cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Perencanaan Pengelolaan Air Buangan Di Kota Manado Dengan Teknologi Biocleaner (Studi Kasus Kecamatan Wenang) Masita Sakina; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah penduduk khususnya di Kecamatan Wenang akan sebanding dengan tingginya jumlah air limbah buangan domestik yang kehadirannya dapat mencemari lingkungan apabila tidak diolah dan dikelola dengan baik. Agar dapat menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung di dalamnya sebelum dibuang ke badan sungai, diperlukan fasilitas khusus untuk mengolah air limbah buangan yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang IPAL Boulevard dengan menggunakan alternatif baru yaitu teknologi biocleaner. Tahapan perencanaan penelitian dimulai dengan identifikasi masalah, landasan teori penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan perhitungan desain IPAL. Perencanaan IPAL Kawasan Boulevard Manado diperoleh debit air limbah rata-rata sebesar 0,058 m3/detik dan debit puncak air limbah sebesar 0,076 m3/detik. Hasil perhitungan DED IPAL diperoleh dimensi unit barscreen memiliki lebar saluran 1,5 meter dan ketinggian saluran dengan jumlah bar atau batang dibutuhkan sebanyak 38 batang, bak pengumpul memiliki panjang 6,75 meter dengan lebar 3,38 meter dan ketinggian 4,5 meter, bak sedimentasi I dengan dimensi panjang 10,8 meter dengan lebar 5,4 meter dan ketinggian 4,5 meter, Rotating Biological Contactor (RBC) direncanakan terdapat 5 unit dan memiliki panjang 5,85 meter dengan lebar 2,53 meter dan ketinggian 1,32 meter perunitnya, bak aerasi dengan biocleaner dengan dimensi panjang 8 meter dengan lebar 4 meter dan ketinggian 5 meter, clarifier dengan dimensi diameter 24,7 meter dengan ketinggian 3,1 meter, dan Sludge Drying Bed dengan dimensi panjang 8,15 meter dengan lebar 2,72 meter dan ketinggian 1,22 meter. Rencana kualitas air limbah akhir setelah melalui pengolahan pada IPAL telah memenuhi persyaratan sesuai dengan baku mutu air limbah PERMEN LHK No,. 68 Tahun 2016. Kata kunci: Kecamatan Wenang, IPAL, RBC, Biocleaner
Implementasi Eco-Green Dan Green Building Pada Bangunan Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat Muh. Fauzi Lakuto; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan sangat berpengaruh terhadap kelestarian dan kualitas lingkungan karena menggunakan berbagai jenis sumber daya alam. Eksploitasi sumber daya alam yang sangat tidak memperhatikan kemampuan dan daya dukung lingkungan dapat mengakibatkan merosotnya kualitas lingkungan. Kaitannya dengan masalah kualitas lingkungan ini adalah adanya isu pemanasan global di mana bangunan menjadi salah satu penyebab pemanasan global karena bangunan berpotensi memproduksi emisi gas karbon lebih dari 40% Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi terkait penerapan Green Building dan hambatan – hambatan lainnya dalam penerapat Eco-Green dan Green Building di Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat terkait penerapan Eco-Green dan Green Building adalah; Pertama, Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat belum menerapkan konsep Green Building pada bangunan tersebut. Kedua, melalui penelitian ini, peneliti merekomendasikan desain dan lain sebagainya tentang pererapan Green Building pada bangunan tersebut. Kata kunci: Green Building, Masjid Ulil Albab Kampus Unsrat, eksisting
Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Rumengkor Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa Filipo C. Pangau; Isri R. Manganka; Oktovian B. A. Sompie
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penyediaan air bersih di Desa Rumengkor masih belum tertata dengan baik karena kondisi topografi di Desa Rumengkor yang berbukit. Dengan demikian proses pendistribusian air bersih tidak merata. Sistem penyediaan bersih di Desa Rumengkor perlu diadakan perencanaan kembali agar dapat memenuhi kebutuhan air penduduk. Sistem penyediaan air bersih di Desa Rumengkor direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2042. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun rencana, menggunakan analisa regresi untuk memprediksi jumlah kebutuhan air. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk pada tahun 2042 adalah 3.953 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,6573 liter/detik. Dalam perencanaan ini, sumber air berasal dari mata air dengan debit sesaat ± 3 liter/detik, lebih besar dari debit kebutuhan air. Dengan demikian kebutuhan air di Desa Rumengkor dapat terpenuhi. Pipa transmisi dihitung secara manual menggunakan persamaan Hazen Williams, di dapat ukuran pipa transmisi 5 inci dan pipa distribusi 2 inci. Air bersih didistribusikan ke penduduk secara gravitasi melalui 40 buah Keran Umum. Kata kunci: Desa Rumengkor, Sistem Penyediaan Air Bersih, kebutuhan air bersih, proyeksi jumlah penduduk
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Di Desa Boyong Atas Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan Kireyna Waroka; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Boyong Atas adalah desa yang terletak di Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Desa Boyong Atas sebelumnya sudah memiliki sistem air minum tapi belum mampu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat secara maksimal dikarenakan kuantitas mata air yang menurun dimusim kemarau. Desa ini memiliki mata air baru dengan debit 6,6 liter/detik akan dimanfaatkan untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Kemudian di uji kualitas air minum dari mata air tersebut di labolatorium dengan parameter fisik seperti, Bau, Rasa, Suhu, dan Warna. Serta parameter lainnya seperti pH, Total Padatan Terlarut, dan Salinitas. Hasil yang didapati sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kebutuhan air dihitung berdasarkan proyeksi penduduk 15 tahun mendatang dengan metode geometrik, aritmatika, dan eksponensial. Dari hasil perhitungan digunakan metode eksponensial dan diperoleh jumlah penduduk Boyong Atas tahun 2037 sebesar 1504 jiwa dan kebutuhan air total sebesar 0,6305 liter/detik. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dilakukan dari mata air ke broncaptering kemudiaan disalurkan ke reservoar distribusi, selanjutnya didistribusikan ke 15 hidran umum dengan menggunakan pipa jenis HDPE dan berdiameter 100-150 mm. Penyaluran air minum menggunakan sistem gravitasi karena elevasi dari mata air lebih tinggi dari pemukiman warga. Untuk menganalisa sistem perpipaan transmisi dan distribusi dilakukan dengan program EPANET 2.0. perencanaan pengembangan ini sesuai dengan tujuan yaitu menghasilkan pengembangan sistem penyediaan air minum yang baik dan memadai. Kata kunci: kualitas air, ketersediaan air, kebutuhan air, Sistem Penyediaan Air Minum, Desa Boyong Atas
Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Desa Mariri Lama Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow Brigitha G. M. Lumingkewas; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mariri Lama merupakan desa yang terletak di Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow dengan luas 16,6 Km². Peningkatan sistem penyediaan air minum adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan air desa Mariri Lama yang belum memadai bagi penduduk desa Mariri Lama. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan peningkatan sistem penyediaan air minum yang mampu melayani kebutuhan air di desa tersebut. Tahapan pelaksanaan penelitian ini yakni melakukan pengumpulan data sekunder dan data primer. Dalam penelitian ini dilakukan uji kualitas air dengan parameter yang di uji yaitu pH, Salinity, dan Total Dissolved Solid (TDS). Untuk ketersediaan air dari dua sumber mata air yang dihitung masing-masing 1,73 liter/detik dan 3,07 liter/detik, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan debit kebutuhan air berdasarkan proyeksi penduduk dengan periode perencanaan 15 tahun. Hasil Analisa proyeksi penduduk dengan metode geometri, penduduk desa Mariri Lama pada tahun 2037 adalah 1260 jiwa dengan kebutuhan air bersih mencapai 1,5848 liter/detik. Metode distribusi air minum menggunakan program Epanet 2.0. jenis pipa yang digunakan adala pipa HDPE dengan ukuran yang bervariasi antara 150 mm – 19 mm. Secara umum, komponen sistem distribusi air minum memenuhi kriteri perencanaan yang ada. Kata kunci: air bersih, peningkatan SPAM, kualitas air, sistem distribusi
Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Wantane Kecamatan Gemeh Kabupaten Kepulauan Talaud Dengan Menggunakan EPANET Enjelika Bawango; Isri R. Manganka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan hal penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup, terutama manusia. Namun, kenyataannya, masih banyak wilayah di Indonesia, terutama daerah pedesaan dan kepulauan yang belum terjangkau layanan PDAM, mengalami kelangkaan air bersih. Desa Gemeh di Kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud belum memiliki jaringan distribusi air bersih, layanan pipa distribusi hanya mencapai jalan utama desa dengan beberapa titik mata kran, sehingga masyarakat harus mengambil air menggunakan selang plastik secara bergantian. Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari jalan utama, mendapatkan air bersih menjadi tantangan, dan beberapa rumah tangga bahkan mengandalkan sumur galian bersama, sehingga perlu direncanakan jaringan distribusi air bersih yang sesuai dan bisa melayani masyarakat. Mata air Darawola dimanfaatkan sebagai sumber air dengan debit mata air 1,5 L/s. Jaringan distribusi yang direncanakan adalah sistem cabang dengan tipe pengaliran secara gravitasi, dan dapat memenuhi kebutuhan air bersih sampai tahun 2037. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk dengan menggunakan analisa aritmatika. Dari hasil perhitungan, kebutuhan air bersih pada tahun 2037 dengan jumlah penduduk 417 jiwa mencapai 0.400 L/s. Selanjutnya jaringan distribusi air bersih pada Desa Wantane dirancang menggunakan EPANET 2.0. Hasil analisis dengan menggunakan EPANET yakni jaringan pipa memenuhi syarat minimum tekanan berdasarkan Kriteria Pipa Transmisi dan Distribusi Menurut Kep Men PU no.18 Tahun 2007, dimana memiliki tekanan lebih dari 10 m dan kurang dari 75 m. Sedangkan kecepatan aliran dalam pipa memenuhi persyaratan yaitu kecepatan aliran dalam pipa diantara 0,3–0,6 m/s. Kata kunci: air bersih, Desa Wantane, proyeksi penduduk, kebutuhan air bersih, EPANET
Analisis Kebutuhan Air Bersih Di Pusat Perbelanjaan Manado Town Square Tesalonika S. T. Rawis; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Manado sebagai Kota dengan banyak kegiatan antara lain kegiatan ekonomi, perdagangan, industri dan pendidikan meningkat pesat dari tahun ke tahun. Dengan aktivitas yang berbeda tersebut, Kota Manado menarik minat banyak investor dan sering dikunjungi oleh para tamu dengan berbagai kepentingan. Menghadapi peluang tersebut, berbagai pusat perbelanjaan dibangun di Manado, terutama pusat perbelanjaan yang memiliki daya tarik pengunjung yang tinggi. Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah Pusat Perbelanjaan Manado Town Square dan data yang akan dipakai adalah data primer yaitu observasi lapangan, dan data sekunder berupa data penduduk kota manado dan data pengunjung Manado Town Square. Setelah data didapatkan maka selanjutnya akan dilakukan analisa rata-rata jumlah penduduk dan rata-rata jumlah pengunjung menggunakan metode geometrik, aritmatika dan regresi linear. Selanjutnya akan dilakukan analisa kebutuhan air bersih menggunakan standar Ditjen Cipta Karya Dinas PU dan SNI 2005 Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing. Hasil perhitungan yang akan dipakai adalah analisa kebutuhan air bersih berdasarkan standar kebutuhan air/orang untuk pengunjung menggunakan proyeksi penduduk sebesar 5510,30 liter/detik dan kehilangan air sebesar 1102,06 liter/detik sehingga total kebutuhan air yang diperlukan sebesar 6612,35 liter/detik. Kata kunci: air bersih, kebutuhan, pusat perbelanjaan
Penanganan Air Limbah Di Permukiman Tepi Danau Tondano Dengan Teknologi Constructed Wetland Isai S. Walingkas; Roski R. I. Legrans; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak hubungan aktivitas manusia dan pengelolaan lingkungan yaitu pencemaran air. Desa Eris merupakan salah satu desa yang terletak di tepi Danau Tondano, dengan pembuangan air limbah desa Eris menuju ke Danau Tondano. Hal tersebut menjadi tujuan penelitian untuk mengetahui seajauh mana pencemaran air di desa Eris dengan cara perhitungan debit air limbah dan menghitung volume constructed wetland. Metode penelitian yang digunakan yaitu data hasil survey lapangan, data kualitatif yaitu data hasil wawancara dengan pemerintah setempat. Data primer diperoleh dari hasil survey, dan data sekunder yang diperoleh dari sumber-sumber yang telah ada. Hasil kesimpulan bahwa Desa Eris dengan jumlah penduduk sebanyak 1.801 orang menghasilkan air limbah domestik dengan debit rata – rata keseluruhan yaitu 57,024 m3/hari sehingga memerlukan sistem pengolahan air limbah dengan teknologi constructed wetland. Desain yang digunakan yaitu SFS (Subsurface Flow System), dengan dimensi yaitu panjang 114.289m, lebar 18.998 m dan kedalaman 60 cm. Jenis tanaman yang digunakan yaitu reeds yang mempunyai kemampuan penetrasi rizoma hingga sedalam 0,6 m, dan media pasir yaitu gravelly sand. Berdasarkan perhitungan debit air limbah didapatkan hasil Qpeak Air Limbah Total adalah 0,809 L/det. perhitungan volume c didapatkan hasil Hidraulic-loading rate (Lw) adalah 0,026262801 m3/ m2/d sehingga nilai Lw lebih besar 0.015 dan lebih kecil 0.050, sesuai paremeter desain. Dan BOD5 loading rate adalah 27,632088 lb/d. Dengan penggunaan sistem pengolahan air limbah constructed wetland dapat mengurangi pencemaran danau Tondano. Kata kunci: Constructed Wetland, Subsurface Flow System, air limbah, Desa Eris, Danau Tondano
Analisis Pengaruh Variasi Molaritas NaOH Terhadap Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Pada Eksperimen Beton Geopolimer Berbasis Abu Terbang (Fly Ash) Theyni J. Korompis; Steenie E. Wallah; Servie O. Dapas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari usaha untuk mengurangi peningkatan emisi rumah kaca dan mencari substitusi yang tepat untuk menggantikan semen sebagai salah satu material penyusun beton, penelitian dilakukan terhadap abu terbang (fly ash) dimana NaOH dan Na2SiO3 yang direksikan dengan Si dan Al yang terkandung di dalam abu terbang dapat menghasilkan pengikat (binders) menggantikan semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi molaritas larutan NaOH terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton geopolimer berbasis abu terbang (fly ash). Variasi molaritas larutan NaOH yang akan digunakan adalah 8 M, 10 M, 12 M dan 14 M dengan usia perawatan beton selama 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Sementara itu untuk metode curing adalah dengan curing oven selama 24 jam pada suhu 90O. Dari hasil analisis regresi linear berganda terhadap beton geopolimer dengan usia perawatan 7 dan 14 hari, dapat dibuktikan bahwa variasi molaritas larutan NaOH berpengaruh terhadap kuat tekan beton geopolimer, dimana nilai signifikansi koefisien adalah 0,000 < 0,025. Sementara itu, untuk modulus elastisitas hasil analisis regresi linear berganda terhadap beton geopolimer dengan usia perawatan 7 dan 14 hari menunjukkan bahwa variasi molaritas larutan NaOH tidak berpengaruh terhadap nilai modulus elastisitas, dimana nilai signifikansi koefisien yang di dapat adalah 0,498 > 0,025. Kata kunci – Beton Geopolimer, Fly Ash, Variasi Molaritas, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Regresi Linear Berganda
Pengaruh Beban Berlebih Terhadap Umur Perkerasan Jalan (Studi Kasus: Ruas Jalan Wolter Monginsidi Bitung) William A. O. Liemantika; Lucia G. J. Lalamentik; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Manado-Bitung merupakan salah satu akses jalan menuju Kawasan Industri, dimana jalan ini sering dilalui kendaraan berat yang bermuatan normal hingga bermuatan berlebih (overload) yang melanggar batas ketentuan untuk jumlah beban yang diizinkan. Hal ini menyebabkan berkurangnya umur rencana perkerasan jalan dalam waktu yang relatif singkat atau kerusakan dini pada badan jalan. Untuk menghitung penurunan umur rencana jalan yang diakibatkan oleh beban berlebih (overload) menggunakan nilai Vehicle Damage Factor (VDF) metode AASHTO 1993. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa persentase muatan berlebih dapat menurunkan umur rencana. Angka ekivalen atau VDF untuk muatan normal selama umur rencana 10 tahun yaitu sebesar 22.336.198,31ESAL sedangkan angka ekivalen atau VDF untuk muatan berlebih selama umur rencana 10 tahun yaitu sebesar 22.877822430 ESAL. Sehingga diperoleh persentase peningkatan nilai VDF kumulatif akibat muatan berlebih sebesar . Nilai Traffic Design diperkirakan akan berakhir pada tahun ke 7 atau terjadi pengurangan umur sekitar 10,402 tahun dari umur rencana 10 tahun. Kata kunci: beban berlebih, AASHTO 1993, IRI, umur rencana