aksial (Qg) sebesar 229681 kN (Meyerhof) dan 164798 kN (Resse-Wright). Daya dukung lateral (Hg) sebesar 3372 kN (Broms) dengan deformasi lateral (y0) sebesar 43 mm. Penurunan kelompok tiang (Sg) adalah 122 mm (Vesic) dan 161 mm (Poulos-Mates-Davis). Analisis menggunakan metode numerik (PLAXIS 3D) menghasilkan daya dukung aksial (Qg) sebesar 110193 kN, daya dukung lateral (Hg) sebesar 3330 kN, deformasi lateral (y0) sebesar 24 mm dan penurunan kelompok tiang (Sg) sebesar 113 mm. Kata kunci: Jembatan Boulevard II, abutment, fondasi tiang bor
Desain IPAL Peternakan Babi Di Desa Leilem Kabupaten Minahasa Timoty J. Palapa; Hendra Riogilang; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Leilem adalah desa yang penduduknya memiliki usaha peternakan babi. Air limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan yang ada di desa tersebut dibuang/ dialirkan ke sungai yang terdapat di dekat setiap peternakan babi tanpa melalui suatu proses pengolahan terlebih dahulu. Suangi Leilem yang melintas di desa Leilem adalah sungai yang berpotensi terkena dampak langsung dari air limbah peternakan babi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pengelolaan limbah Peternakan Babi sehingga menghasilkan limbah yang memenuhi baku mutu. Metode yang digunakan adalah pemantauan lapangan dan wawancara untuk mendapatkan data jumlah dan berat ternak babi, kemudian melakukan desain pengolahan limbah peternakan babi. Jenis pengolahan yang digunakan adalah Anaerobic Baffled Reactor (ABR), cocok untuk mengolah limbah cair yang memiliki beban organik yang tinggi. Kelebihan dari unit ini antara lain yaitu menghasilkan metana yang dapat dibuat sebagai biogas, desainnya sederhana, biaya konstruksi relatif murah dan lumpur yang dihasilkan rendah. Perencanaan ABR ini menggunakan data yang diperoleh dari usaha peternakan babi yang lokasinya terdekat dengan sungai Maruasey. Konstruksi ABR tersebut menghasilkan konsentrasi BOD5 effluent, COD5 effluent dan TSS effluent yang rendah, masing-masing 0,02 mg/L, 0,04 mg/L dan 0,01 mg/L. Konsentrasi ini memenuhi standar baku mutu menurut PerMen Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 yaitu sebesar 100 mg/L untuk BOD, 200 mg/L untuk COD, dan 100 mg/L untuk TSS. Kata kunci: limbah peternakan babi, Desa Leilem, ABR
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Lingkungan (SMK3L) Pada Proyek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan Michael R. A. Sumanti; Tisano Tj. Arsjad; Deane R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih diabaikan yang mengakibatkan kecelakaan kerja sering terjadi. Ini membuktikan bahwa Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi acuan sebagai mengelola K3 dengan teratur dan menyeluruh pada suatu sistem manajemen sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Penilaian SMK3 pada Proyek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan mempunyai tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat penerapan SMK3 dan faktor-faktor apa saja yang menjadi tidak terpenuhnya penerapan SMK3. Melalui dari hasil audit dan analisis dari 166 kriteria (Tingkat Lanjutan) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3, jumlah kriteria yang terpenuhi sebanyak 151 kriteria dengan nilai persentase yaitu 90,96% dan juga terdapat 15 kriteria (13 Minor dan 2 Major) yang tidak terpenuhi dengan nilai persentase yaitu 9,04%. Hasil tersebut termasuk pada kategori tingkat penilaian penerapan ‘Memuaskan’. Jadi, Penerapan SMK3 pada Proyek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan yang dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya akhirnya sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Kata kunci: analisis, penerapan, SMK3, PP Nomor 50 Tahun 2012
Analisis Uji Laik Fungsi Jalan Pada Ruas Jalan Nasional Dengan Fungsi Arteri Primer Studi Kasus Ruas Jalan Kawangkoan – Batas Minahasa/Minahasa Selatan Mutiara A. Mundung; Lucia G. J. Lalamentik; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang sangat berpengaruh pada setiap bidang dalam kehidupan manusia dan dibuat untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pada semua pengguna jalan Ruas Jalan Kawangkoan Batas Minahasa/Minahasa Selatan sepanjang 7,32 km belum di uji kelaikannya serta ada bagian jalan yang di pathching melebihi aspal dasar, rambu lalu lintas yang tidak ada seperti pada tikungan, terdapat genangan air pada tepi jalan dan beberapa jalan yang berlubang sehingga mengganggu pengguna jalan. Oleh sebab itu sangat diperlukan Uji Laik Fungsi jalan berdasarkan Peraturan Mentri PU Nomor 11/PRT/M/2010 dengan cara memonitoring dan evaluasi secara visual ruas jalan dengan tujuan untuk mengetahui kelaikan ruas tersebut dengan manfaat untuk menciptakan jalan yang berkeselamatan. Persyaratan teknis yang diteliti saat penelitian antara lain teknis geometri jalan, teknis perkerasan jalan teknis struktur bangunan perkerasan jalan,teknis pemanfaatan ruang bagian – bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas dan teknis perkerasan jalan dengan kategori LS (laik fungsi bersyarat) dan LF(laik fungsi). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Ruas Kawangkoan Batas Minahasa/Minahasa Selatan dari STA 0+000 – 7+320 dikategorikan Laik Fungsi bersyarat (LS), yang berarti ruas tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun ruas jalan tersebut masih dapat memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga masih laik digunakan. Oleh sebab itu berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan maka diberikan saran atau rekomendasi untuk perbaikan teknis maupun pemeliharaan secara rutin pada ruas tersebut agar komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat(Ls) dapat berubah menjadi Laik Fungsi (LF). Kata kunci: Ruas Jalan Kawangkoan Batas Minahasa/Minahasa Selatan, laik fungsi, laik fungsi bersyarat
Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Desa Touliang Oki Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa Meriam S. Umbas; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Touliang Oki merupakan desa yang berada di kecamatan Eris Kabupaten Minahasa dengan populasi penduduk mencapai 3500 penduduk (data desa Desember, 2022). Masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih dengan mengambil air dari sumur namun kondisi air yang ada sudah tercemar karena lokasi desa tepat berada di tepi Danau Tondano. Pada tahun 2010 silam pernah diadakan program pengadaan sistem jaringan air bersih yang diambil dari Sungai Saloosot dan dialirkan ke Desa Touliang Oki, namun program tersebut belum dapat menjangkau keseluruhan kebutuhan air bersih penduduk desa. Untuk itu dianalisis kembali ketersediaan dan kebutuhan air bersih dari seluruh penduduk desa Touliang Oki dengan mengambil data terbaru pada bulan Desember tahun 2022 yang mencapai 3500 penduduk. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data primer dan data sekunder untuk menganalisis kebutuhan air bersih keseluruhan penduduk, ketersediaan air bersih dilakukan dengan pengukuran langsung debit Sungai Saloosot sehingga didapat debit sebesar 6.31 liter/detik dan kebutuhan air bersih melalui proyeksi dengan analisis regresi linier. Dengan jumlah kebutuhan air harian maksimum 4.010 liter/detik. Sistem perpipaan menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan software Epanet 2.2 dengan menggunakan pipa jenis HDPE. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari sumber air menggunakan Bronkaptering kemudian air dialirkan ke Bak Penampung dan dialirkan lagi melalui pipa distribusi ke hidran umum (HU). Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Touliang Oki sampai proyeksi 20 tahun kedepan yaitu tahun 2042, dibutuhkan 44 Hidran Umum. Kata kunci : penyediaan air bersih, Sungai Saloosot, Desa Touliang Oki
Analisis Kinerja Jalur Pedestrian Di Pusat Kota Amurang (Studi Kasus Jl. Topas, Ranoyapo, Kec. Amurang) Poula C. D. Sengkey; Sisca V. Pandey; Lucia I. R. Lefrandt
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas jalur pedestrian merupakan fasilitas yang diperuntukan untuk para pejalan kaki dan berfungsi untuk mempermudah aktivitas pedestrian serta mendukung kenyamanan dan keamanan saat berjalan kaki. Selain berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, jalur ini juga sering digunakan sebagai area berjualan pedagang kaki lima, sehingga dapat menyebabkan berkurangnya kapasitas dari trotoar. Fokus dalam penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan pejalan kaki dengan menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) yang diolah dengan data yang dilihat dari variable keamanan (safety), kemudahan (convenience), kenyamanan (comfort), dan daya tarik (atractiveness). Hasil yang didapatkan berupa titik variabel yang dipetakan pada suatu kuadran yang menentukan kinerja suatu variable pada jalur pejalan kaki. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey menggunakan kuesioner yang berisi sejumlah pernyataan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Hasil analisis tingkat kepuasan pejalan kaki di Jl.Topas, Ranoyapo, Kec. Amurang didapat nilai rata-rata tingkat kesesuaian dari gabungan semua Variabel faktor kinerja dan harapan sebesar 70,94%, yang dipetakan dalam kuadran kartesius terdiri dari kuadran A, B, C, dan kuadran D. Kata kunci: jalur pedestrian, Importance Performance Analysis, tingkat kepuasan pejalan kaki
Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Proyek (Studi Kasus: Perencanaan Ruas Jalan CV. Brysel Jaya Abadi) Leidy M. Rompas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Proyek (Studi Kasus : Proyek Perencanaan Ruas Jalan yang dikerjakan oleh CV. Brysel Jaya Abadi) mengkaji mengenai permasalahan yang terjadi ketika sebuah perusahaan mengerjakan sebuah proyek. Sebagaian besar perusahaan yang mengelolah proyek menghadapi kesulitan pada bebrapa hal, diantaranya menyediakan informasi, dan memberikan hasil proyek yang berkualitas, hal tersebut sering kali terjadi bukan karena kurangnya sumber daya maupun kurang handal-nya SDM yang digunakan, namun lebih kepada sulitnya melaporkan tentang kemajuan pekerjaan seperti menentukan, merencanakan, dan melacak perkembangan proyek tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan studi kasus pada Proyek Perencanaan Ruas Jalan yang dikerjakan oleh CV. Brysel Jaya Abadi, dimana perusahaan tersebut tidak memiliki sistem informasi manajemen proyek dan hanya mengandalkan program berbasis desktop untuk mengelola proyek yang ada, sehingga terdapat kesulitan dalam pengelolaan proyek dari segi berbagi informasi, manajemen sumber daya, dan manajemen waktu. Sehingga diperlukannya sebuah sistem manajemen proyek untuk mempermudah pengelolaan kegiatan proyek yang ada di CV. Brysel Jaya Abadi. Dengan menggunakan teknologi informasi, maka dibuatlah sebuah sistem manajemen proyek berbasis kanban, yang berfungsi memonitor perkembangan dan tingkat penyelesaian proyek, mempermudah pengelolaan sumber daya dan tugas, serta menyediakan laporan dari proyek yang ada. Kata kunci: kanban, scrum, sistem manajemen proyek.
Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Desa Walewangko Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa Eunike Korua; Cindy J. Supit; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Walewangko memanfaatkan mata air Wulantak yang terletak ± 1,5 km dari pemukiman. Air bersih yang ada di desa Walewangko belum tersalurkan secara menyeluruh dan merata. Untuk itu perlu adanya pengembangan sistem jaringan air bersih di desa Walewangko. Sistem jaringan air bersih yang direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih desa Walewangko sampai tahun 2032. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linear, regresi logaritma dan regresi eksponensial. Untuk merencanakan sistem perpipaan jaringan air bersih menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan program Epanet 2.2. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis regresi logaritma diperoleh jumlah penduduk desa Walewangko sampai tahun 2032 berjumlah 1.527 jiwa dan kebutuhan air bersih mencapai 1,281 liter/detik. Dalam pengembangan sistem jaringan air bersih ini mata air yang dimanfaatkan adalah mata air Wulantak karena debit sebesar 2,13 liter/detik mampu mencukupi kebutuhan air bersih desa Walewangko sampai tahun 2032. Pengembangan sistem jaringan air bersih menggunakan pipa transmisi berdiameter 90 mm dan pipa distribusi berdiameter 75 mm. Kata kunci: jaringan air bersih, Desa Walewangko
Penerapan Analisis Frekuensi Curah Hujan Terhadap Pengembangan Lahan Untuk Drainase Dan Ketersediaan Air Di Kecamatan Wenang, Kota Manado Olivia M. Tumurang
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Wenang terus meningkat pesat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari kebutuhan akan lahan yang akan terus meningkat sehingga akan berdampak buruk terhadap daya dukung beban lingkungan hidup di Kecamatan Wenang. Pada penelitian ini menggunakan analisis frekuensi curah hujan untuk menentukan penggunaan kala ulang hujan yang selanjutnya akan dianalisis dengan pendekatan kemampuan lahan drainase dan ketersediaan air sebagai dasar untuk melihat daya dukung lingkungan Kecamatan Wenang, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan Kecamatan Wenang dalam menerapkan analisis frekuensi curah hujan terhadap ketersediaan air yang layak dan cukup serta drainase perkotaan yang baik untuk wilayah perkotaan di Manado. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan analisis hidrologi yang dilakukan terhadap pengembangan lahan untuk drainase dan ketersediaan air di Kecamatan Wenang menggunakan pendekatan Log Pearson Type III karena pendekatan tersebut memenuhi seluruh aspek pengujian. Hasil analisis satuan kemampuan lahan untuk ketersediaan air di Kecamatan Wenang didominasi oleh klasifikasi ketersediaan air cukup untuk lahan non terbangun yaitu sebesar 61% dan diikuti dengan ketersediaan air lahan terbagun yaitu sebesar 39%. Klasifikasi SKL Drainase tergolong cukup yang didominasi dengan peta kemiringan 0 sampai 8% dengan ketinggian 0 sampai 10 m sebesar 87%, sehingga perlu dilakukan pengembangan untuk Kecamatan Wenang dengan memperhatikan syarat dan ketentuan pengembangan suatu lahan. Kata kunci: analisis frekuensi, Satuan Kemampuan Lahan (SKL), Kecamatan Wenang