cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA PERUBAHAN FUNGSI RUANG PADA SAAT CAR FREE DAY DI TAMAN MENTERI SUPENO Hasliza Marshalita; Suzanna Ratih Sari; Erni Setyowati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Ruang terbuka publik merupakan suatu hal yang diharuskan keberadaannya dalam sebuah kota. Kota Semarang yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi menjadikan kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka publik juga tinggi sebagai tempat hiburan dan berkegiatan di sela – sela waktu luang. Taman kota adalah salah satu ruang terbuka publik yang bukan hanya berfungsi sebagai tempat hiburan, namun juga sebagai ruang hijau untuk paru - paru kota. Kota Semarang memiliki beberapa taman kota yang berperan sebagai ruang terbuka aktif publik, diantaranya adalah Taman Menteri Supeno. Pada awalnya, Taman Menteri Supeno merupakan ruang terbuka publik aktif yang memiliki keterbatasan fasilitas sehingga menyebabkan kurangnya kenyamanan pengunjung yang datang ke taman tersebut. Namun setelah dilakukannya renovasi, Taman Menteri Supeno kini memiliki fasilitas - fasilitas pendukung untuk menunjang kegiatan para pengunjung taman yang berasal dari berbagai kalangan usia. Pengadaan fasilitas – fasilitas baru itulah yang menyebabkan terjadinya perubahan fungsi ruang.Untuk mengetahui tentang perubahan fungsi ruang tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mencari faktor – faktor yang menjadi penyebab terjadinya perubahan fungsi ruang di TamanMenteri Supeno.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sebagai metode analisisnya. Dari keseluruhan proses penelitian, dapat disimpulkan bahwa karakter pengunjung taman menjadi faktor utama penyebab terjadinya perubahan fungsi ruang yang antara lain meliputi faktor kenyamanan sebuah ruang, kedekatan dengan fasilitas tertentu, dan kebutuhan akan tempat berkumpul.  Kata Kunci: ruang publiik, fasilitas, perubahan fungsi  ABSTRACT.Public open space is a necessity of existence in a city. Semarang city which has a high enough population density makes the public need for public open space is also high as a place of entertainment and public activity on the sideline. City park is one of the public open space that not only serves as a place of entertainment, but also as a green space for the lungs of the city. The city of Semarang has several urban parks that act as public open spaces, among them are Menteri Supeno park. In the beginning, Menteri Supeno park is an active public open space that has limited facilities, causing the lack of comfort of visitors who come to the park. But after the renovation, Menteri Supeno park now has supporting facilities to support the activities of park visitors who come from various age groups. The procurement of new facilities is what causes the change of function space. To know about the change of function of the space, then conducted research to find the factors that cause the change of function of space in Menteri Supeno park. This research uses qualitative method as the method of analysis. From the whole research process, it can be concluded that the character of the park visitors become the main factor causing the change of function of space which among others include the comfort factor of a space, the proximity to certain facilities, and the need for place to gather.  Keywords: public space, facility, function transformation
PENCAMUPURAN ARSITEKTUR TRADISIONAL DAN MODERN PADA PERENCANAAN TAMAN WALISONGO DI CIREBON Delly Rachman; Ashadi Ashadi; Luqmanul Hakim
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Perencanaan dan perancangan “Taman Wisata Walisongo di Cirebon dengan Konsep Percampuran Arsitektur Tradisional dan Modern” bertujuan untuk mewadahi kegiatan edukasi, tempat beribadah umat Islam dan tempat wisata budaya dan religi dalam bidang arsitektur maupun bagian yang menunjang bidang arsitektur, serta tempat untuk berdiskusi dan menambah wawasan tentang sejarah walisongo. Metode penyusunan konsep yang digunakan adalah metode desktiptif kualitatif, yaitu metode dengan menggunakan landasan teori yang terkait, baik secara arsitektural maupun non arsitektural, dimulai dari pengumpulan data, sampai dengan pengolahan data secara faktual untuk penyusunan konsep perancanaan dan perancangan Taman Wisata Walisongo. Perencanaan dan perancangan Taman Wisata Walisongo di Cirebon dengan Konsep Percampuran Arsitektur Tradisional dan Modern diharapkan dapat menjadi tempat Wisata yang mempunyai nilai edukasi terhadap warisan budaya Walisongo dalam segi arsitektur dan non arsitektur. Menjadi wadah yang dapat menampung kegiatan beribadah umat Islam dan kegiatan wisata di Kota Cirebon. Kata kunci : Taman Wisata, Walisongo, Cirebon ABSTRACT.Planning and designing "Walisongo Tourism Park in Cirebon with the Concept of Mixing of Traditional and Modern Architecture" aims to accommodate educational activities, places of worship of Muslims and cultural and religious tourism places in the field of architecture and sections that support the field of architecture, as well as a place to discuss and add insight about the history of walisongo. The method of preparing the concept used is descriptive qualitative method, that is the method by using the related theoretical foundation, both architectural and non architectural, starting from data collection, until factual data processing for the drafting and design concept of Walisongo Park. Planning and design of Walisongo Park in Cirebon with the Concept of Mixing of Traditional and Modern Architecture is expected to be a place that has an educational value to Walisongo cultural heritage in terms of architecture and non architecture. Being a container that can accommodate the activities of Muslim worship and tourism activities in the city of Cirebon.Keywords: Taman Wisata, Walisongo, Cirebon
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA DESAIN PUSAT REHABILITASI PENYAKIT LANGKA DI TANGERANG SELATAN Imam Makinudin; Anisa Anisa; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Fasilitas kesehatan dan sarana pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting dalam keberlangsungan hidupnya, tak terkecuali bagi para penderita penyakit langka.Penyakit langka adalah suatu kelainan atau penyakit yang angka kejadianya 1:2000 orang atau lebih, dan saat ini ada sekitar 6000–8000 jenis kelainan yang telah teridentifikasi. Untuk memenuhi kebutuhan para penderita penyakit langka dirancang sebuah pusat rehabilitasi penyakit langka dengan pendekatan arsitektur universal. Pendekatan arsitektur universal  bertujuan untuk memudahkan aktifitas penderita baik aktifitas mandiri ataupun dengan pendampingan. Dengan adanya pusat rehabilitasi penyakit langka ini diharapkan menjadi pusat untuk penanganan dan proses pemulihan bagi penderita penyakit langka di Indonesia yang berorientasi pada kemandirian. Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi, Penyakit Langka, Arsitektur Universal  ABSTRACT. Health and educational facilities ara the most important human needs in life, not spesially raredisease for patients. A rare disease is disorder or a disease which happen in ratio 1:2000 people or more, and now there are about 6000-8000 types of disorders that have been identified. To fulfill the rare disease patient need, it will be designed a rare disease rehabilitation center with universal architecture approach. The approach of universal architecture aims to facilitate rare disease patients activities, either individual nor with mentoring. With this rare disease rehabilitation center is expected to be a center of handling and recovery process for rare disease patients in Indonesia and improve their independence. Keywords:Rehabilitation Center, Rare Disease, Universal Architecture 
KAWASAN PERMUKIMAN SENIMAN YANG BERBASIS WISATA DI BANDUNG Abdul Rozak; Lily Mauliani; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Perencanaan dan perancangan desain kawasan permukiman seniman yang berbasis wisata di Bandung bertujuan untuk membuat perencanaan dan perancangan kawasan permukiman seniman yang berbasis wisata.Metode penyusunan konsep yang digunakan adalah metode  desktiptif  kualitatif, yaitu metode  dengan menggunakan data yang ada dengan menggunakan landasan teori yang terkait, baik secara arsitektural maupun non arsitektural, dimulai dari pengumpulan data, sampai dengan pengolahan data secara faktual untuk penyusunan konsep perencanaan dan perancangan kawasan permukiman seniman yang berbasis wisata di Bandung. Perencanaan dan perancangan kawasan permukiman seniman yang berbasis wisata di Bandung yang berkonsep modern tradisional diharapkan dapat menjadi kawasan hunian yang nyaman untuk tempat tinggal seniman dan non seniman. Dengan adanya kawasan seniman ini di harapkan para seniman bisa berkreasi, memamerkan hasil karyanya dan menjualnya dengan harga yang pantas dan bisa menjadi daya tarik wisata yang baru di sekitar bandung. Kata Kunci : Kawasan, Permukiman, seniman, Wisata, jelekong  ABSTRACT. Design Of Residential Area For Artists Based On Tourism In Bandung aims to make the planning and design of residential areas based on tourism. Metode that used in drafting method is qualitative descriptive method, the method which using existing data and using the theoretical basis related, both architecturally and non-architectural, starting with data collection, up to factual data processing for the preparation of planning concepts and design of residential areas for artists in Bandung. Planning and design of residential areas for artists based on tourism in Bandung with the traditional modern concept is expected to be a comfortable residential area for artists and non artists residence as a supporting community artist activities. With the existence of this artist's area in the hope that the artists can be creative, exhibiting the results of his work and sell at a reasonable price and can become a new tourist attraction around bandung. Keywords: Area, Settlement, Artist, Tour, Jelekong
REVITALISASI KAWASAN KOTA TUA JAKARTA DENGAN ALTERNATIF KONSEP TOD Fauzi Firdaus; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Kota Tua Jakarta memiliki potensi untuk dikembangkan dengan menggunakan prinsip-prinsip Transit Oriented Development (TOD), dimana TOD merupakan pengembangan kawasan dengan menjadikan titik transit sebagai pusatnya.Yang mana titik transit tersebut saling terintegrasi satu dengan yang lainnya dan berkembang di sekitar titik transit tersebut.Tulisan ini bertujuan untuk memberikan alternatif solusi dengan perencanaan revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta dengan menerapkan delapan (8) prinsip TOD yakni berjalan (walk), bersepeda (cycle), menghubungkan (connect), angkutan umum, (transit), pembauran (mix), memadatkan (densify), merapatkan (compact) dan beralih (shift).Dengan menerapkan prinsip-prinsip TOD tersebut pada kawasan Kota Tua Jakarta maka diharapkan Kota Tua Jakarta dapat berkembang menjadi lebih baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang diusung oleh konsep TOD. Kata Kunci: Kota Tua, Jakarta, Revitalisasi, TOD ABSTRACT. Jakarta Old Town has the potential to be developed using the principles of Transit Oriented Development (TOD), where TOD is the development of the region by making the transit point as its center. Which is where the transit points are integrated with each other and develops around the transit point. This study aims to revitalize the Old Town area of Jakarta by applying eight (8) principles of TOD ie walking, cycling, connecting, public transport, transit, mixing, densify, compact and switch (shift). By applying the principles of TOD in the Old Town of Jakarta it is expected that the Old City of Jakarta can grow to be better and in accordance with the principles that are carried by the concept of TOD. Keywords: Old Town, Jakarta, Revitalisation, TOD 
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PANTAI TANJUNG PASIR SECARA TERINTEGRASI DAN BERKELANJUTAN (DENGAN PENDEKATAN KONSEP ARSITEKTUR WATERFRONT- FRANK LLOYD WRIGHT) Mustofa Sakhid; Ari Widyati Purwantiasning; Anisa Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 1 (2017): Purwarupa Vol 1 No 1 Maret 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.25 KB)

Abstract

ABSTRAK. Fungsi wisata pada saat ini tidak lagi terbatas pada kegiatan santai/ piknik saja, akan tetapi dituntut untuk dapat menampung kegiatan lainnya, seperti rekreasi aktif, rekreasi pasif, hiburan, kontak sosial, acara adat dan sebagainya. Perencanaan dan Perancangan Pengembangan Kawasan Pantai Tanjung Pasir ini dimaksudkan untuk mendapatkan solusi perancangan dengan memanfaatan potensi alam secara maksimal dalam penataan tapak sebagai Kawasan Permukiman Nelayan dan Kawasan Wisata Laut.  Penekanan konsep Arsitektur Waterfront Frank Lloyd Wright dilakukan dengan mengadopsi Desain Arsitektur Recreational Waterfront pada karakteristik desain massa dan bentuk bangunan kawasan waterfront yang menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan rekreasi. Pembangunan diarahkan di sepanjang badan air dan tetap mempertahankan ruang terbuka, serta kekhasan  arsitektur lokal yang dimanfaatkan secara komersial untuk menarik pengunjung.  Perencanaan kawasan Tanjung Pasir merupakan integrasi antara zona wisata dengan zona permukiman nelayannya dan merupakan “bagian integral “ didalam pembangunan Kabupaten Tangerang. Kata Kunci : Pengembangan Kawasan, Pantai Tanjung Pasir, Permukiman Nelayan, Wisata Pantai, Integrasi, Waterfront  ABSTRACT. Nowadays tourism is no longer limited to leisure activities/ picnic only, but must be able to accommodate other activities, such as active recreation, passive recreation, entertainment, social contact, the traditional activities as well as custom event. Planning and Design of Coastal Zone Development in Tanjung Pasir is aimed to find design solution by maximize natural potency in site planning as a Fisherment Settlement and Sea Tourism Area. The concept of Waterfront Architecture by Frank Lloyd Wright manifested by adopting Architectural Design Recreational waterfront on the design characteristics of the mass and shape of the building within waterfront area that provide facilities as well as infrastructures for recreational activitie. The area development directed along the beach while maintaining the presence of open space, as well as the peculiarities of local architecture that are commercially exploited in order to attract visitors. The planning of Tanjung Pasir area is an integration between tourism zone and fishermen’settlement and should be an "integral part" in the development of Tangerang regency. Keywords : Area Development, Tanjung Pasir Beach, Fishermen Settlement, Coast Tourism, Integration, Waterfront
REDESAIN PASAR DEMAK BINTORO DENGAN KONSEP PENGGABUNGAN TRADISIONAL DAN MODERN kus yusron hanif; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.383 KB)

Abstract

ABSTRAK. Pasar tradisional Demak Merupakan pasar  terbesar di kabupaten Demak, agar pasar tradisional dapat diterima kalangan atas dan sebaliknya kalangan bawah juga dapat merasakan kebersihan dan kenyamanan dalam berbelanja. Melakukan redesain pasar Demak dengan pendekatan Hybrid Tradisional dan modern adalah salah satu metode yang dapat menyelesaikan problematika bahwa pasar tradisional secara umum kurang nyaman dan kurang bersih. Dengan adanya redesain pasar tradisional yang lebih tertata ruang-ruang, sirkulasi, dan kebersihanya seperti pasar modern ini diharapkan dapat menarik minat bagi kalangan menengah atas untuk berbelanja di pasar tradisional. Fasad yang menarik dengan menggabungkan arsitektur tradisional dan arsitektur modern tentunya akan lebih menarik perhatian masyarakat untuk berbelanja di pasar Demak.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR PRILAKU PADA BANGUNAN PUSAT KOMUNITAS BLOGGER DI JAKARTA rahman rahman; Anisa Anisa; Yeptadian Sari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.842 KB)

Abstract

PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR PRILAKU PADA BANGUNAN PUSAT KOMUNITAS BLOGGER DI JAKARTA
PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA SEKOLAH MODEL DAN MODE MUSLIM DIAN PELANGI Husna Desi; Lily Mauliani; Yeptadian Sari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.475 KB)

Abstract

Arsitektur kontemporer merupakan suatu bentuk karya arsitektur yang sedang terjadi di masa sekarang, Arsitektur kontemporer muncul karena kebutuhan akan gaya baru pada masa tersebut kemudian terus berkembang ke era senit dan kerajinan, saat situasi masyarakat mulai jenuh dengan fabrikasi dan melakukan gerakan sosial. Sedangkan dalam dunia mode di Indonesia, Indonesia bisa dikatakan berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Hal itu didukung dari berbagai sisi baik desainer lokal yang semakin potensial, tingkat perekonomian yang membaik, sampai sektor ritel yang berkembang pesat. Minat masyarakat Indonesia khususnya Jakarta pada mode muslim saat ini cukup baik, banyak desainer busana muslimah Indonesia yang telah sukses dan terkenal. Untuk meningkatkan minat masyarakat pada dunia mode dan memberikan fasilitas pendidikan khususnya dalam mode muslim maka penerapan konsep Arsitektur kontemporer sangat tepat untuk diterapkan pada sekolah model dan mode muslim. Metode pengumpulan data dalam perencanaan dan perancangan ini adalah dengan studi literature, Study Presedent dan wawancara. Gaya kontemporer pada bangunan Sekolah Model dan Mode Muslim akan terlihat pada penggabungan ciri kontemporer dengan konsep rancangan busana muslim Dian Pelangi, diantaranya dengan menggabungkan unsur bentuk lekukan dan tumpukan, sehingga konsep arsitektur kontemporer akan sesuai untuk diterapkan pada sekolah model dan mode muslim.
KONSEP FUTURISTIK PADA PERANCANGAN GEDUNG KANTOR MANAJEMEN SCHLUMBERGER JAKARTA Muhamad Roby; Lily Mauliani; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.412 KB)

Abstract

ABSTRAK.  Keberadaan Kantor Perwakilan Schlumberger sejak berdiri di Indonesia sampai saat ini masih menempati gedung atau kantor sewa. Rentang waktu, prestasi dan pengalaman Schlumberger yang cukup lama ini membutuhkan fasilitas fisik yang mampu mengakomodir fungsi dan kegiatannya di Indonesia. Eksistensi  Schlumberger sebagai perusahaan penambangan minyak multinasional nomor satu di dunia yang terus mengembangkan dan mengedepankan inovasi teknologi tapi kurang menarik perhatian masyarakat. Faktor inilah yang mempengaruhi timbulnya gagasan untuk merencanakan dan merancang Gedung Kantor Schlumberger di Jakarta, sekaligus sebagai pemilihan judul Tugas Akhir. Dirancang dengan konsep futuristik bertujuan dapat menunjukan eksistensi Schlumberger dan ekspresi sebagai perusahaan terdepan dalam pengembangan dan penggunaan teknologi maju. Selain itu percancangan gedung ini harus memberikan manfaat kepada semua pihak terutama dalam alih teknologi melalui pendidikan di Schlumberger. Begitupun dengan kenyamanan dan keamanan kepada pengguna, dengan tetap mengedepankan teknologi yang dicerminkan melalui konsep arsitektur futuristik.

Page 4 of 24 | Total Record : 239