cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisa Kinerja Tembok Laut Di Ruas Jalan Tepi Pantai Kampung Mala, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Jessica A. B. Hendrik; Nicolaas J. A. Tangkudung; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro terlebih khusus pulau Siau, merupakan pulau yang memiliki banyak kawasan pantai. Ruas jalan di tepi pantai Kampung Mala, Kecamatan Siau Timur Selatan adalah salah satu dari sekian jalan yang berbatasan langsung dengan pantai, sepanjang kurang lebih 200 meter ruas jalan tersebut memiliki tembok laut sebagai bangunan pengaman pantai yang bertujuan untuk mencegah abrasi dan mereduksi gelombang yang datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah tembok laut yang berada di Pantai Kampung Mala masih bersifat aman atau tidak dari pengaruh overtopping yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan langsung di lapangan dan juga menggunakan data sekunder seperti Data Angin, Data Gelombang dan Data Pasang-Surut selama periode lima tahun (2016-2020) dan diolah menggunakan Metode Admiralty. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa pada bulan Januari 2019, tinggi gelombang (H) mencapai 1.070 meter dengan periode gelombang (T) sebesar 4.882 detik, dan arah angin utama bertiup dari sisi Timur yang menyebabkan overtopping pada tembok laut. Dari hasil analisa yang ada, overtopping terjadi dikarenakan perencanaan bangunan tembok laut tidak memperhitungkan pasang surut serta desain bangunan yang ada sekarang tidak merata. Dapat disimpulkan bahwa tembok laut yang dibangun tidak aman dari pengaruh overtopping sehingga perlu mempertimbangkan adanya pembuatan breakwater ataupun dilakukan desain ulang dengan menambahkan tinggi jagaan pada tembok laut yang sudah dibangun. Kata kunci: Pantai Kampung Mala, tembok laut, pasang-surut, overtopping
Studi Kualitas Air Sungai Sario Di Kota Manado Dengan Metode Model Dinamis Roy A. Pakpahan; Cindy J. Supit; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai sario merupakan sumber daya yang strategis bagi masyarakat yang mengalami penurunan kualitas air terutama di bagian hilir sungai sebelum mengarah ke air laut, hal ini disebabkan oleh faktor manusia dan faktor alami. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan menganalisis parameter yang membuat penurunan konsentrasi kualitas air serta menentukan konsentrasi optimal Dissolved Oxygen (DO) terhadap faktor yang mempengaruhi kualitas air sungai berdasarkan model dinamis dengan melakukan simulasi pada aplikasi softwer Stella Version 9.1.4. Hasil analisis kualitas air sungai Sario di 3 titik wilayah studi yaitu segmen Wanea, Sario dan Boulevard hampir semua parameter sesuai baku mutu. Parameter yang mengalami penurunan dan peningkatan adalah pada segmen Boulevard konsentrasi Biologycal Oxygen Demand (BOD), kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), E. coli dan DO yang dipengaruhi oleh variable – variable penyusun kinetika DO yang telah divalidasi dengan metode Mean Absolute Precentage Error (MAPE) berkisar 5,190 – 9,611 %. Konsentrasi DO optimal dari hasil pemodelan simulasi model dinamis pada 3 titik segmen sungai wilayah studi berkisar antara 5,06 mg/l – 5.56 mg/l, menunjukkan sungai dapat mempertahankan konsentrasi DO dengan aerasi atau produksi oksigen dari fotosintesis alga yang minimal dan sungai tidak dapat mempertahankan konsentrasi DO apabila terjadi reaerasi dan fotosintesis minimal secara bersamaan yang mengakibatan penurunan kosentrasi DO. Kata kunci: sungai Sario, kualitas air, model dinamis, Dissolved Oxygen (DO)
Model Bangkitan Pergerakan Di Kecamatan Tuminting Kota Manado Winny M. Zougira; Semuel Y. R. Rompis; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan proses pergerakan atau perpindahan orang atau barang dari suatu tempat ke tempat lain. Proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan atau tanpa kendaraan. Tujuan transportasi untuk mewujudkan penyelenggaraan pelayanan transportasi yang aman, cepat, tertib dan nyaman serta menunjang pemerataan pertumbuhan dan stabilitas, sebagai pendorong, penggerak dan penunjang pembangunan nasional serta mempererat hubungan antar bangsa. Dalam kasus ini daerah yang diambil sebagai ruang lingkup penelitian adalah Kecamatan Tuminting. Untuk mengetahui pergerakan masyarakat Kecamatan Tuminting maka harus dibuat pemodelan regresi transportasi. Oleh karena itu perlu dilakukan survey pergerakan masyarakat di kecamatan Tuminting beserta faktor-faktor terjadinya pergerakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan analisa bangkitan perjalanan, dapat kita simpulkan bahwa rata rata setiap keluarga melakukan perjalanan 14 kali setiap harinya dan itu merupakan perjalanan terbanyak atau paling sering dilakukan setiap keluarga dengan rasio persentase yang di dapat 21%. Terdapat lima buah faktor dominan yang mempengaruhi bangkitan perjalanan di Kecamatan Tuminting yaitu jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja, pendidikan, jumlah kepemilikan kendaraan, dan jumlah pendapatan. Model analisa bangkitan perjalanan didaerah Kecamatan Tuminting adalah: Y = 1,365 + 0,849 X1 + 1,573X2 + 1,059X3 + 0,378X4 + 0,569 X5. Kata kunci: model bangkitan pergerakan, perilaku perjalanan, Kecamatan Tuminting
Desain Sistem Plambing Air Bersih Dan Air Buangan Pada Gedung Rusunawa Kelurahan Karame Kota Manado Ireine O. Siwi; Roski R. I. Legrans; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendesain sistem plambing yang meliputi sistem plambing air bersih, sistem plambing air buangan (black water & grey water), dan sistem vent. Tahap desain meliputi perhitungan populasi rusunawa, perancangan kapasitas tanki bawah dan tanki atas, perancangan jaringan pipa air bersih, jaringan pipa air buangan dan sistem vent. Hasil perhitungan populasi diperoleh jumlah penghuni rusunawa yakni 300 jiwa dengan kebutuhan air bersih (Qtotal) adalah 36 m3/hari. Kapasitas tanki bawah adalah 25 m3 dan kapasitas tanki atas adalah 12 m3. Perancangan jaringan pipa air bersih, air buangan, dan sistem vent pada gedung Rusunawa Kelurahan Karame mengacu pada ketentuan SNI 8153:2015 tentang Sistem Plambing Pada Bangunan Gedung yang merupakan penggabungan revisi antara SNI 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing dan SNI 03-6481-2000 tentang Sistem Plambing. Berdasarkan SNI tersebut dan alat plambing yang digunakan pada seluruh lantai gedung Rusunawa maka dirancang diameter pipa dinas air bersih yakni pipa berukuran 4", pipa datar shaf ke setiap lantai yakni pipa berukuran 2½"dan pipa perangkap tiap alat plambing yakni pipa berukuran ½". Diameter pipa dinas air buangan grey water digunakan pipa berukuran 5", untuk black water menggunakan pipa berukuran 4", dan sistem vent menggunakan pipa berukuran 6". Tekanan yang bekerja pada setiap plambing memenuhi persyaratan tekanan minimum dalam SNI 03-7065-2005, yakni 0.2 kgf/cm2. Tekanan air pada alat plambing yang berada pada lantai 3 dan 4 tidak memenuhi persyaratan tekanan minimum sehingga memerlukan tambahan tekanan dengan menggunakan booster pump. Kata kunci: Rusunawa Kelurahan Karame, sistem plambing air bersih, sistem plambing air buangan
Analisa Kinerja Breakwater Terhadap Gelombang Rayapan Di Daerah Pelabuhan Tumumpa Tessaleony M. Sambouw; Arthur H. Thambas; Hansye J. Tawas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tumumpa berada di Kelurahan Tumumpa II, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Posisi geografisnya terletak pada 1˚31’21” LU - 124˚50’28” BT. Pelabuhan Tumumpa termasuk dalam pelabuhan ikan yang digunakan sebagai tempat kapal-kapal berlabuh, memuat dan membongkar muat ikan, juga sebagai kawasan tempat pelelangan ikan, sehingga daerah perairan yang ada harus tenang. Kondisi lingkungan perairan seperti tingginya gelombang dapat mempengaruhi kegiatan yang dilakukan di Pelabuhan Tumumpa, oleh karena itu harus memperhatikan perlindungan yang ada. Penelitian untuk mengetahui kinerja breakwater di Pelabuhan Tumumpa memerlukan data-data seperti data pasang surut, data angin selama 5 tahun, batimetri, dan eksisting dimensi bangunan yang ada. Berdasarkan hasil analisa penelitian, gelombang laut yang paling tinggi di Pelabuhan Tumumpa terdapat dari arah Barat, dengan gelombang maksimum yang terjadi pada bulan Desember 2016, untuk tinggi gelombang 0,538 m dan periode gelombang 4,060 det. Pada perhitungan run-up terhadap eksisting breakwater di Pelabuhan Tumumpa, didapat tinggi run-up maksimum pada kedalaman 3,5 m yang di akibatkan oleh elevasi HHWL sebesar 0,399 m, MSL sebesar 0,399 dan LLWL yaitu sebesar 2,456 m dan tidak terjadi overtopping, bangunan masih efektif dalam mereduksi gelombang yang ada dan masih efektif melindungi kolam pelabuhan. Kata kunci: Pelabuhan Tumumpa, bangunan pemecah ombak, transformasi gelombang, run-up gelombang, overtopping gelombang
Optimalisasi Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Malalayang Kota Manado Titti M. S. Sitorus; Oktovian B. A. Sompie; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di Kecamatan Malalayang kurang optimal yakni pengolahan sampah yang dilakukan belum dapat menghasilkan reduksi sampah dengan nilai yang besar. Sehingga diperlukan metode pengolahan sampah yang efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan secara signifikan. Dalam hal ini akan dilakukan perbandingan jumlah pereduksian sampah setelah metode pengomposan, pembakaran dan pemadatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pengelolaan sampah pada bagian aspek operasional pengolahan sampah. Metode analisis data berupa perhitungan efektivitas pengolahan sampah dan analisis proyeksi penduduk dengan metode eksponensial. Hasil penelitian ini menunjukkan pengomposan dapat mereduksi sampah sebesar 80%, dalam hal ini pada tahun 2036 sampah di Kecamatan Malalayang dapat tereduksi sebesar 60.104,25 kg/hari. Pembakaran sampah yang dilakukan dapat mereduksi sampah sebesar 75.58% dan pada tahun 2036 sampah di Kecamatan Malalayang akan tereduksi sebesar 56.783,49 kg/hari. Dan setelah dilakukan pemadatan sampah tereduksi secara volume sebesar 17.39% yaitu sampah di Kecamatan Malalayang akan tereduksi sebesar 45.341,5 liter/hari. Upaya optimalisasi pengelolaan sampah pada aspek pengolahan sampah di Kecamatan Malalayang adalah dengan mengolah sampah dari sumbernya. Berdasarkan metode pengolahan yang dapat mereduksi sampah dengan nilai yang besar, metode yang dapat dilakukan adalah dengan pengomposan pada sampah organik. Untuk jumlah komposter pada tahun 2036 adalah sebanyak 301 buah komposter. Dan berdasarkan kondisi eksisting Kecamatan Malalayang diperlukan penambahan bank sampah di setiap kelurahan untuk memudahkan masyarakat dalam mendaur ulang dan berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Kata kunci: optimalisasi, pengolahan sampah, reduksi sampah
Analisis Sisa Umur Tempat Pembuangan Akhir Sumompo Di Kota Manado Melisa Manenda; Isri R. Manganka; Teddy Takaendengan
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado melakukan pengelolaan persampahan bukan barang baru lagi, tempat pembuangan akhir sampah di sumompo. permasalahan utama di kota ini adalah banjir, salah satunya banjir sampah yang sampai saat ini belum bisa diatasi seratus persen. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan , didapat data laju timbulan sampah kota Manado sebesar 3,5 l/orang/hari atau sebesar 0,6 kg/org/hari. Jika jumlah penduduk Kota Manado 550.000 jiwa maka itu berarti ada 330 ton atau sekitar 1925 m3 setiap hari sampah yang terbuang ke TPA. Sampah yang dikelola berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2008 terdiri atas sampah rumah tangga (berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja, dan sampah spesifik), sampah sejenis sampah rumah tangga (berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan fasilitas lainnya), dan sampah spesifik (sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun, sampah yang timbul akibat bencana, puing bongkaran bangunan, sampah yang secara teknologi belum dapat diolah dan/atau sampah yang timbul secara tidak periodik) Pada dasarnya, kegiatan operasi pembuangan akhir merupakan kegiatan yang merubah bentang lahan dan kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan sumber daya lahan, air dan udara akibat kemungkinan terjadinya resiko pencemaran. Hasil penelitian Dari data Kapasitas daya tampung dengan luas : 13,699 Ha Daya tampung yang belum terpakai adalah seluas 1,86 Ha dan kedalaman cekungan hingga titik tertinggi timbulan sampah adalah 50 m, maka volume yang dapat ditampung adalah 930.000 m3. Volume sampah yang masuk setiap harinya rata-rata 650 m3/hari, jadi umur sisa TPA tanpa pengolahan ialah 1.430 hari atau = 3,9 tahun = 4 tahun. Sedangkan Jika dilakukan pengolahan dengan menggunakan TPS3R dengan efisiensi 45%, maka volume sampah yang masuk ke TPA Sumompo adalah sebesar: 650 m3/hari x 45% = 292, 5 m3/hari Maka umur sisa TPA Sumompo jika menggunakan pengolahan TPS3R adalah 3.179 hari atau = 8,7 tahun. Kata kunci: analisis sampah, sisa umur tempat pembuangan akhir, TPA Sumompo, Kota Manado
Perancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pada Pasar Pinasungkulan Karombasan Kota Manado Ken K. E. Wongkar; Roski R. I. Legrans; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktifitas perdagangan pada Pasar Pinasungkulan Karombasan yang terletak di Kecamatan Wanea, Kota Manado, khususnya pada perdagangan ikan dan daging, telah menyebabkan pencemaran air. Mutu air limbah pada Pasar Pinasungkulan Karombasan saat ini menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016 seperti BOD, COD, TSS dan minyak lemak telah melebihi baku mutu. Hasil uji kualitas air yang diperoleh pada saluran limbah di segmen perdagangan ikan adalah pH dengan hasil pengukuran 6,39, BOD 4257 mg/L, COD 5500 mg/L, TSS 807 mg/, Amoniak 585 mg/L dan Minyak Lemak 32 mg/L. Hasil uji kualitas air yang diperoleh pada saluran limbah di segmen perdangangan daging adalah pH dengan hasil pengukuran 6,44, BOD 64 mg/L, COD 75 mg/L, TSS 64 mg/L, Amoniak 10,3 mg/L dan Minyak Lemak 39 mg/L. Untuk mendapatkan kualitas air limbah yang memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke badan air, dirancang suatu konstruksi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tipe Biofilter Aerob dan Adsorpsi Karbon Aktif. Berdasarkan hasil perhitungan debit air limbah Pasar Pinasungkulan Karombasan diperoleh kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebesar 40 m3/hari dengan jumlah compartment sebanyak 6 (enam), luas lahan yang dibutuhkan sebesar 37.01 m2 serta dimensi konstruksi IPAL yakni 15.1 m x 2.0 m.   Kata kunci: Pasar Pinasungkulan Karombasan, air limbah, kualitas air, IPAL, biofilter aerob, adsorpsi karbon aktif   Kata kunci: Pasar Pinasungkulan Karombasan, air limbah, kualitas air, IPAL, biofilter aerob, adsorpsi karbon aktif
Analisis Aplikasi Eco-Enzyme Terhadap Kandungan Logam Berat Pada Air Lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo Moh. Risky Sondang; Herawaty Riogilang; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di TPA Sumompo menggunakan cara open dumping dimana sampah dibuang begitu saja di tempat pembuangan akhir dan dibiarkan terbuka. Salah satu masalah yang ditimbulkan dari penumpukan sampah di TPA adalah timbulnya pencemar berupa lindi. Semakin banyak tumpukan sampah di TPA maka lindi yang dihasilkan akan semakin banyak. Pengelolaan air lindi di TPA Sumompo sendiri tidak adanya pengolahan khusus dan dibiarkan begitu saja. TPA Sumompo secara rutin menyemprotkan Eco-Enzyme setiap dua minggu sekali yang menyebabkan berkurangnya bau busuk pada TPA dan juga pada air lindi. Logam Berat yang akan di analisis dalam sampel air lindi yaitu Arsen (As) dan Cadmium (Cd), tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa efektifitas pemakaian Eco-Enzyme terhadap penurunan kandungan Logam Berat (As dan Cd) pada air lindi, Berdasarkan analisis kandungan logam berat pada air lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo kandungan Arsen (As) dan Cadmium (Cd) masih berada di bawah ambang batas atau baku mutu yang berlaku, kemudian sesudah diberi perlakuan dengan Eco-Enzyme air lindi mengalami penurunan kandungan logam berat. Hasil analisis penambahan Eco-Enzyme pada kandungan logam berat arsen mengalami penurunan paling efektif pada pemberian Eco-Enzyme sebanyak 10% dengan presentase penurunan rata-rata yaitu 59%. Sedangkan pada Cadmium air lindi mengalami penurunan paling efektif pada pemberian Eco-Enzyme 10% dengan presentase penurunan rata-rata yaitu 67%. Kata kunci: Eco-Enzyme, logam berat As, logam berat Cd, air lindi, TPA
Studi Penyebaran Kontaminan Pada Air Tanah TPA Airmadidi Terhadap Pemukiman Wulandarry D. Harundja; Hendra Riogilang; Liany A. Hendratta
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPA Airmadidi merupakan TPA yang mencakup wilayah pemukiman Airmadidi, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. TPA Airmadidi beroperasi dengan sistem Controlled Landfill tetapi TPA ini belum memiliki Instalasi khusus untuk pengolahan lindi yang dihasilkan. Oleh karena itu berpotensi untuk mencemari air sumur di sekitarnya. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan riset mengenai kualitas, status mutu dan pergerakan penyebaran kontaminan pada air tanah dengan parameter Biological Oxygen Demand (BOD) dan Total Dissolved Solid (TDS) di area sekitar TPA Airmadidi yaitu Saluran Inlet (SI), Saluran Outlet (SO), Sumur Warga (SW). Pengujian air lindi di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas 1 Manado menunjukan hasil bahwa pada parameter yang diuji berdasarkan standar baku mutu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.82 Tahun 2001 yaitu parameter Biological Oxygen Demand (BOD) ada yang telah melebihi nilai baku mutu. Status mutu air yang dianalisis menggunakan metode indeks pencemaran menunjukan hasil pada rentang 0,433 – 4,78 dengan kategori cemar ringan. Berdasarkan hasil pemodelan dari software modflow yang diproyeksikan pada saat umur TPA 19 Tahun menunjukan bahwa plume kontaminan Biological Oxygen Demand (BOD) bergerak sejauh ± 160m dengan nilai konsentrasi maksimum sebesar 171 mg/l yang terdapat di (bak pengolahan lindi) menuju pemukiman. Kata kunci: TPA, air lindi, pencemaran, BOD, TDS