cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 860 Documents
Dampak Substitusi Limbah Plastik LDPE (Low Density Polyethylene) Terhadap Aspal Pada Campuran AC-WC Nio, Aditya L.; Palenewen, Steve Ch. N.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60251

Abstract

Tumpukan limbah plastik yang tidak terpakai dapat menimbulkan masalah lingkungan, karena sebagian besar tidak bisa didaur ulang. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini digunakan limbah plastik jenis LDPE (Low Density Polyethylene) yang banyak dipakai oleh masyarakat, sebagai bahan substitusi sebagian aspal. Lapisan aspal yang digunakan merupakan Laston Lapis Aus AC-WC, yang menggunakan material dari kakaskasen dan menggunakan aspla pertemina penetrasi 60/70. Digunakan variasi kadar limbah plastik yaitu 2%, 4%, 6%, dan 8% dari total berat aspal rencana. Kemudian digunakan 2 cara untuk melakukan perbandingan yaitu analisa saringan dan fuller, serta pencampuran yang dilakukan adalah cara basah (Wet Process) sebagai metode pencampuran limbah plastik terhadap aspal. Hasil dari pengujian karakteristik marshall setelah disubstitusi limbah plastik dengan cara Analisa Saringan didapatkan nilai tertinggi dan masuk dalam spesifikasi yaitu, Stabilitas pada kadar 4% 1546,00 Kg, Flow pada kadar 8% 3,58 mm, VMA pada kadar 8% 17,731%, VIM pada kadar 4% 4,941%, VFB pada kadar 4% 69,878%, Kepadatan pada kadar 4% 2,134 gr/cc, MQ 444,68. Sedangkan pada cara Fuller didapatkan nilai Stabilitas pada kadar 8% 1838,98 Kg, Flow pada kadar 2% 3,70 mm, VMA pada kadar 14,167% namun tidak masuk dalam spesifikasi, VIM pada kadar 2% 4,768%, VFB pada kadar 68,539%, Kepadatan 8% 2,126 gr/cc, MQ 547,15. Pada 2 cara ini, dapat disimpulkan bahwa substitusi limbah plastik LDPE ini mempengaruhi setiap nilai parameter yang ada. Terlihat pada Stabilitas, Flow, Marshall Quotient yang mengalami peningkatan dan penurunan yang tidak stabil, begitu pula dengan VMA, VIM dan VFB. Cara analisa saringan pada penelitian ini lebih memiliki nilai karakteristik marshall yang baik dibandingkan dengan cara fuller, dan diidentifikasi campuran yang baik pada kadar plastik 4% - 4,4. Kata kunci: Low Density Polyethylene (LDPE), cara basah (Wet Process), AC-WC
Kajian Pengendalian Banjir Sungai Bailang Di Titik Puskesmas Bengkol Kota Manado Titirlolobi, Josephat D.; Supit, Cindy J.; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60315

Abstract

Bailang merupakan sungai yang mengalir dari Minahasa Utara melewati Kelurahan Bengkol , pada saat intensitas hujan yang cukup tinggi, sungai ini meluap dan membanjiri beberapa rumah di Kelurahan Bengkol. Usaha warga telah dilakukan untuk mengatasi banjir tersebut namun usaha tersebut masih kurang berhasil dikarenakan tidak dilandasi ilmu yang tepat, oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir dan tinggi muka air yang mungkin dapat terjadi sehingga bisa mengetahui apa yang bisa dibuat untuk menanangani bencana tersebut. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan mengunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Bailang-Kayuwatu dan data hujan yang akan digunakan adalah data hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2021. Mengingat kemajuan teknologi yang semakin maju sehingga penelitian ini menggunakan program komputer HEC-HMS untuk analisis hidrologi dengan metode HSS Soil Convservation Services serta baseflow menggunakan metode recession. Kemudian pada program ini akan mengkalibrasi parameter – parameter seperti Cuve Number, initial discharge, ratio to peak, lag time dan recession constant untuk mendapatkan debit puncak yang sama atau mendekati dengan data debit puncak sungai kontrol sebesar 138 m3/s. Debit puncak dari hasil simulasi HEC-HMS adalah 410,8 m3/detik kemudian dilakukan simulasi kala ulang untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun yang akan dimasukkan pada program komputer HEC-RAS untuk analisis hidraulika. Lalu dilakukan simulasi tinggi muka air dengan penampang sungai yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi pada STA 0+25, STA 0+50, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150, STA 0+175 sedangkan pada STA 0+75 dan STA 0+200 dapat menampung semua debit kala ulang. Kata kunci : Sungai Bailang, hujan rencana, debit banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Sedimentasi Di Muara Sungai Malalayang Kota Manado Manalip, Eunike H.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60363

Abstract

Sedimentasi di muara sungai merupakan fenomena alam yang kompleks dan seringkali menimbulkan masalah bagi masyarakat pesisir. Fokus penelitian ini yaitu pada analisis sedimentasi di Muara Sungai Malalayang, Kota Manado. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi proses sedimentasi di lokasi tersebut. Berdasarkan pengamatan lapangan dan kajian literatur, beberapa faktor yang diduga kuat mempengaruhi sedimentasi di muara sungai ini antara lain gelombang, debit sungai, dan pasang surut. Proses sedimentasi ini berdampak negatif pada lingkungan pesisir, seperti penyempitan mulut sungai yang menghambat aktivitas nelayan dan perubahan garis pantai. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data angin, gelombang, dan pasang surut dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika – Stasiun Meteorologi Maritim Bitung di Kota Bitung selama kurun waktu 5 tahun (2019-2024). Data ini kemudian dianalisis untuk mengetahui nilai angkutan sedimen sepanjang pantai maupun tegak lurus pantai di setiap tahun dengan menggunakan metode Coastal Engineering Research Center (CERC). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika sedimentasi di muara sungai serta memberikan rekomendasi pengelolaan yang tepat untuk mengurangi dampak negatif sedimentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak negatif sedimentasi, seperti pembangunan bangunan pengaman pantai seperti jetty, groin, dan breakwater. Kata kunci: sedimentasi, muara Sungai Malalayang, gelombang, pengelolaan pesisir
Perencanaan Proyek Dengan Metode PERT Pada Pekerjaan Rehabilitasi Puskesmas Mokoditek, Kab. Bolaang Monggondouw Utara Kambu, Kaleb Y.; Inkiriwang, Revo L.; Arsjad, Tisano Tj.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60364

Abstract

Metod Program Evaluation and Review Technique (PERT) adalah metode penjadwalan yang digunakan untuk perencanaan dalamM anajemen proyek merupakan penerapan pengetahuan, keterampilan, alat, dan teknik untuk kegiatan proyek agar memenuhi persyaratan proyek. Dalam pembangunan Rehabilitasi Puskesmas Mokoditek diperlukan perencanaan yang matang agar pekerjaan dapat berjalan sesuai waktu, biaya dan mutu yang disepakati sejak awal. Maka diperlukan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT )dalam perencanaan untuk menguji apakah pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu. Berdasarkan hasil wawancara pekerjaan Rehabilitasi tidak menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dalam perencanaan. Dalam mencapai tujuan penelitian ini, maka untuk menganalisis data digunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian didapati jalur kritis pada Pekerjaan Struktur Lantai 1, Pondasi Telapak – Kaki kolom – Beton Sloop 20/30 – Beton Sloop 15/20 – Tiang kolom (k1) – Beton Balok (B1) – Beton Balok (B2) – Beton Balok (B3) – Plat Lantai Beton – Steger Penyangga – Balok Tangga – Plat Tangga Beton Besi – Tiang Kolom (K2) – Ring Balok dan berdasarkan hasil pengolahan data, peneliti mendapatkan probabilitas Proyek Rehabilitasi Puskesmas Mokoditek dapat selesai tepat waktu yaitu 82% dengan menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT). Kata kunci: Program Evaluation and Review Technique (PERT)
Analisis Perbandingan Pengaruh Kedalaman Terhadap Transformasi Gelombang Di Pantai Mokupa Dan Pantai Makatana Torar, Zefanya A. V.; Jasin, Muhammad I.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60472

Abstract

Gelombang laut yang terbentuk dari interaksi antara angin, topografi dasar laut, dan struktur pesisir memiliki dampak signifikan terhadap pantai. Penelitian ini membahas perbedaan transformasi gelombang di Pantai Mokupa dan Pantai Makatana, Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua pantai memiliki perbedaan signifikan dalam proses refraksi , shoaling, tinggi gelombang, dan gelombang pecah. Pada pantai Mokupa berdasarkan hasil Analisis ditemukan, bahwa daerah pembangkit Gelombang terjadi di bulan februari dan di dominasi oleh arah Barat Laut dengan Tinggi Gelombang Signifikan (Ho) sebesar 0,992 m dan Periode gelombang signifikan (T0) Sebesar 4,785 detik. Sedangkan untuk Pantai Makatana, berdasarkan hasil Analisis ditemukan, bahwa daerah pembangkit Gelombang terjadi juga pada bulan februari dan di dominasi oleh arah Barat Laut dengan Tinggi Gelombang Signifikan (Ho) sebesar 0,481 m dan Periode gelombang signifikan (T0) Sebesar 3,471 detik. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan bathimetri dan kedalaman laut di kedua pantai. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai perbandingan dalam transformasi gelombang di kedua lokasi, serta untuk merumuskan rekomendasi yang dapat memperbaiki pengelolaan pesisir dan infrastruktur terkait di kedua pantai tersebut. Kata kunci: transformasi gelombang, Pantai Mokupa, Pantai Makatana
Analisis Daya Dukung Fondasi Sumuran Pada Pembangunan Gedung Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna Daud, Agatta F. E.; Sompie, Oktovian B. A.; Mandagi, Agnes T.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60476

Abstract

Pada pembangunan gedung Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah direncanakan menggunakan fondasi sumuran. Data yang telah digunakan pada penelitian ini adalah data penyelidikan tanah dengan menggunakan uji sondir atau Cone Penetration Test (CPT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung pondasi sumuran pada dua variasi diameter. Hasil analisis menunjukkan daya dukung aksial ultimate sebesar 5699,14 kN dan 2529,09 kN, serta daya dukung aksial izin sebesar 2279,66 kN dan 1011,63 kN. Daya dukung lateral dianalisis menggunakan metode Brooms dan diperoleh daya dukung lateral ultimate sebesar 349,671 kN dan 437,088 kN. Analisis penurunan menggunakan metode Vesic menunjukkan nilai penurunan sebesar 22,271 mm dan 19,856 mm. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa pondasi sumuran yang dianalisis aman terhadap beban yang bekerja. Kata kunci: fondasi telapak, daya dukung, penurunan
Analisis Kestabilan Turap PVC (Polyvinyl Chloride) Sebagai Alternatif Konstruksi Pengendali Banjir Pada Sungai Pulisan Di Desa Pulisan Kecamatan Likupang Timur Rogaga, Mikhael O.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas turap dari material PVC (Polyvinyl Chloride) sebagai alternatif konstruksi pengendali banjir pada Sungai Pulisan di Desa Pulisan. Analisis ini meliputi analisis terhadap kestabilan guling, kapasitas penampang, deformasi, kestabilan lereng dan kestabilan pada dasar galian. Beban yang bekerja pada turap adalah akibat tekanan tanah lateral aktif dan pasif, tekanan hidrostatis dan beban konstruksi permukiman di sisi sungai yang dianalogikan sebagi beban permukaan merata. Data yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder berupa data hasil penyelidikan tanah CPT/sondir yang dikorelasikan untuk mendapatkan parameter-parameter tanah yang digunakan dalam analisis dan penampang melintang Sungai Pulisan yang melintas di area permukiman Desa Pulisan. Analisis kestabilan mengacu pada kode SNI 8460:2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik. Perangkat lunak Finesoftware GEO5 dan Rocscience SLIDE digunakan untuk membantu proses analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk desain optimum menggunakan PVC tipe VPA VNZ–324 menghasilkan panjang turap teoritis sebesar 3.68 m, dengan momen lentur maksimum 5.98 kN.m/m yang menghasilkan defleksi sebesar 6.5 mm. Faktor keamanan lereng minimun yang dihasilkan adalah 5.53 (statis) dan 1.87 (gempa). Faktor keamanan pada kestabilan terhadap piping adalah 3.86 dan terhadap heave adalah 7.37. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa turap PVC tipe VPA VNZ-324 dapat digunakan sebagai konstruksi pengendali banjir pada Sungai Pulisan. Kata kunci: turap PVC (Polyvinyl Chloride), kestabilan, Sungai Pulisan
Perilaku Mekanikal Tanah Galian Yang Distabilisasi Semen Dan Fly Ash Lalandos, Puan M. T.; Sompie, Oktovian B. A.; Rondonuwu, Steeva G.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60576

Abstract

Tanah galian yang merupakan tanah yang diambil atau digali dari suatu lokasi yang diperuntukkan dalam berbagai keperluan konstruksi, seperti proyek pembangunan. Dalam proses pembangunan, sering kali ditemui banyak masalah teknis yang berkaitan dengan kondisi daya dukung tanah dasar muncul, salah satunya terjadi pada tanah galian. Tanah memiliki peran penting dalam konstruksi bangunan yaitu sebagai fondasi dan peletakan struktur. Pada penelitian ini dilakukan pengujian konsolidasi untuk mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv) pada sampel tanah asli dan sampel tanah yang dicampurkan beberapa varian semen dan fly ash. Dari hasil pengujian konsolidasi dengan menggunakan alat oedometer maka ditemukan bahwa koefisien konsolidasi (Cv) terbesar terjadi pada sampel tanah 90% + semen 7% + fly ash 3% dengan nilai Cv = 1,514 cm2/menit, dan nilai koefisien konsolidasi terendah terjadi pada sampel tanah asli dengan nilai Cv = 0,0218 cm2/menit. Sedangkan indeks pemampatannya (Cc), nilai indeks pemampatan (Cc) tertinggi terjadi pada sampel tanah asli dengan nilai Cc = 2085, dan nilai indeks pemampatan terendah terjadi pada sampel tanah 90% + semen 7% + fly ash 3% dengan nilai Cc = 0,0558. Kata kunci: konsolidasi, semen, fly ash, koefisien konsolidasi, indeks pemampatan
Penerapan Critical Path Method Dalam Pengelolaan Waktu Pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Moningka, Agnes K.; Dundu, Ariestides K. T.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60580

Abstract

Pada suatu proyek konstruksi ketepatan waktu penyelesaian proyek menjadi aspek penting yang memengaruhi tercapainya target pembangunan. Suatu proyek dikatakan baik jika penyelesaian proyek tersebut efisien ditinjau dari segi waktu. Manajemen waktu suatu proyek harus diperhatikan agar tidak menyimpang dari waktu yang sudah direncanakan dari Network Planning. Penelitian ini menerapkan Critical Path Method (CPM) dalam mengevaluasi manajemen waktu proyek.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CPM dalam pengelolaan waktu proyek rekonstruksi Jalan Lahendong (1) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, yang memiliki durasi pelaksanaan selama 180 hari kalender. Untuk mengidentiikasi pekerjaan dan jalur kritis proyek berdasarkan waktu perencanaan pada kurva s dan aktual yang terjadi di lapangan dari laporan mingguan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan durasi perencanaan proyek, lintasan kritis mencakup pekerjaan Mobilisasi, Galian Biasa, Pembersihan dan Pengupasan Lahan, Penyiapan Badan Jalan, Timbunan Pilihan dari sumber galian, Lapis Pondasi Agregat A, Lapis Pondasi Agregat B, Lapis Aus (AC-WC), dan Lapis Perekat Aspal Cair/Emulsi. Berdasarkan laporan mingguan proyek, lintasan kritis juga meliputi pekerjaan Mobilisasi, Galian Biasa, Lapis Pondasi Agregat Kelas B, Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Laston Lapis Aus (AC-WC), Beton fc’15 Mpa, dan Marka Jalan Termoplastik. Total durasi proyek tetap konsisten yaitu 180 hari kalender, Perbedaan ini menunjukkan adanya penyesuaian dalam pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana awal, yang menjadi perhatian penting dalam evaluasi pengelolaan waktu proyek. Penerapan CPM dalam proyek ini memberikan gambaran yang lebih terukur terkait jalur kritis dan efektivitas manajemen waktu, serta dapat menjadi pedoman dalam pengelolaan proyek serupa di masa mendatang. Kata kunci: manajemen waktu, network planning, Critical Path Method, lintasan kritis
Analisis Nilai Hasil Pada Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Kota Tomohon Porajow, Tania G.; Dundu, Ariestides K. T.; Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60581

Abstract

Perencanaan menjadi langkah awal untuk mencapai efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang akan digunakan. Proses pengendalian proyek harus dapat dikerjakan secara cepat dan tepat agar setiap penyimpangan yang terjadi dapat diidentifikasi dan dievaluasi dengan cepat. Dalam penelitian ini menggunakan metode Nilai Hasil (Earned Value) yang bertujuan untuk melakukan pengendalian terhadap proyek dan mencari indikator kinerja biaya, dan waktu pelaksanaan secara terinci dalam sebuah pemeriksaan, penelitian ini dilakukan pada pekerjaan Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Dari hasil analisis yang ditinjau mulai dari minggu ke-1 sampai minggu ke-17 mendapatkan estimasi waktu penyelesaian proyek ini adalah sebesar 25,29 minggu (177 hari) dengan sisa waktu sebesar 0,7 minggu (5 hari) dengan estimasi biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek ini adalah sebesar 4.854.504.200. Kata kunci: nilai hasil, waktu, biaya