cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 860 Documents
Analisis Waktu Pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Dengan Menggunakan Metode PERT Damo, Lula R.; Dundu, Ariestides K. T.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60582

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong peningkatan dalam bidang manajemen proyek, khususnya di sektor konstruksi, di mana pengelolaan waktu menjadi aspek krusial untuk memastikan proyek selesai sesuai jadwal. Ketidakpastian dalam durasi setiap pekerjaan menjadi tantangan utama yang memerlukan metode penjadwalan yang mampu mengakomodasi variabilitas tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap waktu pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT). Metode ini dapat menggambarkan hubungan antar kegiatan dalam jaringan kerja (network planning), dengan menggunakan tiga estimasi waktu untuk menentukan durasi yang paling optimal dalam penyelesaian proyek. Sehingga dapat diperkirakan probabilitas pencapaian waktu penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditentukan dalam kontrak. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa dengan penggunaan metode PERT, probabilitas untuk menyelesaikan proyek dalam waktu 180 hari sesuai jadwal adalah sebesar 63,31%, berdasarkan nilai distribusi normal kumulatif Z sebesar 0,34. Dan jika durasi proyek diperpanjang menjadi 190 hari, probabilitas penyelesaian meningkat secara signifikan menjadi 98,93%. Kata kunci: manajemen waktu, PERT, network planning
Analisis Ketersediaan Parking Stand Pada Apron Di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado Suwetja, Milka K. R. A.; Rompis, Semuel Y. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60583

Abstract

Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado merupakan bandar udara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia. Berlokasi di Kota Manado, bandar udara ini menjadi bandar udara terbesar di Provinsi Sulawasi Utara. Seiring berjalannya waktu, bandar udara dengan kode penerbangan IATA: MDC, ICAO: WAMM ini mengalami peningkatan jumlah penumpang yang secara langsung menyebabkan peningkatan pada pergerakan pesawat. Peningkatan yang terjadi dapat mengakibatkan traffic pada wilayah pergerakan di bandar udara dan dapat menyebabkan On Time Performance (OTP) tidak maksimal. Fasilitas bandar udara yang beroperasi di sisi darat (landside) maupun sisi udara (airside) harus menunjukkan kinerja yang baik untuk menunjang kegiatan operasional penerbangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan terhadap fasilitas tersebut untuk menjaga keselarasan antara kesediaan fasilitas operasional di bandar udara dengan peningkatan pergerakan pesawat yang terjadi. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis parking stand pada apron. Memperkirakan ketersediaan parkingstand di masa mendatang dengan menganalisa jumlah pergerakan pesawat pada jam puncak, jumlah parking stand dan kapasitas apron. Penelitian ini menggunakan data tahun 2020-2023, yang diperoleh dari PT Angkasa Pura Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas apron yang direncanakan pada tahun 2028 dan 2033 masih mampu menunjukkan kinerja yang baik. Kata kunci: bandar udara, apron, parking stand, pergerakan pesawat
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Sario Di Titik Jembatan Wanea Kota Manado Rugian, Selly A. S. S.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60584

Abstract

Jembatan Wanea merupakan jembatan yang melintang dan berada persis di atas Sungai Sario. Keberadaan Sungai Sario di daerah jembatan ini beberapa kali meluap dan mengakibatkan terjadinya banjir di daerah sekitar Jembatan Wanea. Banjir bandang yang pernah terjadi pada awal tahun 2014, menjadi bencana banjir terbesar yang terjadi di sungai ini sehingga mengakibatkan kerugian yang besar bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian, yakni analisis terhadap besarnya debit banjir dan elevasi tinggi muka air serta tahapan pengendalian banjir yang nantinya perlu dilakukan pada Sungai Sario di titik Jembatan Wanea. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari empat pos hujan, yaitu pos hujan Tinoor, pos hujan Tikala-Rumengkor, pos hujan Tikala-Sawangan dan pos hujan Malalayang Kakaskasen. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 16 tahun, yaitu tahun 2008 s/d 2023. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan yang terjadi pada STA 0+50, STA 0+75, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150, STA 0+175 dan STA 0+200 pada semua debit banjir kala ulang dan pada STA 0+25 masih dapat menampung debit kala ulang 5 tahun dan debit kala ulang 10 tahun, kemudian luapan terjadi kembali pada debit kala ulang 25 tahun, kala ulang 50 Tahun dan kala ulang 100 Tahun.
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Malalayang Di Titik Jembatan Parigi 7, Kelurahan Bahu, Kota Manado Delarue, Naomi W. N.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60585

Abstract

Sungai Malalayang yang mengalir melintasi Kelurahan Bahu, beberapa kali meluap dan menyebabkan banjir, ketika terjadi hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Malalayang ini mengalami kerugian saat terjadi hujan, karena beberapa rumah dan jalan di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari empat pos hujan, yaitu pos hujan Malalayang-Kakaskasen, pos hujan Tinoor, pos hujan Ranowangko-Taratara, pos hujan Tikala-Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 16 tahun, yaitu tahun 2008 s/d 2023. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan pada penampang melintang dari STA 0+25 menampung banjir pada kala ulang 5 tahun dan pada kala ulang 10 tahun sampai 100 tahun tidak dapat menampung banjir. Pada STA 0+50 sampai STA 0+200 tidak mampu menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Jembatan Parigi 7, Sungai Malalayang, debit puncak, tinggi muka air
Tinjauan Bangunan-Bangunan Baja Dari Segi Ekonomis Dan Teknis Mangare, Jantje B.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60590

Abstract

Dari segi teknis, Wiratman Wangsadinata (Alm), Bambang Budiono, dan Indra Djati Sidi, mengabstraksi ‘Berhubung sistem struktur outrigger & belt-truss belum diatur dalam SNI 1726-2012, maka perencanaan struktur gedung super tinggi tahan gempa dalam makalah ini menggunakan desain berbasis kinerja (Performance Based Design/PBD). Studi kasus dan penerapan PBD dilakukan untuk desain gedung super tinggi Thamrin Nine Tower 1, yang memiliki 72 lapis dengan ketinggian mencapai ±’330 meter.)’ Terlepas dapat diterima atau tidak, sistem struktur Viscous Wall Dampers (VMDs) pada SNI 1726-2019. Sistem penahan gaya lateral ini mereduksi simpangan dan tegangan pada struktur bagian atas hingga 50%, sehingga menghasilkan satu kinerja Gedung lebih baik; di samping itu juga biaya strukturnya sangat rendah. Dari segi ekonomi, terdapat dua panduan desain bangunan baja dalam rangka ‘Facilitating the market development for sections in industrial halls and low rise building,’ dan salah satunya adalah Panduan desain bangunan baja bertingkat banyak. The European project ini yakni (SECHALO) RFS2-CT-2008-0030.’ Terdapat 10 (sepuluh) bagian dalam panduan ini; pada makalah ini, yang digunakan yakni bagian 2: Konsep Desain. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka dalam rangka menjawab tujuan dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem struktur Viscous Wall Dampers (VMDs) pada bangunan baja bertingkat 6 (enam) menggunakan bantuan software ETABS dapat diterapkan sebagai sistem penahan gaya lateral. Kata kunci: Performance Based Design, struktur, baja, Viscous Wall Dampers, VMD, SNI, ETABS
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang Menggunakan Diesel Hammer Pada Pembangunan Stasiun Pompa Suplesi Proyek Peningkatan Kapasitas Saluran Tarum Barat Tahap I Rindorindo, Wensy N. I.; Mangare, Jantje B.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60598

Abstract

Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang digunakan untuk menyalurkan beban dari struktur atas ke lapisan tanah dengan daya dukung yang lebih baik. Salah satu metode pemancangan yang umum digunakan adalah diesel hammer, yang bekerja dengan prinsip gaya pukul dari beban jatuh untuk menanamkan tiang ke dalam tanah. Metode pemancangan menggunakan diesel hammer dipilih karena efisiensi biaya, fleksibilitas, dan efektifitas pada kondisi tanah yang tidak stabil. Pemilihan metode pelaksanaan yang tepat, terutama dalam penggunaan alat pemancangan seperti diesel hammer, sangat penting untuk memastikan kualitas, keamanan, dan efisiensi pekerjaan konstruksi. Diesel hammer dipilih sebagai alat pemancangan karena kemampuannya untuk menghasilkan energi tumbukan yang besar, sehingga cocok untuk berbagai jenis tanah, termasuk tanah keras dan padat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pelaksanaan pekerjaan pondasi tiang pancang pada proyek tersebut. Analisis mendalam terhadap perancangan dan pelaksanaan di lapangan akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan metode ini dalam kondisi spesifik proyek. Kata kunci: pondasi tiang pancang, diesel hammer, metode pelaksanaan, stasiun pompa suplesi, proyek saluran induk tarum barat
Analisis Pemodelan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Aplikasi CEDAS NEMOS Di Pantai Bahoi Kecamatan Likupang Barat Dungus, Olvia; Mamoto, Jeffry D.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60599

Abstract

Pantai Bahoi merupakan salah satu kawasan pesisir yang dimanfaatkan sebagai pemukiman warga dan tempat bersandarnya kapal. Namun, wilayah ini menghadapi tantangan berupa mundurnya garis pantai hingga mencapai pemukiman warga akibat erosi yang disebabkan oleh gelombang dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi gelombang, memproyeksikan perubahan garis pantai dalam 10 tahun mendatang, serta menghitung volume sedimen yang tertransport menggunakan aplikasi CEDAS dengan modul NEMOS. Data yang digunakan meliputi kecepatan angin 5 tahun terakhir dari situs web POWER (Prediction of Worldwide Energy Resources) milik NASA, data pasang surut dari Pangkalan Utama TNI AL VIII Kairagi, peta lokasi/satelit dari Google Earth, serta data batimetri dari GEBCO yang diolah menggunakan software Global Mapper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang berkisar antara 1,345 m hingga 2,182 m pada kedalaman 1 m hingga 25 m, dengan tinggi gelombang pecah sebesar 1,3 m pada kedalaman 0,9 m dan arah pecah sebesar 47˚. Simulasi menggunakan aplikasi CEDAS pada modul NEMOS, khususnya komponen GENESIS, menunjukkan gerusan maksimum terjadi pada koordinat y = 156,34 dengan nilai sebesar 4,66 m, sedangkan akresi maksimum terjadi pada koordinat y = 111,19 dengan nilai sebesar 9,11 m. Selain itu, rata-rata volume sedimen yang tertransport berdasarkan simulasi adalah gerusan sebesar 27,0603 m³. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang dinamika pantai Bahoi serta potensi dampaknya terhadap wilayah pesisir, yang dapat menjadi acuan untuk upaya mitigasi dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Kata kunci: pantai Bahoi, perubahan garis pantai, CEDAS
Analisis Geoteknik Lapisan Tanah Berdasarkan Data Sondir Studi Kasus : Pembangunan Rumah Sakit GMIM Kaupusan Langowan Kombaitan, Yefta B.; Mandagi, Agnes T.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60618

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Salah satu fenomena yang dapat terjadi akibat gempa bumi adalah likuefaksi. Likuefaksi terjadi ketika lapisan tanah kehilangan kekuatannya akibat getaran atau tekanan. Penelitian ini berfokus pada analisis potensi risiko geoteknik likuefaksi dan mitigasi dengan perkuatan tanah stone column di wilayah Wolaang, Sulawesi Utara pada pembangunan Rumah Sakit GMIM Kaupusan dengan menggunakan data Cone Penetration Test (CPT). Penilaian potensi likuefaksi dilakukan dengan menghitung nilai Safety Factor (SF), yang merupakan rasio antara Cyclic Resistance Ratio (CRR) dan Cyclic Stress Ratio (CSR) dengan menggunakan metode National Center Of Eartquae Engineering Research (NCEER) USA. Pada percepatan gempa yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data sejarah gempa yang pernah terjadi di lokasi tersebut. Besar Peak Ground Acceleration (PGA) dihitung menggunakan rumus empiris yang dikembangkan oleh Matuschka (1980), dengan asumsi bahwa kekuatan gempa yang terjadi mencapai 6,2 SR, 7,5 SR dan 8 SR, untuk memperkirakan potensi percepatan yang mungkin terjadi. Jika hasil safety factor > 1 maka dikakukan perkuatan tanah dengan metode stone column menggunakan metode Mochtar (2000) dan metode Priebe (1995). Hasil analisis menunjukkan bahwa dominan nilai CSR lebih besar dibandingkan nilai CRR pada masing – masing kekuatan gempa, sehingga menghasilakan (SF < 1), yang artinya terjadi potensi likuefaksi pada kekuatan gempa 5,8 SR, 6,2 SR, 7,5 SR, dan 8 SR, mitigasi perkuatan tanah dengan stone column menghasilkan (SF > 1), sehingga metode perbaikan tanah ini mampu mencegah terjadinya potensi likuefaksi. Kata kunci: Cyclic Stress Ratio, Cyclic Resistance Ratio, gempa, likuifaksi, stone column
Analisis Daya Dukung Fondasi Sumuran Pada Perencanaan Gedung Balai Latihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Di Minahasa Utara Tumimomor, Injili D.; Ticoh, Jack. H.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60634

Abstract

Gedung Balai Latihan Kerja Dinas Ketengakerjaan di Minahasa Utara pada perencanaan pembangunannya menggunakan fondasi sumuran. Pada penelitian ini menganalisis daya dukung aksial, daya dukung lateral serta penurunan pada fondasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data hasil penyelidikan tanah atau Cone Penetration Test (CPT). Tahap analisis menggunakan metode analitik yang dimana panjang fondasi sumuran adalah 3 m dengan variasi diameter 0,8 m dan 1 m. Daya dukung aksial untuk tahanan selimut lapisan lempung menggunakan metode λ, tahanan selimut lapisan pasir menggunakan persamaan dari Coyle dan Castello dan tahanan ujung lapisan lempung dan pasir menggunakan metode Meyerhof; daya dukung lateral menggunakan metode Brooms, penurunan menggunakan metode Vesic; dan defleksi menggunakan metode Matlock dan Reese. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung aksial ultimit sebesar 4496.65 kN dan 5854.92 kN: juga daya dukung aksial izin sebesar 1798.66 kN dan 2341.97 kN. Daya dukung lateral ultimate fondasi sumuran sebesar 397.531 kN dan 496.914 kN; daya dukung lateral izin yang didapat sebesar 159.012 kN dan 198.766 kN; momen lateral maksimum sebesar 795.062 kNm dan 993.828 kNm. Fondasi sumuran mengalami delfeksi yang berkisar 0.0073 m – 0.0084 m. Untuk penurunan fondasi sumuran didapat hasil sebesar 12.815 mm dan 5.065 mm. Kata kunci: fondasi sumuran, daya dukung, penurunan
Kualitas Air Sungai Di Sulawesi Utara: Systematic Literature Review Ditinjau Dari Parameter Fisika, Kimia Dan Biologi Wijaya, Yosia N.; Potalangi, Jessen G.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60641

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menilai kualitas air sungai di Sulawesi Utara dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Studi ini mengevaluasi parameter fisika, kimia, dan biologi dari berbagai penelitian selama sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian mengungkapkan bahwa kualitas air sungai di daerah ini mengalami penurunan akibat aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah domestik, pertanian, dan industri. Dari aspek fisika, sebagian besar sungai masih memenuhi standar kualitas air Kelas III sesuai PP No. 22 Tahun 2021, meskipun beberapa sungai memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi akibat sedimentasi dan aktivitas pertambangan. Dari aspek kimia, kadar BOD dan COD di beberapa sungai melebihi batas yang ditentukan, serta adanya kandungan logam berat seperti Pb dan Zn yang membahayakan ekosistem perairan. Dari aspek biologi, tingginya jumlah Total Coliform dan Fecal Coliform menunjukkan adanya pencemaran mikrobiologis yang serius. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan air yang lebih ketat, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penerapan teknologi ramah lingkungan guna menjaga kelestarian sumber daya air. Kata kunci: kualitas air sungai, Sulawesi Utara, pencemaran, parameter fisika-kimia-biologi, pengelolaan lingkungan