cover
Contact Name
Arif Abadi, S.Kom.
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Core Subject : Education,
Panggung is online peer-review journal focusing on studies and researches in the areas related to performing arts and culture studies with various perspectives. The journal invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in those areas mentioned above related to arts and culture in Indonesia and Southeast Asia in different perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 913 Documents
Pergeseran Bentuk Siluet Kostum Tari Jaipongan Tahun 1980-2010 Marlianti, Mira; Saidi, Acep Iwan; Destiarmand, Achmad Haldani
PANGGUNG Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.283 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v27i1.233

Abstract

ABSTRACKThis article is aimed at identifying the shift in silhouette of Jaipongan costume from its first appearance (in 1980) until thirty years later (2010). The silhouette of Jaipongan costume keeps changing at present, and is believed to become trends followed by other costume designers in different areas. Since it has never been studied by other researchers, the study result is expected to be the reference for future studiesthat focus on Jaipongan. The approach used in this study is aesthetics of form. The result shows that the aesthetics shift in silhouette of Jaipongan costume took place because the designers hadopportunities and freedom to be more expressive in designing Jaipongan dance costumes appropriate to current trends of the era and of the show. The shifts includesilhouette of blouse that entirely appears in silhouette fited and silhouette of skirt from slim line to fit and flare line. While the silhoutte cutting has shifted from amphora silhouette, hourglass silhouette, redingote silhouette toextra redingote silhouette.Keywords: shift, silhouette, Jaipongan costume periode 1980-2010ABSTRAKTampilan kostum Jaipongan sejak awal kemunculannya hingga kini semakin bervariasi, sehingga memungkinkan terjadinya pergeseran dalam hal siluet kostumnya. Tulisan ini bertujuan mengidentifikasi pergeseran bentuk siluet kostum Jaipongan tahun 1980-2010 di wilayah Bandung. Persoalan ini penting dikaji karena kajian terhadap bentuk siluet kostum Jaipongan belum pernah dilakukan oleh peneliti lain dan kostum Jaipongan di Bandung disinyalir menjadi trend senter yang banyak ditiru para penata kostum di wilayah lainnya.Tahun 1980-2010 dipilih karena untuk melihat pergeseran bentuk siluet kostum Jaipongan dari awal kemunculannya hingga genap tiga puluh tahun keterkinian-nya yang masih terus berkembang hingga kini. Pendekatan yang digunakan untuk kepentingan tersebut adalah estetika. Hasil kajian menunjukkan bahwa pergeseran bentuk siluet kostum Jaipongan terjadi karena bermunculanya kreativitas-kreativitas baru yang lebih bebas dan lebih ekspresif dalam hal perancangan desain kostum tari Jaipongan, sebagai upaya menyeimbangan akan tuntutan jaman dan tuntutan pertunjukan. Pergeseran tersebut meliputi siluet kostum atasan yang seluruhnya tampil dalam silhouette fited, dan bentuk siluet kostum bawahan yang berawal dari slim line menjadi fit and flare line. Adapun potongan silhouette diawali amphora silhouette, hourglass silhouette, redingote silhouette, dan diakhiri ekstra redingote silhouette.Kata Kunci: pergeseran, bentuk siluet, kostum Jaipongan rentang tahun 1980-2010 
Cendera Mata Berbasis Seni Etnik Batak Wahyu Tri Atmojo
PANGGUNG Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4751.312 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v21i3.298

Abstract

  
Peran Pesantren dalam Penyebarluasan Seni Kaligrafi Islam di Jawa Barat Ading Kusdiana
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.22 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.65

Abstract

ABSTRACTThis paper discusses a description of the role of pesantren in West Java in the dissemination of the art of Islamic calligraphy. The purpose of the research is to find out the development history of the art of Islamic calligraphy and the role of pesantren located in West Java in disseminating it. The method which is used in the research is historical research method. The result of the research shows that the art of Islamic calligraphy not only appeared in the Arabian Peninsula but also expanded to West Java. Pesantren, as one of Islamic activity centres, has a big role in disseminating the art of Islamic calligraphy. Pesantren is associated with the amount of interest, attention, and support provided by Kyai, head of pesantren, to develop the art of calligraphy through educational activities, ranging from reading and writing Quran, teaching activities, including preserving the art of Islamic calligraphy. Keywords: calligraphy, pesantren, dissemination, West Java ABSTRAKTulisan ini membahas deskripsi tentang peran pesantren di Jawa Barat dalam penyebaran seni kaligrafi Islam. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang sejarah perkembangan seni kaligrafi Islam dan peran pesantren yang ada di Jawa Barat dalam penyebarannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni kaligrafi Islam tidak hanya muncul di Semenanjung Arab, tetapi juga meluas hingga ke Jawa Barat. Pesantren, sebagai salah satu pusat kegiatan agama Islam, memiliki peran besar dalam menyebarkan seni kaligrafi Islam tersebut. Pesantren berkaitan dengan sejumlah kepentingan, perhatian, dan dukungan yang diberikan oleh Kyai, kepala pesantren, untuk mengembangkan seni kaligrafi melalui kegiatan-kegiatan pendidikan, mulai dari membaca dan menulis Quran, kegiatan pengajaran, termasuk pelestarian seni kaligrafi Islam.  Kata kunci: kaligrafi, pesantren, penyebaran, Jawa Barat
Program Variety Show Dangdut Academy Asia 2 sebagai Alat Diplomasi Publik Indonesia Intan Rizkia Futri; Dade Mahzuni; Nandang Rahmat
PANGGUNG Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.374 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v28i4.710

Abstract

ABSTRACT Music as cultural diplomacy has been a subject of scholarly attention around the world. This research explores the subject within the Asia region. The purpose of this research is to describe the efforts in strengthening international diplomacy of Indonesia through dangdut music, namely Dangdut Academy Asia 2 TV program, throughout Asia specifically. Dangdut music which is originated from Indonesia gains a strong base of enthusiasts. The music genre has also established a niche market in the world of music. Popular culture and cultural diplomacy theories used in the research to explain how dangdut music which is formatted into a television variety show can positively affect the life of the society, nation, and state within Indonesia and throughout Asia. From this research, I found that the TV program has contributed in a very positive way to cultural diplomacy for Indonesia. This cultural diplomacy has been done through various cultural forms, including costumes, songs, foods, tourist attraction information, etc.Keywords: dangdut show, pop culture, cultural diplomacy, Dangdut Acadaemy Asia 2, variety show   ABSTRAK Musik sebagai diplomasi budaya telah menjadi perhatian ilmiah di seluruh dunia. Penelitian ini juga mengeksplorasi subjek di wilayah Asia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya Indonesia dalam memperkuat diplomasi internasional melalui musik dangdut, yaitu program TV Dangdut Academy Asia 2, yang ditayangkan khusus di Asia. Musik dangdut berasal dari Indonesia yang memiliki penggemar fanatik. Jenis musik ini telah membentuk pasar khusus di dunia musik. Teori budaya populer dan diplomasi budaya digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana musik dangdut yang dikemas menjadi program variety show  televisi dapat secara positif memengaruhi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara di Indonesia dan Asia.Dari penelitianini penulis menemukan bahwa program TV tersebut telah berkontribusi sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia. Diplomasi budaya ini dilakukan melalui berbagai bentuk budaya yang tersaji dalam acara tersebut, seperti pakaian, lagu-lagu, makanan, informasi tempat wisata, dan lain-lain.Kata kunci: pertunjukandangdut, budaya pop, diplomasi budaya, Dangdut Academy Asia 2, variety show.
Sakuren: Konsep Spasial Sebagai Prasyarat Keselamatan Masyarakat Keselamatan Masyarakat Budaya Padi di Kasepuhan Ciptagelar Susilo Kusdiwanggo; Jakob Sumardjo
PANGGUNG Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.672 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v26i3.194

Abstract

ABSTRACTIn the rice culture of KasepuhanCiptagelar society, life will emerge after sakuren brought together (pangawinan). Life is not static, but dynamic and cyclical. Sakuren should be sought through the ngalasuwung, that is a process of ritual activity. Ngalasuwung performed through pattern of space motion katuhu or kenca. Goal of ngalasuwung is to achieve a suwung. The process of ngalasuwung does not cease after the reality of sakuren found. Reality of sakuren remains to be mated (pangawinan) in suwung space. Aim of pangawinan is obtain pancer. Through an ethnographic approach, sakuren cultural theme as a result of a domain analysis, studied simultaneously with taxonomic analysis and elaborated with thick description. Comprehensive studies show that sakuren is an existential meaning which should be pursued and a prerequisite for obtaining safety and sustainability.Keywords: KasepuhanCiptagelar, pangawinan, pancer, sakurenABSTRAKDalam budaya padi masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, kehidupan akan muncul setelah sakuren dipertemukan. Kehidupan tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan siklis. Sakuren adalah konsep sepasang. Sakuren harus dicari melalui proses ngalasuwung, yaitu sebuah proses aktivitas ritual. Ngalasuwung dilakukan dengan dengan pola gerak ruang katuhu atau kenca. Tujuan ngalasuwung adalah mencapai ruang suwung. Proses ngalasuwung tidak berhenti setelah realitas sakuren ditemukan. Realitas sakuren masih harus dikawinkan dalam ruang suwung. Tujuan pangawinan adalah memperoleh pancer (keselamatan). Melalui pendekatan etnografi, tema kultural sakuren sebagai hasil dari analisis domain, dikaji secara simultan dengan analisis taksonomi dan dielaborasi dengan thick description. Kajian komprehensif menunjukkan bahwa sakuren merupakan makna eksistensial yang harus diupayakan dan menjadi prasyarat untuk memperoleh keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat budaya padi Ciptagelar.Kata Kunci :Kasepuhan Ciptagelar, pangawinan, pancer, sakuren 
“BE YOURSELF” (The Creation of a Music Composition) Asep Saepul Haris; Rahayu Supanggah; Pande Made Sukerta; Bambang Sunarto
PANGGUNG Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.81 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v27i4.287

Abstract

AbstractAn artistic workmanship is a creative work process of an artist in creating artworks. Artwork meant by the writer is "Be Yourself", which is related to the establishment of his self-characters that grown up in Sundanese culture. Life journey was a dynamic process and became the will of the Almighty. God's destiny and life journey made the writer as “urangsumando” (people related by marriage) in Minangkabau. Cross-cultural was a life journey to be (yourself) and the destiny he should do – being in two different culture positions. Such differences did not automatically make the writer soluble in integration – he existed in two conceptions. In the realization, how the concepts are able to deliver other offers which have contribution to the development of artistic creation. The discussion in this article is the artistic forms as the exploration, working material, and forms of performance.Keywords: artistic, workmanship, music work 
Pajajaran dan Siliwangi dalam Lirik Tembang Sunda Muhsin, Mumuh -
PANGGUNG Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.823 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v22i2.56

Abstract

ABSTRACT History and literature are two of the many ways to describe the reality. These two ways have a difference extremely. History must be tightly based on fact, while literature is fictional and imagina- tive. However, between these two extreme points there is a slice. Its means that in history there is in certain limits an element of imagination and in literature there is an element of fact although just a name. Therefore, the reality of history can be used as a raw material of literature. In turn, therefore literature can critically be used as a source of history. In Tatar Sunda there are a number of literary works, especially in the form of lyrics Tembang Sunda, which the material is taken from historical facts. The name most widely used materials of lyrics are Pajajaran and Siliwangi. These two names refer to the golden age of the Sundanese throughout its history. Keywords: Pajajaran, Siliwangi, rumpaka, Tembang Sunda, history.  
Gaya Retro dan Ekplorasi Material dalam Tren Desain Mebel Karya Desainer Muda Indonesia Jamaludin Jamaludin; Iyus Kusnaedi; Edwin Widia
PANGGUNG Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5807.612 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v28i3.460

Abstract

AbstractThis article discusses the work of young designers in the field of furniture design that shows the trend of furniture design today. The trend here is the tendency of furniture design characteristics emerged in current Indonesia. Most of the works appeared at national and international furniture fairs which make them recognizable, both nationally and globally. The type of furniture discussed is limited to the design of chairs with rattan and wood materials. Furniture design trends also give an effect to the interior design. The method in this research is observation and critical analysis of furniture design characteristics. The results of observation and analysis show that the design trend of Indonesian furniture generally uses the design style of the 1960s until the 1980s as an inspiration. The design style is now called retro or vintage and is now a trend of the furniture world. In terms of materials, the trend of furniture design today is characterized by the merger of two materials such as rattan with metal or wood with metal.Keywords: retro, trends, furniture design, rattan furniture, young designers. Abstrak Artikel ini mendiskusikan karya desainer muda dalam bidang desain mebel yang menunjukkan tren desain mebel dewasa ini. Tren yang dimaksud adalah kecenderungan karakter desain mebel yang muncul belakangan di Indonesia. Sebagian besar karya-karya desainer muda muncul di pameran mebel skala nasional dan internasional sehingga cepat dikenal baik secara nasional maupun global. Desain mebel yang dibahas dibatasi pada kursi dengan bahan rotan dan kayu.  Tren  desain mebel juga memberi pengaruh pada desain interior. Metode dalam penelitian ini adalah observasi dan analisis kritis mengenai karakteristik desain mebel yang sedang tren karya para desainer muda. Hasil observasi dan analisis menunjukkan bahwa tren desain mebel Indonesia umumnya menggunakan gaya desain tahun 1960-an hingga tahun 1980-an sebagai inspirasi. Gaya desain masa itu sekarang disebut retro atau sekarang menjadi bagian dari tren mebel dunia. Dari segi material, tren desain mebel dewasa ini ditandai dengan penggabungan dua material seperti rotan dengan metal atau kayu dengan metal.Kata kunci:  retro, tren, desain mebel, mebel rotan, desainer muda.
Model Penilaian Kinestetik dalam Menilai Tari I-pop (Modern Dance) Dinny Dev Triana
PANGGUNG Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.385 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v24i1.106

Abstract

ABSTRACT The Research aims to gain a kinesthetic assessment models used in assessing the i-pop dance (modern dance), because judging a dance performance is often not objective and not based on the theory of dance. Element of subjectivity and sense of art of assessors tend to provide an assessment that is not in accordance with the provisions that must be measured or assessed.The method used by the mixed method, combining quantitative and qualitative methods, in which the grains analyzed through validity and reliability, resulting in a valid and reliable instrument with two calibration is the calibration phase 1 and phase 2. So that the instrument has good quality in the construct, the kualitatuf testing done through Focus Group Discussion (FGD) of experts consisting of choreographers, professional dancers, and academics in the field of dance and fine art.Based on these results , the instruments are to be used in competitions at each race event. These results are expected to solve the problem in any event the modern dance competition dance (i-pop dance), so that the assessors and the public is more intelligent and has a good attitude of appreciation in assessing dance. Keywords: i-pop dance (modern dance), assessment, kinesthetic, dance    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model penilaian kinestetik yang diguna- kan untuk menilai Tari I-pop (modern dance). Penilaian suatu pertunjukan tari seringkali ti- dak objektif dan tidak didasari pada teori tentang tari, karena unsur subjektivitas dan sense of art dari penilai cenderung memberikan penilaian yang tidak sesuai dengan ketentuan yang harus diukur atau dinilai.Metode penelitian yang digunakan dengan mix method yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, di mana butir dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas, se- hingga menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel dengan dua kali kalibrasi yaitu kalibrasi tahap 1 dan tahap 2. Instrumen memiliki kualitas yang baik secara konstruk, maka pengujian kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dari para pakar yang terdiri atas koreografer, penari professional, dan akademisi di bidang seni tari dan seni rupa.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka instrumen sudah dapat digunakan dalam kegiatan lomba di setiap even perlombaan. Hasil ini diharapkan dapat memecahkan ma- salah dalam setiap even lomba tari modern dance (i-pop dance), sehingga penilai dan ma- syarakat lebih cerdas dan memiliki sikap apresiasi yang baik dalam menilai tari. Kata kunci: i-pop dance (modern dance), penilaian, kinestetik, tari
Pertunjukan Wayang Babad Nusantara: Wahana Pengajaran Nilai Kebangsaan bagi Generasi Muda Sunardi -; Sugeng Nugroho; Kuwato -
PANGGUNG Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.024 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v26i2.176

Abstract

ABSTRACT Wayang Babad Nusantara  represents a creation  of a shadow puppet show which  used as a means of transmission  of nationalism  values  towards younger  generations.  This type  of show has the aspect  of innovations  in several  elements  of pakeliran,  which are: the heroic story  of National  heroes’ struggle, the authentic  puppets bas on the reinterpretation  of the figure in the history, a new musical score, and the scene-system with the shadow puppet show structure.  This show is interestingly  wrapped with the story of Gajah Mada. The spirit of these figure  serves as the good example for young  generations  to love their  country.  The  nationalism  value,  which contain  the teaching  of patriotism  and allegiance can build the awareness  of the children  of the nation  so that they will always  love the land  of Indonesia. Keywords: Babad shadow puppet, nationalism  values,  young  generations     ABSTRAK Wayang Babad Nusantara merupakan rekayasa model pertunjukan wayang yang dipergunakan sebagai wahana transmisi nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda. Pertunjukan wayang ini memiliki kebaruan dalam berbagai unsur pakeliran, yaitu: cerita sejarah perjuangan pahlawan bangsa, boneka wayang hasil reinterpretasi dari figur tokoh, musik komposisi baru, dan sistem pengadegan dengan struktur pertunjukan wayang. Pertunjukan wayang ini dikemas secara menarik dengan menyajikan cerita Gajah Mada. Spirit perjuangan tokoh Gajah Mada ini memberikan suri teladan bagi generasi muda untuk selalu cinta tanah air. Nilai kebangsaan yang memuat ajaran mengenai patriotisme dan nasionalisme memberikan kesadaran dan menggugah kesadaran anak bangsa untuk selalu mencintai Tanah Air Indonesia. Kata kunci: wayang babad, nilai kebangsaan, generasi muda

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31, No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 31, No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29, No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29, No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15, No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradision Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional More Issue