cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Analisis Efektivitas Pengolahan Air Baku Untuk Meningkatkan Kualitas Air Bersih Di IPA Lotta Kecamatan Pineleng Lomo Adymanggina; Roski R. I. Legrans; Aristotulus E. Tungka
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas bertujuan untuk menilai tingkat keberhasilan proses pengolahan air baku dalam menurunkan konsentrasi parameter kualitas air agar memenuhi standar yang ditetapkan. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lotta yang berlokasi di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas proses pengolahan air berdasarkan perbandingan kualitas air sebelum (inlet) dan sesudah pengolahan (outlet), serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar kualitas air yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan di IPA Lotta secara umum efektif dalam meningkatkan kualitas air, meskipun tidak semua parameter mengalami penurunan konsentrasi di outlet. Beberapa parameter, seperti TDS, suhu, besi, nitrit, dan nitrat, justru mengalami peningkatan. Selain itu, parameter kimia kromium terlarut (Cr) masih menunjukkan konsentrasi yang melebihi standar baku mutu yang ditetapkan. Situasi ini menunjukkan perlunya perhatian khusus dan evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi sumber serta faktor penyebab tingginya kadar kromium dalam air olahan. Selain itu, hasil pengamatan menunjukkan bahwa unit koagulasi-flokulasi belum beroperasi secara optimal, sehingga unit filtrasi menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas air yang telah diolah. Salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan untuk mendukung proses pengolahan adalah penggunaan media sarang tawon di unit filtrasi sebagai media filtrasi tambahan. Namun, penerapan media ini masih berupa rekomendasi dan belum diuji secara langsung dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai alat evaluasi dan referensi untuk pengembangan sistem pengolahan air yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: efektivitas, pengolahan air, kualitas air, filtrasi, sarang tawon
Evaluasi Kinerja Digitalisasi Sistem Permit to Work (PTW) Dalam Meningkatkan Akuntabilitas Keselamatan Kerja Di Pertamina Geothermal Energi Area Lahendong Feby Y. Kudadiri; Roski R. I. Legrans; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.68178

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama untuk mencegah kecelakaan kerja khusunya pada industri dengan tingkat risiko tinggi. Dengan kemajuan teknologi, digitalisasi sistem Permit to Work (PTW) menjadi inovasi yang mengubah manajemen pengendalian risiko melalui proses perizinan kerja yang lebih efisien, terstruktur, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja digitalisasi sistem Permit to Work (PTW) di PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner kepada 32 responden yang terlibat langsung dalam proses digitalisasi sistem Permit to Work (PTW). Hasil menunjukkan bahwa kinerj digitalisasi sistem Permit to Work (PTW) dengan rata-rata 2,12, dan termasuk dalam kategori cukup baik. Temuan tersebut mengidentifikasikan bahwa sistem Permit to Work (PTW) mendukung dalam proses pengelolaan izin kerja, tetapi belum beroperasi secara optimal. Kendala yang ditemukan meliputi, kurangnya pemahaman karyawan terhadap prosedur digitalisasi, keterlambatan dalam proses otentikasi dan persetujuan digital, pelatihan pengguna yang tidak memadai, serta akses terbatas ke jaringan internet di area operasional. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan akuntabilitas keselamatan kerja melalui digitalisasi PTW memerlukan dukungan teknologi, kompetensi pengguna, dan infrastruktur yang memadai agar implementasi sistem dapat berjalan secara optimal. Kata kunci: akuntabilitas, Digitalisasi Sistem PTW, evaluasi kinerja, keselamatan kerja, permit to work
Pemodelan Arus Pasang Surut Di Perairan Pantai Malalayang Menggunakan Pemodelan Numerik Chrisel N. M. Manopo; Muhammad I. Jasin; Arthur H. Thambas; Ariestides K. T. Dundu; Jeffry D. Mamoto; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.68188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe pasang surut dan pola arus pasang surut di perairan Pantai Malalayang, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, menggunakan pemodelan numerik dengan perangkat lunak MIKE 21 Flexible Mesh (FM). Data yang digunakan meliputi data pasang surut dari Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI), data angin dari NASA POWER, data batimetri dari GEBCO, serta peta lokasi dari Google Earth. Penelitian dilakukan dengan pendekatan musiman yang mewakili tiga musim utama, yaitu musim barat (Januari 2019), musim peralihan (April 2019), dan musim timur (Juni 2019), masing-masing selama satu bulan dengan interval data per jam. Proses pemodelan dilakukan melalui pengolahan data batimetri, pembentukan mesh domain, input kondisi batas pasang surut dan angin, serta simulasi hidrodinamika menggunakan MIKE 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di Pantai Malalayang pada ketiga musim tergolong pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed semi-diurnal tide), yang ditandai dengan terjadinya dua kali pasang dan dua kali surut dalam satu hari dengan amplitudo yang tidak seragam. Pola arus pasang surut menunjukkan perbedaan karakteristik pada setiap musim. Musim barat didominasi arus bergerak dari barat daya menuju timur laut dengan kecepatan maksimum sebesar 0,334608 m/s, musim peralihan menunjukkan arus relatif lebih lemah dengan arah dominan menuju barat daya dan kecepatan maksimum sebesar 0,071699 m/s, sedangkan musim timur memiliki arus paling kuat dengan arah dominan ke barat dan kecepatan maksimum sebesar 0,600107 m/s. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi musiman dan pengaruh angin berperan dalam membentuk dinamika arus pasang surut di Pantai Malalayang sehingga dapat menjadi dasar informasi dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pembangunan infrastruktur pantai secara berkelanjutan. Kata kunci: arus pasang surut, pemodelan numerik, MIKE 21, Pantai Malalayang, hidrodinamika pesisir, pasang surut campuran