cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 860 Documents
Analisis Geoteknik Ruas Jalan Rurukan Sebagai Daerah Agrowisata Pada Penambahan Beban Timbunan Legrans, Roski R. I.; Rondonuwu, Steeva G.; Sompie, Oktovian B. A.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59414

Abstract

Kegiatan timbunan pada kawasan rest area daerah agrowisata yang terletak di jalan Tomohon-Rurukan memerlukan suatu kajian geoteknik sehingga diperoleh informasi mengenai kestabilan timbunan dan konstruksi pengaman timbunan. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis geoteknik terhadap pekerjaan timbunan pada kawasan rest area daerah agrowisata, yang meliputi: i) kestabilan daya dukung tanah asli akibat timbunan, pada kondisi jangka pendek dan jangka panjang; ii) kestabilan lereng timbunan, pada kondisi jangka pendek dan jangka panjang dan iii) kestabilan konstruksi pengaman lereng timbunan, yang berupa dinding penahan tanah dangkal. Analisis ini menggunakan data yakni potongan lereng alami, potongan rencana timbunan dan data tanah yang diperoleh dari penyelidikan tanah lapangan melalui uji CPT/sondir. Parameter tanah yang digunakan dalam analisis adalah hasil korelasi terhadap hasil uji CPT/sondir. Hasil analisis memberikan kesimpulan yakni lereng alami pada kawasan rest area di jalan Tomohon-Rurukan berada dalam kondisi cenderung stabil dan rentan terhadap kelongsoran saat terjadi gempa dan lereng timbunan pada kondisi jangka panjang memiliki faktor keamanan yang tidak memenuhi persyaratan faktor keamanan minimum. Untuk mengamankan lereng timbunan, digunakan dinding penahan tanah dangkal tipe gravity wall. Analisis kestabilan dinding penahan tanah tersebut menunjukkan bahwa dinding penahan tanah stabil terhadap guling, geser local, daya dukung tanah, gempa dan kestabilan global. Kata kunci: Rurukan, agrowisata, timbunan, geoteknik
Analisis Neraca Air Di Titik Bendung Lahendong 2 Desa Rasi Kabupaten Minahasa Tenggara Lumowa, Thessalonika S. G.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis neraca air di titik bendung Lahendong 2, yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi Lahendong di Desa Rasi, Kabupaten Minahasa Tenggara. Sebagian besar air yang digunakan dalam hal ini untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi, jadi dengan melakukan analisis neraca air diharapkan dapat membantu untuk mengatur penggunaan air secara lebih efisien dan optimal. Analisis neraca air dilakukan dengan menghitung perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air. Untuk menghitung ketersediaan air digunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) Modified dengan data yang tersedia yaitu data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk menghitung debit andalan Q80% dan ketersediaan air untuk pemeliharaan Sungai Q95%. Hasil dari analisis neraca air di titik Bendung Lahendong 2 menunjukkan adanya periode-periode defisit air di mana kebutuhan air melebihi ketersediaan air, yaitu pada periode Januari I, Januari II, Februari II, Maret I, April I, Mei I, Mei II, Juni I, Juni II, Juli I, Juli II, Agustus I, September I, September II, Oktober I, Oktober II, Desember I, yang menyebabkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan irigasi. Namun, juga terdapat periode surplus air yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif, yaitu pada periode Februari I, Maret II, April II, Agustus II, November I, November II, dan Desember II. Kata kunci: Bendung Lahendong 2, Metode NRECA, neraca air
Model Distribusi Kecepatan Angin Untuk Peramalan Gelombang Di Wilayah Perairan Manado Lihondatu, Reinhard H. M.; Thambas, Arthur H.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59483

Abstract

Perencanaan bangunan pengaman pantai pada dasarnya memerlukan beberapa data yang harus diketahui, salah satunya adalah data gelombang. Namun, ketersediaan data gelombang cenderung menjadi suatu permasalahan dikarenakan data tersebut tidak tersedia di Lokasi pekerjaan bahkan sulit untuk didapatkan. Dikarenakan hal tersebut, maka para ahli mengemukakan beberapa asumsi yang dapat digunakan untuk meramalkan tinggi gelombang. Berdasarkan data angin dapat dibuat suatu model distribusi kecepatan angin yang bisa digunakan untuk peramalan gelombang. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data angin dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika – Stasiun Meteorologi Maritim Bitung di Kota Bitung. Adapun data yang diambil adalah data arah dan kecepatan angin setiap jam selama kurun waktu 5 tahun (2018-2023) di Kota Manado. Data ini kemudian dianalisis untuk pembuatan model distribusi kecepatan angin di wilayah perairan Manado, yang dapat dipakai untuk meramalkan tinggi gelombang dengan metode Darbyshire dan SMB dengan beberapa kondisi yang diperhitungkan. Hasil penelitian ini kemudian di sajikan dalam bentuk grafik persamaan regresi linear berdasarkan durasi rencana 12 jam sehingga dapat digunakan untuk meramalkan tinggi gelombang yang akan terjadi di wilayah perairan kota Manado. Kata kunci: model distribusi,kecepatan angin,peramalan gelombang
Pemanfaatan Agregat Batu Gunung Karangetang Kabupaten Kepulauan Sitaro Pada Campuran AC-WC Tolip, Vierihard A.; Palenewen, Steve Ch. N.; Manoppo, Mecky R. E.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59485

Abstract

Kabupaten Sitaro, khususnya pulau Siau adalah salah satu daerah yang berpotensi memiliki sumber material berupa agregat batu gunung. Namun meskipun berpotensi, pemanfaatan agregat batu gunung Karangetang dalam konstruksi jalan masih terbatas, dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai karakteristik fisik, mekanik, dan teknis dari agregat tersebut. Sehingga untuk menopang agregat ini akan dilakukan penambahan ataupun penggabungan (mix) dengan agregat dari Kema yang telah diketahui memiliki kualitas yang baik, dan dinilai mampu mengimbangi agregat Karangetang. Hasil pemeriksaan material dan sifat fisik agregat dari material yang diambil dari batuan gunung Karangetang Kabupaten Kepulauan Sitaro tidak memenuhi standar spesifikasi dikarenakan nilai rata-rata keausan mencapai 61,41%, sehingga dilakukan penggabungan (mix) material agregat dari Kema dan didapatkan hasil rata-rata 36,42%; untuk agregat kasar berat jenis bulk yaitu 2,4%, berat jenis SSD 2,5%, berat jenis semu 2,7% dan penyerapan air yaitu 4,4%. Untuk agregat sedang berat jenis bulk yaitu 2,3%, berat jenis SSD 2,4%, berat jenis semu 2,7% dan penyerapan air yaitu 6,1%. Sedangkan untuk agregat halus berat jenis bulk yaitu 2,7%, berat jenis SSD 2,8%, berat jenis semu 2,9% dan penyerapan air yaitu 1,6%. Untuk nilai karakteristik Marshall yang memenuhi spesifikasi didapatkan nilai-nilai sebagai berikut. Kombinasi Variasi Gradasi Agregat mendekati Batas Atas; Nilai Stabilitas: 1530,84 kg;Nilai Flow: 3,38 mm; Nilai VMA: 15,161%; Nilai VIM: 3,271%; Nilai VFB: 78,458%; Nilai FF/Kadar Aspal Efektif: 1,342; Kepadatan: 2,357gr/cc, pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,85%. Kombinasi Variasi Gradasi Agregat mendekati Batas Tengah; Nilai Stabilitas: 1439,64 kg;Nilai Flow: 3,44 mm; Nilai VMA: 15,161%; Nilai VIM: 3,791%; Nilai VFB: 74,997%; Nilai FF/Kadar Aspal Efektif: 1,201; Kepadatan: 2,329gr/cc, pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,82%. Kombinasi Variasi Gradasi Agregat mendekati Batas Bawah; Nilai Stabilitas: 1331,21 kg;Nilai Flow: 3,16 mm; Nilai VMA: 15,160%; Nilai VIM: 4,347%; Nilai VFB: 71,339%; Nilai FF/Kadar Aspal Efektif: 1,153; Kepadatan: 2,300gr/cc, pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,77%. Kata kunci: Karangetang, AC-WC, mix, Uji Marshall
Minimalisir Pendangkalan Danau Tondano Melalui Pemanfaatan Material Kerukan Sebagai Bahan Timbunan - Suatu Uji Geoteknik Pada Perbaikan Tanah Lunak Dengan Memanfaatkan Water Hyacinth Sompie, Oktovian B. A.; Rondonuwu, Steeva G.; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59576

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang pesat di wilayah Indonesia membutuhkan ketersediaan lahan yang memadai. Ketersediaan tanah lempung lunak di beberapa wilayah di Indonesia, memungkinkan pelaksanaan konstruksi tidak dapat dihindari pada kondisi tanah tersebut. Walaupun karakteristik lempung lunak yang memiliki daya dukung yang rendah, kuat geser yang rendah, kemampumampatan tinggi, rendahnya permeabilitas dan tingginya kemampuan mengikat air (Liquid Limit tinggi) menjadikan lempung lunak sebagai tanah yang sangat jelek untuk struktur. Karena itu upaya perbaikan tanah banyak dilakukan untuk maksud tersebut. Salah satu usaha untuk menstabilkan tanah lunak adalah dengan percepatan konsolidasi yaitu proses pemampatan tanah akibat terdisipasinya air pori. Dengan demikian kepadatan relatif tanah dapat ditingkatkan, dan kuat geser tanah meningkat pula. Konsolidasi pada tanah dengan kadar air yang sangat tinggi dapat dilakukan dengan dua tahap. Pertama dengan konsolidasi akibat berat tanah sendiri, dimana partikel padat akan turun ke bawah melalui proses sedimentasi. Selanjutnya setelah kadar air menjadi normal (w < 150%), peristiwa konsolidasi dilakukan baik secara mekanik maupun dengan bahan tambahan.Penelitian ini memberikan solusi, pemanfaatan tanah dasar dengan material lempung lunak untuk memenuhi tersedianya lahan. Metode yang akan digunakan yaitu dengan memanfaatkan bahan tambahan yang banyak terdapat di Sulawesi Utara dalam hal ini arang eceng gondok (charcoal water hyacinth). Kata kunci: Danau Tondano, self-consolidation, tanah lunak, water hyacinth
Faktor Skala: Pengukuran Parameter Uji Konsolidasi Cepat Dan Perbandingan Dengan Odometer Konvensional Rondonuwu, Steeva G.; Sompie, Oktovian. B. A.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59578

Abstract

Serangkaian uji konsolidasi cepat dilakukan dengan memodifikasi alat uji odometer konvensional dengan laju pembebanan tetap dan laju regangan tetap. Pengujian ini mempercepat lama pengujian konsolidasi satu dimensi sepuluh kali lebih cepat, dari sepuluh hari pada uji odometer konvensional menjadi tiga jam pada uji konsolidasi cepat. Selanjutnya dibandingkan kedua metode pengujian konsolidasi tersebut dan ditampilkan faktor skala yang dapat mengkonversi parameter uji odometer konvensional ke uji konsolidasi cepat, dan sebaliknya. Kata kunci: laju regangan tetap, laju pembebanan tetap, faktor skala, odometer, konsolidasi
Probity Audit Paket Pekerjaan Strategis Pemerintah Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Mokoginta, Ari P.; Sendouw, Recky H. E.; Tumbel, Goinpeace H.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59584

Abstract

Penelitian ini berjudul Probity Audit Paket Pekerjaan strategis Pemerintah di Kabupaten Bolaang Mongondow timur, dan mempunyai tujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan Pemanfaatan Probity audit atas Persiapan Pengadaan Paket Pekerjaan Strategis Pemerintah di Kabupaten Bolaang Mongondow timur dan Faktor Determinan yang mempengaruhi efektifitas Pelaksanaan Probity audit atas Persiapan Pengadaan Paket Pekerjaan Strategis Pemerintah di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur tahun 2023. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Berikut ini hasil penelitiannya terkait: 1) Sumber daya manusia; Sumber daya manusia (auditor) dalam tim Probity masih kurang, baik dari segi jumlah maupun kompetensi, sehingga tidak sesuai ketentuan dalam peraturan BPKP nomor 3 tahun 2019; 2) Sarana dan Prasarana: Sarana dan prasarana pendukung/penunjang dalam pelaksanaan Probity audit atas persiapan pengadaan belum memadai; 3) Waktu: Probity audit atas persiapan pengadaan dilakukan tidak tepat waktu (setelah tender ) sehingga tidak sesuai ketentuan dalam peraturan BPKP nomor 3 tahun 2019 yaitu bersamaan dengan proses atau segera setelahnya (real time). Hasil Penelitian terkait faktor determinan yang mempengaruhi keberhasilan probity audit atas persiapan pengadaan adala sebagai berikut: 1) Komunikasi: komunikasi para pihak dalam pelaksanaan Probity audit masih sangat lemah, sehingga berdampak pada keterlambatan pelaksanaan Probity audit; 2) Kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan: Tim Probity audit dan Pejabat Pembuat Komitmen tidak patuh terhadap waktu pelaksanaan probity audit; 3) Manajemen resiko: tidak terdapat dokumen risk register sehingga Tim Probity audit dan Pejabat Pembuat Komitmen tidak menerapkan manajemen resiko; 4) Anggaran: Anggaran pengawasan yang dialokasikan untuk pelaksanaan probity audit masih sangat terbatas; 5) Kepedulian Pimpinan/Kepala Daerah: kepedulian Pimpinan tertinggi pelaksanaan pengawasan masih kurang. Kata kunci: probity audit, paket pekerjaan strategis, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Pondasi Bored Pile Pada Proyek Pembangunan Gedung Radioterapi ODSK Provinsi Sulawesi utara Limpele, Millythia C.; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60001

Abstract

Pembangunan gedung radioterapi ODSK di Sulawesi Utara memerlukan stabilitas tinggi untuk menghindari getaran yang dapat mengganggu proses terapi. Penggunaan pondasi bored pile dipilih karena kemampuannya dalam menahan beban besar dan meminimalkan getaran selama konstruksi karena lokasi proyek berada dalam pemukiman padat penduduk serta akses ke lokasi proyek terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pelaksanaan pekerjaan pondasi bored pile pada proyek tersebut. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan langsung dengan mengamati dan mendokumentasikan setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan pondasi, mulai dari persiapan lokasi hingga pengecoran. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang prosedur pelaksanaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan pondasi bored pile pada proyek ini menggunakan metode kering dengan alat Rotary Drilling Rig yang sesuai standar operasional prosedur PT. Nikita Waya Matuari Sakti. Metode ini dipilih karena kondisi tanah yang dominan berbatu dan tidak berlumpur, dengan tahapan meliputi survei titik, pengeboran hingga kedalaman 15 meter, pemasangan tulangan D16 untuk tulangan utama dan D10 untuk spiral, serta pengecoran menggunakan beton K-300 dengan nilai slump 18±2 cm melalui pipe tremie. Kata kunci: metode pelaksanaan, bored pile, metode kering
Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Kelurahan Kakaskasen Satu Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Tamboto, Yonathan; Hendratta, Liany A.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60249

Abstract

Kelurahan Kakaskasen 1 memiliki mata air Pinawelaan yang terletak ± 1 km dari pemukiman. Air bersih tersebut belum tersalurkan secara menyeluruh dan merata. Untuk itu perlu adanya pengembangan sistem jaringan air bersih di Kelurahan Kakaskasen 1. Sistem jaringan air bersih yang direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih Kelurahan Kakaskasen 1 sampai tahun 2033. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linear, regresi logaritma dan regresi eksponensial. Untuk merencanakan sistem perpipaan jaringan air bersih menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan program Epanet 2.2. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis regresi linear diperoleh jumlah penduduk Kelurahan Kakaskasen 1 sampai tahun 2033 berjumlah 3.175 jiwa dan kebutuhan air bersih mencapai 2,663 liter/detik. Dalam pengembangan sistem jaringan air bersih ini mata air yang dimanfaatkan adalah mata air Pinawelaan karena debit sebesar 15 liter/detik mampu mencukupi kebutuhan air bersih Kelurahan Kakaskasen 1 sampai tahun 2033. Pengembangan sistem jaringan air bersih ini menggunakan program Epanet 2.2 dan menggunakan pipa transmisi berdiameter 63 ,75 , 110 dan 140 mm. Kata kunci: Jaringan Air Bersih, Epanet 2.2, Kelurahan Kakaskasen 1
Analisa Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki (Studi Kasus: Jalan Sam Ratulangi Manado Di Depan Golden Swalayan) Rembet, Brayn; Kumaat, Meike M.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60250

Abstract

Jalur pedestrian di Jl. Sam Ratulangi Kota Manado depan Golden Pasar Swalayan merupakan salah tempat yang pergerakan pejalan kakinya cukup ramai, Mengakibatkan jalur pedestrian tersebut menjadi tidak nyaman bagi pejalan kaki. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik pergerakan pejalan kaki, Menganalisis hubungan antar variable pergerakan dan kemudian menganalisis Tingkat pelayanan pejalan kaki di Jl. Sam Ratulangi Kota Manado. Menggunakan model pendekatan greenshield untuk mendapat hubungan antar variable pergerakan pejalan kaki dan dalam menganalisis tingkat pelayanan menggunakan acuan standar HCM 2000. Hasil yang didapatkan di jam puncak pada hari Sabtu, 08 Juli 2023 di jam 17.15-17.30 WITA didapatkan nilai Arus 4,235 ped/min/m untuk Pedestrian timur, Pedestrian Barat sebesar 13,800 ped/min/m, Kecepatan rata-rata ruang di Pedestrian Timur sebesar 72,261 m/min, Pedestrian Barat sebesar 79,834 m/min, Kepadatan di Pedestrian Timur sebesar 0,059 ped/m2, Pedestrian Barat sebesar 0,173 ped/m2, Ruang di Pedestrian Timur sebesar 17,062 m2/ped, Pedestrian Barat sebesar 5,785 m2/ped. Kapasitas pejalan kaki sebesar 4,235 ped/min/m untuk Pedestrian timur dan 13,800 ped/min/m untuk Pedestrian barat sehingga untuk Tingkat Pelayanan Pejalan Kaki di Jl. Sam Ratulangi Kota Manado termasuk dalam kategori “A” dimana pejalan kaki bergerak bebas dalam ruang pejalan kaki yang dinginkan dan Kecepatan untuk berjalan bebas untuk dipilih. Kata kunci: jalur pedestrian, karakteristik pejalan kaki, tingkat pelayanan